27468 research outputs found
Sort by
Aspek Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Pada Salinitas Udara dan Waktu Pembilasan Air dalam Media Tanah Pasir Pantai
Melon (Cucumis melo L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang digemari karena rasanya yang manis dan kandungan gizinya yang lengkap. Namun, produksi dalam negeri belum mencukupi permintaan pasar, sehingga perlu peningkatan produktivitas, salah satunya melalui pemanfaatan lahan pasir pantai. Lahan ini menghadapi tantangan salinitas udara dari angin laut yang mengganggu fisiologi tanaman dan menurunkan hasil. Salinitas tinggi dapat menyebabkan stres osmotik dan gangguan penyerapan hara. Salah satu upaya mitigasi adalah pembilasan daun untuk mengurangi akumulasi garam. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh salinitas udara dan waktu pembilasan terhadap pertumbuhan, fisiologi, dan hasil tanaman melon di media tanah pasir pantai.
Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dengan menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) atau Split Plot dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Faktor pertama adalah salinitas udara yang terdiri atas tiga taraf (S1 = 0mS/cm, S2 = 12 mS/cm, dan S2 = 24 mS/cm), sedangkan faktor kedua adalah jeda waktu pembilasan (L0 = 0 menit, L1 = 45 menit, dan L2 = 90). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan secara umum, dan dilanjutkan dengan Uji DMRT pada taraf 5% untuk mengetahui perbedaan nyata antar perlakuan, serta uji t untuk variabel kadar prolin generatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan salinitas berbanding lurus dengan penurunan fisiologis dan pertumbuhan tanaman ditandai dengan penurunan kehijauan daun dan bobot segar batang pada salinitas tinggi. Waktu pembilasan segera setelah perlakuan salinitas menurunkan kerapatan stomata untuk mengurangi transpirasi namun meningkatkan jumlah cabang, sedangkan jeda 45 menit mampu meningkatkan kadar klorofil karena memberi kesempatan tanaman beradaptasi melalui penyesuaian osmotik. Interaksi keduanya menunjukkan bahwa semakin tinggi salinitas dan semakin lama jeda pembilasan, kadar klorofil fase vegetatif cenderung menurun, sementara kadar prolin meningkat sebagai mekanisme pertahanan tanaman
Analisis Pengaruh Akuntabilitas dan Program Percepatan Akuntansi Keuangan (PPAK) terhadap Kinerja Badan Usaha Milik Desa Dimoderasi Oleh Kepemimpinan Dan Sumber Daya Manusia
Siti Masripah, Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Analisis Pengaruh Akuntabilitas Dan Program Percepatan Akuntansi Keuangan (Ppak) Terhadap Kinerja Badan Usaha Milik Desa Dimoderasi Oleh Kepemimpinan Dan Sumber Daya Manusia. Dr. Dona Primasari, SE, M.Si., selaku dosen pembimbing I dan Dr. Yanuar E Restianto, SE, M.Acc, Ak, CA, CPA., pembimbing II.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan. BUMDes berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, peningkatan kinerja BUMDes menjadi penting, tidak hanya dari aspek operasional, tetapi juga dari tata kelola dan sistem keuangan yang diterapkan. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menganalisis pengaruh akuntabilitas dan program percepatan akuntansi keuangan terhadap kinerja BUMDes. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi apakah dua variabel, yaitu kepemimpinan dan sumber daya manusia (SDM), memiliki peran sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara akuntabilitas serta program percepatan akuntansi keuangan terhadap kinerja BUMDes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada para karyawan BUMDes di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Sampel sebanyak 150 BUMDes diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, yakni pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda untuk menguji pengaruh langsung, dan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji pengaruh moderasi dari kepemimpinan dan sumber daya manusia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik akuntabilitas maupun program percepatan akuntansi keuangan memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja BUMDes. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketika pengelolaan BUMDes dijalankan dengan prinsip transparansi, pelaporan yang jelas, dan pertanggungjawaban yang terukur, maka hal tersebut berdampak langsung pada peningkatan performa organisasi. Begitu juga, penggunaan sistem akuntansi yang lebih cepat dan efisien dalam pencatatan dan pelaporan keuangan terbukti mempercepat proses pengambilan keputusan, sehingga mendukung keberhasilan operasional BUMDes. Selanjutnya, penelitian ini menemukan bahwa kepemimpinan berperan sebagai moderator yang efektif dalam memperkuat pengaruh akuntabilitas terhadap kinerja BUMDes. Artinya, pemimpin yang mampu menunjukkan gaya kepemimpinan partisipatif, transparan, dan komunikatif dapat meningkatkan efektivitas akuntabilitas dalam memengaruhi kinerja. Dengan adanya pemimpin yang aktif dan bertanggung jawab, akuntabilitas tidak hanya menjadi kebijakan administratif, tetapi menjadi budaya organisasi yang mendorong kerja yang lebih profesional dan efisien.
