27468 research outputs found
Sort by
Hubungan Antara Komposisi Tubuh dengan Tingkat Daya Tahan Kardiovaskular (VO2Max) Siswa Ekstrakurikuler Bola Basket SMA Negeri 1 Baturraden.
Latar Belakang: Bola basket adalah permainan dua tim yang bertujuan memasukkan bola ke ring untuk mencetak poin sebanyak mungkin. VO2Max merupakan faktor penting dalam olahraga permainan seperti basket karena durasi pertandingan bola basket berlangsung selama empat kuarter untuk masing-masing kuarter berdurasi 10 menit dengan intensitas yang tinggi. VO2Max adalah kemampuan maksimal tubuh menyerap dan memanfaatkan oksigen, yang mendukung daya tahan kardiovaskular. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah komposisi tubuh. Komposisi tubuh mengacu pada persentase berbagai komponen tubuh, termasuk massa tulang, cairan, otot, dan lemak. Komposisi tubuh yang kurang ideal dapat berdampak pada menurunnya tingkat kebugaran fisik seseorang.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara komposisi tubuh dengan tingkat daya tahan kardiovaskular siswa ekstrakulikuler bola basket SMA N 1 Baturraden.
Metodologi: Jenis Penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dan korelasional dengan 20 responden melalui total sampling yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dalam rentang usia 15-18 tahun. Data diperoleh menggunakan BIA untuk komposisi tubuh dan MFT untuk VO2Max. Data dianalisis dengan uji pearson product moment dan korelasi ganda untuk mengetahui hubungan antar variabel.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) dan persen lemak tubuh yang masuk dalam kategori Healty Fitness Zone (HFZ). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa rata-rata responden laki-laki memiliki tingkat daya tahan kardiovaskular yang masuk dalam kategori “Kurang”, sedangkan mayoritas responden perempuan dalam kategori “Cukup”. Hasil uji korelasi ganda pada variabel indeks massa tubuh dan persen lemak tubuh dengan variabel VO2Max menujukan nilai sig. F Change sebesar 0,000 sehingga p < 0,05, sehingga diketahui bahwa terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dan persen lemak tubuh dengan tingkat daya tahan kardiovaskular (VO2Max).
Kesimpulan: Ada hubungan antara indeks massa tubuh dan persen lemak tubuh dengan tingkat daya tahan kardiovaskular (VO2Max)
Hubungan power otot tungkai, kecepatan, koordinasi mata dan kaki, dan konsentrasi dengan ketepatan shooting futsal di SMA Negeri 1 Paguyangan
Latar Belakang: Olahraga adalah aktivitas jasmani yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan kualitas hidup, baik secara individu maupun kelompok, termasuk melalui ekstrakurikuler seperti futsal di SMA Negeri 1 Paguyangan. Futsal, yang dimainkan oleh lima orang per tim, menuntut penguasaan teknik dasar seperti passing, dribbling, dan shooting. Teknik shooting yang baik dipengaruhi oleh kekuatan otot tungkai, kecepatan, koordinasi mata-kaki, serta konsentrasi mental. Namun, berdasarkan observasi di SMA tersebut, latihan futsal hanya dilakukan sekali seminggu, sehingga banyak siswa belum menguasai teknik shooting dengan baik, terutama dalam hal akurasi dan kekuatan tendangan. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel terdiri dari 30 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji linieritas, uji korelasi pearson, dan regresi berganda Hasil Penelitian: Kriteria keputusan uji korelasi apabila nilai sig < 0,05 maka dapat disimpulkan memiliki hubungan antara variabel bebas dengan terikat. Hasil analisis product moment power otot tungkai 0,001, kecepatan 0,001, koordinasi mata dan kaki 0,001, dan konsentrasi 0,016. Secara keseluruhan, faktor-faktor tersebut memberikan kontribusi sebesar 97,34% terhadap ketepatan shooting. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan power otot tungkai, kecepatan, koordinasi mata dan kaki, konsentrasi dengan ketepatan shooting futsal
Karakteristik Kimia dan Sensoris Wafer Flat Cokelat dengan Penambahan Variasi Konsentrasi Bubuk Wafer
Wafer merupakan salah satu jenis biskuit yang terbuat dari adonan cair, berpori kasar, renyah, dan bila dipatahkan penampangnya tampak berongga. Salah satu jenis wafer adalah wafer flat, yaitu lembaran wafer yang dipanggang dan dilapisi dengan krim. Dalam proses produksi wafer tidak lepas dari suatu masalah produk reject yang menjadi waste atau limbah produksi. Produk reject yang dihasilkan ini dapat dimanfaatkan kembali sebagai upaya mengurangi waste yang menjadi limbah produksi dan meningkatkan efisiensi produksi, salah satunya sebagai bubuk wafer yang digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan krim wafer. Penelitian mengenai pemanfaatan bubuk wafer ini diperlukan untuk melihat bagaimana variasi konsentrasi bubuk wafer dapat berpengaruh terhadap hasil akhir dari wafer flat cokelat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui konsentrasi bubuk wafer yang tepat yang dapat ditambahkan pada wafer flat cokelat agar memenuhi standar SNI, 2) mengetahui karakteristik kimia dan sensoris wafer flat cokelat yang ditambahkan bubuk wafer dengan berbagai konsentrasi.
