27468 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kapasitas Vital Paru pada Pekerja Produksi PT Pundi Indokayu Industri Kabupaten Banyumas
Latar Belakang: Proses pengolahan kayu menghasilkan partikel debu yang mencemari lingkungan dan menyebabkan penurunan kapasitas vital paru. PT Pundi Indokayu Industri mempunyai 3 bagian produksi yang menghasilkan debu di lingkungan kerja. Partikel debu yang beterbangan dapat menyebar, sehingga memengaruhi pekerja disebabkan tempat produksi yang terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kapasitas vital paru pada pekerja produksi PT Pundi Indokayu Industri Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 114 responden dengan teknik proportioned random sampling. Variabel dependen yaitu kapasitas vital paru. Variabel independen yaitu umur, status gizi, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, masa kerja, lama paparan, riwayat penyakit paru, penggunaan masker, dan kadar debu. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, timbangan berat badan, microtoice, spirometer, personal dust sampler, alat tulis, dan kamera. Uji statistik yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat, dan multivariat.
Hasil Penelitian: Terdapat hubungan kebiasaan merokok (p-value 0,000), kebiasaan olahraga (p-value 0,040), masa kerja (p-value 0,048), dan penggunaan masker (p-value 0,000) dengan kapasitas vital paru. Variabel yang berpengaruh terhadap kapasitas vital paru yaitu penggunaan masker (OR 14,578), kebiasaan merokok (OR 7,860), dan kebiasaan olahraga (OR 7,469). Diantara variabel yang dianalisis, penggunaan masker menunjukkan pengaruh terbesar terhadap kapasitas vital paru.
Kesimpulan dan Saran: Variabel yang berpengaruh terhadap kapasitas vital paru yaitu penggunaan masker, kebiasaan merokok, dan kebiasaan olahraga. Pekerja disarankan untuk menggunakan masker, berhenti merokok atau mengurangi paparan asap rokok, dan rutin berolahraga (3-5 kali dalam seminggu) agar fungsi paru-paru meningkat
Interaksi Sosial Remaja di Sekolah: Studi Kasus Perilaku Self-Centered Siswa SMP PGRI 4 Bogor
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan, dampak, serta upaya penanganan perilaku self-centered pada siswa kelas VIII SMP PGRI 4 Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku self-centered terbentuk dari kombinasi faktor internal dan eksternal, yaitu pola asuh keluarga (permisif dan otoriter), kondisi ekonomi, dinamika kelompok sebaya yang eksklusif, serta keterbatasan fasilitas sekolah. Dampak yang ditimbulkan dari perilaku self-centered meliputi konflik antarteman, kesulitan kerja sama, hambatan komunikasi dengan guru, dan pembentukan konsep diri yang tidak stabil yang bergantung pada penilaian orang lain (looking glass self). Upaya sekolah untuk mencegah dan mengurangi perilaku self-centered siswa dilakukan melalui pembelajaran kolaboratif, layanan konseling, dan kegiatan ekstrakurikuler telah dilakukan, namun efektivitasnya masih terbatas akibat kesenjangan komunikasi lintas generasi dan kurangnya keterbukaan siswa. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pendekatan yang lebih holistik, adaptif, dan melibatkan seluruh ekosistem sosial siswa untuk mengarahkan perilaku self-centered menuju perkembangan yang lebih konstruktif
The Strategies of Students with Limited Supporting Facilities in Learning English (A Case Study on The Eleventh Grade Students of Smk Cokroaminoto Wanadadi Academic Year 2023/2024)
Penelitian ini difokuskan pada penggunaan strategi belajar siswa di sekolah
yang memiliki fasilitas terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui
bagaimana siswa SMK Cokroaminoto Wanadadi memiliki strategi dengan
kurangnya fasilitas yang mereka alami di sekolah dalam belajar bahasa Inggris (2)
untuk memahami mengapa siswa SMK Cokroaminoto Wanadadi yang kekurangan
fasilitas memilih untuk menggunakan/menerapkan strategi mereka dalam belajar
bahasa Inggris (3) untuk mengetahui bagaimana strategi yang digunakan oleh siswa
SMK Cokroaminoto Wanadadi diimplementasikan dalam belajar bahasa Inggris
dengan fasilitas sekolah terbatas. Metode studi kasus digunakan untuk menyelidiki
strategi belajar siswa sekolah menengah kejuruan. Partisipan adalah siswa kelas
sebelas SMK Cokroaminoto Wanadadi, yang terdiri dari delapan kelas. Data
dikumpulkan melalui observasi kelas terhadap fasilitas dan kondisi pembelajaran,
serta wawancara kelompok terfokus untuk memperkaya informasi tentang
pengalaman belajar siswa. Dan data diolah menggunakan metode analisis deskriptif
untuk memudahkan pemetaan hasil data yang diperoleh.
