Repository Universitas Jenderal Soedirman

Repository Universitas Jenderal Soedirman
Not a member yet
    27468 research outputs found

    Efektivitas Pelaksanaan Pidana dengan Syarat Berupa Pelayanan Masyarakat terhadap Anak sebagai Pelaku Tindak Pidana di Kabupaten Banyumas

    No full text
    Kasus anak yang berhadapan dengan hukum di Kabupaten Banyumas dari tahun 2021-2025 tergolong banyak, di Pengadilan Negeri Banyumas untuk anak yang berhadapan dengan hukum pada tahun 2021-2025 sebanyak 24 kasus, sedangkan di Pengadilan Negeri Purwokerto sebanyak 45 kasus anak. Anak yang dijatuhi pelaksanaan pidana pelayanan masyarakat di Kabupaten Banyumas dari 2021-2025 sebanyak 1 anak yang dijatuhi pelaksanaan pidana pelayanan masyarakat, sedangkan di Pengadilan Negeri Purwokerto anak yang dijatuhi pelaksanaan pidana pelayanan masyarakat sebanyak 4 anak. Pelayanan masyarakat dijatuhkan paling sebentar 7 (tujuh) jam dan paling lama 120 (seratus duapuluh) jam, di Kabupaten Banyumas pelaksanaan pidana pelayanan masyarakat dilaksanakan 1 (satu) jam perhari selama 3 (tiga) bulan lamanya dengan tidak mengganggu kegiatan anak. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: Bagaimanakah efektivitas pelaksanaan pidana dengan syarat berupa pelayanan masyarakat terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana di Kabupaten Banyumas dan apakah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pidana dengan syarat berupa pelayanan masyarakat terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan teori efektivitas hukum Donald Black dan teori sistem hukum Lawrance M.Friedman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis dengan lokasi penelitian di PN Banyumas, PN Purwokerto, Bapas dan Masjid Jami Baitul Mu’min menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara dan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pidana dengan syarat berupa pelayanan masyarakat terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana di Kabupaten Banyumas belum efektif, karena dalam pelaksanaannya tujuan dari pidana pelayanan masyarakat belum sepenuhnya tercapai dan kendala yang dihadapi dalam pelaksaaan pidana dengan syarat berupa pelayanan masyarakat anak sebagai pelaku tindak pidana di Kabupaten Banyumas adalah: pertama dari struktur hukumnya yaitu kurangnya Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Kelas II Purwokerto yang ada di Kabupaten Banyumas sehingga dalam pelaksanaan pengawasan pidana pelayanan masyarakat hanya 1 (satu) bulan sekali dan dilakukan oleh 1 (satu) Pembimbing Kemasyarakatan, kedua dari kultur hukum yaitu masih tingginya stigma negatif dari masyarakat

    Analisis Preferensi Konsumen dan Rantai Nilai Pemasaran pada pengembangan Produk Pakan Ternak Berbasis Maggot (Studi Kasus di Desa Salem Kabupaten Brebes)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen, rantai nilai pemasaran, serta strategi pemasaran yang efektif dalam pengembangan produk baru pakan ternak berbasis maggot di Desa Salem dengan latar belakang bahan baku di daerah tersebut yang melimpah, Kabupaten Brebes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen terhadap pakan maggot masih terbatas, meskipun diakui memiliki manfaat dalam meningkatkan pertumbuhan ternak dan mengurangi biaya pakan, dengan faktor utama yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah harga, ketersediaan produk, manfaat terhadap pertumbuhan ternak, serta kemudahan mendapatkan informasi. Analisis rantai nilai pemasaran mengungkapkan bahwa distribusi pakan maggot masih belum optimal karena keterbatasan akses pasar dan sistem logistik yang belum terorganisir dengan baik, namun nilai tambah terjadi pada tahap pengolahan dan distribusi dengan peningkatan harga jual setelah melalui proses fermentasi dan pengemasan. Strategi pemasaran yang direkomendasikan meliputi penguatan edukasi dan promosi kepada peternak, peningkatan kerja sama dengan pemerintah desa dan BUMDes untuk mendukung distribusi, serta pemberian insentif bagi peternak yang beralih ke pakan maggot. Implikasi penelitian ini bagi pemerintah desa adalah perlunya kebijakan yang lebih proaktif dalam mendukung pengembangan budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan limbah organik sekaligus sebagai sumber pakan alternatif berkelanjutan, dengan peran pemerintah desa dalam memberikan pelatihan kepada peternak. Bagi peternak, penelitian ini memberikan wawasan bahwa pakan maggot dapat menjadi alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan pakan konvensional, sehingga diharapkan lebih terbuka untuk mengadopsi produk ini