Penelitian ini dilakukan di PT. X dan Laboratorium Pangan dan Gizi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, dari bulan Oktober 2024 sampai Januari 2025. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu variasi konsentrasi bubuk wafer yang terdiri dari 0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, dan 14%. Variabel yang diamati meliputi karakteristik kimia berupa kadar air, kadar asam lemak bebas, kadar serat kasar, dan kadar protein terlarut, serta karakteristik sensoris berupa tekstur, rasa manis, aroma wafer, dan kesukaan secara keseluruhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan variasi konsentrasi bubuk wafer tidak memengaruhi karakteristik kimia secara signifikan, tetapi memengaruhi karakteristik sensoris berupa tekstur, rasa manis, dan overall. Ditinjau dari karakteristik sensoris, perlakuan dengan penambahan bubuk wafer konsentrasi 2% dapat meningkatkan karakteristik sensoris berupa tekstur, rasa manis, dan overall. Akan tetapi, perlakuan dengan penambahan bubuk wafer konsentrasi 8% tidak berbeda dengan perlakuan tanpa penambahan bubuk wafer. Oleh karena itu, perlakuan dengan penambahan bubuk wafer konsentrasi 8% dapat diaplikasikan sebagai bahan tambahan dalam adonan krim tanpa mengurangi kualitas dan sensoris produk akhir. Selain itu, dengan memanfaatkan bubuk wafer sebesar 8%, wafer flat cokelat yang dihasilkan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan dan syarat pangan tinggi serat, serta perusahaan dapat mengurangi limbah produksi menjadi 13,7%. Artinya, terjadi penurunan waste sebesar 5,3 dari total produksi. Jika dilihat dari proporsi terhadap waste awal, pengurangan ini setara dengan 27% dari total waste yang sebelumnya dihasilkan
Simulasi Aliran Darah pada Stenosis Arteri Karotis Penyebab Stroke Iskemik dengan Model Fluida Casson Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamics (CFD)
Stenosis arteri karotis merupakan kondisi penyempitan lumen arteri yang berpotensi mengganggu aliran darah menuju otak, yang dapat menyebabkan stroke iskemik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kecepatan aliran darah serta perubahan tekanan pada stenosis arteri karotis dengan model Casson menggunakan metode Computational Fluid Dynamics. Fokus penelitian terletak pada pengaruh elastisitas dinding arteri terhadap aliran darah, dengan membandingkan kondisi dinding kaku dan elastis pada tingkat stenosis yang bervariasi 0%, 20%, 40%, 60%, dan 80%. Simulasi dilakukan pada model arteri karotis berbentuk silinder dengan penyempitan konsentris, di mana aliran darah dianggap laminar dan bersifat transien dengan kecepatan awal periodik. Tekanan outlet didefinisikan konstan sebesar 100 mmHg. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan persentase stenosis mengakibatkan peningkatan kecepatan aliran darah di lokasi stenosis. Pada dinding elastis, aliran darah lebih mudah beradaptasi dengan perubahan bentuk, sedangkan pada dinding kaku, aliran menjadi terbatas, sehingga terjadi peningkatan tekanan dengan dengan perbedaan persentase kenaikan tekanan antara dinding arteri elastis dan kaku mencapai 2,97%. Stenosis 60% menyebabkan lonjakan tekanan maksimum pada inlet, dengan tekanan darah mencapai 145,92/81,77 mmHg untuk dinding kaku dan 142,35/80,0012 mmHg untuk dinding elastis. Kondisi ini menghasilkan pressure drop yang signifikan dan meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah, yang dapat memicu terjadinya stroke iskemik
