27468 research outputs found
Sort by
Factors Influencing Intention to Use Accounting Applications Among SMEs in Banyumas Regency
SMEs from year to year continue to grow, the presence of SMEs is not without obstacles. One of the obstacles is related to literacy in understanding the use of technology, therefore the emergence of accounting applications is an alternative to overcome the problems faced by SMEs, especially in accounting records.
This researcher aims to find out whether there is an effect of perceived usefulness, perceived ease of use, attitude of use towards the intention to use SME accounting applications in Banyumas. Using the Technology Acceptance Model (TAM) approach to determine the acceptance and use of information technology.
This study uses a quantitative approach and primary data collection methods using questionnaires. The research was conducted as many as 98 SMEs located in Banyumas Regency with a sampling technique in the form of convenience sampling.
The results of this study indicate that perceived usefulness has no significant effect on the intention to use accounting applications, perceived ease of use has no significant effect on the intention to use accounting applications and attitudes using have a significant effect on the intention to use applications
Analisis Faktor Risiko yang Berpengaruh Terhadap Keluhan Low Back Pain (LBP) pada Penjahit di CV Fajar Jaya Purwokerto
Latar Belakang: Penjahit di CV Fajar Jaya Purwokerto merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki risiko keluhan LBP jika diamati dari aktivitas kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keluhan Low Back Pain (LBP) pada penjahit di CV Fajar Jaya Purwokerto.
Metode: Penelitian ini dilakukan pada penjahit di CV Fajar Jaya Purwokerto pada September 2024 hingga Maret 2025. Penelitian ini menggunaan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Responden dalam penelitian ini merupakan penjahit di CV Fajar Jaya Purwokerto yang bersedia menjadi responden dengan jumlah 123 orang.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap keluhan LBP pada penjahit di CV Fajar Jaya Purwokerto adalah umur (p value = 0,017). Sedangkan variabel yang tidak berpengaruh adalah IMT (p value = 0,173), masa kerja (p value = 0,644), posisi kerja (p value = 0,304), gerakan repetisi (p value = 0,067) kebiasaan olahraga (p value = 0,433), dan riwayat penyakit otot dan rangka (p value = 0,053).
Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap keluhan LBP pada penjahit di CV Fajar Jaya Purwokerto adalah umur.
Saran: Melakukan sistem rotasi dengan memindahkan pekerja dengan usia berisiko (≥ 30 tahun) atau pekerja yang mengalami keluhan LBP ke pekerjaan dengan risiko keluhan LBP lebih rendah seperti pada bagian administrasi, quality control, atau packing sesuai dengan keterampilan yang dimiliki pekerja
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Stres Kerja pada Pekerja Garmen di PT. Serasi Gaya Busana Purbalingga Tahun 2024
Latar Belakang: Pekerja Garmen di PT. Serasi Gaya Busana merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki risiko stres kerja jika diamati dari kondisi pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja pada pekerja garmen di PT. Serasi Gaya Busana.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel berjumlah 64 orang dan diambil menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner workplace stress scale, NASA-TLX, role stressor scale, IFRC, thermo hygrometer, microtoise, dan timbangan berat badan. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji spearman, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ordinal.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pekerja di PT. Serasi Gaya Busana mengalami stres kerja kategori ringan yaitu sebanyak 17 responden (26,6%). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel beban kerja mental (p=0,000) dan kelelahan kerja (p=0,003) berpengaruh terhadap stres kerja. Sedangkan variabel konflik peran, ambiguitas peran, dan suhu lingkungan tidak berpengaruh terhadap stres kerja.
