Repository Universitas Jenderal Soedirman

Repository Universitas Jenderal Soedirman
Not a member yet
    27468 research outputs found

    Penjadwalan Batch Flowshop Multi-Items dengan Pemroses Batch-Job Mempertimbangkan Learning Effect untuk Meminimalkan Total Actual Flow Time

    Get PDF
    Proses produksi melalui beberapa tahapan telah banyak diaplikasikan pada lingkungan produksi. Waktu pemrosesan pekerjaan biasanya diasumsikan konstan selama proses produksi berlangsung. Faktanya, terjadi efek pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja yang dilakukan secara berulang yang mengarah pada pengurangan waktu pemrosesan pekerjaan yang sebenarnya. Terdapat perusahaan garmen yang memproduksi beberapa jenis produk melalui delapan tahapan produksi dengan menggunakan mesin pemrosesan batch dan mesin pemroses job. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum adanya pejadwalan produksi sehingga dapat menyebabkan pemenuhan pesanan melewati due date. Untuk menyelesaikan permasalahan dilakukan dengan mengembangkan model penjadwalan batch flow shop multi items pada mesin pemroses batch-job dengan mempertimbangkan learning effect dengan due date tunggal. Fungsi tujuan yang ingin dicapai adalah meminimalkan total actual flow time. Variabel keputusan yang digunakan antara lain jumlah batch (N), ukuran batch (Q_([i])), urutan pemrosesan batch (i), waktu pemrosesan batch di setiap tahapan setelah learning effect (T_(k[i])), dan waktu mulai pemrosesan batch di setiap tahapan (B_(k[i])). Perhitungan menghasilkan batch sejumlah N=19 yang terdiri dari 9 batch berisi jenis item 1 dan 10 batch yang berisi jenis item 2. Total actual flow time yang dihasilkan sebesar 11.970.813,38 menit unit. Berdasarkan hasil penelitian, model usulan mampu menghasilkan solusi yang layak diterapkan pada permasalahan penjadwalan batch flow shop multi items pada mesin pemroses batch-job dengan mempertimbangkan learning effect

    Kekerasan Seksual Terhadap Anak (Analisis Isi Berita Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Pesantren pada Berita Online Tribunnews.com Periode 2018-2023)

    Get PDF
    Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi persoalan yang terjadi di Indonesia. Tak luput juga bahwa kekerasan seksual terhadap anak dapat terjadi di pesantren yang selama ini dianggap sebagai ruang yang agamis dan steril dari kasus kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah karakteristik korban dan pelaku kekerasan seksual terhadap anak di pesantren, bagaimana bentuk-bentuk kekerasan seksual, modus pelaku dan dampak kekerasan seksual terhadap anak yang sering dilakukan berdasarkan pemberitaan pada berita online Tribunnews.com periode 2018-2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis isi dengan bahan penelitian berita kasus kekerasan seksual terhadap anak di pesantren yang dipublikasi pada laman berita online Tribunnews.com periode 2018 hingga 2023. Penelitian ini menggunakan teknik quota sampling dengan sampel sebanyak 100 berita. Metode analisis data penelitian ini menggunakan tabel distribusi frekuensi untuk mencari modus dan melihat kecenderungan data. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas korban berjenis kelamin perempuan dengan persentase 68% sedangkan keseluruhan pelaku berjenis kelamin laki-laki. Kemudian, 49% korban berada pada rentang usia 13–17 tahun, 10% korban berada pada rentang usia 7–12 tahun serta sisanya tidak diberitakan dengan persentase 41%. Selain itu, 18% pelaku berada pada rentang usia 34-39 tahun, 14% pelaku berada pada rentang usia 22–27 tahun serta sebanyak 21% usia pelaku tidak diberitakan. Hubungan antara pelaku dengan korban yang paling banyak ditemukan yaitu hubungan antara pimpinan atau pengasuh pesantren dengan santri memiliki persentase sebanyak 62%. Bentuk kekerasan seksual yang cenderung dilakukan oleh pelaku yaitu berupa pemaksaan persetubuhan dengan persentase 47%. Untuk melancarkan aksinya, 26% pelaku menggunakan modus berupa bujuk rayu, 18% pelaku menggunakan embel-embel agama, 13% menggunakan paksaan dan ancaman dan sebagainya. Serta, dampak kekerasan seksual yang dialami oleh korban sebanyak 17% korban mengalami trauma mendalam, 7% korban mengalami ketakutan dan tertekan, 6% korban mengalami sakit pada bagian organ vital. Sementara itu juga terdapat 57% dampak kekerasan seksual yang tidak diberitakan. Berdasarkan hasil penelitian, rekomendasi dari penelitian ini adalah bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengkaji fenomena kekerasan seksual khususnya di pesantren lebih dalam lagi, seperti memaparkan kondisi sosial budaya pesantren yang dapat mendukung terjadinya kekerasan seksual di pesantren. Kemudian bagi pengelola pesantren diharapkan untuk menambahkan pendidikan seksual secara intensif, membuat posko pengaduan serta bekerja sama dengan lembaga pemerintahan sebagai upaya memperkuat pencegahan dan mempercepat penanganan kekerasan seksual terhadap anak di pesantren

