Repository Universitas Jenderal Soedirman

Repository Universitas Jenderal Soedirman
Not a member yet
    27468 research outputs found

    Crafting Customer Loyalty: A Structural Model of Experience, Commitment, and Engagement (Study On Customer of Bank Rakyat Indonesia)

    Get PDF
    Penelitian ini menyelidiki hubungan antara pengalaman pelanggan, keterlibatan pelanggan, komitmen pelanggan, dan loyalitas pelanggan di sektor perbankan, dengan fokus khusus pada Bank Rakyat Indonesia (BRI). Menggunakan pendekatan model persamaan struktural (SEM), penelitian ini menganalisis data yang dikumpulkan dari 182 nasabah BRI di Purwokerto, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi temuan yang tidak konsisten dalam penelitian sebelumnya mengenai pengaruh pengalaman pelanggan terhadap loyalitas pelanggan dengan memperkenalkan keterlibatan pelanggan dan komitmen sebagai variabel mediasi. Temuan utama menunjukkan bahwa pengalaman pelanggan berpengaruh positif terhadap keterlibatan dan komitmen pelanggan, yang pada gilirannya memengaruhi loyalitas pelanggan secara signifikan. Selain itu, korelasi antara keterlibatan pelanggan dan komitmen menyoroti peran saling terkait mereka dalam membangun hubungan pelanggan jangka panjang. Wawasan ini menekankan pentingnya strategi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan guna membangun loyalitas, terutama melalui inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan dan komitmen pelanggan. Implikasi praktis dari penelitian ini memberikan panduan berharga bagi Bank BRI dan institusi keuangan lainnya dalam mengembangkan strategi retensi pelanggan yang efektif di pasar yang semakin kompetitif

    The Correlation Between Psychological Well-Being and Self-Management Behavior on Hypertensive Elderly at Karangnangka Village

    Get PDF
    Latar Belakang: Manajemen diri pada lansia dengan hipertensi masih menjadi tantangan signifikan, ditandai dengan rendahnya kepatuhan dalam menerapkan pola hidup sehat, pengobatan, dan pemantauan kondisi kesehatan. Rendahnya kemampuan manajemen diri berpotensi meningkatkan risiko komplikasi hipertensi. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku manajemen diri adalah kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesejahteraan psikologis dan perilaku manajemen diri pada lansia hipertensi. Metodologi: Metodologi penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik sampling menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 104 responden lansia hipertensi. Data diambil dengan menggunkan kuesioner Psychological Well-Being Scale (PWBS) dan Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) menggunakan skala likert. Analisis menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji Somers’d. Hasil Penelitian: Hasil univariat menunjukkan karakteristik responden mayoritas berusia 60-69 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan terakhir tidak tamat sekolah, dan mengalami hipertensi selama 1-5 tahun. Mayoritas lansia memiliki tingkat kesejahteraan psikologis rendah sebesar 47,1%, tingkat perilaku manajemen diri hipertensi buruk sebesar 60,6%. Analisis uji Somers’d menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kesejahteraan psikologis dengan perilaku perawatan diri hipertensi dengan nilai p-value = <0,001 (p<0,05). Derajat kolerasi termasuk dalam kategori kuat dengan nilai r = 0,746. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kesejahteraan psikologis terhadap perilaku manajemen diri pada lansia dengan hipertensi dengan arah hubungan positif. Semakin tinggi kesejahteraan psikologis lansia, semakin baik perilaku manajemen diri hipertensi

    Keberhasilan Implementasi Aplikasi ‘AoRA’ dalam Pengelolaan Kearsipan Laporan Masyarakat di Ombudsman RI