Penelitian ini menunjukkan bahwa meski fasilitas sekolah terbatas, siswa
tetap menerapkan strategi belajar bahasa Inggris seperti control (jadwal, catatan),
revision (membaca ulang, menulis kosakata, latihan soal), dan motivational &
emotional (mendengarkan lagu, menonton video, belajar bersama). Sebagian kecil
siswa pasif tanpa strategi khusus. Motivasi mereka berasal dari kebutuhan
akademik dan praktis. Strategi diwujudkan melalui catatan kosakata dan aplikasi
belajar. Temuan ini menegaskan keterbatasan fasilitas tidak menghambat
kemampuan bahasa Inggris bila disertai strategi tepat dan motivasi kuat, sekaligus
menjadi masukan bagi guru, siswa, sekolah, dan referensi penelitian selanjutnya
The Influence of Podcast Host Credibility on Gen Z's Purchase Intention: The Role of Gender (Case Study on PodHub Podcast)
This thesis examines the interplay of podcast host credibility, parasocial relationship, and product interest, particularly as influenced by brand placement among Generation Z listeners, with gender considered a moderating factor. Using the Podhub podcast as a focal case study. Rooted in the Stimulus Organism Response (SOR) theory, the research adopts a quantitative approach through a survey method and will utilize the Hayes Model via SPSS PROCESS macro to examine data collected with an online questionnaire. The literature review draws on existing studies, exploring credibility aspects (such as expertise, attractiveness, trustworthiness, and similarity), parasocial relationship dimensions (including empathy, perceived similarity, and more), and product interest elements shaped by brand placement, while highlighting gender’s role in shaping audience perceptions. Aimed at filling research gaps, the study will offer theoretical contributions to understanding digital consumer behavior and practical guidance for brands and podcasters
Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Wordwall Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMAN 1 Pejagoan Kebumen
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Wordwall Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMAN 1 Pejagoan Kebumen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pejagoan yang mendapatkan mata pelajaran ekonomi dengan jumlah siswa sebanyak 180 siswa dan sampel yang diambil sebanyak 60 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran data digunakan dengan melakukan eksperimen dikelas dengan menggunakan meode tes untuk mendapatkan data hasil belajar, selain itu pegumpulan data juga didapat dari dokumentasi selama pengambilan data berlangsung. Data pada penelitia ini diolah menggunakan SPSS 27. Instrumen penelitian ini dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran soal dan uji daya pembeda. Pada penelitian ini uji analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran TGT dengan berbantuan media wordwall berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa
Pengaruh Bantal Turu Miring (Banturing) Mirdlan terhadap Hemodinamik Pasien Baring Lateral saat Personal Hygiene Mandi di Ruang ICU RSUD Margono Soekarjo
Latar Belakang: Pasien kritis di ICU mengalami perubahan status hemodinamik pada saat perubahan posisi lateral ketika personal hygiene mandi. Hal ini menyebabkan perubahan Tekanan darah sistolik, diastolik, nadi, pernapasan, SpO₂. Pengembangan alat Bantal Turu Miring (Banturing) Mirdlan dalam proses asuhan keperawatan di ICU diharapkan mampu mempertahankan status hemodinamik pasien tetap stabil saat personal hygiene mandi.
