27468 research outputs found
Sort by
Kajian Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Prestasi Best Time Atlet Renang di Aquatic Swimming Club Purbalingga
Latar Belakang: Keterlibatan orang tua pada pertumbuhan dan proses tumbuh kembang anak tidak
dapat diabaikan saat menyokong prestasi buah hati. Dukungan orang tua terhadap prestasi anak tidak
hanya terbatas pada aspek psikologis, tetapi juga mencakup perhatian, pemberian gizi yang tepat,
penyediaan fasilitas lengkap dan sesuai kebutuhan, serta penciptaan kondisi yang menunjang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran orang tua dalam meningkatkan prestasi best time atlet
renang di Aquatic Swimming Club Purbalingga, dengan harapan dapat memberikan wawasan
mengenai pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung perkembangan anak.
Metodologi: Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif untuk
mengetahui bagimana peran orang tua dalam meningkatkan prestasi best time atlet renang di Aquatic
Swimming Club Purbalingga. Sampel penelitian ini yaitu orang tua atlet prestasi sebanyak 30 orang
yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan kuisioner melalui google form. Penilaian indikator dilakukan menggunakan skala
likert dengan rentang skor 1 hingga 4.
Hasil Penelitian: Analisis deskriptif menunjukkan bahwa peran orang tua dalam meningkatkan
prestasi best time atlet renang di Aquatic Swimming Club Purbalingga masuk ke dalam kategori
sangat baik dengan rata-rata skor sebesar 115. Sebanyak 20 (66,67%) orang tua memberikan
dukungan dengan kategori sangat baik, dan sisanya sebanyak 10 (33,33%) orang tua memberikan
dukungan dengan kategori baik. Dukungan orang tua dalam berbagai faktor juga dikaji, di mana
sebanyak 17 orang tua (56,67%) memberikan perhatian dengan kategori sangat baik, sedangkan 13
orang tua (43,33%) berada dalam kategori baik. Dalam faktor pemberian gizi, sebanyak 15 orang
tua (50%) memberikan dukungan dengan kategori baik, 12 orang tua (40%) dalam kategori cukup
baik, 2 orang tua (6,67%) dalam kategori kurang baik, dan 1 orang tua (3,33%) dalam kategori
kurang baik. Pada faktor sarana dan prasarana, sebanyak 26 orang tua (86,67%) memberikan
dukungan dengan kategori sangat baik dan 4 orang tua (13,33%) dengan kategori baik. Selain itu,
faktor lingkungan menunjukkan bahwa sebanyak 25 orang tua (83,33%) memberikan dukungan
dengan kategori sangat baik dan 5 orang tua (16,67%) dengan kategori baik.
Kesimpulan: Keterlibatan orang tua benar-benar berpengaruh pada peningkatan pencapaian best
time terhadap atlet renang di Aquatic Swimming Club Purbalingga
Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan, Literasi Digital, dan Internal Locus of Control Terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMA Negeri 1 Ajibarang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat berwirausaha pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ajibarang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan, literasi digital, dan internal locus of control terhadap minat berwirausaha siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh menggunakan kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ajibarang tahun ajaran 2024/2025 dengan total 431 siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 215 siswa dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji-F, dan uji-t dengan menggunakan program SPSS 27 for windows. Data kuesioner yang telah diperoleh ditransformasikan menjadi data interval menggunakan metode suksesif interval (MSI) berbantuan Microsoft Excel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ajibarang. Kedua, literasi digital tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ajibarang. Ketiga, internal locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ajibarang. Keempat, pendidikan kewirausahaan, literasi digital, dan internal locus of control secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ajibarang. Implikasi dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan minat berwirausaha siswa maka guru perlu mengembangkan program pembelajaran kewirausahaan yang lebih terpadu dan inovatif melalui integrasi materi kewirausahaan dengan teknologi untuk membekali siswa dengan keterampilan yang relevan di era digital. Sekolah dapat mengombinasikan materi kewirausahaan dengan pelatihan literasi digital seperti pemasaran online dan pemanfaatan media sosial untuk bisnis. Guru juga perlu menanamkan sikap percaya diri dan kemandirian kepada siswa dengan cara memberikan ruang kepada siswa untuk mengambil keputusan sendiri dalam proyek-proyek kewirausahaan agar mereka yakin bahwa kesuksesan mereka dalam berwirausaha ditentukan oleh usaha dan keputusan mereka. Dengan demikian, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan minat berwirausaha siswa serta mempersiapkan mereka menghadapi dunia usaha yang semakin kompetitif
