27468 research outputs found
Sort by
Faktor-faktor yang Memengaruhi PAD Di Kabupaten/Kota Provinsi Papua
Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan indikator yang penting untuk meningkatkan kemampuan sebuah wilayah dalam melaksanakan otonomi daerah secara efisien dan penuh tanggung jawab, termasuk dalam hal ini adalah bagi pemerintah kabupaten/kota Provinsi Papua. Ada beberapa varabel yang bisa mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah, antara lain Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), jumlah penduduk, dan pengeluaran pemerintah. Tujuan penelitian ini dalah untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), jumlah penduduk, dan pengeluaran pemerintah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kabupaten/kota di Provinsi Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Sumber data penelitian ini bersumber dari laporan Badan Pusat Statistik
Kabupaten/Kota Provinsi Papua. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah metode dokumentasi, sedangkan metode yang digunakan untuk analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode analisis regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; Pertama, secara simultan, variable Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Jumlah Penduduk, dan Pengeluaran Pemerintah tidak memiliki dampak terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Papua. Kedua, secara parsial, variabel PDRB menunjukkan hubungan positif dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sedangkan variabel Jumlah Penduduk dan Pengeluaran Pemerintah tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten/Kota di Provinsi Papua
Analisis Pengaruh Intrusi terhadap Kualitas Batubara di Tambang Air Laya PT Bukit Asam Tbk, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan
Indonesia memiliki total sumber daya dan cadangan batubara yang melimpah. Batubara di setiap daerah memiliki kualitas yang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya faktor kondisi geologi. Adanya intrusi batuan beku memiliki pengaruh yang besar pada lapisan batubara karena dapat memberikan efek panas sehingga menyebabkan adanya peningkatkan derajat pembatubaraan. Oleh karena itu, perlunya dilakukan penelitian terkait pengaruh intrusi terhadap kualitas batubara, khususnya pada daerah penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi geologi, mengetahui kualitas batubara, dan pengaruh intrusi terhadap kualitas batubara. Daerah penelitian berada di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan. Terdapat beberapa analisis yang dilakukan untuk menentukan kualitas batubara, yaitu analisis proksimat, analisis total sulfur, dan analisis nilai kalori sehingga didapatkan peringkat batubara menurut ASTM D-388, serta untuk persebaran kualitas batubara terhadap intrusi melalui peta interpolasi menggunakan metode IDW (Inverse Distance Weighted) dengan perhitungan regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian menghasilkan geologi pada daerah penelitian terdiri dari satuan batupasir perselingan batulempung, satuan batulempung sisipan batulanau, dan intrusi andesit, dengan struktur yang berkembang berupa kubah air laya dan sesar normal air laya. Lapisan batubara yang terdapat pada daerah penelitian terdiri dari 4 seam, yaitu seam A1, seam A2, seam B, dan seam C. Peringkat batubara pada daerah penelitian yang memiliki jarak yang dekat dengan intrusi adalah Low Volatile Bituminous Coal dan Medium Volatile Bituminous Coal, sedangkan peringkat batubara yang memiliki jarak yang lebih jauh dengan intrusi peringkatnya menurun menjadi High Volatile B Bituminous Coal dan High Volatile C Bituminous Coal. Pengaruh intrusi terhadap kualitas lapisan batubara ditunjukan dengan perubahan nilai kualitas batubara, dimana nilai total moisture dan volatile matter mengalami penurunan, sehingga nilai fixed carbon dan calorific value mengalami peningkatan di lapisan batubara yang mendekati intrusi
