Repository Universitas Jenderal Soedirman

Repository Universitas Jenderal Soedirman
Not a member yet
    27468 research outputs found

    Evaluasi Batuan Induk Berdasarkan Analisis Geokimia Dan Pemodelan 1D Pada “Sumur X” Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan

    Get PDF
    Di dalam kegiatan eksplorasi minyak bumi, banyak parameter analisis yang harus dipertimbangkan untuk mencapai tujuan eksplorasi yang optimal, salah satunya adalah analisis geokimia dan pemodelan 1D dari lokasi target produksi. Lokasi target produksi masuk ke dalam bagian dari Sub-Cekungan Palembang Selatan. Sub-Cekungan Palembang Selatan merupakan salah satu sub-cekungan dari Cekungan Sumatera Selatan yang terletak di sebelah Selatan yang terbentuk akibat hasil interaksi tektonik antara lempeng Indo-Australia dan lempeng mikro Sunda yang menghasilkan cekungan busur belakang (back-arc basin) di Sumatera Selatan. Pemodelan sejarah pemendaman dan sejarah kematangan dapat dilakukan dengan menggunakan software Petromod 1D. Dalam proses pembuatan pemodelan dibutuhkan juga data dari analisis geokimia berupa nilai vitrinite reflectance (%Ro), Total Organic Carbon (TOC), dan hasil analisis Rock Eval Pyrolisis, serta didukung dengan data litologi, umur, dan lingkungan pengendapan, kedalaman sumur, formasi, serta data Bore Hole Temperature, dan data lainnya. Hasil dari pemodelan didapatkan bahwa sejarah pemendaman pada sumur X dimulai dari terendapkannya Formasi Lahat pada Paleosen-Oligosen hingga Formasi Muara Enim pada Pliosen-Pleistosen. Kematangan pada sumur X belum mencapai kematangan pada batuan induk yaitu Formasi Talang Akar namun sudah mulai memasuki fase early oil pada Formasi Laha

    Analisis Wacana Kritis pada Teks Pidato Pertama Prabowo Subianto Pascapelantikan Presiden Tahun 2024

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan karena adanya makna-makna tersirat dalam wacana pidato pertama Prabowo Subianto pascapelantikan Presiden tahun 2024 yang perlu diungkap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripstikan bentuk struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial dengan menggunakan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah video dan transkrip pidato pertama Prabowo Subianto pascapelantikan Presiden tahun 2024. Data dalam penelitian ini yaitu penggalan tuturan Prabowo Subianto dalam pidato. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode simak dengan teknik lanjutan simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Data yang ditemukan dianalisis dengan menggunakan analisis wacana kritis model van Dijk yang terdiri atas tiga wujud yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 104 data struktur teks dengan rincian 5 data makrostruktur, 8 data suprastruktur, dan 91 data mikrostruktur. Dimensi kognisi sosial menunjukkan cara Prabowo Subianto dalam membangun dan menyampaikan gagasan serta ideologi dalam pidato. Konteks sosial menunjukkan adanya praktik kekuasaan dan akses memengaruhi wacana Prabowo Subianto dalam pidatonya. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan bahwa pidato pertama Prabowo Subianto pascapelantikan Presiden tahun 2024 bukan hanya digunakan sebagai acara seremonial, tetapi digunakan untuk memengaruhi masyarakat terkait dengan arah pemerintahan Prabowo Subianto

    Pertumbuhan, Hasil, dan Fisiologi Beberapa Varietas Melon (Cucumis melo L.) pada Berbagai Jenis Suplemen dengan Media Tanam Pasir Pantai

