27468 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kadar Gula Darah Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis Di Puskesmas Kembaran I Kabupaten Banyumas Tahun 2025
Latar Belakang : Perubahan gaya hidup, pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktifitas fisik disamping faktor risiko lainnya dapat berisiko untuk meningkatkan terjadinya penyakit DM, hipertensi, jantung, stroke dan penyakit tidak menular lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor risiko yang mempengaruhi kadar gula darah berdasarkan hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Kembaran I Kabupaten Banyumas Tahun 2025.
Metode : penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan desain studi Crossectional yang dilakukan di Puskesmas Kembaran I. Populasi seluruh warga di wilayah kerja Puskesmas Kembaran I yang menjadi peserta CKG yang terdaftar pada bulan Februari – Juni 2025, sampel penelitian adalah total sampel sejumlah 1013 peserta CKG yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2025. Variabel yang diteliti adalah usia, jenis kelamin, IMT, lingkar perut, status gizi, keadaaan stress, aktivitas fisik dan kebiasaan merokok. Data penelitian adalah data sekunder yang diambil dari rapor CKG Puskesmas Kembaran I. Analisis data menggunakan software SPSS 25 dengan uji univariat, bivariat dengan chi square dan multivariat dengan regresi logistik untuk menghitung prevalensi odd ratio (POR). Hasil : Responden penelitian rata-rata berusia 43 ,05 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Variabel yang berpengaruh pada kadar gula darah pada peserta CKG di Puskesmas Kembaran I adalah kebiasaan merokok (p value = 0,000 dan POR = 5,514), usia ((p value = 0,000 dan POR = 5,250), lingkar perut (p value = 0,008 dan POR = 1,661), jenis kelamin (p value = 0,050 dan POR = 1,484), dan IMT (p value = 0,010 dan POR = 1,294). Variabel yang tidak berpengaruh terhadap kadar gula darah yaitu stres, aktivitas fisik dan status gizi.
Kesimpulan : Seseorang yang memiliki kebiasaan merokok, lingkar perut termasuk dalam kategori obesitas, IMT yang besar, usia yang semakin tua dan berjenis kelamin perempuan berisiko lebih besar memiliki kadar gula darah yang tinggi. Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dapat memicu terjadinya penyakit DM. Diharapkan warga mampu mengontrol kadar gula darah dalam tubuh dengan menjaga berat badan ideal dan berhenti merokok
Pertanggungjawaban dan Implikasi Hukum Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam Penerbitan Sertifikat (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Nomor 436 /Pdt.G/2021/Pn Sby)
Wewenang adalah suatu unsur penting bagi suatu instansi untuk memiliki hak untuk memerintah atau bertindak, tanpa adanya wewenang suatu instansi tidak memiliki hak untuk memerintah atau bertindak, salah satu instansi dan pejabat umum yang diberikan kewenangan oleh Undang-Undang yaitu Badan Pertanahan Nasional dan Pejabat Pembuat Akta Tanah, khususnya mengatur mengenai pertanahan. Menjadi suatu permasalahan apabila suatu instansi dan pejabat publik yang sudah diberikan kewenangan oleh peraturan perundang-undangan namun disalah gunakan dalam hal ini terkait dengan penerbitan sertifikat yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional atas dasar dokumen akta jual beli yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah dengan lampiran akta perjanjian pengikatan jual beli palsu, salah satunya adalah pada kasus penerbitan sertifikat atas dasar akta perjanjian pengikatan jual beli palsu sebagaimana terdapat dalam Perkara Nomor 436/Pdt.G/2021/PN Sby.
