IJOCS - Indonesian Journal Of Cumunity Service
Not a member yet
    237 research outputs found

    OPTIMASI INFRASTRUKTUR SALURAN AIR PADA BAKPENAMPUNGAN AIR MASYARAKAT DESA MBINANGA DENGAN PENDEKATAN KEGIATAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

    Get PDF
    Infrastruktur saluran air yang baik sangat penting untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi infrastruktur saluran air pada bak penampungan air masyarakat desa Mbinanga dengan pendekatan kegiatan pengabdian pada masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi literatur, survei lapangan, dan analisis data. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan masyarakat, pengukuran debit air, dan pengamatan kondisi infrastruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur saluran air di desa Mbinanga masih kurang optimal dan terdapat beberapa kendala seperti faktor alam yang mengakibatkan rusaknya pondasi saluran air bersih,kebocoran dan kerusakan pipa serta kapasitas bak penampungan air. Dengan pendekatan kegiatan pengabdian pada masyarakat, dilakukan penambahan pondasi pipa yang rusak. Hasil pengukuran debit air menunjukkan bahwa kapasitas bak penampungan air meningkat dan air yang dihasilkan mencukupi kebutuhan masyarakat desa Mbinanga. Kesimpulannya, optimasi infrastruktur saluran air pada bak penampungan air masyarakat desa Mbinanga dengan pendekatan kegiatan pengabdian pada masyarakat dapat meningkatkan kapasitas bak penampungan air dan memenuhi kebutuhan air masyarakat

    PELATIHAN MERANCANG RPP DARING DAN LURING PENDUKUNG BELAJAR DARI RUMAH

    Get PDF
    Pelatihan ini dilaksanakan untuk memberikan keterampilan kepada guru dalam merancang RPP baik secara daring, luring maupun kombinasi keduanya. Pelatihan dilaksanakan secara tatap di salah satu SMP di kota Mataram selama dua hari dengan peserta sebanyak 14 orang guru. Pelatihan hari pertama fokus untuk menyampaikan materi sehingga menggunakan metode ceramah dan diskusi sedangkan hari kedua fokus pada penyajian hasil kerja guru sehingga menggunakan metode presentasi dan tanya jawab. Pelatihan ini menghasilkan produk RPP daring, RPP Luring, dan RPP Kombinasi daring dan luring yang dinilai menggunakan rubrik penilaian RPP, sedangkan evaluasi keterlaksanaan pelatihan dinilai menggunakan kuesioner. Data dari kedua instrumen tersebut kemudian dianalisa secara statistik deskrikptif dan hasilnya menunjukkan kemampuan guru dalam merancang RPP adalah sebanyak 57% guru mendapatkan penilaian Sangat Baik dan sebanyak 43% guru dengan nilai Baik, sedangkan hasil evaluasi keterlaksanan pelatihan menunjukkan sebanyak 64% guru memberikan sikap Sangat Baik dan sebanyak 36% memberikan sikap Baik terhadap materi dan metode pelatihan, kemampuan pelatih, suasana pelatihan dan motivasi untuk tindak lanjut

    PEMANFAATAN LARUTAN JERUK NIPIS SEBAGAI OBAT KUMUR UNTUK PENGOBATAN GINGIVITIS PADA REMAJA

    Get PDF
    Usaha pengendalian plak dapat dilakukan dengan obat kumur. Penggunaan obat kumur terbukti dapat menghambat pembentukan plak secara cepat dan mudah. Substansi kimia yang digunakan Penurunan plak gigi dapat terjadi karena jeruk nipis mengandung alkaloid yang berfungsi sebagai anti bakteri. Jeruk nipis juga mengandung plavanoid dan minyak atsiri yang memiliki aktivitas anti mikroba yang kuat9. Komposisi jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sesuai dengan penelitian mengenai pengaruh minyak atsiri dari beberapa tanaman obat di Indonesia terhadap biofolm (Streptococcus mutans, yang menemukan minyak atsiri dari jeruk mampu menghambat pertumbuhan planktonik, sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai inhibitor plak gigi karena memiliki aktivitas anti bakteri. Metode Pengabdian adalah pemberdayaan remaja dalam pembuatan larutan jeruk nipis sebagai obat gingivitis. Pengumpulan data awal dilakukan dengan cara FGD kepada sasaran pengabdian Masyarakat yaitu remaja tentang penggunaan obat tradisional untuk mencegah dan mengobati Gingivitis. Hasil FGD mengatakan bahwa 85 % remaja mengalami pendarahan dan gejala radang gusi, sedangkan  100 % responden belum pernah tau dan belum pernah memanfaatkan larutan jeruk nipis sebagai obat tradisional untuk mengobati gingivitis. Selanjutnya dilakukan edukasi dan tutorial pembuatan larutan jeruk nipis sebagai alternatif pengobatan gingivitis. Setelah dilakukan edukasi dilakukan evaluasi yaitu dengan melakukan pengamatan pada remaja pada saat pembuatan larutan jeruk nipis dan 100 % remaja dapat melakukan pembuatan larutan jeruk nipis untuk pengobatan gingivitis

    PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR DIGITAL BAGI GURU-GURU SMP

    Get PDF
    Era revolusi industri yang ditandai dengan kemajuan teknologi membawa banyak perubahan khususnya pada bidang pendidikan. Bersamaan dengan masa pandemi covid-19 dan pembelajaran dilakukan secara daring para guru diharapkan kreatif dan inovatif dalam mengemas pembelajaran agar siswa tetap aktif dan interaktif.  Salah satunya adalah dapat mengembangkan bahan ajar digital. SMP Muhammadiyah 1 Minggir, Sleman, Yogyakarta memiliki visi agar seluruh guru dapat meningkatkan kompetensi, sehingga mampu memfasilitasi siswa dalam aktivitas pembelajaran. Pelaksanaan pengabdian diharapkan dapat membantu sekolah, khususnya para guru agar dapat menyusun dan mengembangkan bahan ajar digital dengan memanfaatkan berbagai aplikasi yang interaktif. Tim pengabdian melaksanakan pelatihan pembuatan bahan ajar digital menggunakan aplikasi canva dan fliphtmL5 kepada para guru. Keunggulan dua aplikasi tersebut adalah sederhana, dengan tamplate yang variatif untuk mendesain bahan ajar agar memiliki tampilan yang lebih menarik. Pelatihan dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu: tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan pengabdian melalui pelatihan pembuatan bahan ajar digital mendapatkan respon yang sangat baik, sehingga kedepannya dapat meningkatkan kompetensi guru

    PARENTING PERAN ORANG TUA DI ERA DIGITAL

    Get PDF
    Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai dampak negatif penggunaan gadget berlebihan dan memberikan pengarahan mengenai peranan orang tua dalam pengasuhan anak yang tepat di era digital saat ini. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kemajuan teknologi yang merambah disebagian sektor kehidupan manusia yang sangat pesat. Seiring dengan kemajuan dan pemanfaatannya diberbagai bidang tentunya hadir dampak negatif dari pesatnya kemajuan teknologi ini, dalam hal ini yang rentan terkena dampak negatif dari perkembangan teknologi adalah anak-anak pada masa pertumbuhan. Beberapa contoh dampak negatif yang hadir adalah tumbuh kembang anak menjadi tidak optimal, kemampuan berbicara dan berkomunikasi yang buruk, anak menjadi tempramen akibat perkembangan kejiawaan anak yang  belum matang tapi memperoleh contoh perilaku yang mereka tonton. Metode kegiatan yang akan digunakan yaitu metode ceramah. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah 24  orang tua siswa TK Maisyitoh III Srimartani. Pelatihan dilakukan dengan ceramah yang disertai dengan diskusi dan tanya jawab yang dilakukan di sebuah ruangan dengan memakai media LCD Proyektor. Materi dikemas secara visual dalam bentuk powerpoint. Hasil kegiatan ini berupa terwujudnya penyuluhan secara lancar dan mendapat respon positif dari orang tua siswa harapannya setelah kegiatan pengabdian ini dilakukan dapat berdampak positif terhadap perkembangan anak-anak kedepannya

    PROGRAM PENGEMBANGAN KAPASITAS GURU ABAD 21 MELALUI WORKSHOP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BERBASIS DIGITAL SKILL

