27468 research outputs found
Sort by
Metabolisme Energi dan Performa Ternak Domba Lokal yang Diberi Jerami Padi Amoniasi dan Konsentrat Mengandung Tepung Daun Waru dan Daun Bambu
Penggunaan pakan konsentrat berlebih berisiko ternak mengalami gangguan kesimbangan rumen yang kemudian akan mengganggu proses metabolisme dan performa ternak. Flavonoid memiliki kemampuan memanipulasi kondisi rumen sehingga proses fermenasi dalam rumen berjalan optimal. Flavonoid ditemukan pada daun Waru (Hibiscus tiliaceus) dan daun Bambu (Gigantochloa apus), namun belum ada penelitian yang menggunakan kedua bahan tersebut secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh suplementasi tepung daun Waru (TDW) dan daun Bambu (TDB) terhadap metabolisme energi dan performa domba lokal yang diberi pakan jerami padi amoniasi dan konsentrat. Tepung daun Waru dan daun Bambu dibuat dari bagian daun yang berwarna hijau yang dikeringkan di bawah sinar matahari dan digiling menjadi bentuk tepung. Penelitian ini menggunakan 16 ekor domba lokal jantan berumur 12–18 bulan dengan rata-rata bobot badan awal sebesar 27.00±2.36 kg (koefisien keragaman 7.78%). Domba diacak secara sempurna sesuai rancangan acak lengkap (RAL) untuk menerima salah satu perlakuan berikut: P0 (jerami padi amoniasi + pakan konsentrat); P1 (P0 + 2,4 gram TDW); P2 (P0 + 1,8 gram TDW + 0,3 gram TDB); P3 (P0 + 1,2 gram TDW + 0,6 gram TDB) dengan 4 ulangan untuk setiap perlakuan. Konsentrat diberikan sebanyak 3% dari bobot hidup ternak dan jerami padi amoniasi secara adlibitum terkontrol. Data dianalisis menggunakan analisis variansi serta uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil analisis variansi menginformasikan bahwa suplementasi TDW dan TDB berpengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap konsumsi bahan kering dan konsumsi energi. Suplementasi 1.8 gram tepung daun Waru dan 0.3 gram tepung daun Bambu per kg konsentrat lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya dalam meningkatkan metabolisme energi dan performa domba lokal
Hubungan Kebiasaan Membaca Logo “Pilihan Lebih Sehat” dan Keputusan Pembelian terhadap Pola Konsumsi Minuman Siap Konsumsi dan Mie Instan pada Mahasiswa S-1 Unsoed
Latar Belakang: Pola konsumsi makanan dan minuman siap konsumsi diketahui dapat berpotensi meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Mahasiswa cenderung sering mengonsumsi makanan dan minuman tersebut karena kesibukan berkuliah. Pola konsumsi dapat timbul akibat kebiasaan membaca label pangan dan keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membaca logo “pilihan lebih sehat” dan keputusan pembelian terhadap pola konsumsi minuman siap konsumsi dan mie instan pada Mahasiswa S-1 Unsoed.
Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional yang melibatkan 110 responden yaitu mahasiswa S-1 Unsoed dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner kebiasaan membaca logo “Pilihan Lebih Sehat”, keputusan pembelian, dan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis variabel dilakukan dengan uji Chi-Square.
