27468 research outputs found
Sort by
Solidaritas Sosial dalam Tradisi Unggahan Komunitas Trah Bonokeling di Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap
Tradisi unggahan merupakan tradisi yang dilaksanakan untuk menyambut bulan suci Ramadan yang sudah ada sejak zaman nenek moyang hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tradisi unggahan, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta cara tradisi ini membentuk solidaritas sosial di komunitas trah Bonokeling di Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilatar belakangi karena akibat dari kemajuan dan perkembangan teknologi dan globalisasi yang menjadi kekhawatiran mulai pudarnya solidaritas sosial komunitas trah Bonokeling dalam tradisi unggahan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian ini berjumlah 6 informan. Informan penelitian ini meliputi tokoh adat, anggota masyarakat, dan pemuda komunitas trah Bonokeling di Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi non-partisipan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis data interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan tradisi unggahan yang dilakukan komunitas trah Bonokeling Desa Adiraja melibatkan tahap persiapan dengan melakukan kegiatan pembentukan kepanitiaan untuk mengurus tradisi unggahan, melakukan kegiatan salapanan dan mengumpulkan kebutuhan-kebutuhan yang digunakan untuk tradisi unggahan. Tahap pelaksanaan tradisi unggahan meliputi aktivitas napak tilas untuk berziarah menuju makam Kyai Bonokeling di Desa Pekuncen, dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama pelaksanaan tradisi unggahan yang terdapat di Desa Pekuncen. (2) Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini mencakup nilai keagamaan, nilai budaya, dan nilai sosial. (3) Solidaritas sosial yang terbentuk melalui tradisi unggahan meliputi dua bentuk, yaitu solidaritas sosial mekanik dan solidaritas organik. Solidaritas mekanik tercermin melalui kesamaan tujuan dan keyakinan antaranggota komunitas, sementara solidaritas organik terlihat dalam pembagian peran yang terstruktur selama pelaksanaan tradisi. Tradisi ini terbukti mampu mempertahankan hubungan harmonis antaranggota komunitas, meskipun di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi yang kerap mengikis tradisi lokal
Deliberative Governance dalam Pembangunan Daerah (Analisis Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Ciamis)
Musrenbang merupakan suatu forum pertemuan sebagai perwujudan dari pendekatan partisipatif. Musrenbang dilaksanakan dalam rangka membahas rancangan dokumen rencana pembangunan daerah untuk menjadi rancangan akhir dokumen rencana pembangunan daerah. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam penyusunan perencanaan pembangunan di Kabupaten Ciamis. Namun, di Kabupaten Ciamis Musrenbang hanya dianggap sebagai sebuah formalitas tahunan. Hal ini dikarenakan adanya kekecewaan dari masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis, dikarenakan usulan yang disampaikan banyak yang tidak bisa diakomodir.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan sistem deliberative governance dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan tahun 2024 dalam rangka penyusunan dokumen perencanaan pembangunan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik pemilihan informan pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis demokrasi deliberatif oleh Carson & Karp. Sedangkan teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber yaitu dengan membandingkan dan mengecek kembali tingkat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Musrenbang merupakan salah satu tahapan perencanaan pembangunan daerah yang dilaksanakan secara deliberatif (musyarawah). Musrenbang juga dilaksanakan dengan menggunakan prinsip demokrasi yaitu “Pembangunan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”. Pelaksanaan Musrenbang di Kabupaten Ciamis sangat berperan dalam penyusunan rencana pembangunan di Kabupaten Ciamis. Namun, Musrenbang kecamatan hanya dianggap sebagai formalitas tahunan, dan semangat masyarakat untuk ikut berpartisipasi semakin menurun. Hal ini dikarenakan keterbatasan anggaran Kabupaten Ciamis yang mengakibatkan usulan yang disampaikan oleh masyarakat tidak bisa semua terakomodir. Usulan yang diajukan oleh masyarakat dalam Musrenbang paling banyak terkait dengan pembangunan infrastruktur. Kekecewaan masyarakat ini juga berkaitan dengan pemahaman masyarakat Ciamis terkait Musrenbang masih rendah sehingga sosialisasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan lagi
Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Jumlah UMKM, PDRB Sektor Perdagangan, Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Kemiskinan di Tujuh Daerah Provinsi Jawa Tengah
Kemiskinan masih menjadi persoalan global pembangunan ekonomi di berbagai negara, khususnya negara sedang berkembang termasuk Indonesia. Hal ini disebabkan karena Kemiskinan menjadi masalah multidimensi yang menyangkut berbagai aspek kehidupan mulai dari aspek ekonomi, politik, sosial budaya, psikologi dan aspek lainnya, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Hingga saat ini persentase penduduk miskin pada maret 2024 tercatat sebesar 9,03 persen.