Tujuan: Mengetahui pengaruh penggunaan Bantal Turu Miring (Banturing) Mirdlan terhadap stabilitas hemodinamik pasien saat personal hygiene mandi di posisi lateral di ICU RSUD Margono Soekarjo.”
Metode: Penelitian ini dilakukan melalui 2 tahap. Pada tahan R&D, diterapkan metode prototyping, pengujian validitas alat menggunakan CVI, uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha serta uji kegunaan alat menggunakan kuisioner USE. Tahap eksperimental dilakukan melalui Quasy Experiment pre-post test with control group dengan populasi pasien kritis di ICU.
Hasil: Hasil penelitian tahap I adalah prototype pengembangan Banturing Mirdlan yang valid (CVI = 1) dan reliabel (p= 0.581) serta layak untuk di gunakan. Hasil penelitian tahap II menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok intervensi dan kontrol pada variabel Tekanan darah sistolik (p=0.030), nadi (p=0.000), nafas(0.000), SPO₂ (p=0.000), dan tidak ada perbedaan yang bermakna pada variabel tekanan darah diastolik (p=0.934).
Kesimpulan: Banturing Mirdlan reliabel dan layak gunakan untuk menjaga stabilisasi hemodinamik pasien saat personal hygiene mandi dengan posisi lateral
Geologi dan Analisis Kestabilan Lereng Tambang Galian C Menggunakan Metode Klasifikasi Massa Batuan Daerah Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur
Daerah Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur berada di antara Gunung Wilis dan Gunung Klotok yang tersusun oleh material vulkanik Kuarter dan memiliki potensi Galian C, namun kegiatan penambangan masih dalam tahap perencanaan sehingga diperlukan kajian geologi serta analisis kestabilan lereng untuk menjamin keamanan tambang. Penelitian dilakukan melalui pemetaan geologi serta metode klasifikasi massa batuan berupa Rock Mass Rating (RMR) dan Slope Mass Rating (SMR) guna menilai kualitas massa batuan dan jenjang. Secara geomorfologi, daerah penelitian termasuk dalam bentuk asal gunungapi dengan tiga satuan bentuk lahan menurut Van Zuidam (1989), yaitu Satuan Lereng Kaki Gunungapi Wilis, Satuan Kerucut Gunungapi Klotok, Satuan Aliran Lava Klotok dan Satuan Dataran Fluvio Vulkanik Wilis Klotok. Sedangkan satuan geologi daerah penelitian terdiri atas Satuan Lava Andesit, Breksi Piroklastik, dan Breksi Laharik yang menunjukkan lingkungan gunungapi transisi proksimal–medial. Analisis geologi teknik melalui data set diskontinuitas dan kinematik menunjukkan potensi longsoran terbesar berupa oblique toppling sebesar 36,02%. Hasil klasifikasi massa batuan menunjukkan nilai RMR sebesar 71 (kelas II, kategori baik menurut Bieniawski, 1989) dan nilai SMR yaitu 67,5 (kelas baik menurut Romana, 1985) menunjukkan lereng relatif stabil meskipun masih terdapat potensi longsoran pada beberapa blok dengan reomendasi perkuatan lereng berupa pembuatan parit kaki lereng, jaring kawat baja, serta pemasangan baut batu lokal maupun sistematis. Arah ekskavasi yang direkomendasikan adalah N85°E dengan rata-rata potensi longsoran 0,59%, sedangkan arah N270°E tidak disarankan karena memiliki potensi longsoran hingga 24%. Analisis faktor keamanan (FK) lereng aktual bernilai 0,489 yang termasuk kondisi tidak aman, sehingga diperlukan perancangan jenjang dengan kemiringan 35° yang menghasilkan FK=1,259 dan menunjukkan kondisi lereng yang aman untuk aktivitas penambangan
Budidaya Ternak Domba Potong di Mendo Galak Farm Desa Sariharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman Yogyakarta
Laporan praktik kerja berjudul ”Budidaya Ternak Domba Potong di Mendo Galak Farm” yang disusun untuk memenuhi persyaratan kurikuler pada program studi D-III Budidaya Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Usaha penggemukan domba merupakan suatu proses mengkombinasikan faktor-faktor produksi berupa lahan, ternak, tenaga kerja dan juga modal untuk kebutuhan masyarakat. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja adalah untuk menambah pengalaman serta pengetahuan dalam memelihara ternak domba. Metode pelaksaan kegiatan praktik kerja secara langsung ke lapangan dengan mengikuti serangkaian kegiatan yang telah di tetapkan oleh pihak peternakan. Materi yang di gunakan untuk praktik kerja di Mendo Galak Farm adalah ternak domba dengan jumlah 455 terdiri dari domba ekor tipis, domba ekor gemuk, kambing saanen, kambing etawa, domba garut dan domba merino.
