IJOCS - Indonesian Journal Of Cumunity Service
Not a member yet
237 research outputs found
Sort by
PENDAMPINGAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA UNTUK SISWA PRA SEJAHTERA DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MICROSOFT MATHEMATIC
Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan adalah “Pendampingan Mata Pelajaran Matematika untuk Siswa Pra Sejahtera dengan Menggunakan Software Microsoft Mathematic”. Tujuan diselenggarakannya pengabdian adalah untuk mengetahui kemampuan siswa pra sejahtera dalam menggunakan Software Microsoft mathematic. Sasaran pengabdian ini adalah siswa-siswa pra sejahtera yang ada di SMAN 1 Pamarican. Adapun metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi dan praktek/latihan melalui tahapan-tahapan berikut : 1). Ceramah digunakan untuk menjelaskan sejauh mana teknologi berkembang dalam pembelajaran matematika. 2). Demonstrasi dan praktek digunakan pada saat melakukan instalasi, penjelasan software dan latihan menggunakan Software Microsoft mathemati
PROGRAM PERBAIKAN MANAJEMEN ORGANISASI GUNA MENINGKATKAN CAPACITY BUILDING PADA PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) POKJA MELATI
Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pokja Melati yang berlokasi di Kelurahan Parteker Kabupaten Pamekasan ini masih terhitung aktif hingga sekarang. Dimana hampir keseluruhan dari anggota PKK tersebut didalamnya merupakan ibu rumah tangga yang saling bekerjasama. Hal ini dibuktikan dengan adanya program kerja yang masih terus dilaksanakan hingga saat ini. Adapun program kerja yang masih aktif tersebut salah satunya adalah adanya pengelolaan bank sampah. Selain untuk menjaga kebersihan lingkungan, nyatanya program ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakatnya. Namun, hal ini belum didukung dengan manajemen organisasi yang baik. Tertib administratif masih belum berjalan secara efektif sehingga sering kali terjadi pembagian kerja yang kurang merata, dokumentasi serta laporan pemberkasan yang kurang tertata rapi. Dengan adanya kekurangan seperti ini maka diperlukan adanya pelatihan untuk menciptakan efektivitas dalam manajemen organisasi sehingga terlihat jelas akan tugas dan tanggungjawabnya. Dimana hal ini merupakan bagian dari capacity building sebuah organisasi seperti PKK Pokja Melati ini. Metode dalam pengabdian ini melalui penyampaian materi hingga pendampingan. Luaran dalam pengabdian ini diharapkan terdapat perbaikan dan peningkatan kemampuan dalam manajemen organisasi sehingga tercipta pengelolaan organisasi yang tertib administratif, dimana hal tersebut merupakan instrumen penting dari capacity buildin
PENINGKATAN JIWA KEWIRAUSAHAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH DUSUN CITRAN MANGGUNG, DESA SUMURARUM, KECAMATAN GRABAG, KABUPATEN MAGELANG, PROVINSI JAWA TENGAH
Permasalahan yang ada di Pondok Pesantren Darunnajah yaitu santri belum memahami tentang kewirausahaan dan belum memanafaatkan secara maksimal potensi yanga da di lingkungan sekita di Pondok Pesantren Darunnajah. Tujuan dari pengabdian ini yaitu 1) memberikan gambaran kepada santri tentang kewirausahaan, dan 2) memberikan gambaran kepada santri tentang potensi alam yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan kewirausahaan. Metode yang dipakai dalam pengabdian ini yaitu 1) metode ceramah, 2) metode tanya jawab, dan 3) metode pendampingan. Hasil darii pengabdian ini yaitu 1) santri mendapatkan pengetahuan tentang makna kewirausahaan dan berkeinginan untuk mengkuti dari pelatihan kewirausahaan selanjutnya, dan 2) santri mendapatkan gambaran tentang potensi dari alam, pangsa pasar dan pengolahan dari hasil alam yang ada dilingkungan Pondok Pesantren Darunnajah. Santri bisa ahli dalam bidang lain selain ahli dalam bidang agama. Sehingga santri bisa mengembangkan potensi yang ada di lingkungan sekitar
SOSIALISASI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN STEAM PADA KURIKULUM K-13