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisis pertanggungjawaban Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam membuat akta dan menerbitkan sertifikat atas dokumen Perjanjian Pengikatan Jual Beli palsu dalam Putusan Pengadilan Negeri Nomor 436/Pdt.G/2021/PN Sby, untuk menganalisis implikasi hukum Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam penerbitan sertifikat atas dasar perjanjian pengikatan jual beli palsu pada Putusan Pengadilan Negeri Nomor 436/Pdt.G/2021/PN Sby. Metode penelitian yang digunakan adalah Yuridis Normatif, dengan menggunakan spesifikasi penelitian inventarisasi hukum positif, dan menemukan hukun in concerto, menggunakan data sekunder, dan menggunakan analisis normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Majelis Hakim dalam memberikan putusan terkait permasalahan dalam Putusan Pengadilan Negeri Nomor 436/Pdt.G/2021/PN Sby menyatakan bahwa jual beli terhadap SHM 3088 adalah cacat hukum karena jual beli tersebut dilakukan berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli Nomor 19 dan Akta Kuasa Menjual Nomor 20 terhadap SHM 3088 tertanggal 29 Mei 2019, dibuat tidak sesuai dengan yang diperjanjikan antara Penggugat dengan Tergugat I. Disamping itu, perbuatan Tergugat I dan juga Notaris dikategorikan sebagai cacat dalam kehendak yaitu penyalahgunaan keadaan dimana Penggugat dalam keadaan tertekan, sedang tidak dalam keadaan merdeka. Sehingga Majelis Hakim memutuskan bahwa akta yang telah dibuat beserta sertifikat yang telah dibalik nama harus dibatalkan. Pertanggungjawaban yang harus dibebankan kepada para pihak, Badan Pertanahan Nasional bertanggung jawab secara administrasi dengan membatalkan sertifikat yang sudah terbit dengan atas nama Tergugat I dan mengembalikannya seperti dalam keadaan semula dengan atas nama Penggugat dan Pejabat Pembuat Akta Tanah dapat dikenakan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat dari jabatan PPAT karena apa yang dilakukannya tidak sesuai dengan prosedur yang benar, Pejabat Pembuat Akta Tanah yang bersangkutan telah tidak jujur serta cermat dan saksama, menyebabkan sengketa atas tanah. Implikasi hukum dari sertifikat yang cacat pada Putusan Pengadilan Negeri Nomor 436/Pdt.G/2021/PN Sby sertifikat yang diterbitkan dengan dokumen yang tidak sah harus dibatalkan melalui proses pengadilan demikian juga terhadap Akta Notaris dan PPAT yang sudah dibuat harus dibatalkan karena akta autentik tersebut dibuat tidak memenuhi syarat materil berupa kesepakatan para pihak yang merupakan sebuah perbuatan melawan hukum
Analisis Sekuen Stratigrafi Untuk Pembuatan Peta Gross Depositional Environment (GDE) Berdasarkan Data Sumur Dan Seismik Pada Cekungan Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara
Eksplorasi minyak dan gas bumi di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan setelah tahun 2020. Hal ini karena pemerintah Indonesia menetapkan target produksi minyak bumi mencapai 1 juta barel per hari (MBOPD) pada tahun 2030. Salah satu cara untuk mencapainya yaitu dengan terus melakukan eksplorasi pada cekungan yang masih terbatas dan berkembang. Cekungan Tarakan terutama pada area lepas pantai merupakan salah satu area yang masih terbatas dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui paleogeografi atau lingkungan pengendapan dan sejarahnya. Lingkungan pengendapan dibutuhkan sebagai dasar untuk analisis lanjutan pada eksplorasi migas. Metode yang dapat digunakan untuk mengetahui lingkungan pengendapan yaitu dengan metode geologi – geofisika berupa pemetaan bawah permukaan menggunakan data sumur dan seismik, analisis persebaran rasio litologi, analisis persebaran fasies, serta dilanjutkan dengan analisis kronostratigrafi untuk mengetahui hubungan antar strata dan waktunya. Penelitian ini menggunakan 17 data sumur, 153 data seismik 2D, dan 9 data top marker. Hasil dari penelitian ini yaitu pola pengendapan pada umur 28 Ma hingga pertengahan 16 Ma menunjukkan lingkungan open marine (shallow to deep marine) dan setempat ditemukan lingkungan karbonat, dengan perubahan air laut transgresif yang ditunjukkan dengan sedimen relatif halus dan stacking pattern berupa retrogradasi. Setelah itu, air laut mencapai titik MFS (Maximum Flooding Surface). Kemudian air laut mengalami fase relatif regresif hingga menjadikan lingkungan pengendapan pada tahun 16 Ma hingga saat ini didominasi lingkungan transisi terutama lingkungan delta yang dihadiri oleh perselingan batubara. Hasil lingkungan pengendapan dari penelitian ini dapat digunakan oleh perusahaan sebagai dasar untuk eksplorasi lanjutan seperti analisis sistem petroleum dan penentuan titik pemboran baru serta penilaian risikonya
Effectiveness Audio Visual Education On The Pain Scale Post Sectio Caesarea Patients At RSUD Prof dr Margono Soekarjo
Nyeri post Sectio Caesarea (SC) dapat menghambat mobilisasi dini yang sangat penting untuk mencegah berbagai komplikasi. Metode edukasi konvensional dinilai kurang efektif dalam memberikan pemahaman kepada pasien untuk mengurangi nyeri post-SC. Edukasi
audiovisual memiliki potensi untuk meningkatkan pemahaman pasien, namun bukti mengenai efektivitasnya pada pasien post SC masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi audiovisual dalam mengurangi nyeri pada pasien post-SC.
