Repository Universitas Jenderal Soedirman

Repository Universitas Jenderal Soedirman
Not a member yet
    27468 research outputs found

    Mekanisme Pertahanan Diri Tokoh Utama dalam Novel Jatuh Ke Matahari karya Djokolelono

    Get PDF
    Pengaruh perkembangan teknologi di bidang sastra menghadirkan genre fiksi ilmiah. Di Indonesia, novel fiksi ilmiah dipelopori oleh sebuah novel berjudul Jatuh ke Matahari karya Djokolelono. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis mekanisme pertahanan diri tokoh utama novel tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Penelitian ini menggunakan teknik kepustakaan dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data penelitian ini yaitu kutipan novel Jatuh ke Matahari yang didukung oleh sumber-sumber sekunder seperti artikel jurnal, tesis, dan buku. Hasil dari penelitian ini menemukan bentuk-bentuk mekanisme pertahanan diri tokoh utama yang didasari oleh arketipe. Pada tokoh Sweta ditemukan mekanisme pertahanan diri berupa topeng sosial, pengalihan emosi, rasionalisasi, penyangkalan (denial), represi, dan agresi. Pada tokoh Adrian ditemukan mekanise pertahanan diri berupa arogansi, proyeksi, rasionalisasi, penyangkalan (denial), agresi, dan egoisme yang bertransformasi menjadi apatisme. Kecenderungan dalam menunjukkan mekanisme pertahanan diri menjadi unsur pembangun karakter tokoh. Bentuk mekanisme pertahanan diri sebagai respons dari suatu konflik juga menjadi pemicu sekaligus penyelesai konflik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bentuk mekanisme pertahanan diri memiliki pengaruh terhadap karakter tokoh serta jalannya cerita

    Implementasi Program Posyandu Integrasi Layanan Primer (Ilp) Di Desa Kelangdepok Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul "Implementasi Program Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Kelangdepok, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang." Program ILP merupakan transformasi layanan kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat yang menyasar semua kelompok usia, dengan fokus pada upaya promotif dan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelaksanaan Program Posyandu ILP di Desa Kelangdepok, menilai kesesuaiannya dengan kebijakan nasional, serta mengetahui peningkatan layanan kesehatan di pedesaan. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards ikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling untuk memilih informan yang relevan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan secara berkesinambungan untuk memperoleh hasil yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Posyandu ILP di Desa Kelangdepok berjalan cukup baik. Aspek komunikasi terlaksana efektif melalui berbagai media, mempermudah penyampaian informasi kepada masyarakat. Namun, aspek sumber daya masih mengalami kendala, terutama kekurangan tenaga kesehatan, kader, dan sarana prasarana. Dari sisi disposisi, pelaksana menunjukkan komitmen tinggi dan didukung partisipasi masyarakat. Struktur birokrasi juga menunjukkan koordinasi yang baik, meski dukungan anggaran masih perlu ditingkatkan. Secara umum, program diterima positif oleh masyarakat dan meningkatkan akses layanan kesehatan, namun keberlanjutannya memerlukan penguatan SDM, fasilitas, dan dukungan dana

    Perencanaan Strategis dalam Pengembangan Desa Wisata Pekunden, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas

    No full text
    Potensi ekonomi kreatif dapat dimaksimalkan melalui desa wisata. Namun, bertambahnya jumlah desa wisata belum diimbangi dengan strategi yang matang. Pembentukan desa wisata dapat diawali dengan mengidentifikasi potensi unik untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang sudah sesuai dengan visi pembangunan desa. Maka dari itu, diperlukan perencanaan strategis yang matang agar dapat mengembangkan desa wisata menjadi lebih maju. Penelitian ini berfokus pada proses penyusunan perencanaan strategis di Desa Wisata Pekunden melalui konsep perencanaan strategis model J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen (2001) yang terdiri dari aspek pengamatan lingkungan, menetapkan visi misi organisasi, menetapkan tujuan organisasi, mengembangkan strategi, dan menetapkan kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan sasaran penelitian yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan metode interaksi Miles dan Huberman (2015). Penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Wisata Pekunden memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, dengan kekuatan seperti keberagaman daya tarik, sumber daya manusia (SDM) yang melimpah, dan lokasi strategis. Namun, terdapat juga kelemahan dan ancaman, seperti keterbatasan infrastruktur dan kesibukan SDM. Visi dan misi yang ditetapkan mencerminkan aspirasi masyarakat dan berfokus pada keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta pelestarian budaya dan lingkungan. Tujuan organisasi yang dirumuskan bersifat spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu (SMART), mencakup peningkatan pendapatan masyarakat, pengembangan atraksi wisata baru, dan promosi yang lebih efektif. Strategi yang dikembangkan meliputi pengembangan daya tarik wisata, peningkatan kualitas akomodasi, promosi melalui media sosial, pengelolaan fasilitas umum, dan penguatan kelembagaan. Kebijakan yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis dan konsultasi dengan masyarakat serta stakeholder lainnya bertujuan untuk memastikan bahwa pengembangan desa wisata sejalan dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyusunan perencanaan strategis dalam pengembangan Desa Wisata Pekunden yang telah dilakukan dapat dikatakan berhasil karena telah membawa Desa Pekunden hingga sejauh ini, walaupun umurnya baru berjalan 4 tahun tetapi sudah dapat memberikan dampak yang luar biasa kepada masyarakat. Implementasi dari semua aspek yang telah dirumuskan akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan potensi desa sebagai destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan desa wisata di Indonesia dan menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam bidang pariwisata berbasis masyarakat

    Profil Metabolit Sekunder Sonchus arvensis L. Menggunakan Jenis Pelarut Yang Berbeda

    No full text
    Sonchus arvensis L. (tempuyung) merupakan tumbuhan dari famili Asteraceae yang banyak ditemukan di berbagai wilayah Indonesia dari dataran rendah hingga ketinggian 2.400 mdpl. Tumbuhan ini dikenal memiliki khasiat sebagai obat, khususnya untuk menghancurkan batu ginjal dan mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti diuretik, pereda batuk, dan penurun kadar kolesterol. Daun tempuyung mengandung senyawa aktif seperti triterpenoid, flavonoid, inositol, dan manitol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder ekstrak S. arvensis berdasarkan pelarut yang berbeda serta menentukan jenis pelarut yang efektif dalam mengikat senyawa metabolit sekunder. Pengambilan sampel tumbuhan dilakukan secara purposive sampling di wilayah Purwokerto dan pengamatan metabolit sekunder dilakukan secara eksperimental. Variabel bebas penelitian ini terdiri dari jenis pelarut dan bagian organ tanaman tempuyung yakni akar dan daun tempuyung. Variabel terikat terdiri atas metabolit sekunder. Parameter penelitian terdiri atas uji kualitatif (flavonoid, polifenol dan alkaloid), Uji kuantitatif (total flavonoid, polifenol, dan alkaloid) yang terkandung pada ekstrak akar dan daun tempuyung. Data kualitatif diuji secara deskriptif sedangkan data kuantitatif diuji dengan menggunakan ANOVA dengan taraf kesalahan 5% dan 1%, terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan DMRT 5%. Berdasarkan hasil penelitian uji kualitatif menunjukkan bahwa sampel akar dan daun tempuyung positif mengandung flavonoid, polifenol dan alkaloid. Pelarut dan organ tempuyung tidak berpengaruh terhadap kadar senyawa flavonoid dan polifenol, sedangkan pada senyawa alkaloid berpengaruh nyata. Kadar senyawa flavonoid tertinggi sebesar 103,66 + 57,50 mg QE/L dari organ akar dengan jenis pelarut etanol 50%. Kadar senyawa polifenol tertinggi sebesar 17,65 + 6,24 mg GAE/L dari organ daun dengan jenis pelarut etanol 50%. Kadar senyawa alkaloid tertinggi sebesar 95,64 + 73,50 mg QNE/L dari organ akar dengan jenis pelarut etanol 96%

    Analisis Tingkat Intensitas Gempa pada Struktur Bangunan Beton Berdasarkan JMA-SIS Menggunakan Metode Non Linear Time History Analiysis

