27468 research outputs found
Sort by
The Reason Why The Main Character in Video Game The Last of Us Part II (2020) Experience Psychological Trauma
Studi ini meneliti trauma psikologis yang dialami oleh protagonis, Ellie, dalam
video game tahun 2020 The Last of Us Part II (2020), yang dibuat oleh Naughty
Dog. Penelitian ini meneliti konsekuensi emosional dan psikologis dari momen
momen penting dalam plot game menggunakan psikologi dalam teori sastra.
Trauma Ellie terutama dipicu oleh pembunuhan kejam terhadap figur ayahnya, Joel,
yang memicu siklus kesedihan, obsesi, dan pembalasan. Saat ia melakukan
pencarian kekerasan untuk membalas dendam, Ellie mengalami tekanan fisik dan
emosional yang signifikan, yang mengakibatkan gejala-gejala yang menunjukkan
gangguan stres pascatrauma (PTSD), seperti kilas balik, desensitisasi emosional,
hiperwaspada, dan isolasi sosial. Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Ada
tiga alasan Ellie sebagai karakter utama mengalami trauma yaitu tanpa ayah,
paparan kekerasan, dan objek signifikan yang terkait dengan trauma. Secara
keseluruhan, penelitian ini menekankan bahwa The Last of Us Part II (2020)
beroperasi sebagai permainan video yang berfokus pada narasi dan karya sastra,
yang secara efektif merangkum konsekuensi emosional dan psikologis trauma
melalui karakter, simbolisme, dan struktur
Analysis of the Impact of Agricultural Land, Climate Change, And Rice Productivity on Food Security in Banten Province (2008-2023)
Ketahanan pangan telah menjadi isu strategis di Provinsi Banten seiring
dengan meningkatnya tekanan terhadap lahan pertanian akibat urbanisasi dan
perubahan iklim yang berdampak pada produksi pangan. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pengaruh luas lahan pertanian, perubahan iklim, dan
produktivitas padi terhadap ketahanan pangan di delapan kabupaten/kota di Provinsi
Banten selama periode 2008–2023. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
lahan pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan,
sementara perubahan iklim berpengaruh negatif dan signifikan. Produktivitas padi
memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap ketahanan pangan. Temuan
ini menegaskan pentingnya melindungi lahan pertanian, menerapkan kebijakan
adaptif terhadap perubahan iklim, serta meningkatkan efisiensi dan teknologi
pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Banten secara
berkelanjutan
Analisis Intersectional Framing oleh Patriot Act with Hasan Minhaj: Komedi Sebagai Kontra-Narasi Retorika Anti-Imigran Trump Era Pertama (2018-2019)
Penelitian ini berupaya menginvestigasi bagaimana acara komedi politis Patriot Act with Hasan Minhaj membingkai isu imigrasi sebagai respon terhadap retorika anti imigran Donald Trump dalam masa presidensi pertamanya (2018-2019). Dengan menginkorporasikan kerangka teoritis berupa teori framing dan intersectionality, penelitian ini mendemonstrasikan bahwa Patriot Act melawan apa yang Trump definisikan sebagai sebuah permasalahan perihal imigrasi beserta solusi yang harus diambil terkaitnya. Penggambaran isu imigrasi oleh Patriot Act justru menggarisbawahi suara imigran, menantang bias rasis dan Islamophobic administrasi Trump, serta mendukung keterbukaan Amerika Serikat terhadap imigran dan pencari suaka melalui strategi diskursif dan lelucon yang melibatkan identitas Minhaj sebagai imigran generasi pertama dengan latar belakang Muslim dan India. Pembingkaian ulang isu imigrasi oleh Patriot Act maka menjadi sebuah resistansi intersectional terhadap narasi dominan anti-imigran milik Trump
Willingness to Pay Pengunjung terhadap Pengelolaan Eduwisata Menggala Ranch di Desa Tumiyang Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas
Pariwisata merupakan sektor penting yang berperan besar terhadap perekonomian nasional karena mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Banyumas menjadi salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki potensi besar dalam sektor ini, salah satunya melalui pengembangan Eduwisata Menggala Ranch di Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen. Menggala Ranch menawarkan konsep wisata edukasi berbasis peternakan dengan aktivitas interaktif, namun dalam perkembangannya mengalami penurunan jumlah pengunjung dan menghadapi sejumlah kendala seperti penurunan kualitas fasilitas serta kuantitas ternak. Kondisi ini menunjukkan perlunya strategi pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan agar wisata ini dapat mempertahankan daya tariknya. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah dengan mengetahui kesediaan membayar (Willingness to Pay) pengunjung, yang berperan penting dalam menentukan kebijakan harga tiket, prioritas revitalisasi, serta arah pengembangan destinasi wisata
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai September 2025, dengan objek penelitian yaitu pengunjung objek wisata Menggala Ranch. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 100 responden. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data penelitian melalui metode wawancara, kuesioner, observasi dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, Contingent Valuation Method, dan Regresi Linear Berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kesediaan membayar pengunjung objek wisata Menggala Ranch yaitu Rp.28.387,00 dengan presentase peningkatan yaitu sebesar 13,55% dari harga awal. Adapun Total kesediaan membayar pengunjung yang didapat yaitu sejumlah Rp.2.271.000,00. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar pengunjung objek wisata Menggala Ranch adalah faktor budaya dan juga faktor pribadi
Aspek Agronomi Tanaman Jagung Manis pada Variasi Dosis Pupuk P dan Kasgot yang Diperkaya Biochar, Legum, dan Zeolit di Tanah Ultisol
Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) merupakan salah satu komoditas pangan bergizi tinggi yang banyak diminati masyarakat. Tingkat produksi jagung manis di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu faktor penyebabnya adalah terbatasnya lahan subur akibat alih fungsi lahan, sehingga budidaya jagung manis banyak dilakukan di lahan marginal seperti tanah Ultisol yang bersifat masam, miskin hara, dan memiliki kesuburan rendah. Pembenahan lahan Ultisol dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk anorganik seperti fosfor (SP-36) yang berperan penting dalam fotosintesis dan pembentukan hasil, maupun melalui pemanfaatan pupuk organik kasgot, yaitu kompos hasil dekomposisi larva Black Soldier Fly (BSF) yang diperkaya dengan bahan amelioran seperti biochar, zeolit, dan legum. Bahan-bahan ini diketahui dapat meningkatkan ketersediaan hara dan memperbaiki kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menilai pengaruh pemberian pupuk P dan kasgot yang diperkaya dengan biochar, legum, dan zeolit terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman jagung manis di tanah Ultisol, dan (2) menentukan dosis optimum yang dapat memaksimalkan pertumbuhan dan hasil tanaman, serta menganalisis interaksi antara dosis fosfor dan kasgot yang diperkaya terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 hingga Februari 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama meliputi P0 = kontrol (tanpa aplikasi P), P1 = 25 kg/ha P2O5, P2 = 50 kg/ha P2O5, P3 = 75 kg/ha P2O5. Faktor kedua meliputi K0 = kontrol (tanpa kasgot), K1 = 10 ton/ha, K2 = 20 ton/ha, K3 = 30 ton/ha. Parameter yang diamati meliputi variabel pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kehijauan daun, dan bobot kering tanaman) serta hasil (bobot, diameter, dan panjang tongkol berkelobot dan tanpa kelobot). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji ANOVA, jika berpengaruh nyata maka dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kasgot yang diperkaya biochar, legum, dan zeolit mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis, namun pemberian pupuk fosfor belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis di tanah Ultisol. Dosis terbaik pemberian kasgot yang diperkaya biochar, zeolit, dan legum yaitu 20 ton/ha dengan hasil 313,83 g/tanaman, serta tidak terdapat interaksi antara dosis pupuk fosfor dan dosis pupuk kasgot yang diperkaya biochar, zeolit, dan legum terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis di tanah Ultisol
Implementasi Model Computer Vision Berbasis Deep Learning untuk Deteksi dan Penghitungan Benur Udang Vannamei pada Kondisi Padat dan Pencahayaan Variatif
Budidaya udang di Indonesia menghadapi tantangan dalam proses pembenihan, terutama pada penghitungan benih udang (benur) yang masih dilakukan secara manual. Metode ini memakan waktu, rentan kesalahan, dan dapat menyebabkan stres pada benur. Penelitian ini bertujuan merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi model deep learning berbasis algoritma YOLOv8 untuk deteksi dan penghitungan benur secara otomatis, terutama pada kondisi padat dan pencahayaan bervariasi. Model YOLOv8 nano dilatih selama 200 epoch dan diintegrasikan ke dalam aplikasi web menggunakan Streamlit. Evaluasi performa menggunakan metrik precision, recall, dan mean Average Precision (mAP). Hasil menunjukkan konvergensi optimal dengan penurunan loss yang konsisten. Model mencapai precision 0.86, recall 0.75, mAP50 sebesar 0.84, dan mAP50-95 sebesar 0.50. Pada pengujian berbagai kondisi, akurasi penghitungan tetap tinggi yaitu 99,6% ± 0,05% untuk 100 ekor dan 93,6% ± 0,07% pada 600 ekor. Model terbukti efektif dan andal dalam otomatisasi penghitungan benur. Aplikasi yang dikembangkan menjadi solusi praktis untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam budidaya udang, serta mengurangi risiko stres akibat penanganan manual. Temuan ini menunjukkan potensi besar teknologi computer vision dalam mendukung akuakultur modern di Indonesia
Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Cair Kotoran Sapi dan Photosynthetic Bacteria (PSB) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.)
Tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas unggulan hortikultura yang optimal ditanam di ketinggian 0 – 1.500 mdpl sesuai jenis varietasnya dan tumbuh pada berbagai jenis tanah. Upaya peningkatan produksi budidaya tomat dilakukan dengan memperluas area produksi tanaman dengan memperhatikan ketersediaan unsur hara, salah satunya dengan cara pemupukan. Pemberian pupuk organik merupakan tindakan yang dilakukan dalam memaksimalkan pertumbuhan dan hasil pada tanaman tomat. Pupuk organik cair (POC) bahan kotoran sapi dapat memberikan suplai unsur N, P, dan K. Pemberian pupuk bakteri fotosintesis (PSB) dapat memfiksasi nitrogen dalam meningkatkan pasokan nitrogen untuk fotosintesis tanaman. Penelitian dilaksanakan di screen house Experimental farm, Laboratorium Agroekologi, dan Laboratorium Riset, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Kabupaten Banyumas. Waktu penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan Mei 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor, yaitu 1) Konsentrasi POC 0 mL/L (P0), 10 mL/L (P1), dan 20 mL/L (P2), 2) Konsentrasi PSB 0 mL/L (F0), 10 mL/L (F1), dan 20 mL/L (F2). Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kadar klorofil daun, diameter batang, jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi POC 10 mL/L dan 20 mL/L mampu meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun. Konsentrasi PSB 10 mL/L berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah daun. Konsentrasi PSB 10 mL/L dan 20 mL/L berpengaruh nyata terhadap luas daun. Interaksi antara konsentrasi POC 20 mL/L dan PSB 20 mL/L memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun
Resistensi Masyarakat Pesisir terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023
Penelitian ini bertujuan untuk memahami resistensi masyarakat pesisir terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 serta menjelaskan faktor-faktor yang mendorong resistensi. Fokus kajian ditujukan pada bentuk-bentuk resistensi yang dilakukan masyarakat pesisir dan latar belakang terjadinya resistensi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan pendekatan studi pustaka dengan menelaah sumber literatur yang berkaitan dengan penolakan terhadap kebijakan tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa resistensi masyarakat terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 merupakan bentuk resistensi terbuka. Hal ini ditandai dengan aksi yang dilakukan secara langsung dan kolektif berdasar konsep yang dijelaskan oleh James C. Scott. Dikatakan sebagai resistensi terbuka karena masyarakat melakukan