Penelitian ini merupakan penelitian desktiptif kuantitatif yang menggunakan desain quasi eksperimental dengan pendekatan pre-test post-test untuk kelompok intervensi dan kontrol. Sampel penelitian terdiri dari 34 pasien post SC yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=17) dan kelompok kontrol (n=17) menggunakan Proportionate Random Sampling. Data dikumpulkan melalui Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan yang signifikan pada skor NRS di kelompok
intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol pada semua interval pengukuran dengan p-value < 0,05, intervensi terbukti efektif dalam mengurangi skor NRS (skala nyeri) pada setiap titik waktu
yang diuji. Hal ini menunjukkan bukti yang cukup untuk menolak hipotesis nol dan menyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kelompok yang dibandingkan. Pemberian edukasi audiovisual dianggap efektif dalam mengurangi nyeri pada pasien post SC. Intervensi ini dapat menjadi tambahan yang berharga dalam perawatan standar untuk mempercepat pemulihan pasien. Audiovisual, Mobilisasi Dini, Sectio Caesarea, Skala Nyer
Kelimpahan dan Indeks Gonadosomatik Ikan di Hulu Sungai Klawing Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah
Penelitian ini berjudul “Kelimpahan dan Indeks Gonadosomatik Ikan di Hulu Sungai Klawing Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah”. Kelimpahan suatu spesies berkaitan erat dengan aspek reproduksi. Reproduksi yang tidak efisien seperti tingkat pemijahan rendah akibat penangkapan berlebih akan mengurangi jumlah individu baru yang dihasilkan, sehingga kelimpahan suatu spesies akan menurun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan dan indeks gonadosomatik ikan di Hulu Sungai Klawing. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2024 di stasiun Karangturi, Banjaran, dan Lamongan. Metode yang digunakan yaitu metode survei dan purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan Microsoft Excel. Kelimpahan relatif ikan di Hulu Sungai Klawing berkisar antara 9,83-13,22% dengan jumlah total individu 295 ekor. Indeks dominansi ikan pada stasiun Karangturi, Banjaran, dan Lamongan yaitu 0,113. Rata-rata indeks gonadosomatik pada ikan betina berkisar antara 8,02-25,00% dan pada ikan jantan berkisar antara 8,03-24,11%. Hulu Sungai Klawing memiliki kelimpahan relatif yang tergolong melimpah dan tidak ada spesies ikan yang mendominasi. Rata-rata indeks gonadosomatik ikan di Hulu Sungai Klawing termasuk dalam kategori sudah matang gonad dan siap memijah
Analisis Regresi Nonparametrik Spline Truncated untuk Data Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023
Salah satu hal yang dapat menghambat kemajuan suatu daerah/negara adalah kemiskinan. Kemiskinan dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia akibat keterbatasan dalam mengakses pendidikan dan kesehatan yang berimbas melemahnya produktivitas. Pada Maret 2023, Provinsi Jawa Tengah menempati posisi dengan tingkat kemiskinan ketiga tertinggi di Indonesia. Dalam mendukung upaya untuk menurunkan tingkat kemiskinan, perlu diketahui faktor-faktor penyebabnya. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pemodelan tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah menggunakan model regresi nonparametrik spline truncated. Adapun faktor-faktor yang diduga berpengaruh adalah Produk Domestik Regional Bruto, laju pertumbuhan ekonomi, laju pertumbuhan penduduk, rasio Gini, dan upah minimum kabupaten/kota. Pemilihan model terbaik didasarkan pada kriteria GCV (Generalized Cross Validation). Hasil penelitian menunjukkan model terbaik adalah model regresi nonparametrik spline truncated lima titik knot dengan kombinasi titik knot (1,5,3,3,2) dan nilai GCV minimum sebesar 2,713. Model regresi nonparametrik spline truncated menghasilkan nilai adjusted R2 sebesar 87,59%
Keragaman M1 Cabai (Capsicum annum L.) Hasil Irradiasi SInar Gamma pada Cekaman Suhu Tinggi dan Kekeringan secara In Vitro
Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi di Indonesia. Produktivitasnya rentan menurun akibat cekaman abiotik seperti suhu tinggi dan kekeringan, terutama dalam kondisi perubahan iklim ekstrem. Kedua faktor ini dapat menghambat pertumbuhan serta perkembangan tanaman. Salah satu strategi peningkatan ketahanan cabai adalah melalui induksi mutasi menggunakan sinar gamma. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman genetik tanaman cabai generasi M1 hasil iradiasi sinar gamma yang ditumbuhkan secara in vitro di bawah kondisi stres suhu tinggi dan kekeringan, serta mengidentifikasi mutan yang berpotensi memiliki ketahanan terhadap cekaman tersebut.