    No full text
    Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap gempa bumi karena posisinya yang berada di wilayah Ring of Fire, tempat bertemunya tiga lempeng tektonik utama dunia. Aktivitas seismik yang intensif ini diperparah oleh keberadaan banyak gunung berapi aktif, sehingga risiko bencana gempa menjadi sangat kompleks. Gempa bumi diklasifikasikan menjadi gempa tektonik dan vulkanik, dengan gempa tektonik sebagai penyebab utama yang berkaitan dengan pergerakan lempeng litosfer. Dalam penelitian ini, simulasi dilakukan pada bangunan beton bertulang 8 lantai menggunakan metode Non Linear Time History Analysis (NLTHA) untuk mengevaluasi respons dinamis struktur terhadap gempa hingga kondisi collapse. Data gempa yang digunakan meliputi sembilan gempa riwayat dari tiga jenis gempa, yaitu sesar dangkal, Benioff, dan Megathrust. Hasil perhitungan nilai intensitas gempa (mSIL) menunjukkan nilai rata-rata sebesar 7,8389 pada skala Japan Meteorological Agency Seismic Intensity Scale (JMA-SIS), yang termasuk kategori tertinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa model struktur bangunan memiliki ketahanan yang baik terhadap beban gempa dengan intensitas tinggi. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan desain bangunan tahan gempa di Indonesia, yang diharapkan dapat meminimalkan risiko kerusakan dan korban jiwa akibat gempa bumi. Dengan demikian, penerapan metode NLTHA menjadi alat yang efektif dalam mendukung perencanaan struktur bangunan yang lebih aman dan tahan gempa

    Faktor-Faktor yang Memengaruhi Daya Saing dan Ekspor Kopra Indonesia di Pasar Internasional

    No full text
    Produksi kelapa yang melimpah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia, dengan produksi mencapai 17,97 juta ton pada 2023, atau sekitar 27,62 persen dari total produksi dunia. Salah satu produk utama dari kelapa adalah kopra, sebagai bahan baku industri minyak kelapa, kosmetik, hingga bioenergi. Meskipun potensinya besar, ekspor kopra Indonesia selama dua dekade terakhir mengalami fluktuasi yang signifikan. Perkembagan kopra selama 10 tahun terakhir yaitu 2014-2023 rata-rata penurunan tahunan tercatat sebesar 0,45% per tahunnya. Potensi ekspor dan peluang kopra yang dimiliki Indonesia, sebagai salah satu penghasil kelapa terbesar di dunia, hingga kini masih belum dimaksimalkan secara optimal. Hal ini tercermin dari fluktuasi volume dan nilai ekspor yang terjadi selama periode 2014-2023 yang mengindikasikan adanya ketidakstabilan ekspor kopra Indonesia. Sebagai salah satu penyumbang devisa negara, komoditas kopra diharapkan mampu mendongkrang perekonomian Indonesia terutama bagi petani kelapa yang bergantung pada produk kopra. Tujuan dari penelitian ini untuk 1) Melakukan analisis terhadap tingkat daya saing ekspor kopra Indonesia di pasar internasional dengan memanfaatkan pendekatan RSCA, ECI, dan ISP, 2) Membandingkan daya saing ekspor kopra Indonesia dibandingkan dengan negara pesaing (India, Thailand, Vietnam) di pasar internasional, dan 3) Mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ekspor kopra Indonesia di pasar internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan data sekunder dari tahun 2001 hingga 2023. Objek utama penelitian ini adalah faktor-faktor yang memengaruhi ekspor kopra dengan variabel dependen yaitu nilai ekspor kopra Indonesia kode HS 120300 di pasar internasional. Selain itu, melibatkan variabel lainnya, seperti volume ekspor kopra, luas lahan kelapa, harga kopra internasional, tingkat inflasi, dan kebijakan non tarif. Rancangan pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka. Sumber data diperoleh dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Pusdatin, Bank Indonesia (BI), Trade Map dan Un Comtrade, dan UNCTAD. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial, Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Export Competitiveness Index (ECI), dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) untuk mengukur daya saing, serta regresi linear berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ekspor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopra Indonesia memiliki posisi daya saing yang cukup kuat di pasar global, baik dari segi keunggulan komparatif maupun kompetitif. Hal ini ditunjukkan oleh nilai RSCA (Revealed Symmetric Comparative Advantage) Indonesia sebesar 0,878. Nilai RSCA Indonesia menempati posisi pertama diikuti oleh Vietnam (0,640) dan India (0,374), serta Thailand yang bernilai negatif (-0,301), yang berarti Indonesia memiliki potensi dasar yang kuat dalam mengekspor kopra karena iklim tropis dan produksi rakyat yang tersebar di banyak wilayah. Sementara itu, nilai ECI (Export Competitiveness Index) Indonesia sebesar 1,170 menunjukkan bahwa meskipun daya saing Indonesia masih lebih rendah dibanding India (5,959), Thailand (4,107), dan Vietnam (1,199), Indonesia masih tetap memiliki tren ekspor yang meningkat. Kemudian dari sisi ISP (Indeks Spesialisasi Perdagangan), Indonesia mencatat nilai sebesar 0,988, yang menandakan bahwa ekspor kopra Indonesia sudah berada di tahap kematangan. Hal ini berarti Indonesia sudah secara konsisten menjadi negara pengekspor tetap kopra dalam jangka panjang, dengan pasokan yang stabil di pasar internasional. Faktor-faktor seperti volume ekspor, harga kopra internasional dan kebijakan Technical Barriers to Trade (TBT) terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai ekspor. Di sisi lain, industri kopra masih menghadapi tantangan, seperti fluktuasi harga global dan permasalahan kualitas produksi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pengembangan ekspor kopra secara berkelanjutan, untuk mendorong pertumbuhan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani kelapa, mengingat nilai ekonomi kopra yang cukup tinggi serta perannya dalam industri pangan dan non-pangan

