27468 research outputs found
Sort by
Translating a Short Animation Movie “Si Juki Anak Kosan” from Indonesian into English
Laporan tugas akhir ini disusun berdasarkan praktik kerja secara mandiri yang
dilaksanakan pada 22 April 2025 – 15 Agustus 2025. Tujuan dari praktik kerja ini
adalah menerjemahkan film animasi pendek karya Faza Meonk dari bahasa Indonesia
ke dalam bahasa Inggris.
Metode yang digunakan dalam penulisan laporan tugas akhir ini yaitu
observasi, studi literatur, dan praktik langsung. Dalam proses penerjemahan ini juga
terdiri dari beberapa tahap utama. Tahap pertama adalah menganalisis teks sumber
yang melibatkan pemahaman esensi dan struktur bahasa sumber. Tahap kedua adalah
menyusun pesan ke dalam bahasa sasaran, menyampaikan pesan dengan pemilihan
kata dan struktur kalimat yang akurat tanpa mengubah makna aslinya. Tahap ketiga
adalah restrukturasi untuk memeriksa kesalahan pengetikan, ejaan, dan aspek
mekanis lainnya agar mudah dipahami.
Selama praktik kerja terdapat beberapa kendala, diantaranya kesulitan
menemukan padanan terjemahan, beberapa kosakata yang sulit diterjemahkan, dan
penggunaan tata bahasa gaul yang memengaruhi keakuratan terjemahan. Beberapa
solusi untuk mengatasi masalah ini antara lain mencari dialog serupa dalam bahasa
target, menggunakan kamus daring maupun luring, serta dengan bantuan dosen
pembimbing dengan merekomendasikan padanan kata atau kalimat yang tepat
Creating Bilingual Company Profile Video for SME (Small Medium Enterprise) Jahe Jempol of Desa Wisata Nusantara
The author conducted job training at Desa Wisata Nusantara for a period of three months, from September 24, 2023 to December 24, 2023. The author's objective in this job training is to create a company profile video for Jahe Jempol SME using Indonesian voice over and English subtitles to simplify and cover a wide range of coverage, both domestically and abroad. The process of creating a company profile video utilizes three primary methods: observation, interviews, and documentation. The observation method is employed to analyze the products produced by Jahe Jempol, to analyze the process of production, and to analyze the distribution process of Jahe Jempol products. The interview method is employed to explore the data needed, such as the company profile, the products produced, and other data needed by the author for making company profile videos. The documentation method is carried out by taking pictures and videos, which are then used to create company profile videos and complete other data needed for reports. The content creation process is generally comprised of three primary stages: pre-production, production, and post-production.
The result of the job training carried out is a company profile video uploaded on YouTube and Instagram from Jahe Jempol. During the process, the author experienced several obstacles, one of which was the challenge of communication with Jahe Jempol employees regarding appointments or schedules to visit Jahe Jempol. The necessity for long- distance communication is the primary factor causing communication to be carried out through mobile devices. This challenge was overcome by scheduling an in-person appointment and setting a visit to Jahe Jempo
Keragaman Jenis dan Kepadatan Lalat Filth fly di Desa Salem, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes
Sampah merupakan sesuatu yang tidak berguna, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang dan berasal dari sisa aktivitas manusia. Data pada Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2023 diketahui bahwa jumlah timbunan sampah nasional telah mencapai 40,2 juta ton, dimana 15,9 juta ton belum terkelola dengan baik. Kondisi ini dapat mengundang berbagai binatang pengganggu, salah satunya adalah kelompok lalat filth fly yang termasuk ke dalam kelompok serangga vektor mekanis dari berbagai penyakit dan biasanya dijadikan sebagai indikator kebersihan atau sanitasi suatu tempat. Salah satu cara untuk menilai tingkat sanitasi ini adalah dengan mengukur kepadatan lalat filth fly. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keragaman dan tingkat kepadatan serta mengetahui hubungan komposisi filth fly dan kondisi faktor lingkungan di lima lokasi berbeda di Desa Salem.