Kesimpulan: Beban kerja mental dan kelelahan kerja berpengaruh terhadap stres kerja. Perusahaan disarankan untuk memastikan pekerja beristirahat setiap 4 jam sekali selama minimal 30 menit untuk mengurangi kelelahan kerja dan beban kerja mental pekerja
Perkiraan Total Harmonic Distortion (THD) Tegangan Pada Main Distribution Panel (MDP) Dengan Metode Artificial Neural Network (ANN) Di Telkom Corporate University Bandung
Energi listrik merupakan suatu kebutuhan manusia yang sangat penting untuk rumah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, perkantoran dan keperluan industri. Efek kolektif dari beban domestik non-linier yang tersebar ini telah menyebabkan tingginya tingkat distorsi arus harmonik. Oleh karena itu, distorsi harmonik tegangan yang berlebihan dalam sistem distribusi dapat berakibat masalah yang semakin mengkhawatirkan. Salah satu cara adalah untuk melakukan simulasi menghitung rata-rata dari Total Harmonic Distortion tegangan yang didapat sebagai sumber data. Metode ANN merupakan metode yang dapat menemukan hubungan non-linear antara faktor – faktor yang bervariasi serta dapat melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Keakuratan pendekatan berbasis simulasi tergantung pada keakuratan model matematika yang digunakan dan validitas skenario yang dipertimbangkan. Secara khusus, metode yang diusulkan memungkinkan prediksi tegangan Total Harmonic Distortion (THDV) dengan menggunakan model backpropagation. Penelitian ini dilakukan pengukuran pada panel distribusi utama gardu nomor 2 selama 4 hari menggunakan alat Power Quality Analyzer (PQA) HIOKI 3196 untuk memperoleh data berupa tegangan, THD tegangan dan THD arus pada setiap saluran. Data yang sudah diperoleh digunakan untuk melakukan prediksi THD tegangan jam berikutnya menggunakan model backpropagation dengan software MATLAB. Hasil dari penelitian ini didapatkan arsitektur ANN terbaik yaitu 65 hidden layer dengan 10000 epoch menggunakan fungsi aktivasi logsig pada hidden layer dan output layer dengan nilai momentum 0,2 dan laju pembelajaran 0,01 yang menghasilkan nilai RMSE pelatihan sebesar 0,0038 dan RMSE pengujian sebesar 0,117. Maka didapatkan prediksi selama 12 jam berikutnya. Maka ANN dengan metode Back Error Propagation (BEP) ini dapat memprediksi THD Tegangan pada Main Distribution Panel gardu 2 di Telkom Corporate University Bandung
Pengaruh Sustainability Report Terhadap Kinerja Perusahaan dan Nilai Perusahaan Dengan Good Corporate Governance Sebagai Pemoderasi
Penelitian ini berjudul: “Pengaruh Sustainability Report Terhadap Kinerja Perusahaan dan Nilai Perusahaan dengan Good Corporate Governance sebagai Pemoderasi (Studi Empiris pada Perusahan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2023)”. Penelitian ini menyoroti tentang pengaruh Sustainability Report (SR) yang penting terhadap peningkatan laba yang meningkatkan kinerja serta nilai perusahaan. Namun, penelitian dalam bidang tersebut masih menunjukkan hasil yang berbeda, ada yang berpengaruh positif, negatif, maupun tidak berpengaruh. Adanya perbedaan tersebut memicu pengkajian lebih lanjut terhadap peranan faktor lain yang mungkin memperkuat ataupun memperlemah hubungan tersebut.
Faktor yang dapat mempengaruhi hubungan tersebut adalah Good Corporate Governance (GCG), karena GCG mampu menjadi mekanisme kontrol terhadap pengungkapan SR agar lebih transparan dan berkualitas. Salah satu mekanisme tersebut adalah kepemilikan institusional, yang berfungsi untuk mencegah tindakan oportunis agen. Penelitian ini mengacu pada agency theory, stakeholder theory, legitimacy theory, dan signalling theory. Penerbitan SR dimaksudkan untuk megurangi konflik keagenan (agency theory), menginformasikan kegiatan perusahaan yang bermanfaat bagi stakeholder (stakeholder theory), mencegah legitimacy gap (legitimacy theory), dan untuk mengirimkan sinyal positif kepada pasar (signalling theory) dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan dengan peran GCG dalam menjaga transparansi SR.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif kausal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2020-2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2020-2023, sedangkan sampel penelitian dipilih dengan purposive sampling method dan diperoleh sejumlah 51 perusahaan dengan total data penelitian sejumlah 204 data. Data penelitian ini merupakan data panel dari data sekunder, yang berasal dari financal report, annual report, dan sustainability report yang diambil dari www.idx.co.id dan website masing-masing perusahaan sampel.
