27468 research outputs found
Sort by
Pengaruh Paparan Benzo(a)pyrene terhadap Berat Badan Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Galur Wistar
Latar belakang: Benzo[a]pyrene (BaP) merupakan salah satu contoh Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH). PAH adalah senyawa yang terdiri atas atom karbon dan hidrogen yang memiliki sifat hidrofobik. Senyawa PAH terutama ditemukan dalam minyak bumi beserta turunannya dalam bentuk BaP. Pada mamalia, BaP mudah diserap dengan cara inhalasi, pemberian oral, atau melalui kulit. Paparan BaP melalui udara, banyak didapat pada pekerja tambang dan pengolahan minyak bumi, polisi lalu lintas, tukang parkir, serta pekerja yang berada di sekitar jalan raya, sehingga BaP masuk dalam kategori polusi udara. Polusi udara berhubungan dengan kejadian obesitas melalui jalur peradangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan BaP terhadap berat badan tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni, pre and post-test with control group design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pengambilan sampel menggunakan rumus Federer dengan total sampel sebesar 6 tikus setiap kelompok ditambah 2 sebagai drop out sehingga total keseluruhan adalah 32 tikus dibagi dalam 4 kelompok perlakuan. Setiap kelompok diberikan variasi dosis yang berbeda yaitu 0 μg (K), 2,5 μg (P1) , 5 μg (P2), dan 10 μg (P3). Penelitian selama 21 hari dengan ditetesi BaP di hidung (inhalasi). Hasil: Berat badan hewan coba ditimbang setiap minggu dan didapatkan hasil rerata pada minggu ke-3 adalah 226,13 g (K), 218 g (P1), 235,86 g (P2), dan 238, 38 g (P3). Hasil selisih rerata pre dan post test didapatkan 16,75 g (K), 28,29 g (P1), 42 g (P2), dan 35 g (P3) Analisis data menggunakan one-way ANOVA. Berdasarkan analisis statistik diperoleh nilai p value sebesar 0,155 (p value dikatakan bermakna jika <0,05). Kesimpulan: Sesuai dengan hasil, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara pengaruh paparan BaP dengan berat badan tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar
Hubungan Antara Personal Hygiene dan Karakteristik Tempat Tinggal Dengan Pediculosisi Capitis Pada Santriwati Pondok Pesantren Darul Quran Karang Tengah Baturraden
Latar Belakang : Pediculosis capitis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh Pediculus humanus capitis yang dapat menyerang rambut dan kulit kepala. Penyakit ini merupakan masalah kesehatan yang telah mendunia yang terjadi paling banyak pada perempuan yang disebabkan karena personal hygiene buruk dan tingkat kepadatan hunian yang tinggi. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan personal hygiene dan karakteristik tempat tinggal dengan pediculosis capitis pada santriwati Metode : Penelitian observasional analitik dengen proses pendekatan kasus cross sectional study. Analisis data menggunakan uji Chi Square, Uji Fisher, dan Uji Pearson. Hasil : Jumlah kejadian pediculosis capitis terbanyak didapatkan hasil 42,9% pada usia 13 tahun. Hasil uji Chi Square menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antara personal hygiene dengan pediculosis capitis. Uji Fisher menunjukkan hubungan yang signifikan antara kepadatan hunian dengan pediculosis capitis. Uji Pearson tidak terdapat korelasi antara personal hygiene dengan pediculosis capitis dan terdapat korelasi antara kepadatan hunian dengan pediculosis capitis. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara personal hygiene dengan pediculosis capitis dan terdapat hubungan yang signifikan antara kepadatan hunian dengan pediculosis capitis di pondok pesantren Darul Quran Karang Tengah Baturaden tahun 2024
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Ketimpangan Pendapatan di Provinsi Papua Periode 2016-2023
Ketimpangan pendapatan di provinsi papua selama tujuh tahun terakhir relatif tinggi. Ketimpangan pendapatan membuat pembangunan di wilayah dan daerah berbeda-beda sehingga menimbulkan permasalahan kesejahterahaan di berbagai daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia terhadap ketimpangan pendapatan. Meteode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Data yang digunakan adalah laporan kependudukan setiap kabupaten/kota Provinsi Papua yang terdaftar di Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2016-2023. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 29 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua periode 2016-2023. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan model Fixed Effect Model. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusua (IPM) berpengaruh signifikan tterhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Papua periode 2016-2023. Pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruih positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Papua. Dengan kata lain, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan IPM yang meningkat akan mendorong peningkatan ketimpangan pendapatan. Pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berpengaruh positif terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Papua menunjukkan bahwa pembangunan di Papua selama ini masih dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat. Oleh karena itu, pemerataan pembangunan antar daerah dan antar penduduk perlu dioptimalkan. Pembangunan seyogyanya mampu dinikmati oleh seluruh masyarakat Papua