Penelitian dilakukan pada lima lokasi di Desa Salem dengan menggunakan metode survey. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2024-Mei 2025 menggunakan teknik purposive sampling. Variabel pada penelitian ini meliputi variable bebas (tempat sampah di permukiman, rumah makan, pasar, TPS, dan kandang hewan) dan variabel terikat (keragaman dan kepadatan jenis lalat filth fly). Parameter penelitian meliputi indeks keanekaragaman spesies, indeks kekayaan spesies, indeks kelimpahan relatif, indeks kemerataan, indeks dominansi, kepadatan lalat filth fly, suhu, kelembaban udara, dan intensitas cahaya. Analisis data dilakukan menggunakan software PAST4.09.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman spesies lalat filth fly di TPS, pasar, kandang, rumah makan, dan permukiman di Desa Salem termasuk kategori rendah dengan nilai masing-masing 1,15; 1,09; 0,84; 1,00; dan 1,08. Spesies lalat filth fly yang ditemukan adalah Musca domestica, Hydrotaea ignava, Fannia canicularis, Chrysomya megacephala, Lucilia sericata, dan Sarcophaga dux yang dapat berperan sebagai vektor mekanis berbagai patogen penyebab penyakit hingga miasis. Kepadatan lalat tertinggi terdapat di lokasi TPS (93,7, sangat tinggi/padat). Perbedaan keragaman dan kepadatan lalat filth fly di lima lokasi di Desa Salem dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Berdasarkan analisis Principal Component Analysis (PCA), kelembaban (83,02-96,92%) dan intensitas cahaya (24.351-48.846,83 lux) yang tinggi di lokasi TPS dan pasar lebih cocok untuk spesies M. domestica dan H. ignava, sementara suhu (30,35-35,4°C) yang tinggi di lokasi kandang, rumah makan, dan permukiman lebih cocok untuk spesies L. sericata, F. canicularis, S. dux, dan C. megacephala
Anti-inflammatory Potential of Ganoderma lucidum Ethanol Extract on IL1-β and Monocyte levels in Complete Freund Adjuvant Induced White Rats
Rheumatoid Arthritis (RA) is a chronic inflammatory syndrome that causes damage to the articular joints. The treatment of rheumatoid arthritis with non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) often results in severe side effects, one of which is gastrointestinal disturbances such as nausea, vomiting, and stomach ulcers. Ganoderma lucidum is a type of mushroom that has medicinal properties. G. lucidum has been proven to have great potential for the treatment of inflammatory diseases. The main group of bioactive compounds isolated from G. lucidum is triterpenoids. Bioactive compounds in G. lucidum can be extracted using the maceration method. Research related to disease and the feasibility or safety testing of a medicinal substance is conducted using experimental animals in the form of male Wistar white rats. The animal model developed for RA testing is animals induced with Complete Freund's Adjuvant (CFA). CFA induction will cause the formation of an inflammatory condition.
This study aims to observe and determine the most effective dose of ethanol extract of G. lucidum on IL-1β and monocytes in male Wistar white rats. The benefit of this research is to observe the anti-inflammatory potential of G. lucidum so that it can be developed into a natural anti-inflammatory drug. This study uses two variables, namely the independent variable and the dependent variable. The independent variable in this study is the variation in doses of G. lucidum extract. The dependent variable in this study is the levels of IL-1β and monocytes in rat samples. The main parameters in this study are the levels of IL-1β and monocytes in rats. The supporting parameter is the weight of the rats. The research was conducted using a completely randomized design consisting of 6 treatments. Healthy Control (only given aquadest), Negative Control (induced with CFA 0.1 mL and given aquadest), Positive Control (induced with CFA 0.1 mL and given Sodium Diclofenac solution 0.012g.200gBB-1+ CMC 0.5%), Treatment 1 (induced with CFA 0.1 mL and given G. lucidum extract solution 250mg.kg-1BB+DMSO 0.5%), Treatment 2 (induced with CFA 0.1 mL and given G. lucidum extract solution 500mg.kg-1BB+DMSO 0.5%), Treatment 3 (induced with CFA 0.1 mL and given G. lucidum extract solution 750mg.kg-1BB+DMSO 0.5%). Data analysis was performed using ANOVA at a 5% error rate, and the results were significant. Further testing was conducted using post hoc TUKEY at a 95% confidence level. The result shows that the administration of G. Lucidum ethanol extract has a significant effect on IL-1β and monocyte levels. The most effective dose to decrease the monocyte levels is 500mg.kg-1BB. The most effective dose to decrease the IL-1β levels is 250mg.kg-1BB
