27468 research outputs found
Sort by
Analisis Tren Impor Beras dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Impor Beras di Indonesia Tahun 2020-2024
Beras merupakan makanan pokok utama bagi masyarakat di Indonesia dan juga termasuk produk pangan yang dikhususkan oleh pemerintah untuk dijaga ketahanan pangannya, oleh sebab itu ketika permintaan beras tidak terpenuhi dari produksi dalam negeri maka pemerintah melakukan kebijakan impor. Volume impor beras Indonesia tahun 2020-2024 mengalami peningkatan yang signifikan. Namun produksi beras mengalami penurunan dan konsumsi beras terus mengalami peningkatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui tren volume impor beras di Indonesia selama 5 tahun terakhir; 2) Meramalkan volume impor beras di Indonesia pada 24 bulan mendatang (2025-2026); 3) Menganalisis pengaruh faktor produksi beras Indonesia, konsumsi beras Indonesia, harga beras domestik, harga beras internasional, dan kurs rupiah terhadap dollar AS terhadap impor beras di Indonesia.
Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu berupa data time series atau deret waktu dengan periode waktu bulan Januari tahun 2020 sampai bulan Desember tahun 2024. Data sekunder diperoleh melalui lembaga resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian, World Bank, Trade Map, dan berbagai artikel maupun media yang terkait dengan impor beras di Indonesia. Analisis data yang digunakan yaitu analisis tren menggunakan analisis deskriptif, analisis proyeksi (forecasting) menggunakan metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average), dan analisis faktor yang menggunakan regresi linier berganda. Data dalam penelitian ini diolah menggunakan IBM SPSS Statistic 24 dan Minitab Statistical Software 22.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tren volume impor beras Indonesia secara keseluruhan menunjukkan bahwa periode 2020–2022 relatif stabil dengan volume impor rendah hingga sedang, sedangkan periode 2023–2024 mengalami lonjakan yang signifikan. Hasil peramalan (forecasting) volume impor beras Indonesia dengan model terbaik ARIMA (2,1,4) diproyeksikan mengalami tren peningkatan yang cukup signifikan, periode Januari 2025 berada pada 622.386 ton hingga yang tertinggi yaitu bulan Desember 2026 sebesar 1.642.796 ton. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi volume impor beras Indonesia adalah produksi beras, harga beras domestik, dan harga beras internasional
Register Pengguna Game Online Genshin Impact dalam Komunitas Indonesia Main Genshin (Indomi) di Discord (Kajian Sosiolinguistik)
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk, makna, dan fungsi register yang digunakan oleh pengguna game online Genshin Impact dalam Komunitas Indonesia Main Genshin (Indomi) di Discord. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh dari room chat # .seputar-abyss Discord Komunitas Indomi, terhitung dari 16 Juli - Agustus 2024, sedangkan data sekunder berasal dari referensi pendukung, seperti penelitian terdahulu, kamus, dan sumber tutorial permainan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan cakap. Teknik dasar dari metode simak adalah teknik sadap, dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Metode cakap menggunakan teknik pancing sebagai teknik dasar, dengan teknik lanjutan berupa cakap tak bertemu muka. Analisis data dilakukan dengan metode padan ekstralingual. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik pilah unsur tertentu, sedangkan teknik lanjutannya adalah teknik hubung banding membedakan. Hasil analisis data disajikan menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30 data register yang terdiri
atas 16 register berbentuk kata dan 14 register berbentuk frasa. Berdasarkan makna kontekstual, ditemukan 16 data termasuk dalam register selingkung terbatas dan 14 data dalam register selingkung terbuka. Beberapa fungsi-fungsi yang ditemukan oleh peneliti adalah fungsi instrumental yang berjumlah 7 data, fungsi representasional yang berjumlah 6 data, fungsi interaksional yang berjumlah 7 data, fungsi personal yang berjumlah 6 data, dan fungsi heuristik yang berjumlah 4 data. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan register dalam komunitas game tidak hanya mencerminkan kekhasan bahasa kelompok, tetapi juga menunjukkan peran penting bahasa dalam membangun identitas sosial dan efektivitas komunikasi dalam komunitas daring
Analisis Efisiensi Teknis terhadap Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produksi Genteng di Kabupaten Majalengka Tahun 2023 (Studi Kasus: Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka)