Namun demikian, kepemimpinan tidak mampu memoderasi pengaruh program percepatan akuntansi keuangan terhadap kinerja. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh dari sistem percepatan akuntansi keuangan lebih bersifat teknis dan operasional, yang tidak terlalu bergantung pada gaya atau kualitas kepemimpinan. Sistem tersebut bisa berjalan baik selama didukung dengan infrastruktur dan mekanisme yang tepat, meskipun kepemimpinan tidak memiliki pengaruh langsung dalam memperkuat hubungan tersebut.
Sementara itu, variabel sumber daya manusia (SDM) tidak menunjukkan kemampuan untuk memoderasi hubungan antara akuntabilitas maupun program percepatan akuntansi keuangan terhadap kinerja BUMDes. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas dan kapabilitas SDM yang ada belum memadai untuk memberikan dampak yang signifikan sebagai faktor pendukung. Rendahnya kompetensi, pengalaman kerja, serta minimnya pelatihan dapat menjadi penyebab utama ketidakefektifan SDM dalam memengaruhi hubungan antar variabel tersebut. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar pengelola BUMDes memperkuat sistem akuntabilitas dan mempercepat implementasi program akuntansi keuangan digital untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan usaha. Selain itu, pengembangan kepemimpinan menjadi aspek krusial, terutama dalam membangun budaya kerja yang partisipatif, transparan, dan berbasis nilai akuntabilitas. Pemimpin harus menjadi teladan dalam pelaporan keuangan, komunikasi terbuka, dan pengambilan keputusan yang berbasis data.
Selain itu, pemerintah desa dan pihak terkait perlu menginvestasikan lebih banyak pada pengembangan sumber daya manusia, melalui pelatihan teknis, peningkatan kapasitas manajerial, dan pemberdayaan staf agar mereka tidak hanya menjalankan peran administratif, tetapi juga mampu menjadi penggerak inovasi dan efisiensi dalam organisasi.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan strategi peningkatan kinerja BUMDes. Dengan memperkuat sistem akuntabilitas, mempercepat adopsi teknologi keuangan, serta membangun kepemimpinan yang efektif dan partisipatif, BUMDes akan lebih mampu menghadapi tantangan pengelolaan usaha secara mandiri dan berkelanjuta
Analisis Tingkat Kepuasan Petani Gula Kelapa Kristal Kecamatan Cilongok terhadap Kemitraan dengan CV Permata Satria, Kabupaten Banyumas
Industri gula kelapa di Indonesia merupakan salah satu sektor unggulan dalam industri pangan serta salah satu penghasil gula kelapa terbesar di dunia. Kabupaten Banyumas merupakan daerah sentral tanaman kelapa dan salah satu penghasil gula kelapa yang sangat potensial di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Salah satu perusahaan kemitraan pengolahan dan ekspor gula kelapa yang terkenal di Kabupaten Banyumas yaitu CV Permata Satria. Pola kemitraan Kerjasama Operasional Agribisnis (KOA) antara perusahaan dengan petani mitra gula kelapa merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri gula kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui karakteristik petani CV Permata Satria. 2) Mengetahui pelaksanaan kemitraan yang terjalin antara petani gula kelapa dengan CV Permata Satria. 3) Mengetahui tingkat kepuasan petani gula kelapa terhadap program kemitraan CV Permata Satria. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi kasus. Metode studi kasus merupakan deskripsi mendalam dan analisis fenomena atau unit sosial tertentu yang dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam
tentang fenomena tersebut. Lokasi penelitian di CV Permata Satria Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan bulan Mei sampai Juni tahun 2025 dengan sasaran petani gula kelapa yang terdaftar sebagai petani mitra di CV Permata Satria. Perhitungan sampel menggunakan teknik simple random samping diperoleh sampel sebanyak 60 orang. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, kuisioner, observasi dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA) dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik petani mitra CV Permata Satria umumnya laki-laki dengan rentang usia 40 tahun sampai 60 tahun yang tersebar di lima desa, yaitu Desa Sokawera, Kasegeran, Jingkang, Pageragi, dan Batuanten dengan kepemilikan lahan petani mitra umumnya menggunakan lahan sendiri, dan dapat memproduksi gula kelapa mencapai 5.110 kg per tahunnya. (2) CV Permata Satria menerapkan sistem kemitraan Pola Kerjasama Operasional Agribisnis (KOA), seperti memberikan sosialiasi, memberikan bantuan sarana
produksi, dan menjamin kebutuhan pasar petani gula kelapa meski penyalurannya terkendala dominasi pengepul. (3) Hasil tingkat kesesuaian antara kinerja dengan harapan petani gula kelapa terhadap kemitraan CV Permata Satria sebesar 83 persen dimana petani merasa kurang puas sehingga terdapat beberapa atribut yang belum sesuai, sehingga harus diperbaiki yaitu menetapkan harga jual, pendamping mudah dihubungi ketika dibutuhkan, dan memberikan fasilitas asuransi ketenagakerjaan
Manajemen Pemeliharaan Domba di Peternakan Anak Bangsa Desa Kalipelus Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah
Laporan Magang berjudul “Tata Laksana Pemeliharaan Domba Di Peternakan Anak Bangsa, Desa Kali pelus, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah” bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan manajemen pemeliharaan domba breeding yang baik meliputi berbagai aspek kegiatan. Kegiatan Magang dilakukan pada tanggal 18 Oktober sampai dengan 6 Desember 2024. Materi yang digunakan untuk praktik kerja yaitu domba berjumlah 800 ekor terdiri domba Texel, domba Dorper, domba Suffolk, domba Ekor Tipis, dan domba Komposit. Metode kegiatan praktik kerja yang dilakukan meliputi kegiatan rutin, insidental dan penunjang. Kegiatan rutin yang dilakukan terdiri atas pembersihan tempat pakan dan minum, pemberian pakan dan minum, pengamatan kondisi domba, penchoperan hijauan. Kegiatan insidental meliputi pencukuran bulu domba, pemotongan kuku domba, pemasangan ear tag, dan penanganan penyakit. Kegiatan penunjang adalah diskusi dengan mandor kandang untuk memperoleh data di Peternakan Anak Bangsa.
Pemberian pakan dilakukan 2 kali per hari pada pagi hari pukul 08.00 WIB dan sore hari pukul 15.30 WIB, domba breeding diberi pakan hijauan dan konsentrat. Evaluasi kecukupan pakan (EKP) pada domba bakalan bibit menghasilkan nilai BK +0,047 PK+0,071 dan TDN+0,064 yang menunjukkan kecukupan pakan domba sudah baik. Penchoperan hijauan dilakukan setiap pagi dan sore hari untuk penyediaan pakan domba. Pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan memperhatikan tingkah laku domba pada kandang setiap hari. Model kandang di peternakan ini yaitu kandang panggung yang menghadap dari barat ke timur dengan pintu masuk menghadap barat. Kepadatan kandang bakalan bibit adalah 0,25 ST/m2 dari hasil kepadatan kandang, kandang tersebut memiliki kepadatan yang cukup padat. Manajemen pemasaran Peternakan Anak Bangsa yaitu melalui media sosial dan yang dipasarkan berupa produk utama yaitu domba buntingan. Penyakit yang sering menyerang yaitu pinkeye, orf, dan scabies .