Formulasi Mi Basah Sumber Protein Berbasis Tapioka, Tepung Kecambah Koro Pedang Putih, dan Lele Sebagai Alternatif Pangan Lokal Pencegah Stunting
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dengan ciri fisik tubuh pendek dari seusianya pada bayi berusia dibawah 2 tahun karena asupan protein yang inadekuat. Mi basah dari
tapioka, tepung kecambah koro pedang putih (TKKPP) dan ikan lele dapat digunakan sebagai alternatif pangan lokal sumber protein untuk pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula terbaik mi basah yang dibuat dari tapioka, TKKPP, dan ikan lele berdasarkan
kadar protein total, lemak total, dan mutu sensori (warna, aroma, tekstur, dan rasa). Rancangan Acak Kelompok (RAK) Eksperimental Non-Faktorial. Faktor perlakuan yaitu
proporsi tapioka, TKKPP, dan lele yang terdiri dari 6 formula meliputi P1 (50:40:10); P2 (50:30:20); P3 (50:20:30); P4 (50:10:40); P5 (50:0:50); dan P6 (50:50:0) dengan 4 kali pengulangan. Analisis statistik kadar protein total dan lemak total menggunakan ANOVA dan DMRT (beda signifikan jika
α<0.05), sedangkan uji mutu sensori menggunakan Friedman. Proporsi tapioka : TKKPP : lele berpengaruh (p = 0,000) terhadap protein total, warna, tekstur, aroma, dan rasa, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap lemak total mi basah (p=0,657). P1 (50:40:10) merupakan formula terbaik berdasarkan indeks efektivitas. P1 mengandung protein sebesar 24,45 %bk, lemak 0,57 %bk; kadar air 68,46 %bb;
kadar abu 3,14 %bk; dan karbohidrat by difference 71,81 %bk. Formula tersebut memiliki skor warna 3,3 (cukup putih kekuningan); aroma 2,4 (beraroma beany dan amis); tekstur 1,98 (kurang kenyal); dan rasa 3,46 (cukup terasa kecambah dan lele). Satu sajian mi basah yaitu 40 g
Kajian Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Prestasi Best Time Atlet Renang di Aquatic Swimming Club Purbalingga
Latar Belakang: Keterlibatan orang tua pada pertumbuhan dan proses tumbuh kembang anak tidak
dapat diabaikan saat menyokong prestasi buah hati. Dukungan orang tua terhadap prestasi anak tidak
hanya terbatas pada aspek psikologis, tetapi juga mencakup perhatian, pemberian gizi yang tepat,
penyediaan fasilitas lengkap dan sesuai kebutuhan, serta penciptaan kondisi yang menunjang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran orang tua dalam meningkatkan prestasi best time atlet
renang di Aquatic Swimming Club Purbalingga, dengan harapan dapat memberikan wawasan
mengenai pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung perkembangan anak.
Metodologi: Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif untuk
mengetahui bagimana peran orang tua dalam meningkatkan prestasi best time atlet renang di Aquatic
Swimming Club Purbalingga. Sampel penelitian ini yaitu orang tua atlet prestasi sebanyak 30 orang
yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan kuisioner melalui google form. Penilaian indikator dilakukan menggunakan skala
likert dengan rentang skor 1 hingga 4.