Isolasi dan Uji Potensi Fungi Lignolitik Asal Tanah Tumpukan Limbah Serbuk Gergaji Kayu dalam Penurunan Bobot Jerami
Sampah merupakan penyebab permasalahan umum yang turut menyumbang terjadinya pencemaran lingkungan. Pengelolaan sampah organik maupun limbah rumah tangga oleh kebanyakan masyarakat masih hanya dibuang ke lahan kosong, saluran air, dibakar, maupun ditimbun di tempat tertentu. Lignin merupakan komponen tumbuhan pada sampah organik yang pada umumnya sulit terdegradasi, sehingga memerlukan bantuan mikroorganisme salah satunya fungi yang melibatkan enzim pengurai lignin sebagai katalis dan mempercepat proses dekomposisi. Salah satu parameter dekomposisi bahan organik adalah penurunan bobot atau biomassa. Isolasi sebagai upaya eksplorasi fungi lignolitik penting dilakukan untuk menemukan isolat potensial dalam proses dekomposisi bahan organik, salah satunya pada habitat bahan organik dari tumpukan limbah serbuk kayu. Tumpukan limbah serbuk kayu pada tempat pembuatan meubel seperti pada industri meubel merupakan habitat yang potensial dalam eksplorasi fungi lignolitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolat fungi asal tumpukan limbah serbuk kayu yang mempunyai potensi lignolitik dan isolat fungi terbaik dalam menurunkan bobot jerami pada skala laboratorium.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman dengan pengambilan sampel asal limbah industri meubel di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Variabel bebas pada penelitian ini yakni jenis isolat fungi lignolitik dan pemberian bentuk inokulum, dan variabel terikat berupa kemampuan isolat dalam menurunkan bobot jerami. Parameter yang diamati yaitu hasil uji potensi isolat fungi lignolitik dan penurunan bobot jerami. Parameter pendukung penelitian ini meliputi indeks lignolitik isolat, nilai pH substrat jerami padi, hasil identifikasi isolat fungi, dan sifat fisik jerami pasca pengomposan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dalam mengisolasi dan skrining potensi lignolitik isolat fungi serta identifikasi isolat serta metode eksperimental dengan menguji kemampuan dekomposisi isolat pada jerami padi dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 isolat fungi lignolitik dari 6 isolat fungi yang diperoleh dari tanah tumpukan limbah serbuk gergaji kayu. Fungi tersebut berasal dari genus Gliocladium dan Trichoderma. Isolat Gliocladium IL4 dan Trichoderma IL5 menunjukkan hasil positif uji bavendamm dengan munculnya zona cokelat pada medium disekitar koloni. Tetapi, kedua jenis isolat dan bentuk inokulum tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap hasil penurunan bobot. Meskipun demikian secara deskriptif, jerami yang diinokulasikan isolat Gliocladium IL4 dengan inokulum plug miselium menunjukkan hasil penurunan bobot paling tinggi, yaitu sebesar 12,56% pada hari ke-15 dan 14,47% pada hari ke-30
Pengaruh Aplikasi Abu Sekam Padi dan Bacillus subtilis B1 terhadap Karakter Agronomi dan Fisiologi Bawang Merah
Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kebutuhan terhadap bawang merah yang meningkat setiap tahunnya menyebabkan tingginya penggunaan pupuk kimia untuk meningkatkan produksi bawang merah. Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan atau tidak sesuai maka dalam jangka panjang dapat menurunkan kesuburan tanah dan mengganggu lingkungan. Upaya lain untuk meningkatkan produksi dan mengurangi penggunaan pupuk kimia yaitu dengan aplikasi abu sekam padi dan B. subtilis. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh abu sekam padi terhadap karakter agronomi dan fisiologi bawang merah; 2) Mengetahui pengaruh B. subtilis terhadap karakter agronomi dan fisiologi bawang merah; 3) Mengetahui interaksi antara abu sekam padi dan B.subtilis pada karakter agronomi dan fisiologi bawang merah dan 4) mengetahui tanggapan varietas bawang merah dengan pemberian abu sekam padi dan B. subtitis. Penelitian dilaksanakan di lahan Desa Karanganyar Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap, Metode penelitian yaitu secara eksperimental menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri atas 24 kombinasi perlakuan, tiga ulangan sehingga didapatkan 72 unit percobaan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi abu sekam padi secara tunggal meningkatkan tinggi tanaman dan bobot basah dan bobot kering umbi per rumpun dengan dosis optimal 10 ton ha-1 tidak berbeda dengan dosis 20 ton ha-1. Pemberian B. subtilis meningkatkan tinggi tanaman, bobot kering tanaman, kehijauan daun pada dosis optimal 10 ml L-1 serta meningkatkan laju pertumbuhan tanaman 2-4 MST. Terdapat interaksi antara varietas dan B. subtilis terhadap laju pertumbuhan relatif, interaksi abu sekam padi dengan B. subtilis pada serapan P. Varietas Bima Brebes menunjukkan memiliki tinggi tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan varietas Tajuk. Dan varietas Tajuk lebih tahan terhadap penyakit moler dibandingkan dengan varietas Bima Brebes
Penggunaan Hidrolisat Maggot (Hermetia Illucens) Sebagai Pakan Substitusi Tepung Ikan Pengaruhnya Terhadap Performa Dan Kecernaan Nutrien Pakan Ayam Kub
Maggot merupakan bahan pakan sumber protein yang potensial untuk menggantikan tepung ikan. Maggot mengandung nutrisi berupa protein, lemak, energi dan mineral yang penting menunjang proses produksi unggas. Maggot memiliki kekurangan berupa kandungan lemaknya yang tinggi dan mengandung antinutrisi berupa kitin (protein serat). Salah satu metode bioteknologi pakan untuk mengatasi kekurangan dari maggot adalah hidrolisis enzimatis asal Mix-C. Ekstrak kasar enzim asal Mix-C memiliki aktivitas protease, lipase dan kitinase sehingga dapat meningkatkan kualitas tepung maggot. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh substitusi tepung ikan menggunakan hidrolisat maggot terhadap performa dan kecernaan nutrien pakan ayam KUB. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2024 hingga 31 Januari 2025 bertempat di Desa Karanggintung dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian eksperimental in vivo menggunakan materi 150 ekor DOC jantan ayam KUB yang dipelihara selama 45 hari. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan yaitu R0 : pakan kontrol (100% tepung ikan + 0% hidrolisat maggot), R1 : pakan mengandung 75% tepung ikan + 25% hidrolisat maggot, R2 : pakan mengandung 50% tepung ikan + 50% hidrolisat maggot, R3 : pakan mengandung 25% tepung ikan + 75% hidrolisat maggot dan R4 : pakan mengandung 0% tepung ikan + 100% hidrolisat maggot. Hasil performa ayam KUB menghasilkan konsumsi pakan 13,84 – 31,41 g/ekor/hari, PBBH 3,04 – 9,56 g/ekor/hari, bobot badan 226,17 – 523,03 g/ekor dan konversi pakan 3,29 – 4,57. Hasil kecernaan nutrien pakan ayam KUB menghasilkan kecernaan protein kasar 76,91 – 85,11%, kecernaan lemak kasar 90,72 – 95,44% dan kecernaan serat kasar 74,73 – 80,66%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa substitusi tepung ikan menggunakan hidrolisat maggot dalam pakan ayam KUB berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap performa dan kecernaan nutrien pakan. Uji lanjut menginformasikan substitusi tepung ikan menggunakan hidrolisat maggot pada pakan ayam KUB tidak meningkatkan performa, kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar akan tetapi meningkatkan kecernaan lemak kasar
Pengaruh Risiko Environmental, Social, and Governance terhadap Nilai Perusahaan dengan Intellectual Capital sebagai Variabel Intervening
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risiko Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap nilai perusahaan dengan intellectual capital sebagai variabel intervening. Isu ESG saat ini semakin menjadi perhatian global, seiring meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan. ESG mencerminkan sejauh mana perusahaan mempertimbangkan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam aktivitas operasional dan strategi bisnisnya. Risiko ESG yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki potensi lebih besar untuk menghadapi tantangan yang berkaitan dengan keberlanjutan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi persepsi investor dan pemangku kepentingan terhadap nilai perusahaan.
