27468 research outputs found
Sort by
Pengaruh Metode Pembelajaran Tutor Sebaya terhadap Minat dan Hasil Belajar Ekonomi Peserta Didik Kelas XI Peminatan IPS di MAN 2 Banyumas
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya peserta didik kelas XI Perminatan IPS di MAN 2 Banyumas yang memperoleh nilai ulangan harian pada mata pelajaran ekonomi di bawah Kriteria Ketercapaan Tujuan Pembelajaran (KKTP) sehingga menyebabkan rendahnya ketuntasan klasikal yang diperoleh setiap kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap minat dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran ekonomi kelas XI Perminatan IPS di MAN 2 Banyumas.
Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design yang pada prosesnya menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 215 responden yang merupakan jumlah keseluruhan peserta didik kelas XI Perminatan IPS di MAN 2 Banyumas. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik Purposive Sampling dimana penentuan sampelnya didasarkan atas kriteria-kriteria tertentu, sehingga diperoleh 88 responden yang merupakan peserta didik kelas XI AKD 1 dan XI AKD 2 yang akan diuji dengan menggunakan instrumen berbentuk pernyataan sebanyak 15 butir dan pilihan ganda sebanyak 20 soal.
Berdasarkan analisis data dan hasil penelitian yang telah dilakukan, penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran tutor sebaya terhadap minat dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran ekonomi kelas XI Perminatan IPS di MAN 2 Banyumas. Hal tersebut terbukti dari hasil uji statistik yang menunjukkan bahwa, pada taraf signifikansi 0,05, nilai t estimasi untuk minat belajar dan hasil belajar masing-masing adalah 2,401 > ttabel 1,667 dan 2,704 > ttabel 1,446. Lebih lanjut, skor post-test menunjukkan perbedaan sebesar 7,5 poin antara kelas eksperimen dan kontrol, dengan kelas eksperimen rata-rata 82,5 dan kelas kontrol rata-rata 75.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu untuk meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik, guru sebaiknya memperhatikan faktor eksternal yang mempengaruhi minat dan hasil belajar terutama dari faktor metode pembelajaran yang digunakan. Adapun upaya yang dapat dilakukan yaitu menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat berjalan secara optimal. Selain itu, sekolah memberikan pelatihan atau workshop bagi guru dan peserta didik tentang penggunaan metode pembelajaran tutor sebaya dalam pendidikan
Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan, Media Sosial, Dan Motivasi Terhadap Minat Berwirausaha
Tingginya angka pengangguran di Indonesia, termasuk lulusan perguruan tinggi, menuntut adanya solusi strategis seperti kewirausahaan. Namun, jumlah wirausahawan di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan kewirausahaan, media sosial, dan motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei pada 201 mahasiswa aktif angkatan 2021–2023 yang telah menempuh mata kuliah kewirausahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert, serta analisis data menggunakan regresi linear berganda yang dilengkapi uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kewirausahaan, media sosial, dan motivasi berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha baik secara simultan maupun parsial. Motivasi berwirausaha menjadi variabel yang paling dominan mempengaruhi minat berwirausaha, diikuti oleh pengetahuan kewirausahaan dan media sosial.
Penelitian ini merekomendasikan agar perguruan tinggi meningkatkan pembelajaran kewirausahaan yang aplikatif, mahasiswa memanfaatkan media sosial secara strategis, serta pembinaan motivasi berbasis dorongan intrinsik untuk mendorong keberlanjutan minat berwirausaha
Kajian Efisiensi Penggunaan N dan Respon Agronomi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) terhadap Aplikasi Kasgot Terformulasi pada Berbagai Dosis N
Nitrogen (N) merupakan unsur hara esensial bagi tanaman, namun memiliki karakteristik mudah hilang melalui pencucian, denitrifikasi, dan volatilisasi, sehingga dapat menyebabkan rendahnya efisiensi penggunaan nitrogen oleh tanaman. Efisiensi yang rendah ini berdampak pada pemborosan input pupuk dan menurunkan produktivitas tanaman. Oleh karena itu, strategi untuk meningkatkan efisiensi serapan nitrogen perlu dikembangkan. Penggunaan bahan organik seperti Kasgot terformulasi berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan nitrogen serta memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kasgot terformulasi dan dosis nitrogen terhadap respon agronomi tanaman jagung manis, mengetahui pengaruh kasgot terformulasi dan dosis nitrogen terhadap efisiensi penggunaan nitrogen, dan mengetahui interaksi antara kasgot dan nitrogen terhadap efisiensi nitrogen serta respon agronomis tanaman jagung manis.