    Implementasi Algoritma K-Means Clustering Dalam Pengelompokan Data Penjualan Minuman Kopi Kemasan Siap Minum Pada Toserba Maeso Jenar

    Full text link
    Pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya jumlah toko swalayan atau toserba di Indonesia mendorong persaingan dalam industri perdagangan eceran. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh toserba adalah memahami pola konsumsi konsumen serta mengelola produk yang beragam, khususnya pada kategori minuman kopi kemasan siap minum. Dengan semakin banyaknya merek dan jenis produk yang tersedia, diperlukan pendekatan berbasis data untuk mengoptimalkan stok produk serta meningkatkan strategi pemasaran. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan algoritma K-Means Clustering dalam pengelompokan data penjualan minuman kopi kemasan siap minum pada Toserba Maeso Jenar. Hasil pengelompokan ini kemudian divisualisasikan dalam sebuah dashboard berbasis Streamlit, yang dirancang untuk mempermudah internal toserba dalam memahami pola penjualan serta preferensi konsumen. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan berbasis data guna meningkatkan efisiensi dan profitabilitas bisnis Toserba Maeso Jenar

    Pengaruh Pupuk Organik, Kimia, dan Campuran Terhadap Tingkat Pemadatan Tanah Akibat Perlintasan Traktor Roda 4 Pada Kedalaman 0 – 50 cm (Case 6 Bulan Setelah Perlintasan Traktor)

    Full text link
    Penggunaan traktor roda 4 dapat mempermudah dan mempercepat proses pengolahan tanah. Namun, penggunaan traktor roda 4 pada lahan juga dapat menimbulkan pemadatan tanah yang berdampak negatif terhadap sifat fisik tanah maupun pertumbuhan tanaman. Pemupukan merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki sifat fisik tanah guna mendukung pertumbuhan dan hasil budidaya tanaman. Namun demikian, kajian tentang pengaruh penggunaan pupuk terhadap sifat fisik tanah dalam kaitannya dengan dampak pemadatan tanah akibat perlintasan traktor roda 4 khususnya pada saat 6 bulan setelah dilakukan perlintasan traktor masih belum banyak dilakukan. Lebih dari itu, penelitian sebelumnya lebih banyak mengkaji hanya pada kedalaman 0 – 30 cm saja. Maka dari itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) mengetahui perbedaan pengaruh pupuk organik, kimia, dan campuran terhadap tingkat kepadatan tanah pada kedalaman 0 – 50 cm pada saat 6 bulan setelah dilakukan perlintasan traktor roda, dan (2) mengetahui hubungan antar variabel sifat fisik tanah terkait pengaruh pupuk organik, kimia, dan campuran pada saat 6 bulan setelah dilakukan perlintasan traktor roda 4. Penelitian dilakukan di lahan pertanian Desa Karangduren, Sokaraja dan pengukuran sifat fisik tanah di laboratorium Terpadu 1 IAB, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu: tanpa pupuk (P0), pupuk organik (P1), pupuk kimia (P2), dan pupuk campuran (P3). Pengambilan sampel tanah tidak terganggu dilakukan pada kedalaman 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, dan 40 – 50 cm dengan jumlah ulangan sebanyak 5 kali untuk setiap kedalaman sehingga total sampel yang diambil adalah 100. Alat dan bahan yang digunakan meliputi: traktor roda 4, head core ring sampler, soil ring sampler ukuran 100 cm3 (diameter 5 cm dan tinggi 5 cm), oven, jangka sorong, timbangan digital, falling head meter, stopwatch, pupuk kandang kambing, pupuk kimia, dan 4 petakan lahan berukuran 2 m x 2 m. Variabel yang diukur adalah dry bulk density, konduktivitas hidrolik jenuh, porositas, dan kadar air. Analisis data menggunakan analisis regresi serta Analysis of variance (ANOVA) dengan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik dan pupuk kimia cenderung memberikan pengaruh terhadap penurunan nilai dry bulk density, yang diikuti dengan kenaikan nilai porositas dan konduktivitas hidrolik jenuh. Jenis pupuk paling efektif dalam mengurangi dampak pemadatan tanah akibat perlintasan traktor roda 4 adalah pupuk organik. Peningkatan tingkat kedalaman tanah cenderung menurunkan nilai dry bulk density, serta meningkatkan nilai konduktivitas hidrolik jenuh, porositas, dan kadar air tanah. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa dry bulk density berhubungan linier negatif dengan konduktivitas hidrolik jenuh (R2 = 0,5864) sedangkan porositas dan kadar air berhubungan linier positif dengan konduktivitas hidrolik jenuh (R2 = 0,5864 dan 0,4973). Nilai dry bulk density (ρd) pada saat 6 bulan setelah perlintasan traktor roda 4 cenderung lebih tinggi dibandingkan saat 0 bulan, sedangkan nilai porositas (f), kadar air (w), dan konduktivitas hidrolik jenuh (ks) saat 6 bulan cenderung lebih rendah dibandingkan saat 0 bulan

