Repository Universitas Jenderal Soedirman

Repository Universitas Jenderal Soedirman
Not a member yet
    27468 research outputs found

    Pengaruh Aspek Kemudahan Penggunaan, Keamanan, Keuntungan Finansial, dan Fleksibilitas terhadap Preferensi Adopsi Layanan Bank Digital: Studi Kasus Generasi Z di Jabodetabek

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan studi kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan penggunaan, keamanan, keuntungan finansial, dan fleksibilitas layanan terhadap preferensi adopsi layanan bank digital oleh Generasi Z. Penelitian ini berjudul “Pengaruh Aspek Kemudahan Penggunaan, Keamanan, Keuntungan Finansial, dan Fleksibilitas terhadap Preferensi Adopsi Layanan Bank Digital: Studi Kasus Generasi Z di Jabodetabek.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi digital yang telah mengubah lanskap industri perbankan, di mana layanan bank digital mulai menggantikan peran bank konvensional dalam kehidupan sehari-hari. Generasi Z, sebagai generasi yang lahir dan tumbuh dalam era digital, memiliki potensi besar dalam mendorong transformasi layanan keuangan. Namun demikian, meskipun memiliki tingkat literasi digital yang tinggi, adopsi layanan bank digital oleh Generasi Z belum sepenuhnya optimal. Hal ini menunjukkan adanya faktor-faktor tertentu yang perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memahami preferensi mereka dalam menggunakan layanan tersebut. Penelitian dilakukan di wilayah Jabodetabek yang merupakan kawasan dengan penetrasi teknologi tertinggi di Indonesia dan memiliki infrastruktur digital yang mendukung transaksi perbankan secara daring. Sampel penelitian terdiri dari 100 responden yang merupakan Generasi Z, yaitu individu yang lahir antara tahun 1997 hingga 2007, berdomisili di Jabodetabek, serta telah menggunakan layanan bank digital lebih dari satu kali dalam enam bulan terakhir. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kemudahan penggunaan dan keamanan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap preferensi adopsi layanan bank digital. Sebaliknya, variabel keuntungan finansial dan fleksibilitas terbukti berpengaruh positif dan signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa Generasi Z lebih mempertimbangkan manfaat yang bersifat langsung dan praktis, seperti efisiensi biaya dan kemudahan pengelolaan waktu, dibandingkan aspek teknis seperti kemudahan operasional atau keamanan sistem. Implikasi dari hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penyedia layanan bank digital perlu fokus pada penguatan strategi promosi yang memberikan keuntungan finansial, seperti diskon, cashback, dan bebas biaya administrasi, serta menyediakan layanan yang fleksibel dan mudah diakses sesuai kebutuhan pengguna muda. Selain itu, disarankan agar penelitian selanjutnya mempertimbangkan variabel tambahan seperti citra merek dan pengaruh lingkungan sosial untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh terkait perilaku adopsi layanan keuangan digital di kalangan Generasi Z

    Permasalahan Development Language Disorder (DLD) pada Anak Tingkat Sekolah Dasar di Panti Asuhan Harapan Mulia: Analisis Psikolinguistik-Naratif

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur naratif lisan anak-anak tingkat sekolah dasar di Panti Asuhan Harapan Mulia berdasarkan tema emosi positif dan negatif, serta mengidentifikasi karakteristik linguistik yang berkaitan dengan gejala Development Language Disorder (DLD). Latar belakang dari penelitian ini mengacu pada permasalahan anak tingkat sekolah dasar di Panti Asuhan Harapan Mulia yang tidak melakukan keterampilan bahasa sesuai dengan perkembangan pada fase anak-anak (childhood) dan juvenility. Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian psikologi kualitatif deskriptif dengan metode penelitian Grounded Theory. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks naratif lisan berdasarkan pengalaman emosi positif dan emosi negatif yang dihasilkan oleh anak tingkat sekolah dasar di Panti Asuhan Harapan Mulia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap. Penelitian ini menggunakan metode analisis psikologi diskursif dengan teknik pembacaan, teknik pengodean, dan teknik analisis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Analisis struktur teks naratif lisan yang dihasilkan anak tingkat sekolah dasar di Panti Asuhan Harapan Mulia dengan tema emosi positif dan emosi negatif. (2) Keterkaitan hasil analisis teks naratif lisan yang dihasilkan anak tingkat sekolah dasar di Panti Asuhan Harapan Mulia dengan DLD. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kedua naratif dengan tema emosi positif dan emosi negatif yang dihasilkan menunjukkan kesesuaian dengan karakteristik DLD, seperti keterbatasan sintaksis, penguasaan kosakata yang minim, serta kesulitan dalam mengintegrasikan ide