Hasil Penelitian: Analisis deskriptif menunjukkan bahwa peran orang tua dalam meningkatkan
prestasi best time atlet renang di Aquatic Swimming Club Purbalingga masuk ke dalam kategori
sangat baik dengan rata-rata skor sebesar 115. Sebanyak 20 (66,67%) orang tua memberikan
dukungan dengan kategori sangat baik, dan sisanya sebanyak 10 (33,33%) orang tua memberikan
dukungan dengan kategori baik. Dukungan orang tua dalam berbagai faktor juga dikaji, di mana
sebanyak 17 orang tua (56,67%) memberikan perhatian dengan kategori sangat baik, sedangkan 13
orang tua (43,33%) berada dalam kategori baik. Dalam faktor pemberian gizi, sebanyak 15 orang
tua (50%) memberikan dukungan dengan kategori baik, 12 orang tua (40%) dalam kategori cukup
baik, 2 orang tua (6,67%) dalam kategori kurang baik, dan 1 orang tua (3,33%) dalam kategori
kurang baik. Pada faktor sarana dan prasarana, sebanyak 26 orang tua (86,67%) memberikan
dukungan dengan kategori sangat baik dan 4 orang tua (13,33%) dengan kategori baik. Selain itu,
faktor lingkungan menunjukkan bahwa sebanyak 25 orang tua (83,33%) memberikan dukungan
dengan kategori sangat baik dan 5 orang tua (16,67%) dengan kategori baik.
Kesimpulan: Keterlibatan orang tua benar-benar berpengaruh pada peningkatan pencapaian best
time terhadap atlet renang di Aquatic Swimming Club Purbalingga
Implementasi Media Pembelajaran Berbasis audio Visual Terhadap Hasil Belajar Bola Voli Materi Passing Atas Di SMP N 1 Kembaran
Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Terhadap Hasil Belajar Bola Voli Materi Passing Atas Di SMP N 1 Kembaran
Thoriqillatif, Muhammad Syafei, Topo Suhartoyo
Latar Belakang: Pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan mengenai materi bola voli masih menerapkan metode konvensional dengan mengandalkan buku saja. Penerapan media pembelajaran berbasis teknologi audio visual belum diterapkan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa dengan media pembalajaran berbasis audio visual yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar passing atas bola voli.
Metodologi: Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research dengan model penerapan yang melibatkan kegiatan berulang, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Sample dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP N 1 Kembaran yang berjumlah 35 siswa. Teknik analisis data dalam peneitian menggunakan teknik presentase atau rumus percetages correction.
Hasil Penelitian: Hasil dari analisis data yang dilaksanakan siklus 1 rata rata hasil belajar siswa untuk keseluruhan aspek yang meliputi aspek afektif, kognitif dan psikomotor adalah 72,29 Sedangkan untuk siklus 2 hasil belajar siswa untuk keseluruhan aspek yang meliputi aspek afektif,kognitif dan psikomotor adalah 78,93. Hasil dari ketuntasan belajar klasikal menggunakan implementasi atau penerapan media pembelajaran audio visual dengan pokok bahasan passing atas bola voli siklus 1 adalah 31,42% dan siklus 2 adalah 78,57%.
Kesimpulan: Media pembelajaran berbasis Audio visual dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital.
Kata Kunci: Audio visual, media pembelajaran, bola voli,passing atas, pendidikan jasmani, hasil belajar siswa
The Effect of Green Accounting Integration and Corporate Social Responsibility on Profitability with Environmental Performance as a Moderating Variable
Environmental problems caused by industrial activities are increasingly becoming a global concern, including in Indonesia. The implementation of green accounting and corporate social responsibility is a strategy used by companies to increase transparency and social and environmental responsibility. However, there are still differences in research results regarding the impact of green accounting and CSR on company profitability.
This study aims to empirically examine the effect of green accounting and CSR on corporate profitability and the role of environmental performance in strengthening the relationship. By using Stakeholder Theory, Legitimacy Theory, and Signaling Theory, this study aims to provide a deeper understanding of how companies can increase profitability through sustainability practices. The results of this study are expected to provide insight for companies, investors, and regulators in developing more effective sustainability policies.
This study uses secondary data from financial reports, annual reports, and sustainability reports of manufacturing companies listed on the IDX during the 2019-2023 period. The sampling technique used was purposive sampling, with a final sample size of 35 companies resulting in 175 observations. The independent variables are green accounting and CSR, the dependent variable is profitability, while the moderating variable is environmental performance. The analysis method used is multiple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA) with the help of SPSS 25 software.
