Pusat Jurnal Kopertais Wilayah V Aceh
Not a member yet
    388 research outputs found

    فاعلية استراتيجية التعلم القائم على المشكلات في تنمية الأداء النحوي لدى طلاب المرحلة الثانوية بإندونيسيا

    No full text
    تعد استراتيجية التعلم القائم على المشكلات من الاستراتيجية الأكثر شيوعا في الوقت الراهن لما نظرا لما تتمتع به من خصائص جيدة أكثر من الاستراتيجيات التدريسية الأخرى. ويهدف التعلم القائم على المشكلات إلى تحصيل الطلاب على مختلف مستوياتهم الدراسة، وتشجيع العمل والتفاعل الاجتماعي بين الطلاب الناطقين بغير العربية، ومساعدتهم ذوي التحصيل الضعيف وبطيء التعليم على التعلم أسوة بالطلاب العاديين، وتشجيع على المشاركة، وزيادة ثقة الطالب بنفسه والتغلب على المشكلات التي تواجهه، وتلبية استخدام التعلم القائم على المشكلات للتوجهات العالمية في جعل الطالب محور العلمية التعليمية، ومساعدة المعلم للقيام بدور الموجه والمرشد الميسر للعملية التعليمية

    IJMA’ DALAM USHUL FIKIH

    No full text
    In Islamic legal theory (uṣul al-fiqh), ijmam is the third source of law after the Koran and sunnah (hadith). During the early legal schools of thought, the position of ijmaid was fourth. There was a shift in position after entering the Imam ash-Shafi'i period, and it was strengthened again in the classical period, the function and position of ijmaa became static, rigid, formal, final, not prospective for the future, and did not allow ijmaat to occur in the future. come. The concept of ijmaat during the early legal schools of law was a principle of justification to state the legitimacy of various different opinions, as an effort to find common ground and agree in establishing syar'i law. Al-Qur'an and sunnah are the propositions that create, while qiyas, ijmaak, and others are the propositions that reveal in finding the law. The concept of Ijmak was originally something dynamic and there was a harmonious integrative relationship between sunnah, ijtihad and ijmaak, but after the ash-Shafi'i period, ijmaq changed and shifted to be static, formal, not prospective for the future, the object of study is very limited, and Ijma is only possible during the friendship period, in the future it is not possible. It was even worse in the classical period, ijmaq became something that was final, and could not be changed until "the door to ijtihad was closed", conformity developed and madhhab fanatics. The model of consensus that is needed in this modern era is democratic consensus organized in the form of legislative institutions at the national and international levels. These institutions are needed to accommodate various interests and agreements in every nation-state, and the international community to discuss crucial international issues, such as humanitarian, human rights, justice, economic, and terrorism problems regardless of ethnic, racial, religious and cultural backgrounds, the important thing is that we all have a commitment to improving human life in the international world. And the results of formal and non-formal consensus can in time be changed again in line with developments in the situation and conditions of modern times

    TINJAUAN MAFSADAH MASLAHAH TERHADAP PERNIKAHAN USIA DINI KARENA PAKSAAN ORANG TUA DI KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN

    No full text
    Islam sebagai pedoman hidup bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan hakiki, baik kebahagiaan duniawi maupun ukhrawi. Dalam Alquran disebutkan bahwa, pernikahan ada kebahagiaan (sakinah). Dari perkawinan diharapkan akan mendapatkan keturunan, ketenteraman dan kedamaian. Pernikahan dini yang terjadi pada akhir-akhir ini karena biasanya mengarah kepada kemaksiatan dan perzinaan yang korbannya kebanyakan adalah kaum muda. Pro dan kontra pun bermunculan terhadap pernikahan dini, ada yang mendukung dan ada juga yang menolaknya. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui pelaksanaan pernikahan usia dini di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen, (2) untuk mengetahui tinjauan hukum Islam pernikahan usia dini di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. Penelitian ini bersifat kajian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dilaksanakan di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan usia dini di Kecamatan Peusangan karena faktor ekonomi, faktor pacaran, faktor saling suka sama suka, dan faktor adat keluarga yang sudah menjadi kebiasaan. Namun rumah tangga yang nikah pada usia dini, kurang harmonis dan bahagia, karena sering terjadi keributan dan percekcokan rumah tangga. Tinjauan hukum Islam pernikahan usia dini di Kecamatan Peusangan Kabupaten, secara hukum Islam pendapat tokoh agama hukumnya sah, yang terpenting pernikahan tersebut memenuhi syarat dan rukun nikah. Namun disisi lain juga harus melihat sisi maslahatnya

