Repository Universitas Jenderal Soedirman

Repository Universitas Jenderal Soedirman
Not a member yet
    27468 research outputs found

    The Effect of Listening To Self-Selected Music (SSM) On Blood Pressure In Elderly With Hypertension

    Full text link
    Background: Hypertension is the leading cause of premature death globally. Music is one of the effective non-pharmacological interventions to lower blood pressure in elderly with hypertension. Music with individual preferences (Self-Selected Music) provides a stronger relaxing effect than chosen music. This research aims to determine the effect of listening to self-selected music on mean blood pressure in the elderly with hypertension. Methods: The research design used was quasi-experimental with repeated measures. 44 respondents aged ≥60 years with systolic blood pressure ≥140 mmHg and diastolic blood pressure ≥90 mmHg were randomly selected and divided into intervention and control groups, with 22 respondents in each group. The intervention group listened to Self-Selected Music using headphones, while the control group rested without interruption. Blood pressure was measured using an aneroid sphygmomanometer and was performed seven times for 30 minutes at 5-minute intervals. The Mann-Whitney test was used to analyze the difference in mean blood pressure between the two groups. Repeated Measures Anova test was used to analyze the difference in mean blood pressure in each group. Results: Mann-Whitney test showed a significant difference in mean blood pressure between the two groups (p<0.001). Repeated Measures Anova test showed a significant difference in mean blood pressure from time to time for 30 minutes in the intervention group (p<0.001), with the largest decrease at the 15th minute. Conclusion: Listening to Self-Selected Music (SSM) for 30 minutes significantly reduced mean systolic and diastolic blood pressure between the intervention and control groups. Keywords: Blood pressure, elderly, hypertension, Self-Selected Music (SSM)

    Omegaverse: Ryousai Kenbo dalam Anime Tadaima, Okaeri

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji tentang anime Tadaima, Okaeri yang menyajikan adanya perbedaan antara sosok istri dalam sistem ie dan sosok istri dalam omegaverse dan didasarkan oleh konsep ryousai kenbo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dekonstruksi sosok yang menjalankan tugas istri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori dekonstruksi Jacques Derrida serta sistem ie sebagai landasan untuk menentukan bentuk dekonstruksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam anime Tadaima, Okaeri mengalami dekonstruksi terhadap sosok istri yang dalam sistem ie identik dengan perempuan, namun dalam anime ini adalah seorang laki-laki omega. Masaki yang merupakan laki-laki omega tetap melakukan tugas istri yaitu mengerjakan pekerjaan domestik seperti mengurus rumah tangga, dan mengurus anak sesuai dengan konsep ryousai kenbo pada zaman Meiji

    Efektivitas Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Bank Indonesia terhadap Stabilitas Harga Pangan di Kabupaten Banyumas

    Full text link
    Pangan strategis merupakan komoditas yang posisinya sangat kuat pada pembentukan angka inflasi. Komoditas pangan yang mempengaruhi tingkat inflasi di wilayah Kabupaten Banyumas terdiri dari tiga jenis yaitu cabai rawit, bawang merah, dan beras (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, 2023). Komitmen pemerintah dalam menjaga kestabilan inflasi diwujudkan dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), yaitu program yang dipelopori oleh Bank Indonesia yang berkolaborasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). GNPIP di Kabupaten Banyumas direalisasikan melalui Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar oleh Bank Indonesia Purwokerto untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Banyumas. Ketidakstabilan harga pangan dapat berpengaruh pada lemahnya ketahanan pangan, sehingga mengakibatkan lonjakan angka kemiskinan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitas dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat efektivitas Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Bank Indonesia terhadap stabilitas harga pangan di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analisis. Data yang diambil merupakan data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dimana informan dalam penelitian berjumlah 40 orang yang meliputi 5 orang key informan dari Bank Indonesia, 5 orang responden dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Banyumas, dan 30 orang responden pedagang komoditas beras, bawang merah dan cabai rawit di Pasar Wage, Pasar Manis dan Pasar Sokaraja. Analisis pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif, model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, and Product), Uji Kaiser Meyer Olkin dan Bartlett’s Test of Sphericity, analisis Total Variance Explained, serta analisis Rotated Component Matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Bank Indonesia terhadap stabilitas harga pangan di Kabupaten Banyumas telah berjalan efektif sesuai dengan hasil evaluasi CIPP sebesar 80,89% yang meliputi efektivitas context berjumlah 80,83%, efektivitas input berjumlah 79,33%, efektivitas process berjumlah 77,75%, dan efektivitas product berjumlah 85,5%. Berdasarkan dua belas pernyataan yang diukur, hasil analisis disederhanakan menjadi empat faktor pendukung yang dominan mempengaruhi efektivitas Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Bank Indonesia terhadap stabilitas harga pangan di Kabupaten Banyumas meliputi pelaksanaan GNPIP yang sesuai rencana, tim operasional yang kompeten, ketersediaan pasokan cabai rawit, bawang merah, dan beras pasca GNPIP, serta peran pedagang komoditas pangan dalam menjaga kestabilan harga. Sementara untuk faktor penghambat yaitu sulitnya mencari pemasok komoditas pangan dari dalam Kabupaten Banyumas ketika terjadi lonjakan harga