Tujuan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan guru-guru Homeschooling Primagama Bekasi dalam penerapan metode pembelajaran STEAM pada kurikulum K13 dan keterampilan guru dalam pembuatan silabus dan RPP kurikulum K13 yang menerapkan metode pembelajaran STEAM. Dengan guru memahami penerapan tersebut maka kemampuan guru dikelas akan semakin meningkat. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap, yakni tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, tim abdimas melakukan survei untuk mengetahui kondisi dan menganalisis kondisi tempat yang akan digunakan. Selanjutnya, tim menyiapkan bahan materi yang akan diberikan dalam memberikan pelatihan kepada peserta pengabdian masyarakat. Pada tahap pelaksanaan, dimulai dengan pemberian pemahaman tentang metode pembelajaran STEAM yang diterapkan dalam kurikulum K-13. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan presentasi, ceramah dengan tanya jawab, dan praktik. Dalam selang waktu pemberian materi, tim abdimas melakukan tanya jawab kepada peserta abdimas yang diharapkan terjadi interaksi antara pengabdi dengan peserta. Setalah selesai, dilakukan pelatihan dalam pembuatan silabus dan RPP K-13 yang menerapkan metode STEAM. Tahapan yang terakhir adalah tahapan evaluasi, tim abdimas memberikan waktu kepada peserta untuk menerapkan secara singkat pembelajaran dengan menerapkan metode STEAM dan dilanjut pembuatan silabus dan RPP yang benar
PENDAMPINGAN IBU MENYUSUI TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI)
Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk menambah pengetahuan dan pemahaman ibu menyusui tentang makanan pendamping ASI. Ibu menyusui membutuhkan energi yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan produksi ASI dan untuk kebutuhan aktivitasnya sendiri serta mempengaruhi perkembangan bayi. Selain pemberian ASI Eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan, selanjutnya bayi dapat dikenalkan dengan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Metode yang digunakan dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat ini adalah survei, wawancara dan praktik. Kegiatan dilakukan di Posyandu Kota Palembang dari bulan Januari - Maret 2020. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini mengalami peningkatan setelah ibu menyusui diberikan pendidikan dan praktik yaitu sebanyak 15 orang (68%) ibu menyusui yang memiliki pengetahuan yang baik, kategori cukup 7 orang (32%) dan tidak ada yang berkategori kurang (0%). Kesimpulan yang didapatkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi peningkatan pengetahua, meningkatnya pemahaman ibu tentang kandungan gizi pada Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) serta memotivasi ibu menyusui untuk mengeksplorasi variasi makanan MP-ASI
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN UNTUK MENGATASI STRESS ORANG TUA SISWA DI MASA PANDEMI DENGAN PENDEKATAN ANASLISIS TRANSAKSIONAL
Tujuan dan target pengabdian ini adalah mengenal stres orang tua di masa pandemi Covid-19, mengurangi stress orang tua menghadapi pembelajaran daring, pelatihan dan pendampingan bagi orang tua siswa dalam mengatasi stres di masa pandemi menggunakan pendekatan analisis transasksional. Metode yang digunakan; metode persentasi, ceramah, tanya jawab, diskusi, metode praktek, memberikan pelatihan serta melakukan klinis kasus stres orang tua dengan pendekatan analisis transaksional. Pelaksanaan pengabdian dilaksanakan sebanyak 4 kali dalam dua bulan dengan rincian satu kali pertemuan awal digunakan untuk memberikan pemahaman konsep mengenai stres, ciri, dampak dan upaya mengurangi stres orang tua di masa pandemi. Satu kali pertemuan digunakan untuk pelatihan orang tua mengurangi stres di masa pandemi dengan pendekatan analisis transaksional. Selanjutnya 2x pertemuan klinis kasus stres orang tua di masa pandemi dengan pendekatan analisis transaksional. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2021. Pelatihan dan pendampingan diharapkan meningkatkan pemahaman tentang stres, ciri-ciri dan dampaknya serta memberikan cara mengurangi stres mendampingi anak pembelajaran jarak jauh. Kegiatan klinis kasus orang tua berusaha merubah pola pikir tentang sumber stress dirubah menjadi respon-respon yang dapat diterima oleh dirinya dan keluarga. Orang tua diharapkan mampu membuat transaksi untuk membuat kontrak dengan dirinya bahwa respon-respon positiflah yang dihadirkan untuk mengahapi situasi-situasi yang menyebabkan stress
PENYELENGGARAAN LITERASI SAINS SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN MAJALENGKA
