Repository Universitas Jenderal Soedirman

Repository Universitas Jenderal Soedirman
Not a member yet
    27468 research outputs found

    Proporsi Biskuit Tepung Biji Durian, Tepung Kecambah Koro Pedang Putih, dan Biji Chia sebagai Alternatif Mpasi Sumber Energi dan Sumber Protein pada Baduta Underweight

    Get PDF
    Latar Belakang: Underweight dapat mempengaruhi penurunan kekebalan tubuh dan berakibat pada meningkatnya resiko terjadinya infeksi serta gangguan perkembangan baduta, sehingga dibutuhkan MPASI dengan kandungan energi dan protein yang adekuat untuk mencegah terjadinya pemburukan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung biji durian, tepung kecambah koro pedang putih, dan biji chia terhadap kandungan protein, lemak, abu, air, karbohidrat, hedonik, mutu hedonik, formula terbaik, dan serving size biskuit. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 proporsi biskuit, dengan perbandingan tepung biji durian:tepung kecambah koro pedang putih:biji chia (35%:45%:5%), (45%:35%:5%), (55%:20%:5%). Beberapa analisis yang dilakukan pada biskuit yaitu analisis protein total (Kjeldahl), lemak (Soxhlet), hedonik (skoring), dan mutu hedonik (skoring). Hasil Penelitian: Proporsi biskuit tepung biji durian, tepung kecambah koro pedang putih, dan biji chia berpengaruh terhadap peningkatan kadar protein (p=0,00), peningkatan kadar lemak (p=0,01), mutu warna (p=0,00), mutu aroma (p=0,00), mutu aftertaste (p=0,00), mutu tekstur (p=0,00), kesukaan aroma (p=0,00), kesukaan aftertaste (p=0,00), kesukaan tekstur (p=0,00), dan kesukaan keseluruhan (p=0,00) biskuit. Biskuit formula terbaik yaitu biskuit dengan perbandingan tepung biji durian:tepung kecambah koro pedang putih:biji chia 45%:45%:5% yang mengandung energi 459,28 kkal, protein 15,33%bk, lemak 16,72%bk, karbohidrat by difference 61,87%bk, air 4,82%bb, dan abu 1,26%bk. Kesimpulan: Biskuit tepung biji durian, tepung kecambah koro pedang putih, dan biji chia dapat menjadi alternatif MPASI pada baduta underweight

    Implementasi dan Analisis Kualitas Layanan Jaringan LoraWan pada Power Meter Berbasis Internet of Things (IoT)

    Get PDF
    Salah satu upaya penghematan energi belakangan sedang gencar di implementasikan. Untuk mendukung implementasi efisiensi energi diperlukan sebuah teknologi yang bisa memantau dan mengontrol berbagai perangkat secara otomatis. Power Meter adalah perangkat yang bisa mengukur dan memantau data beban listrik. Implementasi power meter dengan teknologi baru memudahkan manusia dalam pemantauan penggunaan energi listrik. Internet of Things (IoT) adalah salah satu perkembangan teknologi yang bisa menjadi solusi dalam penelitian ini. Syarat utama dalam penerapan IoT adalah harus terintegrasi dengan jaringan internet. LoRaWAN merupakan protocol jaringan menggunakan teknologi modulasi radio berdaya rendah area luas (LPWA) yang berarti bisa lebih menghemat biaya dan jangka waktu untuk penerapan IoT. LoRaWAN membutuhkan gateway untuk dapat mengirim dan menerima data. Dalam penelitian ini, dilakukan uji analisis kualitas layanan jaringan LoRaWAN terhadap perangkat yang berada dalam area yang susah terjangkau signal dan melakukan integrasi perangkatnya denngan teknologi IoT. Metode atau pendekatan penelitian yang akan digunakan oleh penulis adalah dengan metode pengumpulan dan pengolahan data parameter-parameter yang sesuai dengan standar penelitian dalam hal ini jaringan LoRaWAN. Dari data yang telah diolah tersebut kemudian dilakukan analisis mengenai kualitas layanan dan jaringan dari LoRaWAN dan dibandingkan dengan standar International Telecommunication Union (ITU) dan standar LoRa Alliance. Berdasarkan implementasi perangkat power meter dapat disimpulkan power meter dapat membaca data kelistrikan pada rangkaian listrik 3 fasa dan mengirimnya ke platform IoT Telkom mellaui integrasi modul LoRaWAN dan gateway LoRa sebagai penghubungnya. Pengujian komunikasi LoRaWAN dilakukan selama 5 kali dengan mengirim 60 paket data per hari. Hasil pengujian memiliki nilai rata-rata delay 6-7 detik, packet loss 15%-21%, SNR 4,444 dB, dan RSSI -60 dBm hingga -105 dBm

