Pusat Jurnal Kopertais Wilayah V Aceh
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
TRADISI NELAYAN TERHADAP PANTANGAN MELAUT PADA MALAM DAN HARI JUMAT DITINJAU DARI HUKUM ADAT KAMPONG GOSONG TELAGA UTARA ACEH SINGKIL
This study aims to analyze how the views of the people of Gosong Telaga Utara, North Singkil District on the taboo to go to sea at night and Friday and analyze how customary law reviews the taboo to go to sea at night and Friday in Kampong Gosong Telaga Utara, North Singkil District. The type of research is descriptive-qualitative research with a case study approach. The results showed that the majority of the people obeyed the prohibition on going to see at night and Friday because it was forbidden since their ancestors if violated it was feared that they would get a big disaster. Abstinence from going to sea at night and Friday in Kampong Gosong Telaga Utara has legal force, namely customary law for violating it, strict sanctions will be applied to it. The sanction is to pay Rp. 500,000 and is used for the purposes of mosques, canoes, or bots that violate are not given to the sea for 2-7 days. For fishermen outside the area who take North Telaga Gosong fish, 30% of their catch will be taken and pay Rp. 500,000
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN AQIDAH DI MA AL-FIKRIYAH PADANG TIJI
The results titled is Learning The effectiveness of Method Aqeedah At MAS Al-Fikriyah Padang Tiji. This study considered representative for the study because education Aqeedah be one portion of Islamic education provided by educational institutions to students starting from Islamic of elementary school, Islamic of junior high school, Islamic of senior high school synergized in Aqeedah Morals lesson, even to college. To achieve the goal of education is the education Aqeedah must have appropriate learning methods, so that students can learn effectively and efficiently. Therefore, the problems of study are: 1). How learning methods Aqeedah at MAS Al-Fikriyah Padang Tiji. 2). What is the process of learning implementation Aqedah at MAS Al-Fikriyah Padang Tiji. The objectives to be obtained in this study were 1). Describe the learning method Aqeedah at MAS Al-Fikriyah Padang Tiji. 2). Describe the process of implementation of learning Aqeedah at MAS Al-Fikriyah Padang Tiji. This study is a qualitative study, the data collection techniques done is through interview, observation and documentation used by triangulation. The data was analyzed by descriptive analysis. The results of this study indicate that: learning methods Aqeedah at MAN 1 Banda Aceh is done by using the method of group discussion, question and answer, inquiry, lectures, group work, Uswatun Hasanah, training, advice, reward and punishment. The process of learning implementation Aqeedah can run well, it can be seen from the preparation of teachers to teach the material in the material, lesson plan, the method used and of students who have a high spirit as seen in the preparation of students before learning to completion of the learning process, they do so with gusto
PROFESI SEBAGAI UKURAN KAFA’AH DALAM PERNIKAHAN BAGI MASYARAKAT KECAMATAN JAYA KABUPATEN ACEH JAYA
With the existence of kafa'ah in marriage, it is hoped that each candidate will be able to get harmony and harmony. The existence of various considerations on these problems is intended so that in married life there are no inequalities and incompatibility. From this background, the writer formulates the problem as follows, namely 1. how are the views of the people of Jaya District, Aceh Jaya Regency towards the profession as an element of kafa'ah in marriage, 2. What are the factors behind the profession as a measure of kafa'ah in marriage, 3. What are the guidelines for the Jaya community, Aceh Jaya Regency in determining the profession as an element of kafa'ah in marriage. This study uses a descriptive qualitative research method, namely a method that examines a condition, a thought or an event in the present, factual and accurate regarding the facts, properties and relationships between the phenomena being investigated, referring to the relevant literature. Research by collecting theoretical data through the library by reading books, books and internet articles. The people of Jaya Subdistrict, Aceh Jaya Regency in general are very considerate of kafa'ah itself, due to differences in educational background, work, organization and others
PERTANGGUNG JAWAB WALI TERHADAP ANAK YATIM DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Daerah Aceh Singkil)
Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah menerima anak-anak yatim atau fakir miskin dengan syarat memiliki surat keterangan dari Kepala kampong masing-masing dimana mereka bertempat tinggal (domisili) yang menyatakan bahwa anak tersebut adalah anak yatim atau fakir miskin. Kebanyakan orang tuan menitipkan anaknya karena ketidak mampuannya utuk mengurus dan menyekolahkannya. Penelitian ini akan menemukan sebuah hasil terkait pertanggungjawaban wali terhadap anak yatim. Metode Penelitian yang digunakan yakni penelitian lapangan selain itu juga penulis menggunakan penetian pustaka. Hasil penelitian, kurang perhatiannya wali terhadap anak yang telah dititipkan di panti Asuhan. Seharusnya setiap orang tua terus berupaya demi bisa bersama anak perwaliannya dan mengasuh dengan sebaik-baiknya.