Penelitian ini meneliti tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi Genteng seperti bahan baku, modal, tenaga kerja, lama usaha dan Tingkat pendidikan terhadap jumlah hasil produksi genteng yang ada di Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka dengan jumlah output genteng yang dihasilkan apakah mendapatkan hasil yang maksimal/efisiens baik secara teknis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil produksi genteng dan menganasilis efisiensi baik secara teknis terhadap hasil produksi genteng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan kuisioner. Metode pengambilan sampel menggunakan sampel random sampling. Objek penelitian ini yaitu di Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka. Populasi dalampenelitian ini adalah semua pemilik usaha produksi genteng di Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka. Jumlah sampel yang didapat yaitu 59 responden. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dan SFA (Stochastic Frontier Analysis) menggunakan Frontier 4.1C. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) variabel bahan baku, modal, tenaga kerja, lama usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil produksi genteng di Kecamatan Jatiwangi, 2) variabel Tingkat Pendidikan berpengaruh negatif terhadap hasil produksi genteng Kecamatan Jatiwangi. 3) nilai efisiensi teknis sebesar 0,99 maka dapat dikatakan bahwa industri genteng di Kecamatan Jatiwangi sudah efisien dalam penggunaan faktor-faktor produksi tersebut
Komparasi Disfemia dalam Komentar Warganet Di Media Sosial Periode Januari-Maret 2024
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan disfemia dalam komentar warganet pada media sosial Instagram dan TikTok akun @kompascom selama periode Januari–Maret 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik. Data penelitian berupa komentar warganet yang mengandung unsur disfemia pada unggahan berita mengenai pemilihan presiden tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disfemia ditemukan dalam tiga bentuk kebahasaan, yaitu bentuk kata, bentuk frasa, dan bentuk ungkapan. Selain itu, disfemia juga mengandung lima nilai rasa, yaitu menyeramkan, menakutkan, mengerikan, menjijikan, dan menguatkan. Komentar di Instagram cenderung lebih frontal dan lugas dalam mengekspresikan kekasaran bahasa, sedangkan komentar di TikTok tidak langsung meskipun tetap memuat makna disfemia. Temuan ini menunjukkan bahwa disfemia tidak hanya berfungsi sebagai sarana melampiaskan emosi, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika komunikasi digital yang digunakan untuk menunjukan ketidaksukaan, ketidaksetujuan, penghinaan, dan merendahkan dalam ruang publik seperti kolom komentar di media sosial
Ketika Masyarakat Sipil Membela Otoritarianisme: Thai Bhakdi, "We Support Prayuth", dan Kemunduran Demokrasi Thailand
Masyarakat sipil sering dianggap sebagai landasan penting bagi konsolidasi demokrasi, namun di Thailand, masyarakat sipil juga memainkan peran krusial dalam mempertahankan pemerintahan otoriter. Artikel ini menganalisis bagaimana gerakan masyarakat sipil pro-otoriter—Thai Bhakdi dan “We Support Prayuth”—muncul dan beroperasi dalam konteks hubungan historis antara militer dan monarki serta polarisasi politik sejak kudeta 2006. Menggunakan kerangka kerja Masyarakat Sipil Otoriter (ACS) dan pendekatan analisis historis komparatif, studi ini melacak bagaimana perpecahan yang telah lama ada antara kekuatan reformis dan konservatif menciptakan lahan subur bagi gerakan-gerakan ini. Thai Bhakdi, yang berakar pada nasionalisme monarkis, menggerakkan aktivisme offline dan digital untuk membela monarki, menekankan identitas nasional, dan menggunakan undang-undang lèse majesté untuk membungkam kritik. “We Support Prayuth,” sejalan dengan narasi militer tentang stabilitas, melegitimasi kekuasaan luar biasa seperti Pasal 44 untuk memperkuat otoritas junta. Menggunakan data arsip, literatur akademik, dan konten media sosial, temuan menunjukkan bahwa gerakan-gerakan ini—meskipun secara formal independen dari negara—berfungsi sebagai penegak otonom dari tatanan kerajaan-militer-konservatif. Alih-alih menentang otoritarianisme, masyarakat sipil Thailand yang terpolarisasi telah melegitimasi otoritarianisme tersebut, mempersempit ruang demokrasi, dan memperkuat siklus ketergantungan yang mengarah pada kemunduran demokrasi
Karakter Fisiologi dan Hasil Ubi Jalar Ungu dengan Aplikasi Pupuk Organik dan Biochar plus