Penelitian ini diuji menggunakan dua uji regresi regresi data panel, yaitu: regresi linier berganda dan uji Moderating Regression Analysis (MRA). Regresi dalam penelitian ini dibagi menjadi 4 model regresi, Model I (H1, H2, H3), Model II (H5, H6, H7), Model III (H4a, H4b, H4c), dan Model IV (H8a, H8b, H8c). Analisis data yang disajikan dalam penelitian ini meliputi: uji statistik deskriptif, uji estimasi regresi data panel (uji chow, uji hausman, uji lagrange multiplier, uji asumsi klasik (uji autokorelasi, uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji heterokedastisitas), uji R-square, uji F, dan uji t.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Eviews menunjukkan bahwa: (1) Pengungkapan dimensi ekonomi dalam SR tidak berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. (2) Pengungkapan dimensi lingkungan dalam SR berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. (3) Pengungkapan dimensi sosial dalam SR berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. (4) GCG tidak memperkuat pengaruh pengungkapan dimensi ekonomi, lingkungan, maupun sosial dalam SR terhadap kinerja perusahaan. 5) Pengungkapan dimensi ekonomi dalam SR berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. (6) Pengungkapan dimensi lingkungan dalam SR tidak berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. (7) Pengungkapan dimensi sosial dalam SR berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. (8) GCG tidak memperkuat pengaruh pengungkapan dimensi ekonomi, lingkungan, maupun sosial dalam SR terhadap nilai perusahaan.
Implikasi dari penelitian secara teori (1) Berdasar pada agency theory, maka tata kelola belum sepenuhnya efektif dalam mengurangi konflik terkait kebijakan keberlanjutan. (2) Berdasar pada stakeholder theory, maka kepentingan stakeholder eksternal cenderung mendatangkan manfaat dalam bentuk peningkatan reputasi dan kinerja finansial, investor dan stakeholder lebih menghargai aspek keberlanjutan non-finansial dibandingkan aspek ekonomi dalam jangka pendek. (3) Berdasar pada legitimacy theory, maka pengungkapan ekonomi dalam SR belum sepenuhnya mendatangkan legitimasi, sementara aspek sosial dan lingkungan mendapatkan legitimasi yang lebih besar. (4) Berdasar signalling theory, maka dimensi lingkungan dan sosial memberikan sinyal positif kepada investor dan pemangku kepentingan, sehingga berdampak pada peningkatan kinerja dan nilai perusahaan, namun tidak semua informasi dalam SR diterima pasar sebagai sinyal yang relevan dalam pengambilan keputusan investasi.
Penelitian ini juga memberikan implikasi secara praktis, yaitu: (1) Perusahaan sebaiknya mengungkapan sepenuhnya item-item pengungkapan dalam dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam SR. (2) Perusahaan perlu mempertimbangkan faktor lainnya, seperti inovasi, strategi keberlanjutan, atau kebijakan eksternal yang dapat memperkuat dampak SR terhadap kinerja dan nilai perusahaan. Bagi investor perlu mempertimbangkan perusahaan yang menerbitkan SR dalam pengambilan keputusan investasi karena risiko investasinya rendah. Begitu juga dengan regulator perlu merencanakan kebijakan yang meningkatkan efektifitas pengungkapan SR terhadap peningkatan kinerja dan nilai perusahaan, serta perlu mengevaluasi kebijakan terkait GCG yang lebih efektif untuk meningkatkan kedua hal tersebut.
Kata Kunci: Sustainability Report, Kinerja Perusahaan, Nilai Perusahaan, Good Corporate Governanc
Implementasi Hydrogen Wave oleh Hyundai Motor Group dalam Mendukung Kebijakan Korean New Deal Tahun 2021-2023
Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi pesat dan memiliki komitmen tinggi terhadap isu lingkungan global, yang tercermin dari langkahnya meratifikasi Paris Agreement pada tahun 2016. Di bawah kepemimpinan Presiden Moon Jae In, pemerintah Korea Selatan meluncurkan kebijakan Korean New Deal pada tahun 2020 sebagai kebijakan strategis untuk mencapai emisi nol dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau. Penelitian ini kemudian mengkaji peran Hyundai Motor Group, sebagai perusahaan multinasional asal Korea Selatan, dalam mendukung kebijakan Korean New Deal melalui inisiatif Hydrogen Wave sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi sektor industri otomotif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, menggunakan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) dan Green Capitalism sebagai landasan teoritisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara kebijakan pemerintah dan sektor swasta dapat mewujudkan integrasi antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan melalui pendekatan berbasis teknologi dan inovasi. Inisiatif Hydrogen Wave tidak hanya mendukung implementasi Korean New Deal, tetapi juga memperkuat posisi Hyundai sebagai aktor penting dalam transformasi menuju masyarakat hidrogen di Korea Selatan.
Kata Kunci: Hyundai Motor Group, Hydrogen Wave, Korean New Deal, Corporate Social Responsibility (CSR), Green Capitalism, Masyarakat Hidroge
Konstruksi Wacana Konten Sejarah pada Akun TikTok Geja Pramono Menggunakan Model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough
Dea Kamalia Nurhidayah. 2025. “Konstruksi Wacana Konten Sejarah Pada Akun TikTok Geja Pramono Menggunakan Model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough”. Skripsi. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman.
TikTok menjadi ruang baru bagi narasi sejarah, tempat cerita masa lalu dirajut ulang dalam bingkai digital yang lebih dinamis. Penelitian ini menganalisis konstruksi wacana konten sejarah pada akun TikTok Geja Pramono dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough. Studi ini menelaah konstruksi, penyampaian, dan penerimaan sejarah melalui tiga dimensi: tekstual, praktik diskursif, dan sosiokultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten sejarah dalam akun ini dirancang dengan pemilihan kosakata yang membangun atmosfer, penggunaan diksi yang menggugah emosi, serta penyajian narasi yang menghidupkan kembali jejak masa lalu. Praktik diskursif dalam konten ini mencerminkan strategi adaptasi terhadap ekosistem digital, dengan algoritma, gaya penyampaian visual, dan interaksi audiens yang membentuk ulang cara sejarah dikomunikasikan. Pada level sosiokultural, konten yang disajikan tidak sekadar menceritakan fakta sejarah, tetapi juga meresonansikan identitas budaya, nasionalisme, dan dinamika memori kolektif di era digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial bukan hanya sekadar medium penyampaian sejarah, tetapi juga arena tempat wacana direproduksi dan diperdebatkan. Literasi digital menjadi elemen krusial dalam menjaga otentisitas sejarah dari bias naratif yang tidak dapat dipungkiri dapat muncul di ruang digital
Pengaruh Batas Kelembapan Tanah pada Irigasi Tetes Otomatis Terhadap Sifat Fisik Tanah dan Pertumbuhan Padi Lahan Kering Varietas Situ Bagendit
Kebutuhan pangan masyarakat akan meningkat seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk. Sedangkan produksi padi disepanjang 2023 mencapai 53,89 juta ton GKG, mengalami penurunan sebesar 767,98 ribu ton GKG (1,40%) dibandingkan 2022 yang sebesar 54,75 juta ton GKG (Badan Pusat Statistik, 2024). Adanya pengaruh pemanasan global, intensitas hujan yang turun menjadi tidak terduga. Pemberian air yang sesuai dengan kelembapan tanah dapat
membantu efektivitas irigasi yang dapat mencukupi air tersedia. Tujuan penelitian adalah 1) Mengidentifikasi pengaruh pemberian irigasi berdasarkan batas
kelembapan tanah terhadap sifat fisik tanah dan pertumbuhan padi gogo varietas Situ Bagendit skala polybag, 2)Mengetahui batas kelembapan tanah yang efektif
untuk budidaya tanaman padi gogo Situ Bagendit skala polybag. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agronomi Fakutas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman yang bertempat di Desa Kedungrandu, Patikraja. Alat yang digunakan yaitu perangkat alat irigasi tetes (katup, pipa atau selang, emitter), seperangkat sistem kontrol irigasi otomatis, polybag dengan diameter 45 cm, sensor kelembapan tanah, penggaris atau meteran, oven, ring sampel. Bahan yang digunakan yaitu benih tanaman padi gogo varietas Situ Bagendit, arang sekam, pupuk kompos, dan kapur dolomit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 faktor perlakuan, yaitu kapasitas lapang (K) dengan 3 kali ulangan (U). Kadar air kapasitas lapang yang diujikan yaitu K1: 80 - 82%, K2: 60 - 62%, K3: 40 - 42%. Variabel pada penelitian ini meliputi sifat fisik tanah (porositas, kerapatan isi tanah, permeabilitas tanah) dan pertumbuhan padi (tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang). Hasil penelitian menunjukkan batas kelembapan tanah berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah batang. Namun tidak berpengaruh pada porositas, kerapatan tanah, permeabilitas tanah, dan hasil panen. Perlakuan batas kelembapan tanah 40 - 42% memberikan pengaruh dan hasil tertinggi pada jumlah