Penelitian ini dilakukan dengan memilih Provinsi Jawa Tengah dengan tujuh sampel Kabupaten/Kota berdasarkan tingkat persentase penduduk miskin terendah sebagai lokasi penelitian dikarenakan meski dengan tingkat persentase penduduk miskin terbanyak kedua setelah Daerah Istimewa Yogyakarta, namun populasi penduduk miskin lebih banyak dibandingkan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), PDRB Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Jumlah UMKM, Tingkat Pengangguran Terbuka, serta pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka sebagai variabel mediasi antara jumlah UMKM dengan Kemiskinan di Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kota Pekalongan, Kabupaten Jepara, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Sukoharjo dengan periode waktu tahun 2014 – 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data sekunder yang bersumber dari DJPk, BPS, dan Kemenkop RI. Dengan Teknik analisis regresi data panel, Fixed Effect Model (FEM) terpilih sebagai model terbaik yang digunakan untuk menganalisis penelitian.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa (1) Secara Simultan Pendapatan Asli Daerah (PAD), PDRB Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Jumlah UMKM, Tingkat Pengangguran Terbuka berpengaruh signifikan terhadap persentase penduduk miskin, (2) Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara parsial tidak berpengaruh terhadap persentase penduduk miskin, (3) PDRB Sektor Perdagangan Besar Dan Eceran secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap persentase penduduk miskin, (4) Jumlah UMKM secara parsial tidak berpengaruh terhadap persentase penduduk miskin, (5) Tingkat Pengangguran terbuka secara parsial tidak berpengaruh terhadap persentase penduduk miskin, (6) Variabel Tingkat Pengangguran Terbuka tidak mampu menjadi variabel mediasi antara jumlah UMKM dengan Persentase Penduduk Miskin.
Implikasi dari kesimpulan penelitian ini khususnya kepada pemerintah, diharapkan dapat membantu dalam merumuskan kebijakan yang mendukung upaya pengentasan kemiskinan, salah satunya dengan adanya pengoptimalan alokasi anggaran dan belanja pemerintah guna mendorong perkembangan sektor perdagangan, dengan memperkuat UMKM, meningkatkan kualitas tenaga kerja serta mengevaluasi kebijakan yang terkait dengan aspek kemiskinan dan pengangguran
Analisis Penerimaan Masyarakat terhadap Program Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode Inspeksi Visual Asam Asetat di Puskesmas Sokaraja II Tahun 2024
Latar belakang: Puskesmas Sokaraja II telah mengupayakan agar cakupan pemeriksaan IVA meningkat salah satunya dengan menggabungkan pelayanan IVA dengan program KB. Namun, angka cakupan IVA masih sangat rendah dan menempati posisi ketiga puskesmas dengan angka cakupan IVA terendah di Banyumas yakni hanya sebesar 2,2% di tahun 2023. Sehingga diperlukan analisis terkait penerimaan masyarakat terhadap program IVA di Puskesmas Sokaraja II menggunakan Theoretical Framework of Acceptability (TFA).
Metode: Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja II pada bulan Oktober hingga Desember 2024. Penentuan subyek penelitian menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis tematik.