    Analisis dan Pemetaan Distribusi Tingkat Risiko Erosi Tanah di Kabupaten Purbalingga serta Perkiraan Responsnya terhadap Perubahan Parameter Curah Hujan pada Metode USLE

    No full text
    Kabupaten Purbalingga merupakan wilayah dengan kondisi geografis dan curah hujan yang sangat beragam sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi erosi tanah bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan kemiringan lereng yang curam. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan distribusi tingkat risiko erosi tanah melalui persamaan Universal Soil Loss Equation (USLE) serta memperkirakan respons kondisi erosi saat ini terhadap perubahan parameter curah hujan di masa mendatang melalui analisis Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Penelitian ini memanfaatkan data sekunder, meliputi data geografis Kabupaten Purbalingga yang bersumber dari berbagai lembaga penyedia dan data curah hujan historis dari sistem Satelit PERSIANN-CCS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki curah hujan tinggi dan kemiringan lereng yang curam seperti di bagian utara Kabupaten Purbalingga menjadi wilayah dengan nilai erosi tanah tertinggi. Melalui analisis prediktif, nilai erosi tanah menunjukkan kemungkinan peningkatan dalam beberapa tahun mendatang akibat peningkatan curah hujan perkiraan hasil analisis ARIMA

    Implementasi Strategi Kehumasan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas dalam Rangka Mengoptimalkan Partisipasi Masyarakat pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024

    No full text
    Penelitian ini membahas implementasi strategi kehumasan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas dalam mengoptimalkan partisipasi masyarakat pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati tahun 2024. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024 yang hanya mencapai 68,9%, menurun dibandingkan Pilkada sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivis, mengandalkan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi untuk memperoleh data. Teori utama yang digunakan adalah model komunikasi dua arah (Two-Way Symmetrical Communication) dari Grunig dan Hunt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kehumasan KPU Banyumas dilakukan melalui berbagai bentuk sosialisasi seperti publikasi keliling, lomba selfie, khutbah di rumah ibadah, sosialisasi di TPS khusus, serta kerja sama dengan media. Meskipun strategi tersebut telah dilaksanakan, tantangan seperti dominasi calon tunggal, maraknya ajakan untuk memilih kotak kosong, minimnya cuti kerja pemilih, serta kurangnya efektivitas komunikasi masih menjadi hambatan. Penurunan partisipasi juga dipengaruhi oleh apatisme politik, pesimisme terhadap calon, serta kurangnya pemahaman masyarakat terhadap sistem pemilu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi kehumasan KPU telah berjalan namun perlu peningkatan pada sisi komunikasi yang lebih intensif, dialogis, dan menyentuh substansi demokrasi, bukan sekadar bersifat seremonial. Diperlukan pendekatan komunikasi yang lebih partisipatif dan berbasis kebutuhan publik untuk meningkatkan legitimasi dan kualitas demokrasi lokal

