Pusat Jurnal Kopertais Wilayah V Aceh
Not a member yet
    388 research outputs found

    Penggunaan Kantong Plastik dalam Jual Beli: Telaah Fatwa Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 41 Tahun 2014

    No full text
    The Ministry of Environment and Forestry (KLHK) stated that Indonesia produces 175,000 tons of waste per day or the equivalent of 64 million tons per year. Of the total waste, 15% or the equivalent of 9.6 million tons consists of plastic waste. The events above prove that plastic waste is one of the causes that can damage the environment. However, the amount of waste generated should make people aware not to use plastic excessively and to dispose of waste in its place. One of the biggest suppliers of plastic waste is through the buying and selling process. Therefore, growing ecological awareness is urgent to do. This article aims to determine the ecological awareness possessed by traders and buyers and to find out the use of plastic bags in buying and selling MUI fatwas. This article uses qualitative research methods. This article is library research. The data in this study come from library sources such as books, scientific articles, internet websites, research reports, government regulations, laws, and so on. Then analyzed using qualitative data analysis techniques Miles et al. Namely data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that every Muslim has an obligation to maintain the cleanliness of the environment, utilize goods that can still be used to create benefit and avoid evil. Disposing of waste carelessly and disposing of items that can still be used, both for personal and other people’s interests, is haram

    POLA PENDIDIKAN BERBASIS TAREKAT NAQSYABANDIYAH DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM AL-WALIYYAH, LABUHAN HAJI, ACEH SELATAN

    No full text
    ABSTRAKPenelitian kualitatif ini dilakukan di Pondok Pesantren Darussalam Al-Waliyyah Labuhan Haji, Aceh Selatan. Pengumpulan datanya dilakukan dengan metode observasi, wawancara mendalam dan analisis dokumentasi. Kemudian data di analisa menggunakan teknik analisa induktif berdasarkan tipologi data dan konsep sebelum melakukan interpretasi. Pendidikan berbasis Tarekat Naqsyabandiyah adalah bimbingan, pengajaran dan pelatihan yang dilakukan oleh mursyid, guru, Tarekat Naqsyabandiyah terhadap murid yang berlangsung sepanjang hayat untuk mensucikan jiwa, menjernihkan hati dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Murid adalah seseorang yang masuk Tarekat Naqsyabandiyah dan telah berbaiat kepada guru/mursyid. Adapun tujuannya adalah pendekatan diri kepada Allah, pembersihan hati dan penyucian jiwa. Materi ajarannya meliputi empat ajaran pokok yaitu; 1. Kesempurnaan Suluk, 2. Akhlak Murid, 3. Dzikir dan 4. Muraqabah. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, demonstrasi, penugasan, mujahadah, tajribah, dan khalwat/’uzlah. Terdapat tiga pola pengajaran yang disampaikan di ponpes ini, pertama yaitu pendidikan, kedua risalah dan yang ketiga kewadhifahan. Pendidikan yang diberikan di pondok pesantren ini merupakan kolaborasi ilmu kitab kuning dengan pengetahuan umum. Adapun hal-hal yang lainnya sama dengan pendidikan berbasis Tarekat Naqsyabandiyah pada umumnya. Kata Kunci: Pendidikan; Tarekat Naqsyabandiyah; Risalah

    KODE ETIK GURU DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2005

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hakikat guru, mengetahui kompetensi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan, dan mengetahui kode etik guru dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005. Penelitian ini menggunakan jenis melalui pendekatan kualitatif. Proses pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dan triangulasi. Sementara dalam menganalisis data, peneliti menggunakan teknik analisis reduksi data, display data, dan verifikasi data. Temuan penelitian menginformasikan: pertama, hakikat guru adalah orang yang berperan dalam usaha membentuk manusia yang berpotensi dengan mengembangkam segala bakat yang ada pada murid. Guru juga harus mampu berperan aktif dalam mendidik murid dan bisa menempatkan kedudukannya sebagai tenaga pengajar. Kedua, kompetensi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan terbagi kepada empat bagian, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi personal, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Ketiga, kode etik guru menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 ialah memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan. Memiliki kompetensi yang diperlukan. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. Memperoleh penghasilan yang ditentukan. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan. Memiliki Jaminan perlindungan hukum. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru

    As-Syatibi Economic Thinking

    No full text
    Berbicara tentang pemikiran As-Syatibi, dimana beliau  mengagas konsep atau pemikiran tentang ekonomi dalam ruang lingkup produksi, konsumsi dan distribusi. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan. Metode ini menggunakan documenter yang bersumber dari literaratur seperti, jurnal, buku, makalah dan internet yang membahas tentang pemikiran As-Syatibi tentang ekonomi Islam. Landasan berpijak dari pada pemikiran As-Syatibi tentang ekonomi mengacu pada konsep Maqashid Syariah yang orientasinya melahirkan Maslahah Mursalah. Pemikiran As-Syatibi ini diyakini sangat ideal untuk diimplementasikan dimasa modern ini karena pemikiran dan gagasan tentang ekonomi terdahulu dirasa sudah sangat tidak relavan. Disamping mampu menjawab tantangan jaman, teori Maqashid syariah yang disandingkan dengan pemikiran ekonomi ini juga harus membawa perubahan yang positif terkhusus untuk individu muslim ketika berhadapan dan terlibat langsung dengan kegiatan ekonomi itu sendiri. Disisi yang lain, As-syatibi membagi kebutuhan dan memberikan pandangan bahwa kebutuhan itu harus bersandar pada skala prioritas yang dicocokan dengan masing-masing tingkatan kebutuhannya. Adapun yang menjadi tingkatan nilai-nilai dalam perspektif ekonomi, As-Syatibi membagi menjadi tiga, pertama Dharuryah.kedua, Hajjiyah. Dan yang ketiga Tahsiniyah

    Meninjau Kembali Perilaku Istri Sebagai Pencari Nafkah Untuk Membantu Ekonomi Keluarga dalam Konteks Hukum Islam

    No full text
    Penelitan ini mengkaji tentang fenomena saat sekarang ini di era globalisasi 4.0 yang mana perilaku seorang istri yang lebih tekun dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuahn ekonomi keluarga mereka baik dari pekerja kantoranan, jualan online, dagang keliling, PNS dan lainnya. Dalam hali ini bukan berarti disini suaminya tidak bekerja untuk memberikan nafkah kepada keluarganya. Dari hal tersebut timbul berbagai perbedaan pendapat para ulama fikih tentang seorang istri yang mencari nafkah untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Dengan demikian focus dalam penelitian ini adalah bagaimana konteks hukum Islam memandang perilaku istri sebagai pencari nafkah untuk membantu ekonomi keluarga?. Sedangkan metode dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis pendekatan metode kualitatif yang bersifat library research (penelitian kepustakaan). Selanjutnya pendekatan penelitian ini adalah menggunakan pendekatan yuridis normative. Hasil dari penelitian in adalah dampak positif jika istri turut dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, perekonomian didalam kelauarganya menjadi meningkat dan lebih baik. Seorang istri sebagai pencari nafakah sangat berpengaruh sekali terhadap ekonomi rumah tangganya. Dari hal ini bukan berarti seorang istri untuk merendahkan wibawa suaminya, tetapi seorang suami tetap memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya sebagai kepala keluarag, walaupun istri tersebut sebagai seorang karir atau pekerja keras dalam kehidupan berumah tangga

    Dinamika Pengaturan Pencatatan Perkawinan di Indonesia Pasca Permendagri No.09 Tahun 2016

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan aturan berkaitan pencatatan perkawinan di Indonesia berdasarkan hukum yang berlaku seperti UU Perkawinan No.1 Tahun 1974 dan hukum Islam khususnya setelah adanya Permendagri No. 6 Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan menggunakan sumber dan jenis data hukum primer dan sekunder seperti peraturan perundang-undangan tentang perkawinan, kompilasi hukum islam, dan artikel lainnya yang relevan, kemudian dikupulkan dengan metode studi literatur dan dianalisis melalui metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pencatatan perkawinan tetap didasarkan pada UU No. 1 Tahun 1974, adapun dengan adanya permendagri No.6 Tahun 2016 hanya menertibkan secara administrasi kependudukan dengan status tidak tercatat bagi perkawinan yang tidak tercatata di KUA ataupun Catatan Sipil. (;)

    Keabsahan Pernikahan Wanita Hamil dengan Pria yang Menghamilinya: Studi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam Indonesia

    No full text
    This paper describes the problem of legal review regarding the validity of a pregnant woman's marriage with a man who impregnates her. The results of the study indicate that a review of Islamic law on the marital status of pregnant women outside of legal marriages, the scholars argue that if a case like this occurs then in this case the marriage is legal under Islamic law, but if there is a marriage of a woman who is pregnant outside of marriage but who marries is a man who did not impregnate her, the scholars have different opinions, some say it is legal, some say it is not valid in their marriage.AbstrakTulisan ini mendeskripsikan permasalahan tinjauan hukum tentang keabsahan pernikahan wanita hamil dengan pria yang menghamilinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinjauan hukum Islam terhadap status perkawinan wanita hamil di luar pernikahan yang sah para ulama berpendapat bahwa apabila terjadi kasus seperti ini maka dalam hal ini pernikahannya tersebut sah secara hukum Islam, namun apabila ada pernikahan wanita yang hamil diluar nikah akan tetapi yang menikahi adalah lelaki yang bukan menghamilinya para ulama berbeda pendapat ada yang mengatakan sah ada juga yang mengatakan tidak sah dalam pernikahannya