Pada abad 21, literasi sains ialah kompetensi dan indikator primer demi mencapai masa depan yang lebih baik serta berkelanjutan. Tetapi keterbatasan fasilitas serta sumber daya menjadi persoalan yang berimplikasi pada kurang optimalnya penerapan pemberdayaan literasi sains di banyak sekali daerah, termasuk pada beberapa wilayah di Majalengka. Dedikasi pada warga ini bertujuan untuk melakukan acara pendampingan pemberdayaan literasi sains bagi peserta didik di sekolah darurat di Majalengka. Sasarannya ialah anak-anak usia sekolah yang tinggal di pinggiran perkampungan yang mengalami buta alfabet sebab kurangnya fasilitas pendidikan yang mendukung. Metode yang dilaksanakan melalui empat tahap berikut: (1) observasi awal daerah, (2) pemetaan problem, (3) pengenalan program, serta (4) penyelenggaraan gerakan literasi sains. Kegiatan yang dilakukan diantaranya pembuatan media pembelajaran edukatif memanfaatkan sampah plastik, pembuatan pojok baca yang dilengkapi dengan beberapa buku menarik untuk tambahan referensi bagi anak serta orang tua untuk mengenal dunia luar, pembuatan game edukasi dan aksi untuk alam sekitar. Hasil observasi menegaskan bahwa program pengabdian rakyat berjalan efektif. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini bisa menumbuhkan minat baca, tulis, serta hitung siswa. Kegiatan dedikasi kepada warga ini diharapkan bisa mengambil bagian pada upaya pemberantasan buta aksara dan penurunan angka putus sekolah usia produktif di Majalengka
PELATIHAN MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Multimedia merupakan pemanfaatan computer dan menggabungkan media gambar, suara dan video. Pembelajaran matematika merupakan pembelajaran yang sangat erat hubungannya dengan kalkulasi, rumus dan perhitungan. Pemanfaatan multimedia dalam pembelajaran matematika memberikan wujud yang baru dalam pembelajaran agar lebih kontekstual dan tidak terlalu terkesan abstrak. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pelatihan terstruktur dengan memanfaatkan media zoom yang terdiri dari 50 peserta. Hasil dari pelatihan tesebut menunjukan peningkatan pemahaman dari guru matematika untuk memanfaatkan multimedia dalam membantu proses pembelajaran matematika. Selain itu berdampak pada peningkatan motivasi dan minat belajar siswa dalam belajar matematik
INTERFAITH YOUTH LEADERSHIP DALAM MENANGKAL RADIKALISME DI MA UNWANUL FALAH NW
Pembinaan pengetahuan siswa tentang radikalisme adalah salah satu variabel kunci dalam membina dan mewujudkan kerukunan dan inklusi sosial, serta membangun negara Pancasila yang bersendikan kemerdekaan beragama sebagai diafirmasi oleh Sila pertama Pancasila dan dijamin oleh UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, Pasal 29 Ayat (2). Sekolah sebagai heterogenitas sosial kultural yang tinggi merupakan kantung masyarakat yang dituntut untuk memainkan peran positif sebagai representasi negara dalam wajah yang lebih spesifik dan partikular. Pengabdian ini membawa misi pemetaan wacana dan gerakan “Interfaith Youth Leadership” yang dilaksanakan di MA Unwanul Falah NW, dengan melakukan pre tes dan post tes. Kegiatan ini berdampak pada: (1) adanya perubahan pengetahuan terhadap saluran penyebaran radikalisme sehingga membantu siswa mengidentifikasi pola penyebaran ide dan sarana-sarana radikal, (2) siswa menyadari pemahaman tujuan radikalisme menjadi penting untuk diketahui agar mereka mampu mengetahui dan memahami sikap yang bisa dikenali dari sikap dan paham radikal, (3) siswa menunjukkan respon positif, perhatian, dan mengikuti kegiatan Interfaith Youth Leadership radikalisme sangat baik, siswa memberikan, mengajukan pertanyaan, pendapat, dan memberikan jawaban dari pertanyaan narasumber dengan baik, hal ini menunjukan bahwa siswa sebagai generasi muda memiliki respon sangat baik dalam upaya menangkal radikalisme
PELATIHAN PEMBUATAN HIDRPONIK BAGI SISWA SMP
Program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk membina siswa SMP dengan memberikan pelatihan pembuatan hidroponik bagi siswa SMP di SMP N 3 Magelang dengan mitra OSIS dan Pramuka. Sekolah tersebut mendidik siswanya untuk menjaga lingkungan sekolah dan meningkatkan semangat belajar siswa melalui program adiwiyata. Namun, sekolah masih mengalami kendala akan keberlanjutan program adiwiyata tersebut. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan pelatihan pembuatan hidroponik dalam bentuk mini garden. Kegiatan pelatihan ini melibatkan siswa untuk turut serta dalam pembuatan hidroponik, sehingga dapat mendidik siswa dalam menjaga lingkungan sekolah agar tetap asri. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan kegiatan ini yaitu melalui metode pelatihan pembuatan hidroponik. Teknis pelatihan pembuatan hidroponik dengan pembuatan lubang instalasi hidroponik, melakukan penyemaian dengan memilih benih yang baik, memasukkan benih pada rockwool yang telah dilubangi keci-kecil dan diletakkan mengapung pada tempat yang telah diberi nutrisi. Setelah kurang lebih 10 hari (tanaman sudah mulai tumbuh) dilakukan pemindahan ke lubang pralon. Langkah selanjutnya adalah melakukan pemantauan secara berkala tanaman tersebut. Setelah kurang lebih 1,5 bulan tanaman tersebut siap dilakukan pemanenan.