daun dan jumlah batang tetapi tidak berpengaruh terhadap berat basah dan berat kering pada budidaya padi gogo varietas Situ Bagendit
Analisis Tingkat Kepentingan dan Tingkat Kepuasan Konsumen Tape Ketan Pamella dan Strategi Perbaikannya
Tape ketan Pamella merupakan salah satu usaha kecil menengah (UKM) yang memproduksi tape ketan tradisional Kuningan. Tape ketan ini memiliki keunikan karena menggunakan pewarna hijau daun katuk dan bahan pengemas daun jambu biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan dan minat konsumen, memilih atribut yang perlu ditingkatkan dan menemukan permasalahan untuk merumuskan strategi peningkatan kinerja tape ketan Pamella. Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), dan diagram tulang ikan. Berdasarkan analisis CSI, tape ketan Pamella telah mencapai kategori 'puas' dengan skor indeks kepuasan sebesar 0,793. Namun, analisis IPA mengidentifikasi lima atribut yang perlu ditingkatkan yaitu aroma buah daun jambu biji pada tape kurang kuat, warna hijau tape kurang cerah, desain label kemasan saat ini kurang menarik, tidak ada informasi penyimpanan pada label kemasan saat ini, dan tidak ada promosi melalui media sosial. Atribut tersebut dapat ditingkatkan dengan menggunakan daun jambu biji muda yang sebaiknya digunakan dengan proses pengukusan pada suhu stabil selama durasi yang sesuai untuk meningkatkan aroma buah dari daun jambu biji pada tape. Untuk meningkatkan warna hijau pada tape, sebaiknya menggunakan daun katuk kualitas terbaik, membuat ekstrak daun katuk, dan membuat SOP untuk jumlah pewarna yang digunakan. Untuk memperbaiki label sebaiknya menggunakan desainer grafis. Untuk meningkatkan promosi melalui media sosial sebaiknya merekrut staf promosi produk khusus untuk merencanakan dan mengelola promosi, khususnya melalui media sosial. Dengan menerapkan perbaikan tersebut, diharapkan tape ketan Pamella dapat meningkatkan kualitas dan kepuasan pelanggan
Pengaruh Kombinasi Jus Buah Mengkudu dan Madu Pada Tikus Model Diabetes Melitus Tipe 2
Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan global dengan komplikasi hipertrigliseridemia. Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan madu menjadi alternatif terapi pada pasien DMT2 dengan hipertrigliseridemia.
Tujuan: mengetahui pengaruh kombinasi jus buah mengkudu dan madu terhadap kadar trigliserida pada tikus model diabetes melitus tipe 2.
Metode: Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan desain post test only with control group. Sampel berjumlah 35 ekor tikus yang dibagi 7 kelompok: KS (kontrol sehat), KD (kontrol diabetes), P1 (diinduksi DMT2 kemudian diberikan 0,72 mL/200g jus buah mengkudu), P2 (diinduksi DMT2 kemudian diberikan 0,2 mL/200g madu), P3 (diinduksi DMT2 kemudian diberikan kombinasi 0,36 mL/200g jus buah mengkudu dan 0,2 mL/200g madu), P4 (diinduksi DMT2 kemudian diberikan kombinasi 0,72 mL/200g jus buah mengkudu dan 0,2 mL/200g madu), P5 (diinduksi DMT2 kemudian diberikan kombinasi 1,44 mL/200g jus buah mengkudu dan 0,2 mL/200g madu). Kadar trigliserida diukur menggunakan metode GPO.
Hasil: Rerata kadar trigliserida darah terbesar secara berurutan adalah kelompok P5, P4, P1, P3, dan P2. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada seluruh kelompok. Hasil uji Post Hoc Tukey’s HSD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antar semua kelompok.
Kesimpulan: Semakin tinggi dosis mengkudu pada kombinasi jus buah mengkudu dan madu, semakin tinggi pula menurunkan kadar trigliserida darah pada tikus yang diinduksi DMT2, yang mana dosis paling tinggi menurunkan adalah kombinasi 1,44 mL/200g jus buah mengkudu dan 0,2 mL/200g madu