27468 research outputs found
Sort by
Etiologi Kriminal dan Pembinaan Narapidana Mucikari Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Sungguminasa
Perempuan merupakan kelompok rentan yang masih sering dipandang rendah dalam masyarakat, dan prostitusi sebagai kejahatan moral tidak terlepas dari peran mucikari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi keterlibatan perempuan dalam melakukan praktik mucikari yang telah dipidana melalui Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2023/PN.Mks dan mengkaji program pembinaan yang diberikan kepada narapidana mucikari di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa. Data diperoleh melalui pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi deskriptif-analitis, berdasarkan data primer dari hasil wawancara dan data sekunder dari hasil studi dokumen dan studi kepustakaan. Temuan menunjukkan bahwa pelaku dalam putusan tersebut terlibat dalam praktik mucikari karena faktor ekonomi, lingkungan, dan pergaulan. Faktor ekonomi menjadi faktor dominan, karena dorongan utama pelaku adalah memenuhi kebutuhan hidup. Keterlibatan perempuan dalam praktik mucikari dianalisis menggunakan Teori Asosiasi Differensial dan Teori Strain. Program pembinaan yang diberikan di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa tidak memiliki kekhususan bagi narapidana mucikari, dan lebih menekankan pada pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan. Proses pembinaan dianalisis menggunakan Teori Resosialisasi Narapidana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterlibatan perempuan melakukan praktik mucikari tidak sepenuhnya merupakan pilihan pribadi, melainkan bentuk respons terhadap tekanan ekonomi dan sosial. Ketiadaan program pembinaan yang bersifat khusus mencerminkan belum diterapkannya pendekatan berbasis gender dan kondisi sosial ekonomi dalam pembinaan narapidana mucikari
Profil Metabolit Sekunder Lima Spesies dari Famili Lamiaceae yang Tumbuh di Kebun Raya Baturraden
Lamiaceae merupakan famili tanaman berbunga dari suku mint yang termasuk dalam salah satu famili terbesar dari Ordo Lamiales. Famili Lamiaceae mempunyai berbagai jenis metabolit sekunder baik dari golongan flavonoid, tannin, fenolik, dan minyak atsiri. Aroma yang ditimbulkan pada daun tanaman Lamiaceae disebabkan oleh kandungan utama berupa minyak atsiri. Famili Lamiaceae biasa dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan alami. Kandungan metabolit sekunder dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Pada penelitian ini akan menggunakan lima spesies dari famili Lamiaceae yaitu senggugu (Clerodendrum laevifolium Blume), bunga pagoda (Clerodendrum japonicum (Thunb.) Sweet)), nona makan sirih (Clerodendrum thomsoniae Balf.f.), lavender (Lavandula angustifolia Mill.), dan kumis kucing (Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik morfologi lima spesies famili Lamiaceae di Kebun Raya Baturraden, mengetahui pengaruh lima spesies famili Lamiaceae di Kebun Raya Baurrraden terhadap kandungan metabolit sekunder, dan menentukan kandungan metabolit sekunder yang paling tinggi dari lima spesies famili Lamiaceae yang tumbuh di Kebun Raya Baturraden.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dengan menggunakan metode kuantitatif untuk metabolit sekunder. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu variabel bebas dan terikat. Variabel bebas berupa lima spesies tanaman yang berasal dari famili Lamiaceae dan variabel terikat berupa karakteristik morfologi dan profil metabolit sekunder dari famili Lamiaceae. Parameter dalam penelitian ini yaitu karakter morfologi dari masing-masing sampel yang terdiri dari akar, batang, daun, dan bunga, metabolit sekunder yang terkandung dalam sampel berupa polifenol, flavonoid dan alkaloid. Pengambilan sampel dilakukan di Kebun Raya Baturraden menggunakan metode purposive sampling. Karakter morfologi dianalisis secara deskriptif dari akar, batang, daun, dan bunga. Uji kuantitatif diawali dengan proses maserasi, ekstraksi, uji kandungan total polofenol, flavonoid, dan alkaloid. Profil metabolit sekunder famili Lamiaceae dianalisis menggunakan ANOVA taraf uji 5% dan 1% karena terdapat pengaruh, dilakukan uji DMRT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik yang paling membedakan dari kelima spesies adalah arah tumbuh batang pada semua spesies tegak lurus, namun pada nona makan sirih merambat. Perbedaan spesies berpengaruh terhadap kandungan metabolit sekunder. Kandungan alkaloid tertinggi yaitu pada kumis kucing dengan rata-rata 42,051 mg QNE/L. Kandungan flavovoid tertinggi yaitu pada nona makan sirih dan bunga pagoda dengan rata-rata 148,519 mg QE/L dan 149,753 mg QE/L
Pengaruh Penambahan Tepung Mocaf dan Lama Pengukusan terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Rice Crackers dari Beras Inpago Unsoed Protani