    Aalisis Konsumsi Energi Listrik pada Sistem Pencahayaan Gedung F Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman

    Get PDF
    Energi listrik merupakan kebutuhan pokok untuk menunjang semua aktivitas manusia, salah satunya adalah sistem pencahayaan. Konsumsi energi listrik perlu diperhatikan sesuai panduan agar tidak terjadi pemborosan sumber daya energi. Pada penelitian ini, dilakukan audit energi awal pada sistem pencahayaan di Gedung F Fakultas Teknik UNSOED. Metode yang digunakan yaitu pengukuran intensitas cahaya, dan perhitungan konsumsi energi listrik pada sistem pencahayaan gedung. Audit energi yang dilakukan adalah audit energi awal menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif, bertujuan untuk menganalisis intensitas pencahayaan dan mengetahui konsumsi energi pada sistem pencahayaan pada gedung sehingga menghasilkan nilai tingkat efisiensi. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar ruangan pada Gedung F Fakultas Teknik UNSOED telah memenuhi atau melebihi standar nilai pencahayaan yang direkomendasikan. Namun, terdapat beberapa ruangan yang memiliki nilai pencahayaan di bawah standar. Konsumsi energi listrik untuk sistem pencahayaan diketahui sebesar 903,36 kWh/bulan dan IKE/bulan sebesar <8 kWh/m2/bulan. Persentase pemakaian energi listrik untuk sistem pencahayaan pada gedung adalah 6% dari total konsumsi energi listrik gedung. Dari penerapan PHE pada penelitian ini pemakaian energi listrik dari lampu dapat berkurang hingga 35% setiap bulannya atau sekitar 350 kW

    Persepsi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani Universitas Jenderal Soedirman terhadap Program MBKM

    Get PDF
    Latar Belakang: MBKM merupakan program yang diselenggarakan oleh Kemendikti yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keahlian mahasiswa melalui pembelajaran atau kegiatan di luar kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani Universitas Jenderal Soedirman terhadap program MBKM, selain itu juga untuk mengetahui faktor apa yang mendorong mereka untuk mengikuti program MBKM dan program MBKM apa yang mereka minati. Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling dengan sampel sebanyak 80 mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2020-2023. Hasil penelitian: Hasil dalam penelitian ini menunjukkan persepsi mahasiswa berdasarkan indikator stimulus, registrasi, interpretasi dan umpan balik dengan hasil rata-rata mean 4 indikator persepsi tersebut adalah sebesar 3,84 yang berada di kategori positif. Faktor internal yang paling mempengaruhi mahasiswa adalah pengembangan diri sebanyak 77,5% dan faktor eksternal yang paling mempengaruhi persepsi mahasiswa adalah benefit yang menarik sebanyak 75%. Program MBKM yang paling diminati adalah Asistensi Mengajar Satuan Pendidikan sebanyak 37,5%. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya persepsi mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani Universitas Jenderal Soedirman terhadap program MBKM berdasarkan indikator pembentukan persepsi yakni stimulus, registrasi, interpretasi dan umpan balik masuk dalam kategori positif. Faktor internal yang paling mempengaruhi persepsi mahasiswa adalah pengembangan diri, faktor eksternal yang paling mempengaruhi persepsi mahasiswa adalah benefit yang menarik. Serta program MBKM yang paling diminati oleh mahasiswa adalah Asistensi Mengajar Satuan Pendidikan

    Analisis Faktor - Faktor yang Memengaruhi Loyalitas Konsumen Jeruk Nipis Peras (Jernip) pada Agroindustri Jernip Kencana, Kabupaten Kuningan