Hasil Penelitian: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan membaca logo “Pilihan Lebih Sehat” dan pola konsumsi produk berlogo “Pilihan Lebih Sehat” (p=0,489). Terdapat hubungan yang signifikan antara keputusan pembelian dan pola konsumsi produk berlogo “Pilihan Lebih Sehat” (p=0,038).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan membaca logo “Pilihan Lebih Sehat” dan pola konsumsi produk berlogo “Pilihan Lebih Sehat”, tetapi tidak terdapat hubungan antara keputusan pembelian dan pola konsumsi produk berlogo “Pilihan Lebih Sehat”
Hubungan Bauran Pemasaran Pelayanan Mobil Dental dengan Minat Kunjungan Ulang Pasien Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Jenderal Soedirman
Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Univeritas Jenderal Soedirman mengalami permasalahan mengenai angka kunjungan pasien pada beberapa tahun terakhir sehingga diimplementasikan layanan mobil dental. Evaluasi terhadap pemasaran menggunakan pelayanan mobil dental diperlukan untuk mengetahui seberapa efektif layanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pasien. Salah satu upaya strategi yang dilakukan ialah menggunakan konsep bauran pemasaran yang terdiri dari 7 komponen meliputi product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bauran pemasaran pelayanan mobil dental dengan minat kunjungan ulang pasien Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Unsoed. Metode penelitian ini yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yang diambil berjumlah 52 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner bauran pemasaran pelayanan mobil dental, kuesioner minat kunjungan ulang yang didistribusikan kepada responden. Data dianalisis dengan analisis Univariat, dan Bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan bauran pemasaran faktor product (p=0,016), dan promotion (p=0,010). Dan tidak terdapat hubungan signifikan bauran pemasaran faktor price (p=0,245), place (p=0,221), people (p=0,110), process (p=0,129), dan physical evidence (p=0,481) dengan minat kunjungan ulang pasien RSGMP Unsoed. Saran penelitian ini diharapkan bagi pihak RSGMP Unsoed untuk meningkatkan dan mengoptimalkan faktor price, place, people, process, dan physical evidence sehingga dapat meningkatkan minat kunjungan ulang pasien
Stabilitas Parameter Genetik Karakter Agronomi pada Beberapa Varietas Padi di Kebumen dan Banjarnegara
Padi adalah komoditas yang penting di berbagai negara dan merupakan bahan dasar makanan pokok beras. Kondisi tersebut membuat permintaan beras tinggi dan harus diseimbangi dengan produksi padi yang mampu memenuhi permintaan beras yang tinggi. Tantangan peningkatan produksi padi adalah menghadapi iklim dan kondisi geografis yang tidak mendukung budidaya sehingga dibutuhkan varietas padi yang mampu beradaptasi pada iklim dan kondisi geografis melalui pemuliaan tanaman. Perancangan varietas padi unggul dalam pemuliaan tanaman memerlukan beberapa tahapan salah satunya adalah seleksi dan uji daya hasil serta uji multilokasi (Mustikarini et al., 2023). Penelitian ini memiliki dua tujuan utama, yaitu pertama menentukan parameter genetik karakter agronomi yang paling stabil dari beberapa varietas padi pada ketinggian tempat yang berbeda. Kedua,
membandingkan stabilitas parameter genetik karakter agronomi beberapa varietas padi yang ditanam di ketinggian tempat berbeda. Ketiga, mengetahui adanya
interaksi antara varietas dan lokasi tanam beberapa varietas padi. Percobaan dilakukan di dua lokasi dengan ketinggian berbeda, yaitu dataran rendah (Kabupaten Kebumen, Kecamatan Sruweng) dan dataran tinggi (Kabupaten Banjarnegara). Delapan varietas padi digunakan yang mewakili umur panen yaitu M70D, Cakrabuana, Inpago Unsoed Protani, Inpari Unsoed P20 Tangguh, Inpari 32,
Ciherang, Rojolele, dan Pandan wangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dua faktor (genotipe dan lokasi). Setiap varietas ditanam sebanyak 3 kali ulangan sehingga 24 petak percobaan. Uji ANOVA dilakukan untuk mengetahui parameter genetik yang
terdiri dari Koefisien Keragaman Genetik (KKG), Koefisien Keragaman Fenotipe (KKF), heritabilitas, dan kemajuan genetik harapan. Uji lanjut DMRT juga dilakukan dengan taraf 5% untuk mengetahui perbedaan nyata antar karakter
agronomi di antara varietas. Nilai Koefisien Keragaman Genetik (KKG) kategori tinggi yaitu jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, dan persentase gabah isi. Nilai Koefisien Keragaman Fenotipe (KKF) kategori tinggi yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, dan persentase gabah isi. Nilai heritabilitas seluruh
variabel termasuk kategori tinggi kecuali bobot gabah kering panen dan bobot gabah kering giling. Nilai kemajuan genetik harapan kategori tinggi adalah persentase gabah isi dan gabah total. Nilai parameter genetik di Kebumen secara
umum memiliki nilai yang tinggi dibandingkan dengan nilai parameter genetik di Banjarnegara. Pengaruh lokasi, varietas, dan interaksi antara keduanya terhadap karakter agronomi menyebabkan perbedaan nyata terhadap variabel. Pengaruh
tunggal varietas dan lokasi memberikan perbedaan nyata terhadap bobot 1000 butir, umur panen, dan umur berbunga. Interaksi antara varietas dan lokasi memberikan
perbedaan nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, dan persentase gabah isi.