    Analisis Kesalahan Konjungsi pada Laman Berita unsoed.ac.id

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan konjungsi dalam penulisan berita yang tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan makna serta perbaikan kesalahan penggunaan konjungsi pada laman berita unsoed.ac.id periode Juli–September 2024. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari 111 judul berita yang telah diterbitkan pada laman unsoed.ac.id periode Juli–September 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan bentuk dan makna pada penggunaan konjungsi koordinatif, konjungsi subordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi antarkalimat, dan konjungsi antarparagraf yang mengakibatkan kalimat menjadi tidak efektif. Maka dari itu, dibutuhkan perbaikan penggunaan konjungsi pada berita dalam laman unsoed.ac.id periode Juli–September 2024 agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan jelas oleh pembaca

    Pengembangan Game Edukasi Berbasis Role Playing Game Sebagai Media Pengenalan Budaya Banyumas

    Get PDF
    Kemajuan internet memberikan kemudahan akses berbagai informasi termasuk aspek kebudayaan dari luar. Diikuti tumbuh dan berkembangnya generasi z, kemajuan internet juga mempengaruhi cara mereka memperoleh dan mempelajari wawasan kebudayaan. Seiring beranjak dewasa, pengetahuan kebudayaan mulai terkikis dan jarang diminati. Kurangnya pengetahuan kebudayaan menjadikan kurangnya kepedulian terhadap kebudayaan yang sudah turun menurun. Dengan memanfaatkan teknologi game edukasi RPG yang diimplementasikan pada android bisa menjadi media pembelajaran yang interaktif dan dapat membantu keterlibatan masyarakat dalam proses menambah pengetahuan kebudayaan di Indonesia, salah satunya budaya Banyumas. Maka dari itu, dikembangkan game edukasi berbasis role playing game sebagai media pengenalan budaya Banyumas yang dapat meningkatkan pengetahuan budaya Banyumas pada generasi Z. Pengembangan game edukasi ini menggunakan RPG Maker MV dengan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang dimana metode ini cocok untuk media edukasi yang mengenalkan budaya dengan melibatkan multimedia dalam pengembangannya. Pengujian alpha digunakan teknik pengujian black box untuk menguji fungsionalitas game. Pengujian beta digunakan pengujian pre test dan post test untuk mengukur efektivitas game, dan kuesioner usability menggunakan metode System Usability Scale (SUS) untuk menilai kemudahan penggunaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa game edukasi Kenal Banyumas yang dikembangkan sebagai media pengenalan budaya Banyumas diterima dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan, serta terbukti cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan budaya Banyumas pada anak generasi Z

    Efektivitas Penambahan Tepung Cacing Sutra (Tubifex sp.) dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

    Get PDF
    Salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki potensi besar untuk dibudidayakan dan dikembangkan dalam usaha perikanan adalah ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penambahan tepung cacing sutra (Tubifex sp.) pada pakan terhadap pertumbuhan serta tingkat kelangsungan hidup larva ikan nila. “Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan analisis data menggunakan ANOVA dan uji lanjutan Tukey pada tingkat signifikansi 5%, melibatkan 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Pada P1 yaitu kontrol tanpa adanya penambahan tepung cacing sutra, P2 penambahan tepung cacing sutra 15%, P3 penambahan tepung cacing sutra 25% dan P4 penambahan tepung cacing sutra 35%. Pemeliharaan larva ikan nila dilakukan selama 30 hari dalam akuarium dengan ukuran 15L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung cacing sutra dalam pakan memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan panjang dan bobot mutlak ikan, tingkat kelulushidupan, rasio konversi pakan, serta efisiensi pakan. Data penelitian memperlihatkan laju pertumbuhan berat larva ikan nila berada dalam rentang 0,37-0,48 g; pertumbuhan panjang mutlak 0,75-0,97 cm; rasio konversi pakan 0,97-1,08; efisiensi pakan 37,75-61,93; dan sintasan 51,11-82,22%. Pengukuran kualitas air diperoleh suhu berada dalam rentang 28,08-28,32; pH 7,20-7,60 dan DO 7,91-7,99 mg/L. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa P4 dengan dosis tepung cacing sutra 35% berpengaruh terhadap pertumbuhan dan sintasan dibandingkan dengan P1 (Kontrol).

