Repository Universitas Jenderal Soedirman

Repository Universitas Jenderal Soedirman
Not a member yet
    27468 research outputs found

    Analisis Hubungan antara Temperatur Batubara dan Kualitas Batubara Terhadap Nilai Kalori (GAR) Pada Daerah Kutai Kalimantan Timur PT. Surveyor Carbon Consulting Indonesia (SCCI)

    No full text
    Penelitian ini menganalisis hubungan antara temperatur dan kualitas batubara terhadap nilai kalor (Gross As Received atau GAR) pada batubara di daerah Kutai, Kalimantan Timur, PT. Surveyor Carbon Consulting Indonesia (SCCI), dengan fokus pada fenomena swabakar. Metodologi penelitian meliputi studi pustaka, pengumpulan data primer (pengambilan sampel batubara di PIT dan ROM sesuai ASTM D4596; pengukuran temperatur stockpile dengan thermocouple) dan sekunder (peta geologi). Pengolahan data melibatkan preparasi sampel (reduksi ukuran dengan double roll crusher, CMD, hammer mill, RSD; pengeringan di drying shed; penghalusan dengan Raymond mill sesuai ASTM D2013, D4749). Selanjutnya, analisis laboratorium dilakukan untuk kualitas batubara (proksimat: TM, IM, Ash, VM, FC; total sulfur dengan LECO S832; nilai kalor dengan Parr 6200 Calorimeter, sesuai standar ASTM terkait). Analisis statistika menggunakan regresi, scatter plot, koefisien determinasi, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan batubara terklasifikasi lignite A hingga sub bituminous C (ASTM D388) dengan nilai kalor GAR sekitar 3000-an cal/gr. Meskipun temperatur umum wajar, beberapa titik melebihi batas kritis 45 °C, mengindikasikan potensi swabakar. Ditemukan hubungan timbal balik signifikan antara temperatur batubara, kualitas batubara (kadar air), dan nilai kalor. Kenaikan temperatur memicu penguapan kadar air, meningkatkan nilai kalor. Hubungan ini dijelaskan melalui konsep segitiga swabakar, dipengaruhi juga oleh handling material dan durasi penyimpanan

    Pengaruh Pemberian Probiotik Bacillus Cereus, Enterococcus Hirae, dan Weissella Confusa terhadap Laju Pertumbuhan Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei)

    No full text
    Tantangan dalam budidaya udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) adalah rendahnya efisiensi pakan dan serangan penyakit. Salah satu pendekatan inovatif yang potensial untuk mengatasi hal tersebut adalah penggunaan probiotik sebagai agen biologis pendukung pertumbuhan dan kesehatan udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian tiga jenis probiotik yaitu Bacillus cereus, Enterococcus hirae, dan Weissella confusa terhadap laju pertumbuhan dan tingkat survival rate udang Vannamei. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu: P0 (kontrol), P1 (Bacillus cereus 3 mL/kg), P2 (Enterococcus hirae 3 mL/kg), dan P3 (Weissella confusa 3 mL/kg). Parameter utama yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik (LPS), dan survival rate, sementara kualitas air diamati sebagai parameter penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan udang. Perlakuan P1 menghasilkan pertumbuhan tertinggi secara signifikan dibanding perlakuan lainnya, dengan nilai berat mutlak 3,03 g dan SGR 1,96% per hari. Perlakuan P3 menunjukkan survival rate tertinggi sebesar 93,33%, diikuti P2, P1, dan P0. Data kualitas air tetap dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan udang. Disimpulkan bahwa penggunaan Bacillus cereus merupakan probiotik paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan udang Vannamei, sementara Weissella confusa lebih efektif dalam meningkatkan survival rate

    Analisis Total Petroleum Hidrokarbon (TPH) pada Mangrove Jenis Bruguiera gymnorrhiza dan Bruguiera sexangula di Segara Anakan Cilacap