Optimasi Lama Fermentasi dan Suhu Pengeringan pada Seduhan Teh Herbal Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)
Teh herbal atau yang dapat disebut sebagai tisane dapat menjadi pilihan produk minuman fungsional karena terbuat dari bagian tanaman, baik daun, bunga, akar, atau buahnya di luar tanaman teh (Camellia sinensis) yang memiliki khasiat untuk kesehatan. Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) misalnya, menjadi salah satu bahan minuman herbal atau seduhan yang dikenal dengan sifat diuretiknya. Meskipun memiliki sifat fungsional, seduhan atau teh herbal umumnya memiliki karakteristik sensori yang kurang diterima, seperti warna air seduhan yang cenderung terang, aroma yang kurang pekat, dan rasanya yang pahit. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan inovasi pengolahan teh herbal daun kumis kucing dengan metode pengolahan teh hitam yang melibatkan fermentasi dan pengeringan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui lama waktu fermentasi dan suhu pengeringan yang optimum dalam menghasilkan karakteristik sensori teh herbal daun kumis kucing terbaik beserta dengan karakteristik lain yang terdapat didalamnya.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian berlangsung selama 4 bulan dimulai pada bulan November 2024 hingga Februari 2025. Metode yang digunakan adalah optimasi Response Surface Methodology (RSM) dengan desain rancangan percobaan Central Composite Design (CCD) menggunakan software Design Expert versi 13. Optimasi dilakukan untuk memperoleh proses paling optimum, yang kemudian dilanjutkan dengan tahap verifikasi dan validasi, serta karakterisasi untuk mengetahui karakter lainnya dari produk optimum tersebut. Faktor optimasi yang akan diteliti adalah lama waktu fermentasi dan suhu pengeringan pada pembuatan teh herbal daun kumis kucing. Variabel optimasi atau variabel respon yang diamati adalah sifat sensori dari seduhan teh herbal daun kumis kucing pada beberapa atribut yang meliputi warna cokelat seduhan, aroma manis, rasa khas daun kumis kucing (grassy), rasa pahit, dan aftertaste sepat (astringency). Variabel karakterisasi yang diujikan meliputi kadar air (mutu daun teh herbal kering), kadar polifenol seduhan teh herbal, aktivitas antioksidan seduhan teh herbal, dan kesukaan produk secara keseluruhan (overall).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal untuk memperoleh teh herbal daun kumis kucing diperoleh pada lama fermentasi 109,8±0,2 menit dengan suhu pengeringan 51℃. Seduhan teh herbal daun kumis kucing tersebut memiliki karakter sensori dengan intensitas atribut sensori warna cokelat 6,567 (agak kuat), aroma manis 5,967 (sedikit kuat), rasa grassy 5,567 (sedikit kuat), rasa pahit 3,35 (lemah), dan aftertaste sepat (astringency) 3,817 (agak lemah). Produk optimum seduhan teh herbal daun kumis kucing memiliki karakteristik yang meliputi kadar air (daun teh herbal kering, basis basah) sebesar 19,95%, kadar polifenol seduhan sebesar 5319,7 mg/kg, dan aktivitas antioksidan seduhan sebesar 77%. Secara keseluruhan, kesukaan panelis terhadap produk (overall) berada pada intensitas 6 dari 10 atau sedikit suka
Pengaruh Safety Culture terhadap Safety Performance dengan Safety Communication sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Karyawan CV. ASO)
Kinerja keselamatan (safety performance) menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama pada sektor konstruksi yang memiliki risiko tinggi kecelakaan kerja. CV. ASO, perusahaan kontraktor dan penyewaan alat berat di Karanggintung, menunjukkan peningkatan kasus kecelakaan dalam tiga tahun terakhir, yang mengindikasikan rendahnya safety performance akibat lemahnya safety culture dan kurangnya efektivitas safety communication.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh safety culture terhadap safety performance dengan safety communication sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 75 pekerja lapangan. Instrumen berupa kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa safety culture berpengaruh signifikan terhadap safety performance, safety culture juga berpengaruh signifikan terhadap safety communication, dan safety communication berpengaruh signifikan terhadap safety performance. Selain itu, terdapat pengaruh mediasi parsial dari safety communication pada hubungan antara safety culture dan safety performance. Hal ini menandakan bahwa penguatan budaya keselamatan dan peningkatan efektivitas komunikasi keselamatan sangat penting untuk meningkatkan kinerja keselamatan kerja. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan K3 di perusahaan konstruksi
