27468 research outputs found
Sort by
Pengembangan Potensi Desa Alasmalang Menuju Desa Wisata Rintisan Melalui Community Based Tourism (CBT)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan potensi Desa Alasmalang sebagai desa wisata rintisan melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT). Desa Alasmalang memiliki potensi utama berupa budidaya durian bawor yang telah menjadi ikon lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran komunitas, seperti Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, PKK, Karang Taruna, dan Pokdarwis “Berkah Durian”, sangat penting dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Namun, belum semua indikator CBT terpenuhi secara optimal, terutama dalam aspek infrastruktur dan literasi pariwisata masyarakat. Pengembangan desa wisata Alasmalang masih memerlukan pendampingan dari berbagai pihak serta peningkatan kapasitas SDM lokal agar potensi agrowisata dapat dikelola secara berkelanjutan dan inklusif
Entrepreneurship Training Center Di PT Charoen Pokhpand
Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka Entrepreneurship Training Center Charoen Pokphand (MBKM ETC) merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh PT Charoen Pokphand untuk memperkenalkan dunia usaha dan dunia kerja lebih awal serta bertujuan untuk menstimulasi mahasiswa agar mempunyai rasa percaya diri, mau beradaptasi dengan lingkungan baru dan mau belajar hal baru. Kegiatan yang melatih mahasiswa untuk mempunyai jiwa Entreprenership yaitu meliputi magang di PT Prima Food International dan PT Cemerlang Unggas Lestari yang merupakan anak perusahaan PT Charoen Pokphand Indonesia serta kunjungan ke beberapa tempat anak Perusahaan lain seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Feed Mill Cirebon, PT BISI International Tbk, dan PT Charoen Pokphand Indonesia RPHU Banyumas.
Kegiatan yang lebih spesifik ketika magang di PT. Prima Food International yaitu mengikuti kegiatan langsung di toko retail Prima Freshmart. Prima Freshmart (PFM) merupakan brand retail dari PT Prima Food International, selain Prima Freshmart ada brand lain seperti Kios Unggas, Mitra Kios Unggas dan Ayam Hitz. Prima Freshmart merupakan retail yang menyediakan berbagai macam produk seperti ayam beku, ayam segar, nugget, sosis, bumbu masak, beras dan groceries dengan tujuan menjadi leader market penyedia bahan baku masa kini. Prima Freshmart sudah ada 158 store yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewah Yogyakarta. Prima Freshmart dan Kios Unggas dikelola secara berjenjang oleh team operafional dan didukung oleh team support (Marketing, Supply Chain, Project dan Property, Human Resource Devalopment dan Loss Prevention) dalam menjalankan fungsi bisnis. Prima Freshmart yang menjadi tempat magang penulis beralamat di Jalan Raya Beringin, Wonosari, Ngaliyan, Kota Semarang dengan nama Prima Freshmart Beringin Raya. Waktu pelaksanaan kegiatan di PFM dimulai tanggal 11 September 2023 sampai 29 September 2023 (19 hari).
Kegiatan utama yang dilakukan dalam Magang MBKM ETC CP adalah pemeliharaan ayam broiler. Kegiatan yang dilakukan mulai persiapan chick in sampai panen. Tempat magang penulis di Kandang Khaerun Farm dengan populasi 21.800 ekor yang beralamat di Desa KarangTalun Kidul, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas. Kandang yang digunakan adalah jenis closed house, ukuran 146 disetiap jalur, total satu lantai kandang berjumlah 1168 nipple. Pencahayaan pada kandang menggunakan lampu berwarna kuning dengan 3 jalur dengan jumlah 93 lampu dan satu lantai berjumlah 43 lampu total satu kandang berjumlah 45. Exhaust fan yang digunakan berukuran 50 inchi dengan jumlah 5 buah per lantai. Pengaturan suhu menggunakan temptron satu buah yang berada ditengah kandang. Sensor suhu ada dua buah yang diletakan di tengah kandang. Bangunan penunjang juga penting seperti gudang pakan, gudang peralatan dan kantor serta mess anak buah kandang (ABK)
Creating Bilingual Posters to Increase Human Trafficking Awarness at The Cilacap Class I Immigration Office
Laporan tugas akhir ini berjudul "Creating Bilingual Posters To Increase
Human Trafficking Awarness at The Cilacap Class I Immigration Office". Laporan
tugas akhir ini disusun berdasarkan kegiatan magang yang berlangsung selama tiga
setengah bulan, yakni sejak 20 Agustus hingga 3 Desember 2024, di Kantor
Imigrasi Kelas I Cilacap. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk merancang
tiga poster dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yang
berisi informasi serta imbauan terkait maraknya kasus perdagangan orang di masa
kini. Laporan tugas akhir ini mencakup seluruh rangkaian kegiatan yang telah
dilakukan selama magang, berbagai tantangan yang dihadapi, serta proses
pembuatan ketiga poster dwibahasa tersebut.