Penelitian dilaksanakan di screenhouse Experimental Farm Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan November 2024 sampai Januari 2025. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis kasgot: K0 = 0 ton ha⁻¹, K1 = 10 ton ha⁻¹, K2 = 20 ton ha⁻¹, dan K3 = 30 ton ha⁻¹. Faktor kedua adalah dosis pupuk nitrogen: D0 = 0 kg ha⁻¹, D1 = 100 kg ha⁻¹, D2 = 200 kg ha⁻¹, dan D3 = 300 kg ha⁻¹. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, berat kering tanaman, kandungan klorofil, ANR, laju fotosintesis, efisiensi nitrogen, efisiensi agronomi, dan hasil tanaman. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan apabila berbeda nyata diuji lanjut dengan uji DMRT taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kasgot dan nitrogen berpengaruh nyata terhadap parameter agronomis dan fisiologis tanaman jagung manis. Dosis kasgot 20 ton ha⁻¹ serta nitrogen 300 kg ha⁻¹ meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, panjang akar, efisiensi nitrogen dan agronomi tertinggi dicapai pada kombinasi kasgot terformulasi 10 ton ha-1 dan nitrogen 100 kg ha⁻¹. pada parameter laju fotosintesis dengan kombinasi terbaik diperoleh pada kasgot terformulasi 30 ton ha⁻¹ dan nitrogen 100 kg ha-1, interaksi juga diperoleh pada variabel biomassa dan pertumbuhan dengan kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada kasgot terformulasi 30 ton ha⁻¹ dan nitrogen 300 kg ha⁻¹, pada variabel hasil interaksi ditemukan pada panjang tongkol berkelobot dengan kombinasi terbaik diperoleh pada kasgot terformulasi 30 ton ha⁻¹ dan nitrogen 100 kg ha-1, sedangkan pada variabel bobot tongkol, panjang tongkol tanpa kelobot, dan diameter tongkol tidak ditemukan interaksi namun diketahui hasil terbaik pada aplikasi dosis nitrogen 30 ton ha-1
Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Ukuran Dewan Pengawas Syariah dan Kinerja Maqashid Syariah terhadap Nilai Perusahaan dengan Islamic Social Reporting (ISR) sebagai Pemoderasi
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatf pada Bank Umum Syariah di Indonesia yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Penelitian ini mengambil judul: ”Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Ukuran Dewan Pengawas Syariah dan Kinerja Maqashid syariah terhadap Nilai Perusahaan dengan Islamic Social Reporting (ISR) sebagai pemoderasi.”
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas, ukuran Dewan Pengawas Syariah (DPS), dan kinerja Maqashid syariah terhadap nilai perusahaan. Selain itu, penelitian ini juga menguji peran Islamic Social Reporting (ISR) sebagai variabel moderasi yang dapat memperkuat atau melemahkan hubungan antara variabel-variabel tersebut. Untuk mendukung analisis, digunakan kerangka teoritis yang mencakup Al-Qur’an sebagai dasar normatif yang memberikan landasan nilai dan prinsip-prinsip etis dalam konteks keuangan syariah. Pendekatan teoritis lainnya yang digunakan adalah Shariah Enterprise Theory yang menekankan pada akuntabilitas spiritual dan sosial, serta Signalling Theory yang menjelaskan pentingnya komunikasi kinerja kepada pemangku kepentingan.
Penelitian ini menggunakan populasi seluruh bank syariah di Indonesia dengan sampel berupa 13 bank umum syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama periode 2016–2020, dengan total 58 observasi. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan dua kriteria: (1) bank secara konsisten menerbitkan laporan tahunan yang dipublikasikan di OJK dan situs resmi bank syariah, serta (2) memiliki kelengkapan data variabel penelitian selama periode observasi. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan laporan keberlanjutan. Data diperoleh melalui situs OJK, laman resmi bank syariah, serta literatur dan penelitian terdahulu sebagai referensi tambahan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi, yang dinilai efektif untuk memperoleh informasi historis dan administratif secara akurat dan valid.