Penelitian ini merupakan penelitian kausalitas yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan ini dipilih karena mampu mengukur hubungan sebab-akibat antar variabel secara objektif dan sistematis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memiliki skor ESG yang tersedia di situs resmi www.idx.co.id selama periode 2020 hingga 2023. Periode ini dipilih karena mencakup kondisi sebelum dan sesudah pandemi COVID-19, yang turut mempengaruhi dinamika bisnis dan praktik keberlanjutan di banyak perusahaan.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Dari proses seleksi tersebut, diperoleh sebanyak 159 sampel perusahaan yang memenuhi kriteria. Data yang digunakan mencakup nilai risiko ESG dari Morningstar Sustainalytics, data keuangan perusahaan yang diperlukan untuk menghitung nilai perusahaan dengan pendekatan Tobin’s Q, serta data yang digunakan untuk mengukur intellectual capital berdasarkan metode Value Added Intellectual Coefficient (VAIC).
Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan aplikasi SmartPLS, sebuah alat statistik berbasis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) yang cocok untuk penelitian dengan model kompleks dan data non-normal. Penelitian ini menguji pengaruh langsung risiko ESG terhadap nilai perusahaan, pengaruh risiko ESG terhadap intellectual capital, serta pengaruh intellectual capital terhadap nilai perusahaan. Selain itu, juga dianalisis pengaruh tidak langsung risiko ESG terhadap nilai perusahaan melalui peran mediasi dari intellectual capital.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko ESG yang rendah secara signifikan meningkatkan nilai perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan manajemen risiko ESG yang baik cenderung memiliki reputasi yang lebih positif dan kepercayaan investor yang lebih tinggi. Namun demikian, secara tidak terduga, risiko ESG yang rendah ternyata justru menurunkan intellectual capital. Hal ini dapat diartikan bahwa perusahaan yang terlalu fokus pada penurunan risiko ESG belum tentu melakukan investasi yang memadai pada pengembangan modal intelektual seperti sumber daya manusia, inovasi, dan proses internal.
Lebih lanjut, hasil penelitian juga mengungkap bahwa intellectual capital tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian, intellectual capital tidak dapat memediasi hubungan antara risiko ESG dan nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun intellectual capital merupakan aset tak berwujud yang penting, namun belum tentu secara langsung diterjemahkan menjadi peningkatan nilai perusahaan, terutama dalam konteks ESG.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi perusahaan dalam menyusun strategi keberlanjutan dan pengelolaan aset intelektual, serta bagi regulator dalam mengembangkan kebijakan yang mendorong pengungkapan ESG secara lebih luas dan mendalam. Kendala utama dalam penelitian ini adalah keterbatasan data, baik dalam hal cakupan data risiko ESG maupun akses ke laporan keberlanjutan dan laporan keuangan perusahaan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan data, menggunakan pendekatan campuran (mixed-method), serta mempertimbangkan variabel lain seperti reputasi perusahaan, inovasi, atau efisiensi operasional sebagai variabel mediasi atau moderasi dalam model yang lebih komprehensif. Dengan demikian, pemahaman terhadap hubungan ESG, intellectual capital, dan nilai perusahaan dapat diperluas dan diperdalam secara lebih menyeluruh
Keanekaragaman Pisang Di Purwokerto Dan Sekitarnya: Analisis Morfologi Dan Molekuler Menggunakan Marka atpB-rbcL
Pisang (Musa spp.) merupakan salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia yang memiliki keanekaragaman spesies tinggi, baik dari segi morfologi maupun genetik. Di wilayah Purwokerto dan sekitarnya tanaman pisang dapat tumbuh dengan baik sehingga keberadaannya cukup melimpah. Hal ini disebabkan oleh kondisi lingkungan yang mendukung bagi pertumbuhannya. Namun, data mengenai tingkat keanekaragaman pisang sering kali tidak didokumentasikan. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian tentang keanekaragaman pisang, baik melalui pendekatan morfologi maupun molekuler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman genetik sepuluh kultivar pisang (Musa spp.) liar dan budidaya di wilayah penelitian menggunakan pendekatan morfologi dan molekuler.