Proses pembuatan poster, dalam bentuk digital dan cetak, dilakukan melalui
beberapa tahapan. Tahapan pembuatan poster dimulai dengan kegiatan observasi,
dokumentasi, serta wawancara dengan Kepala Subbagian Teknologi dan Informasi.
Setelah itu, dilanjutkan ke tahap perancangan poster menggunakan platform Canva,
yang mencakup pemilihan latar belakang, jenis dan ukuran font, warna, elemen
visual, serta penataan layout. Selain aspek desain, penentuan konten juga menjadi
fokus utama, dengan memastikan informasi yang disampaikan relevan, jelas, dan
penting terkait isu perdagangan manusia.
Selama pelaksanaan magang serta proses pembuatan poster sebagai produk
tugas akhir, saya menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah
penyesuaian tata letak desain, merancang tema yang berbeda namun tetap saling
berkaitan antar poster, serta menentukan informasi yang tepat untuk dimasukkan
agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan jelas oleh pembaca. Proses
ini juga melibatkan sesi konsultasi bersama Kepala Subbagian Teknologi dan
Informasi selaku penanggung jawab pengelolaan media informasi, serta dengan
dosen pembimbing. Melalui kegiatan praktik kerja lapangan ini, dapat disimpulkan
bahwa Kantor Imigrasi Kelas I Cilacap membutuhkan materi informasi mengenai
isu perdagangan orang, khususnya dalam dua bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa
Inggris) mengingat pengunjung kantor tersebut berasal dari kalangan warga lokal
maupun asing
Memprediksi Penggunaan Excessive Product Packaging terhadap Green Brand Equity dengan Greenwashing dan Green Skepticsm Sebagai Variabel Mediasi pada Perilaku Pembelian Hijau Avoskin di Indonesia
Penelitian ini merupakan penelitian teoritis dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan dimensi waktu cross-section. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Excessive Product Packaging terhadap Green Brand Equity dengan greenwashing dan green skepticism sebagai variabel mediasi, serta pengaruh Green Brand Equity terhadap Green Purchasing Behavior pada konsumen produk kosmetik Avoskin di Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang menggunakan produk Avoskin di seluruh Indonesia, dengan sampel sebanyak 230 responden yang ditentukan berdasarkan rule of thumb Hair et al. (2019) terhadap 23 indikator pertanyaan. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program AMOS berbasis kovarians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Excessive Product Packaging berpengaruh positif terhadap Green Brand Equity. Selain itu, greenwashing dan green skepticism terbukti memediasi hubungan tersebut, dengan jalur mediasi melalui green skepticism menunjukkan pengaruh yang lebih kuat. Selanjutnya, Green Brand Equity memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap Green Purchasing Behavior, menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap merek hijau mendorong perilaku pembelian ramah lingkungan.
Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah memperkaya literatur mengenai pengaruh EPP dalam konteks ekuitas merek hijau dan kompleksitas persepsi konsumen terhadap klaim keberlanjutan. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan wawasan bagi perusahaan kosmetik dalam merancang strategi kemasan dan komunikasi keberlanjutan agar selaras dengan ekspektasi konsumen atas brand produk hijau dan meningkatkan loyalitas terhadap produk hija
Analisis Dinamika Ketertarikan Indonesia terhadap Proses Keanggotaan BRICS+
Ketertarikan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS+ muncul di tengah meningkatnya dinamika kerja sama Global South dalam merespons ketimpangan struktur ekonomi global. Di satu sisi, BRICS+ menawarkan peluang strategis bagi negara berkembang untuk memperluas pengaruh dalam tata kelola global. Di sisi lain, forum ini menyimpan potensi risiko kelembagaan yang dapat merugikan negara-negara anggotanya. Dalam situasi tersebut, Indonesia menghadapi dilema: antara keinginan untuk terlibat lebih jauh dalam forum multilateral non-Barat dan kewaspadaan terhadap kompleksitas internal BRICS. Berangkat dari dilema ini, tulisan ini mengeksplorasi proses pengambilan keputusan Indonesia melalui pendekatan hubungan principal-agent. Peneliti berpendapat bahwa keputusan Indonesia merupakan hasil dari pengkajian rasional terhadap empat indikator utama: moral hazard, asymmetric information, agency slack, dan agency cost. Indonesia menilai bahwa risiko-risiko tersebut dapat dikelola melalui diplomasi aktif, penguatan koordinasi domestik, dan dorongan terhadap reformasi kelembagaan BRICS. Lebih dari itu, langkah ini juga mencerminkan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, serta strategi pragmatis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam tatanan global yang semakin multipolar
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fraudulent Financial Reporting Ditinjau Dari Teori Fraud Hexagon Dengan Financial Distress Sebagai Variabel Kontrol
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor dalam teori Fraud Hexagon terhadap praktik Fraudulent Financial Reporting (FFR) pada perusahaan di sektor keuangan dan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019 hingga 2023, dengan memasukkan Financial Distress sebagai variabel kontrol. Fraud Hexagon Theory merupakan pengembangan dari teori sebelumnya seperti Fraud Triangle dan Fraud Pentagon, dengan menambahkan dua elemen penting, yaitu Ego dan Collusion, sebagai upaya untuk menjelaskan bentuk-bentuk kecurangan yang lebih kompleks dan modern. Penelitian ini menggunakan beberapa variabel dengan proksi spesifik untuk mengukur indikasi kecurangan laporan keuangan. Variabel Fraudulent Financial Reporting (FFR) diproksikan dengan F-Score yang mencerminkan kualitas akrual dan kinerja keuangan perusahaan. Stimulus diukur melalui rasio leverage, yaitu perbandingan total liabilitas terhadap total aset, sebagai indikasi tekanan keuangan. Capability diproksikan dengan frekuensi pergantian direktur selama masa pengamatan untuk menilai kemampuan pengendalian internal. Opportunity diukur dari sifat industri melalui perubahan rasio piutang terhadap penjualan, yang mencerminkan peluang manipulasi. Rationalization diproksikan dengan jumlah pergantian auditor, sebagai cerminan adanya pembenaran atas tindakan kecurangan. Variabel Ego/Arrogance dilihat dari jumlah foto CEO dalam laporan tahunan sebagai simbol dominasi eksekutif. Collusion diukur dari jumlah komisaris yang memiliki hubungan afiliasi dengan partai politik atau pemerintah, yang menunjukkan potensi kolusi. Terakhir, Financial Distress diproksikan menggunakan formula Z-Score untuk menilai tingkat tekanan keuangan yang dialami perusahaan. Data yang dianalisis berasal dari 88 perusahaan sektor keuangan dan perbankan selama lima tahun observasi, dan menghasilkan total 440 observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi fixed effects model dengan koreksi autokorelasi Autoregressive (AR(1)), menggunakan software STATA v.14 yang penulis nilai lebih tepat dalam pengolahan data panel serta pengujian diagnostik pada model penelitian ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa tekanan keuangan, kemampuan manajerial yang memadai, adanya peluang dalam sistem pengendalian, serta pembenaran atas tindakan curang merupakan faktor-faktor utama yang mendorong terjadinya kecurangan pelaporan keuangan. Meskipun sebagian besar variabel menunjukkan pengaruh signifikan terhadap Fraudulent Financial Reporting (FFR), variabel Rationalization dan Ego terbukti tidak berpengaruh. Hal ini mengindikasikan bahwa, dalam konteks perusahaan di sektor keuangan dan perbankan yang menjadi fokus penelitian, upaya pembenaran