Profitabilitas merupakan indikator penting dalam menilai kinerja bank yang berkontribusi signifikan terhadap nilai perusahaan. Indikator ini diukur menggunakan Return on assets (ROA), yang mencerminkan kemampuan manajerial bank dalam menghasilkan keuntungan secara menyeluruh. Likuiditas, sebagai salah satu aspek kesehatan finansial, diukur melalui Current Ratio (CR) yang menilai kemampuan bank syariah dalam memenuhi kebutuhan likuiditas serta mengelola risiko keuangan yang terkait. Keberadaan Dewan Pengawas Syariah (DPS) menjadi komponen utama dalam tata kelola perbankan syariah, yang diukur berdasarkan jumlah anggota dewan yang bertugas mengawasi agar operasional bank tetap sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Selain itu, kinerja Maqashid syariah memberikan perspektif komprehensif tentang dampak sosial dan ekonomi dari aktivitas operasional bank syariah. Pengukuran kinerja ini dilakukan menggunakan Maqashid syariah Index (MSI), yang menilai penerapan prinsip Maqashid syariah melalui pendekatan kuantitatif. Islamic Social Reporting (ISR) merupakan standar pelaporan sosial perusahaan berbasis syariah, yang diukur dengan indeks ISR melalui scoring. ISR tidak hanya berfungsi untuk memenuhi tanggung jawab perbankan syariah terhadap pemegang saham tetapi juga kepada masyarakat luas, termasuk aspek lingkungan dan spiritualitas.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi data panel menunjukkan bahwa: (1) Profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, (2) Likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, (3) Ukuran DPS tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, (4) Kinerja Maqashid syariah berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, (5) Islamic Social Reporting (ISR) sebagai pemoderasi tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, (6) ISR mampu memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan, (7) ISR tidak mampu memperkuat pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan, (8) ISR tidak mampu memperkuat pengaruh ukuran DPS terhadap nilai perusahaan, (9) ISR tidak mampu memperkuat pengaruh kinerja Maqashid syariah terhadap nilai perusahaan.
Implikasi dari kesimpulan hasil penelitian diatas, yaitu dalam penerapan standar pelaporan, perbankan syariah sebaiknya mempertimbangkan secara komprehensif aspek keuangan dan non keuangan, terutama dalam konteks keberlanjutan. Bank syariah dapat mengadopsi integrated reporting (IR), yang menggabungkan laporan keuangan dan non-keuangan dalam satu dokumen komprehensif. Pendekatan ini mendukung pencapaian Maqashid syariah sekaligus meningkatkan nilai perusahaan. Dalam menjalankan aktivitasnya, perbankan syariah perlu memiliki kesadaran untuk mengimplementasikan kinerja keuangan dan non keuangan berbasis syariah dalam seluruh aktivitas operasionalnya. Perbankan syariah perlu memiliki orientasi kinerja yang terfokus pada penyusunan laporan keuangan dan keberlanjutan yang akurat serta sesuai dengan standar yang berlaku. Kinerja keuangan memberikan dasar yang stabil bagi keberlanjutan bisnis. Sementara itu, kinerja non-keuangan, yang melibatkan implementasi nilai-nilai syariah dalam setiap aspek operasional memainkan peran krusial dalam memastikan pemenuhan nilai-nilai syariah dan tercapainya tanggung jawab sosial yang lebih luas. Dengan demikian, keseimbangan antara kinerja keuangan dan non-keuangan akan mendukung perbankan syariah dalam mencapai tujuan Maqashid syariah, sekaligus meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang. Selain itu, diperlukan pengembangan indikator Maqashid syariah yang terstandarisasi guna menjamin konsistensi dan validitas pelaporan Penelitian selanjutnya disarankan memperluas cakupan sampel, mempertimbangkan variabel eksternal, serta mengembangkan model analisis yang lebih komprehensif guna menilai kinerja dan nilai perusahaan secara menyeluruh. Temuan ini diharapkan berkontribusi terhadap penguatan literatur dan praktik industri keuangan syariah di Indonesia
Kemampuan isolat fungi rizosfer tanaman damar (Agathis dammara) sebagai agensia biokontrol penyakit layu Fusarium tanaman cabai (Capsicum annuum L.)
Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu produk hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi penting di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2024, produksi cabai merah keriting di Provinsi Jawa Tengah mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2023. Salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menyebabkan turunnya produksi cabai adalah patogen yang ditularkan melalui tanah. Fusarium adalah jenis patogen yang sering menginfeksi tanaman cabai dengan gejala layu. Pengendalian hayati dapat dilakukan dengan memanfaatkan mikroorganisme antagonis yang banyak terdapat pada rizosfer. Tanah rizosfer tanaman damar (Agathis dammara) memiliki populasi mikroorganisme yang lebih banyak dibandingkan dengan tanah di luar rizosfer. Salah satu jenis mikroba yang terdapat dalam populasi tanah rizosfer adalah jamur yang berpotensi menjadi agen biokontrol terhadap patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi isolat fungi rizosfer tanaman damar sebagai biokontrol dalam menekan patogen penyebab layu Fusarium, mengetahui pengaruh isolat fungi rizosfer tanaman damar dalam menghambat patogen penyebab layu Fusarium pada tanaman cabai, dan mengetahui isolat fungi rizosfer tanaman damar yang paling efektif dalam menekan penyakit layu Fusarium.
Penelitian ini dilakukan dalam dua tahapan. Tahapan pertama yaitu skrining potensi antagonisme terhadap Fusarium secara in vitro menggunakan uji dual culture dan dianalisis secara deskriptif. Pada tahapan kedua penelitian ini yaitu: sembilan isolat hasil skrining yang memiliki potensi terbaik dilanjutkan dalam uji in plantae pada tanaman cabai, menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%, hasil menyatakan signifikan maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT).
Hasil uji antagonisme dengan metode dual culture menunjukkan bahwa isolat Aspergillus sp. (I4B3) memiliki kemampuan penghambatan tertinggi terhadap Fusarium sp., yaitu sebesar 81,11% dibandingkan dengan isolat lainnya. Hasil uji in plantae dianalisis dengan analisis varians (ANOVA) dan memberikan hasil yang signifikan antara perlakuan jamur antagonis terhadap tingkat intensitas serangan penyakit pada tanaman cabai, kemudian dilanjutkan uji DMRT. Perlakuan FA2 (Aspergillus sp. + Fusarium sp.) dan FA7 (Trichoderma sp.6 + Fusarium sp.) merupakan perlakuan yang memiliki persentase intensitas serangan penyakit terendah sebesar 16,67% dan 25%
Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Pencegahan Hipertensi pada Usia Produktif di Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang dikenal juga dengan penyakit kronis, penyakit non-infeksi dan penyakit degeneratif yang tidak dapat menular dari orang ke orang melalui bentuk apapun. Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak dialami oleh masyarakat. Hipertensi juga dapat menjadi pemicu terjadinya penyakit lainnya, diantaranya penyakit jantung, stroke, diabetes serta gagal ginjal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terkait perilaku pencegahan hipertensi pada usia produktif di Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng.
Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross-Sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 107 responden. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data berupa univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengetahuan baik 57 (53,39%), sikap baik 62 (57,9%), perilaku pencegahan hipertensi baik 70 (65,4%). Variabel yang berhubungan adalah pengetahuan (p value = 0.000) dan sikap (p value = 0,000). Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan hipertensi pada usia produktif dan hubungan sikap dengan perilaku pencegahan hipertensi pada usia produktif
Pengaruh Orientasi Pemasaran terhadap Kinerja Pemasaran pada Pelaku UMKM di Kab. Banyumas: Peran Inovasi Produk sebagai Pemediasi
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh orientasi pemasaran terhadap kinerja pemasaran pada
UMKM di Kabupaten Banyumas, dengan inovasi produk sebagai variabel mediasi.
