Repository Universitas Jenderal Soedirman

Repository Universitas Jenderal Soedirman
Not a member yet
    27468 research outputs found

    Keanekaragaman dan Pemanfaatan Tumbuhan Pada Upacara Adat Ruwat Bumi di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas

    Get PDF
    Upacara adat merupakan suatu tradisi daerah yang dilakukan secara turun-temurun dan masih dianggap memiliki nilai-nilai yang cukup relevan dengan kehidupan masyarakat. Pelaksanaan upacara adat erat kaitannya dengan penggunaan tumbuhan yang memiliki makna simbolis. Desa Melung memiliki sebuah tradisi sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi dan menjadi ciri khas kearifan lokal yang dikenal dengan Ruwat Bumi. Ruwat Bumi di Desa Melung dilaksanakan setiap 3 tahun sekali pada bulan Sura. Masyarakat memanfaatkan hasil bumi sebagai kelengkapan bahan upacara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan pemanfaatan tumbuhan pada upacara adat Ruwat Bumi di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik snowball sampling serta wawancara terbuka secara semi-struktur. Variabel penelitian adalah keanekaragaman tumbuhan dan pemanfaatannya untuk upacara adat Ruwat Bumi. Parameter untuk keanekaragaman tumbuhan adalah karakter morfologi (akar, batang, daun, bunga, buah dan biji) dari setiap spesies tumbuhan. Parameter pemanfaatan tumbuhan adalah bagian yang dimanfaatkan, cara pemanfaatan, manfaat, cara perolehan dan cara pelestarian tumbuhan. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk mendeskripsikan spesies tumbuhan yang digunakan pada upacara adat. Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahui nilai pemanfaatan tumbuhan dengan menghitung nilai Spesies Use Value (SUV), Plant Part Use (PPU), dan Fidelity Level (FL), serta untuk mengukur kepentingan satu spesies tumbuhan bagi kehidupan masyarakat lokal dengan menghitung nilai Index of Cultural Significance (ICS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies tumbuhan yang digunakan pada upacara adat Ruwat Bumi di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas sebanyak 55 spesies dari 27 famili. Pemanfaatan tumbuhan pada Ruwat Bumi yaitu pemanfaatan untuk sesaji, gunungan, makanan, dan bumbu masakan. Spesies tumbuhan yang paling banyak kegunaannya yaitu padi (Oryza sativa) dengan nilai SUV sebesar 2,12. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan yaitu buah (33%). Nilai FL tertinggi (100%) yaitu sebanyak 19 spesies. Spesies dengan nilai ICS tertinggi yaitu singkong (Manihot esculenta) sebanyak 78

    Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Belanja Daerah di Jawa Tengah

    Get PDF
    Otonomi daerah di Indonesia, yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola keuangan secara independen. Pengelolaan keuangan daerah yang efisien dan efektif menjadi faktor kunci dalam pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Di Provinsi Jawa Tengah, efektivitas belanja daerah mengalami fluktuasi, dengan penurunan yang signifikan pada tahun 2020 sebagai dampak dari pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas belanja daerah, yang meliputi ketergantungan fiskal, Pendapatan Asli Daerah (PAD), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan tingkat kemiskinan. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh masing-masing variabel tersebut terhadap efektivitas belanja daerah, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel dengan indikator rasio realisasi belanja terhadap anggaran yang direncanakan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan yang mendalam bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Manfaat penelitian ini terbagi menjadi dua aspek, yaitu manfaat teoritis yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang desentralisasi fiskal, serta manfaat praktis yang dapat membantu pemerintah daerah dan Kementerian Keuangan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas belanja daerah, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah

    Tindak Tutur Direktif pada Ekstrakurikuler Pramuka di SMP Negeri 4 Purwokerto

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai bentuk dan fungsi tindak tutur direktif pada ekstrakurikuler pramuka di SMP Negeri 4 Purwokerto. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan pembina pramuka, Dewan Penggalang (DP), dan Calon Dewan Penggalang (CDP) Pramuka SMP Negeri 4 Purwokerto. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sadap dengan teknik lanjutan SBLC (Simak Bebas Libat Cakap), teknik catat, dan teknik rekam. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode padan pragmatis. Teknik analisis data yang digunakan PUP (Pilah Unsur Penentu) dengan teknik lanjutan hubung banding menyamakan hal pokok. Data yang ditemukan pada penelitian ini berjumlah 76 bentuk dan fungsi tindak tutur direktif pada ekstrakurikuler pramuka di SMP Negeri 4 Purwokerto. Bentuk tindak tutur direktif yang ditemukan meliputi perintah, permintaan, ajakan, nasihat, kritikan, dan larangan. Fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan meliputi memerintah, menyuruh, menginstruksikan, menyilakan, meminta, menawarkan, mengajak, menasihati, menyarankan, mengarahkan, mengimbau, mengingatkan, menegur, marah, dan mencegah. Bentuk tindak tutur direktif terbanyak yang ditemukan adalah bentuk perintah karena tuturan yang digunakan banyak menggunakan perintah langsung. Bentuk perintah yang ditemukan didominasi oleh perintah penutur yaitu Dewan Penggalang (DP) kepada mitra tutur yaitu Calon Dewan Penggalang (CDP) untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tuturan penutur. Penutur memiliki maksud mitra tutur mengikuti perintah yang diberikan sehingga perintah yang dituturkan penutur sesuai dengan yang dilakukan mitra tutur. Fungsi tindak tutur direktif terbanyak yang ditemukan adalah fungsi menegur. Fungsi menegur menjadi yang terbanyak didominasi oleh teguran dari DP kepada CDP ketika ekstrakurikuler untuk tidak melakukan kesalahan atau mengulangi kesalahan yang sudah dikritik oleh DP

    Pengaruh Green Accounting Dan Environmental Management System Terhadap Nilai Perusahaan: Studi Empiris Perusahaan Di Negara-Negara ASEAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh meningkatkan nilai perusahaan melalui green accounting dan environemental management system dengan profitabilitas dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol pada perusahaan publik yang terdaftar di negara-negara Association of Southeast Asian Nation (ASEAN) yang telah menjadi finalis Asia Sustainability Reporting Awards (ASRA) tahun 2021-2023. Penelitian ini menggunakan legitimiacy theory dan stakeholder theory sebagai landasan dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yaitu annual report situs website setiap perusahaan. Penelitian ini membagi green accounting menjadi tiga dimensi yaitu, penggunaan air, konsumsi energi, dan emisi karbon. Teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling dengan total sampel sebanyak 69 perusahaan. Teknik analisis data yang dilakukan adalah statistik deskriptif, uji pemilihan model, uji estimasi model, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis: analisis regresi data panel. Hasil dari penelitian ini menunjukan: (1) Penggunaan air berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (2) Konsumsi energi tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (3) Karbon emisi berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (4) Environmental management system tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Implikasi dari kesimpulan penetilian ini adalah dalam menilai nilai perusahaan, investor cenderung memberikan respons positif terhadap transparansi dan keberhasilan perusahaan dalam efisiensi penggunaan air dan pengurangan emisi karbon. Hal ini disebabkan karena kedua aspek tersebut relatif mudah diukur serta memiliki dampak langsung yang lebih dapat dipahami. Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel penggunaan air dan emisi karbon berpengaruh terhadap nilai perusahaan, sementara variabel environmental management system tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Ketidaksignifikanan environmental management system dapat disebabkan oleh persepsi bahwa kebijakan tersebut hanya bersifat administratif tanpa evaluasi mendalam terhadap efektivitasnya. Oleh karena itu, perusahaan perlu tidak hanya mengembangkan kebijakan lingkungan, tetapi juga secara aktif mengukur, mengevaluasi, dan mengomunikasikan implementasinya, agar strategi keberlanjutan lebih holistik dan mampu membangun kepercayaan investor serta meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hipertensi pada Usia Produktif (15–59 Tahun) di Wilayah Puskesmas Kalibagor