Parameter genetik yang paling stabil di Kebumen dan Banjarnegara adalah koefisien keragaman genetik, koefisien keragaman fenotipe, dan kemajuan genetik harapan untuk variabel tertentu. Nilai parameter genetik di Kebumen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai parameter genetik di Banjarnegara secara umum. Pengaruh perbedaan genotipe terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah
anakan produktif, dan persentase gabah isi tergantung pada lokasi tanam yang menunjukkan adanya interaksi G×E pada parameter genetik karakter agronomi
Hubungan Kualitas Pelayanan Mobil Dental dengan Citra Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman
Penurunan jumlah kunjungan pasien, penurunan tingkat kepuasan layanan rumah sakit, serta rendahnya pemanfaatan layanan oleh civitas akademik UNSOED menunjukkan adanya permasalahan citra yang dihadapi RSGMP UNSOED di mata masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan untuk membangun citra baik rumah sakit adalah dengan meluncurkan mobil dental yang berfungsi sebagai representasi RSGMP UNSOED di luar lingkungan rumah sakit. Kunci dalam membentuk citra yang baik terletak pada kualitas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan mobil dental dengan citra RSGMP UNSOED. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan teknik total sampling. Sampel penelitian terdiri dari 53 responden yang merupakan pasien mobil dental periode Juli–Agustus 2024. Kualitas pelayanan mobil dental diukur berdasarkan lima dimensi SERVQUAL yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Citra RSGMP UNSOED diukur menggunakan tiga indikator yaitu kekuatan merek, kesukaan merek, dan keunikan merek. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square, fisher’s exact test, dan regresi multinomial. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh dimensi kualitas pelayanan memiliki hubungan dengan citra RSGMP UNSOED, dengan p-value tangible (0,004), reliability (0,000), assurance (0,002), responsiveness (0,002), dan empathy (0,000) dengan empathy sebagai faktor yang paling dominan. Simpulan dari penelitian ini adalah adalah terdapat hubungan antara kualitas pelayanan mobil dental pada seluruh dimensi SERVQUAL dengan citra RSGMP UNSOED. Diharapkan RSGMP UNSOED dapat terus meningkatkan kualitas layanan mobil dental untuk mempertahankan dan memperkuat citra positif di masyarakat
Uji Kinerja Alat Pengering Energi Surya Tipe Rak Untuk Pengeringan Biji Kakao
Pengeringan pada biji kakao merupakan salah satu tahap pascapananen yang penting dilakukan. Hal ini dikarenakan biji kakao masih mempunyai kadar air awal yang tinggi, yaitu berkisar 51-60% sehingga rentan mengalami pembusukan akibat mikroorganisme. Pengeringan pada biji kakao bisa dilakukan dengan dua metode, yaitu pengeringan alami dan pengeringan buatan menggunakan alat. Namun, pengeringan alami dibawah sinar matahari langsung memudahkan biji kakao untuk terkena kontaminasi benda asing, sehingga mutu produk yang dihasilkan menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melakukan uji kinerja alat pengering energi surya tipe rak dengan media penyimpan panas berupa batu basalt dalam proses pengeringan biji kakao.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada September 2024 hingga Maret 2025. Variabel yang diamati meliputi iradiasi surya, suhu, kelembapan relatif, kadar air, susut bobot, laju pengeringan, efisiensi kolektor, efisiensi pengering energi surya tipe rak, dan perubahan mutu fisik biji kakao.