    Pengaruh Penambahan Buah Apel Fuji dan Lama Fermentasi terhadap Aktivitas Antioksidan, Kadar Vitamin C, dan Karakteristik Sensori pada Kombucha Cascara

    Full text link
    Kombucha merupakan produk minuman hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter kultur mikroorganisme kombucha seperti Acetobacter spp. dan Saccharomyces cerevisiae. Kombucha adalah salah satu minuman fermentasi populer yang telah dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti meningkatkan imunitas dan pencernaan. Penelitian ini, cascara yang mengandung polifenol, kafein, dan antioksidan, merupakan limbah pengolahan kopi digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kombucha. Apel fuji dipilih sebagai bahan tambahan untuk variasi rasa kombucha cascara karena memiliki kandungan gula alami yang tinggi, serta kaya akan vitamin C dan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan menentukan kombinasi perlakuan terbaik dari penambahan buah apel fuji dan lama fermentasi terhadap aktivitas antioksidan, kadar vitamin C, dan karakteristik sensori pada kombucha cascara. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti berupa bentuk buah yang ditambahkan (B) (B1 = puree; B2 = buah potong), konsentrasi penambahan buah (K) (K1 = 10%; K2 = 20%), dan lama fermentasi (L) (L1 = 7 hari; L2 = 11 hari). Penelitian ini dilakukan pengamatan variabel kimia meliputi aktivitas antioksidan, kadar vitamin C, pH, dan total padatan terlarut. Pengamatan variabel sensori meliputi warna, kenampakan, aroma kombucha, aroma cascara, aroma apel, sensasi soda, rasa asam, rasa manis, dan overall acceptabillity. Masing-masing pengamatan dilakukan sebanyak tiga ulangan. Sampel perlakuan terbaik yang diuji menggunakan indeks efektivitas kemudian dibandingkan dengan kombucha kontrol pada analisis IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan buah apel dengan perlakuan buah potong menghasilkan aktivitas antioksidan dan vitamin C yang tinggi. Perlakuan konsentrasi apel 10% meningkatkan kadar vitamin C, sedangkan konsentrasi 20% meningkatkan aktivitas antioksidan. Fermentasi 11 hari menghasilkan antioksidan dan kadar vitamin C lebih tinggi. Kombinasi perlakuan terbaik dihasilkan oleh perlakuan puree, kosentrasi 10%, dan lama fermentasi 11 hari (B2K1L2), yang memiliki kadar vitamin C 32,56 mg/100g, aktivitas antioksidan 92,19%, IC50 25,24 ppm, memiliki warna coklat kekuningan (3,48), kenampakan jernih (4,03), aroma kombucha kuat (3,71), aroma cascara tidak kuat (2,39), aroma apel cukup kuat (2,68), sensasi soda cukup terasa (3,48), rasa cukup asam (3,10), rasa cukup manis (3,29), dan overall acceptabillity suka (3,55). Kombinasi perlakuan terbaik menghasilkan nilai IC50 yang sangat kuat