Pembelajaran PAI Menyenangkan dengan Penggunaan Strategi Teka-Teki Silang (Crossword Puzzle): Materi Iman Kepada Malaikat Allah untuk Anak Sekolah Dasar
Tulisan ini membahas mengenai penggunaan strategi Teka-Teki Silang (crossword puzzle):materi iman kepada Malaikat Allah untuk anak Sekolah Dasar, dimana melalui penggunaanstrategi ini pembelajaran PAI, materi Iman kepada malaikat akan lebih menyenangkan.Maka, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui maksud dari pengunaan strategi teka-tekisilang (crossword puzzle), langkah-langkah penggunaan strategi teka-teki silang (crosswordpuzzle), manfaat dari penggunaan strategi teka-teki silang (crossword puzzle),pembelajaran PAI menyenangkan dengan penggunaan strategi teka-teki silang (crosswordpuzzle) pada materi iman kepada malaikat Allah untuk anak Sekolah Dasar, kelebihan dankekurangan dari penggunaan strategi teka-teki silang. Metode yang digunakan dalamtulisan ini melalui pengumpulan data dari berbagai literatur yang relevan denganpermasalahan yang dibahas dan dianalisis secara deskriptif. Oleh karena itu, untukmengatasi problema yang terjadi, penggunaan strategi ini sangat membantu anak ketikabelajar terutama anak Sekolah Dasar untuk menghilangkan rasa jenuh, rasa takut, danmenegangkan
KOLABORASI PENDIDIKAN TRADISIONAL DAN PENDIDIKAN UMUM (DAYAH, SEKOLAH AGAMA DAN SEKOLAH UMUM)
Salah satu alternatif dalam menyekolahkan anak adalah yang bisa diambil oleh orang tua adalah melanjutkan pendidikan anaknya ke sekolah dalam pesantren. Ada beberapa manfaat yang didapatkan. Disamping menuntut ilmu pendidikan umum, juga mendapatkan pendidikan agama, sehingga terjadi keseimbangan antara ilmu dunia dan ilmu agama dalam dirinya. Ilmu agama akan menjadi fondasi bagi anak dalam menjalani kehidupannya. Seorang manusia bukan perlu cerdas secara intelektual, tetapi juga secara kepribadian, sosial, dan spiritual. Pesantren adalah tempat yang tepat untuk membentuk beberapa kecerdasan tersebut. Di tengah tantangan yang semakin berat dan ketat, ketika banyak manusia terlalu menghamba kepada iptek minus iman dan takwa kepada Allah Swt., di tengah serbuan sekulerisme, materialisme, hedonisme, dan individualisme, dan jauh semakin jauh dari nilai-nilai, pesantren diharapkan menjadi benteng untuk membangun dan menjaga akidah umat. Melatih kemandirian. Dengan mengikuti pendidikan pesantren anak dilatih untuk mandiri, mengelola dirinya, tidak cengeng, tidak terlalu ketergantungan kepada orang tua. Pada awalnya mungkin sang anak akan merasa tersiksa, merana, merasa dibuang oleh orang tuanya, belum banyak yang kenal. Biasanya serba dilayani, tinggalmakan, tinggal minum, tinggal memakai seragam, dan sebagainya, selama di pesantren dia harus melakukannya sendiri. Seiring dengan perjalanan waktu, sang anak pun mulai terbiasa dan akan merasa betah. Apalagi sudah mengenal lingkungan, dan memiliki banyak teman. Ada perbedaan antara pesantren di masa lalu dengan masa sekarang. Dulu, santri harus menyiapkan makan dan minum sendiri, ngaliwet menggunakan kastrol (sejenis alat penanak nasi), lalu memakannya di atas daun atau nampan bersama santi yang lain, mencuci sendiri, dan menyetrika baju sendiri. Tetapi saat ini dengan sistem pesantren modern,makanan sudah disiapkan oleh pesantren, bahkan mencuci baju pun menggunakan jasa laundry.Tempat tidur pun, kalau dulu cukup menggunakan tikar atau karpet, sekarang menggunakan kasur busa. Intinya, santri sudah dibuat nyaman dan difasilitasi. Walau demikian, ada juga santri yang masih memasak makanan sendiri dan mencuci pakaian sendiri. Sekolah dalam pesantren memiliki tata tertib yang harus ditaati oleh setiap santrinya. Tata tertib tentunya disertai sanksi bagi melanggarnya. Biasanya, pada saat mendaftar, tata tertib tersebut disampaikan pihak pesantren, dan ditandatangani oleh orang tua dan calon santri. Tujuannya agar pesantren dapat melaksanaan mewenangannya untuk mengajar dan mendidiksantri sesuai aturan yang berlaku, serta menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan pesantren
EKSISTENSI MAZHAB FIQIH PADA ZAMAN KONTEMPORER SEKARANG
