Pusat Jurnal Kopertais Wilayah V Aceh
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
MANAJEMEN PARENTING IBU KARIR DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN SPIRITUAL ANAK
The problem of moral degradation of children, which is often found in this age of technology and information, can be triggered by various factors, one of which is the quality of children's spiritual education in the family. Admittedly or not, this trend poses a serious risk in efforts to maximize children's spiritual education, considering that the mother's role in children's education is more dominant than the father's role. Specifically so that the quality of children's spiritual education is not disturbed. One of them is implementing good and solid parenting management. With all the limited time, career mothers can implement this education by implementing parenting management through the stages of management functions, such as planning, organizing, actuating and controlling. These efforts are expected to be able to overcome the various negative impacts caused by the limited time mothers work in educating the spiritual aspects of children
PENALARAN TA‘LILIYAH QIYASIYAH
In the preparation of reasoning rules, the dominie who is considered the most meritorious is Imam al-Syafi'i. the results of Imam al-Syafi'i's thought are considered the most comprehensive and systematic, therefore to some extent considered as corrections and completions of the rules compiled and used by Imam Abu Hanifah and Imam Malik. In recent times, these rules have been supplemented and refined, especially by the scholars of the Al-Ghazali generation (fifth century hijriah) and after that in the generation of Fakhr al-Din al-Razi (sixth century Hijriah), so that they are considered standard and perfect. In this paper the author will try to explain the reasoning of the qiyasiyah ta'liliyah along with an example, namely qiyas between licking dogs on clothes, human limbs and all objects to licking dogs on vessels, because 'illat is that the dog's saliva is heavy unclean and is required to wash. seven times with water and one of them with earth or soap, which is a method of determining Islamic law
PERKAWINAN ANTAR NEGARA DI INDONESIA BERDASARKAN HUKUM PERDATA INTERNASIONAL DAN HUKUM ISLAM
Marriage is a legal event if the marriage is a legal marriage. The rapid development of science and technology has an influence on the ease of relations between human beings, between ethnic groups, and between countries in all aspects of life. One of the effects is the occurrence of mixed marriages between spouses of different nationalities, including Indonesian workers and workers from other countries. Marriages of different nationalities often cause problems, especially with regard to the process of registering a marriage that will take place, whether in the country of origin of the prospective husband or in the country of origin of the prospective wife. The procedure for marriage between countries according to international civil law explains that the marriage rules for couples of different nationalities, returned to each partner will use the law of the country of the prospective husband, or use the law of the country of the prospective wife
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATI TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKN MATERI PERWUJUDAN NILAI-NILAI PANCASILA SESUAI PERKEMBANGAN ZAMAN PADA SISWA KELAS IX SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 2 BUBON KABUPATEN ACEH BARAT TAHUN AJARAN 2018/2019
Tujuan penelitian ini dapat penulis kemukakan untuk meningkatan prestasi belajar siswa pada pelajaran PKN Melalui penerapan Model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together pada siswa kelas IX semester ganjil SMP N 2 Bubon Kabupaten Aceh Tahun Ajaran 2018/2019.Subjek dalam penelitian yang berjumlah 25 orang, penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX pada SMP Negeri 2 Bubon Kabupaten Aceh Barat. Waktu penelitian pada tangga 15 Agustus sampai dengan 1 Oktober 2018. Teknik pengumpulan datanya seperti: observasi dan tes instrumen penelitian seperti: lembar Observasi, lembar tes.teknik analisis data adalah data kualitas hasil belajar siswa dan data keaktifan belajar siswa. Kesimpulan dari pembahasan ini adalah Model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together memiliki dampak positif dalam meningkatkan Hasil belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (60%), siklus II (100%), penerapan Metode pembelajaran mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan Prestasi belajar Siswa