    ANALISIS FAKTOR PENENTU MINAT MASYARAKAT BERDONASI PADA GERAKAN INFAQ BERAS ACEH

    No full text
    This study aims to determine the effect of Religiosity, Income, and Situational Altruism simultaneously and partially on Community Interest in Donating at Gerakan Infaq Beras Aceh. Based on 100 questionnaires distributed to respondents, using the Probability Sampling method as measured by the Purposive Sampling technique and analyzed using multiple linear regression models, the results showed that together all the variables in this study had a positive and significant effect on Interest in Donating. Then partially the variables of Reliability, Income, and Situational Altruism have a positive and significant effect on Interest in Donating at Gerakan Infaq Beras Aceh. Promotional activities still really need to be improved considering that there are still many people who do not know about this philanthropy so that Gerakan Infaq Beras Aceh can become a great humanitarian platform and more and more people are interested in donating

    MAZHAB FIQIH PADA ZAMAN SEKARANG

    No full text
    There are two fanatical attitudes that develop in Islamic society, namely fanatics within a school and anti-school fanatics. Attitudes and conditions like this have led to disputes and divisions within the body of the Muslims. In fact, not infrequently differences in furu' (branches) issues can trigger fights and bloodshed among fellow Muslims. It is at this point that the issue of schools of thought in Islamic law becomes important for further investigation. The history of the emergence of schools of fiqh occurred in five periods: The growth period (0-1 H century), namely during the time of the Prophet, during the companions and during the tabiin period. The formation period (2-3 H centuries) was the Imam Abu Hanifah School, the Imam Malik School, the Imam Syafii School, the Imam Ahmad School and other schools. The golden period (3-9 H century). Decline period (10th – 13th century H). And the period of revival (14th Century Present). It turns out that practicing madzhab for other than absolute mujtahid is obligatory according to ushul fiqh scholars. And inviting people to leave the schools of thought on the grounds of returning to the Al-Qur'an and al-Sunnah is a futile effort. Schools should be understood as a scientific discipline (manhaj) for us to understand the Qur'an and al-Sunnah. Therefore, the existence of a school of thought in the contemporary era is still needed to harmonize the factual truths of the Qur'an and as-Sunnah

    KAIDAH FIKIH DALAM REAKTUALISASI HUKUM ISLAM

    No full text
    Human life continues to develop in accordance with its human nature, making many new cases appear without any legal provisions in either the Al-Quran or Hadith. The dynamics of society that continues to develop are not in line with legal texts which are static in nature. Based on these conditions, it is necessary to actualize Islamic law. Another problem that arises is that in order to carry out reactualization, there must still be a mechanism or formula for discovering the new law. The fiqh rules actually provide a concrete solution to the need for a method or way of finding the law (istinbath al-ahkam). With the existence of fiqh principles, it is hoped that the answers to contemporary problems can be found as an application to the re-actualization of Islamic law

    Reinterpretasi Terhadap Kedudukan Perempuan Dalam Islam Melalui Takwil Gender KH. Husein Muhammad

    No full text
    Para ulama klasik dalam memberikan penafsiran terhadap teks nash dengan sangat tendesius dan berorienstasi patriarkhis (patriarchalism theological oriented). Hasil dari penafsiran tersebut, terkadang ditafsirkan yang disesuaikan dengan selera orang yang menafsirkannya dan juga tidak lepas dari kepentingan. Pada artikel ini bertujuan untuk mengungkap secara metodologis atas reinterpretasi terhadap teks nash tentang kedudukan perempuan yang dilakukan oleh KH. Husein Muhammad. Jadi fokus kajian pada artikel ini terdapat pada bagaimana cara penafsiran KH. Husein Muhammad terhadap teks nash yang berhubungan dengan perempuan sebab KH. Husein Muhammad mencoba melakukan reinterpretasi terhadap teks nash tersebut dengan pandangan yang baru melalui pemikiran yang lebih progresif dan peka terhadap berbagai persoalan perempuan dalam kesetaraan gender. Jenis penelitian keperpustakaan (library research) dalam pengumpulan data adalah jenis penelitian pada artikel ini melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskripptif-analitis dan content analysis yang disukung melalui interaksi antara konsep dan penafsiran dengan analisis data model Miles dan Huberman. Maka dari itu, artikel ini menghasilkan kesimpulan bahwa analisis yang dilakukan oleh KH. Husein Muhammad merupakan sebuah hasil prestasi intelektual yang cerdas dan sebagai bentuk pengamalan terhadap nilai-nilai dalam ajaran Islam sebagai agama yang ramah terhadap perempuan