    Get PDF
    Ombudsman Republik Indonesia pada penyelenggaraan e-government turut menggunakan beberapa aplikasi untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan berbasis digital. Salah satu aplikasi yang digunakan di Ombudsman Republik Indonesia adalah aplikasi AoRA (Archive of Report Application). Aplikasi AoRA bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan arsip Laporan Masyarakat. Aplikasi ini turut mendorong peningkatan aksesibilitas dokumen Laporan Masyarakat melalui pengelolaannya menggunakan sistem informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi aplikasi AoRA dalam pengelolaan kearsipan Laporan Masyarakat di Ombudsman RI, sekaligus mengkaji penerapannya sebagai bentuk penyelenggaraan e-government. Penelitian ini menggunakan Model Keberhasilan Sistem Informasi oleh DeLone dan McLean (1992), yang terdiri atas kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality), penggunaan (use), kepuasan pengguna (user satisfaction), dampak individual (individual impact), dan dampak organisasi (organizational impact). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui pengumpulan data berdasarkan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terkait implementasi aplikasi AoRA. Teknik yang digunakan dalam pemilihan informan adalah teknik purposive sampling. Analisis interaktif diterapkan untuk menguraikan hasil penelitian berdasarkan model analisis Miles, Huberman, dan Saldana (2014), serta teknik triangulasi yang digunakan untuk validitas data sebagai pemeriksaan kembali, sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat dan komprehensif terhadap fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi aplikasi AoRA ditunjukkan oleh kemudahan penggunaan, efektivitas pengelolaan kearsipan digital, serta kontribusi aplikasi dalam menciptakan efisiensi operasional organisasi. Aplikasi ini memberikan dampak positif terhadap produktivitas kerja pengguna dan akuntabilitas organisasi, dengan mendukung tercapainya pelaksanaan e-government yang efisien. Ketergantungan pada stabilitas jaringan internet, kompetensi SDM yang belum mumpuni seluruhnya, belum adanya pengembangan fitur sesuai dengan kebutuhan penggunanya, serta belum adanya keterhubungan langsung antara aplikasi AoRA dengan aplikasi lain dalam pengelolaan Laporan Masyarakat masih menjadi tantangan yang dihadapi. Pelaksanaan penguatan infrastruktur jaringan, optimalisasi fitur dan integrasi antar sistem informasi, serta pengembangan kompetensi SDM akan mendorong keberhasilan implementasi aplikasi AoRA secara lebih lanjut

    Pemetaan Geologi Daerah Pandanarum dan Sekitarnya, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah

    Get PDF
    Lokasi penelitian berada di daerah Pandanarum yang secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah dengan luasan daerah 25km². Penelitian dilakukan bertujuan untuk menghasilkan infomasi geologi untuk mengetahui satuan geomorfologi, tatanan stratigrafi, dan struktur geologi, sejarah geologi, potensi sumber daya geologi dan bencaca geologi. Informasi tersebut berupa peta dengan skala 1:25.000 dan laporan geologi daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam pemetaan geologi adalah studi pusataka dan pemetaan geologi permukaan untuk memperoleh fakta dari gejala – gejala yang ada secara faktual di lapangan berupa singkapan batuan, morfologi, struktur geologi, sumber daya alam dan sumber bencana alam. Kemudian dilakukan kerja laboratorium maupun studio untuk mengolah data yang di dapatkan. Pada klasifikasi BMB, Satuan Geomorfologi daerah penelitian adalah Satuan Perbukitan Aliran Lava Pandanarum, Satuan Punggungan. Homoklin Pandanarum dan Satuan Perbukitan Aliran Breksi Vulkanik Pandanarum. Pada daerah penelitian termasuk kedalam tiga formasi batuan yaitu Formasi Rambatan (Tmr), Formasi Halang (Tmph), dan Formasi Kumbang (Tmpk). Terdapat 3 satuan pada daerah penelitian dari tua ke muda yaitu, satuan batulempung, satuan breksi vulkanik dan satuan lava andesit. Dari pola kelurusan bukit dan lembah yang didapat dari SRTM, daerah penelitian diinterpretasikan memiliki arah tegasan Timur Laut – Barat Daya. Sejarah geologi daerah penelitian dipengaruhi oleh aktivitas vulkanisme dari gunungapi dan fase tektonik yang menghasilkan adanya sesar menadatar. Terdapat potensi sumberdaya berupa tambang batuan andesit dan potensi bencana geologi berupa gerakan tanah

