Pusat Jurnal Kopertais Wilayah V Aceh
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
APLIKASI METODE KRITIK DALAM KONTRUKSI TEORI PENDIDIKAN ISLAM
Metode kritik merupakan sebuah pendekatan dengan penilaian yang berorientasi pada objektifitas dan netralitas. Dalam arti yang lebih mudah, sebuah pendekatan untuk mencari kesalahan atau kelemahan, sehingga diperbaiki agar menjadi lebih baik. Dalam kontruksi teori pendidikan islam, metode kritik sangat berperan besar, di mana kedudukan kritik sebagai penggagas dinamika ilmu pendidikan islam. Tulisan ini mencoba membahas, apa saja objek metode kritik dan bagaimana langkahnya
SISTEM PENGELOLAAN HARTA WAKAF DI KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA BANDA ACEH
The issue of waqf is a problem that must be handled properly in Aceh, considering that Aceh with its Qanun has set very detailed provisions regarding the issue of waqf, therefore in Banda Aceh which is the capital of the province and also an area that was very impacted by the 2004 Tsunami, a system is needed that very good for managing it, what's more, the treasures of the Tsunami are very much found in the city of Banda Aceh. To make this research more focused, the authors chose a field research approach (Qualitative Research). The results show that it is very difficult to manage waqf assets because there are no more heirs who have bequeathed their land, for various reasons, considering the Tsunami that hit Aceh on December 24, 2004, so many heirs have died, resulting in the property there is no certificate yet, even though land certificates or shops that have been inherited need to be made so that there is no such thing as being sold and so on. With events like this, in the end the purpose of waqf is not achieved optimally. There is also a coaching system for nazirs at the Office of the Ministry of Religion of Banda Aceh City, which is carried out by the Ministry of Religion of Banda Aceh City, and not all nazirs participate in this coaching, but it is carried out in three stages then all nazirs in Banda Aceh City can be fostered, given the very low budget. and depending on DIPA funds and the process also takes a long time, this is a bit of a delay in developing nazir in Banda Aceh City. The challenge faced by the Office of the Ministry of Religion of the City of Banda Aceh in managing waqf assets, which is the most difficult for the Ministry of Religion of the City of Banda Aceh, is the placement of people who use waqf land without realizing that the land is not theirs and what is even worse is that it is sold, all of which are documents to sue no longer exists, this is a big challenge that must be solved by the Ministry of Religion of Banda Aceh City. Keywords: System, Management, Waqf Asset
Imam al-Nawawi: Latar Pemikiran dan Pengaruhnya
This paper discussesclassical and contemporary works thatanalyze the influentialworksof Imam al-Nawawi, focusing on hisprinciplesworksofhadith and law, and itstraditionalauthority and impact in premodern Islam. Itsprimaryaimis to provides an analysisof the historicalbackgroundof Imam al-Nawawi in lightof the historicalworksofhiscontemporariesandlaterbiographers. The study is based on qualitativemethodusinghistorical, descriptive and analyticalapproaches to analyzevariousdocuments and data related to the topic. The finding shows that al-Nawawi’straditionalworkshad profoundly influence the theologicalcurrentof Sunni Islam and itsauthority and traditional orthodoxy whilehismasterful juridicalmethod, opinion and rulinghadprofoundlyimpacted the historical and intellectual tradition of Islam and thedynamicinterpretationofshariah.Penelitian ini bertujuan membahas karya-karya penting yang dihasilkan tentang Imam al-Nawawi yang merumuskan tentang latar kehidupan, pemikiran, penulisandanfatwa-fatwa hukum dan fiqhnya yang mendasar. Ia bertujuan membandingkan keterangan-keterangan sejarah tentang biografi dan tradisi penulisannya yang signifikan dari sumber-sumber historis terkait dengan kehidupan Imam al-Nawawi. Pendekatan kajian bersifat kualitatif, dengan metode tinjauan pustaka dan penerapan teknik deskriptif, historis dan komparatif dalam analisis. Bahan-bahan kajian diperoleh dari sumber-sumber primer dan sekunder dari kitab-kitabklasik dan mutakhir yang menguraikan latar pemikiran Imam al-Nawawi dan menjelaskan pengaruhnya dalam pengembangan dan konstruksi hukum di abad pertengahan(pramoden) Islam. Kajian menunjukkan bahawa karya-karya Imam al-Nawawi telah memberi pengaruh yang luas dalam pemikiran sunni Islam dan dalam pengembangan aliran mazhab tradisional syafi’ii dan tradisiortodoksnya