    Perbandingan Kadar Serum IL-6 Terhadap Kombinasi Ibuprofen Paracetamol Dexametason pada Pasien Percutaneous Nephrolithotomy

    Full text link
    Latar Belakang : Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) adalah prosedur terapi pilihan untuk batu ginjal. Sekresi IL-6 distimulasi selama respon inflamasi sekunder akibat cedera jaringan atau infeksi. Pemberian analgetik yang tepat dapat menurunkan angka morbiditas, menurunkan hari perawatan dan menurunkan pembiayaan. Tujuan Mengetahui perbandingan kadar serum IL-6 terhadap ibuprofen paracetamol dexametason pada pasien PCNL. Metode : Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo pada periode Desember 2024 hingga Januari 2025 pada pasien yang menjalani prosedur PCNL dan mendapat terapi ibuprofen, paracetamol dan dexametason, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kelompok observasional (masing-masing 15 pasien) adalah: Kelompok A 1000 mg parasetamol dan 400 mg ibuprofen dan 5 mg deksametason; Kelompok B 1000 mg parasetamol dan 400 mg ibuprofen. Kadar IL6 diukur sebelum dan 2 jam setelah prosedur PCNL. Kadar IL6 diukur dengan ELISA (Enzyme-linked immunosorbent assay). Analisis perbandingan kadar IL-6 pre ataupun post PCNL menurut jenis analgesik menggunakan uji t tidak berpasangan, sedangkan perbandingan perubahan kadar IL-6 dianalisis dengan uji Mann Whitney. Analisis normalitas sebaran data dilakukan menggunakan uji Shapiro Wilk. Analisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil : Perbandingan perubahan kadar IL-6 pre PCNL dan post PCNL antara kelompok A dan kelompok B tidak berbeda signifikan karena nilai p dari uji Mann Whitney yang didapat sebesar 0,787 (>0,05). Penggunaan kedua jenis analgesik (kombinasi parasetamol, ibuprofen dan dexametason serta paracetamol dan ibuprofen tidak memengaruhi perubahan kadar IL-6 pada pasien yang menjalani PCNL. Kesimpulan : Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kadar IL-6 pasca PCNL antara dua kelompok observasi

    Analisis Kinerja Baterai Pada Axis Turbin Angin Unit 1 Kota Houhokucho, Perfektur Yamaguchi, Clean Energy Factory Co., Ltd.

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja baterai yang digunakan dalam sistem pitch control pada turbin angin horizontal (horizontal axis wind turbin) Unit 1 yang terletak di Kota Houhokucho, Prefektur Yamaguchi, milik CLEAN ENERGY FACTORY Co.,Ltd. Baterai pada sistem ini tidak berfungsi sebagai penyimpan energi listrik hasil pembangkitan, melainkan digunakan secara khusus untuk menggerakkan bilah turbin melalui sistem pitch kontrol berbasis elektrik. Analisis dilakukan berdasarkan parameter teknis baterai seperti kapasistas, tegangan, arus, dan daya tahan, serta mempertimbangkan kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan kecepatan angin. Selain itu, dibahas pula pola penggunaan baterai dalam pengoperasian turbin serta beban daya yang diberikan oleh sistem pitch kontrol terhadap baterai. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang efisiensi dan ketahanan baterai dalam kondisi operasional sebenarnya dan menjadi bahan pertimbangan dalam pengelolaan pemeliharaan turbin

    Eksplorasi Keanekaragaman Tumbuhan Paku Terestrial di Sepanjang Jalan Raya Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas

    Full text link
    Paku terestrial merupakan tumbuhan vaskular yang hidup di atas tanah dengan berbagai habitat seperti hutan, di tepian jalan, tepi sungai, dan daerah lainnya dengan kelembapan yang cukup. Jalan Raya Melung, yang terletak di Kecamatan Kedungbanteng, memiliki panjang sekitar 5 km dengan ketinggian 400–600 mdpl. Pada ketinggian tersebut, suhu udara berkisar antara 20–29Β°C dan kelembapan udara antara 70–85%. Kondisi lingkungan di tepi Jalan Raya Melung cukup optimal sebagai salah satu habitat tumbuhan paku terestrial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, perbedaan karakteristik morfologi, dan indeks keanekaragaman tumbuhan paku terestrial yang tumbuh di daerah tepian sepanjang Jalan Raya Melung. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling di sepanjang tepi Jalan Raya Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Tempat pengambilan sampel dibagi menjadi 6 stasiun di tepi kanan dan kiri jalan dengan ketinggian yang berbeda. Interval ketinggian 350 - 450 mdpl untuk stasiun I dan II, ketinggian 451 - 550 mdpl untuk stasiun III dan IV, serta ketinggian 551 - 650 mdpl untuk stasiun V dan VI. Penelitian ini dilakukan selama 5 bulan mulai bulan Desember 2024 - April 2025. Variabel bebas pada penelitian ini terdiri atas ketinggian tempat dan kondisi lingkungan di lokasi pengambilan sampel dengan parameter pendukung berupa suhu, kelembapan udara, dan intensitas cahaya. Variabel terikat pada penelitian ini terdiri atas karakteristik morfologi dan spesies paku terestrial yang ditemukan di sepanjang Jalan Raya Melung. Parameter utama yang diamati yaitu karakteristik morfologi paku terestrial yang terdiri dari panjang ental, warna rhizome, tekstur rhizome, warna stipe, tekstur stipe, panjang stipe, tekstur fiddle-head, bangun daun, pertulangan daun, bentuk sorus, letak sorus, warna sorus, ada tidaknya indusium, bentuk indusium jika ada, dan nama spesies tumbuhan paku terestrial yang ditemukan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan rumus indeks keanekaragaman. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 9 spesies paku terestrial dari 6 familia. Paku terestrial yang ditemukan di sepanjang Jalan Raya Melung yaitu Deparia boryana, D. petersenii, Nephrolepis biserrata, Phymatosorus scolopendria, Pteris vittata, Tectaria incisa, Macrothelypteris torresiana, Thelypteris dentata, dan T. hispidula. Perbedaan karakteristik morfologi paling jelas diantara 9 spesies paku terestrial yaitu karakteristik bangun daun dan letak sorus. Nilai indeks keanekaragaman spesies paku terestrial di sepanjang Jalan Raya Melung tergolong ke dalam kategori sedang dengan nilai sebesar 2,001. Nilai indeks keanekaragaman paling tinggi pada interval ketinggian 450 - 550 mdpl dengan nilai sebesar 1,594

    Pengaruh Perbedaan Tekanan Angin Roda Traktor Roda 4 terhadap Tingkat Pemadaman Tanah pada Kedalaman 0 – 50 cm (Case 6 Bulan setelah Perlintasan Traktor)

    Full text link
    Penggunaan traktor roda 4 dapat meningkatkan efisiensi dalam proses pengolahan tanah. Meski demikian, alat ini juga berpotensi menyebabkan pemadatan tanah yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman, kemampuan akar menembus tanah, serta sirkulasi air dan udara di dalam tanah. Kajian mengenai pengaruh tekanan angin pada traktor roda 4 terhadap pemadatan tanah masih tergolong terbatas. Sebagian besar penelitian sebelumnya hanya meneliti pengaruh tekanan angin pada kedalaman tanah hingga 30 cm. Maka dari itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) mengkaji pengaruh perbedaaan tekanan angin roda traktor roda 4 terhadap tingkat pemadatan tanah pada kedalaman tanah 0 – 50 cm pada saat 6 bulan setelah perlintasan traktor, dan (2) mengkaji hubungan antara variabel sifat fisik tanah terkait pengaruh perbedaan tekanan angin roda traktor roda 4 terhadap tingkat pemadatan tanah pada kedalaman 0 – 50 cm pada saat 6 bulan setelah perlintasan traktor. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2024 – Juli 2025 di lahan pertanian Unit Penyewaan Jasa Alsintan (UPJA) Kecamatan Sokaraja dan Laboratorium Terpadu 1 IAB, Univesitas Jenderal Soedirman. Bahan yang digunakan adalah 4 plot penelitian ukuran 2 m x 2 m, sedangkan alat yang digunakan meliputi: traktor roda 4, pressure gauge, head core ring sampler, soil ring sampler 100 cm3, oven, jangka sorong, timbangan digital, cawan alumunium, falling head meter, dan stopwatch. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor/perlakuan dan satu kontrol sebagai pembanding. Perlakuan yang diberikan yaitu 4 tingkat tekanan angin roda traktor roda 4 yang terdiri dari: tanpa lintasan traktor (T0), 7 psi (T7), 15 psi (T15), dan 20 psi (T20). Tanah yang diambil yaitu pada kedalaman 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, dan 40 – 50 cm. Pada masing-masing kedalaman tanah dilakukan 5 kali ulangan sehingga jumlah total sampel tanah yang diambil adalah 100. Variabel sifat fisik tanah yang diukur yaitu konduktivitas hidrolik jenuh, dry bulk density, porositas tanah dan kadar air tanah. Analisis data menggunakan analisis regresi, Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%, dan uji T. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan angin pada roda traktor roda 4 pada saat 6 bulan setelah dilintasi traktor meningkatkan nilai dry bulk density, yang disertai dengan penurunan konduktivitas hidrolik jenuh, porositas, dan kadar air tanah. Sementara itu, semakin dalam lapisan tanah, nilai dry bulk density menurun, diikuti dengan kenaikan nilai konduktivitas hidrolik jenuh, porositas, dan kadar air. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa dry bulk density memiliki hubungan negatif terhadap konduktivitas hidrolik jenuh, sedangkan porositas dan kadar air menunjukkan hubungan positif terhadap konduktivitas hidrolik jenuh. Dibandingkan saat 0 bulan, pada saat 6 bulan setelah perlintasan traktor terjadi peningkatan nilai dry bulk density dan penurunan nilai porositas tanah, kadar air tanah, serta konduktivitas hidrolik jenuh. Secara statistik perbedaan nilai dry bulk density, porositas, kadar air, dan konduktivitas hidrolik jenuh tanah berbeda nyata antara data 6 bulan dengan data 0 bulan