Penelitian ini dilaksanakan di Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) sebagai lokasi untuk iradiasi sinar gamma dan Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Fakultas Pertanian pada bulan November 2024 hingga Juni 2025. Materi yang digunakan adalah varietas lokal cabai Lotanbar yang telah disinari sinar gamma dengan dosis 150 Gy, 300 Gy, dan 450 Gy. Eksplan berupa biji cabai dikultur dalam medium MS yang dimodifikasi dengan dan tanpa penambahan PEG 5% sebagai simulasi kondisi kekeringan. Perlakuan suhu terdiri dari suhu normal (25°C) dan suhu tinggi (33-35ºC). Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Augmented Design dengan 3 varietas kontrol yaitu varietas lokal Lotanbar, varietas PM 999 F1, dan varietas Tangguh F1. Variabel yang diamati yaitu daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan berkecambah, persentase tanaman hidup normal, tinggi tanaman, panjang akar, jumlah akar, warna daun, keragaan tanaman saat munculnya gejala klorosis dan intensitasnya, keragaan tanaman saat munculnya gejala penggulungan daun, keragaan tanaman saat munculnya gejala layu, serta keragaan tanaman saat munculnya gejala browning pada eksplan dan intensitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji ANOVA pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan LSI untuk seleksi mutan pada taraf kepercayaan 95%.
Hasil menunjukkan bahwa suhu tinggi dan dosis gamma besar menurunkan daya kecambah, pertumbuhan, dan persentase hidup normal. Nilai LD50 tertinggi dicatat pada kondisi normal tanpa PEG (749,62 Gy), sedangkan terendah pada suhu tinggi dengan PEG (196,07 Gy). Beberapa mutan iradiasi memiliki performa lebih baik dibanding kontrol, terutama pada tinggi tanaman, jumlah akar, dan warna daun. Karakter kualitatif juga memperlihatkan keragaman morfologi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi iradiasi gamma dan seleksi in vitro berpotensi menghasilkan mutan cabai lebih adaptif terhadap cekaman suhu tinggi dan kekeringan
Implementasi Hukum Pelayanan Pengaduan Online dalam Sistem Administrasi Kependudukan (Studi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas)
Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya permasalahan dalam pengaduan pelayanan publik, seperti lambatnya respon aduan, keberadaan pungutan liar, dan kendala teknis pada sistem digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hukum pelayanan pengaduan online dalam sistem administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Banyumas serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, kepustakaan dan dokemen. Metode pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis yang meliputi reduksi data, kategorisasi data, dan penarikan kesimpulan. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan analisis komparatif. Berdasakan hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pelayanan pengaduan online melalui Lapak Aduan Banyumas pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas telah dilaksanakan dengan baik dan mendasar pada ketentuan yang berlaku, yaitu Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan dan Peraturan Bupati Banyumas Nomor 44 Tahun 2018 tentang Pelayanan Penanganan Pengaduan Masyarakat. Implementasi pengaduan sudah berjalan dengan baik dibuktikan dengan: (1) baiknya pemeriksaan berkas pengaduan, (2) baiknya pelaporan hasil pemeriksaan, (3) baiknya penyelesaian hasil penanganan aduan, dan (4) baiknya pemantauan hasil penanganan aduan. Namun, masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya. Faktor penghambatnya adalah kendala teknis pada aplikasi dan website, keterbatasan pemahaman teknologi oleh masyarakat, kurangnya sosialisasi dan minimnya informasi terkait prosedur pengaduan digital, dan keterbatasan SDM dalam hal jumlah dan pelatihan teknis. Faktor pendukungnya meliputi ketersediaan infrastruktur dan anggaran, kapasitas sumber daya manusia yang terus berkembang, dasar regulasi yang kuat, efisiennya pelayanan dan nilai manfaat, dan strategi pendekatan iklusif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital, pelatihan SDM, dan penguatan sistem pengaduan online agar lebih inklusif dan responsif
