27468 research outputs found
Sort by
Efektivitas Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam Memberikan Perlindungan Hukum terhadap Korban Tindak Pidana Pencabulan Anak
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) adalah lembaga negara yang bertugas untuk melindungi hak-hak anak di Indonesia sesuai dengan Peraturan Perundang- Undangan yang berlaku. KPAI diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang kemudian diperbaharui dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014. Pengaturan ini memastikan bahwa KPAI dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan efektif, demi mewujudkan Indonesia yang lebih aman dan ramah bagi anak.Pelaku pencabulan terhadap anak adalah suatu perbuatan yang memenuhi unsur pidana dalam hal yang bersinggungan dengan kesopanan dan kesusilaan,korbannya berusia di bawah umur 18 tahun. Kekerasan seksual yang disoroti hari-hari ini adalah merupakan pembuktiaan bahwa bentuk eksploitasi terhadap anak dilakukan oleh pelaku yang memiliki kekuatan fisik lebih, hal itu dilakukan demi kepuasan seksual orang dewasa.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam memberikan bentuk perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana pencabulan anak.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Spesifikasi yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi tak berperan, dan studi pustaka. Pengolahan data digunakan metode reduksi data, display data, dan kategorisasi data, serta analisis data dilakukan secara kualitatif.Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa KPAI tidak secara fisik langsung melindungi korban tetapi hanya melakukan pengawasan, jika perlindungan hukum terhadap anak tidak terproses secara cepat atau terhambat maka KPAI akan membantu untuk segera di proses agar anak dapat mendapatkan keadilan dan perlindungan
Valuasi Ekonomi Dampak Negatif Penambangan Batu Gamping (Studi Kasus di Kawasan Karst Desa Redisari dan Kalisari Kecamatan Rowokele , Kabupaten Kebumen)
Desa Redisari dan Kalisari merupakan desa yang termasuk dalam Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS) yang memiliki potensi sumberdaya alam berupa batu kapur atau gamping yang melimpah di Kabupaten Kebumen. Selain dimanfaatkan sebagai media penyimpanan air bersih dan objek wisata potensi bentang alam karst dimanfaatkan sebagai bahan tambang sehingga penduduk rata- rata melakukan aktivitas penambangan sebagai usaha turun temurun. Usaha penambangan batu gamping dinilai mendatangkan dampak positif bagi kondisi perekonomian masyarakat setempat. Namun hal tersebut turut memiliki dampak negatif berupa kerusakan alam, menurunnya kuantitas dan kualitas air dan kesehatan masyarakat yang semakin menurun. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis estimasi biaya sakit (cost of illness), biaya pengganti (replacement cost) dan nilai ekonomi total dari dampak penambangan batu gamping terhadap masyarakat desa Redisari dan Kalisari.
Populasi dalam penelitian ini adalah 2.463 Kepala Keluarga (KK) di Desa Redisari dan Kalisari. Jumlah responden yang diambil sebanyak 96 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif, analisis biaya sakit (cost of illness) dan analisis biaya pengganti (replacement cost).
Hasil penelitian diperoleh estimasi total biaya sakit (cost of illness) adalah sebesar Rp 37.643.959.992,00 pada tahun 2023, jadi rata-rata biaya sakit yang dikeluarkan sebesar 15.283.784,00 per KK selama satu tahun. Estimasi total biaya pengganti (replacement cost) untuk penyediaan air bersih yang berasal dari pembelian air mineral isi ulang atau galon, pemanfaatan PAMSIMAS, program swadaya masyarakat dan pembuatan sumur bor sebagai sumber air bersih yang digunakan untuk konsumsi rumah tangga di Desa Redisari dan Kalisari Kecamatan Rowokele sebesar Rp 4.417.390.500,00 pada tahun 2023 dengan biaya rata-rata yang dikeluarkan setiap KK sebesar Rp 1.793.500,00 per tahun. Dengan demikian, nilai ekonomi total dari dampak negatif penambangan batu gamping dalam penelitian ini sebesar Rp 42.061.350.492,00. Sehingga diperoleh nilai rata-rata sebesar Rp 17.077.284,00 per KK dalam satu tahun.