    Strategi Pemberdayaan Pada Sanggar Seni Kaloka Dalam Melestarikan Kesenian Tradisional di Kabupaten Pemalang

    Get PDF
    Kabupaten Pemalang merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Jawa Tengah yang memiliki beragam kesenian. Namun pada akhir-akhir ini krisis budaya menjadi salah satu fenomena tersendiri, hal ini terjadi akibat para generasi muda lebih menggemari produk budaya asing dan kurangnya pemahaman tentang tradisi itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan pada Sanggar Seni Kaloka dalam melestarikan kesenian tradisional dan menganalisis faktor pendukung serta faktor penghambat. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif. Penentuan informan menggunakan purposive sampling karena teknik tersebut hanya memilih kelompok subyek berdasarkan karakteristik tertentu yang dinilai memiliki keterkaitan dengan subyek yang akan diteliti. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis interaktif dengan menggunakan metode analisis data Miles, Huberman dan Saldana (2014) yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini yaitu teori Max Weber tindakan sosial, hal ini dikarenaka pada teori tersebut Weber melihat bahwa kenyataan sosial secara mendasar terdiri dari individu-individu dan tindakan sosialnya. Hasil penelitin menunjukkan Sanggar Kaloka melakukan berbagai program pemberdayaan untuk melestarikan kesenian tradisional khususnya seni tari di Kabupaten Pemalang. Bentuk pemberdayaan yang dilakukan oleh Sanggar Seni Kaloka yaitu berupa pembelajaran dan uji pentas. Adapun strategi yang digunakan oleh Sanggar ini yaitu melalui pendidikan dan pelatihan, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kerjasama dengan pemerintah daerah, dokumentasi karya seni di media sosial, dan mengadakan workshop kebudayaan. Adapun beberapa faktor pendukung dari adanya program pemberdayaan di Sanggar Kaloka yaitu seperti adanya dukungan dari pemerintah yang dibuktikan dengan adanya bantuan anggaran untuk mendukung kegiatan Sanggar Kaloka serta memberikan fasilitas berupa pendopo dan beberapa alat musik. Selain itu faktor pendukung lainnya berasal dari masyarakat. Adapun faktor penghambat yaitu kurangnya ketertarikan para generasi muda dengan kesenian tradisional, serta kurang minatnya anak laki-laki untuk melestarikan kesenian tari dan kurangnya inovasi dari pelaku kesenian, dan kurangnya dukungan dari orang tua

    Analisis Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) pada Mangrove Jenis Rhizophora Mucronata dan Rhizophora Apiculata di Segara Anakan, Cilacap

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul Analisis Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) pada Mangrove Jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata di Segara Anakan, Cilacap. Mangrove memiliki kemampuan mengakumulasi pencemar seperti TPH. Karakteristik mangrove yang berbeda-beda mempengaruhi tingkat akumulasi terhadap pencemar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi TPH pada air, sedimen, dan jaringan mangrove, serta menganalisis BAF dan TF spesies Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2024. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif, penentuan lokasi pengambilan sampel dengan metode random sampling pada tiga stasiun. Hasil penelitian TPH pada air terendah 100 mg/L, sedangkan tertinggi 367 mg/L. Hasil konsentrasi TPH pada sedimen terendah yaitu 32.667 mg/kg dan tertinggi 79.633 mg/kg. Konsentrasi TPH pada mangrove jenis Rhizophora apiculata memiliki konsentrasi rata-rata tertinggi yaitu 16.000 ± 3930 mg/kg dibandingkan Rhizophora mucronata yaitu 12.183 ± 2588 mg/kg. Nilai BAF dan TF dari kedua spesies tersebut ≤ 1 yang artinya tumbuhan kurang memiliki kemampuan mengakumulasi dan mentranslokasi kontaminan TPH dalam organnya

    DNA barcoding tanaman silver velvet Borneo (Alocasia reginae L. Linden ex N.E.Br.) menggunakan sekuen trnL-F DAN ITS