    Get PDF
    Digital skill merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki guru, khususnya dalam mengimpleentasikan kurikulum merdeka. Untuk mengoptimalkan digital skill bagi guru, maka sekolah perlu memfasilitasinya dengan memberikan pelatihan dan pendampingan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan kapasitas guru abad 21 melalui workshop implementasi kurikulum merdeka berbasis digital skill. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini antara lain edukasi, sosialisasi, dan pemberdayaan sekolah. Instrumen pengumpulan data menggunakan survei, pengambilan tindakan, dan evaluasi tindakan. Analisis data menggunakan deskriptif. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa program pengembangan kapasitas guru abad 21 melalui workshop implementasi kurikulum merdeka berbasis digital skill didukung oleh semua pihak, dan disediakan ruangan khusus untuk pelaksanaan program ini dengan sarana dan prasarana yang diperlukan di SD Muhammadiyah Senggotan. Selain itu, dalam pengabdian masyarakat ini juga diberikan investasi sekolah berupa peralatan penunjang proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang terdiri dari: peralatan pengolahan sampah, peralatan membatik, maupun peralatan memasak guna menunjang program market day. Diharapkan alat penunjang proyek penguatan profil pelajar Pancasila ini dapat memberikan pelayanan kepada seluruh stakeholder pendidikan di SD Muhammadiyah Senggotan secara berkesinambungan. Diharapkan pula pihak sekolah dapat terus mengembangkan digital skillnya

    PENGELOLAAN POJOK BACA DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA PESERTA DIDIK KELAS I DI SD NEGERI 3 KADIPIRO

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian ini mengeksplorasi strategi pengelolaan Pojok Baca dalam rangka meningkatkan minat baca peserta didik kelas I di SD Negeri 3 Kadipiro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 di SD Negeri 3 Kadipiro. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjelaskan dan memanfaatkan pengelolaan pojok baca di Kelas 1 di SD Negeri 3 Kadipiro. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengelolaan yang efektif dari Pojok Baca, termasuk pemilihan buku yang sesuai dan interaktif, serta keterlibatan guru dalam mendukung kegiatan membaca, memiliki dampak positif pada minat baca peserta didik. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peran Pojok Baca dalam lingkungan belajar sekolah dalam meningkatkan minat baca anak-anak di usia dini

    PENGUATAN MANAJEMEN BISNIS BAGI KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) PASCA PANDEMI COVID-19 DESA SUMURJOMBLANGBOGO KABUPATEN PEKALONGAN

    Get PDF
    Kelompok Usaha Bersama (KUBE) merupakan kelompok keluarga miskin yang dibentuk, tumbuh, dan berkembang atas prakarsanya dalam melaksanakan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sosial keluarga. KUBE beranggotakan 5 sampai 20 Kepala Keluarga dari masyarakat miskin yang masuk dalam Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu (DTPFMOTM) (https://kemensos.go.id/). Salah satu wilayah yang potensial yang memiliki Kelompok Usaha Bersama adalah Desa Sumurjomblangbogo yang terletak di Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai wirausaha (warung makan, kuliner, kantin, dan sembako). KUBE ini menaungi ibu - ibu yang berperan sebagai kepala rumah tangga dengan kegiatan kewirausahaan yang produktif. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa terdapat masalah dalam pengelolaan manajemen usaha Kantin, kesulitan melakukan kegiatan pemasaran, dan struktur kepengurusan KUBE masih belum teratur dan efektif. Oleh karena itu, penguatan manajemen bisnis bagi KUBE ini diperlukan dengan tujuan agar pelaku usaha dapat menjalankan dan mengevaluasi usahanya, dapat melakukan inovasi produk, serta melakukan pengelolaan kelembagaan yang efektif demi menyejahterakan anggotanya. Keterlibatan pemangku kepentingan yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pekalongan, Pemerintah Desa Sumurjomblangbogo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, serta Kelompok Usaha Bersama (KUBE) ini diharapkan mampu menjamin keberlanjutan dalam upaya pengembangan UMKM ekonomi kreatif