Implikasi dalam penelitian ini adalah stakeholder, masyarakat dan pelaku tambang perlu melakukan pengelolaan lingkungan yang lebih berkesinambungan melalui limitasi kapasitas penambangan batu gamping maupun kebijakan pengelolaan lingkungan. Usaha penambangan sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas sumberdaya air dan kesehatan masyarakat yang semakin menurun
sehingga perlu lebih cermat dalam melakukan usaha tambang
Konstruksi Realitas Berita Isu Revisi Undang-Undang Pilkada (Analisis Framing Media Daring Tempo.co dan Kompas.com pada Agustus 2024)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembingkaian yang dilakukan Tempo.co dan Kompas.com dalam menuliskan berita isu revisi UU Pilkada yang banyak menuai kontroversi. Metode analisis data yang dipakai dalam penelitian ini yakni analisis framing model Robert N. Entman yang melihat framing berita dari pemberian definisi, penjelasan, evaluasi, dan rekomendasi, dipadukan dengan Teori Konstruksi Sosial untuk mengungkap seleksi dan penonjolan isu yang dilakukan oleh jurnalis Tempo.co dan Kompas.com dalam memberitakan peristiwa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media hampir serupa dalam membingkai isu Revisi UU Pilkada. Baik Tempo.co dan Kompas.com secara garis besar membingkai isu ini sebagai sarat muatan politik dan pelanggaran hukum sebab tindakan DPR dinilai terburu-buru seakan-akan didorong oleh kepentingan jangka pendek dari kelompok tertentu. Bedanya, jurnalis Tempo.co menyoroti isu revisi UU Pilkada lebih kepada konflik vertikal antara DPR RI dengan masyarakat Indonesia, sedangkan jurnalis Kompas.com memahami realitas isu revisi UU Pilkada sebagai konflik elit politik antara fraksi PDI-P dan koalisi parpol yang mengusung satu paslon dalam Pilkada Jakarta 2024
Pengaruh Pupuk Organik Cair dan N,P,K Terhadap Pertumbuhan, Hasil Jagung (Zea mays.) dan Ketersediaan Unsur Hara N,P,K pada Tanah Humic Ultisol Kaliori
Jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman semusim yang termasuk pada family rumput - rumputan (graminae) yang memiliki banyak manfaat salah satunya yaitu bahan pangan. Tanaman jagung dapat ditanam pada tanah Humic Ultisol karena jagung memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap tanah. Namun, kondisi tanah Humic Ultisol yang memiliki unsur hara yang terfiksasi oleh mineral menjadikan tanaman jagung menjadi sulit mendapatkan unsur hara. Humic Ultisol memiliki kandungan hara makro yang rendah terutama pada K, Mg, serta Ca. Kandungan hara makro yang rendah ini sesuai dengan analisis tanah awal yang membuktikan bahwa kandungan hara yang rendah diakibatkan oleh pH yang masam. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah yaitu dengan dilakukan kombinasi Pupuk Organik Cair dan Pupuk N,P,K. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh berbagai kombinasi pupuk organik cair dan pupuk N,P,K terhadap pertumbuhan dan hasil jagung. 2) Mengetahui pengaruh berbagai kombinasi pupuk organik cair dan pupuk N,P,K terhadap hara makro N,P,K tanah Humic Ultisol.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kaliori, Kalibagor Kabupaten Banyumas dengan ketinggian tempat pengujian 58 mdpl serta dilaksanakan analisis kimia di laboratorium tanah dan sumber daya lahan Faklutas Pertanian Uniersitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret sampai dengan bulan November 2024. Bahan penelitian meliputi pupuk organik cair yang telah dirakit pada tahap penelitian sebelumnya, pupuk kandang, tanah Humic Ultisol, pupuk Urea, pupuk KCl, pupuk TSP, benih jagung hibrida P27 dan bahan-bahan kimia untuk analisis tanah. Peralatan yang digunakan antara lain meliputi alat kantong plastik untuk pengambilan sampel tanah, sprayer, bor tanah, dan alat alat laboratorium yang digunakan untuk analisis tanah, antara lain timbangan, spektrofotometer, labu kjedahl, labu destilasi, labu erlenmeyer, buret, labu ukur, gelas ukur, pipet ukur, pipet volume, saringan, mortar dan pestle, spatula, pengaduk magnetik, tabung reaksi, dispenser, tabung digestion, dan alat sentrifugasi. Peneltian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Penelitian dilakukan pada petak lahan dengan ukuran 2,5 x 10 meter sebanyak 27 petak. Variabel yang diamati meliputi pH H2O, pH KCl, KTK, C-organik, C/N rasio, N-tersedia, N-total, P-tersedia, P-total, K-tersedia, K-total, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot brangkasan tanaman segar, bobot tongkol segar, bobot tongkol tanpa klobot, dan bobot ubinan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi Pupuk Organik Cair dan Pupuk N,P,K mampu meningkatkan beberapa sifat kimia tanah, pertumbuhan dan hasil. Pemberian kombinasi pupuk organik cair dan pupuk N,P,K berpengaruh nyata terhadap C/N Rasio meningkat 72,73%, KTK meningkat 34,55%, dan N-total meningkat 165,38%. Pemberian kombinasi Pupuk Organik Cair dan Pupuk N,P,K berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman meningkat 51,98%dan jumlah daun meningkat 10,72%
Analisis Uji Kelayakan Isolasi pada Transformator Tenaga 2 di Gardu Induk 150 kV Kalibakal menggunakan Polarization Index dan Tangen Delta
Transformator tenaga merupakan aset vital dalam sistem tenaga listrik yang berfungsi mentransformasikan tegangan. Keandalan transformator sangat dipengaruhi oleh kondisi isolasinya yang dapat terdegradasi seiring waktu akibat beban operasi dan faktor lingkungan. Oleh karena itu, evaluasi kondisi isolasi secara berkala menjadi aspek krusial untuk mencegah kegagalan dan memastikan kinerja transformator yang optimal.