    No full text
    Petroleum hidrokarbon yang mengganggu ekosistem mangrove di Segara Anakan diakibatkan adanya aktivitas industri minyak dan gas yang beroperasi di kawasan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi TPH pada air, sedimen, akar, batang, dan daun mangrove, serta menganalisis nilai BAF dan TF pada mangrove Bruguiera gymnorrhiza dan Bruguiera sexangula. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024 di empat stasiun berbeda dengan metode random sampling dan analisis deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi TPH tertinggi didapat pada bagian akar mangrove Bruguiera gymnorrhiza sebesar 9.418,5 mg/kg dan Bruguiera sexangula sebesar 5.256,77 mg/kg, serta TPH pada sedimen dengan rata-rata sebesar 67.575 mg/kg. Konsentrasi TPH di sedimen melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh ANZECC, artinya kawasan tersebut tercemar oleh senyawa hidrokarbon minyak bumi. Kedua spesies mangrove tergolong kurang mampu mengakumulasi dan mentranslokasi TPH dalam jaringan tubuhnya karena memiliki nilai BAF dan TF < 1

    Pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) Tentang Stunting Di Desa Sokawera Kecamatan Cilongok

    No full text
    Stunting di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, merupakan masalah serius dengan prevalensi tertinggi. Pada 2018, angka stunting mencapai 30,8 persen. Data tahun 2024 menunjukkan dari 679 balita, 48 persen terindikasi mengalami stunting. Sementara, pada 2022 terdapat 326 anak yang mengalami stunting, dan meningkat menjadi 388 anak atau sekitar 84 persen pada 2023. Meski SKI 2023 mencatat prevalensi nasional sebesar 20,9 persen, kasus di Desa Sokawera tetap tinggi. Target pemerintah untuk menurunkan stunting menjadi 14 persen pada 2024 belum tercapai, sehingga diperlukan upaya yang lebih terpadu. Stunting disebabkan oleh rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi, kekurangan gizi kronis sejak masa kehamilan, infeksi berulang, serta rendahnya ekonomi dan pendidikan. Kehamilan usia remaja dan jarak kelahiran yang terlalu dekat turut meningkatkan risiko. Di Desa Sokawera, pernikahan dini menjadi faktor utama, dengan 69 pasangan menikah di bawah usia 18 tahun (BPS 2018-2024) dan 47 kasus dispensasi nikah pada 2022. Minimnya kesiapan fisik dan pengetahuan gizi pada ibu mudah berdampak pada kelahiran anak dengan kondisi seperti BBLR, prematur, dan pertumbuhan terhambat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori interaksi simbolik. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ditetapkan secara purposif, yaitu pasangan usia subur (PUS), yang memiliki pemahaman serta pengalaman terkait dengan pengetahuan tentang stunting di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok. Untuk memastikan keabsahan atau validasi data, menggunakan teknik triangulasi sumber. Pendekatan interaksi simbolik digunakan untuk memahami bagaimana makna tentang stunting di konstruksi kemudian ditafsirkan serta dimaknai oleh Pus melalui proses interaksi antara individu maupun kelompok sosial yang mereka bangun baik bersama tenaga kesehatan, kader posyandu, maupun antar masyarakat dalam lingkungan sosialnya. Namun proses ini tidak di bangun serta merta akan tetapi melalui sosilalisasi dan edukasi. Melalui program Rumah Sigap sebagai model inovatif hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, upaya peningkatan pengetahuan dan kualitas pengasuhan anak terus digencarkan. Program ini dinilai berhasil secara administratif karena melibatkan berbagai pihak dari kementerian seperti Kementerian Kesehatan, BKKBN, hingga BRIN serta dukungan pemerintah daerah hingga tingkat desa yang menandatangani perjanjian kerja sama untuk mencegah stunting. Namun, efektivitas pelaksanaan program ini masih terkendala oleh masalah tata kelola, kurangnya koordinasi antar tim pelaksana, serta pemanfaatan anggaran yang belum optimal. Meskipun begitu, pemerintah tetap menunjukkan inisiatif positif dengan membentuk tim pencegahan stunting, termasuk bidan desa, kader kesehatan, dan kader posyandu yang aktif mensosialisasikan program