HAK-HAK ANAK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
In the view of Islam, the rights of the child are very important to pay attention to, because seeing Islam as a perfect religion and rahmatal lil'alamin, of course there is a clear description of this very important issue. Islam has paid great attention to children's rights. The rights of children in Islam include the right to care for religion, the right to care for offspring, the right to health care, the right to care for reason and socio-economic rights
PERAN DAN KONTRIBUSI PENGHULU DALAM MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH (Studi di KUA Kecamatan Blangkejeren)
This research develops the Role and Contribution of Penghulu in Forming a Sakinah Family in KUA of Blangkejeren District, Gayo Lues Regency. The background of the rule is that one of the main tasks and functions of the Penghulu as the State Civil Apparatus is the Development of the Sakinah Family. Then the writer wants to see how the Penghulu plays a role and contributes to the development of the sakinah family. This research is the result of field studies using qualitative methods, based on research procedures that produce descriptive data in the form of written words. Namely the type of research that illustrates and provides an analysis of the reality in the field. To get data, the method used is observation, interview, and documentation, The results of this study indicate that Penghulu played a role and had a contribution in the formation of sakinah families in KUA of Blangkejeren District
NAFKAH ISTERI DALAM MASA TAHANAN (Studi Analisis Figh Syȃfi’iyyah)
Pernikahan sebagai jalan yang sangat mulia untuk mengatur kehidupan rumah tangga sekaligus sebagai jalan untuk mendapatkan keturunan. Sebab kalau tidak dengan nikah tidak jelas siapa yang akan mengurusi dan siapa yang bertanggung jawab terhadap anaknya dan juga silsilah keturunan dari anak tersebut. Dengan demikian, perkawinan merupakan suatu hal yang dianjurkan oleh Agama maupun Negara. Seiring dengan perkembangan zaman, meningkatnya teknologi, pergaulan bebas, lapangan kerja yang semakin berkurang dan angka kejahatan semakin meningkat, sering terjadi kasus perampokan, pencurian, pemerkosaan dan juga penyalah gunaan obat terlarang. Ini tidak saja dilakukan oleh laki-laki tapi juga perempuan baik yang sudah berkeluarga mapun yang masih gadis. Tentu semua itu sangat bertentangan dengan Agama dan negara, bila kejahatan tersebut ditemukan oleh pihak yang berwajib tentu akan berurusan dengan hukum. Jika seorang ibu rumah tangga yang melakukan hal yang demikian tentu akan menjadi beban bagi suaminya karena tidak ada lagi yang bisa melayaninya apalagi dalam jangka waktu yang begitu lama. Dalam keadaan yang seperti ini apakah seorang suami masih berkewajiban memberikan nafkah terhadap istrinya atau tidak bila ditinjau dari aspek Agama dalam perspektif Figh Syȃfi’iyyah. jika sorang istri ditahan (dipenjarakan) maka ia tidak wajib dinafkahi, apabila suaminya sendiri yang melakukannya bukan karena kesalahan yang dilakukannya maka ia juga tidak wajib dinafkahi, begitu juga apabila istri yang melakukan, artinya istri menahan dirinya dari suami sehingga tidak bisa melakukan hubungan suami istri bukan karena alasan yang dibenarkan oleh syara’ , tapi apabila ia melakukannya karena alasan syar’i seperti haid, ihram dan puasa wajib maka istri wajib menerima nafkah dari suaminya
Fana’ dalam Pandangan Ulama Sufi: Tinjauan terhadap Pemikiran Sufi Sheikh Hamzah Fansuri
AbstractFana’ is term for annihilation of the self-appreciation, a concept highlighted in Sufism represents the vanishing of the human wicked attributes that is embellished by various demands of evil desires. On the other hands, Fana’ is also refers to the only concentration of the memory in appreciation of the perfection and the glory of Allah SWT. This is because fana' is a high level stage of consciousness and a precise focus attentions only on Allah SWT to the stage that other things to be blunt as if lost from seeker’s memory. Nevertheless, in the discourse of Islamic thoughts, many misunderstandings and misappropriation are correlated to the concept of fana’ that occurs in Sufis path. Therefore, this article efforts to high spot the concept of fana’ conferring to Sheikh Hamzah Fansuri (d.1630) through his work to scrutinize the extent to which the concept of fana’ posed by him in line with other well-known Nusantara Sufi figures. This study uses the content analysis method by referring to the work of Sheikh Hamzah Fansuri sufi entitled "Asrar Al-‘Arifin". The study found that the term of fana' presented by Sheikh Hamzah Fansuri was in line with the meaning of fana' which was emphasized by the previous Nusantara Sufi figures such as Sayyid Abdul Rahman (d.1917), Sheikh Abdul Samad al-Falimbani (d.1788) and other ancient Sufis figures. However, the use of the term is somewhat different in explaining the fana's meaning since Sheikh Daud al-Fatani in his work emphases more on the aspect of the existence stage which he labeled as the seventh stages. The study concludes that the concept of fana' posed by the figure was an essential bridge in understanding the concept of fanā' adopted by the practitioners of Sufis path among society nowaday