Pengaruh Literasi Keuangan Syariah, Akses Layanan, dan Kebutuhan Modal terhadap Minat Menjadi Nasabah Pembiayaan Bank Syariah Indonesia
Penelitian ini merupakan penelitian mengenai minat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi nasabah pembiayaan Bank Syariah Indonesia (BSI). Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Literasi Keuangan Syariah, Akses Layanan, dan Kebutuhan Modal Terhadap Minat Pelaku UMKM Menjadi Nasabah Pembiayaan BSI”. Penelitian ini di latar belakangi dengan kondisi dimana pelaku UMKM lebih banyak memilih untuk mengambil pembiayaan bank konvensional. Hal tersebut menandakan masih rendahnya minat pelaku UMKM untuk mengambil pembiayaan di BSI. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan syariah, akses layanan, dan kebutuhan modal terhadap minat pelaku UMKM menjadi nasabah pembiayaan BSI di Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.
Teori Perilaku Berencana (TPB) yang dikemukakan oleh Ajzen (1991) menjadi teori dalam penelitian ini. Ajzen (1991) menjelaskan bahwa minat dalam diri individu untuk melakukan suatu perilaku dapat mendorong seseorang untuk melakukan perilaku tersebut. Semakin kuat minat seseorang untuk melakukan suatu perilaku maka akan semakin besar kemungkinan perilaku tersebut dilakukan. Pada Teori TPB, terdapat beberapa faktor yang dapat menentukan seseorang untuk melakukan suatu perilaku. Faktor-faktor tersebut yaitu faktor sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi terhadap kontrol perilaku. Teori ini menjadi dasar pembentukan hipotesis penelitian dimana semakin besar atau tinggi literasi keuangan syariah, akses layanan, dan kebutuhan modal maka akan sejalan dengan semakin besarnya minat pelaku UMKM menjadi nasabah pembiayaan BSI.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Jenis data yang digunakan penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Metode yang digunakan dalam pemilihan sampel penelitian yaitu purposive sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 95 pelaku UMKM yang berlokasi di Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Jumlah sampel penelitian yang digunakan ditentukan menggunakan rumus slovin karena sudah diketahui jumlah populasi objek yang akan digunakan pada penelitian. Metode pengukuran variabel menggunakan skala likert pada variabel minat menjadi nasabah pembiayaan, literasi keuangan syariah, akses layanan, dan kebutuhan modal. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji statistik deskriptif, uji kualitas data (uji validitas dan uji reliabilitas), uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas), analisis regresi linier berganda, dan uji ketetapan moden dan hipotesis (uji koefisien determinasi, uji f, dan uji t).
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) memberikan bukti bahwa: (1) literasi keuangan syariah berpengaruh positif terhadap minat menjadi nasabah pembiayaan, (2) akses layanan berpengaruh positif terhadap minat menjadi nasabah pembiayaan, (3) kebutuhan modal tidak berpengaruh terhadap minat menjadi nasabah pembiayaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa literasi keuangan syariah yang semakin tinggi sejalan dengan semakin tingginya minat pelaku UMKM nasabah pembiayaan. Akses layanan juga memengaruhi minat pelaku UMKM nasabah pembiayaan. Semakin tingginya kebutuhan modal belum mampu memengaruhi minat pelaku UMKM nasabah pembiayaan.
