27468 research outputs found
Sort by
Determinan Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 pada Remaja dan Dewasa Muda dengan Riwayat Keluarga Diabetes di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan
Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular yang masih menjadi penyebab utama kematian di dunia. Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) adalah jenis diabetes yang paling sering terjadi dan mengalami pertumbuhan pesat, yang dipengaruhi oleh faktor genetik, gaya hidup dan perubahan pola sosial. Sehingga diperlukan program penanggulangan DM yang intervensinya difokuskan pada kelompok resiko tinggi salah satunya adalah kelompok usia muda dengan riwayat keluarga diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi determinan perilaku pencegahan DM tipe 2 pada remaja dan dewasa muda dengan riwayat keluarga diabetes di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang telah disesuaikan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Responden pada penelitian ini adalah anak dari peserta prolanis DM yang berusia 10-40 tahun. Pengambilan data dengan kuesioner melalui wawancara. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Variabel yang berhubungan dengan perilaku pencegahan DM tipe 2 pada remaja dan dewasa muda dengan riwayat keluarga diabetes di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan yaitu pengetahuan (0,006), sikap (0,017), ketersediaan informasi (0,001), dan dukungan keluarga (0,001). Selain itu, variabel yang paling berpengaruh adalah dukungan keluarga (0,007) dengan OR 8,594. Faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan DM tipe 2 pada remaja dan dewasa muda di wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan yaitu pengetahuan, ketersediaan informasi dan dukungan keluarga. Peningkatan program pencegahan DM tipe 2, penyediaan informasi dan dukungan untuk mengikuti program kesehatan perlu diberikan kepada remaja dan dewasa muda
The Influential Factors in the Enhancement of Students' Speaking Ability in Situational Speaking Class A (A Regression Analysis on Students' Speaking Ability in English Education Study Program, Jenderal Soedirman University in the Academic Year 2024/2025)
This research is quantitative research that aims to examine the relationship between factors that can enhance students' speaking ability in Situational Speaking Class A, English Education, Jenderal Soedirman University in the academic year 2024/2025. To determine the sample, the researcher used a random sampling technique to determine the class and purposive sampling to determine the students. This research focused on the influence of linguistic factors (grammar and vocabulary), as well as affective factors (self-confidence and students' motivation) based on the theory of Al-Hosni (2014) and Krashen 1982, (as cited in Leong & Ahmadi, 2017). This research used a quantitative approach with a correlational research design. In collecting data, the researcher used questionnaires, documents in the form of students’ scores, and interviews. This research used interferential statistics, descriptive statistics, and regression analysis as the numerical data, as well as thematic analysis as the non-numerical data to analyze the data. The findings of this research show that the factors of grammar mastery, vocabulary mastery, self-confidence, and students' motivation have a positive correlation with students' speaking ability with sig. F change (0.005) less than 0.05 and R-value (0.766), indicating that the independent variables have a strong correlation with students' speaking ability as the dependent variable. The other findings from the regression analysis showed that self-confidence has the highest regression coefficient value (0.500), indicating that increasing students’ self-confidence has the highest influence on improving students’ speaking ability compared to the other factors. Vocabulary mastery has a significant positive influence with a regression coefficient value (0.483), indicating the important contribution of vocabulary to speaking fluency and effectiveness. In contrast, student motivation has a negative influence with a regression coefficient value (-0.476), especially over extrinsic motivation which can create pressure and inhibit students’ speaking ability. Last, grammar mastery showed a significant negative influence with a regression coefficient (-0.642), indicating too much focus on grammar rules can inhibit students' fluency in speaking. Based on the results of the thematic analysis, factors influencing speaking ability include linguistic factors and affective factors. Linguistic factors include vocabulary and grammar. Affective factors include self-confidence and motivation. In addition to these two factors, there are also learning challenges, such as lack of attention to grammar, grammar as a barrier, and different levels of confidence. These challenges are not factors that directly improve speaking, but rather obstacles that need to be overcome in order for students to improve their speaking
Faktor yang Berpengaruh terhadap Kejadian Preeklamsia dan Dampak Preeklamsia pada Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungbanteng
Latar Belakang: Angka kematian ibu di Indonesia tergolong tinggi. Prevalensi ibu hamil berisiko tinggi di Puskesmas Kedungbanteng cukup besar yaitu 46,63%, salah satu faktor risikonya adalah preeklamsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kejadian preeklamsia dan dampak preeklamsia pada ibu di wilayah kerja Puskesmas Kedungbanteng.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, dilakukan pada bulan September – Desember 2024 di wilayah kerja Puskesmas Kedungbanteng. Populasi sejumlah 511 ibu, dengan sampel sebanyak 90 menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data meliputi univariat, bivariat menggunakan uji Chi square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda.
Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara riwayat hipertensi (p-value = 0,001), riwayat abortus (p-value = 0,002), paritas (p-value = 0,042), dan kenaikan berat badan (p-value = 0,003) dengan kejadian preeklamsia. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian preeklamsia adalah riwayat hipertensi dengan p-value = 0,001; OR = 228.336; 95%CI 19.449-2680.730. Dampak preeklamsia pada ibu selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas yaitu hipertensi dan sakit kepala berat. Sementara itu, dampak preeklamsia pada bayi dapat mengakibatkan BBLR dan IUFD.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan faktor yang berpengaruh terhadap preeklamsia adalah riwayat hipertensi. Oleh karena itu, dapat dilakukan pemberian edukasi dan sosialisasi mengenai komplikasi kehamilan dengan lebih menekankan pola hidup sehat, pemantauan tekanan darah, diet rendah garam, dan manajamen stress sebagai upaya pencegahan preeklamsia
Creating a Digital Bilingual Booklet about Tourism Managed by UPTD Purwomas at the Youth, Sports, Culture and Tourism Office of Banyumas Regency
Laporan ini disusun setelah menyelesaikan praktik kerja di UPTD Purwomas,
Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Banyumas dari
tanggal 1 Agustus – 31 Oktober 2023. Tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk
menjelaskan proses pelaksanaan praktik kerja dan proses produksi buklet digital dua
bahasa. Pembuatan buklet digital dimaksudkan untuk memperkenalkan obyek wisata
yang dikelola oleh UPTD Purwomas melalui media buklet digital dua bahasa. Seiring
dengan perkembangan zaman yang serba digital, segala macam informasi menjadi
lebih mudah diakses. Oleh karena itu, pembuatan buklet digital dua bahasa ini
diharapkan lebih memudahkan masyarakat untuk dapat mengakses melalui gawai.
Dua bahasa (Indonesia dan Inggris) dipilih untuk memfasilitasi promosi tidak hanya
untuk wisatawan lokal tetapi juga untuk wisatawan mancanegara.
Metode dalam penyusunan laporan praktik kerja ini meliputi: observasi,
dokumentasi dan wawancara. Metode-metode ini juga digunakan dalam proses
pembuatan buklet digital dua bahasa.
Tahapan pembuatan buklet digital ini meliputi enam tahap yaitu: analisis
kebutuhan, identifikasi dan pengumpulan data, proses desain booklet, konversi desain
booklet ke digital, uji coba booklet digital, dan verifikasi pihak terkait. Setelah
melaksanakan semua tahapan, booklet setebal 44 halaman dibuat. Versi digitalnya
dapat diakses melalui tautan dan kode QR. Kendala yang dihadapi dalam proses
pembuatan buklet digital yaitu pengambilan dokumentasi, keterbatasan ide
menentukan konsep, dan kurangnya kemahiran mengoperasikan aplikasi desain.
Solusinya memprioritaskan objek terdekat, mengamati situs Wonderful Indonesia dan
Pinterest, dan mempelajari tutorial desain melalui YouTube
Penyusunan Tim Basket SMA Negeri 1 Purwokerto Berbasis Tes Motor Educability dan Motor Ability
Latar Belakang: Menentukan anggota tim basket baru untuk memperoleh prestasi maksimal dibutuhkan penguasaan teknik dengan gerakan efisien dan kondisi fisik bagus yang sama antar individu. Tes yang sesuai dan objektif dibutuhkan untuk penyusunan tim, salah satunya yaitu melalui tes Motor educability dan motor ability. Motor educability yaitu kemampuan sesorang untuk menerima keterampilan gerakan baru dan motor ability merupakan kondisi fisik umum yang menggambarkan sejauh mana seseorang telah mengembangkan kapasitas bawaan mereka untuk melakukan keterampilan gerakan.