Resistensi Perempuan terhadap Budaya Kawin Tangkap dalam Novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam (2020) Karya Dian Purnomo
Tatanan masayarakat secara umum menempatkan posisi perempuan di bawah laki-laki. Hal ini tidak terlepas dari konstruksi gender dalam masyarakat patriarki yang melekatkan perbedaan sifat, karakter, ciri-ciri, dan fungsi tertentu kepada laki-laki dan perempuan. Perbedaan gender ini tak jarang melahirkan ketidakadilan gender sehingga menimbulkan berbagai perlawanan dari kelompok tertindas, yakni perempuan. Perlawanan perempuan dilakukan melalui beberapa media, salah satu media tersebut adalah karya sastra. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gambaran ketidakdilan dan perlawanan perempuan terhadap budaya kawin tangkap yang terdapat dalam novel. Penelitian ini menggunakan data primer berupa novel "Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam" Karya Dian Purnomo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analis isi kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa novel "Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam" terdapat gambaran bentuk ketidakadilan serta perlawanan perempuan. Ketidakadilan terhadap perempuan meliputi marginalisasi, stereotipe, subordinasi, beban ganda, dan kekerasan. Perlawanan perempuan didasari pada teori James C. Scott dengan dua kategori bentuk perlawanan yaitu, perlawanan terbuka dan tertutup. Hasil ini menekankan bahwa perlawanan tertutup dinilai lebih efektif dibanding dengan perlawanan terbuka
Implementasi Kebijakan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019 Tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) (Studi Kasus Tahapan Perencanaan Penganggaran di Kabupaten Ciamis)
Di era modern seperti sekarang ini banyak hal memerlukan digitalisasi. Dalam tatanan pemerintahan, digitalisasi digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sistem Pemerintahan Daerah yang dibuat oleh Kementerian Dalam Negeri merupakan suatu aplikasi yang digunakan oleh seluruh Indonesia dengan tujuan dapat mempermudah dalam proses tatanan pemerintahan. SIPD ini dapat digunakan dalam proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan seperti RKA, RKPD, RPJMD, dan RPJPD. Namun pada proses implementasi kebijakan SIPD ini masih terdapat beberapa permasalahan sehingga implementasi SIPD ini dapat dikatakan belum optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019 Tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di Kabupaten Ciamis pada Tahapan Perencanaan dan Penganggaran, dan untuk menganalisis pegawai pemerintah daerah dalam melihat manfaat dan hambatan pada penggunaan SIPD dalam proses perencanaan dan penganggaran.
Penelitian ini menggunakan teori Implementasi Kebijakan Warwick yang menyebutkan empat aspek penting seperti kemampuan organisasi, informasi, dukungan, dan pembagian potensi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan pada penelitian ini yaitu teknik purposive sampling. Sasaran penelitian ini yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, serta OPD pelaksana kebijakan SIPD.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Kabupaten Ciamis dengan Bappeda sebagai leading sector tahapan perencanaan dan BPKD sebagai leading sector tahapan penganggaran dapat dikatakan baik. Kemampuan organisasi dalam mengelola organisasi pada implementasi kebijakan SIPD ini sudah baik, pimpinan sudah baik dalam mengkoordinasikan kepada internal dan OPD. Informasi yang disampaikan dari pusat telah tersampaikan dengan baik kepada OPD oleh leading sector, selain itu faktor dukungan dalam proses implementasi kebijakan ini dapat membantu keberhasilan kebijakan, dan pembagian potensi yang dilakukan pimpinan sudah dikatakan baik. Namun dalam implementasi kebijakan ini masih banyak hambatan, error system menjadi suatu kendala yang sering terjadi sehingga dapat menyebabkan keterlambatan dalam penginputan, selain itu keterbatasan kualitas sumber daya manusia juga menjadi suatu permasalahan utama dalam implementasi kebijakan SIPD ini, selain itu untuk transparansi nya pun belum sepenuhnya optimal
Determinan Volume Ekspor Teh Indonesia
Teh merupakan salah satu komoditas yang konsisten menyumbangkan nilai ekspor bagi Indonesia setiap tahun. Namun, dalam 15 tahun terakhir, volume dan nilai ekspor teh Indonesia terus menurun. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus karena teh berkontribusi terhadap pendapatan negara. Selain itu, Indonesia merupakan bagian dari sepuluh eksportir teh terbesar dunia. Jika penurunan tren ini terus terjadi, maka Indonesia berpotensi kehilangan salah satu sumber pemasukkannya dan bergeser posisinya keluar dari bagian tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi volume ekspor teh Indonesia selama periode 2008-2022. Faktor-faktor tersebut meliputi Luas Lahan Panen, Jumlah Produksi, Nilai Tukar, Harga Ekspor, Harga Teh Internasional, dan Kebijakan Tarif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan sumber data sekunder yang bersumber dari situs resmi Badan Pusat Statistik, Bank Indonesi, International Trade Centre, dan World Bank. Data yang digunakan adalah jenis data time series tahun 2008-2022, serta dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan EViews 10.
Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor teh Indonesia, yaitu Luas Lahan Panen berpengaruh positif, karena jumlah tanaman teh yang dipanen menurun, produksi teh pun berkurang, yang secara langsung akan berdampak pada penurunan volume teh yang diekspor. Selain itu, Nilai Tukar berpengaruh negatif, dikarenakan ketidakstabilan rupiah terhadap dolar AS, mata uang utama perdagangan global, yang menurunkan permintaan ekspor Indonesia. Harga Ekspor juga berpengaruh negatif, karena rendahnya pengaruh teh Indonesia pada pasar teh internasional, sehingga harganya perlu dibuat kompetitif untuk dapat bersaing di pasar teh global.
Sementara itu, variabel Jumlah Produksi dan Harga Teh Internasional tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor teh Indonesia. Selain itu, variabel Kebijakan Tarif dihapus karena terkena efek multikolinearitas. Dengan demikian, seluruh variabel yang tersisa secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor teh Indonesia.
Implikasi yang dapat dilakukan dari hasil penelitian ini ialah pembuatan regulasi yang mendukung produksi teh, peremajaan perkebunan teh, peningkatkan kualitas teh, mempertahankan konsistensi rasa teh, stabilisasi nilai tukar, pengoptimalisasi pemasaran teh di pasar global, serta menjalin kerja sama dengan negara pengimpor. Upaya-upaya tersebut dapat mendorong volume teh Indonesia yang diekspor
Apakah Komunitas Online dan Keterlibatan Pelanggan yang Dimediasi dengan Ulasan Pelanggan Online Berpengaruh pada Minat Beli?
Penelitian ini menganalisis pengaruh keterlibatan pelanggan dan komunitas online yang dimediasi dengan ulasan pelanggan online terhadap minat beli. Dalam penelitian ini, melakukan survei kepada 175 responden merupakan mahasiswa aktif Universitas Jenderal Soedirman dengan rentang usia 17-25 tahun yang merupakan pengikut akun autobase @Unsoedfess1963 dan pernah membaca postingan terkait review makanan di akun @Unsoedfess1963 minimal tiga kali dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Model penelitian diuji secara empiris menggunakan dengan software SmartPLS menunjukan bahwa: (1) Keterlibatan Pelanggan berpengaruh positif terhadap Minat Beli (2) Keterlibatan Pelanggan berpengaruh positif terhadap Ulasan Pelanggan Online (3) Keterlibatan Pelanggan yang dimediasi dengan Ulasan Pelanggan Online berpengaruh terhadap Minat Beli (4) Komunitas Online berpengaruh positif terhadap Minat Beli (5) Komunitas Online berpengaruh positif terhadap Ulasan Pelanggan Online (6) Komunitas Online yang dimediasi dengan Ulasan Pelanggan Online berpengaruh positif terhadap Minat Beli (7) Ulasan Pelanggan Online berpengaruh positif terhadap Minat Beli
Penerapan Kebijakan Hilirisasi Kakao terhadap Daya Saing Ekspor Biji Kakao Indonesia di Pasar Internasional
Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2023 menyatakan Indonesia sebagai negara produsen biji kakao terbesar ketiga di dunia dengan rata-rata kontribusi sebesar 12,90% pada periode 2017-2021. Potensi biji kakao yang besar menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pemasok bahan mentah industri olahan kakao di negara lain. Pemerintah memberlakukan kebijakan bea keluar dan tarif bea keluar ekspor biji kakao yang berlandaskan pada Permenkeu No. 67/PMK.011/2010 dalam rangka untuk meningkatkan nilai tambah kakao dan menghidupkan kembali industri kakao domestik. Implementasi dari kebijakan hilirisasi masih menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi daya saing ekspor kakao di pasar internasional terutama untuk biji kakao dengan kode HS (Harmony System) 1801. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (a) Mengetahui keunggulan komparatif dan kompetitif ekspor biji kakao Indonesia di pasar internasional; (b) Mengetahui posisi perdagangan Indonesia untuk komoditas biji kakao di pasar internasional; (c) Menganalisis dampak penerapan kebijakan hilirisasi terhadap daya saing ekspor biji kakao Indonesia di pasar internasional. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif-deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus pada negara Indonesia mengenai dampak penerapan kebijakan hilirisasi terhadap daya saing ekspor biji kakao. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dalam bentuk runtut waktu (time series) selama periode 2010-2023 sebagai dampak penerapan kebijakan hilirisasi yang akan dibandingkan dengan data sebelum kebijakan tahun 2005-2009. Teknik pengambilan data dilakukan secara digital pada situs-situs resmi dinas dan badan terkait. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Revealed Comparative Adventage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), dan analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kebijakan hilirisasi biji kakao berpengaruh terhadap daya saing ekspor biji kakao Indonesia di mana mengalami penurunan daya saing ekspor biji kakao baik secara komparatif maupun kompetitif dan mengubah kecenderungan sebagai negara eksportir menjadi negara importir. Hal ini berbanding jauh dengan hasil perhitungan periode 2005-2009 sebelum penerapan kebijakan hilirisasi kakao di mana daya saing ekspor biji kakao Indonesia masih kuat secara komparatif maupun kompetitif dan memiliki kecenderungan sebagai negara eksportir. Efektivitas dalam penerapan instrumen kebijakan bea keluar ini tidak seluruhnya dalam kontrol pemerintah, sehingga tidak hanya berdampak positif tetapi juga berdampak negatif seperti meningkatnya impor biji kakao untuk pemenuhan kebutuhan domestik yang belum dapat tercukupi dari penawaran domestik biji kakao Indonesia
Implementasi Program Skrining Hipertensi di Puskesmas Sokaraja I Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun 2024
Latar Belakang : Penerapan skrining hipertensi di Puskesmas Sokaraja I merupakan salah satu kegiatan dari program pengendalian hipertensi dalam Posbindu PTM. Pelaksanaan skrining hipertensi di Puskesmas Sokaraja I ini telah berjalan sejak tahun 2018. Namun dalam pelaksanaan program masih menemui kendala sehingga belum dapat mencapai target ditentukan yaitu 90%. Sehingga perlu dilakukan analisis terkait implementasi program skrining hipertensi di Puskesmas Sokaraja I.
Metode : Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Sokaraja I pada bulan Oktober hingga November 2024. Dengan penentuan subyek penelitian menggunakan purposive samplimg. Analisis data yang digunakan adalah tematik analisis.
Hasil Penelitian : Program skrining hipertensi belum mencapai target (9,9%), hal ini disebabkan oleh beberapa kendala. Komunikasi dalam implementasi program memerlukan koordinasi aktif dari para pelaksana program dan masyarakat. Sumber daya dalam implementasi program menemui kendala pada SDM yang belum sesuai kebutuhan. Aspek disposisi masih perlu ditingkatkan oleh puskesmas. Struktur birokrasi seperti pembagian tugas telah dilaksanakan sesuai standar.
Kesimpulan : Implementasi program skrining hipertensi ini belum berhasil. Salah satu saran ditujukan bagi Puskesmas yaitu dapat meningkatkan koordinasi melalui sosialisasi masif, melatih kader bersertifikasi, memberikan insentif, serta mengembangkan inovasi dan tindak lanjut yang sesuai
Urbanization and Environmental Degradation in 'Where Do the Children Play?' Music Video (2020) : An Eco-Semiotics Analysis
An Eco-semiotics analysis reveals urbanization and environmental degradation issues as as depicted in the music videos of Cat Stevens' "Where Do the Children Play?" analyzing the visual and lyrical elements through an Eco-semiotics framework, this research reveals how these songs construct ecological narratives that brought up industrialization and environmental degradation issues. This study emphasizes how the integration of visual and lyrical elements in popular music reflects and shapes societal perceptions of environmental issues. Through Eco-semiotics approach, the findings shows the significant role of artistic expression in fostering environmental awareness and advocating for ecological sustainability.
Keywords: Eco-semiotics, Music video analysis, Urbanization, Environmental Degradatio