internal oleh manajemen yang diukur melalui frekuensi pergantian auditor eksternal tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap terjadinya manipulasi laporan keuangan. Selain itu jumlah foto CEO dalam laporan tahunan sebagai indikator Ego belum cukup kuat untuk menjelaskan kecenderungan perusahaan melakukan kecurangan laporan keuangan. Bisa jadi, ekspresi Ego melalui media visual tidak langsung berhubungan dengan keputusan strategis terkait pelaporan keuangan, atau perusahaan cenderung membatasi eksposur pribadi dalam dokumen resmi. Di sisi lain, variabel kontrol Financial Distress menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap FFR. Temuan ini menegaskan bahwa perusahaan yang berada dalam kondisi tekanan keuangan tinggi memiliki kecenderungan lebih besar untuk memanipulasi laporan keuangan. Tekanan ini dapat berasal dari keharusan mempertahankan kepercayaan pemegang saham, memenuhi ekspektasi pasar, atau menjaga hubungan baik dengan kreditur. Dengan demikian, Financial Distress bertindak sebagai pemicu utama, yang mendorong manajemen mencari jalan pintas melalui kecurangan untuk mempertahankan citra positif dan kelangsungan operasional perusahaan. Temuan ini mendukung kerangka Fraud Hexagon sebagai model teoritis yang kuat dalam menjelaskan perilaku kecurangan keuangan walaupun temuan pada peran Rationalization dan Ego perlu dikoreksi dan dipahami menggunakan teori lain seperti Situational Action Theory dan Self-Control Theory. Situational Action Theory (SAT) menyatakan bahwa tindakan menyimpang bukan hanya hasil dari disposisi internal seperti rasionalisasi moral, tetapi juga dipengaruhi secara kuat oleh faktor situasional, seperti pengawasan sosial, tekanan, dan peluang dalam lingkungan tertentu. Dengan demikian, seseorang yang memiliki kecenderungan membenarkan tindakan salah belum tentu melakukan fraud jika situasi tidak mendukung. Sedangkan Self-Control Theory menyatakan bahwa individu dengan kontrol diri yang tinggi akan lebih mampu menahan godaan untuk melakukan tindakan yang melanggar norma atau hukum, karena mereka mempertimbangkan dampak jangka panjangnya. Secara praktis, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi auditor, investor, dan regulator untuk lebih waspada terhadap perusahaan yang memiliki karakteristik sesuai dengan elemen Fraud Hexagon, serta mendorong sistem pengawasan internal sebagai upaya mitigasi risiko pelaporan keuangan yang menyesatkan
Analisis Deformasi Tanah Sebelum dan Sesudah Erupsi Gunung Agung Tahun 2018 dengan Metode DInSAR Berdasarkan Citra SAR Sentinel-1A
Erupsi gunung api terjadi ketika fluida mengalir melalui material padat dan terperangkap dalam celah atau rongga, sehingga membangun tekanan yang pada akhirnya dapat menyebabkan deformasi. Deformasi yang terjadi dapat berupa kenaikan muka tanah (uplift) dan penurunan muka tanah (subsidence). Gunung Agung merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia. Erupsi Gunung Agung 2018 terjadi pada 2 Juli 2018, dengan abu vulkanik mencapai ketinggian hingga 2.000 meter. Pada studi ini, deformasi tanah yang terjadi diamati menggunakan metode DInSAR (Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar). DInSAR menggunakan pasangan gambar SAR yang diakuisisi oleh satelit pada waktu yang berbeda dan di berbagai posisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati deformasi permukaan Gunung Agung menggunakan PyGMTSAR, menentukan nilai deformasi dengan QGIS, serta membandingkan peta deformasi yang dihasilkan dari PyGMTSAR, SNAP, dan Comet LiCS. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu enam pasang citra satelit sentinel-1A. Analisis QGIS menunjukkan kenaikan elevasi sebelum erupsi dengan nilai kenaikan 0,046 meter di puncak gunung. Kenaikan terdeteksi dalam rentang -0,07 hingga 0,07 meter (horizontal) dan -0,06 hingga 0,06 meter (vertikal). Setelah erupsi, terjadi penurunan dengan rentang -0,04 hingga 0,11 meter (horizontal) dan -0,04 hingga 0,07 meter (vertikal), dengan penurunan di puncak sebesar -0,013 meter. Hasil pengolahan dari PyGMTSAR, SNAP, dan Comet LiCS menunjukkan pola yang sama, yaitu adanya kenaikan permukaan tanah sebelum erupsi dan penurunan permukaan tanah setelah erupsi Gunung Agung
Analisis Komparasi Kinerja Keuangan Sebelum dan Selama Masa Pandemi Covid-19 Serta Pemetaan Strategi Investasi Pada Taspen Life Insurance
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan Taspen Life Insurance antara sebelum dengan selama pandemi Covid-19 dan membandingkannya dengan kinerja keuangan BPJS Ketenagakerjaan. Metode yang digunakan meliputi analisis rasio keuangan, metode duPont, common size, tren analisis, dan pemetaan strategi investasi dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP).