Manajemen Komunikasi Krisis Universitas Jenderal Soedirman: Studi Kasus Pada Aksi Unjuk Rasa Kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) 2024
Fenomena aksi unjuk rasa mahasiswa sebagai respon terhadap kebijakan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang masih menjadi polemik hingga kini, berpotensi memicu krisis institusional di lingkungan perguruan tinggi. Kondisi ini menuntut institusi untuk mampu memahami, mengelola, dan mengantisipasi situasi melalui manajemen komunikasi krisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen komunikasi krisis yang dilakukan oleh Universitas Jenderal Soedirman dalam mengelola aksi unjuk rasa kenaikan UKT tahun 2024 pada fase pre-crisis, in-crisis, dan post-crisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dan kerangka Situational Crisis Communication Theory (SCCT) oleh W.T. Coombs dan S.J. Holladay. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi terhadap tiga informan yang merupakan aktor-aktor terlibat dalam aktivitas manajemen krisis pada aksi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase pre-crisis, universitas telah mengidentifikasi tanda-tanda potensi krisis, menyusun langkah persiapan, serta melakukan upaya antisipasi potensi krisis. Pada fase in-crisis, universitas menerapkan tiga strategi respon krisis untuk mengelola dan meredam eskalasi krisis, yaitu penyampaian informasi berbasis data akurat, klarifikasi, dan audiensi. Pada fase post-crisis, universitas melakukan strategi respon publikasi pemberitaan positif dalam memulihkan citra. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai penerapan manajemen komunikasi krisis pada aksi unjuk rasa kenaikan UKT serta menjadi acuan bagi institusi perguruan tinggi lain dalam menghadapi situasi serupa
Kajian Kinetika dan Termodinamika Adsorpsi Zat Warna Malachite Green menggunakan Magnetit Terlapisi Silika dari Abu Layang
Malachite green (MG) merupakan zat warna yang banyak digunakan di industri tekstil dan berbahaya apabila masuk ke dalam perairan, sehingga perlu adanya teknik pemisahan untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan, salah satunya yaitu metode adsorpsi. Adsorpsi malachite green (MG) dilakukan menggunakan Fe3O4@SiO2. Silika diekstrak dari limbah abu layang menggunakan metode sol-gel. Hasil sintesis Fe3O4@SiO2 berupa padatan hitam dan dapat ditarik menggunakan magnet. Karakteristik dari Fe3O4@SiO2 dianalisis menggunakan FTIR, SEM-EDX, XRD, TEM, BET, dan VSM. Berdasarkan karakterisasi, adsorben memiliki ukuran partikel rata-rata 170 nm, luas permukaan spesifik 35,7939 m2/g, rentang ukuran pori 2–5 nm tergolong dalam mesopori dan sifat superparamagnetik. Adsorpsi MG pada Fe3O4@SiO2 menunjukkan kinetika pseudo orde kedua dan energi aktivasi (Ea) adalah 37,30 kJ/mol. Studi termodinamika memberikan nilai positif pada entalpi (ΔH°) dan entropi (ΔS°), dan nilai negatif pada perubahan energi bebas (ΔG°), menunjukkan proses endotermis dan spontan. Persen adsorpsi mencapai 88% setelah 3 kali siklus menunjukkan bahwa adsorben memiliki kemampuan pengggunaan ulang yang baik