    Strategi Pengembangan Sub Sektor Ekonomi Kreatif Film oleh Organisasi Non Pemerintah Lewat Model Quadruple Helix : Studi Kasus Cinema Lovers Community Purbalingga

    Full text link
    Film secara resmi diklasifikasikan sebagai salah satu sub-sektor dalam ekonomi kreatif di Indonesia. Namun, perhatian akademik terhadap sub-sektor ini dari perspektif administrasi publik masih sangat terbatas. Kajian yang berkaitan dengan film umumnya berada dalam ranah seni, media, atau komunikasi, sementara penelitian administrasi publik lebih banyak menyoroti kerangka ekonomi kreatif secara luas, dengan fokus pada sub sektor populer seperti kuliner, kriya, dan fesyen. Penelitian ini mengkaji strategi pengembangan sub sektor film yang dilakukan oleh Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga, sebuah organisasi non pemerintah berbasis komunitas yang sejak tahun 2006 konsisten melakukan pengembangan perfilman mulai dari hulu hingga hilir melalui penerapan model helix, yakni bekerjasama dengan pihak lainnya untuk mengimplentasikan programnya. Penelitian ini menggunakan dasar kajian pustaka dari model sistem inovasi quadruple helix, tata kelola pemerintahan collaborative governance, serta paradigma new public service, dan konsep strategi, serta sub sektor ekonomi kreatif itu sendiri. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif moderat, wawancara mendalam terhadap para pemangku kepentingan, serta dokumentasi. Teknik pengumpulan data dengan key informan purposive sampling, disertai spiral analisis data kualitatif dari Cresswell. Vadilitas data dengan triangulasi data dan triangulasi sumber, serta kealamiahan sebagai ukuran reabilitas. Temuan menunjukkan bahwa aktor non pemerintah di Banyumas Raya berhasil menginisiasi dan mempertahankan ekosistem perfilman berbasis komunitas yang resilien dan adaptif selama hampir dua dekade, melalui inovasi sosial yang tidak berorientasi pasar. Studi ini merekomendasikan replikasi strategi pengembangan berbasis helix di wilayah lain dengan tetap memperhatikan konteks lokal. Hasil penelitian ini juga turut merekontekstualisasi model helix dalam administrasi publik, dari yang semula bergerak dari atas ke bawah menjadi sebuah gerakan dari bawah ke atas

    25,888

    full texts

    27,468

    metadata records
    Updated in lastΒ 30Β days.
    Repository Universitas Jenderal Soedirman is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Repository Universitas Jenderal Soedirman? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!