Rice crackers merupakan inovasi modern dari kerupuk gendar tradisional yang dikembangkan sebagai camilan bergizi, praktis, dan aman dikonsumsi. Produk pada penelitian ini menggunakan beras varietas Inpago Unsoed Protani yang kaya protein, serta digunakan STPP dan tepung mocaf sebagai pengganti bleng sebagai bahan pengenyal. Tepung mocaf dipilih karena mengandung pati yang mendukung pembentukan tekstur, sementara lama pengukusan juga berperan penting dalam proses gelatinisasi dan pembentukan struktur kerupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung mocaf dan variasi lama pengukusan terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori rice crackers berbasis beras Inpago Unsoed Protani.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu penambahan tepung mocaf (15%, 30%, dan 45%) dan lama pengukusan (30, 60, dan 90 menit). Parameter yang diamati meliputi karakteristik fisik (daya kembang dan daya patah), karakteristik kimia (kadar air, kadar abu, kadar protein total dan terlarut, kadar lemak, dan kadar karbohidrat), serta uji sensori (warna, tekstur, rasa, dan tingkat kesukaan). Uji karakteristik fisik dan kimia dilakukan menggunakan metode termogravimetri, gravimetri, Kjeldahl, Soxhlet, dan by difference. Uji sensori dilakukan menggunakan metode skoring dengan 20 panelis semi-terlatih. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan uji Friedman untuk menentukan pengaruh perlakuan, serta uji Indeks Efektivitas untuk menentukan perlakuan terbaik.
Uji Indeks Efektivitas menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah perlakuan rice crackers dari beras Inpago Unsoed Protani dengan penambahan tepung mocaf sebesar 15% dan lama pengukusan 90 menit, dengan karakteristik daya kembang sebesar 34,28%, serta daya patah sebesar 1294,95 N/s. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan lama pengukusan berpengaruh signifikan terhadap daya kembang, dimana semakin lama pengukusan, daya kembang rice crackers semakin meningkat. Penambahan tepung mocaf dan lama pengukusan tidak berpengaruh signifikan terhadap daya patah rice crackers. Rice crackers menjadi semakin gelap seiring dengan lama pengukusan; penambahan tepung mocaf memengaruhi tekstur rice crackers yang dihasilkan karena adanya kandungan amilopektin; rasa rice crackers cenderung gurih karena adanya penambahan bumbu-bumbu; tingkat kesukaan rice crackers cenderung berkorelasi dengan tekstur dan rasa rice crackers. Rice crackers dari beras Inpago Unsoed Protani memiliki karakteristik kimia berupa kadar air sebesar 3,72%; kadar abu sebesar 0,13%; kadar lemak sebesar 12,37%; kadar protein total sebesar 2,05%; kadar protein terlarut sebesar 0,57%; dan kadar karbohidrat sebesar 81,73%
Implementasi Restorative Justice Sebagai Alternatif Penyelesaian Perkara Pidana Kekerasan Terhadap Orang Atau Barang (Studi Kasus Di Kejaksaan Negeri Subang)
Korban dalam suatu tindak pidana seringkali terabaikan hak-haknya dan tidak menjadi oritentasi utama dalam sistem peradilan pidana, keadaan yang berkesinambungan ini kemudian memunculkan konsep restorative justice. Restorative justice merupakan alternatif penyelesaian perkara pidana yang menyertakan korban, pelaku, serta perwakilan masyarakat dengan menekankan pada pemulihan kembali seperti sebelum terjadinya tindak pidana. Penelitian ini ditujukan dalam rangka memahami proses perumusan kesepakatan dalam restorative justice perkara kekerasan terhadap orang atau barang di Kejaksaan Negeri Subang dan mendeskripsikan peran serta masyarakat dalam perumusan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan merupakan socio legal research dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, data dihimpun dari wawancara, telaah dokumen, dan telaah referensi. Penelitian ini menemukan bahwa proses kesepakatan memberikan kesempatan yang sama bagi Korban, Pelaku, dan Perwakilan Masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya dalam rangka berdamai. Proses ini, secara berurutan dimulai dari memberikan kesempatan kepada korban untuk menjelaskan permintaan perbaikan keadaan, tanggapan Pelaku terhadap permintaan tersebut, dan tanggapan Perwakilan Masyarakat terhadap kesepakatan. Peran serta Perwakilan Masyarakat juga termasuk memantau pelaksanaan kesepakatan yang dilakukan oleh Pelaku terhadap Korban. Terkait hal tersebut perlu adanya pelatihan bagi Jaksa Penuntut Umum untuk memfasilitasi mediasi dan merumuskan kriteria dari Perwakilan Masyarakat
Perlindungan Hukum Bagi Pencipta Musik yang Karya Seninya Dibajak Untuk Komersial oleh Pihak Lain dari Perspektif Hukum Pidana