Penelitian ini berfokus pada analisis kondisi isolasi transformator tenaga 2 di Gardu Induk 150 kV Kalibakal pasca penggantian dan uprating dari 20 MVA ke 30 MVA. Sebagai gambaran awal untuk memahami posisi transformator dalam konfigurasi gardu induk serta dampak krusial dari kegagalan isolasi terhadap sistem, dilakukan simulasi sederhana menggunakan perangkat lunak ETAP. Namun, fokus utama penelitian ini adalah analisis kelayakan kondisi isolasi secara aktual berdasarkan data pengujian. Analisis dilakukan dengan mengevaluasi dan membandingkan hasil uji Indeks Polarisasi (IP) dan Tangen Delta dari transformator lama dan transformator baru terhadap standar yang berlaku, seperti IEEE C57.152-2013, ANSI C57.12.90, dan IEC 60137 – DF Tan δ.
Hasil pengujian menunjukkan transformator baru memiliki kondisi isolasi yang sangat baik, dengan nilai Tangen Delta tertinggi terukur sebesar 0,50% pada bushing dan 0,37% pada belitan, yang seluruhnya memenuhi standar kelayakan IEEE. Analisis lebih lanjut menegaskan bahwa meskipun isolasi transformator lama menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas (IP terukur 1,62 dan Tangen Delta terukur 0,39%), keputusan penggantian lebih didasarkan pada faktor usia operasional (lebih dari 40 tahun) dan kerusakan komponen pendukung. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penggantian dan uprating ini merupakan langkah manajemen aset yang tepat untuk menjamin keandalan jangka panjang, dan pengujian telah memvalidasi bahwa transformator baru layak beroperasi secara andal di Gardu Induk Kalibakal
Geologi dan Evaluasi Kestabilan Terowongan pada Sistem Penyanggaan Aktual terhadap Rekomendasi Penentuan Penyanggaan berdasarkan Klasifikasi Massa Batuan RMR dan Q-System di Heading 5 Stockpile 10 PT Bumi Suksesindo
PT Bumi Suksesindo (BSI) yang berlokasi di wilayah Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur telah menerapkan sistem penambangan bawah tanah (underground) yang dilakukan dengan penggalian terowongan menggunakan metode drill and blast. Saat ini terowongan dalam kondisi pemeliharaan (maintenance) dan telah digali hingga kedalaman 270 meter dengan panjang total 1,89 km. Terowongan yang telah dibentuk perlu diperhatikan dengan baik untuk memastikan kestabilan dan keamanan penyanggaan selama proses pemeliharaan. Penelitian dilakukan melalui analisis geologi underground, analisis geomorfologi permukaan berbasis citra satelit, penentuan kondisi massa batuan, dan pemodelan numerik menggunakan Software Phase 2 versi 8.0 untuk menghitung faktor keamanan (FK) yang berlandaskan Kepmen ESDM Nomor 1827 Tahun 2018. Kemudian memverifikasi hasil analisis dengan pengukuran konvergensi terowongan. Penelitian ini diharapkan dapat mengevaluasi kestabilan terowongan dengan memberikan sebuah perbandingan rekomendasi penyanggaan yang signifikan terhadap peningkatan keselamatan dan efisiensi operasional, melalui perbandingan hasil rekomendasi penyanggaan RMR, Q-System dan sistem penyanggaan aktual.