Manajemen pemeliharaan domba di Peternakan Anak Bangsa sudah berjalan dengan baik terbukti dari kegiatan rutin, kegiatan insidental dan kegiatan penunjang tetapi masih terdapat beberapa kegiatan masih perlu ditingkatkan yaitu penanganan domba yang lahir dan penanganan cempe lepas sapih. Pengadaan obat, vitamin dan penanganan domba yang sakit sudah baik dan sudah dilaksanakan secara menyeluruh kecuali sanitasi kandang yang belum dilakukan setiap hari. Hasil analisis ekonomi Peternakan Anak Bangsa memperoleh keuntungan Rp 393.751.667 per periode (1 bulan) dengan nilai R/C ratio 1,49 dan rentabilitas 21,85% per periode. Kesimpulannya adalah pengelolaan atau manajemen pemeliharaan domba di Peternakan Anak Bangsa cukup baik, karena dan menguntungkan (R/C>1,0)
Tatalaksana Pemeliharaan Ternak Domba di Peternakan Anak Bangsa Desa Kalipelus Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara
Laporan Magang yang berjudul “Budidaya Ternak Domba di Peternakan Anak Bangsa Desa Kalipelus Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara” dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober hingga 6 Desember 2024. Peternakan Anak Bangsa (PAB) merupakan usaha peternakan yang berfokus pada budidaya domba untuk tujuan breeding (pembibitan) dan penggemukan. Kegiatan magang ini bertujuan untuk mempelajari manajemen pemeliharaan domba secara intensif, meningkatkan keterampilan praktik lapangan, serta menganalisis aspek ekonomi usaha peternakan tersebut.
Materi utama dalam magang adalah domba dengan total populasi 793 ekor, terdiri dari berbagai jenis seperti Domba Texel, Domba Dorper, Domba Suffolk (pejantan), serta Domba Garut, Domba Ekor Tipis, dan Domba Komposit (indukan). Kandang yang digunakan berbentuk panggung dengan sistem koloni, dilengkapi atap baja ringan untuk memastikan sirkulasi udara optimal. Pakan diberikan berupa hijauan (rumput pakchong dan daun singkong) serta complete feed yang diformulasikan sesuai kebutuhan nutrisi ternak.
Kegiatan selama magang meliputi kegiatan Rutin: pemberian pakan dan minum, pembersihan kandang, pencacahan hijauan, pemantauan kesehatan ternak, serta pemberian vitamin dan suplemen. Kegiatan Insidental: pencukuran bulu, penimbangan bobot badan, pemeriksaan kebuntingan dengan USG, penanganan domba sakit (scabies, orf, pink eye), serta pembuatan silase. Kegiatan Penunjang: diskusi dengan peternak, pengamatan kondisi kandang, dan analisis ekonomi usaha. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa PAB menghasilkan keuntungan sebesar Rp810.931.667 dalam satu periode pemeliharaan, dengan R/C ratio 2,1 dan rentabilitas 47,8%. Usaha ini dinilai efisien dan layak dikembangkan, didukung oleh strategi pemasaran offline dan online serta pemanfaatan limbah kotoran sebagai pupuk organik.
Kata Kunci: Peternakan Anak Bangsa, Domba Texel, Domba Dorper, Domba Suffolk, Pemeliharaan Intensif, Breeding, Analisis Ekonomi
Analisis Faktor yang Memengaruhi Tekanan Darah di Wilayah Perkotaan dan Perdesaan Kabupaten Banyumas
Latar Belakang: Tekanan darah tidak normal dapat menimbulkan komplikasi serius seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Prevalensi hipertensi di wilayah perkotaan (37,30%) lebih tinggi dibandingkan perdesaan (27,80%), kemungkinan dipengaruhi oleh perbedaan gaya hidup. Masyarakat perkotaan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan garam, serta mengalami stres tinggi, sedangkan masyarakat perdesaan mengonsumsi makanan tradisional yang lebih sehat. Metodologi: Penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional, sampel 200 responden menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanan darah dengan tensimeter digital, dan wawancara menggunakan kuesioner baku IPAQ, PSQI, PSS-10, dan SQ-FFQ. Variabel meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan, riwayat keluarga, aktivitas fisik, kualitas tidur, stres, dan pola makan. Analisis data menggunakan uji chi-square dan multivariat uji regresi