Hasil Penelitian: Penerimaan masyarakat terhadap program IVA dengan kerangka penerimaan TFA menemukan bahwa terdapat perbedaan sikap, beban, keyakinan terhadap efektivitas, serta pemahaman masyarakat yang berdampak terhadap penerimaan program IVA, rasa malu dan takut menjadi beban masyarakat mengikuti pemeriksaan IVA, adanya perbedaan keyakinan mengenai efektivitas pemeriksaan turut mempengaruhi penerimaan masyarakat, adanya perbedaan pengetahuan masyarakat mempengaruhi respon dan persepsi masyarakat terhadap program IVA, penyampaian informasi mengenai program IVA disampaikan menggunakan metode penyaluran yang bervariasi namun belum rutin dilakukan karena kendala dari segi tenaga kesehatan.
Kesimpulan: Adanya permasalahan dari segi sikap afektif, beban, keyakinan pada efektivitas program, serta koherensi intervensi berdampak pada penerimaan masyarakat untuk mengikuti pemeriksaan IVA di Puskesmas Sokaraja II. Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat, persepsi ketidaknyamanan, sosialisasi IVA belum rutin dilaksanakan, dan keterbatasan tenaga kesehatan. Rekomendasi untuk permasalahan di atas yakni dengan peningkatan pemahaman masyarakat melalui edukasi yang tepat, adanya dukungan emosional dari tenaga kesehatan, serta pemberdayaan kader untuk terlibat dalam sosialisasi IVA
Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Belanja Modal, Upah Minimum Provinsi dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Tingkat Kesempatan Kerja di Provinsi Jawa Barat
Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Belanja Modal, Upah Minimum Provinsi dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Kesempatan Kerja di Provinsi Jawa Barat.” Penelitian ini dilatar belakangi karena Jawa Barat merupakan Provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, dimana hal ini menandakan pertambahan jumlah angkatan kerja kerja baru setiap tahunya. Disamping itu, TPAK di Jawa barat mengalami peningkatan setiap tahunnya. Namun, Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan jumlah TPT terbanyak kedua di Indonesia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh indeks pembangunan manusia, belanja modal, upah minimum provinsi dan pertumbuhan ekonomi terhadap kesempatan kerja di Provinsi Jawa Barat. Peneitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan data sekunder. Pengujian dalam peneltian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan periode tahun 2018-2022 dengan model terbaik yang terpilih, yaitu FEM.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara bersama-sama variabel IPM, belanja modal, UMP dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap variabel kesempatan kerja. Secara parsial variabel IPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesempatan kerja. Variabel belanja modal tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesempatan kerja. Variabel UMP tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesempatan kerja dan variabel pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesempatan kerja.
Implikasi dalam penelitian ini adalah untuk terus meningkatkan kualitas SDM dengan pembangunan dalam bidang kesehatan, pendidikan dan pelatihan, realisasi belanja modal yang optimal, kebijakan UMP yang adil bagi seluruh angkatan kerja dan mendoronh pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berjangka panjang
Pengaruh Luas Panen, Ketinggian Wilayah, Pupuk dan Jumlah Petani terhadap Nilai Ekonomi Produksi Beras antar Kecamatan di Kabupaten Banyumas
Salah satu kabupaten penghasil padi di Provinsi Jawa Tengah adalah Kabupaten Banyumas (Sofianita et al., 2022). Namun disisi lain produksi beras di Kabupaten Banyumas pada tahun 2023 memiliki angka yang cukup rendah yaitu 173.739,11 ton. Dibandingkan dengan kabupaten lain seperti Kabupaten Cilacap dengan total produksi beras 478.943,15 ton dan Kabupaten Grobogan dengan produksi berasnya 420.557,25 ton (Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas, 2024). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menganalisis mengenai pengaruh luas panen, ketinggian wilayah, pupuk dan jumlah petani terhadap nilai ekonomi produksi beras antar kecamatan di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh luas panen, ketinggian wilayah, pupuk dan jumlah petani terhadap nilai ekonomi produksi beras. Populasi dalam penelitian ini adalah pada 27 Kecamatan di Kabupaten Banyumas.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa: (1) luas panen, ketinggian wilayah, pupuk dan jumlah petani secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap nilai ekonomi produksi beras, (2) luas panen dan ketinggian wilayah berpengaruh signifikan terhadap nilai ekonomi produksi beras, (3) pupuk dan jumlah petani tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai ekonomi produksi beras.