    Peran Penulis Naskah dalam Produksi Film Dokumenter “Napas Terakhir Dalang Jemblung”

    Get PDF
    Kesenian Jemblung merupakan salah satu bentuk seni tutur tradisional dari Banyumas yang mengandalkan kekuatan vokal. Namun seiring perkembangan zaman dan dominasi budaya populer, kesenian ini mengalami penurunan eksistensi serta kehilangan daya tariknya di kalangan generasi muda. Hal ini menjadi ancaman bagi keberlanjutan Jemblung sebagai warisan budaya lokal. Tujuan dari penciptaan film dokumenter "Napas Terakhir Dalang Jemblung" adalah untuk merekam, menyuarakan, dan memperkenalkan kembali kesenian Jemblung kepada publik, khususnya generasi muda. Dalam konteks ini, penulis naskah berperan dalam merancang struktur cerita, menyusun alur narasi, serta membentuk sudut pandang penceritaan agar bisa menyampaikan nilai-nilai dalam kesenian jemblung dalam format film dokumenter. Peran penulis naskah menjadi kunci dalam menyampaikan pesan film secara efektif dan menyentuh, sekaligus memastikan kesinambungan informasi yang ditampilkan dalam dokumenter. Film ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya pelestarian budaya lokal melalui media visual yang informatif dan reflektif. Selain itu, film ini juga berfungsi sebagai bentuk dokumentasi kreatif serta sarana edukasi dan advokasi budaya yang relevan dengan perkembangan zaman. Penyebaran film melalui media digital diharapkan mampu memperluas jangkauan penonton dan menumbuhkan kembali apresiasi terhadap kesenian tradisional

    Pengaruh Berbagai Macam Sleep Deprivation terhadap Kadar Low Density Lipoprotein (Ldl), Nitric Oxide (No) Darah dan Gambaran Histomorfologi Endotel Aorta Torakalis Tikus Putih Wistar Jantan

    Get PDF
    Latar belakang: Sleep deprivation dapat menimbulkan dislipidemia yang menyebabkan kenaikan kadar low density lipoprotein (LDL) darah. Kenaikan kadar low density lipoprotein (LDL) darah berkontribusi pada mekanisme stres oksidatif yang menyebabkan kadar nitric oxide (NO) darah menurun. Penurunan kadar nitric oxide (NO) darah menyebabkan terjadinya disfungsi endotel. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai macam sleep deprivation (PSD, TSD, PSD dilanjutkan sleep recovery, dan TSD dilanjutkan sleep recovery) terhadap kadar low density lipoprotein (LDL), nitric oxide (NO) darah dan gambaran histomorfologi endotel aorta torakalis tikus putih Wistar jantan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain post test only with control group design. Sebanyak 25 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok A tanpa perlakuan/ kontrol, kelompok B diberi perlakuan PSD, kelompok C diberi perlakuan TSD, kelompok D diberi perlakuan PSD dilanjutkan sleep recovery dan kelompok E diberi perlakuan TSD dilanjutkan sleep recovery. Kadar LDL dan NO diukur dengan metode ELISA. Organ aorta torakalis diambil dan gambaran histomorfologi endotel aorta torakalis dilihat dengan mikroskop cahaya. Data dianalisis dengan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan uji Post Hoc Tukey. Hasil: Uji One Way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna kadar LDL darah p=0,000 (p<0,05) dan perbedaan bermakna kadar NO darah p=0,000 (p<0,05). Gambaran histomorfologi endotel aorta torakalis tikus putih Wistar jantan kelompok sleep deprivation terjadi disfungsi endotel yang ditandai dengan susunan sel tidak beraturan/ batas antar sel tidak jelas dan beberapa sel tidak intak dengan sub endotel. Kesimpulan: Berbagai macam sleep deprivation menunjukkan perbedaan yang bermakna pada kadar LDL, NO darah dan memicu perubahan gambaran histomorfologi endotel aorta torakalis tikus putih Wistar jantan

    25,888

    full texts

    27,468

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Jenderal Soedirman is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Repository Universitas Jenderal Soedirman? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!