Sampel penelitian terdiri dari 199 pelaku UMKM yang memenuhi kriteria tertentu,
dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan Google
Form. Analisis data dilakukan menggunakan AMOS. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa orientasi pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
pemasaran, serta terhadap inovasi produk. Selain itu, inovasi produk berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran. Inovasi produk memediasi
pengaruh antara orientasi pemasaran terhadap kinerja pemasaran secara signifikan.
Temuan ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya orientasi pemasaran dan
inovasi produk dalam meningkatkan kinerja pemasaran UMKM
Hubungan antara Persen Lemak Tubuh dan Tingkat Stres dengan Tekanan Darah pada Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman
Latar Belakang : Prevalensi hipertensi pada kelompok umur 18-24 tahun di Indonesia pada tahun 2023 sebesar 10,7 %. Persen lemak tubuh dan tingkat stres berpotensi memengaruhi tekanan darah, terutama pada mahasiswa yang memiliki gaya hidup tidak sehat dan beban akademik tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persen lemak tubuh dan tingkat stres dengan tekanan darah pada mahasiswa Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional terhadap sejumlah mahasiswa usia 19-23 tahun yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling dan diperoleh total responden sebanyak 96 responden. Tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital dan persen lemak tubuh diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner PSS-10. Hasil diuji menggunakan uji Likelihood Ratio untuk menilai kekuatan bukti hubungan persen lemak tubuh dan tingkat stres terhadap tekanan darah pada mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan apabila nilai signifikansi (p) < 0,05, sedangkan tidak terdapat hubungan apabila nilai signifikansi (p) ≥ 5. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 69,8 % mahasiswa memiliki tekanan darah normal, sebanyak 21,9 % mahasiswa mengalami pre hipertensi, sebanyak 5,2 % mahasiswa mengalami hipertensi tingkat I, dan 3,1 % mahasiswa mengalami hipertensi tingkat II. Terdapat hubungan antara persen lemak tubuh dengan tekanan darah (p = 0,004), tetapi tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan tekanan darah (p = 0,510).
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara persen lemak tubuh dengan tekanan darah, tetapi tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan tekanan darah
Efektivitas Penegakan Hukum Tindak Pidana Pemilu Melalui Media Sosial (Studi Di Wilayah Hukum Bawaslu Purworejo)
Kampanye dalam Pemilu merupakan salah satu instrumen penting dalam kehidupan demokrasi, kampanye dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk menyampaikan visi misi peserta pemilu kepada pemilih salah satunya dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye. Kampanye perlu dilakukan upaya penegakan hukum oleh Bawaslu agar tidak terjadi suatu pelanggaran dalam pemilu.Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektivitas penegakan hukum tindak pidana pemilu melalui media sosial di wilayah Bawaslu Kabupaten Purworejo, serta untuk menganalisis hambatan penegakan hukum tindak pidana pemilu melalui media sosial di wilayah hukum Bawaslu Kabupaten Purworejo. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data pada penelitian ini disajikan dalam bentuk deskriptif naratif. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dengan Staf Penanganan pelanggaran Bawaslu Kabupaten Purworejo dan Staf Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Data sekunder meliputi peraturan perundang-undangan dan jurnal ilmiah. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penegakan hukum yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Purworejo telah efektif dengan adanya tidak semua perkara diselesaikan sampai pengadilan. Hal ini terbukti dengan strategi penegakan hukum yang digunakan oleh Bawaslu mencerminkan pendekatan upaya penegakan hukum secara pre-emtif melalui pendidikan pemilih dan diseminasi informasi, penegakan hukum secara preventif melalui patroli pengawasan media sosial serta imbauan hukum, dan penegakan hukum secara represif melalui proses klarifikasi, kajian awal, serta penerusan perkara ke Sentra Gakkumdu. Penegakan hukum yang telah dilaksanakan tersebut menunjukkan bahwa Bawaslu Purworejo telah menjalankan fungsinya tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai bagian integral dari sistem penegakan hukum pemilu yang adaptif terhadap tantangan digital. Hambatan penegakan hukum tindak pidana pemilu melalui media sosial di wilayah hukum Bawaslu Purworejo pada aspek struktur hukum yaitu penegakan hukum dihadapkan pada ketidakharmonisan koordinasi dalam Sentra Gakkumdu, keterbatasan sarana digital forensik, serta tekanan sosial-politik lokal. Lemahnya kapasitas teknis dan profesionalisme aparatur penegak hukum, khususnya dalam merespons kejahatan digital, menunjukkan bahwa infrastruktur kelembagaan belum siap menghadapi karakteristik pelanggaran pemilu di ranah media sosial. Kedua, substansi hukum terdapat kesenjangan antara norma hukum yang ada dengan realitas digital. Ketentuan dalam Undang- Undang Pemilu belum mengatur secara rinci tentang pertanggungjawaban pidana atas konten digital yang dibuat oleh pihak ketiga atau peserta pemilu itu sendiri. Selain itu, belum adanya standar pembuktian elektronik yang seragam menambah kerentanan sistem pembuktian hukum di era digital. Ketiga, yaitu budaya hukum masyarakat menunjukkan sikap permisif terhadap pelanggaran pemilu, khususnya apabila pelaku merupakan figur politik lokal. Budaya ini diperparah oleh rendahnya literasi hukum digital di kalangan masyarakat dan aparat, yang menyebabkan hukum tidak dipandang sebagai instrumen pengatur yang kuat, melainkan hanya sebagai simbol formal semat
Pengaruh Berbagai Macam Sleep Deprivation terhadap Leptin, Ghrelin, dan Gambaran Histopatologi Lambung Tikus Putih Jantan Galur Wistar / The Effects of Various Types of Sleep Deprivation on Leptin, Ghrelin, and Gastric Histopathological Findings in Male Wistar Rats
Latar Belakang: Sleep deprivation adalah kurangnya durasi tidur yang dapat berupa total sleep deprivation (TSD) dan paradoxical sleep deprivation (PSD). Kondisi ini mempengaruhi regulasi hormon leptin dan ghrelin melalui aktivasi sumbu hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA axis), stres oksidatif, dan gangguan regulasi melatonin, serta dapat merusak mukosa lambung akibat pelepasan sitokin proinflamasi (IL-8, IL-6). Sleep recovery menurunkan aktivitas HPA axis dan stres oksidatif, meningkatkan melatonin, serta menormalkan irama sirkadian. Tujuan: Mengetahui pengaruh berbagai jenis sleep deprivation terhadap kadar leptin, ghrelin, dan gambaran histopatologi lambung tikus putih jantan galur Wistar, serta mengevaluasi efek sleep recovery. Metode: Penelitian true experimental dengan post-test only with control group design pada 25 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol, TSD, TSD+SR, PSD, dan PSD+SR. Kadar leptin dan ghrelin diukur dengan ELISA, sedangkan histopatologi lambung dinilai menggunakan skor klasifikasi Sydney yang dimodifikasi. Analisis menggunakan One-way ANOVA untuk leptin, Welch ANOVA untuk ghrelin, dan Kruskal Wallis untuk skor histopatologi lambung. Hasil: Kadar leptin tertinggi pada kontrol (4,20 ± 0,56 ng/mL) dan terendah pada TSD (1,23 ± 0,36 ng/mL); kadar ghrelin tertinggi pada TSD (7462,6 ± 1230,3 ng/L) dan terendah pada kontrol (3946,2 ± 261,8 ng/L). Sleep deprivation menurunkan leptin dan meningkatkan ghrelin secara signifikan. Gambaran histopatologi lambung menunjukkan gambaran normal pada kelompok kontrol (skor 3) dan kerusakan paling berat pada PSD (skor 9) dan PSD+SR (skor 9). Sleep recovery meningkatkan leptin, menurunkan ghrelin, serta memperbaiki sebagian gambaran histopatologi lambung, namun belum memulihkan integritas mukosa sepenuhnya. Kesimpulan: Sleep deprivation menurunkan leptin, meningkatkan ghrelin, dan merusak mukosa lambung, dengan kerusakan terberat pada PSD dan PSD+SR. Sleep recovery memperbaiki kadar hormon secara signifikan pada leptin, namun efek pada pemulihan kadar ghrelin dan perbaikan mukosa lambung tidak signifikan