Metode analisis morfologi dilakukan berdasarkan karakter standar yang mencakup bentuk, struktur pangkal daun, ujung buah, penampang melintang buah dan warna buah. Pendekatan morfologi dianalisis menggunakan MVSP 3.1 dengan metode UPGMA. Pendekatan molekuler menggunakan penanda IGS atpB-rbcL yang dianalisis dengan MEGA XI dengan metode Neighbor-Joining. Data sekuens DNA dianalisis menggunakan metode Basic Local Alignment Search Tool (BLAST).
Hasil karakterisasi morfologi menunjukkan adanya variasi di antara kultivar-kultivar yang diamati. Beberapa kultivar memiliki kemiripan morfologi yang tinggi sehingga membentuk kelompok yang relatif dekat, sementara kultivar lain menunjukkan ciri morfologi yang lebih berbeda. Hasil amplifikasi penanda IGS atpB-rbcL menghasilkan pita berukuran sekitar 1000 bp, sesuai dengan karakteristik penanda ini pada genus Musa. Analisis sekuen menunjukkan bahwa kesepuluh kultivar pisang(Musa spp.) yang dianalisis memiliki variasi genetik pada daerah IGS atpB-rbcL, dengan tingkat polimorfisme 100%, yang mengonfirmasi bahwa setiap kultivar memiliki identitas genetik yang unik. Tingkat keanekaragaman genetik yang sangat tinggi ini memungkinkan pemisahan kultivar ke dalam kelompok genetik yang jelas. Hasil pengelompokan secara morfologi tidak sepenuhnya sesuai dengan hasil pengelompokan secara molekuler. Kesamaan terlihat pada kelompok ambon–cavendish dan kepok–susu–raja yang konsisten pada kedua analisis. Namun, terdapat perbedaan pada penempatan kultivar liar, yang secara morfologi berada pada posisi terpisah, tetapi secara molekuler lebih dekat dengan kelompok ulin–mas–pulo
Pemberhentian dengan tidak Hormat terhadap Notaris yang Melanggar Undang-Undang Jabatan Notaris (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 200 Pk/Tun/2022)
Notaris merupakan pejabat umum yang berwenang membuat akta otentik dan memiliki peran penting dalam memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, notaris wajib mematuhi ketentuan Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN) dan peraturan pelaksanaannya, termasuk etika dan prosedur yang telah ditetapkan. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat berakibat pada dijatuhkannya sanksi, bahkan hingga pemberhentian dengan tidak hormat, sebagaimana terjadi pada kasus Notaris Muhammad Irsan yang menjadi sorotan karena adanya dugaan pelanggaran prosedur dalam proses pemberhentiannya. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisis prosedur dan kriteria pemberhentian dengan tidak hormat terhadap notaris yang melanggar Undang-Undang Jabatan Notaris berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 200 PK/TUN/2022, untuk menganalisis perbedaan pertimbangan hukum hakim pada Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor 235/G/2019/PTUN.JKT dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 200 PK/TUN/2022. Jenis penelitian yang digunakan yuridis normatif dengan metode yang digunakan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Spesifikasi penelitian ini menggunakan preskriptif. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah menggunakan data sekunder yang diperoleh dari penelitian kepustakaan yaitu seperti bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Bahan hukum primer, sekunder dan tersier akan dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberhentian dengan tidak hormat terhadap Notaris Muhammad Irsan mengandung cacat prosedural, seperti tidak adanya pemeriksaan langsung oleh Majelis Pengawas Pusat, pemanggilan yang hanya dilakukan sekali, dan keterlambatan keputusan Menteri Hukum yang melampaui batas waktu 30 hari, sehingga bertentangan dengan UUJN yaitu melanggar pelanggaran berat terhadap kewajiban tidak menyerahkan salinan akta PPJB dan larangan jabatan menjalankan jabatan diluar wilayah jabatannya. Perbedaan pertimbangan hukum hakim terjadi antara PTUN yang menekankan keadilan prosedural dan membatalkan pemberhentian, dengan Mahkamah Agung pada Peninjauan Kembali yang mengutamakan keadilan substantif yang melanggar berupa kewajiban tidak menyerahkan salinan akta PPJB dan larangan menjalankan jabatan diluar wilayah jabatannya sehingga menilai pelanggaran serius terhadap UUJN sebagai dasar sah pemberhentian demi menjaga integritas jabatan dan melindungi masyarakat