aksi dengan tujuan perubahan yang rasional dan memiliki kemampuan untuk berhadapan dengan pemerintah. Berdasarkan pelaku, resistensi ini terbagi menjadi dua yaitu resistensi yang dilakukan langsung oleh masyarakat dan resistensi masyarakat yang digerakkan oleh LSM. Sebagai penggerak masyarakat, LSM menjalankan fungsinya berupa intelektual organik dalam counter hegemony Gramsci. Adapun faktor kontekstual yang melatarbelakangi resistensi ini adalah pengalaman historis masyarakat pesisir terhadap dampak negatif tambang pasir laut dan ketika ekonomi masyarakat terganggu. Diantara kedua faktor ini, faktor ekonomi menjadi dasar masyarakat pesisir dalam melakukan resistensi terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023
Isolasi, Karakterisasi, dan Potensi Bakteri Pendegradasi Selulosa pada Serasah Daun Sebagai Biodekomposer
Serasah daun merupakan masalah lingkungan di Indonesia akibat produksi serasah yang tinggi. Iklim tropis di Indonesia membuat produksi serasah daun relatif lebih tinggi dari produksi serasah dari negara sub tropis. Hutan tropis menyumbang 50% dari total produksi serasah secara global sementara hutan sub tropis hanya menyumbang 9%. Produksi serasah daun yang tinggi pada pepohonan di perkotaan dapat membuat serasah daun menjadi masalah lingkungan terutama dengan pengelolaan yang kurang optimal seperti pembakaran. Salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalisasi pengelolaan limbah serasah daun adalah pemanfaatan daun sebagai bahan baku pupuk organik melalui proses dekomposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengkarakterisasi, dan menguji potensi bakteri selulolitik dari serasah daun glodokan dan daun jati sebagai biodekomposer. Pemanfaatan bakteri selulolitik diharapkan dapat mempercepat proses dekomposisi dan meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah organik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agroekologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada September 2024–Mei 2025. Sampel serasah daun pohon jati dan serasah daun pohon glodokan diambil di sekitar Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Variabel pengamatan meliputi perhitungan total populasi bakteri, nilai indeks selulolitik, karakter morfologi, dan Persentase susut bobot kering serasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua daun memiliki populasi bakteri yang sama-sama tinggi yaitu 5,6 × 10^7 CFU/mL untuk daun glodokan dan 4,55 × 10^7 CFU/mL untuk daun jati. Berdasarkan karakterisasi secara morfologis didapat 14 isolat untuk daun glodokan dan 12 isolat untuk daun jati. Uji aktivitas selulotik menghasilkan masing-masing 2 isolat dari kedua serasah daun dengan indeks selulotik tertinggi 2 atau sedang. Pengujian degradasi selulosa juga menghasilkan penurunan berat kering serasah daun
Pemanfaatan Media Sosial dalam Pencegahan dan Penanggulangan Peredaran Gelap Narkotika oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas
Peredaran gelap narkotika di Indonesia merupakan ancaman transnasional yang semakin kompleks, termasuk di Kabupaten Banyumas yang menempati peringkat ketiga kasus narkotika di Jawa Tengah. Media sosial, selain berpotensi dimanfaatkan jaringan narkotika, juga digunakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas sebagai sarana pencegahan dan penanggulangan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemanfaatan media sosial oleh BNNK Banyumas serta hambatan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah sosio-legal dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan aparat BNNK Banyumas dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial digunakan untuk edukasi publik, kampanye bahaya narkoba, interaksi masyarakat, pengaduan, dukungan intelijen, deteksi dini dan alternatif penyadapan. Kendala yang muncul meliputi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya anggaran, kurangnya fasilitas pendukung, rendahnya literasi digital masyarakat, serta maraknya hoaks dan akun anonim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial berperan penting dalam strategi non-penal BNNK Banyumas, tetapi pemanfaatannya belum optimal dan memerlukan penguatan lebih lanjut