Perbedaan Durasi dan Kepadatan Transportasi Metode Semi Basah Terhadap Sintasan, Lipid dan Protein Kerang Hijau (Perna viridis)
Kerang hijau merupakan salah satu sumberdaya akuatik perairan yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta merupakan komoditi ekspor di Indonesia. Salah satu teknik ekspor yang biasa digunakan yaitu metode “live transport”. Namun seiring berjalannya waktu muncul permasalahan yaitu penurunan kualitas kerang hijau akibat transportasi hidup. Transportasi hidup menyebabkan stress pada kerang hijau akibat paparan udara, perubahan suhu, keracunan ammonia serta kepadatan yang berlebihan. Berdasarkan pernyataan berikut maka skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh durasi serta kepadatan pada transportasi hidup kerang hijau dilihat dari parameter sintasan, lipid dan protein kerang hijau serta menganalisis efektivitas metode semi basah dalam pengiriman kerang hijau. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan perlakuan durasi dan kepadatan dalam tiga kali ulangan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa perlakuan durasi dan kepadatan menyebabkan nilai sintasan bervariasi dari 88,5±1,5% sampai 100±0%. Perlakuan durasi menyebabkan kenaikan kadar lipid bervariasi rentang 21,42±0,053%-21,66±0,059% sedangkan perlakuan kepadatan tidak berpengaruh pada kadar lipid. Kadar protein yang dihasilkan juga beragam akibat perlakuan durasi dengan rentang 36,38±0,42%-39,17±0,41%, perlakuan kepadatan tidak memberikan dampak pada kadar protein. Transportasi hidup metode semi basah efektif untuk diaplikasikan karena nilai mortalitas rendah serta tidak terjadi penurunan profil biokimia (lipid dan protein) pada kerang hijau setelah di transportasikan
The Effect of Board Size, Independent Board Commissioners, Audit Committee Size and Leverage on Financial Performance
Penelitian ini berjudul Pengaruh Ukuran Dewan Direksi, Dewan Komisaris Independen, Ukuran Komite Audit, dan Leverage terhadap Kinerja Keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh (1) ukuran dewan direksi terhadap kinerja keuangan, (2) dewan komisaris independen terhadap kinerja keuangan, (3) ukuran komite audit terhadap kinerja keuangan, (4) leverage terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari website www.idx.co.id dan website perusahaan terkait. Populasi yang digunakan adalah seluruh perusahaan sektor consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 64 perusahaan dengan periode penelitian 3 tahun yaitu 2021 – 2023. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jumlah observasi data yang diperoleh pada penelitian ini sebanyak 192. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan bantuan software E-views 12. Berdasarkan hasil pegujian dan analisis data menggunakan Random Effect Model (REM) menunjukkan hasil bahwa (1) ukuran dewan direksi tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, (2) dewan komisaris independen berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, (3) ukuran komite audit berpengarh positif terhadap kinerja keuangan, (4) leverage tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, manajemen perusahaan sebaiknya lebih fokus pada strategi untuk meningkatkan ukuran dewan komisaris independent dan ukuran komite audit. Hal ini dikarenakan peningkatan ukuran dewan komisaris independent dan ukuran komite audit dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan direksi dan leverage tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Hal ini mengindikasikan bahwa pada sektor consumer non-cyclical, faktor-faktor tersebut bukanlah penentu utama dalam menjelaskan variasi kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini juga memberikan dukungan bagi pengguna random effect model dalam menganalisis data panel