    Get PDF
    Latar Belakang: Data Riskesdas (2018) menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi usia produktif di Indonesia meningkat dari 25,8% pada tahun 2013 menjadi 34,1% pada tahun 2018. Umumnya hipertensi diderita oleh lansia, tetapi di wilayah Kalibagor didominasi oleh usia produktif (53%). Hipertensi usia produktif yang tidak dikendalikan dapat menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskuler dan kematian saat memasuki usia lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi usia produktif di wilayah Puskesmas Kalibagor. Metode: Penelitian menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan metode kasus kontrol. Variabel yang diteliti yaitu, riwayat hipertensi keluarga, paparan informasi, aktivitas fisik, pola makan, manajemen stres, kualitas tidur, pendidikan, dan pendapatan keluarga. Sampel kasus sebanyak 50 responden dipilih menggunakan simple random sampling dan kontrol 100 responden menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil Penelitian: Faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi usia produktif di wilayah Puskesmas Kalibagor yaitu, paparan informasi yang kurang baik (p-value=0.033, OR=2.993, CI 95%=1.092–8.202), aktivitas fisik yang berisiko (p-value=0.001, OR=8.305, CI 95%=2.901-23.776), pola makan yang kurang baik (p-value=0.001, OR=5.893, CI 95%=2.322–14.956), dan manajemen stres yang kurang baik (p-value=0.001, OR=6.481, CI 95%=2.219–18.931). Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian hipertensi usia produktif di wilayah Puskesmas Kalibagor adalah aktivitas fisik yang berisiko (p-value=0.001, OR=8.305, CI 95%=2.901–23.776)

    Implementasi Hukum Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dalam Pelayanan Kesehatan (Studi di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang)

    Get PDF
    Pelaksanaan BPJS Kesehatan masih menghadapi ketimpangan fasilitas akibat sistem kelas dalam layanan rawat inap. Oleh karena itu, diterbitkan regulasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) guna memastikan kesetaraan fasilitas dan layanan bagi peserta BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum KRIS dan faktor-faktor yang memengaruhi implementasi hukum KRIS di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data dengan analisis kualitatif model content analysis dan comparative analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang telah dilaksanakan dengan baik, namun belum maksimal. Hal tersebut dilihat dari parameter meliputi: sarana dan prasarana belum terimplementasikan secara maksimal, jumlah tempat tidur telah terimplementasikan dengan baik, dan peralatan yang digunakan telah terimplementasikan dengan baik sesuai standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Faktor-faktor yang memengaruhi implementasi tersebut, faktor pendukung meliputi: kedisiplinan dan profesionalitas tenaga medis dan tenaga kesehatan RSUD Ajibarang, kesigapan pihak manajemen rumah sakit, respon positif pasien terhadap Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), dan faktor sarana dan prasarana, serta peralatan yang mendukung. Sedangkan faktor penghambat meliputi: kurangnya peraturan hukum yang memadai, keterbatasan ruangan KRIS, kebiasaan penunggu pasien yang tidur di lantai dengan tikar, kurangnya pengetahuan pasien tentang Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), proses transfer pasien berjalan tidak optimal, dan ketidaksinkronan antar pasien dalam menggunakan sarana prasarana KRIS

    Peningkatan Kualitas Yoghurt dengan Penambahan Teh sebagai Sumber Antioksidan dan Penambahan Karagenan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dan karakteristik fisikokimia yoghurt yang ditambahkan dengan berbagai jenis teh dan karagenan. Yoghurt diproduksi dari susu sapi segar dan dilakukan dalam dua tahap penelitian. Penelitian tahap pertama meliputi yoghurt dengan penambahan berbagai macam jenis teh, yaitu yoghurt tanpa penambahan teh (plain), yoghurt dengan 2% ekstrak teh hijau), ekstrak teh hitam, ekstrak teh rosella dan ekstrak teh kecombrang. Penelitian tahap kedua meliputi penambahan yoghurt teh hijau dengan karagenan pada level yang berbeda (0%; 0,05%; 0,1%; 0,15%; 0,2%). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang siginifikan terhadap sifat fungsional dan karakteristik fisikokimia yoghurt yang ditambahkan berbagai jenis teh. Penambahan karagenan tidak memberikan pengaruh signifikan (P>0,05) terhadap aktivitas antioksidan, namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap viskositas, sineresis, pH, dan total asam tertitrasi. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan berbagai jenis teh dapat meningkatkan kandungan senyawa bioaktif, termasuk total fenol, aktivitas antioksidan, dan tingkat keasaman, serta memberikan variasi warna khas pada setiap sampel. Sementara itu, penambahan karagenan pada yoghurt teh hijau cenderung menurunkan viskositas, meningkatkan sineresis, dan menurunkan kemampuan menahan air (WHC)

    Sistem Informasi Sekolah Berbasis Web Dilengkapi Dengan Fitur Bot Telegram Studi Kasus SD Negeri 1 Kutasari

    Get PDF
    SD Negeri Kutasari merupakan salah satu sekolah yang masih belum menerapkan komputerisasi. Pada sekolah tersebut dalam mengolah nilai masih menggunakan excel. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan komputerisasi pada sekolah tersebut dengan membangun sistem informasi akademik dan menerapkan fitur bot telegram dalam sistem informasi akademik. Pada sistem ini terdapat fitur pengelolaan data sekolah, mengolah nilai rapor, dan menampilkan data rapot pada bot telegram. Sistem ini dirancang menggunakan metode waterfall. Bahasa pemprograman yang digunakan pada sistem ini yaitu PHP dengan menggunakan framework codeigniter

    Pengaruh Media Tanam Dan Persentase Naungan Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) Di Dataran Rendah

    Get PDF
    Tanaman selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu tanaman sayuran yang termasuk dalam famili Compositae. Produksi selada di dataran rendah mengalami fluktuasi akibat beberapa faktor, seperti iklim, ketersediaan air, dan teknik budidaya yang belum optimal, sehingga diperlukan upaya peningkatan produksi selada. Beberapa usaha peningkatan produktivitas dalam budidaya selada di dataran rendah yaitu dengan percobaan penurunan radiasi surya dengan penggunaan persentase naungan dan media tanam yang berbeda. Paranet adalah salah satu jenis naungan buatan yang umumnya terbuat dari bahan polietilena (PE) yaitu plastik berkualitas tinggi yang dapat mengontrol sirkulasi udara, melindungi tanaman dari cahaya matahari langsung, menahan atau mengurangi air hujan, serta mengurangi angin kencang yang berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh penggunaan persentase naungan yang berbeda terhadap iklim mikro sekitar tanaman di dataran rendah, 2) Mengetahui pengaruh penggunaan persentase naungan serta media tanam yang berbeda terhadap sifat fisik tanah serta pertumbuhan dan hasil tanaman selada di dataran rendah, 3) Mengetahui interaksi dari penggunaan persentase naungan dan media tanam bagi pertumbuhan dan hasil tanaman selada di dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga November 2024 di Lahan Pertanian Desa Karangnanas, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas pada ketinggian 36 mdpl. Variabel yang diamati meliputi iklim mikro (suhu udara, kelembapan tanah, dan intensitas cahaya), sifat fisik tanah yang meliputi kadar air tanah dan bulk density (kedalaman 0–10 dan 10–20 cm), serta pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah dan bobot kering tanaman). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor meliputi perbedaan persentase naungan (N) meliputi N0 (tanpa naungan), N1 (naungan 60%), dan N2 (naungan 80%) dan perbedaan media tanam (T) yang terdiri dari 3 taraf meliputi T0 (tanah), T1 (arang sekam), dan T2 (tanah dan arang sekam), diperoleh 9 kombinasi perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan kombinasi. Data iklim mikro yang diperoleh dianalisis menggunakan grafik sedangkan data sifat fisik tanah dan pertumbuhan tanaman dianalisis menggunakan Analysis of Varians (ANOVA). Bila hasil analisis menunjukkan pengaruh nyata atau sangat nyata, maka dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase naungan menciptakan iklim mikro yang cenderung berbeda. Suhu udara terendah (29,51°C) dan kelembapan tanah terendah (82,02%) terjadi pada naungan 60% (N1), sedangkan intensitas cahaya terendah (13.051,85 lux) pada naungan 80% (N2). Suhu udara tertinggi (30,33°C) dan intensitas cahaya tertinggi (25.357,32 lux) terjadi pada kondisi tanpa naungan (N0), sedangkan kelembapan tanah tertinggi (82,47%) pada naungan 80% (N2). Penggunaan persentase naungan dan variasi media tanam memberikan pengaruh yang berbeda terhadap sifat fisik tanah (kadar air tanah dan bulk density) dan pertumbuhan tanaman (bobot basah dan bobot kering tanaman). Kadar air tanah terendah pada kedalaman 0–10 cm (35,25%) terjadi pada perlakuan N0T0 (tanpa naungan dan tanah), sedangkan pada kedalaman 10–20 cm (28,75%) pada N2T0 (naungan 80% dan tanah). Bulk density terendah pada kedalaman 0–10 cm (0,51 g/cm³) diperoleh pada N1T0 (naungan 60% dan tanah), dan pada kedalaman 10–20 cm (0,55 g/cm³) pada N1T1 (naungan 60% dan arang sekam). Kadar air tanah tertinggi pada kedalaman 0–10 cm (46,50%) dan 10–20 cm (59,25%) terjadi pada perlakuan N0T1 (tanpa naungan dan arang sekam). Bulk density tertinggi pada kedalaman 0–10 cm (0,68 g/cm³) dan 10–20 cm (0,74 g/cm³) diperoleh pada N0T0 (tanpa naungan dan tanah). Bobot basah tanaman terendah (27,58 g) diperoleh pada perlakuan N0T0 (tanpa naungan dan tanah), sedangkan bobot kering terendah (1,17 g) pada N2T1 (naungan 80% dan arang sekam). Bobot basah dan bobot kering tanaman tertinggi (50,86 g dan 2,80 g) diperoleh pada perlakuan N0T2 (tanpa naungan, tanah, dan arang sekam). Terdapat interaksi antara penggunaan persentase naungan dan media tanam pada budidaya selada di dataran rendah. Interaksi terbaik yaitu perlakuan N0T2 (tanpa naungan, tanah dan arang sekam) pada variabel bobot basah dan bobot kering tanaman sebesar 50,86 gram dan 2,80 gram

    Mitigasi Bencana Gempa Bumi Kabupaten Garut Oleh Tim Pengelola Humas BMKG Pusat Melalui Media Sosial Instagram dan “X”

    Get PDF
    Background of the research stems from the Garut regency earthquake disaster in April 2024, a public commotion caused by mass media reports regarding the lembang fault. Prior to the earthquake, the public had been warned by the National Research and Innovation Agency (BRIN) and the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) about the earthquake hazard due to lembang fault activity, which would generate significant force and cause substantial damage to homes and public safety. Based on this, this study aims to explore the role of the BMKG Public Relations Center in utilizing Instagram and X social media as an effort to minimize information uncertainty and realize earthquake disaster mitigation in Garut regency. Furthermore, this research employs the Media Dependency Theory, proposed by Melvin DeFleur and Sandra Ball-Rokeach, to analyze the research findings. This study uses a constructivism paradigm, a descriptive qualitative method, and utilizes various data collection techniques such as observation, interviews, journals, books, and several supporting documents as tools to obtain research data. The research findings obtained by the author indicate that the BMKG Public Relations Center disseminates disaster information as an action to build non-structural mitigation for the community. The information delivery implemented by the BMKG Public Relations Center is packaged attractively and educationally. The BMKG Public Relations Center utilizes Instagram and X social media as communication channels to disseminate disaster information according to planned targets. The utilization of Instagram and X social media aims not only to increase trust but also to realize community involvement in minimizing disaster risks. Overall, the analysis results of this study state that the BMKG Public Relations Center plays a fundamental role in building non-structural mitigation for the community

    25,888

    full texts

    27,468

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Jenderal Soedirman is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Repository Universitas Jenderal Soedirman? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!