penyanggaan RMR, Q-System dan sistem penyanggaan aktual. Geomorfologi open pit daerah penelitian termasuk dalam bentuk asal Antropogenik yang terbagi menjadi empat satuan bentuk lahan, menurut Szabó (2010) terbagi ke dalam Satuan Open Cast pits, Satuan Road cuts, Satuan Navvy pits, dan Satuan Waste tips. Sedangkan menurut Verstappen (1985) terbagi ke dalam Satuan Lahan Bukaan Tambang, Satuan Hauling Road, Satuan Sump, dan Satuan Waste Dump. Satuan litologi berdasarkan data geologi underground tergolong ke dalam Satuan Diorit Batuampar dengan kandungan alterasi Hsi-Cy dan masuk ke dalam kelompok Kaolin-Illit. Sedangkan dari data pengambilan sampel menurut Streckeisen (1967) tergolong ke dalam Granodiorite, Tonalite, dan Quartz-rich Granitoid Rocks yang telah teralterasi dengan intensitas alterasi kuat karena ditemukan mineral lempung yang sudah teralterasi.
Pada studi kasus geologi teknik, didapatkan hasil klasifikasi massa batuan data primer dan primer modifikasi pada RMR tergolong kelas buruk (poor) dan menurut data sekunder tergolong kelas cukup (fair). Sedangkan data Q-System primer dan primer modifikasi tergolong kelas buruk (poor) dan menurut data sekunder tergolong cukup (fair). Setelah dibandingkan dari ketiga data tersebut perlu diperdetail pemetaan joint untuk kedepannya, karena terdapat anomali dalam pengambilan nilai di beberapa parameter pada data sekunder. Setelah dilakukan perbandingan rekomendasi penyanggaan, ternyata penyangga aktual memiliki FK lebih tinggi dengan nilai 6,03 dan tidak ditemukan adanya retakan, sehingga terdapat indikasi over support. Selain itu, dari data konvergen didapatkan area penelitian tergolong ke dalam kriteria stabil dengan penyanggaan yang sudah terpasang. Sehingga perlu dikaji lebih lanjut mengenai spesifikasi penyanggaan aktual. Berdasarkan hasil analisis, rekomendasi penyanggaan yang dapat digunakan ialah dengan pemasangan rock bolt 13 biji dengan panjang 3 m (MD Bolt) dan 4,5 m (Cable Bolt) serta spasi rock bolt 1,5 m. Selain itu, diperlukan shotcrete dengan tebal 7,5 - 15 cm. Setelah dilakukan pemodelan dengan phase 2, nilai faktor keamanannya 3,69 yang artinya FK ≥ 2, maka dinyatakan aman untuk fixed facility
Strategi Tim Redaksi Program Berita “Warta” Di Satelit Tv Purwokerto dalam Meningkatkan Kualitas Pemberitaan.
Persaingan industri media televisi lokal semakin meningkat di era digital, namun kepercayaan publik terhadap berita televisi masih tergolong rendah, termasuk pada program berita lokal. Satelit TV Purwokerto sebagai stasiun televisi lokal menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas program beritanya agar mampu bersaing dan dipercaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi tim redaksi program berita “Warta” dalam meningkatkan kualitas pemberitaan. Teori yang digunakan adalah kerangka News Media Quality dari Bachmann, Eisenegger, dan Ingenhoff (2022), yang mencakup dimensi relevansi, kontekstualisasi, profesionalisme, dan keberagaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus dan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi editorial tim redaksi “Warta” dilakukan secara sistematis melalui rapat redaksi, pemilihan isu berdasarkan kebutuhan masyarakat, verifikasi sumber informasi, serta penyusunan berita berbasis prinsip jurnalistik. Redaksi juga menerapkan pendekatan konvergensi media untuk menjangkau audiens digital. Strategi ini berhasil meningkatkan relevansi dan kredibilitas program “Warta” serta memperkuat fungsinya sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah daerah. Saran yang diberikan adalah perlunya peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan jurnalistik dan memperkuat interaksi audiens melalui platform digital agar kualitas dan jangkauan berita semakin optimal
Gambaran Perilaku pada Anak Tunagrahita yang Mengikuti Latihan Menari