Hasil penelitian pertama menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan dalam kinerja keuangan Taspen Life Insurance sebelum dan selama pandemi COVID-19 berdasarkan pengukuran rasio likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan aktivitas. Sementara itu, hasil penelitian kedua menunjukkan adanya perbedaan kinerja keuangan antara Taspen Life Insurance dan BPJS Ketenagakerjaan yang diukur menggunakan rasio cepat, rasio lancar, rasio utang terhadap ekuitas, rasio pengembalian atas ekuitas, serta rasio perputaran total aset. Namun, tidak ditemukan perbedaan dalam kinerja keuangan yang diukur melalui rasio pengembalian atas aset dan rasio pengembalian atas investasi
Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum) Isolat Aspergillus Fumigatus Dari Pasien Otomikosis Secara In Vitro
Latar belakang masalah: Otomikosis merupakan infeksi jamur yang sering terjadi di saluran telinga luar, terutama pada bagian pinna auricular dan meatus acusticus externus. Jamur Aspergillus fumigatus adalah penyebab terbanyak penyakit infeksi otomikosis dan sudah banyak mengalami resistensi sehingga menyulitkan terapi. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai alternatif terapi antijamur adalah bawang putih (Allium sativum). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak bawang putih (Allium sativum) sebagai antijamur terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus fumigatus dari pasien otomikosis secara in vitro. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true experimental posttest only control group design dengan menggunakan metode sumuran untuk menentukan zona hambat yang terbentuk dari ekstrak bawang putih terhadap A. fumigatus. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 25%, 50%, 75%, kontrol negatif, kontrol DMSO 10%, serta kontrol positif. Analisis data menggunakan Uji Kruskal Wallis dikarenakan distribusi dapat tidak normal dan tidak homogen, kemudian dilakukan Uji Post Hoc Games Howel. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan zona hambat yang terbentuk pada pengujian ekstrak bawang putih konsentrasi 25%, 50%, dan 75% yaitu 6 mm, 6.75 mm, dan 11.8 mm. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak bawang putih, semakin besar diameter zona hambat yang terbentuk. Pada analisis data didapatkan untuk normalitas data p = 0.024, Homogenitas data didapatkan hasil p = 0.00, Uji Kruskal Wallis didapatkan nilai p = 0.026, dan Uji Post Hoc Games-Howell di dapatkan hasil p < 0,05. Kesimpulan: Ekstrak bawang putih mempunyai aktivitas sebagai antijamur terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus fumigatus pada pasien otomikosis secara in vitro
Efek Pemberian Kefir Susu Kambing Berbagai Dosis terhadap Kadar Trigliserida pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Model Diabetes Melitus Tipe 2
Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah penyakit kelainan metabolik yang utamanya ditandai dengan resistensi insulin. Kondisi ini akan mengganggu aksis adiposit-hepatosit sehingga menyebabkan peningkatan lipolisis dan juga lipogenesis yang kemudian menyebabkan peningkatan produksi trigliserida berlebih ke dalam darah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek pemberian kefir susu kambing berbagai dosis terhadap kadar trigliserida pada tikus putih (Rattus norvegicus) model DMT2. Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan pendekatan posttest only with control group design. Tiga puluh ekor tikus dibagi ke dalam lima kelompok secara acak. Kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B sebagai kontrol sakit yang induksi DMT2 dengan High-Fat-Diet (HFD) berupa otak sapi dan Streptozotocin (STZ) dosis 30 & 50 mg/kgBB, kelompok perlakuan C, D, E yang diinduksi DMT2-HFD-STZ dan diberi kefir susu kambing selama 28 hari dengan dosis berturut turut, yaitu 1, 2,1, dan 4,2 mL/200gBB/hari. Secara statistik, rerata kadar trigliserida (mg/dL) pada setiap kelompok tikus, yaitu kelompok A = 88,3 ± 13,30; B = 225,6 ± 141,88; C = 397,2 ± 77,69; D = 104,0 ± 23,81; E = 144,7 ± 69,62. Hasil uji non parametrik Kruskal-Wallis menunjukkan nilai p = 0,004 yang berarti terdapat perbedaan rerata kadar trigliserida yang signifikan antar kelompok. Uji Post Hoc Mann-Whitney juga menunjukkan perbedaan yang signifikan, yaitu antara kelompok A dengan B, A dengan C, B dengan D, C dengan D, dan C dengan E. Kefir susu kambing berbagai dosis memiliki efek terhadap kadar trigliserida tikus putih (Rattus norvegicus) model DMT2