Permintaan ubi jalar terus meningkat sulit dipenuhi karena produksi masih terbatas akibat penurunan luas lahan. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik, mengetahui pengaruh aplikasi biochar plus, dan mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik dan biochar plus terhadap karakter fisiologi & hasil ubi jalar ungu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian. Waktu penelitian dimulai pada September 2024 hingga Agustus 2025. Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor kombinasi perlakuan. Faktor pertama adalah perlakuan pupuk organik (P), yaitu P0 = tanpa pupuk organik; P1 = pupuk organik sapi; P2 = pupuk organik kambing. Faktor kedua adalah perlakuan biochar (B), yaitu B1 = biochar; B2 = biochar plus POC; B3 = biochar plus azolla. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi pupuk organik belum mampu meningkatkan karakter fisiologi dan hasil tanaman. Aplikasi biochar plus POC mampu meningkatkan hasil yaitu jumlah umbi sebesar 31,95%. Aplikasi pupuk organik sapi dan biochar plus POC mampu meningkatkan kadar klorofil daun a, b, dan klorofil total secara berturut-turut sebesar 81,8%, 122,7%, dan 72,2%
Implementasi Fungsi Kehumasan dalam Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup sebagai Upaya dalam Menjaga Eksistensi Lembaga
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi fungsi kehumasan dijalankan dalam Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) sebagai upaya menjaga eksistensi lembaganya. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis, dan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan memilih pihak-pihak yang menjalankan fungsi komunikasi dan kehumasan dalam LPPSLH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun LPPSLH tidak memiliki divisi kehumasan secara struktural, fungsi kehumasan tetap berjalan melalui peran lintas bidang. Fungsi kehumasan dalam LPPSLH dijalankan untuk mendukung aktivitas advokasi, membangun hubungan dengan mitra strategis, menyampaikan program kepada publik, serta membentuk citra positif lembaga. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Excellence dari James E. Grunig, yang menekankan pentingnya public relations sebagai fungsi manajerial dalam suatu organisasi. LPPSLH menunjukkan penerapan tiga komponen utama dalam teori tersebut, yaitu knowledge core, shared expectation, dan participative culture. Ketiga komponen tersebut berkontribusi pada upaya menjaga keberlanjutan dan eksistensi organisasi. Kendala utama yang dihadapi LPPSLH adalah keterbatasan SDM profesional di bidang komunikasi dan ketiadaan struktur formal kehumasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fungsi kehumasan yang adaptif dan strategis dapat tetap dijalankan, meskipun dalam keterbatasan, selama organisasi memiliki budaya kerja yang partisipatif dan kesadaran akan pentingnya komunikasi publi
Pengaruh Konsentrasi dan Interval Penyemprotan KNO3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Melon pada Hidroponik Dutch Bucket
Produksi melon di Indonesia mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir mencapai 115.176 ton pada tahun 2021-2023. Hal ini disebabkan oleh penurunan produktivitas akibat teknik budidaya yang belum optimal. Pemberian KNO3 dengan konsentrasi dan interval yang tepat serta budidaya hidroponik dutch bucket dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil melon. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi KNO3, interval penyemprotan, dan interaksi terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil melon pada hidroponik dutch bucket. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse Desa Pasir Kulon, Karanglewas, Banyumas. Penelitian dimulai pada bulan Mei 2025 hingga Agustus 2025. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi KNO3 dan interval penyemprotan. Konsentrasi yang diujikan meliputi K0= kontrol, K1= 3,75 g/L, dan K2= 7,5 g/L. Interval penyemprotan yang diujikan meliputi I1= 4 hari sekali, I2= 8 hari sekali, dan I3=12 hari sekali. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan ANOVA pada taraf kesalahan 5%. Apabila hasilnya berbeda nyata (F hitung > F tabel), maka analisis dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT pada taraf α 5%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil uji ragam menunjukkan konsentrasi KNO3 memberikan pengaruh sangat nyata pada variabel bobot buah, diameter buah, tebal daging buah, total padatan terlarut, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, bobot segar akar, bobot kering akar, dan bobot kering buah. Interval penyemprotan memberikan pengaruh nyata pada variabel jumlah daun umur 28 HST, dan memberikan pengaruh sangat nyata pada variabel bobot buah, diameter buah, tebal daging buah, bobot kering akar. Konsentrasi KNO3 7,5 g/L dengan interval penyemprotan setiap 12 hari sekali merupakan interaksi terbaik antara perlakuan konsentrasi pupuk KNO3 dengan interval aplikasi terhadap bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, bobot kering akar, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman, bobot buah, dan bobot kering buah