    Get PDF
    Jeruk nipis dikenal kaya akan antioksidan yang berperan penting dalam melindungi tubuh dari radikal bebas dan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Seiring dengan perkembangan teknologi, agroindustri jeruk nipis peras kini dianggap memiliki prospek yang menjanjikan. Hal ini membuat agroindustri jeruk nipis peras memiliki persaingan yang ketat, namun dari banyaknya agroindustri jeruk nipis peras di Kabupaten Kuningan, Jernip Kencana merupakan pelopor berdirinya agroindustri jeruk nipis peras di Kabupaten Kuningan dengan pangsa pasar yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi karakteristik konsumen jernip pada Agroindustri Jernip Kencana, 2) menganalisis faktor – faktor yang memengaruhi loyalitas konsumen Agroindustri Jernip Kencana. Penelitian ini dilakukan di Agroindustri Jernip Kencana pada November 2024 hingga Januari 2025 dengan total responden sebanyak 100 responden. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sampling dengan kriteria yang ditentukan yaitu pernah melakukan pembelian jernip lebih dari tiga kali dan berusia lebih dari 17 tahun. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen pada Agroindustri Jernip Kencana mayoritas berjenis kelamin perempuan, berumur pada kisaran 26 sampai 45 tahun, tingkat pendidikan akhir SMA atau SLTA, memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, dan pendapatan atau uang saku per bulannya berada dikisaran Rp1.500.001 sampai Rp3.000.000. Mayoritas konsumen mengonsumsi jernip dikarenakan kegemaran mengonsumsi jernip dan mayoritas sudah mengonsumsi lebih dari lima kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel rasa, kualitas produk, persepsi harga, lokasi, promosi, dan kualitas pelayanan berpengaruh secara simultan terhadap loyalitas konsumen Jernip Kencana. Sedangkan variabel yang memengaruhi secara parsial adalah rasa, kualitas produk, persepsi harga, dan promosi

    Implementasi Pemenuhan Hak-Hak Lansia Dalam Pelayanan Kesehatan Di Panti Jompo (Studi di Panti Wreda Budi Dharma Kasih Purbalingga)

    Get PDF
    Panti jompo merupakan salah satu tempat pelayanan kesejahteraan bagi para lansia. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pemenuhan hak-hak lansia dalam pelayanan kesehatan di panti jompo dan faktor-faktor yang memengaruhi implementasinya di Panti Wreda Budi Dharma Kasih Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan metode pendekatan kualitatif, metode pendekatan analisis yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dari wawancara dan studi pustaka, dengan informan yang dipilih melalui purposive dan snowball sampling. Metode pengolahan data meliputi reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Analisis data dengan metode analisis kualitatif content analysis dan comparative analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak-hak lansia dalam pelayanan kesehatan di Panti Wreda Budi Dharma Kasih Purbalingga telah terimplementasikan dengan baik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan parameter sebagai berikut: pemberian tempat tinggal yang layak sudah diterapkan secara optimal dan memberikan manfaat bagi lansia; jaminan hidup berupa makan, pakaian, pemeliharaan kesehatan telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan lansia; pengisian waktu luang termasuk rekreasi telah dilaksanakan untuk mendukung kualitas hidup lansia dalam hal kesehatan mental; bimbingan mental, sosial, keterampilan, agama telah dilaksanakan melalui berbagai kegiatan bimbingan yang mendukung kesehatan jiwa, interaksi sosial, keterampilan dan kebutuhan spiritual lansia; dan pengurusan pemakaman atau sebutan lain telah dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab dan koordinasi. Faktor-faktor yang memengaruhi implementasi tersebut dapat dibedakan menjadi 2 (dua) faktor yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat yang dapat digolongkan sebagai faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana atau fasilitas, dan faktor masyarakat

    Efektifitas Finger Instrument Nurture Grip Exercise Rehabilitation Training ( Fingert) Terhadap Kekuatan Otot Dan Rentang Gerak Sendi Jari Tangan Pasien Stroke

    Get PDF
    Latar Belakang: Stroke iskemik merupakan salah satu penyebab utama disabilitas di seluruh dunia. Dampak signifikan dari stroke iskemik adalah kelemahan otot dan keterbatasan rentang gerak sendi pada ekstremitas atas maupun bawah, yang dapat mengganggu kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Proses rehabilitasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien stroke. Metode yang digunakan dalam rehabilitasi adalah latihan range of motion (ROM). Tujuan: Menganalisis efektivitas FINGERT terhadap kekuatan otot dan rentang gerak sendi pada pasien stroke iskemik. Metode Penelitian: Tahap pertama mendesain prototype dengan model ADDIE, tahap kedua mengujicobakan prototype dengan menggunakan desain penelitian quasi experiment dengan control group pretest-posttest design. Responden sejumlah 60 pasien post stroke iskemik dengan rincian 30 untuk kelompok intervensi dan 30 kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan intervensi latihan ROM dengan alat FINGERT. Kelompok kontrol diberikan latihan ROM standar. Uji statistik yang digunakan uji Mann-Whitne. Hasil: Analisis FINGERT, uji reliabitias dengan intraclass correlation coefficients (ICC) dengan nilai 0,899 (reliabiltas baik), uji validitas alat dengan metode Content Validity Index (CVI) dengan nilai 1 (valid). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikan p< 0,05 untuk selisih peningkatan kekuatan otot, peningkatan rentang gerak sendi dan selisih peningkatan rentang gerak sendi. Kesimpulan: FINGERT telah memenuhi syarat uji kelayakan dan terbukti dapat meningkatkan kekuatan otot dan rentang gerak sendi