Metodologi: Desain penelitian yang digunakan yaitu expost facto. Desain expost facto untuk menentukan tes yang efektif yaitu penilaian motor educability dan motor ability dengan melakukan tes menggunakan instrumen yang sudah ada. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu studi kasus pada penyusunan tim basket di SMA Negeri 1 Purwokerto.
Hasil Penelitian: Tes motor educability dan motor ability dapat digunakan sebagai dasar yang objektif dalam penyusunan tim basket SMA Negeri 1 Purwokerto. Kedua tes memiliki penilaian yang terukur untuk menilai potensi yang dimiliki siswa untuk menjadi pemain basket. Keterikatan yang positif dari hasil tes motor educability dan motor ability keduanya mendukung untuk menghasilkan gerakan yang efektif dan efisien sesuai dengan gerakan serta komponen dalam bola basket. Kesimpulan: Tes motor educability dan motor abilitiy dapat digunakan dalam penyusunan tim basket SMA Negeri 1 Purwokerto
An Analysis of Conjunctive Relations Translation In The Novel Tuesday With Morrie By Mitch Albom
This research focused on the analysis of conjunctive relations translation in the novel Tuesdays with Morrie by Mitch Albom. The study applied Halliday and Hasan's (1978) theory on types of conjunctive relations, Molina and Albir's (2002) theory on translation techniques, and Nababan's (2012) translation quality assessment framework, particularly emphasizing the aspect of acceptability. The findings revealed five types of conjunctive relations: adversative (28 data, 45.90%), additive (17 data, 27.87%), temporal (8 data, 13.11%), causal (6 data, 9.84%), and continuative (2 data, 3.28%). Six out of eighteen translation techniques were employed: literal (43 data, 70.49%), amplification (9 data, 14.75%), established equivalent and reduction (each 3 data, 4.92%), adaptation (2 data, 3.28%), and modulation (1 data, 1.64%). The overall acceptability score from three raters averaged 2.92, indicating that the translation of conjunctive relations in Morrie’s utterances was acceptable. This study provided insights into the translation of conjunctive relations and highlighted the importance of ensuring quality in translation to achieve high acceptability
Analisis Framing Pemberitaan Politik Dinasti di Indonesia dalam Pemilihan Presiden Tahun 2024
Fenomena politik dinasti di Indonesia, terutama terkait pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden dalam Pemilihan Umum 2024 telah menjadi sorotan utama. Pencalonan Gibran memicu beragam opini publik dan pembahasan media pemberitaan online. Hal ini menimbulkan berbagai pembingkaian berita oleh media nasional maupun media internasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis framing untuk mengkaji bagaimana media nasional dan internasional membingkai isu politik dinasti pada pencalonan Gibran. Data primer diperoleh dari analisis teks pemberitaan di Kompas.com, CNN Indonesia, Tempo.co, SindoNews, New York Times, The Strait Times, Al Jazeera, dan ABC News, sedangkan data sekunder berasal dari buku dan artikel jurnal yang relevan. Analisis dilakukan dengan model framing Robert N. Entman, yang mencakup empat perangkat: Define Problem, Diagnose Causes, Make Moral Judgement, Treatment Recommendation. Penelitian ini menunjukkan pembingkaian media internasional lebih berani dalam mengkritik pencalonan Gibran sebagai ancaman terhadap prinsip demokrasi dengan narasi negatif, sementara media nasional cenderung menyoroti praktik politik dinasti dengan pendekatan yang lebih seimbang. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kepentingan politik, latar belakang media, serta audiensi yang ditargetkan, yang pada akhirnya mempengaruhi persepsi publik dan diskursus politik baik didalam maupun luar negeri
Studi Agihan Unsur Hara Nitrogen dan Serapannya oleh Tanaman Padi Sawah di Sub DAS Serayu Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas
Padi merupakan komoditas pangan yang penting di Indonesia karena dapat menghasilkan beras yang menjadi sumber utama karbohidrat bagi sebagian besar penduduk. Produktivitas tanaman padi sangat dipenaruhi oleh kesuburan tanah, yaitu kemampuan tanah menyediakan unsur hara makro dan mikro dalam jumlah cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara optimal. Salah satu unsur hara makro esensial adalah nitrogen (N), yang berperan penting dalam meningkatkan jumlah anakan, luas daun, pembentukan dan pengisian gabah, serta sintesis protein untuk menghasilkan gabah berkualitas. Pemupukan sebagai upaya untuk menambahkan unsur hara perlu dilaksanakan secara efisien dengan memperhatikan kebutuhan tanaman, sehingga efisiensi pemupukan dapat tercapai dan keseimbangan ekosistem lahan pertanian tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui ketersediaan unsur hara Nitrogen pada lahan sawah di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas, 2) Mengetahui hubungan antara ketersediaan Nitrogen, serapan Nitrogen, dan hasil tanaman padi pada lahan sawah di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas, 3) Mengetahui rekomendasi pemupukan N pada lahan sawah di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Agustus 2024 di lahan sawah Kecamatan Ajibarang serta Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Metode yang digunakan adalah survei dan pemetaan tanah pada tingkat ketelitian semi detail dengan skala peta 1:65.000. Titik pengambilan sampel ditentukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH) yang dibuat dengan overlay peta administrasi, jenis tanah, kemiringan lereng, dan penggunaan lahan sawah Kecamatan Ajibarang. Penentuan titik sampel dilakukan dengan metode transek yaitu penarikan garis imajiner (atau transek line) dari aliran sungai melewati lahan sawah. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode purposive random sampling secara komposit sebanyak 500 g pada kedalaman 0-25 cm dan 25-50 cm sebanyak tiga titik secara acak (zig-zag) dengan jarak antar titik 2-3 meter. Sampel tanaman padi diambil pada bagian daun pada fase akhir vegetatif sebanyak 6 tanaman yaitu daun kedua dan ketiga serta gabah pada fase generatif akhir sebanyak 2 rumpun. Variabel yang diamati antara lain pH H2O, pH KCl, daya hantar listrik, potensial redoks, kapasitas tukar kation, kejenuhan basa, N-total, N-tersedia, serapan N, dan hasil tanaman padi.
Hasil penelitian menunjukkan pada SLH 1 (Kompleks Mediteran Merah dan Litosol, kemiringan datar), nilai N-tersedia 71,43 ppm (sangat rendah) dan N-total 0,38% (sedang) serta pada SLH 2 (Latosol Coklat Kemerahan, kemiringan datar), N-tersedia 73,34 ppm (sangat rendah) dan N-total 0,37% (sedang). Analisis regresi menunjukkan serapan nitrogen pada gabah per rumpun memiliki hubungan paling kuat dengan hasil tanaman (R² = 0,4353), diikuti oleh N-total tanah (R² = 0,4136), dan serapan nitrogen pada gabah per malai (R² = 0,3385). Rekomendasi pemupukan N pada lahan sawah di Kecamatan Ajibarang berkisar antara 78,3-208,8 kg pupuk N/ha setara dengan 170,22-453,91 kg pupuk urea/ha pada SLH 1 dan 113,1-165,3 kg pupuk N/ha setara dengan 245,87-359,35 kg pupuk urea/ha pada SLH 2
Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Pada Isolat Aspergillus flavus Secara In Vitro