Problematika Sosial Masyarakat Marginal dalam Novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut Karya Dian Purnomo
Novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut karya Dian Purnomo menggambarkan problematika sosial masyarakat Sangihe akibat tambang ilegal. Karya ini mencerminkan realitas kehidupan sosial melalui pendekatan sosiologi sastra. Novel ini menggambarkan ketidakadilan, perjuangan masyarakat marginal, dan konflik dengan perusahaan tambang, menjadikan isu ini penting untuk diteliti secara sosiologis. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan menekankan pada analisis problematika sosial dalam novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut menggunakan teori problematika sosial dari Soerjono Soekanto. Fokus penelitian mencakup tokoh, penokohan, latar, serta problematika sosial masyarakat yang direpresentasikan dalam novel tersebut. Penelitian ini menemukan unsur intrinsik berupa tokoh, penokohan, dan latar yang mendukung analisis problematika sosial dalam novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut. Berdasarkan teori Soerjono Soekanto ditemukan delapan problematika sosial yaitu kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, konflik generasi muda, peperangan, masalah kependudukan, masalah lingkungan hidup, dan birokrasi akibat penambangan ilegal. Novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut karya Dian Purnomo merepresentasikan realitas kehidupan masyarakat Pulau Sangihe. Berdasarkan kisah nyata, novel ini menggambarkan dampak penambangan ilegal yang menimbulkan berbagai problematika sosial. Melalui karya ini, terlihat bagaimana sastra menjadi cermin penderitaan, perjuangan, dan ketidakadilan yang dialami masyarakat
Analisis Kualitas Citra Panoramik Gigi Menggunakan Software IndoQCT
Radiologi panoramik gigi atau orthopanthomography salah satu teknik radiografi dengan menggunakan penerima citra (filter/detektor) yang ditempatkan diluar rongga mulut yang digunakan untuk memeriksa bagian maksila dan mandibula pada satu proyeksi. Agar pemeriksaan panoramik gigi aman dan menghasilkan kualitas citra terbaik bagi pasien, maka perlu ditentukan nilai Contrast to Noise Ratio (CNR), Signal to Noise Ratio (SNR) dan Modulation Tranfer Function (MTF). Penelitian ini dilakukan terhadap seratus pasien dengan usia lebih dari lima belas tahun. Pemeriksaan pasien dilakukan dengan menggunakan metode automatic pada settingan alat panoramik gigi, untuk parameter rata-rata 14,38 mA, 68,17 kV, 79,64 mGycm2 dan waktu eksposi pada 14,1 s. Setiap pasien akan ditentukan posisi ROI object dan ROI background dalam penentuan nilai CNR dan SNR, dan ROI pada MTF dalam pengolahan software IndoQCT. Hasil yang diperoleh nilai CNR yang dihasilkan pada nilai tertinggi pada 27,72 dengan dosis 81,1 mGycm2, nilai tertinggi yang dihasilkan dari nilai SNR ini yaitu pada angka 48,24 dengan dosis sebesar 55,9 mGycm2, dan nilai tertinggi pada nilai MTF ini yaitu pada nilai 2,97 dengan nilai dosis 70,8 mGycm2. Hasil nilai CNR, SNR dan MTF ini merupakan hasil yang bagus untuk parameter kualitas citra yang dihasilkan, dengan dosis yang dihasilkan masih berada dibatas bawah 120 mGycm2 referensi BAPETEN 2024
Analisis Faktor yang Berpengaruh terhadap Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Petani Padi di Kecamatan Patikraja
Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan suatu kelainan akibat penekanan saraf medianus pada terowongan karpal di pergelangan tangan dengan gejala utama berupa kesemutan dan rasa nyeri yang menjalar ke jari serta tangan yang dipersarafi oleh saraf medianus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap CTS pada petani padi di Kecamatan Patikraja.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh petani padi di Kecamatan Patikraja. Pengambilan sampel dengan metode cluster random sampling sebanyak 99 petani padi. Analisis data dengan uji chi-square atau fisher exact dan regresi logistik ganda.
Hasil Penelitian: Variabel yang berpengaruh adalah gerakan berulang (p=0,031), sikap kerja (p=0,003), dan jenis kelamin p=0,010). Variabel yang tidak berpengaruh adalah usia (p=0,401), IMT (p=0,094), masa kerja (p=0,636), dan lama kerja (p=0,869).
Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah gerakan berulang karena memiliki nilai OR paling besar yaitu 16,598 yang artinya petani padi dengan gerakan berulang berisiko (≥30 kali/menit) memiliki peluang 16,598 kali lebih besar untuk mengalami CTS dibandingkan petani padi dengan gerakan berulang tidak berisiko (<30 kali/menit). Petani padi disarankan untuk melakukan istirahat berkala dan menerapkan sikap kerja yang ergonomis
Hubungan Diabetes Distress dengan Self-Management pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Kecamatan Sumbang Banyumas
Latar belakang: diabetes distress merupakan bentuk kecemasan,
kekhawatiran, ketakutan, dan ancaman yang terkait dengan perjuangan
yang dihadapi oleh mereka yang menderita diabetes melitus. Adanya
diabetes distress dikaitkan dengan berkurangnya perawatan diri (selfmanagement). Self-management diabetes mellitus merupakan serangkaian
tindakan yang dilakukan individu untuk mengelola kondisi medis mereka
yang terdiri dari pengaturan pola makan, pengaturan aktivitas fisik,
pengonsumsian obat DM secara rutin dan teratur, pemantauan glukosa
darah serta perawatan kaki secara rutin. Tujuan penelitian: penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara diabetes distress dengan selfmanagement pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan Sumbang
Banyumas. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan bentuk studi
observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik
pengumpulan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total
sampling sebanyak 55 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square.
Hasil Penelitian: hasil penelitian menunjukkan bahwa self-management
pasien DM tipe 2 mayoritas berada pada kategori cukup yaitu 25 orang
(45,5%) dan diabetes distress pasien DM tipe 2 pada kategori ringan yaitu
35 orang (63,6%). Ada hubungan antara diabetes distress dengan selfmanagement pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan Sumbang
Banyumas (p =0,000). Kesimpulan: diabetes distress berhubungan dengan
self-management pada pasien diabetes melitus tipe 2
Pengaruh Forensic Accounting Skills dan Computer Assisted Audit Techniques terhadap Fraud Detection dengan Self Efficacy sebagai Variabel Moderating
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus korupsi terus meningkat dan melibatkan para pejabat di pemerintahan pusat serta pemerintah daerah. Kegagalan dalam mendeteksi kecurangan menjadi salah satu penyebab tingginya angka korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan menganalisis hubungan antara forensic accounting skills dan CAAT terhadap fraud detection dengan self efficacy sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 172 responden dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di tingkat kabupaten dan kota. Sampel diperoleh melalui teknik Proportionate Stratified Random Sampling, dan data dianalisis menggunakan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa forensic accounting skills berpengaruh positif dan signifikan terhadap fraud detection. Sebaliknya, CAAT menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, bertentangan dengan teori yang menyatakan bahwa penggunaan teknologi audit seharusnya meningkatkan efektivitas deteksi kecurangan. Untuk memahami lebih lanjut, dilakukan analisis tambahan dengan menggunakan pengalaman kerja sebagai variabel kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa pada auditor dengan pengalaman kerja 1–5 tahun, CAAT berpengaruh positif dan signifikan terhadap fraud detection. Namun, pada auditor dengan pengalaman lebih dari 5 tahun, CAAT justru berpengaruh negatif dan signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman kerja memengaruhi cara auditor memanfaatkan CAAT. Auditor yang lebih muda cend3erung lebih adaptif dan terbiasa menggunakan teknologi, sedangkan auditor senior mungkin menghadapi tantangan seperti resistensi terhadap teknologi baru, keterbatasan pelatihan, atau preferensi terhadap metode audit manual yang telah auditor senior kuasai lebih lama. Faktor-faktor ini dapat menyebabkan pemanfaatan CAAT oleh auditor senior menjadi kurang optimal, sehingga berdampak negatif terhadap efektivitas deteksi kecurangan. Selain itu, self efficacy tidak memoderasi hubungan antara forensic accounting skills maupun CAAT terhadap fraud detection, yang berarti tingkat keyakinan diri auditor tidak secara signifikan memperkuat hubungan antar variabel dalam penelitian ini
Pengaruh Pengetahuan Akuntansi dan Pelatihan terhadap Kesiapan Penggunaan Aplikasi Akuntansi Olsera pada Komunitas Pelaku Usaha Banyumas Raya (PUBR)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan UMKM di Indonesia yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian negara. UMKM menjadi pilar ekonomi negara yang memiliki peran krusial dalam stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, dengan menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. Namun, di era serba teknologi dan digital saat ini, UMKM dihadapkan dengan tantangan dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi, terutama dalam penerapan teknologi akuntansi. Banyak UMKM yang masih hanya berfokus pada pengembangan kapasitas usaha melalui penerapan digital marketing, tetapi tidak memperhatikan sisi pencatatan keuangan yang baik dan sehat. Sehingga hal ini menjadi perhatian bagi UMKM untuk menggunakan aplikasi akuntansi agar memudahkan pencatatan keuangan usaha.