    Pengaruh Kontribusi Infrastruktur, Investasi, Jumlah Penduduk dan Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah di 5 Kabupaten/Kota Jawa Tengah

    Get PDF
    Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Tengah menduduki urutan ketiga terendah di Pulau Jawa tahun 2021-2023. Jika dilihat dari pertumbuhan PAD di Kabupaten/Kota Jawa Tengah tidak semuanya menunjukkan tren positif, beberapa justru mengalami penurunan bahkan sampai ke angka negatif, seperti yang terjadi di Kabupaten Klaten, Kebumen, Wonogiri, Karanganyar dan Kota Magelang menunjukkan pertumbuhan PAD terendah kelima di Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh Kontribusi Infrastruktur, Investasi, Jumlah Penduduk, dan Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di 5 Kabupaten/Kota Jawa Tengah periode 2016-2023 secara parsial dan secara bersama-sama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang berasal dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. Data yang digunakan pada penelitian ini 5 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah pada tahun 2016-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian analisis regresi data panel dengan model terbaik yang dipilih Fixed Effect Model (FEM) dengan menggunakan software Eviews 12. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa (1) penelitian secara parsial pada jumlah penduduk dan sektor pariwisata berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Klaten, Kebumen, Wonogiri, Karanganyar, dan Kota Magelang. Sementara itu, kontribusi infrastruktur dan investasi tidak berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Klaten, Kebumen, Wonogiri, Karanganyar, dan Kota Magelang. (2) Secara bersama-sama variabel kontribusi infrastruktur, investasi, jumlah penduduk, dan sektor pariwisata berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Klaten, Kebumen, Wonogiri, Karanganyar, dan Kota Magelang. Implikasi penelitian ini terhadap pemerintah daerah, diharapkan pemerintah daerah dapat menerapkan kebijakan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, seperti menyediakan program pelatihan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, mendorong penciptaan lapangan kerja, mendukung usaha kecil dan menengah, meningkatkan kualitas dan layanan hotel sesuai dengan standar internasional atau lokal untuk meningkatkan daya saing, meningkatkan kualitas dan kuantitas destinasi wisata seperti pengembangan wisata berbasis budaya, alam, dan ekowisata yang dapat memperluas pasar pariwisata sekaligus memperkuat daya tarik daerah

    Pengaruh Knowledge Sharing dan Absorptive Capacity terhadap Produktifitas Karyawan PT. PLN (Persero) UPT Purwokerto

    Get PDF
    Produktivitas karyawan merupakan kemampuan karyawan untuk menghasilkan output yang optimal dalam waktu dan sumber daya yang tersedia dan dalam implementasinya, terkait dengan efisiensi dan efektivitas pemberian layanan di lembaga publik. Sebagai salah satu lembaga publik strategis dalam penyediaan transmisi listrik, PT PLN (Persero) UPT Purwokerto menghadapi tantangan produktivitas, terkait dengan tingginya frekuensi gangguan yang terjadi, yang berdampak pada belum optimalnya produktivitas operasional organisasi. Dengan demikian, penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh knowledge sharing dan absorptive capacity terhadap produktivitas karyawan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan metode sampel jenuh, di mana seluruh populasi, sebanyak 63 karyawan PT. PLN (Persero) UPT Purwokerto dijadikan responden. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner, yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara bertahap. Pertama, statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai karakteristik responden dan distribusi variabel penelitian. Kedua, dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas untuk memastikan model regresi linier berganda memenuhi syarat. Uji hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linier berganda untuk mengukur pengaruh knowledge sharing dan absorptive capacity terhadap produktivitas karyawan, baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji validitas instrumen penelitian valid, sementara uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach's Alpha lebih dari 0,7, yang berarti instrumen konsisten. Temuan penelitian didapat bahwa analisis regresi parsial menunjukkan knowledge sharing berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan (p = 0,000, β = 0,421). Absorptive capacity juga memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas (p = 0,002, β = 0,367). Secara simultan, kedua variabel menunjukkan pengaruh signifikan terhadap produktivitas dengan nilai F sebesar 45,23 (p = 0,000). Koefisien determinasi (R²) sebesar 68,4% menunjukkan bahwa variasi produktivitas karyawan dapat dijelaskan oleh kedua variabel ini, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulannya knowledge sharing dan absorptive capacity memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan, baik secara parsial maupun simultan. Penerapan knowledge sharing yang efektif mampu menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan mendukung produktivitas. Absorptive capacity memungkinkan karyawan lebih adaptif dalam memahami dan menerapkan pengetahuan baru, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas. Kombinasi kedua variabel ini menciptakan sinergi yang kuat dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya manajemen untuk memperkuat budaya berbagi pengetahuan dan mengembangkan kapasitas penyerapan melalui pelatihan berkelanjutan dan platform berbasis teknologi