    Get PDF
    Alocasia reginae L. Linden ex N.E.Br. (Silver Velvet Borneo) adalah salah satu spesies tanaman hias yang popular dari Araceae karena mempunyai nilai estetika tinggi sehingga cukup prospektif di bidang ekonomi. Seperti yang diketahui bahwa genetic database dari A. reginae di dalam NCBI masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan adanya teknik DNA barcoding untuk mengetahui karakteristik basa nukleotida suatu sekuen yang terkandung di dalam genom A. reginae. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) mengetahui karakteristik profil sekuen DNA region trnL-F dari A. reginae; dan (2) mengetahui posisi A. reginae dalam pohon filogenetik berdasarkan region trnL-F yang dibandingkan dengan database NCBI. Manfaat dari penelitian ini meliputi: (1) mampu berperan sebagai dasar rujukan dalam upaya pemuliaan tanaman A. reginae berdasarkan karakteristik sekuen trnL-F; (2) mampu berkontribusi secara langsung terhadap perkembangan sistem klasifikasi A. reginae melalui penggunaan sekuen trnL-F; dan (3) mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penulis terkait pengaplikasian bioinformatika khususnya DNA barcoding guna mendukung upaya konservasi genetik tumbuhan di Indonesia. Penelitian DNA barcoding terhadap Alocasia reginae melibatkan berbagai tahapan meliputi ekstraksi DNA, amplifikasi DNA, elektroforesis dan visualisasi fragmen DNA, sekuensing, dan analisis data. Proses analisis data didukung oleh penggunaan laman GenBank NCBI, software MEGA 12, dan laman MultAlin. Output yang dihasilkan dari analisis data meliputi komposisi basa nukleotida, jarak genetik, dan pohon filogenetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil sekuen trnL-F pada genom A. reginae mempunyai panjang sekuen contig 402 bp dan 406 bp dengan komposisi basa nukleotidanya meliputi T(U) (35,01%), C (17,88%), A (30,98%), dan G (16,12%). Sampel A. reginae dengan A. nebula dan A. melo memiliki nilai jarak genetik 0 mengindikasikan tidak terdapat adanya variasi nukleotida yang terdeteksi pada lokus trnL-F di antara ketiga spesies tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa sekuen trnL-F memiliki keterbatasan resolusi dalam mendiskriminasi tumbuhan pada tingkatan taksa spesies

    Tingkat Adopsi Inovasi Petani Padi terhadap Teknologi Combine Harvester di Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu

    Get PDF
    Konsumsi beras di Indonesia cenderung stabil namun diperkirakan meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi, sementara produksi padi memerlukan efisiensi agar mampu memenuhi kebutuhan yang terus bertambah. Salah satu upaya peningkatan efisiensi adalah melalui adopsi teknologi combine harvester yang terbukti mampu menghemat waktu, tenaga kerja, biaya panen, serta menekan kehilangan hasil dibandingkan metode tradisional. Meski demikian, tingkat adopsi teknologi ini di kalangan petani, khususnya di Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu, masih bervariasi karena dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi sosial ekonomi, persepsi terhadap manfaat, luas lahan, dan akses terhadap teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi teknologi combine harvester pada petani padi di Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu, menganalisis hubungan antara karakteristik inovasi yang meliputi keunggulan relatif, kesesuaian, kerumitan, dapat dicoba, dan dapat diamati dengan tingkat adopsi, serta menganalisis pengaruh karakteristik inovasi dan karakteristik petani seperti usia, pendidikan, pengalaman berusahatani, luas lahan garapan, pendapatan, dan akses informasi terhadap keputusan adopsi teknologi combine harvester di Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu. Menggunakan aplikasi Excel dan IBM SPSS versi 25, analisis yang digunakan yaitu: deskriptif, korelasi, dan regresi linear berganda. Jumlah total responden dalam penelitian ini adalah 100 petani. Tingkat adopsi teknologi combine harvester oleh petani di Kecamatan Lohbener berada pada kategori sedang. Hambatan non-teknis seperti kekhawatiran terhadap dampak lahan, keterikatan emosional pada tenaga kerja tradisional, dan minimnya literasi teknologi menjadi tantangan utama. Tingkat adopsi teknologi combine harvester di Kecamatan Lohbener dipengaruhi secara signifikan oleh lima variabel, di mana keunggulan relatif, kesesuaian inovasi, dapat dicoba, dan dapat diamati menunjukkan hubungan positif yang kuat. Persepsi kerumitan teknologi berkorelasi negatif, menunjukkan bahwa semakin sulit petani menganggap penggunaan dan perawatan alat ini, semakin rendah minat adopsinya. Karakteristik inovasi (keunggulan relatif, kesesuaian, kerumitan, dapat dicoba, dan dapat diamati) serta karakteristik petani (pendidikan, luas lahan, pendapatan, dan akses informasi) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan adopsi combine harvester di Kecamatan Lohbener. Sebagian besar variabel independen berpengaruh parsial, kecuali usia dan pengalaman berusahatani. Persamaan regresi yang dihasilkan memprediksi bahwa peningkatan faktor-faktor seperti keunggulan relatif, kesesuaian, dan pendapatan akan mendorong adopsi, sedangkan kerumitan teknologi menghambatnya. Implikasinya, strategi diseminasi teknologi perlu fokus pada demonstrasi manfaat, kemudahan penggunaan, dan aksesibilitas finansial, dengan pendekatan diferensiasi untuk petani berlahan sempit atau berpendidikan rendah