Hasil praktik kerja selama 30 hari dapat di ketahui bahwa rata-rata bobot 5 domba yaitu 16,65 kg dengan PBBH 88,5 g. Model kandang yang digunakan di peternakan Mendo Galak Farm adalah kandang dengan model kandang panggung dan pemeliharaanya dengan cara intensif yang pemeliharaanya berada di dalam kandang. Pakan yang di berikan kepada ternak berupa konsentrat dan kangkung kering. Bahan pakan penyusun konsentrat adalah seperti pollar, gaplek, bekatul, premix, cgf, kleci, ddgs, bkk, tepung sawit, tepung jagung, kopra dan garam konsumsi. Hasil produksi yang diperoleh dari Mendo Galak Farm yaitu berupa domba penggemukan, daging domba dan juga ternak. Usaha penggemukan domba merupakan suatu proses mengkombinasikan faktor-faktor produksi berupa lahan, ternak, tenaga kerja dan juga modal untuk kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil praktik kerja disimpulkan bahwa manajemen pemeliharaan di Mendo Galak Farm sudah cukup baik di tinjau dari PBBH 88,5 g /ekor/hari, evaluasi kecukupan pakan BK 0,15 kg, PK 0,025 kg, TDN 0,013 kg. Mendo Galak Farm dapat dinyatakan layak karena nilai efisiensi usaha atau R/C menunjukan 1,01 dengan rentabilitas yang sebesar 1,20 % dan payback periode selama 82 atau dapat diartikan akan balik modal selama 13 tahun 7 bulan
Budidaya Ternak Domba Di El Satya Farm Desa Majakerta Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang
Magang Ruminansia dilaksanakan di El Satya Farm yang beralamat di Desa Majakerta, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Magang dimulai pada tanggal tanggal 2 September sampai 23 Oktober 2024. Magang dilaksanakan bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam memahami sistem manajemen usaha peternakan domba, memperoleh pengalaman dalam perencanaan dan pengelolaan usaha peternakan secara nyata di El Satya Farm, serta meningkatkan kemampuan dalam menyusun rencana usaha yang meliputi aspek teknis, manajerial, dan ekonomi. Selain itu, kegiatan magang ini juga bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, memperluas wawasan tentang peluang usaha di bidang peternakan domba, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan pelaku usaha maupun masyarakat peternak.
Materi yang digunakan pada kegiatan magang yaitu 210 ekor domba yang terdiri dari domba Sakub, Awassi, Dorper, Garut, Merino, dan Suffolk. Peternakan menggunakan kandang panggung beratap monitor roof dan berbahan kayu serta beton. Pakan berupa ampas tahu, konsentrat, dan rumput odot 3 kg/ekor/hari, dengan air minum ad libitum. Kegiatan didukung oleh peralatan kebersihan kandang, alat produksi seperti timbangan dan alat cukur, serta perlengkapan pemotongan dan transportasi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan magang di El Satya Farm untuk memperoleh data yaitu dengan melakukan praktik, pengamatan dan wawancara. Kegiatan yang dilaksanakan selama magang meliputi kegiatan rutin, kegiatan insidental dan kegiatan penunjang. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari yaitu pembersihan tempat pakan dan minum, pemberian pakan dan minum dan pembersihan kandang. Kegiatan insidental yang dilaksanakan yaitu pencukuran bulu domba, pemotongan kuku domba, memandikan domba, menimbang bobot badan dan pemberian vitamin serta antibiotik. Kegiatan penunjang yang dilakukan berupa diskusi dengan pemilik kandang El Satya Farm, manajer kandang dan operator atau anak kandang (ABK).
Hasil kegiatan magang di El-Satya Farm adalah pertambahan bobot badan pada domba Merino, domba Awassi, domba Dorper, domba Suffolk, domba Garut dan domba Sakub mendapatkan hasil rata-rata 124,6 g/ekor. Evaluasi kecukupan pakan menunjukkan Bahan Kering sebesar +85,32 g, Protein Kasar sebesar +44,58 g dan Total Digestible Nutrient sebesar +102,82 g. Usaha peternakan El-Satya Farm milik bapak Yulianto sudah dijalankan dengan sangat baik. Hal ini didasarkan pada kesimpulan yang diperoleh penulis selama menjalani magang di El-Satya Farm. Pada perhitungan analisis ekonomi di El Satya Farm di dapatkan modal sebesar Rp. 937.104.986,00, dengan keuntungan sebesar Rp. 64.835.431 dalam satu periode, BEP harga yang didapatkan sebesar Rp. 77.011.00,00/kg bb dengan BEP produk yaitu 1.394 kg, nilai R/C sebesar 1,45 dengan rentabilitas sebesar 6,49 % dan payback period 14,45 periode atau 12 tahun 0,5 bulan. Berdasarkan hasil kegiatan magang yang dilaksanakan di El Satya Farm bahwa usaha ternak domba di El Satya Farm memiliki efisien yang cukup baik dan layak untuk dikembangkan namun didukung dengan strategi pemasaran offline dan online
Analisis Tingkat Kepuasan Petani Gula Semut sebagai Mitra pada PT Berkat Petani Indonesia di Kabupaten Banyumas
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kemitraan dalam meningkatkan kesejahteraan petani gula semut, khususnya di tengah tantangan seperti fluktuasi harga, keterbatasan akses pasar, dan rendahnya nilai tambah yang diterima petani. PT Berkat Petani Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang menjalankan pola kemitraan langsung dengan petani di Kabupaten Banyumas dan Purbalingga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui bentuk pelaksanaan kemitraan antara petani gula semut dengan PT Berkat Petani Indonesia, (2) Mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan petani terhadap pola kemitraan dengan PT Berkat Petani Indonesia, (3) Mengetahui rencana perbaikan terhadap pola kemitraan dengan PT Berkat Petani Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap 83 petani mitra. Data dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengukur kesesuaian antara tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan terhadap tujuh atribut kemitraan, yaitu hubungan kemitraan, harga dan pembayaran, hubungan dengan perusahaan, fasilitas saprodi, bimbingan teknis, proses produksi dan pemasaran, serta kesejahteraan. Instrumen yang digunakan diuji validitas dan reliabilitasnya untuk memastikan kualitas data yang dikumpulkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemitraan antara petani dan PT Berkat Petani Indonesia telah berjalan dalam pola yang cukup sistematis dan terstruktur dengan menjalankan bentuk kemitraan inti-plasma sebagai penyedia sarana produksi, pelatihan teknis, dan akses pasar kepada petani. (2) Berdasarkan hasil analisis Importance Performance Analysis (IPA), atribut yang menjadi prioritas utama perbaikan (kuadran I) adalah ketidakseimbangan hak dan kewajiban, kesesuaian harga beli gula semut dengan harapan petani, adanya insentif bonus bagi petani, kecukupan bantuan sarana produksi, terbatasnya akses informasi pasar, jaminan kesejahteraan petani. (3) Penelitian ini memberikan rencana perbaikan dengan meningkatkan ketepatan waktu dalam penyaluran sarana produksi, menyusun sistem penetapan harga yang lebih transparan dan adil, menyediakan informasi pasar dan permintaan secara rutin dan terbuka dan memperluas jaminan kesejahteraan petani seperti asuransi dan kontrak kerja yang berkelanjutan