Latar belakang: Aspergillus flavus merupakan jamur yang menghasilkan aflatoksin berbahaya bagi tubuh dan dapat menginfeksi bagian tubuh seperti sistem saraf pusat, saluran napas, jantung, kulit, kuku, dan telinga. Antijamur azole merupakan terapi lini pertama yang efektif untuk infeksi ini. Namun, resistensi Aspergillus flavus terhadap azole semakin meningkat, sehingga diperlukan alternatif terapi yang berasal dari bahan alami, seperti bawang putih (Allium sativum) yang diketahui memiliki potensi sebagai antijamur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap isolat Aspergillus flavus. Metode: Penelitian ini dilakukan secara true experimental dengan rancangan post-test only control group menggunakan metode well diffusion. Ekstrak bawang putih diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 10%, 20%, 30%. Kelompok kontrol terdiri dari kontrol negatif (akuades), kontrol DMSO 10%, dan kontrol positif (itraconazole 8µg/ml). Pengukuran zona hambat dilakukan pada inkubasi 24 dan 48 jam. Uji fitokimia dilakukan dengan metode LC-HRMS untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif dalam ekstrak. Hasil: Tidak terbentuk zona hambat pada ekstrak bawang putih konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, serta pada kontrol DMSO 10% dan akuades. Sebaliknya, kontrol positif itraconazole 8 µg/ml menghasilkan rerata diameter zona hambat sebesar 18,125 mm setelah inkubasi 24 jam dan 15,875 setelah 48 jam. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (P=0,001; P<0,05). Kesimpulan: Ekstrak bawang putih kosentrasi 10%, 20%, dan 30% tidak menunjukkan aktivitas antijamur terhadap Aspergillus flavus dalam uji in vitro. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih tidak efektif menghambat pertumbuhan Aspergillus flavus pada konsentrasi yang diuji
Strategi Pengelola dalam Mengelola Wisata Alam Maha Sky Batu Angkruk Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo
Wisata alam yang kini sedang menjadi trend di kalangan masyarakat yakni wisata
yang menyuguhkan keindahan serta keunikan dalam satu tempat. Maha Sky Batu
Angkruk merupakan wisata alam yang menyuguhkan pemandangan Gunung Prau dan
Gunung Sindoro sekaligus menawarkan pengalaman unik seperti matahari terbit tanpa
harus mendaki. Wisata ini juga merupakan wisata yang menyediakan spot jembatan kaca
yang pertama kali di Wonosobo. Namun, seiring dengan perkembangan wisata dan
berbagai peminat kini banyak muncul wisata dengan konsep yang sama. Hal ini
menjadikan pengelola serta pemilik wisata perlu melakukan strategi agar dapat
memanfaatkan sumber daya lokal untuk menjaga keberlangsungan tempat wisata dan
dapat berdaya saing.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi pengelola dalam mengelola
wisata alam Maha Sky Batu Angkruk, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Metode
yang digunakan kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan dengan purposive
sampling yaitu peneliti menentukan batasan-batasan tertentu untuk menentukan
narasumber. Informan dalam penelitian sebanyak delapan orang yang terdiri dari
pengelola wisata, karyawan pemasaran, juru masak, juru parkir, pemerintah desa,
komunitas jeep, dan wisatawan sebanyak dua orang. Metode pengumpulan data melalui
wawancara, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan sumber data primer dan
sekunder. Model analisis data yang digunakan yakni analisis interaktif. Validasi data yang
digunakan melalui triangulasi sumber .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan wisata Maha Sky Batu Angkruk
dikelola secara mandiri oleh keluarga pemilik dengan dukungan masyarakat lokal.
Pengelolaan berbasis Community Based Tourism (CBT) dimana masyarakat setempat
dilibatkan dalam aspek pengelolaan. Pengelola menerapkan berbagai strategi untuk
menarik wisatawan, termasuk inovasi dalam atraksi wisata seperti jembatan kaca,
promosi melalui media sosial, serta kerja sama dengan komunitas lokal dan pihak luar
seperti pemerintah. Pengelola juga menggunakan modal sosial seperti kepercayaan dan
jaringan kerja sama dengan masyarakat setempat untuk menjaga keberlanjutan usaha
wisata. Hal ini juga terdapat tantangan yang dihadapi yakni meningkatnya persaingan
dengan destinasi serupa di sekitar Dieng. Namun, dengan adanya inovasi dan dukungan
masyarakat, Batu Angkruk berhasil menarik wisatawan dan mempertahankan eksistens