    Translation Procedures and Accuracy of Conative Functions in Rhaenyra Targaryen’s Utterances in House of the Dragon Season 2

    Get PDF
    This research examines the translation procedures and accuracy of conative functions in Rhaenyra Targaryen’s utterances in House of the Dragon Season 2. Employing a qualitative descriptive approach, the research analyzes how conative functions are translated and evaluates the impact of these choices on accuracy. Based on Jakobson’s (1995) concept of conative function, the study identifies seven types of conative functions, with activational vocative (42.03%) and affirmative imperative (31.88%) appearing most frequently. These dominant forms reflect the character’s role as a ruler in the series. Using Vinay and Darbelnet’s (1995) translation procedures, the study identifies four strategies employed, with literal translation (60.87%) being the most frequently used procedure. This indicates that the source language often contains expressions that can be directly translated to the target language. The accuracy of the translations, assessed using Nababan’s (2012) model, reveals a high accuracy rate of 88.41%, with most utterances maintaining their imperative or vocative meaning. A few received lower ratings due to omissions of parts of utterances or shifts in meaning. These findings highlight the importance of accurately preserving conative functions in audiovisual translation to ensure the speaker’s intent is conveyed to the target audience

    Analysis of Exchange Rate Determinants From 2021 to 2023

    Get PDF
    The fluctuation of the Rupiah exchange rate against the US Dollar during the 2019–2023 period was influenced by various domestic and global factors, such as the COVID-19 pandemic, the Federal Reserve's tight monetary policy, and the geopolitical tensions between Russia and Ukraine. This study is titled: “Analysis of Exchange Rate Determinants from 2021 to 2023.” The objective of this research is to examine the influence of net exports, inflation, interest rates, and global oil prices on the Rupiah exchange rate. The data used in this study are secondary data in the form of time series data from 2021 to 2023. The variables analyzed consist of the exchange rate as the dependent variable (Y), and net exports (X1), inflation (X2), interest rate (X3), and world oil prices (X4) as the independent variables. The analytical method employed in this study is the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model. Based on the results of the ARDL analysis, the study finds that: (1) net exports do not have a significant effect on the exchange rate, (2) inflation has a negative and significant effect in the long run, (3) interest rates have a positive and significant effect in both the short run and long run, and (4) global oil prices have a negative but statistically insignificant effect on the exchange rate in the short run. The implications of these findings indicate that consistent inflation control is a key factor in maintaining exchange rate stability, given its significant long-term impact. Therefore, stabilizing the prices of essential goods and strengthening the coordination between fiscal and monetary policies are crucial to maintaining overall macroeconomic stability. Additionally, although global oil prices were not found to have a significant effect during the research period, Indonesia’s dependence on energy imports remains a concern. Thus, efforts to diversify national energy sources and strengthen foreign exchange reserves should continue to be promoted to enhance external resilience. The finding that interest rates have a positive and significant effect on the exchange rate also underscores the vital role of monetary policy, particularly in attracting capital inflows and maintaining the attractiveness of domestic assets. Furthermore, this study provides empirical contributions for academics and researchers, while also opening opportunities for future research to consider other variables such as capital flows, geopolitical risks, and global market sentiment that were not covered in this study

    Pengaruh Pemberian Probiotik dan Antibiotik terhadap Rasio Yolk/Albumen dan Haugh Unit Telur Itik Tegal yang Dipelihara Secara Terkurung

    Get PDF
    Penelitian “Pengaruh Pemberian Probiotik dan Antibiotik Terhadap Rasio Yolk/ Albumen dan Haugh Unit telur Itik Tegal Yang Dipelihara Secara Terkurung” telah dilaksanakan pada tanggal 14 juni – 19 agustus 2024. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan pengaruh pemberian probiotik dan antibiotik terhadap rasio yolk/ albumen dan haugh unit telur itik tegal. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu Itik Tegal berjumlah sebanyak 540 ekor dengan umur produktif yaitu 12 bulan yang dipelihara di Kelompok Ternak Tani Itik (KTTI) Berkah Abadi kota Tegal. Pakan yang di digunakan terdiri dari nasi aking 30,30%, dedak 45,46%, ikan giling 22,73%, dan konsentrat 1,51%, dengan kandungan nutrien pakan PK 15,66%, LK 6,95%, SK 38,70%, Abu 9,88%, BETN 25,81%, Ca 8,2%, P 1,93% dan energi metabolik 2.900 kkal/kg, probiotik Lacsacpro yang terdiri dari Lactobacillus sp. dan Saccharomycess cerevisiae, dan antibiotik. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari L1 (pakan basal), L2 (pakan basal + probiotik lacsapro), L3 (pakan basal + antibiotik) dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Data penelitian dianalisis dengan analisis variansi (ANAVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai dari Rasio Yolk/ Albumen yang dihasilkan berkisar 0.72 – 0.73 gram dengan nilai rataan 0.73 ± 0.03 gram dan hasil dari Haugh Unit berkisar 88.86 – 90.11 dengan nilai rataan 89.40 ± 1.95. Berdasarkan hasil penelitian pemberian Probiotik Lacsacpro dan pemberian antibiotik pada pakan belum memberikan pengaruh nyata terhadap nilai rasio yolk/ albumen, serta haugh unit telur itik Tegal