Pembajakan musik pada dewasa ini, masih menjadi suatu permasalahan yang marak terjadi di masyarakat, yang dilakukan melalui berbagai media, seperti penjualan Compact Disc (CD)/Video Compact Disc (DVD) palsu, cover musik tanpa izin, serta penggunaan karya cipta musik untuk kepentingan komersial tanpa izin. Berdasarkan hal tersebut, penulis akan menjawab permasalahan mengenai bentuk pembajakan musik dalam UU No. 28 Tahun 2014 dan perlindungan hukum bagi pencipta yang karya seninya dibajak oleh pihak lain untuk komersial dari perspektif hukum pidana.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dari pembajakan musik dalam UU No. 28 Tahun 2014 dan mengetahui perlindungan hukum bagi pencipta musik dilihat dari perspektif hukum pidana. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan yang kemudian dianalisis secara analisis kualitatif dengan menggunakan tafsiran hukum Teleologis dan Sistematis. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa bentuk pembajakan dalam UU No. 28 Tahun 2014 adalah illegal copying, plagiarisme, cover musik, counterfeiting, dan bootlegging. Perlindungan hukum bagi pencipta atau pemegang hak cipta musik yang karya seninya dibajak adalah dengan menempatkan pencipta sebagai korban yang memiliki beberapa hak. Dilihat dari hal tersebut, perlu adanya pembaruan pengaturan yang dapat menjamin perlindungan hukum terhadap pencipta atau pemegang hak cipta
Pengaruh Laju Alir terhadap Penurunan Kadar Amonia dan Nitrat Limbah Cair Rumah Pemotongan Ayam menggunakan Metode Elektrokoagulasi Kontinu dengan Elektroda Aluminium
Limbah cair Rumah Pemotongan Ayam (RPA) memiliki kandungan zat organik yang tinggi, sehingga menyebabkan limbah mudah mengalami pembusukan yang menghasilkan amonia dan nitrat. Metode elektrokoagulasi kontinu merupakan metode yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut karena metode ini menggunakan medan listrik dalam air sehingga lebih cepat mereduksi kandungan koloid terkecil dibandingkan metode koagulasi konvensional, selain itu metode ini memiliki proses yang praktis dimana influent dan effluent mengalir secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju alir terbaik beserta persentase penurunan kadar amonia dan nitrat secara maksimum pada proses elektrokoagulasi kontinu limbah cair RPA menggunakan elektroda aluminium. Variasi laju alir yang digunakan yaitu 0,035; 0,025; 0,015; dan 0,005 L/menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil laju alir yang digunakan, maka semakin besar persentase penurunan kadar amonia dan nitrat. Persentase penurunan kadar amonia pada laju alir terbaik, yaitu laju alir 0,005 L/menit adalah 98,34% pada reaktor pertama dan 99,23% pada reaktor kedua, sedangkan persentase penurunan kadar nitrat pada laju alir terbaik, yaitu laju alir 0,005 L/menit adalah 98,27% pada reaktor pertama dan 99,14% pada reaktor kedua
Inovasi Pelayanan Publik melalui Identitas Kependudukan Digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh transformasi digital dalam pelayanan administrasi kependudukan melalui inovasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas. Inovasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan publik, namun masih menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaannya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi pelayanan publik melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas berdasarkan lima karakteristik difusi inovasi menurut Everett Rogers, yaitu keunggulan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemudahan uji coba, dan kemudahan diamati. Metode penelitian yang digunakan
yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi IKD memiliki tingkat keunggulan relatif dan kemudahan diamati yang tinggi, karena mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas layanan secara digital. Aspek kesesuaian menunjukkan bahwa layanan ini cukup selaras dengan kebutuhan masyarakat, tetapi masih terkendala oleh terbatasnya pengakuan dokumen digital oleh lembaga lain. Pada aspek kerumitan, ditemukan bahwa beberapa kelompok pengguna masih mengalami kesulitan teknis, terutama dalam proses aktivasi awal dan pemahaman alur layanan. Sementara itu, kemudahan uji coba dinilai masih
rendah karena tidak adanya versi simulasi atau fitur pengenalan bertahap kepada masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu inovasi pelayanan publik melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas tergolong cukup berhasil, namun tetap membutuhkan
penguatan dari sisi pengembangan sistem, peningkatan literasi digital, dan perluasan sosialisasi agar inovasinya berjalan optimal dan merata di seluruh lapisan masyarakat
Tinjauan Yuridis Penentuan Terjadinya Wanprestasi pada Perjanjian Utang Piutang dengan Ketetapan Waktu (Studi Putusan Nomor: 14/Pdt.G.S/2024/Pn.Pal)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus wanprestasi dalam perjanjian utang piutang, seperti dalam perkara a quo di mana Para Tergugat tidak mengembalikan uang pinjaman kepada Penggugat meskipun tenggat waktu telah terlewati. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menetapkan unsur wanprestasi serta dalam menentukan ganti rugi pada Putusan Nomor: 14/Pdt.G.S/2024/PN Pal. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim menyatakan Para Tergugat wanprestasi karena tidak berprestasi, keliru berprestasi, dan terlambat berprestasi. Hakim juga mempertimbangkan somasi yang diberikan Penggugat kepada Para Tergugat. Unsur wanprestasi yang dipertimbangkan oleh hakim kurang tepat karena bentuk wanprestasi dikualifikasikan sebagai syarat wanprestasi dan diterapkan secara kumulatif. Hakim seharusnya mempertimbangkan isi somasi terlebih dahulu sebelum menetapkan Para Tergugat wanprestasi. Para Tergugat dalam kasus ini telah terlambat berprestasi karena tidak membayar pinjaman sebesar Rp50.000.000 sesuai tenggat waktu dalam somasi. Hakim selanjutnya menetapkan bahwa Penggugat mengalami kerugian materiel dan immateriil. Penulis menilai penetapan kerugian immateriil kurang tepat karena dihitung berdasarkan keuntungan usaha yang seharusnya didapatkan oleh Penggugat sehingga seharusnya digolongkan sebagai kerugian materiel berupa bunga
Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan,Tingkat Kecukupan Modal, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Moderasi pada Industri Perbankan yang Terdaftar di BEI
Penelitian ini merupakan studi kuantitatif asosiatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan perusahaan, tingkat kecukupan modal, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan, serta menguji peran kebijakan dividen sebagai variabel moderasi pada industri perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2023. Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan, dengan 13 bank sebagai sampel dari total 47 bank menggunakan metode purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan software EViews Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana faktor-faktor internal perusahaan seperti pertumbuhan perusahaan, kecukupan modal, dan profitabilitas dapat memengaruhi nilai perusahaan, serta peran kebijakan dividen dalam memperkuat atau memperlemah hubungan tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya nilai perusahaan sebagai indikator utama bagi investor dan stakeholder dalam menilai kinerja dan prospek perusahaan, khususnya di sektor perbankan yang merupakan sektor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Eviews menunjukkan bahwa: (1) Pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (2) Tingkat kecukupan modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (3) Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (4) Kebijakan dividen memoderasi pertumbuhan perusahaan terhadap nilai perusahaan, (5) Kebijakan dividen memperlemah pengaruh tingkat kecukupan modal terhadap nilai perusahaan perbankan, (6) Kebijakan dividen memperlemah pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan, kecukupan modal, dan profitabilitas merupakan faktor penting dalam meningkatkan nilai perusahaan perbankan. Manajemen perlu fokus pada penguatan kinerja keuangan untuk menarik minat investor, bukan semata-mata mengandalkan kebijakan dividen. Bagi investor, hasil ini dapat menjadi dasar untuk lebih selektif dalam menilai prospek perusahaan. Sementara bagi regulator, hasil penelitian ini berguna untuk memperkuat pengawasan terhadap aspek fundamental bank guna menjaga stabilitas sektor keuangan
Analisis Keputusan Keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA di Era Donald Trump (2017-2021)
Keputusan Amerika Serikat untuk keluar dari Joint Comprehensive Plan of Action pada tahun 2018 di bawah pemerintahan Donald Trump menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Iran. Sebelumnya, AS telah menempuh berbagai jalur diplomasi dengan Iran terkait program nuklir negara tersebut hingga akhirnya tercapai JCPOA, yaitu perjanjian internasional yang bertujuan membatasi program nuklir Iran guna menjaga stabilitas kawasan dan mencegah proliferasi senjata nuklir. Dalam perjanjian tersebut, Iran menyetujui pembongkaran sebagian fasilitas nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi dari Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. Namun, transisi kekuasaan ke pemerintahan Trump membawa perubahan kebijakan yang signifikan, termasuk keputusan untuk menarik diri dari perjanjian tersebut. Melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teori decision-making dari Richard C. Snyder, penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan keluarnya AS didorong oleh faktor internal, seperti tekanan dari kelompok kepentingan domestik serta nilai dan pandangan pribadi Trump terhadap Iran. Sementara itu, faktor eksternal seperti aktivitas rudal Iran dan tekanan dari sekutu seperti Israel dan Arab Saudi turut memperkuat keputusan tersebut. Dinamika yang terjadi menunjukkan pentingnya peran faktor domestik dalam pembentukan kebijakan luar negeri Amerika Serikat