    Description of Volunteer Knowledge Level Related to First Aid for Climbing Accident on Mount Slamet

    Get PDF
    The phenomenon of sport climbing is increasingly in demand by many people and is increasing every year, so the prevalence of climbing accidents is also increasing. Among them are hypothermia, musculoskeletal trauma, and acute mountain sickness (AMS). Volunteers as the frontline in accident cases have knowledge related to first aid. This study aimed to determine the volunteer knowledge level related to first aid in climbing accidents. This study used a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. Respondents were 75 volunteers at each Mount Slamet climbing base camp selected using the total sampling technique and univariate analysis method. This research is located at 7 Mount Slamet climbing base camp in November-December 2024. Based on the results of the questionnaire First Aid in Climbing Accidents show the results of 36 respondents (48.00%) in the category of sufficient knowledge level, and the majority have attended first aid training (89,30%). The results of this study indicate that first aid volunteers' knowledge of climbing accidents is sufficient

    Hubungan Paparan Pestisida terhadap Kejadian Hipertensi pada Petani di Desa Cindaga Kabupaten Banyumas

    Get PDF
    Latar Belakang: Pestisida adalah bahan beracun berbahaya yang digunakan petani untuk membasmi atau membunuh hama. Pestisida jika digunakan tidak sesuai prosedur dapat menimbulkan dampak positif dan negatif bagi manusia dan lingkungan secara langsung ataupun tidak langsung. Pestisida dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui tiga cara yaitu melalui kulit, mulut dan pernafasan. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang signifikan, terutama di kalangan petani yang sering terpapar pestisida dalam proses pertanian.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara paparan pestisida dengan kejadian hipertensi pada petani di Desa Cindaga Kecamatan Kebasen. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 87 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan tensi darah. Sampel diambil menggunakan metode simpel random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p value = 0,014), tingkat pendidikan (0,000), frekuensi penyemprotan(0,000), lama penyemprotan (0,007), penggunaan alat pelindung diri (0,011) dan masa kerja (0,000). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat hipertensi (0,230), dosis pestisida (0,760), jumlah pestisida (0,341), dan layanan kesehatan (0,887). Kesimpulan: Terdapat faktor yang berhubungan terhadap kejadian hipertensi pada petani di Desa Cindaga Kabupaten Banyumas yaitu tingkat pendidikan, usia, masa kerja, lama penyemprotan, frekuensi penyemprotan, dan kelengkapan alat pelindung diri

    The Effect of Government Policy, Digitalization, and Market Access on MSMEs Growth in Banyumas Regency