Biodiversitas Serangga Hama dan Musuh Alami pada Pertanaman Padi (Oryza sativa L.) Fase Generatif Inpago Unsoed Protani di Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Brebes
Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman serealia penting dunia dan merupakan makanan pokok bagi negara-negara Asia Tenggara. Data menunjukkan bahwa produksi tanaman padi mengalami penurunan, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya. Hama serangga merupakan penyebab utama tekanan biotik yang membatasi hasil panen di seluruh negara penghasil padi. Keberadaan hama tersebut dapat ditekan dengan pengendalian secara terpadu, salah satunya menggunakan musuh alami. Penelitian ini mengetahui intensitas serangan hama, keanekaragaman dan keseragaman hama dan musuh alami, serta mengetahui kelimpahan hama dan musuh alami Inpago Unsoed Protani pada fase generatif di dua lokasi berbeda, yaitu Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Brebes. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2024–Februari 2025 di Desa Majasari dan Desa Pakujati. Metode pengambilan sampel meliputi sweep net, perangkap kuning, dan pengamatan langsung pada 20 titik sampel per lokasi. Intensitas serangan dihitung dengan menggunakan rumus kerusakan tidak mutlak. Indeks keanekaragaman dihitung menggunakan rumus Shannon–Weiner, sedangkan kemerataan menggunakan indeks Evenness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas serangan hama mengalami peningkatan di kedua lokasi, dengan intensitas serangan hama di lokasi Desa Pakujati lebih tinggi. Indeks keanekaragaman hama di Desa Majasari rendah (H’=0,89) dan musuh alami sedang (H’=1,72), sedangkan di Desa Pakujati keanekaragaman hama sedang (H’=1,57) dan musuh alami tinggi (H’=1,93). Indeks keseragaman hama di Desa Majasari rendah (E=0,49) dan musuh alami tinggi (E=0,78), sedangkan di Desa Pakujati keseragaman hama sedang (E=0,68) dan musuh alami tinggi (E=0,87). Kelimpahan hama didominasi oleh Leptocorica sp. di kedua lokasi, sedangkan musuh alami di Desa Majasari didominasi oleh Coccinella transversalis, sedangkan di Desa Pakujati didominasi oleh Sepedon sp
Pengaruh Distribusi Waktu Belajar dan Jeda Istirahat terhadap Working Memory dan Beban Kognitif dengan Metode Eksperimen
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh durasi jeda istirahat terhadap peningkatan working memory dan pemulihan kognitif, mengidentifikasi strategi distribusi waktu belajar yang paling optimal bagi mahasiswa, serta mengevaluasi hubungan antara kemampuan mengingat dengan tingkat usaha mental (beban kognitif) yang dirasakan selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen berupa desain faktorial eksperimen 22, sehingga eksperimen dilakukan dengan 4 treatment berbeda dan dengan kondisi distribusi belajar spaced (4 times repeated). Dalam eksperimen ini, desain penelitian yang digunakan menampilkan variasi pada durasi penyajian informasi dan jeda istirahat sebagai faktor perlakuan, dengan dua variabel hasil yang diamati, yaitu jumlah kata yang diingat dengan benar dan tingkat beban kognitif. Penentuan jumlah partisipan pada penelitian ini dilakukan menggunakan software G*Power versi 3.1.9.7, dengan metode Repeated Measures ANOVA (within-subjects). Analisis dilakukan secara a priori, yaitu untuk menghitung jumlah minimum sample yang dibutuhkan agar penelitian memiliki kekuatan statistik (power) yang cukup dalam mendeteksi efek yang diharapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jeda istirahat memiliki peran penting dalam meningkatkan working memory dan menurunkan beban kognitif mahasiswa. Jeda istirahat yang lebih panjang setelah sesi belajar memungkinkan otak melakukan mental rehearsal secara alami, sehingga memperkuat retensi informasi dan memulihkan kapasitas kognitif. Strategi belajar dengan durasi singkat dan jeda istirahat panjang terbukti paling efektif dalam mendukung retensi jangka panjang dan efisiensi mental. Selain itu, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kemampuan mengingat dan beban kognitif, yang berarti semakin baik kemampuan mengingat, semakin ringan beban kognitif yang dirasakan mahasiswa selama proses pembelajaran