    PRINSIP DAN ETIKA KONSUMSI DITINJAU DARI MAQASHID SYARIAH

    No full text
    Tulisan ini membahas bagaimana prinsip dan etika konsumsi dalam tinjauan maqashid syariah, metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif melalui pendekatan studi pustaka (library research), Dalam penelitian dijelaskan bahwa tujuan konsumsi dalam Islam adalah untuk mencapai mashalah (kesejahteraan/ kebahagaian dunia dan akhirat) berbeda dengan konvensional yang tujuannya memenuhi kepuasan pribadi berdasarkan teori nilai guna. Adapun prinsip konsumsi dalam Islam terdiri dari prinsip keadilan, prinsip kebersihan, prinsip kesederhanaan, prinsip kemurahan hati dan prinsip moralitas. Kemudian dari segi etika konsumsi yang harus diperhatikan adalah sebagaimana berikut: Pertama, produk yang dikonsumsi haruslah yang sesuai dengan kebutuhan yang merupakan prioritas dalam hidup. Kedua, produk yang dikonsumsi haruslah halal. Ketiga, produk yang dikonsumsi haruslah berkualitas Keempat, produk yang dikonsumsi haruslah yang menimbulkan kemashlahatan dalam kehidupan. Kelima, kesederhanaan. Pada dasarnya kegiatan konsusmi Islam harus memperhatikan dan sesuai dengan maqahsid syariah agar tujuan konsumsi itu tercapai yaitu maslahah, yang mana dapat memenuhi lima pokok prinsip pokok bagi kehidupan manusia, yaitu agama, jiwa, akal keturunan dan hart

    PENERAPAN HALAQAH UNTUK PENGUATAN KEMAMPUAN BACA AL-QURAN MAHASISWA STAIN TEUNGKU DIRUNDENG MEULABOH

    No full text
    Al-Quran merupakan kalam ilahi yang ketika membacanya menuntut kepada kaidah ilmu tajwid yang baik dan benar, serta pelafalan makharijul huruf yang sesuai. Akan terjadi pergeseran makna dan pemahaman jika dibaca dan dipahami tidak sesuai dengan kaidahnya. STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh yang merupakan salah satu perguruan tinggi keislaman yang fokus terhadap kajian keislaman, tentunya salah konsennya adalah al-Quran, dimana dalam visi dan misinya menuntut lulusan yang dihasilkan memiliki kemampuan dan keterampilan yang bersinggungan langsung dengan al-Quran. pengharusan kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah wajib dalam menghafal al-Quran menyebabkan munculnya masalah baru, yakni kualitas hafalan yang tidak sesuai dengan kaidah ilmu tajwid yang benar. hal ini dikarenakan latar belakang pendidikan al-Quran sebelumnya yang mereka terima sangat bervariasi. untuk pemerataan kualitas bacaan, maka diperlukan sebuah inovasi dalam pendidikan al-Quran yang ingin diberikan kepada mereka, salah satunya adalah penerapan halaqah untuk penguatan kemampuan baca al-Quran. Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif dengan metode studi kasus yang merupakan bagian dari penelitian kualitatif, Subjek penelitiannya adalah mahasiswa semester 2 pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Adapun obyek penelitiannya adalah penggunaan dan hasil pembelajaran halaqah terhadap keterampilan baca al-Quran. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa kajian Pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. adapun hasil yang diperoleh adalah penerapan halaqah al-Quran dalam penguatan kemampuan baca al-Quran mahasiswa cocok diterapkan di kampus STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, dan penerapan halaqah yang dikolaborasikan dengan metode pengajaran yang hampir sama seperti di ruang kuliah dapat meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan baca al-Quran mereka

    WARISAN ANAK KANDUNG NON MUSLIM DALAM KELUARGA MUSLIM (PERSPEKTIF KUHP DAN KHI)

    No full text
    Penelitian ini berjudul Warisan Anak Kandung Non muslim dalam Keluarga muslim (Menurut KUHP dan KHI). Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana warisan bagi anak kandung Non muslim dalam Keluarga muslim menurut KUHP dan KHI. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, dari sudut pandang KUHP perbedaan agama tidak menjadi halangan seseorang menjadi ahli waris dan berhak menerima warisan. Berbeda dengan sudut pandang KHI maka apabila pewaris itu muslim dan anaknya sebagai ahli waris non muslim, anak tersebut tidak berhak mewarisi. Namun solusi yang ditawarkan hukum Islam bagi anak kandung non muslim dalam keluarga muslim dengan memberikan hibah, wasiat dan hadiah

    0

    full texts

    388

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pusat Jurnal Kopertais Wilayah V Aceh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