Implikasi dari hasil penelitian ini yaitu sebagai bukti atas Teori Perilaku Berencana pada variabel literasi keuangan syariah dan akses layanan sebagai masukan bagi Bank Syariah Indonesia untuk meningkatkan minat pelaku UMKM mengambil pembiayaan. Keterbatasan penelitian ini yaitu kurangnya pengawasan dari peneliti saat responden mengisi kuesioner dan juga masih terdapat varibel lain di luar model penelitian sebesar 25,6% yang dapat memengaruhi minat pelaku UMKM menjadi nasabah pembiayaan
Pengaruh Kesulitan Keuangan terhadap Manajemen Laba yang Dimoderasi oleh Kepemilikan Manajerial
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesulitan keuangan terhadap manajemen laba yang dimoderasi oleh kepemilikan manajerial. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 152 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode pengamatan yaitu periode 2023. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan random sampling. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 27. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kesulitan keuangan tidak berpengaruh positif terhadap manajemen laba, (2) Interaksi kesulitan keuangan dan kepemilikan manajerial tidak dapat memperkuat manajemen laba. Implikasi dari penelitian ini adalah manajemen perusahaan sebaiknya meningkatkan pengelolaan keuangan dan evaluasi kinerja keuangan secara berkala guna menghindari kondisi kesulitan keuangan atau kebangkrutan. Investor disarankan untuk tidak hanya mengandalkan angka-angka laporan keuangan semata, tetapi juga mempertimbangkan faktor-faktor kualitatif
Isolasi dan Karakterisasi Bacillus sp. Endofit Akar Putri Malu Dataran Menengah untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa Cabai Rawit
Penyakit antraknosa oleh infeksi jamur Colletotrichum sp. merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman cabai rawit, dengan kerugian dapat mencapai 65%. Salah satu pengendalian alternatif yaitu menggunakan agensia hayati berupa Bacillus sp. yang dapat hidup secara endofit. Putri malu (Mimosa invisa Mart. ex Colla.) kaya akan mikroba simbion pada akar dan daerah perakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakter Bacillus sp. endofit akar putri malu asal dataran menengah, mengetahui kemampuan antagonis Bacillus sp. endofit dalam menekan pertumbuhan patogen, dan memacu pertumbuhan tanaman, serta untuk mengetahui kemampuan Bacillus sp, endofit dalam mengendalikan antraknosa pada cabai rawit.
Penelitian dilakukan dari bulan Mei 2024 hingga Maret 2025 di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dimulai dengan eksplorasi bakteri endofit dari akar tumbuhan putri malu sehat, yang kemudian dikarakter berdasarkan bentuk makroskopis, mikroskopi, dan biokimia. Isolat Bacillus sp. endofit selanjutnya diuji terhadap Colletotrichum sp., Fusarium oxysporum, Rhizoctonia solani, Ralstonia solanacearum, dan Xanthomonas oryzae, serta sebagai PGPE pada benih mentimun. Terdapat tiga isolat terbaik diaplikasikan pada buah cabai rawit untuk mengetahui kemampuan dalam mengendalikan penyakit antraknosa secara in vivo. Variabel yang diamati di antaranya pada uji PGPE (Panjang akar, bobot segar kecambah, bobot segar akar), pada uji Detach fruit variabel yang diamati di antaranya masa inkubasi, luas serangan, dan indeks sampah. Data dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) taraf 5% dan uji lanjut dengan DMRT 5% jika terdapat perbedaan nyata.