    Politik Distributif Dalam Program Penanganan Kemiskinan Ekstrem : Process Tracing Analysis Terhadap Pelaksanaan Program Kartu Kebumen Sejahtera (2021-2024)

    Get PDF
    Formulasi Kebijakan lokal daerah hadir dan berkembang sebagai salah satu instrumen negara yang bertujuan untuk pengentasan kemiskinan ekstrem demi tercapai kesejahteraan masyarakat. Di Kabupaten Kebumen hadir satu Kebijakan daerah yang bernama Kartu Kebumen Sejahtera(KKS). KKS adalah wadah pemerintah daerah untuk melaksanakan program bantuan sosial yang digagas oleh Bupati periode 2021-2025 untuk pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kebumen.Namun, KKS dilihat dari perspektif Politik distributif program unggulan tersebut tidak hanya sebagai wadah bantuan sosial justru sebagai alat politik oleh pimpinan daerah. penelitian ini mengkaji teori Brokers, Voters, and Clientelism Puzzle of Politik Distributif menurut Susan C. Stoke dkk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui metode pendekatan komparatif dengan fokus di tiga lokasi yaitu Desa Kalibeji, Desa Tunjungseto, Desa Sampang dan Teknik pengumpulan data melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Serta process tracing untuk menganalisa data-data yang ditemukan. Temuan penelitian menunjukan bahwa program kebijakan KKS tidak hanya sebagai program pengentasan kemiskinan semata, namun proses perencanaan, penetapan, dan pelaksanaan program disisipi muatan politik distributif oleh pimpinan daerah untuk kepentingan Pilkada 2024 yang diarahkan ke bias partisan pada wilayah-wilayah yang mempunyai basis calon pemilih yang tinggi. namun fakta dilapangan pola politik distributif belum mampu meningkatkan jumlah suara karena masyarakat penerima manfaat semakin berorientasi dengan hal yang instan. Jika dibandingkan dengan persentase kemiskinan ekstrem sebelum adanya program KKS capaian program tersebut cenderung stagnan

    Efektivitas Metabolit Sekunder Jamur Entomopatogen Lecanicillium saksenae dan Frekuensi Aplikasinya dalam Mengendalikan Hama Walang Sangit (Leptocorisa oratorius) pada Tanaman Padi

    Get PDF
    Tanaman padi (Oryza sativa) merupakan tanaman pangan penting dan menjadi bahan pangan pokok mayarakat Indonesia. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) Indonesia sebesar 53,63 juta ton di Tahun 2023. Angka tersebut terjadi penurunan dari Tahun 2022 dapat memproduksi sebesar 54,74 juta ton GKG. Rata-rata konsumsi beras masyarakat Indonesia sebanyak 80 kg per orang. Serangan walang sangit dapat menyebabkan gabah padi menjadi hampa dan menurunkan kualitas gabah hingga 50%. Peningkatan populasi walang sangit dapat menurunkan produksi tanaman padi. Pengendalian hama walang sangit masih bergantung pada pestisida kimiawi sintetis. Hal tersebut dapat menyebabkan walang sangit mengalami resistensi apabila diaplikasikan menggunakan bahan aktif sama dalam waktu lama. Penggunaan jamur entomopatogen Lecanicillium saksenae dapat membunuh walang sangit dengan hasil kematian sebesar 100% dalam interval waktu 72 jam. Kelemahan agen hayati belum dapat mengatasi 100% permasalahan serangan yang OPT, sehingga dikembangkan turunan metabolit primer yaitu metabolit sekunder sebagai alternatif pengendalian hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi, frekuensi, dan interaksinya dari jamur entomopatogen L. saksenae terhadap intensitas kerusakan, populasi walang sangit, dan musuh alami. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Unsoed. Penelitian ini dimulai dari Juli hingga Desember 2024. Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktorial dilakukan sebanyak 3 ulangan. Faktor 1 yaitu konsentrasi metabolit sekunder jamur entomopatogen L. saksenae yang terdiri dari kontrol, 10%, 20%, 30%, metabolit sekunder jamur entomopatogen L. saksenae, dan Pestisida kimiawi berbahan aktif Nitenpyram. Faktor 2 yaitu frekuensi aplikasi yang terdiri dari aplikasi 1 minggu sekali dan aplikasi 2 minggu sekali. Variabel yang diamati pada penelitian meliputi intensitas kerusakan, populasi hama walang sangit, jenis serta populasi musuh alami, dan bobot gabah. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan sedik ragam ANOVA dengan taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila menunjukan berbeda tidak nyata maka dilakukan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan konsentrasi metabolit sekunder jamur entomopatogen L. saksenae konsentrasi 20% dapat menekan intensitas serangan dan populasi walang sangit sebesar 22,66% dan 54,05%. Perlakuan frekuensi aplikasi 1 minggu sekali paling efektif menekan intensitas serangan sebesar 5,79% dan tidak mempengaruhi musuh alami. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan konsentrasi dan frekuensi aplikasi terhadap intensitas kerusakan, populasi walang sangit, maupun populasi musuh alami