logistik. Hasil Penelitian: Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap tekanan darah di wilayah perkotaan adalah pola makan (aOR=47,316; CI 95%=4,113-544,275), masyarakat cenderung mengonsumsi makanan tinggi natrium seperti ikan asin, sosis, telur asin, dan sarden. Sementara itu, di wilayah perdesaan yang paling dominan adalah aktivitas fisik (aOR=8,882; CI 95%=1,410-55,930), jarak rumah yang jauh dari tempat aktivitas sehari-hari membuat masyarakat lebih sering menggunakan kendaraan bermotor daripada berjalan kaki. Kesimpulan: Faktor yang paling dominan memengaruhi tekanan darah tidak normal di wilayah perkotaan yaitu pola makan, sedangkan di wilayah perdesaan adalah aktivitas fisik. Masyarakat perkotaan disarankan memperbaiki pola makan dengan mengurangi garam dan lemak, sedangkan masyarakat perdesaan disarankan meningkatkan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari
Evaluasi Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Peningkatan Kinerja Perawat Di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Cirebon
ABSTRAK
EVALUASI STRATEGI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENINGKATAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON
Latar Belakang: Manajemen sumber daya manusia (SDM) memegang peranan penting dalam mendukung kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit. RSU Universitas Muhammadiyah Cirebon (RSU UMC) telah menerapkan berbagai strategi manajemen SDM untuk meningkatkan kinerja perawat. Namun, dalam praktiknya masih dijumpai tantangan yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya, seperti ketidaksesuaian antara kebijakan dan implementasi di lapangan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menggambarkan realitas dan pengalaman perawat dalam pelaksanaan strategi SDM. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur terhadap 24 informan (terdiri dari kepala bagian SDM, Kepala bidang Keperawatan, kepala ruang keperawatan, dan perawat pelaksana), observasi partisipatif terhadap praktik kerja perawat di unit rawat inap dan Intensiv Care, studi dokumentasi terhadap regulasi dan laporan SDM, serta penyebaran kuesioner kepada perawat dan kepala keperawatan untuk mengukur kepuasan terhadap sistem manajemen SDM. Analisis Data: Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui pendekatan tematik, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil: Strategi SDM yang diterapkan mencakup proses rekrutmen, pelatihan, dan pemberian insentif serta kinerja perawat. Proses rekrutmen di RSU UMC dinilai transparan dan sesuai prosedur, namun terkendala ketiadaan bank calon tenaga, penempatan yang belum selalu sesuai kebutuhan unit, dan pemerataan orientasi. Survei menunjukkan 2 (9,1%) sangat setuju, 7 (31,8%) setuju, dan 13 (59,1%) netral. Pelatihan terstruktur dengan target 50 jam/tahun dan dilakukan 2–3 kali, namun belum sepenuhnya relevan dengan kebutuhan unit. Hasil survei terkait pelatihan: 2 (9,1%) sangat setuju, 9 (40,9%) setuju, 10 (45,5%) netral, dan 1 (4,5%) tidak setuju. Supervisi dinilai lemah (1 sangat setuju, 5 setuju, 9 netral, 6 tidak setuju, 1 sangat tidak setuju) dan evaluasi kinerja belum disertai umpan balik. Sistem insentif dinilai sebagian perawat belum adil dan stabil, Survei menunjukkan hanya 1 (4,5%) sangat setuju dan 3 (13,6%) setuju terkait keadilan insentif, sementara 11 (50%) tidak setuju/sangat tidak setuju. Meski demikian, motivasi kerja masih tinggi (7 sangat setuju, 15 setuju), walaupun berisiko menurun akibat beban kerja berat dan ketidakseimbangan insentif. Kesimpulan: Strategi manajemen SDM di RSU UMC secara umum sudah diterapkan, namun belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan kinerja dan kepuasan kerja perawat. Diperlukan perbaikan dalam bentuk pelatihan berbasis kebutuhan praktik, evaluasi kinerja berbasis kualitas, sistem insentif yang lebih adil, serta perencanaan distribusi staf yang lebih proporsional untuk menunjang mutu layanan keperawatan.