Hasil eksplorasi didapatkan 15 isolat Bacillus sp. dengan karakter koloni berbentuk bacil, tepi undulate hingga lobate, bakteri Gram positif, uji katalase dan oksidase positif, serta mampu menghasilkan endospora. Berdasarkan uji antagonis dan PGPE, dari 15 isolat dipilih 3 isolat terbaik yaitu BEM14, BEM15, dan BEM24. Pada pengujian antagonis 3 jamur patogen persentase daya hambat dari ketiga isolat sebesar 38,26% hingga 65,00%. Pada uji antagonis 2 bakteri patogen, zona bening yang terbentuk sebesar 7,85 mm hingga 27,50 mm. Hasil aplikasi pada buah cabai rawit isolat BEM14 mampu menekan munculnya gejala 0,5 hari atau 16,67% lebih lama dibanding dengan kontrol
Rancang Bangun dan Analisis Antena Mikrostrip Circular Patch Berbentuk Bintang dengan Defected Ground Structure (DGS) Multiband untuk Aplikasi Wi-Fi 6/E
Dalam era digital perkembangan komunikasi nirkabel menjadi hal yang semakin penting. Kebutuhan akan peningkatan bandwidth serta tuntutan kompabilitas perangkat dengan berbagai standar wireless mengharuskan perangkat bisa beroperasi secara efisien. Wi-Fi adalah contoh teknologi komunikasi wireless. Salah satu standar Wi-Fi saat ini yang banyak digunakan adalah menggunakan standar Wi-Fi 6E. Teknologi Wi-Fi 6E menggunakan frekuensi hingga 6 GHz, membutuhkan antena yang mampu mendukung multi band pada frekuensi 2.4 GHz, 5 GHz dan 6 GHz secara sekaligus agar dapat mengatasi kebutuhan akan kecepatan data yang tinggi, kapasitas jaringan yang lebih besar, dan efisiensi spektral yang lebih baik.
Dengan adanya hal tersebut, maka pada penelitian ini akan dibahas perancangan dengan bentuk star shaped yaitu antena mikrostrip dengan bentuk patch menyerupai bintang dengan beberapa sudut lancip yang tersebar simetris dengan dasar geometri berbentuk lingkaran. Bentuk ini tidak hanya memberikan keunikan secara visual tetapi juga mempengaruhi distribusi arus permukaan dan penambahan jalur resonansi, sehingga memungkinkan antena bekerja pada lebih dari satu frekuensi. Desain ini kemudian akan dikombinasikan dengan teknik DGS untuk memperkuat karakteristik parameter antena. Perancangan ini ditujukan untuk memberikan referensi tentang bentuk patch star-shaped pada antena mikrostip untuk aplikasi multi-band seperti Wi-Fi 6E
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan menganalisis antena mikrostrip berbentuk circular patch star shaped dengan defected ground structure (DGS) untuk menganalisis bentuk patch pada standar multi band Wi-Fi 6E dengan penggunaan teknik DGS. Proses perancangan dilakukan menggunakan software CST Studio Suite, diikuti dengan fabrikasi dan analisis hasil antena dengan membandingkan dengan antena referensi untuk melihat performa parameter antena.
Hasil perancangan antena menunjukkan bahwa antena mampu bekerja pada ketiga frekuensi untuk aplikasi Wi-Fi 6E dengan nilai return loss sebesar -10 51 dB (2.4 GHz), -18.38 dB (5 GHz) dan -14.34 dB (6 GHz). dengan bandwidth yang bisa mencakup satu hingga dua kanal di setiap frekuensinya. Dimensi dari perancangan ini menghasilkan antena dengan dimensi 60 mm × 60 mm yang menghasilkan gain maksimum sebesar 3.04 dBi dengan pola radiasi omnidirectional pada frekuensi rendah dan directional pada frekuensi tinggi
Pengaruh Media Edukasi Gizi Dengan Buku Cerita Bergambar Terhadap Pengetahuan dan Asupan Sayur dan Buah Siswa Sekolah Dasar (Studi Kasus Pada SDN Karangmangu Baturraden)
Latar Belakang: Anak sekolah dasar merupakan salah satu kelompok usia rawan dikarenakan masa tersebut anak sedang mengalami pertumbuhan sehingga memerlukan asupan gizi yang cukup. Kurangnya asupan sayur dan buah anak sekolah dasar masih banyak terjadi di Indonesia. Salah satu faktor penyebab asupan sayur dan buah kurang adalah kurangnya pengetahuan.Pemberian edukasi melalui buku cerita bergambar dapat dijadikan salah satu media edukasi gizi yang menarik untuk anak. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi dengan buku cerita bergambar terhadap pengetahuan dan asupan sayur dan buah anak sekolah dasar.