    Pengaruh Literasi Digital, Self-Regulated Learning, dan Reinforcement Positif terhadap Student Engagement dalam Pembelajaran Ekonomi di SMA Negeri 4 Purwokerto

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi digital, self-regulated learning, dan reinforcement positif terhadap student engagement dalam pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 4 Purwokerto. Melalui penelitian ini, dapat diketahui sejauh mana tingkat literasi digital siswa, kemampuan self-regulated learning, serta penerapan reinforcement positif berperan dalam meningkatkan student engagement dalam pembelajaran ekonomi. Temuan dari penelitian ini diharapkan menjadi acuan yang berguna dalam proses pengambilan keputusan, khususnya dalam merumuskan kebijakan dan strategi pembelajaran di sekolah yang bertujuan untuk memperkuat student engagement dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang memuat pernyataan tertutup serta pertanyaan terbuka untuk menggali informasi secara lebih mendalam dari para responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda yang bertujuan untuk menguji pengaruh variabel literasi digital, self-regulated learning, dan reinforcement positif terhadap student engagement. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Purwokerto pada tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 355 siswa. Sampel penelitian terdiri dari 188 siswa yang berasal dari kelas X MB 1 sampai X MB 10 dan ditentukan menggunakan teknik proportionate simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, literasi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap student engagement. Kedua, self-regulated learning juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan siswa. Ketiga, reinforcement positif terbukti memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran ekonomi. Ketiga temuan ini menegaskan bahwa literasi digital, self-regulated learning, dan reinforcement positif secara bersama-sama berkontribusi dalam mendorong peningkatan student engagement, khususnya dalam pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 4 Purwokerto. Implikasi dari penelitian ini mencakup pentingnya peningkatan kesadaran etika digital siswa, penerapan strategi pembelajaran yang mendorong kemandirian belajar oleh guru. Selain itu, pemberian reinforcement positif juga perlu dioptimalkan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran

    Portrayals Of Women’s Freedom in Christian Ditter’s Movie How to Be Single (2016)

    No full text
    Tesis ini akan membahas mengenai representasi akan kebebasan perempuan pada film How to Be Single (2016) karya Christian Ditter menggunakan teori dari Simone de Beauvoir yaitu feminisme eksistensial serta didukung oleh elemen-elemen dari mise-en-scène seperti setting, properti, makeup, kostum, dan pencahayaan. Film ini menantang pandangan tradisional bahwa perempuan harus menjadi ibu, pengasuh, atau menjalin hubungan jangka panjang untuk merasa terpenuhi. Dengan menggunakan konsep “the Other” dari Beauvoir, penelitian ini menganalisis bagaimana tokoh seperti Alice, Meg, dan Robin menolak untuk didefinisikan oleh peran-peran yang ditetapkan masyarakat. Film ini menawarkan alternatif berupa pencarian jati diri dan kemandirian, bukan menggambarkan menjadi ibu sebagai satusatunya jalan menuju kebahagiaan. Elemen mise-en-scène digunakan untuk menganalisis aspek visual yang memberikan realisme pada perjalanan masing-masing tokoh: gaya hidup Robin yang bahagia dan bebas, perjalanan Alice menuju kesendirian, serta keputusan kompleks yang harus diambil Meg. Penelitian ini berpendapat bahwa film How to Be Single menggambarkan keputusan mereka sebagai pilihan yang berdaya, bukan sebagai kegagalan atau tindakan yang egois. Kesimpulannya, film ini dapat membantu penonton untuk memahami bahwa perempuan berhak menentukan arti kebahagiaan menurut versinya sendiri

    Penerapan Pengelolaan Sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse and Recycle (TPS 3R) Nitikan Kota Yogyakarta