    Get PDF
    Melon (Cucumis melo L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang digemari masyarakat karena rasanya yang manis, kandungan gizinya yang tinggi, serta masa tanam yang relatif singkat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, produksi melon di Indonesia mengalami penurunan. Upaya peningkatan produksi melon salah satunya dilakukan melalui pemilihan varietas unggul dan pemanfaatan lahan marginal seperti wilayah pesisir atau dapat menggunakan media pasir pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa varietas melon dan jenis suplemen terhadap pertumbuhan, hasil, dan fisiologi tanaman melon pada media pasir pantai. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Juli 2025 di screenhouse Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dengan ketinggian 109 mdpl dan suhu rata-rata 22C-32C. Rancangan penelitian menggunakan Rancanga Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor yaitu varietas dan suplemen. Masing-masing faktor terdiri dari tiga varietas melon (Golden Alisha, Sweet Hami, dan Gracia) dan tiga jenis suplemen (AB-Mix, POC, dan KNO₃) yang ditanam pada media tanam dengan komposisi 15 kg pasir pantai jetis, 0,5 kg pupuk kendang, dan 20 g trichoderma. Diperoleh 9 kombinasi perlakuan pada setiap perlakuan varietas dan suplemen. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Satu unit percobaan terdapat 3 tanaman, sehingga jumlah total sebanyak 81 tanaman Hasil penelitian, varietas Sweet Hami menunjukkan pertumbuhan, fisiologi, dan hasil terbaik pada beberapa variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman yang mencapai 211,66 cm, kadar klorofil vegetatif dan generatif sebesar 39,24 μg/ml dan 31,78 μg/ml serta kadar kemanisan tertinggi yaitu 12,67 °brix. Sweet hami hanya lebih rendah dari varietas Gracia pada variabel luas daun. Luas daun Varietas Gracia mencapai 5791,67 cm2 sedangkan Sweet Hami hanya 5450,28 cm2. Lingkungan screenhouse yang homogen menyebabkan banyak variabel pada masa vegetatif tidak berbeda nyata. Pada hasil buah tidak terjadi perbedaan nyata kecuali pada kadar kemanisan. Varietas Sweet Hami memiliki rata-rata kemanisan tertinggi sebesar 12,87 brix. Jenis suplemen memberikan pengaruh nyata pada fase vegetatif tanaman. Suplemen AB-Mix menghasilkan tanaman tertinggi yaitu 212,13 cm sedangkan KNO₃ mempercepat pembungaan yaitu 12,56 (hst). Namun, tidak ada perbedaan nyata antar jenis suplemen terhadap hasil buah, seperti bobot, volume, diameter, dan kadar kemanisanSecara umum, varietas Sweet Hami dan pemberian suplemen AB-Mix menunjukkan kombinasi terbaik dalam mendukung pertumbuhan vegetatif dan kualitas buah melon yang ditanam di media pasir pantai

    Pengaruh Aplikasi Jenis Mulsa Terhadap Sifat Fisik Tanah pada Budidaya Kubis Bunga (Brassica oleracea var. botrytis L.) di Lahan Marginal

    Get PDF
    Kubis bunga merupakan sayuran yang memiIiki prospek yang tinggi karena mempunyai niIai ekonomi dan permintaan pasar yang tinggi. Saat ini tanaman kubis bunga kebanyakan dibudidayakan di daerah subtropis yang dingin, dengan wilayah adaptasinya berada di daerah dataran tinggi karena kubis bunga membutuhkan suhu tertentu untuk pembentukan bunganya. Namun produksi baik secara kuantitas dan kualitas yang masih rendah disebabkan antara lain kualitas tanah yang keras, kurangnya unsur hara, pengaruh hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya oleh petani. Peningkatan produksi kubis bunga dapat dilakukan dengan perbaikan budidaya, salah satunya dengan pemberian mulsa. Pemberian mulsa jerami dan mulsa plastik hitam perak pada pertanaman kubis bunga memiliki berbagai keuntungan, sebab membuat tanah menjadi tetap lembab selanjutnya akar tanaman dapat melakukan aktivitas secara normal dan optimal. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah dapat mengetahui pengaruh aplikasi jenis mulsa terhadap sifat fisik tanah pada budidaya kubis bunga (Brassica oleracea var. botrytis L.) di lahan marginal dan mengklasifikasi hubungan antar variabel sifat fisik tanah yang diamati. Penelitian dilaksanakan di Desa Sirau, Dusun Bulusari, RT 02/RW 01, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Letak geografis lokasi penelitian adalah 7º37’06.52”LS – 7º37’07.42”LS dan 109º17’42.68”BT – 109º17’43.05”BT dengan ketinggian tempat 10 m diatas permukaan laut (mdpl). Pengamatan sampel sifat fisik tanah dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian telah dilaksanakan dari bulan Juni hingga September 2024. Pengambilan sampel tanah tidak terganggu dilakukan menggunakan ring sampler berukuran 100 cm3 (diameter 5 cm dan tinggi 5 cm) setiap 1 minggu sekali selama 5 minggu pengamatan yaitu 7, 14, 21, 28, dan 35 hari setelah tanam pada 3 kedalaman tanah yaitu, 0 – 10, 10 – 20, dan 20 – 30 cm. Pada masing-masing kedalaman dilakukan 3 kali pengulangan pengambilan sampel untuk setiap kombinasi perlakuan (P0M0, P1M0, P1M1, dan P1M2). Dengan demikian akan diperoleh sejumlah 5 x 3 x 3 x 4 = 180 sampel. Variabel yang diamati adalah kadar air tanah basis kering, dry bulk density, porositas tanah dan permeabilitas tanah. Analisis data menggunakan metode Student T Test dan metode ANOVA dilanjutkan dengan Uji DMRT 5%. Metode analisis regresi untuk mengetahui hubungan antar sifat fisik tanah. Perlakuan mulsa jerami berpengaruh terhadap kadar air tanah basis kering, dry bulk density, porositas tanah, dan permeabilitas tanah di lapisan tanah bagian atas. Perlakuan mulsa plastik hitam perak berpengaruh terhadap kadar air tanah basis kering, dry bulk density, porositas tanah, dan permeabilitas tanah di lapisan tanah bagian bawah. Berdasarkan hasil regresi yang dilakukan, dihasilkan beberapa hubungan antar variabel sifat fisik tanah yang diamati. Linier negatif antara dry bulk density dan permeabilitas tanah dengan nilai R2 sebesar 0,2080. Linier positif antara porositas tanah dan permeabilitas tanah dengan nilai R2 sebesar 0,2080. Linier positif antara kadar air tanah basis kering dan permeabilitas tanah dengan nilai R2 sebesar 0,1610

    Stabilitas Karakter Agronomi dan Rendemen Beras Delapan Varietas Padi (Oryza sativa) di Tiga Ketinggian Tempat Berbeda

    Get PDF
    Padi merupakan tanaman pangan penting di Indonesia. Sebagian besar penduduk Indonesia mengonsumsi beras sebagai makanan pokok. Permintaan terhadap beras meningkat seiring bertambahnya penduduk di Indonesia. pemerintah melakukan impor beras untuk membantu menjaga cadangan beras sehingga pemerintah dapat mengintervensi pasar untuk mencegah lonjakan harga dan melindungi konsumen yang rentan, serta untuk memenuhi keinginan masyarakat akan jenis beras khusus yang belum dapat di produksi di Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi adalah dengan meningkatkan rendemen beras. Lokasi budidaya padi dapat mempengaruhi rendemen beras, sehingga dengan menanam varietas yang tepat pada ketinggian tertentu dapat meningkatkan produktivitas hasil. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memperoleh informasi karakter agronomi pada tiga lokasi berbeda, (2) Mengkaji rendemen beras pada tiga lokasi berbeda, dan (3) Mengkaji stabilitas rendemen beras varietas pada tiga lokasi yang berbeda. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2024-Juni 2025. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah dataran rendah Desa Tanggeran, Kabupaten Kebumen, lahan sawah dataran medium Desa Kramatan, Kabupaten Wonosobo, dan lahan sawah dataran tinggi Desa Gununglangit, Kabupaten Banjarnegara, dan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Bahan penelitian meliputi, benih tanaman padi varietas Cakrabuana, Rojolele, M70D, Ciherang, Pandanwangi, P20 Tangguh, Protani, dan Inpari 32, pupuk NPK, pupuk urea, serta pestisida (insektisida, bakterisida, fungisida). Alat yang digunakan adalah meteran, tray semai, plastik UV, bambu, cangkul, timbangan, portable rice mill (RB Rice RR-18), papan nama, kertas label, lembar pengamatan, dan alat tulis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan dua (2) faktor dan tiga (3) ulangan. Faktor pertama adalah Ketinggian tempat yang terdiri atas 3 taraf dan faktor kedua adalah Varietas yang terdiri atas 8 varietas. Jumlah total kombinasi perlakuan menjadi 24 dengan 3 ulangan sehingga menjadi 72 unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, umur panen, GKP, GKG, bobot 1.000 butir. jumlah gabah total per malai, persentase gabah isi per malai, bobot beras dan rendemen beras. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakter agronomi tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, persentase gabah isi per malai, bobot 1.000 butir, GKP, GKG, bobot beras dan rendemen beras dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Rendemen beras merupakan karakter hasil yang tidak stabil dikarenakan respon genetik tanaman berbeda pada tiap lingkungan dan adanya perbedaaan lingkungan spesifik ketinggian. Stabilitas rendemen beras merupakan karakter hasil yang dipengaruhi oleh interaksi antara varietas dan ketinggian tempat atau lokasi. Varietas padi Rojolele memiliki stabilitas rendemen paling baik, varietas M70D adaptif pada lokasi pada dataran rendah dan dataran tinggi, dan varietas Ciherang merupakan varietas yang adaptif pada dataran medium

    Ambiguitas Leksikal dan Gramatikal pada Iklan Pakaian Muslimah Rabbani

    No full text
    Penelitian ini membahas ambiguitas leksikal dan gramatikal pada iklan pakaian Muslimah Rabbani yang kerap menimbulkan penafsiran ganda dan kontroversi di masyarakat. Ambiguitas dalam bahasa iklan penting diteliti karena dapat memengaruhi pemahaman konsumen terhadap pesan promosi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk ambiguitas leksikal dan gramatikal yang terdapat pada iklan Rabbani. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode simak, teknik sadap, simak bebas libat cakap, dan catat. Instrumen penelitian berupa kartu data. Analisis dilakukan menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bentuk ambiguitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 26 data iklan yang mengandung ambiguitas. Ambiguitas leksikal ditemukan pada 15 kutipan, terdiri atas 14 homonim dan 1 polisemi. Ambiguitas gramatikal ditemukan pada 11 kutipan, meliputi 6 kasus pada pembentukan kata, 2 kasus pada frasa bercabang, dan 3 kasus karena konteks. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi bahasa iklan Rabbani banyak memanfaatkan permainan kata dan struktur kalimat yang berpotensi menimbulkan interpretasi ganda. Simpulan dari penelitian ini adalah ambiguitas dalam iklan Rabbani tidak hanya menjadi ciri kreatif bahasa iklan, tetapi juga dapat menimbulkan penafsiran beragam pada konsumen. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi pada kajian linguistik, khususnya semantik, serta menjadi acuan praktis bagi praktisi periklanan agar lebih cermat dalam memilih bahasa iklan

    Analisis Daya Saing dan Dampak Kebijakan Pemerintah pada Komoditas Padi di KEecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas

    No full text
    Kebijakan pemerintah dicanangkan untuk mendukung program swasembada pangan. Banyak upaya telah dilakukan seperti adanya subsidi pupuk, benih, inovasi teknologi, penyedia saluran irigasi, dan penyuluhan agar terpenuhinya padi dalam negeri dan memiliki daya saing. Namun, pada Kecamatan Cilongok masih terdapat permasalahan yang dihadapi yaitu keterlambatan bantuan, harga beras yang menimbulkan banyak dilema, dan subsidi benih yang kurang efektif. Penelitian bertujuan untuk: (1) Mengetahui karakteristik petani yang terlibat dalam usahatani padi di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas; (2) Menganalisis daya saing usaha tani padi di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas; (3) Menganalisis dampak kebijakan pemerintah terhadap daya saing komoditas padi di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Lokasi penelitian di Kecamatan Cilongok. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh langsung dari petani padi melalui kuesioner yang dilaksanakan pada akhir bulan April 2025 hingga akhir bulan Mei 2025 dan data sekunder yang diperoleh dari publikasi seperti BPS. Variabel yang digunakan adalah biaya variabel (benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja), biaya tetap (sewa lahan, penyusutan peralatan, PBB), jumlah produksi, harga gabah, penerimaan petani, pendapatan petani, dan harga sosial. Analisis data menggunakan metode policy analysis matix untuk mengidentifikasi daya saing dan dampak kebijakan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani padi di Kecamatan Cilongok memiliki nilai daya saing yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil analisis usahatani padi memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Memiliki keuntungan privat sebesar Rp15.355.367,1 dan nilai PCR < 1 yaitu 0,260 dengan demikian usahatani padi secara finansial layak dikembangkan dan memiliki keuntungan kompetitif. Keuntungan sosial usahatani sebesar Rp5.811.321,58 dan DRCR < 1 yaitu sebesar 0,482 ini menunjukkan secara ekonomi usahatani layak dikembangkandan memiliki keuntungan komparatif. Dampak kebijakan pemerintah untuk segi output menguntungkan petani karena petani mendapatkan harga lebih tinggi dibandingkan harga sebenarnya. Kemudian dari segi input sangat membantu karena petani mendapatkan harga yang rendah dari harga sebenarnya. Secara keseluruhan, kebijakan dari segi input-output menguntungkan petani karena adanya insentif ekonomi yang diterima petani, terdapat proteksi kebijakan, dan adanya kebijakan menyebabkan keuntungan lebih tinggi

    Studi Komparasi Bentuk Tindak Tutur pada Podcast Psikologid “Sesi Live Therapy: Break, Breath and Release” dan Film Rumah Masa Depan Karya Danial Rifki

    No full text
    Bahasa sebagai sarana komunikasi tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan maksud penutur dan dapat menimbulkan efek tertentu pada lawan tutur. Dalam kajian pragmatik, tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi memiliki peran penting dalam membentuk interaksi, yang penggunaannya dapat berbeda tergantung pada media dan konteks komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengomparasikan bentuk tindak tutur yang terdapat dalam podcast Psikologid “Sesi Live Therapy: Break, Breath and Release” dan film Rumah Masa Depan karya Danial Rifki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis berdasarkan klasifikasi tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi bentuk tindak tutur dalam podcast Psikologid “Sesi Live Therapy: Break, Breath, and Release” dan film Rumah Masa Depan yang dipengaruhi oleh konteks komunikasi, peran penutur, serta karakteristik masing-masing media. Film lebih banyak menampilkan tindak tutur lokusi dan perlokusi yang bersifat deklaratif dan informatif karena adanya interaksi antar tokoh. Sementara itu, podcast cenderung menampilkan tuturan reflektif dan sugestif dari satu penutur. Ilokusi asertif menjadi bentuk dominan pada kedua objek karena fungsinya dalam menyampaikan informasi atau pendapat. Ilokusi lainnya seperti direktif, komisif, dan ekspresif juga ditemukan, tetapi dalam proporsi yang berbeda. Tidak ditemukan tuturan ilokusi deklaratif karena karakter komunikasi yang informal dan non-lembaga. Temuan ini menunjukkan bahwa media dan konteks komunikasi memengaruhi bentuk dan fungsi tindak tutur yang digunakan

    Hubungan antara Manajemen Pemerahan dengan Kejadian Mastitis Subklinis dan Kerusakan Susu pada Peternakan Sapi Perah di Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Pekuncen

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen pemerahan dengan kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu pada peternakan sapi perah di Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Pekuncen, serta membandingkan manajemen pemerahan antar kecamatan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu susu segar sapi perah, kemudian jumlah sampel susu segar yang dibutuhkan berdasarkan rumus slovin, sehingga sampel yang diambil sebanyak 21 peternak di Kecamatan Cilongok, dan 26 peternak di Kecamatan Pekuncen. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data primer berupa hasil uji California Mastitis Test (CMT) untuk mendeteksi mastitis subklinis dan uji alkohol untuk mendeteksi kerusakan susu, serta data sekunder melalui wawancara dengan peternak menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen pemerahan dengan kejadian mastitis subklinis di kedua kecamatan. Semakin baik manajemen pemerahan, maka semakin rendah kejadian mastitis subklinis. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen pemerahan dengan kerusakan susu di kedua kecamatan. Manajemen pemerahan berdasarkan uji T menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu antara Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Pekuncen. Dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen pemerahan yang baik sangat penting untuk menurunkan kejadian mastitis subklinis, meskipun belum berpengaruh langsung terhadap kualitas akhir susu berdasarkan uji alkohol. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan strategi manajemen pemerahan yang lebih baik bagi peternak

    Analisis Bentuk Tindak Tutur Ilokusi dan Fungsinya dalam Unggahan Endorsement di Akun Instagram Rachel Vennya

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi dan fungsinya dalam unggahan endorsement di akun Instagram Rachel Vennya pada periode Agustus–Desember 2024, dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan media sosial sebagai sarana promosi yang memanfaatkan strategi komunikasi persuasif melalui tindak tutur. Penelitian ini menggunakan teori tindak tutur Austin dan Searle dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat dari video endorsement di Instagram Story akun @rachelvennya, dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik sadap, rekam, dan catat, lalu dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat bentuk tindak tutur ilokusi, yaitu asertif (70 data) yang digunakan untuk menyampaikan keyakinan penutur terhadap produk, direktif (39 data) untuk mengarahkan audiens melakukan tindakan tertentu, ekspresif (21 data) untuk mengungkapkan perasaan seperti kagum atau puas, dan komisif (1 data) untuk menyatakan komitmen di masa mendatang, sedangkan bentuk deklaratif tidak ditemukan. Ditemukan pula sembilan fungsi tindak tutur, yaitu memberitahukan, mengemukakan pendapat, mengajak, meminta, memerintah, menyarankan, menjanjikan, memuji, dan mengeluh, dengan tiga fungsi dominan berupa memberitahukan, menyarankan, dan memuji. Keterkaitan antara bentuk dan fungsi terlihat dari dominasi bentuk asertif, direktif, dan ekspresif yang selaras dengan fungsi dominan tersebut, menunjukkan bahwa pemilihan bentuk tindak tutur dilakukan secara strategis untuk mengaktualisasikan fungsi yang paling efektif dalam mencapai tujuan persuasif endorsement

    25,888

    full texts

    27,468

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Jenderal Soedirman is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Repository Universitas Jenderal Soedirman? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!