Implikasi dari kesimpulan di atas adalah pemerintah dapat memberikan edukasi kepada petani tentang penggunaan pupuk yang tepat dan ramah lingkungan sangat penting serta meningkatkan distribusi pupuk pada beberapa wilayah agar subsidi pupuk yang diberikan juga dapat tepat sasaran dan pelatihan dapat diberikan oleh pemerintah kepada para petani atau tenaga kerja untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola lahan serta teknologi. Pada sektor pertanian, tenaga kerja yang sedang tidak digunakan dapat dilibatkan dalam aktivitas lain yang menambah nilai produk, seperti pengolahan hasil panen dan pengoptimalan tenaga kerja perlu dilakukan sesuai dengan kebutuhan saja
Analisis Spasial Kerentanan Air Tanah terhadap Pencemaran Daerah Kedungbenda dan Sekitarnya, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah
Daerah penelitian berada di daerah Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Kehidupan sehari-hari manusia atau penduduk yang berada di daerah penelitian sangat bergantung dengan air yang bersumber dari sumur gali. Keterdapatan air pada sumur gali bersumber dari akuifer dangkal, yang dimana pada akuifer dangkal sangat rentan terhadap pencemaran. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan terhadap pencemaran di daerah penelitian sebagai mitigasi awal. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode analisis GOD, dimana metode ini sangat cocok untuk analisis akuifer dangkal yang sangat rentan terhadap pencemaran. Metode ini membutuhkan 3 (tiga) parameter utama untuk analisisnya. Parameter G (jenis akuifer) dan O (jenis lapisan pembatas) didapatkan melalui pengambilan data menggunakan metode resistivitas, dan kemudian untuk parameter D (kedalaman muka air tanah) didapatkan melalui metode pemetaan hidrogeologi. Dari masing-masing jenis akuifer, jenis litologi lapisan pembatas, dan kedalaman muka air tanah memiliki nilainya sendiri pada analisis GOD. Nilai kerentanan GOD didapatkan dari hasil perkalian dari ketiga parameter G, O, dan D yang bernilai dari tingkat kerentanan terendah 0.1 hingga 1 tingkat kerentanan tertinggi. Daerah penelitian dengan luas 5x5 km ini diambil 14 data sumur dan 5 data resistivitas. Dimana pada setiap titiknya menghasilkan nilai GODnya masing-masing. Pada titik STA 4 didapatkan nilai kerentanan GOD 0,378 tingkat moderate, hal ini diakibatkan oleh jenis litologi lapisan pembatas pada sistem akuifer sumur tersebut berupa batupasir sehingga kontaminasi dari permukaan cukup cepat menyebar kedalam akuifer karena permeabilitias batupasir yang cukup baik. Kemudian pada STA 2 didapatkan nilai kerentanan GOD 0,27 tingkat low, hal ini diakibatkan karena lapisan pembatas berupa batulempung. Dan untuk titik lainnya memiliki nilai kerentanan GOD yang sama yaitu 0,216 tingkat low dengan lapisan pembatas soil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode GOD dapat digunakan untuk analisis spasial kerentanan air tanah terhadap pencemaran
Sintesis Nanopartikel Seng Oksida (ZnO) menggunakan Ekstrak Metanol Daun Kamboja Putih (Plumeria alba L.) serta Uji Antibakteri terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