    Get PDF
    Latar Belakang: Penutupan TPA Piyungan mengakibatkan desentralisasi pengelolaan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengharuskan setiap kota dan kabupaten untuk mengolah sampahnya secara mandiri. Pengelolaan sampah secara mandiri di Kota Yogyakarta dilakukan dengan pengoptimalan TPS 3R. Salah satu TPS 3R di Yogyakarta yaitu TPS 3R Nitikan. Penelitian Mendeskripsikan pengelolaan sampah di TPS 3R Nitikan Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil Penelitian dan Kesimpulan: Kota Yogyakarta mengatur pengelolaan sampah di wilayahnya dengan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 10 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah dan mengatur pengelolaan sampah di TPS 3R dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta No. 21 Tahun 2014 Tentang Pedoman Penanganan Sampah, Perizinan Usaha Pengelolaan Sampah, dan Kompensasi Lingkungan. Lembaga yang mengelola TPS 3R Nitikan adalah DLH Kota Yogyakarta. Pengelolaan sampah di TPS 3R Nitikan terdiri dari kegiatan pengumpulan. pemilahan, dan pengolahan sampah. Pembiayaan di TPS 3R Nitikan bersumber dari APBD Kota Yogyakarta. Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah di TPS 3R Nitikan yaitu dalam pemilahan sampah dari sumbernya. Kata Kunci: Aspek Pengelolaan Sampah, TPS 3R, Nitikan, Peran Serta Masyarakat

    Tingkat Kerentanan Ekosistem Mangrove di Ulujami Pemalang dan Randusanga Brebes

    Get PDF
    Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem unik yang biasanya terdapat di daerah pesisir dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Indonesia memiliki luas mangrove terbesar di dunia, namun ekosistem ini terus mengalami degradasi akibat deforestasi. Mangrove memiliki manfaat ekologis, biologis, dan ekonomi yang sangat penting. Mangrove berfungsi sebagai penstabil pantai, habitat bagi berbagai organisme laut, dan penyerap karbon. Kerusakan ekosistem mangrove terjadi di Pemalang dan Brebes akibat aktivitas pembukaan area tambak dan adanya abrasi. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kualitas habitat, terganggunya fungsi ekologis mangrove, serta penurunan aktivitas ekonomi. Permasalahan tersebut menjadikan penelitian dalam memahami tingkat kerentanan mangrove dan faktor yang mempengaruhi tingkat kerentanan di Ulujami Pemalang dan Randusanga Brebes menjadi sangat penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan mangrove, menentukan faktor yang paling mempengaruhi tingkat kerentanan mangrove, dan membandingkan hasil analisis kerentanan mangrove di Ulujami Pemalang dan Randusanga Brebes. Penelitian dilakukan di ekosistem mangrove Ulujami Pemalang dan Randusanga Brebes dengan menggunakan metode survei. Pengambilan data dilaksanakan bulan Juni 2024 menggunakan teknik purposive sampling untuk penentuan stasiun pengambilan data. Analisis tingkat kerentanan mangrove dilakukan menggunakan Mangrove Vulnerability Index (MVI), yang mencakup 13 parameter yang dinilai dengan skor 1-5. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode deskriptif komparatif untuk membandingkan hasil tingkat kerentanan mangrove di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di kedua lokasi tergolong dalam tingkat Rentan (R). Nilai MVI di Randusanga berkisar antara 2,77–3,38 dengan rata-rata 3,06, sedangkan di Ulujami berada pada kisaran 2,54–3,08 dengan rata-rata 2,85. Faktor yang paling mempengaruhi tingkat kerentanan mangrove di Ulujami Pemalang meliputi kerapatan pohon mangrove, rentang pasang surut, abrasi, perubahan muka air laut dan aktivitas budidaya tambak. Faktor yang paling mempengaruhi tingkat kerentanan ekosistem mangrove di Randusanga Brebes yaitu kerapatan pohon mangrove, DBH dan tinggi mangrove, jarak dari garis pantai, rentang pasang surut, perubahan muka air laut, dan aktivitas budidaya tambak. Ekosistem mangrove di Randusanga cenderung lebih rentan dibandingkan mangrove Ulujami