The results showed (1) green accounting has a positive effect on profitability, (2) CSR has a negative effect on profitability, (3) environmental performance does not moderate the relationship between green accounting and profitability, (4) environmental performance does not moderate the relationship between CSR and profitability. The implication of the above conclusions is that companies that implement green accounting can benefit in increasing profitability. However, the implementation of CSR needs to be evaluated so as not to burden the company's finances without providing clear economic benefits. In addition, good environmental performance does not always guarantee an increase in the impact of green accounting and CSR on profitability, so companies need to consider more effective strategies in managing environmental and social resources to remain competitive. while regulations related to green accounting and CSR need to be adjusted to provide long-term benefits without reducing the competitiveness and profitability of the company
Pengaruh Ketinggian Lereng dan Intensitas Hujan terhadap Stabilitas dan Biaya Dinding Penahan Tanah
Dinding Penahan Tanah (DPT) berfungsi untuk menahan tekanan tanah lateral dan mencegah keruntuhan pada lereng curam. Ketinggian lereng dan intensitas hujan menjadi faktor yang berpengaruh terhadap stabilitas DPT. Peningkatan ketinggian lereng dapat menurunkan stabilitas DPT, sementara hujan meningkatkan kadar air tanah, yang berpotensi mengurangi kestabilan lereng dan kinerja DPT. Pemilihan material yang tepat, seperti beton atau batu kali, sangat penting untuk mengatasi dampak hujan dan meminimalkan biaya pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh material DPT terhadap stabilitas, pengaruh ketinggian lereng serta biaya konstruksi terhadap stabilitas DPT dengan material yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan membandingkan DPT dengan material batu kali dan beton bertulang pada variasi ketinggian lereng 1,5 m hingga 10 m dan rasio lebar (B) terhadap tinggi (H) lereng antar 0,3 - 0,7 dengan metode elemen hingga. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi ketinggian lereng, semakin rendah nilai faktor keamanan (SF) untuk kedua jenis material. DPT batu kali memiliki faktor keamanan (SF) yang lebih tinggi dibandingkan beton bertulang, dengan perbedaan SF antara 1,26% hingga 19,04% dengan rata-rata 10,39%. Peningkatan SF pada batu kali juga lebih signifikan terhadap perubahan rasio B/H. SF meningkat seiring bertambahnya rasio B/H pada kedua material, menunjukkan stabilitas DPT yang lebih baik dengan dimensi yang lebih besar. Penurunan SF untuk setiap kenaikan ketinggian lereng 0,5 m pada batu kali berkisar 5,61% hingga 6,53%, sementara pada beton bertulang 5,47% hingga 6,08%. Analisis menunjukkan hubungan linier antara SF dan biaya konstruksi, dimana setiap peningkatan 0,1 SF mengarah pada kenaikan biaya konstruksi. Batu kali memerlukan biaya lebih rendah dibanding beton bertulang untuk mencapai SF minimum. Misalnya, pada ketinggian 1,5 m, batu kali membutuhkan biaya Rp561.914,23 (SF 2,021), sedangkan beton bertulang Rp1.832.768,56 (SF 1,887)
Peran Mediasi Manajemen Laba Pada Pengaruh Pengungkapan Corporate Sustainability Reporting terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan yang Terdaftar pada Indeks SRI-KEHATI di BEI Tahun 2022-2023
Penelitian ini mengeksplorasi Peran Mediasi Manajemen Laba Pada Pengaruh Pengungkapan Corporate Sustainability Reporting Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Yang Terdaftar Pada Indeks Sri-Kehati Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2022-2023. Corporate Sustainability Reporting (CSR) mengacu pada komitmen perusahaan untuk beroperasi secara etis dan berkelanjutan. Hal mengintegrasikan antara lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam praktik bisnis, serta memastikan bahwa kegiatan operasional perusahaan berdampak positif pada masyarakat dan lingkungan sambil mempertahankan profitabilitas.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analisis regresi menggunakan metode kausal step. Dengan metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling, Sumber data penelitian ini merupakan data sekunder yang didapatkan langsung dari perusahaan yang terdaftar di indeks SRI-KEHATI melalui web BEI atau web resmi perusahaan terkait. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa; (1) Pengungkapan Corporate Sustainability Reporting (CSR) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan; (2) Pengungkapan Corporate Sustainability Reporting (CSR) tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba; (3) Pengungkapan manajemen laba berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan; dan (4) Pengungkapan Corporate Sustainability Reporting (CSR) yang dimediasi oleh manajemen laba tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan