27468 research outputs found
Sort by
Perancangan Model Optimasi Jaringan Rantai Pasok Buah Baccaurea SPP Indigenous Sulawesi menggunakan Metode Mixed Integer Linear Programming dan Saving Matriks
Baccaurea adalah salah satu genus dari keluarga tanaman Phyllanthaceae
yang memiliki khasiat obat. Adanya khasiat sebagai obat menjadikan tanaman ini
berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku industri fitofarmaka.
Permasalahan utama yang dihadapi adalah jaringan rantai pasok buah Baccaurea
belum ada sebelumnya, karena merupakan sediaan bahan obat yang akan
dikembangkan. Jaringan rantai pasok yang dibangun harus mempermudah
pengumpulan lokal di setiap desa dan menjaga pasokan bahan baku, sehingga perlu
distribution center (DC) sebagai buffer untuk menyediakan kebutuhan pasokan
secara kontinu. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah membuat model
rantai pasok untuk buah Baccaurea, dengan memilih lokasi optimal pendirian DC,
agar didapatkan total biaya rantai pasok yang minimal sekaligus membuat rute
distribusi yang efisien. Tahapan penelitian dimulai dengan mengidentifikasi jumlah
Baccaurea di Sulawesi Barat dengan sampel dari Kabupaten Mamasa dan
Kabupaten Mamuju, mengidentifikasi kegiatan rantai pasok, menyusun model
matematis, dan mengoptimalkan distribusi Baccaurea. Proses optimasi model
bertujuan untuk memilih lokasi DC potensial dalam rantai pasok menggunakan
metode Mixed Integer Linear Programming (MILP). Penelitian ini juga
menentukan rute distribusi menggunakan metode Savings Matrix, yang dilanjutkan
dengan algoritma Nearest Neighbor dan Nearest Insert, dan dipilih rute terpendek.
Hasil dari MILP menunjukkan penyewaan satu DC di Kabupaten Polewali Mandar
dengan total biaya rantai pasok sebesar 24.459.750 IDR. Metode Savings Matrix
menghasilkan kombinasi rute untuk 4 armada kendaraan dalam mendistribusikan
Baccaurea, dan di antara metode penentuan urutan rute, algoritma Nearest
Neighbor menghasilkan rute terpendek dengan total 1.821,7 km, dibandingkan
dengan algoritma Nearest Insert yang menghasilkan total jarak sejauh 1.852 km.
Hal ini dikarenakan desa yang harus dilalui oleh kendaraan tidak banyak, cenderung
berurutan dan tidak berkelompok, sehingga algoritma Nearest Neighbor bekerja
dengan lebih cepat dan memiliki hasil yang lebih baik
Analisis Ekslusi Baru Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (Studi Kasus pada Sekolah Inklusi di Kabupaten Banyumas)
Anak berkebutuhan khusus mengalami hambatan dalam akses pendidikan, mereka seringkali terpinggirkan dalam mengakses berbagai layanan. Pendidikan yang sebelumnya dipisahkan kini telah terintegrasi menjadi pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi memberikan kesempatan pada ABK untuk dapat bergabung dalam sekolah reguler. Namun praktiknya belum sepenuhnya dapat memberikan pengakuan yang penuh bagi ABK. Berbagai tantangan dalam implementasi pendidikan yang terjadi menghambat tercapainya pendidikan yang inklusif. Upaya pihak sekolah yang memberikan layanan bagi ABK dengan berbagai kondisi membawa dampak pada munculnya eksklusi baru pada anak berkebutuhan khusus.Tujuan penelitian untuk
menganalisis praktik sekolah inklusi Kabupaten Banyumas yang menciptakan eksklusi baru pada siswa berkebutuhan khusus. Mengidentifikasi bentuk eksklusi baru pada ABK
di sekolah inklusi Kabupaten Banyumas. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dianalisis dengan teori Rekognisi Axel Honneth.
Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan FGD. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman dan Saldana dengan beberapa tahap yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik validasi data menggunakan teknik triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan praktik eksklusi pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di sekolah inklusi terjadi karena kebijakan-kebijakan sekolah yang belum mampu untuk
mewujudkan pendidikan inklusi secara substansial. Anak berkebutuhan khusus dalam praktik pendidikan inklusi masih hanya sebagai objek pasif implementasi pendidikan
inklusi. Bentuk eksklusi pada ABK di sekolah inklusi terdiri dari eksklusi dalam bentuk cinta (sosial), eksklusi dalam bentuk hukum (struktural) dan eksklusi dalam bentuk
solidaritas (kultural). Eksklusi dalam bentuk cinta terjadi pada hubungan pertemanan ABK dengan siswa lain dan juga hubungan siswa dengan guru. Eksklusi dalam bentuk
hukum atau struktural terjadi dalam proses pembelajaran, kurikulum, metode pembelajaran dan juga proses penerimaan siswa. Eksklusi dalam bentuk solidaritas
terjadi dalam bentuk tidak diakuinya kemampuan siswa berkebutuhan khusus. Praktik sekolah inklusi di Kabupaten Banyumas dalam implementasinya terdapat praktik
bentuk eksklusi baru. Anak berkebutuhan khusus belum mendapatkan rekognisi secara penuh sehingga tercipta eksklusi baru yang tidak disadari dari kebijakan- kebijakan dan praktik yang dilakukan sekolah. Saran berdasarkan temuan bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dapat memberikan pelatihan pendidikan inklusi bagi para guru,
modifikasi kurikulum inklusi, memberikan bantuan sarana dan prasarana pembelajaran inklusi. Bagi sekolah dan guru mensosialisasikan pendidikan inklusi dan keberadaan
ABK. Membuat program penguatan budaya inklusi dengan melibatkan ABK secara aktif
Perbandingan Peran Media Framing CNN dan Fox News dalam Isu Imigran Gelap di Amerika Serikat pada Masa Joseph Biden
Penelitian ini mengkaji bagaimana media CNN dan Fox News membingkai isu imigrasi selama masa pemerintahan Presiden Joseph Biden, serta bagaimana framing tersebut memengaruhi cara isu ini dipersepsikan sebagai ancaman keamanan. Dengan menggunakan teori framing dari Robert Entman yang meliputi empat unsur utama penetapan masalah, identifikasi penyebab, penilaian moral, dan saran Solusi penelitian ini menganalisis 20 artikel berita dari kedua media tersebut. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo untuk menelusuri pola dan kecenderungan naratif. Hasilnya menunjukkan bahwa CNN cenderung menyoroti sisi kemanusiaan dan perlindungan terhadap hak imigran, sementara Fox News lebih fokus pada isu keamanan dan kontrol perbatasan. Perbedaan ini mencerminkan latar ideologis masing-masing media dan memiliki dampak terhadap pembentukan opini publik serta dukungan terhadap kebijakan pemerintah. Studi ini menyoroti peran penting media dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap isu imigrasi di Amerika Serikat
Pertumbuhan dan Hasil Dua Genotipe Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea bar. Botrytis L) Introduksi di Dataran Rendah Kabupaten Purbalingga Pada Musim Hujan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil dua genotipe kubis bunga introduksi DAWN 175 dan SV4051AC di dataran rendah Kabupaten Purbalingga dengan ketinggian lokasi sekitar 182 MDPL. Penelitian dilakukan di Desa Karangreja, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga pada bulan Mei hingga September 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat genotipe kubis bunga, yaitu genotip introduksi DAWN 175 dan SV4051AC, serta 2 varietas pembanding, yaitu PM 126 (hibrida) dan Larissa. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun, diameter batang, umur berbunga, umur panen, diameter bunga, lingkar bunga, dan bobot bunga. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe SV4051AC memiliki bobot bunga tertinggi dibanding ke dua varietas pembanding, sedangkan genotipe DAWN 175 menghasilkan bobot crop bunga 5,6 % dan 7,6 % lebih tinggi dibanding varietas PM 126 dan Larissa, tetapi umur berbunga lebih panjang.
This study aims to determine the growth and yield of two introduced flower cabbage genotypes DAWN 175 and SV4051AC in the lowlands of Purbalingga Regency with a location altitude of about 182 meters above sea level. The research was conducted in Karangreja Village, Kutasari District, Purbalingga Regency, from May to September 2023. The research used Randomized Block Design (RBD) with four varieties of flower cabbage, namely the introduced varieties DAWN 175 and SV4051AC and 2 comparison varieties, namely PM 126 (hybrid) and Larissa. Parameters observed included plant height, number of leaves, leaf length and width, stem diameter, flowering age, harvest age, flower diameter, flower circumference, and flower weight. Data was analyzed using ANOVA test with 5% BNT further test. The results showed that the SV4051AC genotype had the highest flower weight compared to the two comparison varieties, 21.3% and 5% higher, respectively. While the DAWN 175 genotype produced 5.6% and 7.6% higher flower crop weights than the PM 126 and Larissa varieties, but the flowering age was longer
Hasil Tangkapan Per Upaya Penangkapan dan Musim Penangkapan T. albacares yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap
Ikan Madidihang (Thunnus albacares) merupakan salah satu target penangkapan utama di dunia. T. albacares memiliki rute migrasi yang luas mencakup hampir seluruh perairan dunia, utamanya di Samudera Hindia dan Pasifik. T. albacares ditetapkan mengalami overfishing di Samudera Hindia oleh Indian Ocean Tuna Commission (IOTC) pada tahun 2022. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui tren Catch per Unit Effort (CPUE) dan musim penangkapan T. albacares berdasarkan data produksi dan upaya penangkapan tahun 2017-2023 yang diperoleh dari Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap. Penelitian ini dapat memberikan informasi untuk meningkatkan efektivitas penangkapan dengan tetap menjaga ketersediaan stok sumberdaya ikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, observasi berbasis data sekunder, dan data pendukung hasil wawancara terhadap nahkoda. Data time series produksi dan upaya penangkapan digunakan untuk mengetahui CPUE. Musim penangkapan dianalisis dengan menggunakan pendekatan metode rata-rata bergerak (moving average). Tren CPUE pada T. albacares yang didaratkan di PPS Cilacap mengalami fluktuasi setiap bulannya dan mengalami perbedaan yang tinggi pada bulan September tahun 2019-2020 serta pada bulan April tahun 2021-2022. Musim penangkapan T. albacares terjadi pada bulan April, Juni, dan September
Strategi Kampanye Lagu "Oke Gas" terhadap Perilaku Pemilih Pemula di Desa Binangun
Artikel ini mengkaji terkait strategi kampanye lagu ‘Oke Gas’ terhadap perilaku pemilih pemula. Pemilih pemula merupakan pemilih dengan rentang usia 17-21 tahun yang menjadi salah satu golongan penting dalam partisipasi pemilihan umum. Pemilih pemula cenderung terpengaruh dengan pendekatan kampanye kreatif. Salah satu kandidat yang menggunakan pendekatan ini adalah Pasangan Prabowo-Gibran. Kampanye ini bertujuan untuk membangun citra Prabowo-Gibran dan mempengaruhi pemilih khususnya pemilih pemula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perilaku pemilih pemula terhadap lagu ‘Oke Gas’ Prabowo-Gibran dalam menentukan keputusan politik mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan melalui teknik wawancara. Wawancara dilakukan di Desa Binangun Kabupaten Purbalingga. Beberapa pemilih pemula memiliki antusiasme terhadap viralnya lagu ‘oke gas’. Namun, mayoritas pemilih pemula memilih pasangan calon dengan mempertimbangkan aspek substansial seperti: visi-misi, progam kerja, rekam jejak, dan gagasan pasangan calon. Sehingga dapat disimpulkan pemilih pemula di Desa Binangun tergolong ke dalam pemilih rasional
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Padi Hitam Lokal (Oryza sativa L. indica)
Beras yang berasal dari jenis padi hitam (Oryza sativa L. indica) biasanya dikonsumsi sebagai pangan fungsional oleh masyarakat karena bermanfaat bagi kesehatan. Beras hitam memiliki kandungan antosianin dengan intensitas tinggi pada aleuron dan endosperm yang menjadikan warna beras tersebut ungu pekat mendekati hitam. Kandungan antosianin yang tinggi tersebut menjadi salah satu potensi sifat keunggulan beras hitam. Berdasarkan manfaat dan kandungan yang terdapat pada beras hitam menjadikannya perlu dikembangkan secara luas melalui pemuliaan tanaman. Kegiatan pemuliaan tanaman tidak lepas dari keragaman genetik yang merupakan salah satu syarat berhasil atau tidaknya sebuah pemuliaan tanaman. Keragaman genetik dapat memperbesar kemungkinan diperolehnya genotipe yang lebih baik melalui seleksi. Keragaman genetik sangat mempengaruhi keberhasilan seleksi dalam pemuliaan tanaman, namun nilai heritabilitas karakter-karakter target seleksi juga perlu untuk diketahui. Heritabilitas merupakan parameter genetik yang digunakan untuk mengukur tingkat keterwarisan suatu karakter dalam populasi tanaman atau suatu pendugaan yang mengukur sejumlah variabilitas penampilan suatu karakter dalam populasi yang disebabkan oleh peranan faktor genetik.
Penelitian ini dilaksanakan di screen house dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini berlangsung selama 6 bulan. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diuji adalah akesis padi hitam lokal Gunung Langit, Gadog, Wanareja, Sukoharjo, Bumiayu, Sukabumi, YR07, Jeliteng, Kebumen, dan Bedana. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, panjang malai, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, jumlah gabah total, persentase gabah bernas, panjang gabah, lebar gabah, bobot gabah total, bobot 1000 biji, kandungan antosianin dan amilosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai keragaman genetik dan heritabilitas aksesi padi hitam lokal serta mengetahui aksesi padi hitam lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai keragaman genetik yang tinggi diperoleh pada karakter jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, jumlah gabah total, persentase gabah bernas, serta kandungan antosianin dan amilosa. Nilai heritabilitas yang tergolong tinggi diperoleh pada karakter panjang malai, jumlah anakan produktif, lebar gabah, bobot 1000 biji, serta kandungan antosianin dan amilosa. Aksesi Bumiayu, Gadog, dan Gunung Langit memiliki kandungan antosianin yang tinggi, tetapi ketiga aksesi tersebut memiliki karakter agronomis yang kurang baik
Populisme dan Kemunduran Demokrasi di Asia Tenggara: Studi Perbandingan Lintas Kasus Indonesia dan Filipina
Artikel ini membahas perbandingan populisme dan implikasinya terhadap kemunduran demokrasi di Indonesia dan Filipina. Rumusan masalah yang dijawab dalam tulisan ini adalah aspek populisme apa yang paling berkontribusi terhadap kemunduran demokrasi di kedua negara tersebut. Temuan utama dari analisis ini menunjukkan bahwa aspek ideologi dan mobilisasi yang menghasilkan ketergesa-gesaan Jokowi dan Duterte dalam mengungkapkan realitas kesengsaraan yang disebabkan oleh politisi yang korup, tidak profesional, dan tidak kompeten dalam mengelola negara merupakan aspek populisme yang paling berkontribusi terhadap kemunduran demokrasi di kedua negara tersebut. Melalui desain perbandingan MDSD (the Most Different Systems Design), tulisan ini membandingkan tiga konsepsi utama populisme dalam literatur ilmu politik dan sosiologi di kedua negara tersebut. Dengan menggunakan tipologi kemunduran demokrasi dari Nancy Bermeo, artikel ini menunjukkan bahwa telah terjadi penggelembungan kekuasaan eksekutif (executive aggrandisement) di kedua negara tersebut akibat konsolidasi kekuasaan yang dilakukan oleh Jokowi dan Duterte dalam rangka mewujudkan ketergesa-gesaan tersebut
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Pekerja Bagian Produksi di PT Brasil Sahitya Abadi Sokaraja
Latar Belakang: Perubahan gaya hidup di era globalisasi menyebabkan peningkatan Penyakit Tidak Menular (PTM), salah satunya hipertensi. Hipertensi banyak ditemukan pada kelompok pekerja, terutama pekerja sektor formal. PT Brasil Sahitya Abadi, perusahaan manufaktur makanan di Sokaraja, memiliki prevalensi pekerja produksi dengan tekanan darah di atas normal mencapai 58%. Terdapat beberapa faktor risiko hipertensi yaitu riwayat hipertensi di keluarga, Indeks Massa Tubuh (IMT), kebiasaan merokok, paparan asap rokok, aktivitas fisik, beban kerja fisik, stres kerja, dan asupan natrium. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja produksi.
Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 56 pekerja produksi di PT Brasil Sahitya Abadi Sokaraja. Sampel penelitian sebanyak 56 pekerja produksi dengan teknik total sampling. Analisis data univariat dan analisis bivariat.
Hasil Penelitian: Variabel berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja produksi di PT Brasil Sahitya Abadi Sokaraja adalah riwayat hipertensi di keluarga (p=0,000), IMT (p=0,020), paparan asap rokok (p= 0,028), aktivitas fisik (p=0,000), dan stres kerja (p=0,003). Variabel tidak berhubungan adalah kebiasaan merokok (p=0,308), beban kerja fisik (p=0,510), dan Asupan Natrium (p=0,340).
Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja produksi di PT Brasil Sahitya Abadi Sokaraja adalah riwayat hipertensi di keluarga, IMT, aktivitas fisik, dan stres kerja. Pekerja perlu rutin periksa tekanan darah, meningkatkan aktivitas fisik, menjaga komunikasi kerja yang sehat, serta menciptakan lingkungan kerja bebas asap rokok untuk mencegah hipertensi
The Implementation Of Role Play Toward Students' Speaking Activity In Learning English (A Descriptive Qualitative Study On The Eleventh Grade Students Of Aeds Program At Al Ikhsan Islamic Boarding School Academic Year Of 2024/2025)
Mubarok, Sakur Rizki. 2025. The Implementation of Role Play to Improve Students’ Speaking Skill in Learning English (A Descriptive Qualitative Study on the Eleventh Grade Students of AEDS Program at Al Ikhsan Islamic Boarding School in the Academic Year of 2024/2025). Thesis. Supervisor 1: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd., Supervisor 2: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum., Chief External Examiner: Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd., External Examiner: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd., Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Education Study Program, Purwokerto.
This study aims to describe the implementation of the role play method in speaking class activity on the eleventh-grade students of AEDS Program (Arabic and English Development Skills) at Al-Ikhsan Islamic Boarding School Beji Purwokerto in the 2024/2025 academic year. This subject of this research is the eleventh-grade A that consists of 30 students. This research employs a descriptive qualitative approach. The data collection techniques used were observation, interviews, and questionnaires.
The results show that the implementation of role play was conducted in three stages: preparation, practice, and performance. Students showed improvements in speaking fluency, vocabulary mastery, self-confidence. Role play found to be effective to create an interactive, enjoyable, and motivating learning environment that encouraged students to speak actively in English. However, several challenges were also found, such as the need for more preparation time and classroom management during the activities. Overall, role play found to be an effective method for enhancing students’ speaking skills in English learning contexts.
Keywords: AEDS Program, English Language Learning, Islamic Boarding School, Qualitative Method, Role Play, Speaking Skill