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kebijakan Pemerintah, Digitalisasi, dan Akses Pasar terhadap Pertumbuhan UMKM di Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh kebijakan pemerintah, digitalisasi, dan akses pasar terhadap pertumbuhan UMKM di Kabupaten Banyumas. UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian, namun berbagai tantangan dihadapi oleh UMKM dalam meningkatkan pertumbuhan usahanya. Kebijakan pemerintah mencakup regulasi, bantuan dana, pelatihan dan pendampingan untuk mendukung perkembangan UMKM. Digitalisasi mengacu pada adopsi teknologi digital dalam proses bisnis, seperti pemasaran daring. Akses pasar melibatkan kemampuan UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif, dengan metode survey melalui kuesioner yang disebarkan kepada pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear bergana untuk menguji hubungan antara variabel independen (kebijakan, pemerintah, digitalisasi, dan akses pasar) terhadap variabel dependen (pertumbuhan UMKM). Hasil dari penelitian ini adalah variabel kebijakan pemerntah dan akses pasar berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan UMKM di Kabupaten Banyumas. Sedangkan variabel digitalisasi tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan UMKM di Kabupaten Banyumas. Variabel yang memiliki pengaruh paling besar pada penelitian ini adalah variabel kebijakan pemerintah. Temuan ini memberikan implikasi pelaku UMKM dianjurkan untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah, seperti insentif usaha, pelatihan, dan program pendampingan, untuk meningkatkan kapasitas mereka dengan mengikuti pelatihan dan memanfaatkan subsidi yang tersedia. Meskipun digitalisasi dalam penelitian ini tidak menunjukkan pengaruh signifikan, pelaku UMKM tetap disarankan untuk meningkatkan literasi digital secara bertahap, seperti menggunakan e-commerce dan media sosial untuk pemasaran, sementara pemerintah memperbaiki pelatihan yang relevan, memberikan subsidi alat digital, dan meningkatkan infrastruktur teknologi. Untuk memperluas akses pasar, pelaku UMKM perlu aktif mengikuti pameran produk, bekerja sama dengan distributor, dan memanfaatkan platform digital, dengan dukungan pemerintah melalui program seperti penciptaan marketplace khusus produk lokal, penyelenggaraan pameran dagang, pembentukan kemitraan strategis dengan perusahaan besar, serta pembukaan peluang ekspor melalui dukungan administratif dan promosi

    Determinan Perilaku Pencegahan Kanker Serviks pada Wanita Usia Subur (WUS) di Desa Purwojati Kabupaten Banyumas Tahun 2024

    Get PDF
    Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyakit yang terjadi karena sel abnormal pada bagian leher rahim wanita. Penyakit ini menduduki peringkat kedua tertinggi kasus kematian akibat kanker pada wanita. Upaya pencegahan kanker serviks penting dilakukan pada Wanita Usia Subur (WUS). Tujuan dari penelitian ini mengetahui determinan perilaku pencegahan kanker serviks pada WUS. Metode Penelitian: Penelitian ini secara kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian adalah WUS usia 26-45 tahun di Desa Purwojati. Pengambilan sampel secara simple random sampling diperoleh 119 responden. Variabel penelitian meliputi perilaku pencegahan kanker serviks, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, dan isyarat bertindak. Pengambilan data secara wawancara kuesioner dan dianalisis univariat, bivariat dengan chi square, dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil Penelitian: Perilaku pencegahan kanker serviks pada responden mayoritas baik (64,7%). Faktor yang berhubungan terhadap perilaku pencegahan kanker serviks kepada WUS berdasarkan uji chi square yaitu pengetahuan (p=0,000), persepsi keparahan (p=0,001), persepsi manfaat (p=0,012), dan persepsi hambatan (p=0,003). Hasil uji multivariat faktor yang paling berpengaruh adalah pengetahuan (p=0,000) diikuti persepsi keparahan (p=0,014), persepsi manfaat (p=0,040), dan persepsi hambatan (p=0,012). Persepsi kerentanan dan isyarat bertindak tidak berpengaruh terhadap perilaku pencegahan kanker serviks pada WUS. Kesimpulan: Faktor yang berpengaruh dengan perilaku pencegahan kanker serviks pada WUS yaitu pengetahuan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan. Pengetahuan menjadi faktor yang paling berpengaruh (p=0,000). Perlu peningkatan edukasi kesehatan pencegahan kanker serviks dan pemerataan program deteksi dini kanker serviks pada WUS

    25,888

    full texts

    27,468

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Jenderal Soedirman is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Repository Universitas Jenderal Soedirman? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!