    Konsep Etos Kerja Dalam Islam

    No full text
    This paper aims to find out about the concept of work ethic in Islam. This research is a literature study that takes its main sources from various literatures that are in accordance with the above theme. The results of the analysis in this study indicate that every Muslim is expected to be able and have a work ethic that is in accordance with the instructions of the Qur'an and hadith so that he becomes a professional, reliable and efficient human being for everyone. In working, every Muslim is obliged to have a foundation of trust and sincerity, and try as much as possible with the principle of doing the best, being trustworthy and steadfast in his stance and hoping for the pleasure of Allah SWT

    Panjar Sewa Menyewa Rumah dalam Konteks Hukum Islam

    No full text
    Penelitian ini mengkaji tentang penerapan panjar dalam sewa menyewa rumah, dimana pemilik rumah sewa tidak mengembalikan panjar dan cenderung memanfaatkannya. Dapat diketahui bahwa sebenarnya panjar yang tidak dikembalikan oleh pemilik rumah merupakan hak penyewa. Namun jika dikembalikan, maka pemilik rumah akan mengalami banyak kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap penerapan panjar dalam sewa menyewa rumah, bagaimana hak dan kewajiban para pihak dalam perjanjian sewa menyewa rumah menurut tinjauan hukum Islam, serta apakah yang menyebabkan terjadinya pembatalan dan berakhirnya ijarah dalam sewa menyewa. Penelitian ini dengan cara library research (Studi Kepustakaan) yaitu dengan mengumpulkan data-data yang bersifat teoritis dari berbagai literatur dan buku bacaan, serta jurnal-jurnal penelitian yang berkaitan dengan masalah panjar dalam sewa menyewa rumah menurut tinjauan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang melatarbelakangi sewa menyewa dengan sistem panjar adalah karena sewa menyewa dengan sistem panjar telah membudaya, lebih meyakinkan, dapat menjadi pengikat transaksi antara pemilik rumah sewa dan penyewa rumah, lebih cepat, dan memberikan sedikit waktu untuk pelunasan

    ANALISIS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TIDAK PIDANA PENCABULANDITINJAU DARI PRESEKTIF HAK ASASI MANUSIA (HAM)

    No full text
    Kejahatan pencabulan merupakan suatu tindak pidana yang dapat menyerang kehormatan kesusilaan manusia baik itu anak-anak maupun oarang dewasa. Pelaku pencabulan terhadap korban baik anak-anak maupun orang dewasa ini dapat dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung dan itu akan berdampak pada kesehatan pada korban baik secara fisik maupun non-fisik yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut.Peranpenegak hukum sangat sentral sebab pencabulan terhadap korban baik anak-anak maupun orang dewasa ini merupakan suatu kejahatan sangat serius yang dapat menyerang langsung terhadap mental si korban dari tindak pidana ini. Penelitian jurnal atau artikel ini menggunakan metode Yuridis Normatif yang memeperhatikan dengan Undang-Undang yang berlaku saat ini dan berbagai sumber yang jelas. Hasil dari penulisan jurnal ini adalah bagimana dengan Pertanggungjawaban pidana pelaku kejahatan pencabulan sudah diatur dalam Kitab Undang- Undang Hukum Pidana (KUHP) mulai dari pasal 289-296 KUHPidana yang dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kesusilaan, Tindak pidana pencabulan ini tidak hanya diatur dalam KUHPidana saja namun diatur pula pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yaitu pasal 81 dan 8

    0

    full texts

    388

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pusat Jurnal Kopertais Wilayah V Aceh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