Pusat Jurnal Kopertais Wilayah V Aceh
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
PEMBERIAN HARTA ZAKAT KEPADA MASJID MENURUT WAHBAH ZUHAILI
This study was raised about Wahbah Zuhaili's opinion on the giving of zakat to mosques, in this case the author conducted a study of a legal view according to Wahbah Zuhaili who had different views with Yusuf Qardhawi. As for the formulation of the problem in this study, namely how is Wahbah Zuhaili's opinion about giving zakat assets to mosques and how is Wahbah Zuhaili's Ijtihad method about giving zakat assets to mosques. Based on the data collection method, this research is a library research, namely using library materials as a source of data in the form of Wahbah Zuhaili's works related to the topic of these problems. The findings of this study are that Wahbah Zuhaili's opinion that giving zakat to mosques is not allowed because the people who are entitled to receive zakat are those who have ownership (on behalf of individuals), and he limits only those eight groups who are entitled to receive zakat and hinders others. to be able to get it because at the beginning of the verse there is the word innama, and he also uses his ijtihad regarding not being allowed to give zakat to mosques, namely by using the verses of the Qur'an, Surah Al-Taubah: 60, and QS. Al-Shaff: 4, and also the consensus of the scholars. From the explanation above, it can be concluded that giving zakat to mosques is not allowed because it is general in nature and also mosques are not mentioned as snaf zakat in the Qur'an
Pembayaran Kompensasi Tanah Rakyat dalam Perspektif Ihya al-Mawat dan Hukum Positif di Indonesia
Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan pembayaran kompensasi terhadap tanah rakyat dalam perspektif fikih muamalah (Ihya al-Mawat) dan hukum positif yang ada di Indonesia. Pelaksanaan pembayaran kompensasi tanah masyarakat kerap menuai persoalan yang disebabkan oleh pihak yang ingin menguasai lahan yang bukan miliknya atau sebaliknya tanah sah miliknya ingin dikuasai oleh orang lain atau negara. Padahal mengklaim lahan tanpa penyelesaian yang jelas termasuk ghasab yang dilarang. Sehingga penelitian diajukan untuk mendalami persoalan tersebut dengan pendekatan konsep ihya al-mawat dan hukum positif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif yaitu mengumpulkan data kepustakaan (library research) berupa buku-buku atau jurnal-jurnal terdahulu yang berkaitan dengan pembayaran kompensasi tanah rakyat. Dari pembahasan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembayaran kompensasi tanah rakyat dapat dilakukan hanya untuk kepentingan umum semata dan bukanlah keuntungan pribadi. Pembayaran kompensasi tanah rakyat dalam kajian fikih muamalah dikaitkan dengan konsep ihya al-mawat, sedangkan dalam hukum positif pembayaran kompensasi mengacu pada aturan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Ganti Rugi Pengadaan Tanah Bagi Bangunan Untuk Kepentingan Umum. Dengan menggunakan dua pendekatan di atas, pembayaran kompensasi tanah rakyat dibolehkan
Al-Rusyd Sebagai Syarat Dalam Mengelola Harta (Kajian Mazhab Hanafi dan Syafi’i)
Ulama sepakat, bahwa harta benda milik anak kecil tidak boleh diserahkan kepadanya sampai ia mencapai usia baligh dan rasyid (memiliki kedewasaan dan kemampuan dalam mengelola dan membelanjakan harta dengan baik). Kemudian muncul perselisihan pendapat antara mazhab Hanafi dan mazhab Syafi’i mengenai kata al-rusyd yang terdapat pada surat An-Nisa ayat 6. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keadaan atau kondisi rusyd seorang anak sehingga ia dapat mengelola hartanya sendiri menurut mazhab hanafi dan syafi’i serta mencari bagaimana dalil dan metode istinbath hukum yang digunakan kedua mazhab dalam memahami al-rusyd. Untuk memperoleh jawaban, penulis menggunakan bahan primer dan bahan skunder. Metode yang penulis gunakan adalah metode library research (penelitian kepustakaan) yaitu dengan membaca dan menelaah buku-buku yang berkaitan dengan masalah yang ditulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mazhab Hanafi memandang rusyd, apabila seorang anak sudah patut (cakap) memutar harta dan tidak menghamburkan harta bila diserahkan kepada anak tersebut. Mazhab Hanafi mengatakan bila telah mencapai usia 25 tahun maka wali harus menyerahkan harta itu kepadanya walaupun ia fasik atau boros. Pendapat ini didasarkan pada pertimbangan bahwa usia dewasa adalah 18 tahun, 7 tahun setelah dewasa yang menggenapkan usia menjadi 25 tahun adalah waktu yang cukup untuk terjadinya perubahan dalam diri manusia. Sedangkan Mazhab Syafi’i memahami rusyd apabila seorang anak telah mencapai usia 15 tahun baik laki-laki maupun perempuan kecuali laki-laki itu bermimpi dan wanita berhaid sebelum usia 15 tahun, dan telah diuji kemampuannya dan keberhasilannya dalam mengelola harta, atau telah terkumpul padanya dewasa dan cerdik. Ketika dua sifat ini telah terkumpul padanya maka tiada seorang pun berhak mengurus harta mereka. Metode dan dalil yang digunakan mazhab Hanafi dan Syafi’i adalah metode bayani, yaitu pemahaman terhadap Alqur’an dan hadis. Dimana mazhab Hanafi mengunakan surat Al-Nisa ayat 6, Alan’am ayat 152, dan hadis sebagai landasan dalam memahami al- rusyd. Sedangkan mazhab Syafi’i mengunakan surat Al-nisa ayat 6, Al-baqarah ayat 282, dan dan hadis sebagai landasanny
OTOBIOGRAFI KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN
Nabi Muhammad SAW mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai Rasul (Utusan Allah) dan sebagai Kepala Negara dan Pemimpin masyarakat. Setelah Nabi wafat maka fungsi yang pertama tidak dapat digantikan oleh siapapun. Sedangkan fungsi yang kedua, harus ada yang menggantikannya. Selama sebuah negara masih ada, selama itu pula diperlukan pemimpin untuk memelihara negara dan masyarakat itu. Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, pemerintahan Islam dipegang oleh empat orang Khalifah yang disebut dengan Khulafa al-Rasyidin. Utsman bin Affan merupakan Khalifah ke-tiga menggantikan Umar bin Khattab yang dibai’at pada tahun 24-36 H/ 644-656 M). Dimasa pemerintahanUtsman, Armenia, Tunisia, Cyprus, Rhodes, dan bagian yang tersisa dari Persia, Transoxania, dan Tabaristan berhasil direbut, ekspansi Islam pertama berhenti sampai disini. Pemerintahan Utsman berlangsung selama 12 tahun, Namun pada paruh terakhir pemerintahannya, muncul perasaan tidak puas dan kecewa dikalangan umat Islam terhadapnya. Kepemimpinan Utsman memang sangat berbeda dengan kepemimpinan Umar, ini mungkin karena umurnya yang lanjut yaitu 70 tahun dan sifatnya yang lemah lembut. Akhirnya pada tahun 35 H, Utsman dibunuh oleh kaum pemberontak yang terdiri dari orang-orang yang kecewa padanya.
WAWASAN ALQURAN TENTANG KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM
Pada zaman era digital ini masih banyak lembaga pendidikan Islam yangmenggunakan kurikulum bersifat konservatif artinya tidak sedikit dijumpai lembaga pendidikan Islam yang masih menggunakan kurikulum klasik yang orientasinya bersifat keagamaan. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan kurikulum pendidikan Islam dalam wawasan Alquran. Metode yang digunakan dalam penulisan ini dengan kajian pustaka (library research). Hasil dari tulisan ini menginformasikan bahwa Pertama, Sumber ilmu pengetahuan itu hakikatnya dari Allah. Kedua, Kurikulum dalam Alquran itu bersifat universal yang mencakupberbagai aspek ilmu pengetahuan. Ketiga, Tidak ada pada hakikatnya dikotomi ilmu antara agama dan umum sebagaimana telah berkembangnya paham paham sekuler Barat kepada dunia pendidikan Islam. Keempat, Dalam Islam ilmu umum dan ilmu agama tidak dapat dipisahkan
ETIKA PENJUALAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Etika adalah wahana orientasi bagi usaha manusia untuk menjawab suatu pertanyaan yang amat fundamental, bagaimana manusia harus hidup, bagaimana bertindak, dan lain-lain. Akan tetapi, kenyataan telah menunjukkan bahwa tidak ada satu pun manusia mampu melaksanakan tata kehidupannya secara sempurna dan memuaskan dalam kesendiriannya. Etika perilaku dalam utili tarian menekankan pada pendekatan positivistik, namun mengabaikan semua aspek transendental. Teori-teori sekuler ditafsirkan menurut keinginan dan perilaku dari masing-masing pelaku bisnis, yang berdampak pada kegagalan etika dalam memberikan layanan yang penuh arti. Banyak terjadi kasus pelanggaran etika tenaga penjualan yang mengakibatkan kerugian perusahaan dalam jumlah yang cukup besar. Pandangan Islam terhadap etika bersifat mutlak bukan relatif, memiliki pondasi yang kuat yang mendasarkan pada prinsip-prinsip kejujuran dan keadilan, melalui sikap sidik, fatanah, amanah, tabligh. Seluruh rangkaian aktivitas dalam kehidupan seseorang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah
TARGET PENCAPAIAN POTENSI AKADEMIK DALAM PEMBELAJARAN AL-QURAN MAHASISWA MA’HAD AL-JAMI’AH UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
Penelitian ini membahas tentang potensi akademik serta kriteria keberhasilan pembelajaran Alquran pada Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. Penelitian ini bersifat kajian lapangan terhadap pembelajaran Al-quran pada Ma’had Al-Jami’ah UIN Ar-Raniry dengan mengunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengancara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi akademik dan kriteria keberhasilan yang dicapai mahasiswa dalam pembelajaran Alquran adalah mampu membaca Alquran dengan lancar, benar makhraj huruf dan bacaannya, serta beretika dalam membaca
المدخل إلى اختبارات اللغات (ورقة بحثية فى مادة تقويم تدريس اللغة العربية)
إن الإختبار وسيلة لمعرفة استيعاب و مدى كفائة الطلاب فى التعلم. فى تدريس اللغة كان الإختبار له دورا هاما يستهدف تنمية كفائة لغوية. الأسئلة لهذا البحث فهي كبف هيئة اختبار اللغة فى تعليم اللغة و كيف علاقة اختبار اللغة و تعليم اللغة و كيف المداخل فى صنع اختبار اللغة و علاقة بين المداخل بعضها بعضا. النتائج لهذا البحث فهي أن مكانة الإختبار فى عملية التعليم و التعلم لمهمة جدا و لاسيما فى اللغة العربية حيث تجعل حصليتها تقويما و تحسينا للعمليات المقبلية. كانت العلاقة بين الإختبار و تعليم اللغة علاقة متينة و قوية إما أن تكون سببية أو راجعة تغذية. لقد أسست المداخل على قاعدة البنيوى و غير البنيوى و الذي ينحصر تحت ظلال البنيوى هما : الإنفصالى و الوحد و أما غيرها ينحصر تحت القاعدة غير البنيوى. وجود المدخل البرمجى ينوب المدخل الإتصالى بالعلم لأن الثانى فقد جعل اللغة استخداما و اقعيا و إذا توفره الأول فقد تم الثانى
PERBANKAN SYARIAH DAN PERANNYA DALAM PEMBIAYAAN SEKTOR PERTANIAN DI ACEH
Agriculture, one of the real and productive sectorsin Indonesia as well as the primary sector of the Acehnese livelihood, plays a major role in improving the economic life of the people. However, despite being strategic,agriculturestill faces a number of problems, one of which is the weakness of capital. Capital is an essential element in increasing the production and standard of living of the people, thus its absence can limit the pace of the agricultural sector. To tackle this issue, sharia banking with multi relevant products has been applied in the agricultural sector, which is expected to be a solution for farmers with limited capital. Yet, in reality, sharia banking has not been optimized in being the financial intermediary with the farmer community, and cannot overcome the problematic issue in terms of access of capital. In other words, financing in agriculture has not received proper attention from sharia banking. The existence and implementation of sharia banking financing in Aceh in the agricultural sector were still relatively limited to onlymurabaha and muzharabah schemes. In addition, the effectiveness and implications of such financing on the productivity of the agricultural sector in Aceh were also not particularly effective, given the amount of financing disbursed by the sharia banks in Aceh and the scopes of the agricultural sector were relatively disproportionate. In this case, sharia banking in agricultural financingwas faced with two general obstacles: first, the internal perspectives of banks and related stakeholders that were empirical, such as natural risks, poor quality of human resources, regulation of the government or related agencies that have not fully accommodated agricultural financing, lack of socialization process about agricultural business prospects in banking, and farmers’low understandingon banking activities; and second, the factors that affected financing including the level of NPF, CAR, ROA, DPK and inflation
Pemasaran Saham-Saham Syari’ah oleh Broker Saham di Kota Banda Aceh
Stock brokers are instrumental in marketing stocks especially in increasing their promotion of Shariah stocks so that investors want to trade in Shariah stocks. Understanding of Shari'ah shares should continue to be disseminated within the community, so that the public understands the differences of conventional stock and Shari'ah shares. The purpose of this research is to know how the stock broker strategy in Banda Aceh City in promoting syari'ah shares as well as its influence in purchasing syari'ah stocks and to know the barriers and challenges of stock brokers when promoting the shares of sharia in the company securities in the city of Banda Aceh. This research method is qualitative with descriptive analysis. This research type is descriptive with qualitative approach, using instrument of observation data and interview. While data analysis by way of data reduction, data presentation and conclusion. The results of this study found that stock brokers in Banda Aceh City in marketing Shariah stocks using education and socialization to the public by holding seminars on syari'ah capital market. The effect of the broker's promotion on the purchase of Shari'ah shares is the increasing number of people who know about the syariah capital market. In marketing sharia stocks there are obstacles and challenges because in transacting shares in the capital market stock brokers in the city of Banda Aceh there are two points of view. First, brokers are considering the religious aspect when promoting stocks. Second, stock brokers who do not consider the religious aspect of promoting their shares. Then plus there are people who still consider the same between the shares of shari'ah with conventional shares