    Aktivitas Antioksidan dan Antiinflamasi Peptida Bioaktif Hasil Hidrolisis Protein Ikan Patin (Pangasius sp.) oleh Protease Bakteri Bacillus subtilis B209

    Get PDF
    Radikal bebas dapat memicu terjadinya penyakit degeneratif dan dapat dicegah dengan menggunakan senyawa yang mengandung antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa sintesis dapat menimbulkan efek samping bagi tubuh, sehingga perlu alternatif alami seperti peptida bioaktif dari proses hidrolisis protein, salah satunya protein ikan patin (Pangasius sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dari hidrolisat protein ikan patin yang dihidrolisis secara enzimatik menggunakan enzim protease dari bakteri Bacillus subtilis B209. Tahapan penelitian ini meliputi isolasi ikan patin, produksi enzim protease, karakterisasi suhu dan pH terhadap aktivitas enzim, hidrolisis protein dengan variasi waktu (0-60 menit), uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, pengujian antiinflamasi secara in vitro dengan penambahan BSA, dan uji hemolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim protease dari Bacillus subtilis B209 memiliki suhu dan pH optimum pada 45 ℃ dan pH 7 dengan aktivitas 0,050 U/mL. Derajat hidrolisis tertinggi diperoleh pada waktu 60 menit dengan nilai sebesar 36,82%. Persentase penghambatan radikal bebas DPPH tertinggi terjadi pada waktu hidrolisis 50 menit dengan nilai sebesar 43,47%. Nilai AAI dari hidrolisat protein ikan patin sebesar 0,0146 sehingga masuk kategori antioksidan lemah. Hidrolisat protein ikan patin menunjukkan aktivitas antiinflamasinya pada konsentrasi 0,1 mg/mL dengan persentase penghambatan sebesar 36,93%. Uji hemolisis menunjukkan bahwa hidrolisat protein ikan patin menyebabkan sedikit lisis pada sel darah sapi dengan persentase sebesar 2,17%

    Budidaya Ternak Sapi Potong di Lembu Kencana Farm Desa Panunggalan Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah

    Get PDF
    Magang yang berjudul Budidaya Ternak Sapi Potong di Lembu Kencana Farm Desa Panunggalan Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan di Desa Panunggalan Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan dimulai pada tanggal 30 September hingga 18 November 2024 selama hari. Laporan magang disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan kurikuler pada Program D-III Program Studi Budidaya Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan dilaksanakannya magang untuk menganalisa dan membandingkan manajemen pemeliharaan sapi di perkuliahan dengan kondisi riil di lapangan Materi yang digunakan untuk magang di Lembu Kencana Farm adalah 5 ekor sapi Simmental dewasa dan 5 ekor sapi Limousin dewasa. Alat yang digunakan meliputi mesin cacah, ember, sekop, sapu, selang, wheelbarrow, trisula, sapu. Transportasi yang digunakan meliputi mobil losbak, truk kecil dan truk besar. Tipe kandang yang digunakan adalah tail to tail dengan luas 162 m2, atap dibuat menggunakan bahan galvalum dengan kemiringan 15o, dinding dengan bahan beton dan lantai kandang menggunakan semen dengan kemiringan 5o. Tempat pakan dan minum didesain long trough dengan tinggi tempat pakan 80 cm dari lantai kandang dan kedalaman 40 cm. Kegiatan rutin meliputi : pembersihan tempat pakan dan kandang, dilanjutkan dengan pemberian pakan konsentrat, kemudian hijauan. Kegiatan insidental meliputi : pemberian vitamin atau obat khusus pada sapi yang sakit. Kegiatan penunjang meliputi : penyembelihan dan aktivitas jual beli sapi di pasar sapi. Pakan yang diberikan adalah 5,8% dari bobot badan dengan perbandingan 40% hijauan segar dan 60% konsentrat kering. Konsentrat yang digunakan adalah campuran dari singkong, kulit singkong, ampas tahu, dedak padi, pelet, konsentrat (MALINDO), pollard, dan mineral mix dengan kandungan Bahan Kering (BK) 5,68 kg Protein Kasar (PK) 0,75 kg, dan Total Digestible Nutrient (TDN) 4 kg. Hijauan yang digunakan adalah jerami kering dengan kandungan nutrisi BK 2,8 kg, PK 0,11 kg, dan TDN 1,19 kg. Penanganan yang dilakukan terhadap penyakit Lumpy Skin Disease adalah dengan memberikan Limoxin-200, B-kompleks, dan ALBEN -16. Berdasarkan magang diperoleh hasil rata-rata bobot awal sapi Simmental dan Limousin adalah 390,22 kg dan 405,84 kg, rata-rata bobot akhir sapi Simmental dan Limousin adalah 414,99 dan 421,07, rata-rata Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) sapi Simmental dan Limousin adalah 0,98 kg dan 0,80 kg. Modal yang dikeluarkan sebesar Rp1.232.648.000 dengan biaya operasional (BOP) sebesar Rp247.742.000. Laba yang dihasilkan dari penjualan sebesar Rp72.258.000 dengan rasio biaya (R/C) sebesar 1,29. Berdasarkan hasil olah data didapat petunjuk bahwa titik impas (BEP) harga sebesar Rp59.276,08/kg dan BEP produk sebesar 9 ekor. Rentabilitas pada penjualan mencapai 5,86% dengan jangka waktu pengembalian modal (PP) selama 17 bulan atau 1,4 periode. Berdasarkan magang dapat disimpulkan bahwa lokasi Lembu Kencana Farm sudah strategis karena mempertimbangkan akses jalan, ketersediaan sumber air, serta kondisi suhu dan kelembaban yang cukup baik. Sapi Simmental memiliki sifat yang lebih jinak, sedangkan sapi Limousin cenderung lebih agresif, namun menghasilkan persentase karkas lebih tinggi dengan kadar lemak lebih rendah. Kandang telah memenuhi standar kepadatan ternak dengan konstruksi yang kokoh, kemiringan atap dan lantai yang memudahkan aliran air serta feses, serta penempatan tempat pakan dan minum yang ideal. Pengelolaan belum mencakup penimbangan awal pada semua sapi dan belum dilengkapi dengan kegiatan recording, namun pembersihan kandang telah dilaksanakan dengan baik. Pencegahan penyakit hanya dilakukan melalui kebersihan kandang, tanpa adanya penanganan infestasi lalat, sedangkan isolasi kandang terhadap penyakit menular sudah berjalan dengan baik. Pakan yang diberikan sebesar 5,8% dari bobot badan dengan perbandingan 60% konsentrat dan 40% hijauan, namun belum memenuhi kebutuhan nutrisi harian sehingga berdampak pada pertambahan bobot badan harian (PBBH) ternak. Sebanyak 60% dari total sampel ternak belum mencapai target PBBH yang diharapkan meskipun pakan tercukupi, kondisi ini disebabkan oleh kualitas nutrisi pakan yang belum optimal. Selain itu, feses belum dimanfaatkan secara maksimal dan sistem administrasi yang belum tertata baik berpotensi menimbulkan kerugian. Secara keseluruhan, Lembu Kencana Farm terbukti layak dijalankan karena menghasilkan laba yang positif, memiliki titik impas dan periode pengembalian modal yang relatif cepat, serta menunjukkan efisiensi usaha yang baik dengan nilai R/C ratio di atas satu

    25,888

    full texts

    27,468

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Jenderal Soedirman is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Repository Universitas Jenderal Soedirman? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!