EFEKTIFITAS MGMP DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PADA MTS SE- ACEH BARAT
Peningkatan mutu pembelajaran sangat erat kaitannya dengan peningkatan kompetensi guru. MGMP sebagai wadah bagi guru untuk mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan guru dalam hal ini Guru Pelajaran Bahasa Indonesia tingkat Menengah di Aceh Barat. Oleh karena itu Guru Pelajaran Bahasa Indonesia pada MTs Se Kabupaten Aceh Barat mengefektifkan forum MGMP dalam rangka meningkatakan kemampuan guru, adapun sasran utama dalam kegiatan tersebut yaitu, penyusunan perangkat pembelajaran guru. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskripsi analisis. Dari hasi penelitian ditemukan adanya peningkatan aktivitas dan kinerja Guru dalam kegiatan MGMP tentang penyususnan perangkat pembelajaran bagi guru Bahasa Indonesia tingkat MTs Se-Kabupaten Aceh Barat
NILAI-NILAI DAKWAH DALAM SYAIR RAPA’I DEBUS
Tari Rapai debus adalah salah satu tari tradisional dalam masyarakat Aceh yang cukup popular di kalangan masrakat Aceh pesisir. Sebagai sebuah karya seni dari masyarakat yang sangat dekat dan lekat dengan nilai-nilai keislaman, tari Rapai debus juga memiliki dimensi keterpengaruhan dengan nilai-nilai keislaman yang dianut oleh masyarakat. Hal ini terefleksi dalam koreografi, pementasan, dan paling dominan dalam syair-syair yang dinyanyikan mengiringi gerak tari tersebut. Penelitian ini menggali sejarah dan dimensi yang dipengaruhi oleh ajaran Islam melalui kajian kepustakaan dan wawancara dengan para pelaku seni tari rapai debus itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam syair rapai debus diantaranya, nilai tauhid dan nilai ibadah, hal ini terdapat dalam syair yang berisi puji-pujian kepada Allah shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan dalam dentuman dan hempas debuh dari pelaku giat debus. Sedangkan upaya yang dilakukan untuk berdakwah melalui kesenian rapai debus terdapat beberapa upaya, diantaranya: dengan terus melantunkan dan menyairkan kalimah-kalimah yang mentauhidkan Allah dan untuk menarik masyarakat agar mendalami ilmu agama serta menjauhkan diri dari menyembah selain Allah atau perbuatan syirik. Upaya tersebut sejauh ini dianggap telah mampu mendekatkan manusia di jalan Allah untuk mencari tahu tentang kekuatan para pemain debus. Adapun aktor peluang dan tantangan dalam berdakwah melalui kesenian rapai debus diantaranya: Ketertarikan masyarakat dalam mempelajari kebudayaan rapai, adanya dukungan pemerintah Aceh Selatan dalam melakukan pelestarian seni rapi debus, masih adanya khalifah senior yang masih setia dan meluangkan waktu untuk dapat berbagi ilmu dengan generasi muda, masih diterimanya oleh masyarakat seni rapai debus meskipun sudah majunya globalisasi. Sedangakan faktor tantangan yang dirasakan antara lain: Faktor teknologi yang semakin canggih sehingga masyarakat sibuk dengan elektronik dan perlahan-lahan mulai mmeninggalkan kesenian yang telah membudaya ini, kurangnya biaya dalam melaukan latihan, minat pemuda yang menurun dan waktu untuk latihan yang terbatas
PENERAPAN AKIDAH AKHLAK TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA PADA MTs NEGERI 4 ACEH BARAT
Penelitian ini mendiskripsikan mengenai implementasi pembelajaran akidah akhlak terhadap pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan mengungkap problematika mengimplementasikan pembelajaran akidah akhlak terhadap pembentukan karakter siswa yang dihadapi oleh guru, serta diskripsi dari perencanaan, pelaksanaan dan mengevaluasi permasalahan yang dihadapi oleh guru akidah akhlak. Pengumpulan data menggunakan tehnik observasi, interview, dan dokumentasi. Pengolahan data menggunakan tehnik kualitatif. Tehnik ini digunakan unyuk mengolah data dariobservasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) implementasi pendidikan karakter pada perencanaan mata pelajaran akidah akhlak masih bersifat mengkarakterkan perencanaan pembelajaran dan belum menunjukkan perencanaan pembelajaran yang berkarakter. 2) Implementasi dalam pelaksanaan masih bersifat konvensional. Pembelajaran pendidikan karakter dalam setiap pembelajaran masih menunjuk pola yang sama antara pembelajaran pertama dan berikutnya bahkan pelaksanaan penanaman karakter justru tidak relevan dengan materi yang diajarkan oleh guru akidah akhlak tersebut. Implementasi pendidikan karakter pada tahap evaluasi sudah dilakukan, namun demikian hanya menggunakan satu tehnik yaitu pengamatan