Riset nanoteknologi berkembang pesat, terutama nanopartikel seperti seng oksida (ZnO) yang disintesis menggunakan tumbuhan sebagai agen biosintesis. Penelitian ini mengeksplorasi sintesis nanopartikel ZnO menggunakan ekstrak metanol dari daun kamboja putih (Plumeria alba L.) dan mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap bakteri patogen S. aureus dan E. coli. Proses yang dilakukan antara lain ekstraksi dan fraksinasi daun kamboja putih, sintesis dan karakterisasi nanopartikel ZnO, serta uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus dan E. coli. Hasil rendemen ekstrak metanol sebesar 10,13%, fraksi n-heksana sebesar 3,60%, fraksi etil asetat sebesar 4,43%, dan fraksi residu sebesar 2,10%. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi dengan diameter tertinggi dimiliki ekstrak metanol sebesar 9,08 mm untuk bakteri S. aureus dan 14,75 mm untuk bakteri E. coli. Hasil uji fitokimia ekstrak metanol mengandung senyawa polifenol, flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid. Hasil sintesis nanopartikel yang memiliki aktivitas optimum dalam menghambat pertumbuhan bakteri yaitu sediaan Np-ZnO 0,15 M P. alba. Berdasarkan penelitian, Np-ZnO 0,15 M P. alba mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli
Fenomena Thrifting sebagai Budaya Populer di Kalangan Anak Muda
Perkembangan zaman telah mempengaruhi berbagai sektor industri, salah satunya adalah industri fashion seperti pakaian. Fashion menjadi kebutuhan yang perkembangannya semakin tidak terbatas, bahkan dalam setahun saja bisa beberapa tren yang sudah tercipta dan digunakan oleh kita dalam kurun yang sangat singkat.
Namun sayangnya, bagi kalangan mahasiswa dengan budget pas-pasan cukup sulit untuk bisa mengikuti perkembangan fashion yang semakin hari semakin terkini. Salah satu alternatif tren fashion yang paling populer di kalangan remaja saat ini yaitu aktivitas membeli barang bekas yang disebut sebagai thrifting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan mahasiswa tentang fenomena thrifting yang sedang marak saat ini, serta mengetahui motivasi dan ketertarikan mahasiswa FISIP
Universitas Jenderal Soedirman terkait tren thrifting di Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thrifting telah menjadi gaya hidup mahasiswa FISIP UNSOED. Faktor-faktor seperti pertemanan, keluarga, ekonomi, dan gaya hidup belanja milenial membuat mereka membeli baju bekas menjadi konsumtif. Thrifting dimotivasi oleh pertemanan, keluarga, hobi, ekonomi, dan pengalaman belanja baru. Sedangkan motif tujuan mahasiswa FISIP UNSOED melakukan thrifting ialah mencari barang harga murah, mencari barang limited edition, mencari barang yang memiliki value tinggi, dan mencari barang untuk dijual kembali
Magang sebagai Sarana Internalisasi Budaya Kaizen (Studi Kasus pada Mahasiswa Magang Sastra Jepang Unsoed)
Kaizen merupakan konsep perbaikan berkelanjutan yang menjadi salah satu etos kerja utama di Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk proses internalisasi kaizen, khususnya prinsip 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke), oleh mahasiswa Sastra Jepang Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang melaksanakan magang di Jepang. Dengan menggunakan teori metode perubahan tiga tahap Kurt Lewin (unfreeze, change, dan refreeze), penelitian ini menganalisis pengalaman mahasiswa selama penerapan kaizen sebagai budaya kerja dengan menekankan elemen pendorong dan elemen melawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap lima mahasiswa yang magang di institusi perhotelan Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami perubahan bertahap dalam perilaku kerja, seperti peningkatan efisiensi, disiplin, dan keterampilan manajerial, meskipun terdapat hambatan dalam internalisasi konsep seiso karena kurangnya motivasi dalam lingkungan mereka saat pulang ke Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman pentingnya magang sebagai sarana untuk menginternalisasikan budaya kerja Jepang, khususnya melalui konsep kaizen