    Pembatalan Akta Hibah Berbasis Misbruik Van Omstandigheden dalam Sengketa Waris (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 3013 K/Pdt/2022)

    Get PDF
    SITI RAHMA FEBRISA, Program Studi Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum, Universitas Jenderal Soedriman, Pembatalan Akta Hibah Berbasis Misbruik Van Omstandigehden dalam . Hibah menurut Pasal 1666 KUHPerdata perjanjian sepihak, semasa hidupnya dengan cuma-cuma dan tidak dapat ditarik kembali. Dalam pelaksanaan penghibahan, dimungkinkan terjadi misbruik van omstandigheden. Implikasi dari misbruik van omstandigheden tersebut adalah perjanjian hibah yang dibuat tidak kehendak yang bebas dari pemberi hibah, sehingga melanggar syarat pertama sahnya perjanjian berdasarkan Pasal 1320 KUHPerdata yaitu kesepakatan. Akta hibah yang dibuat karena adanya misbruik van omstandigheden tidak sah dibatalkan. Permasalahan penelitian pertama yaitu bagaimana pembatalan akta hibah berbasis misbruk van omstandigheden dalam sengketa waris pada putusan Mahkamah Agung Nomor 3013 K/Pdt/2022 dan bagaimana pertimbangan hukum hakim Mahkamah Agung dalam pembagian waris masing-masing ahli waris. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pembatalan akta hibah berbasis misbruik van omstandigheden dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 3013 K/Pdt/2022, dan menganalisis pertimbangan majelis hakim Mahkamah Agung dalam perkara tersebut tentang pembagian waris masing-masing ahli waris. metode penelitian ini menggunakan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual dan kasus. Spesifikasi penelitian ini analisis preskriptif. Sumber data yang digunakan primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Semua bahan akan dianalisis secara normatif kualitatif. Putusan Mahkamah Agung Nomor 3013 K/Pdt/2022 yang membatalkan akta hibah karena adanya misbruik van omstandigheden sudah tepat dan sejalan dengan Putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor 85/Pdt.G/2021, karena Penggugat selaku ibu kandung berada dalam tekanan saat memberikan hibah, sehingga tidak terdapat kesepakatan yang sah, sebagaimana dalam Pasal 1320 KUHPerdata sub pertama. Tindakan Tergugat tergolong penyalahgunaan keadaan yang menimbulkan cacat kehendak, baik secara klasik Pasal 1321 KUHPerdata melalui penipuan dan non-klasik berdasarkan doktrin dan yurisprudensi. Akibatnya, akta hibah dinyatakan tidak sah dan dibatalkan. Sebaliknya, Pengadilan Tinggi Bandung tidak mempertimbangkan adanya penyalahgunaan keadaan oleh Tergugat, sedangkan, kesepakatan yang terjadi karena adanya penyalahgunaan keadaan tersebut. Pembagian waris masing-masing ahli waris pada putusan Mahkamah Agung Nomor 3013 K/Pdt/2022 yaitu harta peninggalan almarhum Wira Sugandi, merujuk pada Pasal 35 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Jo. Pasal 852 KUHPerdata tentang bagian istri maupun anak- anak, pembagian harta peninggalan almarhum Wira Sugandi masing-masing ahli waris dibagi sesuai dengan aturanya oleh Majelis Hakim yaitu, Lie Mie Jin (Penggugat) berhak atas 1/2 (satu per dua) dari harta bersama ditambah 1/5 (satu per lima) bagian dari harta peninggalan dan keempat anaknya (T, TT I, TT II, TT III) masing-masing berhak atas 1/5 (satu per lima) bagian dari harta peninggalan

    25,888

    full texts

    27,468

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Jenderal Soedirman is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Repository Universitas Jenderal Soedirman? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!