IMPLIKASI KETELADANAN GURU TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA MTsN 1 ACEH SELATAN
Guru sebagai pendidik memiliki peran penting dalam mensukseskan keberhasilan pembelajaran. Mendidik tidak hanya sekedar memenuhi prasyarat administrasi dalam proses pembelajaran, tetapi perlu totalitas; artinya ada keseluruhan komponen yang masuk di dalamnya, keteladanan merupakan bagian dari kecerdasan, sikap dan prilaku guru dalam membentuk anak secara moral, spiritual, dan sosial. Penelitian ini mengkaji tentang beberapa permasalahan di antaranya aktualisasi keteladanan guru MTsN 1 Aceh Selatan yang dapat mencerdaskan emosional siswa, efek keteladanan yang dicontohkan oleh guru pada pergaulan siswa, serta kendala dan solusi pembentukan perilaku siswa dalam pengembangan kecerdasan emosional siswa MTsN 1 Aceh Selatan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data yang diperoleh yaitu primer. Adapun subjek pada penelitian ini adalah: kepala sekolah, waka kurikulum, bidang kesiswaan, tenaga tata usaha, dan dewan guru serta siswa-siswi di MTsN 1 Aceh Selatan Kabupaten Aceh Selatan. Pengumpulan data melalui melalui teknik observasi, wawancara dan analisa dokumen. Teknik analisa data menggunakan tahap reduksi, display, dan verifikasi. Sebagai hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan guru dapat meningkatkan kecerdasan emosional siswa, dan memberikan dampak yang relevan bagi siswa MTsN 1 Aceh Selatan selama ini, hal ini dapat dilihat tingkat hubungan pertemanan antar sesama semakin harmonis dan terjalin keakraban, juga membangun sikap sopan santun, tegur sapa, cara bertindak terhadap sesama, tepat waktu, dan disiplin. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi sekolah, guru, dan siswa MTsN 1 Aceh Selatan, sehingga dengan keteladanan guru dapat meningkatkan kecerdasan emosional sebagai fondasi dalam mewujudkan generasi yang sopan santun, disiplin, dan keakraban hubungan antar sesama
KEBIJAKAN KHARAJ PADA MASA RASULULLAH SAW SERTA KAITANNYA DENGAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI INDONESIA
Fast traslate Icon translate Fast traslate Icon translate Fast traslate Icon translate Fast traslate Icon translate Fast traslate Icon translate Fast traslate Icon translate Fast traslate Icon translate Fast traslate Icon translate Fast traslate Icon translate Fast traslate Icon translate Dalam Al-Qur’an maupun Sunnah memberikan tekanan pada pembudidayaan tanah secara baik. Islam menganjurkan agar tanah yang kosong digarap menjadi kebun dengan menanaminya tanaman yang baik dan bermanfaat. Kharaj secara sederhana dapat diartikan sebagai pajak tanah. Pajak tanah ini dibebankan atas tanah non-muslim dan dalam hal-hal tertentu dapat dibebankan juga kepada umat Islam. Dari sistem kharaj yang diterapkan di masa Rasul ternyata ada nilai-nilai atau konsep yang bisa diterapkan untuk masa sekarang, terutama bila dikaitkan dengan Pajak Bumi dan Bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kaitan antara kebijakan kharaj pada masa Rasulullah SAW dengan pajak bumi dan bangunan serta mekanisme penerapan nilai-nilai kharaj dalam pajak bumi dan bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis yaitu dengan mengadakan perbandingan antara realita yang terjadi sekarang dengan aturan yang ada dalam ekonomi Islam serta praktek yang ada di masa Rasulullah SAW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kharaj pada masa Rasulullah SAW berkaitan erat dengan penerapan Pajak Bumi dan Bangunan di masa sekarang. Praktek kharaj yang dimulai di masa Rasul merupakan awal mula dari adanya ketetapan mengenai penarikan pajak untuk masa sekarang. Kharaj lebih berorientasi kepada pembayaran atau iuran yang dikutip dari si pemilik ataupun si penggarap tanah, baik zimmi maupun muslim. Sedangkan Pajak Bumi dan Bangunan, objeknya tidak hanya ditujukan terhadap permukaan bumi yang meliputi tanah dan perairan pedalaman saja, tetapi mencakup juga bangunan yang dilekatkan secara tetap pada tanah dan atau perairan untuk tempat tinggal, tempat usaha dan tempat yang diusahakan Pajak bukan sesuatu yang baru dicetuskan di masa sekarang, tetapi telah dimulai dan diprakarsai jauh sebelum masa sekarang, yaitu di masa Rasulullah SAW, meskipun mekanisme kharaj di masa Rasul baru sekedar pelaksanaannya saja dan belum di atur secara sistematis seperti yang ada di masa kini
IMPLIKASI YURIDIS TERHADAP PENERBITAN KARTU KELUARGA BAGI PASANGAN NIKAH SIRI DI INDONESIA
Penerbitan Kartu Keluarga (KK) oleh Disdukcapil bagi pasangan nikah siri di satu sisi berdampak positif karena semangat memberikan perlindungan hukum terhadap warga negara. Pada sisi lain, penerbitan tersebut justeru menimbulkan implikasi hukum bagi masyarakat. Penelitian bertujuan untuk menganalisis implikasi yuridis terhadap penerbitan KK bagi pasangan nikah siri. Penelian menggunakan metode penelitian yuridis empiris karena mengkaji dan menganalisis secara normatif pengaturan terkait implikasi hukum sebagai konsekuensi dari penerbitan KK. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan cara memberikan penafsiran terhadap bahan hukum primer, sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerbitan KK bagi pasangan nikah siri merupakan sebuah terobosan yang dilakukan oleh Menteri dalam Negeri yang bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari nikah siri. Akan tetapi terobosan tersebut menimbulkan persoalan sebagai konsekuensi dari kebijakan tersebut yaitu dapat memungkinkan suburnya nikah siri di Indonesia, menambah jalur lain dalam pengurusan Buku Nikah yaitu jalur istbat nikah atas dasar putusan Mahkamah Syar’iyah, meningkatkannya permohonan istbat nikah ke Mahkamah Syar’iyah atau Pengadilan Agama dan tidak dapat merujuk kepada UU PDKRT dalam hal pasangan suami isteri melakukan kekerasan dalam rumah tangga
Menyoal Revitalisasi Peran Wilayatul Hisbah di Aceh: Dari Jinayah Ke Muamalah
Keberadaan Wilayatul Hisbah sebagai salah satu alat negara di Aceh diharapkan memajukan kehidupan bersyariat sehingga terbentuk tatanan masyarakat yang beradab dan sejahtera. Pemberian wewenang kepada WH dalam hukum jinayah telah berkontribusi mereduksi pelanggaran syariah berupa maisir, khalwat, dan judi. Seiring dengan berkembangnya kehidupan masyarakat, ekspektasi penerapan Syariah juga menyentuh tidak hanya hukum jinayah melainkan juga dalam aktivitas muamalah dan hal ini kemudian direspon oleh pemerintah dengan pembentukan Qanun Lembaga Keuangan Syariah. Dalam pelaksanaannya tentu saja dibutuhkan pengawasan yang ketat agar tujuan qanun ini bisa terpenuhi dan memberi kemanfaatan yang besar, oleh karena itu, topik pengawasan menjadi perhatian utama yang harus dijadikan prioritas oleh pemerintah melalui pemberian kewenangan kepada institusi terkait agar implementasi qanun sesuai dengan tugas pokoknya. Studi ini meneliti revitalisasi peran Wilayatul Hisbah (WH) yang selama ini fokus kepada hukum jinayat agar juga turut berkontribusi dalam hukum muamalah, misalnya pemberantasan riba. Fenomena yang diteliti dalam studi ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan juga didukung dengan library research untuk mengetahui peran yang telah WH lakukan dalam sejarah panjangnya dalam mengawasi kegiatan muamalah. Hasil studi menunjukkan bahwa keberadaan WH sebagai perangkat negara sangat erat kaiatannya dalam mendukung kegiatan muamalah, secara historis diketahui tidak hanya sebagai penjaga kepatuhan kepada hukum pidana melainkan pula juga terlibat aktif dalam mengamankan transaksi muamalah. Implikasi dari studi ini menunjukkan pentingnya peran WH di Aceh dalam mendorong dan menjaga ketertiban kegiatan muamalah sehingga ini menjadi saran bagi pemerintah untuk merevitalisasi kembali fungsi WH di Aceh agar terlibat aktif baik dalam jinayah maupun muamalat. Hal ini akan terwujud bila qanun revitalisasi peran WH lahir dengan segera