    Analisis Kelayakan Finansial, Nilai Tambah Dan Sensitivitas pada Agroindustri Gula Tumbu di UD. Barokah Jaya Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus

    Get PDF
    Gula tumbu merupakan gula merah yang dihasilkan dari pemasakan nira tebu hingga mengental dan berwarna merah tua. Gula tumbu banyak digunakan dalam produksi kecap, produksi pembuatan jenang dodol, produksi kembang gula serta industri-industri yang menggunakan gula merah sebagai bahan dasar pembuatannya. Banyak produsen gula tumbu yang gulung tikar dikarenakan kekurangan modal dan tenaga kerja untuk produksi gula tumbu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial, nilai tambah dan sensitivitas produksi gula tumbu. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Pengambilan data dilakukan di UD. Barokah Jaya Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Pemilihan lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Hal ini dikarenakan UD. Barokah Jaya melakukan produksi gula tumbu setiap bulan. Penelitian ini menggunakan analisis kelayakan finansial, analisis nilai tambah metode Hayami, dan analisis sensitivitas perubahan harga jual dan biaya produksi. Hasil dari penelitian menunjukkan R/C ratio sebesar 1,28, BEP unit sebesar 3.131 kg, BEP harga di Rp 8.609,98 dan payback period selama 10 bulan, usaha gula tumbu di UD. Barokah Jaya layak untuk dilaksanakan. Nilai tambah yang diperoleh dari produksi gula tumbu sebesar Rp 410,61 dengan rasio nilai tambah sebesar 35%. Hal ini dikategorikan nilai tambah sedang. Pada pengujian sensitivitas perubahan harga jual turun 10% dan 20% usaha layak untuk dilaksanakan, dan perubahan harga jual turun 30% usaha tidak layak untuk dilaksanakan karena mengalami kerugian. Saat biaya produksi naik 10%, 20% dan 30% usaha layak untuk dilaksanakan

    Pembelajaran Menulis Puisi Menggunakan Metode SSCS dan Media Audio Visual pada Kelas VIII C SMPN 2 Jeruklegi Kabupaten Cilacap

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran menggunakan metode SSCS (Search, Solve, Create, and Share) yang dipadukan dengan media audio visual dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII C SMPN 2 Jeruklegi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa kelas VIII C dan guru Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SSCS mampu meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa secara signifikan. Tahap Search membantu siswa menggali ide melalui media audio visual yang menarik. Tahap Solve mendorong diskusi dan penyelesaian kendala dalam menulis puisi, sementara tahap Create memungkinkan siswa menghasilkan karya yang kreatif dan terstruktur. Tahap terakhir, Share, memberikan pengalaman berbagi puisi yang meningkatkan kepercayaan diri siswa. Media audio visual terbukti efektif dalam menarik minat siswa, memperjelas elemen puisi seperti diksi, gaya bahasa, dan struktur, serta mendorong kreativitas siswa. Kesimpulannya, metode SSCS yang dipadukan dengan media audio visual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran menulis puisi. Peneliti merekomendasikan penggunaannya secara lebih luas di berbagai jenjang pendidikan dengan dukungan fasilitas memadai dari sekolah. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengkaji metode ini pada aspek pembelajaran lainnya

    Upaya European Space Agency dalam Menangani Permasalahan Sampah Antariksa melalui Misi Clear Space-1 Tahun 2019-2024

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran European Space Agency sebagai sebuah organisasi internasional dalam menjalankan misi Clear Space-1 yang dimulai sejak tahun 2019-2024 sebagai bagian dari program keamanan luar angkasa ESA yaitu ADRIOS (Active Debris Removal/In-Orbit Servicing) yang menangani permasalahan sampah antariksa. Penelitian ini menggunakan konsep Organisasi Internasional menurut Citra Hennida yang memiliki tiga poin turunan yaitu sentralistik, independen, serta perwakilan dan enforcer. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa kondisi kepadatan dalam orbit bumi mendorong badan antariksa ESA untuk melaksanakan misi Clear Space-1. Misi ini berada di bawah naungan ESA dan OHB SE sebagai pimpinan misi untuk menangkap target PROBA-1. Mengacu pada konsep organisasi internasional, ESA memenuhi peran sentralistik organisasi dengan baik sebagai pihak sentral yang mengawasi jalannya misi. Sedangkan, peran independen dan perwakilan & enforcer kurang berjalan baik karena ESA telah memenuhi poin peran sentralistik. Penelitian ini juga berupaya melihat bagaimana pelaksanaan misi Clear Space-1 dari konsep keamanan lingkungan khususnya lingkungan orbit di atas bumi

    25,888

    full texts

    27,468

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Jenderal Soedirman is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Repository Universitas Jenderal Soedirman? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!