Kata kunci: Strategi SDM, Kinerja Perawat, Kepuasan Pasien, Pelayanan Keperawatan, Rumah Saki
Analisis Kandungan Mikroplastik pada Garam Tambak di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat
Kontaminasi mikroplastik dalam garam tambak menjadi isu yang mengkhawatirkan karena dapat berdampak pada kesehatan manusia dan keberlanjutan lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, warna, ukuran, serta komposisi polimer mikroplastik dalam garam tambak di Desa Muara dan Desa Bungko, Kabupaten Cirebon. Sampel diambil dari dua sistem produksi berbeda yaitu tradisional dan geomembrane. Analisis dilakukan secara visual menggunakan mikroskop stereo untuk karakter morfologi mikroplastik dan Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk identifikasi jenis polimer. Hasil menunjukkan bahwa seluruh sampel garam mengandung jenis mikroplastik yaitu fiber, fragmen, film dan foam. Jenis mikroplastik yang paling dominan adalah jenis fiber dan fragmen, serta warna mikroplastik yang ditemukan yaitu hitam, merah, hijau, kuning, coklat, biru dan transparan. Warna mikroplastik yang paling dominan adalah transparan dan hitam. Ukuran mikroplastik yang ditemukan yaitu berkisar antara 19,10-5829,07 µm. Uji FTIR mengidentifikasi keberadaan enam polimer yaitu Polystyrene (PS), Nylon, Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), Polyvinyl chloride (PVC), dan Low Density Polyethylene (LDPE). Sumber kontaminasi diduga berasal dari air laut tercemar, aktivitas masyarakat, serta peralatan tambak berbahan plastik. Penggunaan teknologi nanofilter menjadi alternatif yang direkomendasikan untuk mengurangi kontaminasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan sistem produksi garam yang bersih dan ramah lingkungan untuk menjamin keamanan produk dan keberlanjutan sumber daya pesisir
Budidaya Domba Bunting di Peternakan Anak Bangsa Desa Kalipelus Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara
Laporan Magang yang berjudul “Budidaya Ternak Domba di Peternakan Anak Bangsa Desa Kalipelus Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara” dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober sampai 6 Desember 2024. Peternakan Anak Bangsa (PAB) merupakan peternakan yang berfokus pada budidaya domba untuk tujuan breeding dan penggemukan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari manajemen pemeliharaan domba, meningkatkan keterampilan praktik lapangan, serta mengevaluasi usaha peternakan yang dilakukan di PAB.
Materi yang digunakan dalam magang adalah domba dengan total populasi 793 ekor, terdiri dari berbagai jenis seperti Domba Texel, Domba Dorper, Domba Suffolk (pejantan), serta Domba Garut, Domba Ekor Tipis, dan Domba Komposit (indukan). Kandang yang digunakan berbentuk panggung dengan sistem koloni, dilengkapi dengan atap baja ringan untuk memastikan sirkulasi udara yang baik. Pakan yang diberikan berupa hijauan (rumput pakchong dan daun singkong) serta complete feed dengan komposisi nutrisi yang disesuaikan kebutuhan ternak.
Kegiatan selama magang meliputi kegiatan Rutin: pemberian pakan dan minum, pembersihan kandang, pencacahan hijauan, pemantauan kesehatan ternak, serta pemberian vitamin dan suplemen. Kegiatan Insidental: pencukuran bulu, penimbangan bobot badan, pemeriksaan kebuntingan dengan USG, penanganan domba sakit (scabies, orf, pink eye), serta pembuatan silase. Kegiatan Penunjang: diskusi dengan peternak, pengamatan kondisi kandang, dan analisis ekonomi usaha. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa PAB menghasilkan keuntungan sebesar Rp 369.731.687 dalam satu bulan pemeliharaan, dengan nilai R/C ratio 1,5 dan rentabilitas 21%. Usaha ini dinilai efisien dan layak dikembangkan, terutama dengan strategi pemasaran offline dan online yang telah diterapkan
Kelimpahan Bakteri Amilolitik pada Usus Lobster Mutiara (Panulirus ornatus) yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan Demaan Kabupaten Jepara
Lobster mutiara (Panulirus ornatus) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi, namun pertumbuhannya lambat. Efisiensi pakan yang bergantung pada pencernaan karbohidrat dapat ditingkatkan melalui peran bakteri amilolitik di usus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan indeks aktivitas bakteri amilolitik pada usus lobster mutiara yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Demaan, Kabupaten Jepara. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif eksploratif dengan analisis data secara deskriptif kuantitatif melalui isolasi bakteri dari usus lobster, pengamatan morfologi koloni, uji aktivitas amilolitik pada media pati, serta uji biokimia. Hasil menunjukkan kelimpahan total bakteri mencapai 1,42 × 10⁶ CFU/g, dengan proporsi bakteri amilolitik sebesar 30,39%, dan kelimpahan bakteri amilolitik sebesar 4,30 × 10⁵ CFU/g. Dua isolat bakteri dengan kode A1 dan A4 menunjukkan indeks aktivitas amilolitik masing-masing sebesar 1,5 dan 4,6. Hasil uji biokimia menunjukkan kode isolat A1 dan A4 tergolong bakteri amilolitik yaitu Bacillus licheniformis dan Bacillus subtilis. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa usus lobster mutiara mengandung komunitas bakteri amilolitik yang berpotensi sebagai agen probiotik untuk meningkatkan efisiensi pencernaan dan pertumbuhan dalam budidaya lobster