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR MELALUI KEGIATAN KKG DI SD NEGERI 1 SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN
Berdasarkan hasil observasi (pengamatan) yang penulis lakukan di SD Negeri 1 Samalanga Kabupaten Bireuen, penulis memperoleh informasi bahwa selama ini guru masih kesulitan dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Untuk mengatasi kesulitan yang dialami oleh guru SD Negeri 1 Samalanga Kabupaten Bireuen dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, maka penulis merasa perlu untuk melakukan sebuah langkah kongkret melalui pelaksanaan kegiatan penelitian. Alternatif pemecahan masalah yang yang penulis pilih dalam pelaksanaan penelitian ini adalah dengan cara melaksanakan kegiatan KKG (Kelompok Kerja Guru). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan sekolah. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah guru di SD Negeri 1 Samalanga Kabupaten Bireuen tahun pelajaran 2020/2021 sebanyak 6 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil pelaksanaan penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif yang terdiri dari tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dapat ditingkatkan melalui pelaksanaan kegiatan KKG di SD Negeri 1 Samalanga Kabupaten Bireuen tahun pelajaran 2020/2021. Hal ini terlihat dari hasil observasi yang peneliti lakukan selama pelaksanaan kegiatan penelitian berlangsung. Hasil observasi pada kondisi awal diperoleh persentase rata-rata 40,88%, meningkat menjadi 57,5% pada pelaksanaan siklus I, kemudian meningkat menjadi 67,5% pada pelaksanaan siklus II, selanjutnya meningkat menjadi 84,16% pada pelaksanaan siklus III.Kata Kunci : Kemampuan Guru, Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar, Diskusi KKG (Kelompok Kerja Guru
PERKEMBANGAN JIWA, PERASAAN, MOTIVASI DAN SIKAP BERAGAMA REMAJA ZAMAN NOW DALAM KAJIAN ILMU PARENTING : ARTICLE REVIEW
Islam menggariskan beberapa aspek penting dalam mendidik anak terutama remaja ke jalan yang diridhai Allah SWT. Pertama, memberi kasih sayang dan keperluan hidup yang mencukupi. Remaja pada peringkat awal memerlukan kasih sayang secukupnya daripada ibu bapa supaya mereka tidak berasa kekosongan dalam jiwa. Tanggungjawab ini harus dilaksanakan ibu bapa sebaik-baiknya. Firman Allah yang bermaksud QS. Ali-Imran: 14. Naluri kasih sayang yang wujud dalam diri manusia ini hendaklah dipupuk sebaik mungkin menurut kehendak syariat Islam. Dalam memberi kasih sayang kepada anak, tidak cukup bagi ibu bapa sekadar menyediakan keperluan kebendaan sedangkan keperluan mental dan emosi mereka tidak dititikberatkan. Ibu bapa seharusnya meluangkan masa bersama anak untuk bermesra dan bergaul dengan mereka. Ibu bapa juga perlu menjadi rakan yang baik kepada anak remaja dengan memberi peluang mencurahkan apa juga masalah dihadapinya. Tumpuan yang tidak berbelah-bagi haruslah diberikan ketika anak remaja mencurahkan sesuatu atau sumber lain untuk mencurahkan masalah yang sedang dihadapinya itu. Hubungan erat amat penting antara ibu bapa dan anak remaja. Cara ini membuatkan mereka tidak takut bertanya atau bercerita jika sesuatu perkara terjadi ke atasnya. Dengan ini hubungan anak dengan ibu bapanya akan bertambah erat di samping mereka akan taat dan mudah menerima nasihat daripada ibu bapa mereka. Anak yang mendapat kasih sayang dan asuhan cukup ibu bapanya tidak akan mengecewakan harapan ibu bapanya. Mereka tidak akan mencari kebahagiaan di luar rumah lagi umpamanya bergaul dengan kawan yang nakal, menghisap dadah, lari dari rumah dan sebagainya lagi kerana kebahagiaan yang dicari sudah didapati di rumah sendiri. Kedua, memberi pendidikan agama. Pendidikan agama adalah suatu kewajiban ibu bapa. Tanpa pendidikan agama secukupnya adalah mustahil dapat melahirkan anak berakhlak dan bertakwa kepada Allah. Pengajaran dan pendidikan semestinya diutamakan adalah yang berkaitan dengan agama karena ia adalah cara paling baik untuk mencegah manusia daripada keburukan dan membawa mereka kepada kemulia