Anak tunagrahita memiliki keterbatasan dalam fungsi intelektual dan perilaku adaptif, yang sering ditunjukkan melalui perilaku agresif, impulsif, penarikan diri, serta kesulitan berinteraksi sosial. Salah satu bentuk stimulasi yang rutin diberikan untuk perubahan perilaku di sekolah inklusi adalah latihan menari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku anak tunagrahita yang mengikuti latihan menari. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Februari 2025. Jumlah responden terdiri dari 44 orang tua anak tunagrahita usia 6-12 tahun dengan teknik total sampling di SLB C dan C1 Yakut Purwokerto. Perilaku diukur menggunakan kuesioner Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) versi bahasa indonesia. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang mengikuti latihan menari menunjukkan kecenderungan perilaku yang lebih adaptif, dengan 57,1% berada dalam kategori normal. Sebaliknya, 55,6% anak yang tidak mengikuti latihan berada dalam kategori abnormal. Masalah perilaku yang paling menonjol terdapat pada domain peer problems, baik pada anak yang mengikuti maupun tidak mengikuti latihan menari. Kesimpulannya, anak tunagrahita yang mengikuti latihan menari cenderung menunjukkan proporsi perilaku adaptif yang lebih tinggi berdasarkan hasil deskriptif dibandingkan yang tidak mengikuti. Latihan menari sebagai aktivitas rutin sekolah berpotensi mendukung perilaku adaptif anak tunagrahita
Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dan Implikatur Percakapan dalam Channel Youtube Najwa Shihab
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengetahui maksud sebenarnya dari tuturan yang melanggar prinsip kerja sama sehingga tidak ada kebingungan dan kesalahpahaman dalam memahami maksud tuturan. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dan implikatur pecakapan dalam channel Youtube Najwa Shihab episode main monopoli(tik) sambil ngobrolin Jokowi, jatah menteri dan money politik. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu simak dengan teknik lanjutan yaitu teknik rekam, teknik SBLC (simak bebas libat cakap), dan teknik catat. Metode yang digunakan untuk menganalisis data yaitu metode padan pragmatis dengan pilah unsur penentu (PUP) sebagai tekniknya. Hasil penelitian ini yaitu terdapat 27 pelanggaran prinsip kerja sama dengan pelanggaran paling banyak pada maksim kualitas sebanyak 12 pelanggaran. Berdasarkan data bentuk pelanggaran prinsip kerja sama tersebut terdapat implikatur percakapan yang terdiri atas menyatakan sesuatu, meyakinkan, memberi penjelasan, mengejek, menyindir, membantah, mengkhawatirkan sesuatu, memberi pujian, mengkritik, meyakini sesuatu, mengalihkan pembicaraan, dan mempertegas. Berdasarkan uraian tersebut, narasumber dan pembawa acara tidak mampu menjalin komunikasi yang kooperatif terbukti dari banyaknya kesalahan pemahaman makna tuturan
Konstruksi Gender dalam Proses Produksi Gula Kelapa di Pedesaan Banyumas
Terdapat pembagian peran gender dalam tahapan produksi gula kelapa di pedesaan Banyumas. Proses komunikasi dalam masyarakat pedesaan membentuk pemahaman tentang peran gender melalui pertukaran informasi yang dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya masyarakat setempat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konstruksi gender yang ada dalam masyarakat pedesaan termanifestasi dalam interaksi sosial masyarakatnya, khususnya dalam proses produksi gula kelapa di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Informan dalam penelitian ini merupakan petani laki-laki dan perempuan yang terlibat langsung dalam proses produksi gula kelapa di Desa Pernasidi dan Desa Batuanten. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis tematik Braun & Clarke (2006).
Temuan penelitian ini menggambarkan konstruksi gender yang kompleks dalam proses produksi gula kelapa. Konstruksi gender ini dilihat dari tiga aspek utama, yaitu 1) pembagian peran berbasis gender, 2) proses pewarisan pengetahuan, dan 3) dinamika pengambilan keputusan dalam proses produksi. Kemudian, terdapat tiga faktor yang turut membentuk konstruksi gender dalam masyarakat antara lain: 1) relasi kuasa, 2) budaya patriarki, dan 3) faktor ekonomi. Melalui interaksi simbolik, praktik sosial, dan pemaknaan subjektif, identitas gender terus diproduksi dan direproduksi. Konstruksi gender ini berlangsung di setiap praktik sosial, mulai dari pewarisan keterampilan, pemilihan pekerjaan, hingga cara berkomunikasi. Perbedaan gaya komunikasi antara petani laki-laki dan perempuan bukan sekadar perbedaan cara berbicara, tetapi merupakan alat yang secara tidak sadar digunakan untuk mempertahankan sistem ketidaksetaraan gender dalam masyarakat. Kemudian, terdapat ketimpangan struktural dalam industri gula kelapa yang menempatkan petani laki-laki dan perempuan pada posisi yang tidak setara, yang berdampak pada pengalaman kerja, akses sumber daya, dan pengakuan formal yang mereka terima. Oleh karena itu, perlu adanya pengakuan formal dan pemberdayaan ekonomi terhadap kontribusi perempuan dalam industri gula kelapa yang selama ini terpinggirkan oleh budaya patriarki untuk keberlanjutan industri tradisional ini