27468 research outputs found
Sort by
Persepsi Mahasiswa terhadap Efektivitas Pembelajaran Daring di Fakultas Peternakan Unsoed pada Masa Pandemic COVID-19 Tahun 2020-2021
Pendidikan merupakan hal yang wajib diberikan kepada setiap manusia. Pendidikan ini sendiri merupakan suatu proses pembelajaran hal baru untuk dapat mengembangkan diri agar dapat meningkatkan taraf hidup maupun untuk kehidupan bermasyarakat. Namun pada awal tahun 2020, muncul suatu penyakit, yaitu COVID-19, yang menyebabkan lembaga pendidikan di semua jenjang mulai dari SD hingga perguruan tinggi beralih ke pembelajaran daring. Dalam hal ini urgensi penelitiannya adalah pembelajaran di Fakultas Peternakan mengalami hambatan, dikarenakan semua yang diajarkan hanya bersifat teori, sedangkan secara praktik tidak bisa dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap efektivitas pembelajaran daring di Fakultas Peternakan Unsoed pada masa pandemic COVID-19. Penelitian ini memakai penelitian jenis kualitatif deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer (data dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi, kuisioner, dll.) dan data sekunder (studi literatur, arsip dokumen, sumber buku, jurnal, dokumen-dokumen lainnya). Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivisme. Hasil dari penelitian ini adalah di Fapet Unsoed, secara indikator efektivitas pembelajaran oleh John Carroll semua sudah terpenuhi, namun ada berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi mahasiswa Fapet Unsoed, sehingga semuanya tetap bergantung kepada setiap masing-masing potensi dan individu dari mahasiswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah efektivitas pembelajaran daring di Fapet Unsoed bisa dikategorikan belum efektif sepenuhnya walaupun indikator-indikator efektivitas pembelajaran terpenuhi karena ada faktor eksternal, lalu semua orang yang terlibat harus beradaptasi dengan pembelajaran daring. Dan yang terakhir adalah pembelajaran secara teoritis masih bisa dilakukan secara daring, namun praktikum di lapangan tetap harus ada untuk membuat mahasiswa terus berkembang
Efektivitas Edukasi Menggunakan Media Aplikasi Telenursing Simerak terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Orangtua dalam Merawat Anak Paska Kolostomi
Latar Belakang: Masalah pengetahuan yang buruk serta ketrampilan yang kurang memadai pada orangtua dalam merawat anak paska kolostomi perlu mendapatkan solusi lebih lanjut. Edukasi perawatan kolostomi dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orangtua dalam merawat stoma anak, namun media edukasi yang sudah ada memiliki keterbatasan dalam mencapai tujuan edukasi. Edukasi menggunakan media aplikasi telenursing SIMERAK menjadi alternatif media edukasi yang efektif dalam pelaksanaan discharge planning.
Metode: Tahap I pengembangan edukasi menggunakan media aplikasi telenursing SIMERAK dengan model ADDIE. Validitas aplikasi telenursing SIMERAK diuji menggunakan CVI dengan mean I-CVI 1,00. Tahap II uji kuantitatif dengan desain quasi-experimental pre-post-test design with control group. Sebanyak 52 responden dibagi secara acak menjadi kelompok intervensi (n=26) dan kelompok kontrol (n=26). Pengukuran dilakukan pada tiga interval waktu (pre-test, post-test 1, post-test 2) untuk menilai perubahan pengetahuan dengan instrumen II serta keterampilan menggunakan instrumen III dan IV. Data dianalisis menggunakan uji statistik Friedman dan GLM RM untuk membandingkan perbedaan antar kelompok.
Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dengan rata-rata skor awal 45.50 ± 13.900 pada pre-test menjadi 76.15 ± 14.931 pada post-test 1 dan terus meningkat 86.42 ± 11.524 pada pos-test 2 ( p=0.001) dan peningkatan signifikan skor keterampilan (berdasarkan instrumen II) dengan rata-rata 46.42 ± 21.975 pada pre-test menjadi 71.23 ± 15.462 pada post-test 1 dan terus meningkat menjadi 80.46 ± 11.118 pada post-test 2 (p=0.001). Keterampilan berdasarkan SAS signifikan meningkat dengan rata-rata skor 47.385 ± 30.059 pada pre-test menjadi 72.808 ± 17.702 pada post-test 1 dan menjadi 79.154 ± 11.127 pada pos-test 2 (P=0.000). Kelompok kontrol menunujukkan penurunan rata-rata skor pada post-test 2.
Kesimpulan: Edukasi menggunakan media aplikasi telenursing SIMERAK efektif mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orangtua dalam merawat anak paska kolostomi. Keunggulan aplikasi telenursing SIMERAK berupa fitur konsultasi/diskusi yang mudah terhubung dengan petugas kesehatan
Molecular Detection and Epidemiological Analysis of Enterovirus in Children with Acute Respiratory Infections (ARI) in the Batur District, Banjarnegara Regency.
Worldwide, and especially in countries with lower per capita income, acute respiratory infections (ARI) rank high among children's leading causes of illness and mortality. Acute respiratory infections (ARIs) in children are most often caused by enteroviruses, which include Human Rhinoviruses (HRV) and EV-D68. The purpose of this study is twofold: first, to identify children in Batur District, Banjarnegara Regency who have contracted Enterovirus (EV) using real-time polymerase chain reaction (RT-PCR); and second, to examine epidemiological risk factors for Acute Respiratory Tract Infection (ARI). The study also aims to determine the frequency of ARI and how it correlates with the severity of respiratory symptoms. The RT-PCR method approach, this study associated the prevalence of EV in nasopharyngeal swab samples from children with ARI with the severity of their respiratory symptoms.
In Batur District, Banjarnegara Regency, researchers looked for signs of Enterovirus in nasopharyngeal swabs taken from children with an ARI diagnosis using the The RT-PCR technique refers to the reverse transcription-polymerase chain reaction. In addition to examining epidemiological risk variables that contribute to ARI, we evaluated the viral prevalence and its association with the intensity of respiratory symptoms.
The research found that RT-PCR was a very accurate way to detect EV in clinical nasopharyngeal swab samples; However, the frequency of EV in Batur Regency was
low, with only 6 out of 50 samples (or 12%) actually testing positive. The primary variables impacting the incidence of ARI in children are inadequate immunization and
environmental hazards, including secondhand smoking and polluted air. Children who are around secondhand smoke or who reside in areas with a history of severe
respiratory infections are more likely to become sick. The importance of controlling environmental factors and making sure children are vaccinated against severe acute
respiratory infections is emphasized by these results.
Keyword: Acute Respiratory Infection, children, epidemiology factor, Enterovirus, RT-PCR
Pengaruh Variabel Moneter, Investasi, dan Penduduk terhadap Pertumbuhan Ekonomi Negara Negara ASEAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami faktor-faktor mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN yang memiliki potensi ekonomi besar, namun masih menghadapi tantangan dalam mencapai pertumbuhan yang optimal. Negara-negara ASEAN memiliki letak geografis strategis dan sumber daya alam yang melimpah, tetapi tingkat ekonominya relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara maju.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel suku bunga, inflasi, nilai tukar, investasi, dan populasi penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN. Selain itu juga untuk mengetahui variabel mana yang memiliki pengaruh paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari World Bank untuk periode 2004-2019. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Autoregressive Distributed Lag (ARDL) yang memungkinkan analisis jangka pendek dan jangka panjang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga dan inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Nilai tukar berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Investasi berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang, sementara populasi penduduk berpengaruh negatif signifikan dalam jangka panjang. Variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi di antara variabel yang diteliti adalah variabel populasi penduduk.
Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya kebijakan yang mendukung peningkatan investasi dan pengelolaan populasi penduduk yang lebih baik, serta kebijakan moneter yang stabil untuk menjaga suku bunga dan inflasi agar tetap kondusif bagi pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN. Selain itu, stabilitas nilai tukar juga harus menjadi prioritas untuk mengurangi dampak negatif jangka pendek pada perekonomian
Hubungan Postur Kerja dengan Musculoskeletal Disorders pada Penjahit Konveksi di Purwokerto Selatan
Latar belakang: Penjahit bekerja dengan posisi tidak ergonomis, bekerja lebih dari delapan jam per hari, kurang istirahat, dan penurunan kemampuan fisik karena bertambahnya usia, sehingga berisiko mengalami musculoskeletal disorders. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan postur kerja dan kelelahan dengan musculoskeletal disorders pada penjahit konveksi yang berada di Purwokerto Selatan. Metode: Penelitian ini merupakaan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di enam konveksi di Purwokerto Selatan. Jumlah sampel sebanyak 39 responden dengan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah Rapid Entire Body Assessment untuk mengukur risiko cedera akibat postur kerja (REBA), Subjective Self Rating Test (SSRT) untuk mengukur tingkat kelelahan, dan Nordic Body Map (NBM) untuk mengukur keluhan musculoskeletal. Analisis data bivariat menggunakan uji korelasi Somers’d.
Hasil penelitian: Mayoritas responden berusia lebih dari 40 tahun (46,2%), berjenis kelamin perempuan (69,2%), bekerja sebagai penjahit lebih dari lima tahun (56,4%), durasi bekerja lebih dari delapan jam (61,5%). Mayoritas responden tidak merokok (82,1%), melakukan stretching di sela-sela bekerja (76,9%), merubah posisi duduk setiap 20-30 menit sekali (89,7%), serta memiliki nilai Indeks Masa Tubuh normal (53,8%). Mayoritas responden memiliki risiko cedera sedang (76,9%), kelelahan tingkat sedang (53,8%), dan gangguan musculoskeletal tingkat ringan (74,4%). Terdapat hubungan yang bermakna antara postur kerja dengan musculoskeletal disorders dengan korelasi rendah (p=0,047, r=0,389). Serta terdapat hubungan yang bermakna antara kelelahan dengan musculoskeletal disorders dengan tingkat korelasi rendah(p=0,007, r=0,309). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara postur kerja dengan musculoskeletal disorders dan terdapat hubungan yang bermakna antara kelelahan dengan musculoskeletal disorders
Analisis Risiko dan Strategi Pengelolaan Risiko Usaha Ayam Broiler dengan Sistem Closed House
Usaha peternakan ayam broiler menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek produksi dan ekonomi. Ketidakpastian hasil produksi dan laba menimbulkan risiko produksi yang berkaitan dengan kualitas DOC, kondisi cuaca, serta wabah penyakit, yang menyebabkan fluktuasi nilai Indeks Performa (IP). Sementara itu, faktor sosial ekonomi seperti biaya produksi dan harga jual ayam turut memengaruhi profitabilitas usaha. Penelitian bertujuan untuk menganalisis produktivitas usaha, mengidentifikasi sumber risiko, mengukur dampak serta tingkat kemungkinan risiko, dan merumuskan strategi penanganan risiko pada usaha ayam broiler. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan purposive sampling yang dilakukan di PT GSU, Desa Sukalaba, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi selama periode 2021-2023. PT GSU mengelola populasi ayam rata-rata 386.424 ekor per periode dengan sistem Closed House. Variabel yang dianalisis mencakup variabel produksi (deplesi, ADG, bobot panen, umur panen, FCR, IP), variabel ekonomi (biaya produksi, penerimaan, laba, R/C ratio, BEP, rentabilitas usaha), serta variabel risiko yang mencakup faktor-faktor yang berpotensi menimbulkan gangguan dalam produksi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi peternakan, fishbone diagram untuk mengidentifikasi sumber risiko, serta analisis probabilitas dan dampak risiko untuk menentukan tingkat risiko yang dihadapi. Selanjutnya, dilakukan pemetaan risiko dalam matriks risiko dan penyusunan risk register untuk menganalisis strategi manajemen risiko produksi yang telah diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas usaha ayam broiler di PT GSU selama tahun 2021-2023 tergolong cukup baik, dengan nilai IP berkisar antara 255 hingga 410 dan rata-rata IP sebesar 322. Tingkat rentabilitas ekonomi mencapai 5,96%. Terdapat 22 sumber risiko produksi dan 15 sumber risiko ekonomi. Risiko produksi berasal dari aspek lingkungan makroklimat, kualitas DOC, manajemen pemeliharaan, dan infeksi penyakit. Risiko ekonomi meliputi aspek kondisi pasar, produktivitas ayam, dan biaya produksi. Pemetaan risiko mengelompokkan risiko ke dalam lima kategori: controlled (2,7%), serious (37,8%), disruptive (27,0%), severe (46,7%), dan critical (2,7%). Risiko tertinggi berasal dari kelembaban mikroklimat di atas 70%. Berdasarkan risk register, strategi penanganan risiko meliputi accept (21,6%), avoid (2,7%), transfer (16,2%), dan mitigate (62,2%), dengan mitigasi sebagai strategi utama untuk menurunkan probabilitas dan dampak risiko
Pengaruh Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan, dan Good Corporate Governance terhadap Financial Distress
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kinerja keuangan, ukuran perusahaan, dan good corporate governance terhadap financial distress pada perusahaan sektor barang baku yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020 – 2023. Variabel independen yang diteliti adalah: (1) Profitabilitas diproksikan dengan Return on Assets (ROA); (2) Likuiditas diproksikan dengan Current Ratio (CR); (3) Leverage diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER); (4) Ukuran perusahaan diproksikan dengan Logaritma Natural Total Assets; (5) Kepemilikan Manajerial; (6) Kepemilikan Institusional; (7) Dewan Komisaris Independen; dan (8) Komite Audit. Sementara itu, variabel dependennya adalah Financial Distress dengan indikator Altman Z-Score Modifikasi. Alasan menggunakan alat ukur Altman Z-score Modifikasi yang disesuaikan dengan perusahaan di Indonesia agar menghasilkan penelitian yang lebih akurat dan relevan. Variabel financial distress menggunakan variabel dummy dalam bentuk binary atau dikotomi, artinya variabel dinyatakan dalam ukuran buatan dengan dua kategori saja, yaitu angka nol (0) jika perusahaan dalam kondisi sehat dan angka satu (1) jika perusahaan terindikasi mengalami kesulitan keuangan (financial distress).
Penelitian ini menggunakan tiga teori sebagai dasar penelitiannya yaitu teori keagenan, teori sinyal, dan teori pecking order. Teori keagenan menjelaskan hubungan kontrak kerja sama antara prinsipal dengan agen. Teori sinyal menjelaskan informasi yang diberikan oleh suatu perusahaan dapat digunakan sebagai pertanda untuk pihak lain (pemangku kepentingan). Teori pecking order menjelaskan bagaimana perusahaan memilih sumber pendanaan yang optimal berdasarkan hierarki preferensi. Penelitian ini merumuskan delapan dugaan sementara atau hipotesis, antara lain: (1) Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap financial distress; (2) Likuiditas berpengaruh negatif terhadap financial distress; (3) Leverage berpengaruh positif terhadap financial distress; (4) Ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap financial distress; (5) Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap financial distress; (6) Kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap financial distress; (7) Dewan komisaris independen berpengaruh negatif terhadap financial distress; dan (8) Komite audit berpengaruh negatif terhadap financial distress.
Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif kausal yang menguji hubungan sebab-akibat antara variabel dependen dengan variabel independen. Pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yang mana menghasilkan sampel sebanyak 81 perusahaan dengan keseluruhan data diamati adalah sebanyak 304 (4 tahun pengamatan). Namun, terdapat 40 data yang memiliki nilai ekstreme (outlier) sehingga harus dihilangkan untuk menghindari kesalahan hasil penelitian. Oleh karena itu, total sampel yang dapat diolah atau diuji lebih lanjut setelah dikurangi dengan outlier adalah 284 data. Pada penelitian ini, sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik deskriptif dan uji regresi logistik dengan memanfaatkan software Statistical Package for Social Science (SPSS) v25. Uji statistik deskrptif bertujuan untuk mengetahui karakteristik data yang diolah, kemudian uji regresi logistik bertujuan untuk mengetahui kesesuaian data, ketepatan model, dan kesimpulan atas hipotesis yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress, artinya semakin besar nilai profitabilitas maka risiko perusahaan mengalami tekanan keuangan akan semakin kecil. Semakin profitable sebuah perusahaan biasanya akan dipandang memiliki kelangsungan hidup (sustainability) yang lebih terjamin dan prosepek yang baik kedepannya, sehingga pada akhirnya berefek pada peningkatan nilai pasar (market value) dan menghasilkan sinyal yang positif bagi perusahaan. Selanjutnya, variabel likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap financial distress, artinya semakin besar nilai likuiditas maka risiko perusahaan mengalami tekanan keuangan akan semakin besar pula. Tingginya current ratio mengindikasikan bahwa perusahaan hanya berfokus pada jangka pendek saja dan terkesan tidak agresif dalam mengoptimalkan aset lancar yang dimilikinya untuk menghasilkan nilai tambah baru dengan cara berekspansi ataupun melakukan diversifikasi usaha. Sementara itu, variabel leverage, ukuran perusahaan, dan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dewan komisaris independen, dan komite audit tidak berpengaruh terhadap financial distress.
Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperluas literatur tentang pengaruh kinerja keuangan, ukuran perusahaan, dan good corporate governance (GCG) terhadap financial distress. Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya serta membuka peluang untuk penelitian lanjutan yang dapat mengeksplorasi variabel lain atau konteks industri yang berbeda. Keterbatasan penelitian ini yaitu cakupan sampel yang hanya terfokus pada sektor barang baku saja, variabel penelitian, proksi (alat ukur) variabel, dan periode pengamatan. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan cakupan sampel yang lebih luas untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif
Law Enforcement of Corruption Crimes With Restorative Justice Paradigm (Case Study on the Handling of Alleged Corruption in Karangmangu Village by the Purwokerto District Attorney)
Tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary
crime) yang terus meningkat meskipun berbagai upaya pemberantasan telah
dilakukan. Pendekatan represif melalui sistem peradilan pidana masih belum
efektif dalam memulihkan kerugian keuangan negara. Besarnya biaya selama
proses penyelesaian tindak pidana korupsi juga sering mengalami ketimpangan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Surat Edaran Jaksa
Agung Muda Tindak Pidana Khusus tentang penyelesaian perkara tindak pidana
korupsi terhadap penegakan hukum dengan pendekatan restorative justice serta
hambatan yang dihadapi pada penyelesaian perkara dugaan tindak pidana
korupsi di Desa Karangmangu oleh Kejaksaan Negeri Purwokerto Penelitian ini
menggunakan metode yuridis empiris, dengan data primer yang diperoleh melalui
wawancara terhadap pihak Kejaksaan Negeri Purwokerto dan BKAD Banyumas
selaku instansi yang berperan langsung dalam penyelesaian perkara, serta data
sekunder dari literatur dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan
berhasilnya penyelesaian perkara dugaan tindak pidana korupsi berparadigma
restorative justice dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Desa
Karangmangu dengan memprioritaskan pengembalian kerugian negara.
Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan regulasi formal, resistensi
masyarakat terhadap paradigma restorative justice dalam penyelesaian perkara,
dan kendala administratif dalam proses pelaksanaannya. Penelitian ini
merekomendasikan penguatan regulasi formal, sosialisasi kepada masyarakat
tentang manfaat restorative justice, dan pengembangan sistem administrasi yang
mendukung
efisiensi
proses
pemulihan
keuangan
negara
Pengaruh Locus of Control, Kompetensi Pedagogik dan Fasilitas Kerja terhadap Kinerja Guru Ekonomi SMA/MA di Kota Purwokerto
Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan terkait kinerja guru ekonomi SMA/MA yang belum optimal, dimana sebagian guru tidak mempersiapkan pembelajaran dengan matang, metode pengajaran guru masih monoton. Guru tidak memberikan evaluasi, sehingga siswa tidak mengetahui tingkat pencapaian mereka dalam pembelajaran, dalam hal ini siswa tidak sepenuhnya memahami materi, sehingga kelas menjadi tidak kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh locus of control terhadap kinerja guru ekonomi SMA/MA Di Kota Purwokerto (2) pengaruh kompetensi pedagogik terhadap kinerja guru ekonomi SMA/MA Di Kota Purwokerto (3) pengaruh fasilitas kerja terhadap locus of control SMA/MA di Kota Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Populasi pada penelitian ini adalah guru ekonomi SMA/MA Di Kota. Sampel pada penelitian ini sebanyak 32 responden.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan dengan menggunakan software SPSS (Statistical Program ofr Social Science) menunjukkan bahwa (1) locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (2) kompetensi pedagogik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (3) fasilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru.
Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu meningkatkan rasa percaya diri dan komitmen dalam proses mengajar serta pengelolaan kelas melalui partisipasi aktif dalam pelatihan, seminar, atau program pendidikan lanjutan. Dengan mengikuti kegiatan pengembangan profesional tersebut, guru dapat memperbarui pengetahuan, mengasah keterampilan mengajar, dan mendapatkan wawasan baru dalam menghadapi tantangan pendidikan. Selain itu, dibutuhkan sinergi antara guru, pihak sekolah, dan pembuat kebijakan untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, misalnya melalui penyediaan fasilitas yang memadai, kebijakan penghargaan, dan dukungan administratif yang kuat. Upaya bersama ini akan memberikan ruang bagi guru untuk terus berkembang secara profesional, sehingga kualitas pendidikan yang dihasilkan pun dapat meningkat secara signifikan
Praperadilan atas Penetapan Status Tersangka Ex Wamenkumham oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (Studi Putusan Nomor 2/Pid.Pra/2024/PN Jkt Sel)
Dalam Pasal 77 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana praperadilan berwenang memeriksa sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan. Setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 21/PUU/XII/2014 wewenang praperadilan berkaitan dengan objek praperadilan berupa uji sah atau tidaknya penetapan tersangka, penggeledahan dan penyitaan. Dengan syarat penetapan tersangka dilakukan oleh penyidik setelah mendapat bukti permulaan minimal (2) alat bukti sebagaimana tercantum dalam Pasal 184 KUHAP. Sehingga, dalam skripsi ini bermaksud untuk menganalisi dan mengetahui kesesuaian dasar permohonan praperadilan yang diajukan oleh Eddy Hiariej dengan Mahkamah Konstitusi Nomor: 21/PUU/XII/2014, serta bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan praperadilan tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif menggunakan data penelitian sekunder berupa berupa bahan hukum primer yaitu Putusan Nomor 2/Pid.Pra/2024/PN Jkt.Sel dengan pengumpulan data studi kepustakaan yang kemudian disajikan melalui teks naratif yang dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian ini pemohon memiliki hak untuk mengajukan permohonan praperadilan dengan dasar alasan penetapan tersangkanya, merujuk pada perluasan objek praperadilan maka dasar alasan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam pertimbangan hukum, hakim tidak mempertimbangkan asas lex specialis derogat legi generali yang dimiliki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam hal penetapan tersangka, yang seharusnya menjadi dasar penting dalam kasus ini