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji kakao membutuhkan waktu 26 jam untuk mencapai kadar air di bawah 7,5%. Rak 1 memiliki kadar air akhir 6,62%bb, rak 2 sebesar 7,38%, dan rak 3 sebesar 6,24%. Rata-rata laju pengeringan pada rak 1 adalah sebesar 0,36 g/menit, rak 2 sebesar 0,35 g/menit, dan rak 3 sebesar 0,37 g/menit. Susut bobot paling tinggi terdapat pada rak 3 sebesar 55,9%, dilanjutkan rak 2 sebesar 55,4%, dan rak 1 sebesar 55,8%. Efisiensi kolektor diperoleh sebesar 22,83% dan efisiensi pengeringan sebesar 16,19%. Hasil mutu pengeringan yang dihasilkan alat pengering energi surya tipe rak telah sesuai SNI, yaitu kadar air tidak melebihi 7,5%, tidak ditemukan biji pecah, biji berjamur, biji berserangga, dan biji berkecambah. Kadar kotoran yang ditemukan masih dalam batas aman yang sesuai dengan ketetapan SNI, yaitu sebesar 0,78% pada rak 1, 0,92% pada rak 2, dan 0,50% pada rak 3
Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Daun Awar–Awar (Ficus septica Burm. F.) terhadap Candida tropicalis Penyebab Oral Candidiasis Secara In Vitro.
Oral Candidiasis merupakan infeksi pada rongga mulut yang disebabkan oleh Candida tropicalis, spesies non-Candida albicans Candida (NCAC) dengan virulensi paling tinggi. Pengobatan lini pertama untuk Oral candidiasis adalah nistatin, namun dapat menimbulkan efek samping. Salah satu alternatif pengobatan oral candidiasis yaitu menggunakan daun awar-awar (Ficus septica Burm. F.) karena mengandung senyawa aktif seperti saponin, tanin, flavonoid, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun awar-awar (Ficus septica Burm. F.) sebagai antijamur terhadap Candida tropicalis penyebab oral candidiasis. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian posttest-only control group design yang membandingkan kelompok perlakuan ekstrak etanol daun awar-awar (Ficus septica Burm. F.) konsentrasi 4%, 8%, 16%, dan 32% dengan kelompok kontrol positif nistatin dan kontrol negatif Dimethyl sulfoxide. Aktivitas antijamur diuji dengan metode microdilution broth untuk menentukan KHM dan metode spread plate untuk menentukan KBM. Perhitungan jumlah pertumbuhan koloni C. tropicalis dilakukan dengan menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dan dilanjutkan dengan perhitungan persentase penghambatan. Analisis penelitian ini menunjukkan nilai KHM ekstrak daun awar-awar terdapat pada konsentrasi 32% dan nilai KBM ekstrak daun awar-awar berada pada konsentrasi 32% dengan persentase hambat sebesar 100%, terdapat perbedaan yang signifikan (p≤0,05) antar konsentrasi ekstrak etanol daun awar-awar. Simpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun awar-awar memiliki aktivitas antijamur terhadap C. tropicalis penyebab oral candidiasis dengan konsentrasi paling efektif ialah 32% dengan persentase hambat 100%
Analisis Peak Ground Acceleration (PGA) Menggunakan Metode Donovan dan Intensitas Untuk Pemetaan Tingkat Risiko Gempabumi di Kabupaten Pandeglang
Peak Ground Acceleration (PGA) merupakan nilai percepatan tanah maksimum di suatu tempat akibat terjadinya gempabumi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran gempabumi berdasarkan kedalaman dan kekuatan magnitudo, menentukan nilai Peak Ground Acceleratio (PGA) dengan metode Donovan, dan menentukan nilai intensitas gempabumi dari hasil nilai PGA serta tingkat risiko gempabumi berdasarkan hasil perhitungan nilai PGA. Dari data gempabumi pada periode 2008-2024 dari BMKG pada koordinat 6°21'-7°10' LS dan 105°09'-106°11' BT dengan kekuatan M ≥ 3. Selanjutnya data gempabumi diolah dan dibuat peta seismisitas