    Pengaruh Pengaplikasian Pupuk Kasgot Dan Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Barassica rapa L.)

    No full text
    Tanaman pakcoy merupakan tanaman hortikultura yang penting dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia. Namun, penurunan produktivitas akibat degradasi lahan dan penggunaan pupuk anorganik berlebihan mendorong perlunya alternatif pemupukan berbasis organik. Pupuk kasgot dan pupuk kandang sapi merupakan dua jenis pupuk organik yang berpotensi meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Kasgot memiliki unsur hara yang dapat digunakan sebagai pupuk organik maupun media tanam pada tanaman. Kasgot merupakan residu yang berasal dari biokonversi limbah organik menggunakan maggot yang dapat digunakan untuk media tanam dalam budidaya tanaman. Pupuk kandang sapi merupakan salah satu pupuk yang sering digunakan dalam budidaya tanaman, karena fungsinya sebagai penyedia unsur hara makro dan mikro bagi tanaman, penggemburan tanah, memperbaiki daya serap dan daya tampung air tanah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh pupuk kasgot dan pupuk kandang sapi untuk meningkatkan produksi dan hasil pada tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Persiapan dan analisis dalam penelitian ini dilakukan di Laboratorium Agronomi & Hortikultura dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan, dimulai Mei 2024 sampai dengan Juni 2024. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang melibatkan dua faktor utama dengan total 9 kombinasi perlakuan. Faktor pertama adalah pupuk kasgot (K) dengan 2 taraf (10 ton/ha dan 20 ton/ha), sedangkan faktor kedua adalah pupuk kandang sapi (S) dengan 2 taraf (10 ton/ha dan 20 ton/ha). Variabel pengamatan yang dikaji diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kehijauan daun, volume akar, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, bobot basah akar, dan bobot basah akar. Hasil penelitian menghasilkan himpunan data yang kemudian dianalisis melalui pengujian ANOVA dengan tingkat signifikansi 95% dan kemudian dilakukan Uji DMRT tingkat signifikansi 95% jika pengaruhnya nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kasgot dapat meningkatkan jumlah daun, luas daun dan kehijauan daun. Aplikasi pupuk kandang sapi dapat meningkatkan tinggi tanaman pakcoy. Terdapat interaksi antara pupuk kasgot dan kandang sapi pada kehijauan daun tanaman pakcoy. Pak choy is an important horticultural crop that plays a key role in meeting the consumption needs of the Indonesian population. However, the decline in productivity due to land degradation and excessive use of inorganic fertilizers has prompted the need for organic-based fertilization alternatives. Maggot frass fertilizer and cow manure are two types of organic fertilizers that have the potential to improve soil fertility and plant productivity. Maggot frass contains nutrients that can be utilized as organic fertilizer or growing media for plants. It is a residue derived from the bioconversion of organic waste using maggots, which can be used as a planting medium in crop cultivation. Cow manure is one of the fertilizers frequently used in agriculture due to its function as a source of macronutrients and micronutrients for plants, its ability to loosen the soil, and its role in enhancing soil water absorption and retention capacity. The aim of this study was to evaluate the effects of maggot frass fertilizer and cow manure on the growth and yield of pak choy plant. The research was conducted in the screenhouse of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Preparations and laboratory analyses were carried out at the Agronomy & Horticulture Laboratory and the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research was conducted for two months, from May 2024 to June 2024. The study used Completely Randomized Block Design (CRBD), involving two main factors with a total of nine treatment combinations. The first factor was maggot frass fertilizer (K) with two levels (10 tons/ha and 20 tons/ha), and the second factor was cow manure (S) with two main factors (10 tons/ha and 20 tons/ha). The observed variables included plant height, number of leaves, leaf area, leaf green, root volume, plant weight, dry plant weight, root weight, and dry root weight. The collected data were analyzed using ANOVA at a 95% significance level, and if significant effects were found, further analysis was conducted using the Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 95% significance level. The results showed that the application of maggot frass fertilizer increased the number of leaves, leaf area, and leaf green. The application of cow manure increased the height of pak choy plants. There was also an interaction between maggot frass fertilizer and cow manure on the leaf green of pak choy plants

    Efektivitas Perbedaan Lama Perendaman Ekstrak Kulit Manggis Terhadap Maskulinisasi Ikan Gabus (Channa Striata)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas perbedaan lama perendaman larva ikan gabus (Channa striata) menggunakan ekstrak kulit manggis terhadap maskulinisasi, serta menentukan durasi perendaman yang optimal untuk menghasilkan persentase ikan jantan tertinggi. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan durasi perendaman (0, 8, 12, 16, dan 20 jam) dan masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Perendaman dilakukan pada larva berusia 6 hari sebelum memasuki fase kritis perkembangan gonad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu perendaman memberikan pengaruh yang nyata terhadap persentase ikan gabus jantan. Persentase tertinggi ditemukan pada perlakuan P4 (12 jam perendaman) yaitu sebesar 90,57 ± 4,99%, sedangkan persentase terendah terdapat pada perlakuan P1 (kontrol) sebesar 59,17 ± 4,99%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit manggis dengan konsentrasi 15 mg/L efektif dalam meningkatkan maskulinisasi ikan gabus, dengan waktu perendaman optimal selama 12 jam

    Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Cair Urine Kelinci Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Hidroponik Sistem Irigasi Tetes

    Get PDF
    Melon (Cucumis melo L.) banyak diminati masyarakat Indonesia sebagai pelengkap pemenuhan nutrisi tubuh, namun permintaan melon meningkat tahun ke tahun mengikuti pertumbuhan jumlah penduduk, akan tetapi produksinya belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Salah satu kelebihan tanaman yang ditanam dengan hidroponik sistem irigasi tetes adalah penanaman dengan jangka waktu yang lebih cepat. Pupuk organik urine kelinci kaya akan unsur hara terutama unsur N untuk mendukung pertumbuhan tanaman, pemberian pupuk organik cair urine kelinci diperkaya berbagai bahan organik, yaitu daun kipahit, daun trembesi dan tanaman azolla. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik cair urine kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon, serta mengetahui pupuk organik cair urine kelinci yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse yang berada di Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan lima ulangan. Perlakuan yang dilakukan terdiri atas: P0 = Tanpa POC urine kelinci; P1 = POC urine kelinci; P2 = POC urine kelinci + daun kipahit; P3 = POC urine kelinci + daun trembesi; P4 = POC urine kelinci + tanaman azolla. POC diaplikasikan dengan cara disemprot pada pagi hari menggunakan sprayer ke seluruh permukaan daun dan helai daun. Frekuensi penyemprotan POC yaitu seminggu 2 kali selama masa vegetatif, dengan konsentrasi 10ml/L air. Dosis penyemprotan disesuaikan dengan umur tanaman, dimana pada saat tanaman berumur 0-7 HST diberikan sebanyak 4 semprot (2mL), kemudian umur 8-14 HST diberikan sebanyak 6 semprot (4mL), dan seterusnya. Hasil menunjukkan pemberian perlakuan pupuk organik cair urine kelinci+trembesi (P3) memberikan hasil terbaik pada perlakuan tinggi tanaman, jumlah daun 29 HST; 43 HST; 57 HST; 71 HST, dan luas daun 71 HST. Perlakuan pupuk organik cair urine kelinci+azolla (P4) memberikan hasil terbaik pada jumlah daun 15 HST, luas daun 15 HST dan 43 HST, diameter batang 29 HST, dan bobot buah. Perlakuan kontrol (P0) memberikan hasil terbaik pada kadar klorofil total fase generatif

    25,888

    full texts

    27,468

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Jenderal Soedirman is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Repository Universitas Jenderal Soedirman? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!