    IMPLEMENTASI DISCLOSING TABLET DAN SIKAT GIGI TIGA SISI DALAM MENINGKATKAN STATUS ORAL HYGIENE SISWA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar Indonesia pada tahun 2018,  Prevalensi karies pada kelompok Pendidikan tamat SD/MI melebihi angka rata-rata Indonesia yaitu 89% dan mempunyai indeks pengalaman karies (DMFT) sebanyak 8,2. Angka DMFT tersebut menunjukan rata-rata anak lulusan SD/MI mempunyai pengalaman karies sebanyak 8 gigi. Jawa Barat mempunyai presentase masalah Kesehatan gigi dan mulut di atas angka nasional yaitu 58%, sedangkan data dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Tasikmalaya, pada Tahun 2017 menunjukkan prevalensi karies gigi pada anak SD sebesar 56,2%. Faktor etiologi karies salahsatunya yaitu akumulasi plak. Factor yang mempengaruhi pembersihan plak yang efektif yaitu tergantung pada Teknik menyikat gigi yang tepat, kepatuhan pasien, dan keterampilan motoric halus pasien. Kelompok usia kurang dari 12 tahun lebih mungkin melewatkan area menyikat gigi sehingga lebih banyak plak yang tertinggal pada permukaan gigi.8,9 Permukaan yang paling sering gagal disikat oleh anak-anak yaitu permukaan lingual. Salah satu desain yang menarik adalah sikat gigi tiga sisi yang dirancang untuk membersihkan permukaan bukal, lingual, dan oklusal secara bersamaan. Selain sikat gigi dengan rancangan kepala tiga sisi, Nagashima dkk., 2018 menemukan bahwa penggunaan disclosing solution efektif dalam meningkatkan status kebersihan gigi dan mulut anak kelas 1, 4, 5 dan 6 Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi mitra, prioritas masalah yang dihadapi oleh mitra yaitu  Kurangnya kesadaran anak kelas V SDN 3 Sumelap dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut serta Rata-rata status oral hygiene anak kelas V SDN 3 Sumelap berkriteria buruk. Berdasarkan latar belakang tersebut, Solusi yang diusulkan atau ditawarkan dalam kegiatan ini PKM ini yaitu Mengenalkan cara menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan cara menyikat gigi menggunakan sikat gigi tiga sisi yang sebelumnya diberikan disclosing tablet sehingga anak dapat melihat secara langsung plak yang akan dibersihkan, kemudian Praktek menyikat gigi menggunakan sikat gigi tiga sisi yang sebelumnya diberikan disclosing tablet. Luaran dalam kegiatan ini yaitu jurnal nasional pengabdian kepada masyaraka

    KEGIATAN GOTONG ROYONG DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DALAM RANGKA MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT DI DESA SIMARTUGAN

    Get PDF
    Desa Simartugan, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Tempat ini merupakan tempat yang memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan baik dari sumber daya alam dan sumber daya manusia. Permasalahan yang ditemukan di desa Simartugan adalah kurangnya kebersihan di Desa tersebut. Maka dari itu, program kerja dari kelompok KPPM UHKBPNP yang berlokasi di desa Simartugan yaitu untuk menumbuhkan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan masyarakat. Adapun program kerja yang dibuat bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat selain itu untuk saling membantu dengan sesama.Metode yang digunakan berupa kegiatan gotong royong dan kebersihan lingkungan merupakan suatu kegiatan dimana dengan adanya kegiatan ini kita dapat merapatkan kekerabatan kita.Gotong-royong antar warga yang dilakukan oleh mahasiswa adalah untuk mewujudkan rasa cinta kasih, rasa saling menolong,rasa saling peduli mahasiswa kepada masyarakat luas yang sedang membutuhkan uluran tangan mereka. Adapun Metode kegiatan yang digunakan yaitu observasi dan partisipasi. Obeservasi yang dilakukan dengan melakukan pengecekan lokasi Gotong-royong di lingkungan dusun 1 – dusun 6 Desa Simartugan. Kegiatan Gotong-royong desa Simartugan Kecamatan Pegagan Hilir Kabupaten Dairi dilakukan secara terstruktur mulai dari tahap persiapan sampai pelaksanaan kegiatan dengan melibatkan mahasiswa KKN Angkatan 2019 Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar dan beberapa aparat di Desa Kecamatan Pegagan Hili

    233

    full texts

    237

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IJOCS - Indonesian Journal Of Cumunity Service
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