persebaran gempabumi menggunakan software ArcGis 10.8. Hasil pengolahan dan perhitungan menunjukkan sebaran gempabumi di Kabupaten Pandeglang didominasi dengan gempabumi dangkal. Untuk nilai PGA berdasarkan rumus metode Donovan hasilnya berkisar antara 47, 01 - 190, 98 gal atau 0, 048 - 0,195 g. Nilai percepatan tanah maksimum terdapat di wilayah Kecamatan Sumur. Hasil nilai intensitas berdasarkan nilai PGA itu dengan skala IV - VI MMI (Modified Mercalli Intensity). Tingkat risiko yang diperoleh yaitu tingkat risiko rendah - sedan
Hubungan Beban Kerja Kualitatif dengan Keluhan Nyeri bahu Pada Petani Padi di Desa Tambaksari Kidul, Purwokerto
Latar Belakang: Nyeri bahu merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang umum dialami oleh petani akibat aktivitas fisik yang berat, posisi kerja yang tidak ergonomis, serta penggunaan alat bertani yang berisiko. Penelitian ini menggunakan pengukuran beban kerja yang berasal dari perkalian durasi kerja dan masa kerja petani sehingga, menjadi pembaharuan dari penelitian sebelumnya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja kualitatif dengan keluhan nyeri bahu pada petani padi di Desa Tambaksari Kidul, Kabupaten Banyumas.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Subjek sebanyak 50 petani laki-laki dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yaitu petani laki-laki dengan usia >40 tahun dan bekerja sebagai petani padi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner beban kerja, kuesioner SPADI (Shoulder Pain and Disability Index), serta pengukuran indeks massa tubuh dan riwayat trauma. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square dan regresi logistik metode backward.
Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa 62% responden mengalami nyeri bahu. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara beban kerja kualitatif dan nyeri bahu (p = 0,901).Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa indeks massa tubuh (p = 0,029; OR = 5,26) dan riwayat trauma bahu (p = 0,008; OR = 12,67) memiliki hubungan signifikan dengan keluhan nyeri bahu. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja kualitatif dan keluhan nyeri bahu. Namun, indeks massa tubuh tinggi dan riwayat trauma menjadi faktor risiko signifikan terhadap kejadian nyeri bahu pada petani padi, sehingga penting dilakukan upaya preventif dan intervensi ergonomi
Pengembangan Sistem Manajemen Inkubator Bisnis UMKM Kecamatan Patikraja Berbasis Website
Di era digital, teknologi telah menjadi elemen penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM berperan penting dalam perekonomian nasional, namun pelaku UMKM di Kecamatan Patikraja masih menghadapi kesulitan dalam pemasaran akibat keterbatasan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem manajemen inkubator bisnis UMKM berbasis website menggunakan framework Laravel dan metode prototype. Sistem ini dirancang untuk memfasilitasi pelaku UMKM dalam memuat informasi produk, mengelola promosi, memperluas jangkauan pasar, mengatur pelatihan, serta mengatur visibilitas usaha secara online. Proses pengembangan meliputi pengumpulan kebutuhan, pembuatan prototipe, pengkodean, serta pengujian dengan metode blackbox testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini berkontribusi dalam mempermudah mengatur promosi produk UMKM, mendukung pendampingan dan peningkatan kompetensi pelaku UMKM, serta pengujian menggunakan metode blackbox testing dengan teknik equivalent partitioning menunjukkan tingkat keberhasilan pengujian bernilai 100%