Penelitian ini dilaksanakan pada UMKM yang tergabung dalam komunitas Pelaku Usaha Banyumas Raya (PUBR) yang akan menggunakan aplikasi akuntansi Olsera. Aplikasi Olsera menjadi solusi digital bagi UMKM dalam pencatatan keuangan yang dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi pelaporan keuangan Masalah penelitian yang diangkat adalah bagaimana tingkat kesiapan penggunaan aplikasi Olsera pada komunitas PUBR dipengaruhi oleh pengetahuan akuntansi dan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh pengetahuan akuntansi dan pelatihan terhadap kesiapan penggunaan aplikasi akuntansi Olsera pada UMKM di Kabupaten Banyumas yang tergabung dalam PUBR.
Penelitian ini mengadopsi model Technology Readiness Index (TRI), yang dikemukakan oleh Parasuraman (2000). TRI melihat kesiapan teknologi dengan menggunakan 4 dimensi, optimism, innovativeness, insecurity, dan discomfort. Keempat dimensi tersebut akan diintegrasikan dalam penelitian ini untuk mengukur tingkat kesiapan penggunaan aplikasi Olsera pada komunitas PUBR.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui survei daring menggunakan Google Forms. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM yang tergabung dalam PUBR di Kabupaten Banyumas, dengan sampel yang ditentukan menggunakan rumus Slovin sejumlah 145 responden. Data di penelitian ini dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Sebelum dilakukan analisis regresi, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik, meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heterokedasitas. Selain itu, dilakukan juga uji linearitas untuk melihat apakah terdapat pengaruh linear antara masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian selanjutnya adalah uji koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Setelah itu, dilakukan uji f untuk menguji kelayakkan model, uji regresi linear berganda, dan uji t (parsial) untuk menguji bagaimana pengaruh variabel independen, yaitu pengetahuan akuntansi dan pelatihan, terhadap variabel dependen kesiapan penggunaan aplikasi Olsera. Seluruh pengujian statistik dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 22.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan akuntansi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kesiapan penggunaan aplikasi akuntansi Olsera pada UMKM di Kabupaten Banyumas yang tergabung dalam PUBR. Dari hasil pertanyaan terbuka yang diajukan kepada responden, dapat disimpulkan bahwa hal ini dapat terjadi karena aplikasi Olsera sudah mudah digunakan dengan antarmuka yang intuitif dan user-friendly. Sehingga tidak diperlukan pengetahuan akuntansi yang mendalam agar dapat menggunakan aplikasi Olsera, cukup dengan memahami setiap fitur yang ada pada aplikasi Olsera.
Sama halnya dengan variabel pengetahuan akuntansi, hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kesiapan penggunaan aplikasi Olsera pada UMKM yang tergabung dalam komunitas PUBR. Dari hasil pertanyaan terbuka yang diajukan kepada responden, disimpulkan bahwa pelatihan berpengaruh negatif karena mayoritas responden lebih memilih dukungan teknis yang disediakan seperti video pembelajaran, forum diskusi, artikel, dan customer service ketimbang menghadiri pelatihan di kelas.
Temuan ini bertentangan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang menunjukkan pengaruh positif pengetahuan akuntansi dan pelatihan terhadap kesiapan penggunaan teknologi baru. Penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor lain, seperti kemudahan penggunaan aplikasi, manfaat praktis, dan dukungan teknis melalui media digital juga mempengaruhi kesiapan penggunaan aplikasi akuntansi Olsera pada UMKM.
Implikasi penelitian ini adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan penggunaan aplikasi akuntansi pada UMKM. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pengembang aplikasi akuntansi, pemerintah, dan komunitas UMKM dalam merancang strategi untuk meningkatkan adopsi teknologi akuntansi di kalangan UMKM. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor-faktor di luar pengetahuan akuntansi dan pelatihan dalam upaya meningkatkan kesiapan penggunaan teknologi di kalangan UMKM