Metodologi: Penelitian menggunakan metode quasy experimental dengan desain one group pretest post-test kepada 28 siswa kelas IV di SDN Karangmangu Baturraden. Penelitian dilaksanakan empat kali pertemuan menggunakan media buku cerita bergambar. Variabel diukur dengan kuesioner pengetahuan dan food recall 1x24 jam. Variabel pengetahuan berdistribusi normal sedangkan variabel asupan sayur dan buah berdistribusi tidak normal sehingga uji yang digunakan adalah paired T-test dan uji wilcoxon
Hasil Penelitian: Sebagian besar responden berusia 10 tahun, berjenis kelamin laki-laki, pendidikan orang tua SMA/SMK/sederajat, pekerjaan orang tua buruh dan ibu rumah tangga, serta status gizi baik. Terdapat perubahan pengetahuan sebesar 25,70% dari 3,96 menjadi 6,29 (nilai p=0,000). Sementara itu, tidak terdapat perubahan yang signifikan pada asupan sayur dan buah dengan persentase peningkatan asupan sayur dan buah 37,5% dari 20 gram menjadi 27,5 gram (p=0,848).
Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi gizi dengan buku cerita bergambar terhadap pengetahuan namun tidak ada pengaruh pada asupan sayur dan buah
Producing an Informative Bilingual E-Booklet as a Promotional Strategy for Kota Lama Banyumas
Laporan praktik kerja berjudul "Producing an Informative Bilingual E- Booklet as a Promotional Strategy for Kota Lama Banyumas" membahas upaya pembuatan e-booklet dua bahasa sebagai strategi promosi untuk meningkatkan daya tarik wisata di Kota Lama Banyumas dan menginformasikan pelaksanaan praktik kerja. E-booklet ini berisi beberapa destinasi wisata yaitu Kota Lama Banyumas, Roti Mruyung Guest House & Cafe, Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas, Museum Wayang Banyumas, dan Masjid Agung Nur Sulaiman. Selama praktik kerja, penulis melakukan analisis kebutuhan informasi yang relevan bagi pengunjung dan masyarakat lokal, serta mengidentifikasi elemen penting yang harus dimasukkan dalam e-booklet. Proses ini melibatkan pengumpulan data melalui beberapa metode yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Observasi dilakukan untuk mempelajari potensi wisatanya langsung. Dokumentasi dilakukan untuk pengumpulan sumber daya yang ada juga mencakup konten visual yang menyoroti aspek-aspek unik dari Kota Lama Banyumas dan informasi tempat wisata. Wawancara dilakukan untuk mengetahui tempat wisata mana yang belum tereksplor dan belum mempunyai media promosi. Dalam prosesnya, hasil pengumpulan data diolah dalam bentuk narasi dan gambar yang mendukung lalu dituangkan ke sebuah layout sebagai tahap pengembangan produk. E-booklet yang dihasilkan bertujuan untuk memberikan informasi yang jelas dan menarik tentang objek wisata, budaya, dan kegiatan yang ada di Kota Lama Banyumas. Dengan menggunakan dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, e-booklet ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Pada proses pembuatan produk, penulis juga menghadapi berbagai kendala, seperti keinginan untuk membuat e-booklet yang sempurna dapat menghambat kemajuan, karena penulis mungkin terus-menerus merevisi dan tidak pernah merasa puas, dan menemukan keseimbangan antara memberikan detail yang cukup serta desain yang menarik dan tidak membosankan. Kendala tersebut bisa diatasi dengan fokus pada penyelesaian terlebih dahulu sebelum melakukan revisi, mengatur konten dengan hati-hati, memberikan perhatian pada detail desain yang paling penting, dan menggunakan gambar yang kuat untuk mengkomunikasikan pesan yang disampaikan pada e-booklet