    Analisis Risiko Dalam Industri Pertambangan Pasir dan Realisasi Pengelolaan Lingkungan di Desa Lamuk Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga

    Full text link
    Sungai Pekacangan memiliki potensi sumber daya alam yang kaya akan pasir batu. Kondisi ini mendorong munculnya pertambangan pasir yang ingin memanfaatkan potensi tersebut untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Adanya aktivitas pertambangan tentunya memunculkan suatu risiko bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana risiko yang ditimbulkan dalam Industri pertambangan pasir dan realisasi pengelolaan lingkungan di Desa Lamuk Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Desain penelitian kualitatif digunakan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi agar dapat memahami permasalahan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kepentingan antara masyarakat dengan pertambangan yang kemudian memicu konflik horizontal maupun vertikal. Kehadiran pertambangan juga menimbulkan risiko ekonomi dengan adanya ketimpangan baik secara pembangunan maupun ekonomi terlebih adanya pengambilalihan ekologis yang diperparah dengan praktik sewa lahan untuk memperluas wilayah pertambangan. Sementara itu, kepemilikan AMDAL tidak lantas menjamin terhindarnya kerusakan lingkungan. Adannya perusahaan menyebabkan terjadinya perubahan kondisi sungai yang berisiko meningkatkan banjir dan kerusakan lingkungan. Alhasil adanya pertambangan telah menimbulkan risiko sosial, ekonomi, dan lingkungan. Adapun dalam realisasi pengelolaan lingkungan pihak perusahaan telah memiliki rencana dalam mengelola lingkungan dan telah melakukan reklamasi serta kegiatan pasca tambang. Namun, dalam realisasinya masih belum menyentuh seluruh wilayah yang terdampak. Sedangkan untuk program CSR masih berbentuk charity belum menekankan pada pemberdayaan masyarakat

    Pengaruh Beberapa Faktor Risiko Terhadap Kejadian Hipertensi di Desa Kedungwringin Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas.

    Full text link
    Latar Belakang: Penyakit tidak menular merupakan suatu penyakit yang bersifat menahun dan tidak bisa ditularkan dari satu individu ke individu lainnya. Salah satu jenis penyakit tidak menular yaitu hipertensi. Hipertensi merupakan silent killer dimana gejala yang timbul sangat bermacam-macam pada setiap individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lain. Untuk menghindari terjadinya hipertensi, perlu dilakukan pencegahan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi seperti kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan konsumsi garam berlebih, dan paparan asap rokok. Metodologi: Penellitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan menggunakan desain studi case control. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dan matching sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 80 responden. Perbandingan jumlah sampel kasus dan sampel kontrol menggunakan perbandingan 1 : 1 maka jumlah responden penelitian ini sebanyak 160 responden. Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara konsumsi garam (p=0,003) dan paparan asap rokok (p=0,035), di mana konsumsi garam memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian hipertensi (p=0,009). Kesimpulan: Konsumsi garam memiliki pengaruh terhadap kejadian hipertensi di Desa Kedungwringin dengan nilai OR sebesar 2,815 artinya responden yang mengkonsumsi garam > 1 sdt/hari memiliki peluang sebesar 2,815 kali lebih besar memicu terjadinya hipertensi dengan responden yang mengkonsumsi < 1 sdt/hari. Masyarakat disarankan untuk mengkonsumsi garam per hari sebanyak 5 gram/orang/hari atau setara dengan 1 sendok teh/orang/hari. Kata Kunci: Hipertensi, Konsumsi Garam, Paparan Asap Rokok, Kedungwringin

    Translating a Short Film Entitled 'Jada' by Doug Roland From English Into Indonesian

    Full text link
    Name : Diah Intan Pramesti Student Number : J0A020022 Title : Translating a Short Film Entitled ‘Jada’ by Doug Roland From English into Indonesian Supervisor : 1. Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum. 2. Eka Yunita Liambo, S.Pd., M.Hum. Examiner : 1. Septi Mariasari, S.Pd., M.Hum. 2. Rosdiana Puspita Sari, S.S., M.A. SUMMARY This job training report is entitled “Translating a Short Film Entitled ‘Jada’ by Doug Roland From English into Indonesian”. The purpose of this job training report is to translate a short movie by Doug Roland from English (SL) into Indonesian (TL). A short movie is an audio-visual work of art, having a complex storyline with duration of less 50 minutes. ‘Jada’ is an English short movie that tells the story of a 7-year-old girl who struggles alone to survive. The short film has over 25 million views on YouTube. However, because there are no subtitles in Indonesian, the writer is interested in translating the short movie into Indonesian so that it could be enjoyed by Indonesian audiences. In the process of translating the short movie ‘Jada’, there are several obstacles, such as the lack of language mastery, both in the source language and target language, the difficulty in determining the correct equivalent in the target language, and the difficulty in using the ‘eagisub’ application to equate dialog with subtitles. In overcoming the obstacles faced, there are several solutions that can be taken, namely using a dictionary to find terms that are difficult to understand, undertake guidance with supervisors as translation experts, and taking notes on the dialogue between characters and the time. In addition, during the translation process, the writer used several translation techniques, such as amplification, reduction, transposition, description, literal, and generalization

    Tanggung Jawab Hukum Radiografer Sebagai Tenaga Kesehatan dalam Pelayanan Radiologi Klinik

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk tanggung jawab radiografer sebagai tenaga kesehatan dalam pelayanan radiologi klinik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian inventarisasi peraturan perundang-undangan (hukum positif), penelitian taraf sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dengan studi pustaka. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode normatif kualitatif dengan content analysis. Berdasarkan hasil penelitian, pengaturan tanggung jawab hukum radiografer sebagai tenaga kesehatan dalam pelayanan radiologi klinik telah menunjukkan taraf sinkronisasi vertikal dan horizontal. Artinya peraturan yang lebih rendah telah didasarkan pada peraturan yang lebih tinggi dan peraturan-peraturan tersebut tidak saling bertentangan antara satu dengan yang lain. Bentuk dari tanggung jawab hukum radiografer sebagai tenaga kesehatan dalam pelayanan radiologi klinik pada struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia, yaitu: tanggung jawab hukum pidana sebagaimana tercantum dalam Pasal 308 ayat (1) dan Pasal 440 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan; tanggung jawab hukum perdata sebagaimana tercantum dalam Pasal 308 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan; tanggung jawab hukum administrasi sebagaimana tercantum dalam Pasal 283, Pasal 306, Pasal 313 ayat (1) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Pasal 21, Pasal 22 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Radiografer

    Nilai Moral dalam Kumpulan Cerpen "Teh dan Pengkhianat" Karya Iksaka Banu serta Implementasinya terhadap Pembelajaran Sastra di SMA/SMK

    Full text link
    Adanya fenomena masalah degradasi moral dan kesulitan peserta didik dalam menganalisis nilai moral yang ada di dalam karya sastra. Hal tersebut menuntut pentingnya program penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran menganalisis karya sastra yang memuat nilai moral. Sehingga dalam pembelajaran sastra yang memuat nilai moral yang baik dapat membantu membentuk karakter peserta didik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan dan nilai moral yang terdapat dalam kumpulan cerpen “Teh dan Pengkhianat” karya Iksaka Banu, (2) menampilkan bahan ajar mata pelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan hasil analisis yang diperoleh. Bentuk penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik baca dan catat. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis isi yang terdiri atas pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dalam menganalisis kumpulan cerpen "Teh dan Pengkhianat" karya Iksaka Banu terdapat empat keutamaan nilai moral berupa jujur, berani, setia, dan murah hati sesuai dengan teori James Rachels. Dari hasil penelitian, ditemukan 76 data berupa 16 nilai moral jujur, 39 nilai moral berani, 8 nilai moral setia, dan 13 nilai moral murah hati. Hasil analisis tersebut kemudian dijadikan modul elektronik sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia kelas XI

    Implementasi E-Government dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik (Studi kasus Pusaka Mas: Pusat Aplikasi Kementerian Agama Kabupaten Banyumas)

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi adanya tuntutan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pusaka Mas merupakan inovasi e-government yang salah satu tujuannya yaitu memudahkan akses masyarakat untuk mendapatkan layanan dan informasi Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Namun dalam implementasinya belum banyak masyarakat yang mengetahui dan menggunakan Pusaka Mas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi e-government dalam rangka meningkatkan pelayanan publik pada Pusaka Mas (Pusat Aplikasi Kementerian Agama Kabupaten Banyumas). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori keberhasilan e-government Indrajit yang memiliki tiga elemen yaitu Support (Dukungan), Capacity (Sumber Daya), dan Value (Manfaat). Hasil dan pembahasan penelitian pada elemen Support yaitu sudah baik tetapi untuk publikasi atau sosialiasi perlu ditingkatkan. Pada elemen Capacity (Sumber Daya), ketersediaan sumber daya manusia memadai hanya saja perlu adanya pengembangan skill IT untuk pegawai PTSP supaya lebih handal dalam pengoperasian. Kemudian mengenai sumber daya finansial, biaya pemeliharaan komputer dan laptop sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan kualitas teknologi. Ketersediaan sumber daya infrastruktur teknologi dalam pengimplementasian Pusaka Mas sudah memadai tetapi masih perlu ditingkatkan seperti kualitas komputer dan jaringan wifi yang digunakan. Selanjutnya elemen value (Manfaat) dari Pusaka Mas bagi Kemenag Banyumas sudah cukup baik. Namun manfaat Pusaka Mas bagi masyarakat masih perlu ditingkatkan mengingat belum banyak masyarakat yang menggunakan

    Identification of Potential Sectors in Barlingmascakeb Before and During The Covid-19 Pandemic

    Full text link
    Penelitian ini berjudul: “IDENTIFIKASI SEKTOR POTENSIAL DI BARLINGMASCAKEB SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19”. Pada masa pandemi beberapa sektor mengalami kemerosotan dan ada kemungkinan terhenti total karena Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, Kebumen dan Cilacap (BARLINGMASCAKEB) menerapkan lockdown untuk menghindari kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas semakin bertambah. Dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2021 menunjukkan ada beberapa sektor yang mengalami peningkatan. Yaitu Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Sektor Industri Pengolahan, Sektor Listrik dan Gas, Sektor Air Bersih, Sektor Pengolahan Air Limbah, dan Kegiatan Remediasi, Sektor Informasi dan Komunikasi, Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi, serta Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. Dengan mengetahui sektor potensial di suatu daerah maka peluang daerah tersebut untuk berkembang akan jauh lebih besar dibandingkan daerah yang tidak mengetahui sektor potensial di daerahnya. Dan sudah sewajarnya jika suatu daerah memiliki sektor-sektor potensial yang mampu bersaing dengan daerah lainnya. Untuk itu pemerintah daerah harus mengetahui sektor-sektor apa saja yang mengalami perubahan sebelum dan saat Pandemi Covid-19 serta sektor sektor apa saja yang berpotensi untuk dikembangkan sehingga nantinya sektor sektor tersebut dapat menjadi sektor potensial di daerah tersebut. Penelitian ini difokuskan pada sektor-sektor yang mengalami perubahan/pergeseran di Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, Kebumen, dan Cilacap (BARLINGMASCAKEB) sebelum dan saat Pandemi Covid 19. Penelitian ini merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara terencana dan sistematis untuk mendapatkan jawaban pemecahan masalah terhadap fenomena fenomena tertentu yang telah ditetapkan dalam penelitian ini, maka jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah overlay antara analisis Growth Ratio Model (GRM) dan menggunakan analisis Location Quotient (LQ) kemudian overlay. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, maka telah teridentifikasi sektor sektor ekonomi yang merupakan sektor potensial di Kabupaten BARLINGMASCAKEB yaitu 1) Kegiatan Usaha, 2) Pertambangan dan Penggalian, 3) Pertambangan dan Penggalian, 4) Industri Pengolahan, 5) Kegiatan Jasa Keuangan dan Perasuransian. Agar sektor basis di wilayah BARLINGMASCAKEB dapat lebih terarah, maka diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memetakan secara spasial letak sektor unggulan yang telah teridentifikasi, dengan mengacu pada rencana tata ruang wilayah BARLINGMASCAKEB

    25,888

    full texts

    27,468

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Jenderal Soedirman is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Repository Universitas Jenderal Soedirman? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!