Ada dua sikap fanatik yang berkembang dalam masyarakat Islam yaitu fanatik dalam bermazhab dan fanatik anti mazhab. Sikap dan kondisi seperti ini telah menimbulkan perselisihan dan perpecahan dalam tubuh kaum Muslimin. Bahkan tidak jarang perbedaan dalam masalah furu’ (cabang) dapat menyulut terjadinya pertengkaran dan pertumpahan darah di antara sesama Muslim. Pada titik inilah persoalan mazhab dalam syari’at Islam itu menjadi penting untuk ditelisik lebih lanjut. Sejarah muncul mazhab fiqih terjadi dalam lima periode: Periode pertumbuhan (Abad ke 0-1 H) yaitu pada masa rasulullah, pada masa shahabat dan pada masa tabiin. Periode pembentukan (Abad ke 2-3 H ) yaitu Mazhab Imam Abu Hanifah, Madzhab Imam Malik, Mazhab Imam Syafii, Mazhab Imam Ahmad dan Mazhab lainnya. Periode keemasan (Abad ke 3-9 H). Periode kemunduran (Abad ke 10 – 13 H ). Dan periode kebangkitan (Abad ke 14 – Sekarang). Ternyata bermadzhab bagi selain mujtahid mutlak itu hukumnya wajib menurut ulama ushul fikih. Dan mengajak masyarakat untuk meninggalkan mazhab atas alasan kembali kepada al-Qur’an dan al-Sunnah adalah suatu usaha yang sia-sia. Mazhab seharusnya difahami sebagai sebuah disiplin ilmu (manhaj) untuk kita memahami al-Qur’an dan al-Sunnah. Oleh sebab itu, eksistensi bermadzhab pada era kontemporer masih diperlukan guna menselaraskan kebenaran faktual al-Qur’an dan as-Sunnah
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBANGUNAN KARAKTER
Strategi pembelajaran adalah suatu hal yang penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Strategi ini idealnya dipilih sesuai dengan sifat atau karakter materi pelajaran itu sendiri. Pendidikan Agama Islam adalah satu salah mata pelajaran wajib di sekolah lanjutan menengah atas. Tujuan utama mata pelajaran ini adalah untuk membekali siswa dengan nilai-nilai ajaran Islam sehingga anak didik memiliki karakter yang islami. Pendidikan agama memiliki strategi yang tersendiri disamping strategi-strategi yang umum digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran lain. Disamping itu pelajaran agama Islam juga memiliki tujuan khusus dalam pembentukan sikap disamping mencerdaskan akal. Sedangkan dalam mengevaluasi keberhasilannya pembelajaran agama Islam juga tidak hanya menilai kemampuan kognitif dan psiokomor saja, tetapi penilaian sikap lebih dipentingkan. Hal dapat dilakukan melalui teknik non test
NILAI PENDIDIKAN DARI DAMPAK PERJANJIAN HUDAIBIYAH TERHADAP PERKEMBANGAN DAKWAH RASULULLAH SAW
Agama Islam adalah agama dakwah, yang tidak disiarkan dengan pedang, tetapi berkembang pesat dalam suasana yang damai. Salah satu fakta sejarah yang membuktikan hipotesis tersebut adalah Perjanjian Hudaibiyah. Berkat perjanjain tersebut, agama Islam berkembang pesat melalui diplomasi dan penyebaran da’i serta diskusi-diskusi keagamaan. Hal ini membuktikan bahwa dakawah secara persuasive lebih sangat efektif. Kesimpulannya, Perjanjian Hudaibiyah telah memberikan dampak yang sangat positif terhadap perkembangan dakwah Islam
Kajian Sustanaible Development Goals (SDGs) dalam Mengatasi Kekumuhan di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat
Tulisan ini mengkaji Sustanaible Development Goals dalam mengatasi kekumuhan di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan kekumuhan dari indikator kota dan pemukiman yang berkelanjutan. Metode penelitian yang dingunakan metode deskripstif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi, serta analisis data yang diperoleh dari dokumen tertulis yang berhubungan dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian penulis menemukan beberapa permasalahan kekumuhan di Kecamatan Johan Pahlawan seperti permukiman berkembang di lahan yang tidak sesuai peruntukannya, penyediaan air bersih belum dapat memenuhi kebutuhan air minum keseluruhan penduduk Kecamatan Johan Pahlawan, terdapat sistem jaringan pembuangan akhir masyarakat langsung ke sungai atau saluran drainase terdekat, layanan pengelolaan persampahan perkotaan, masih bermasalah dengan sampah di lingkungannya. Ketiadaan tempat pembuangan sampah rumah tangga mengakibatkan tumpukan sampah berada di sudut jalan yang menyulitkan proses pengangkutan sampah. Pada sebagian kawasan permukiman terindikasi kumuh, kondisi fisik drainase tidak layak dan belum memenuhi kaidah sistem pengaliran yang baik dan terstruktu