27468 research outputs found
Sort by
Perancangan Sistem Kendali dan Keselamatan pada Production Separator Berbasis PLC dan HMI
Industri minyak dan gas memerlukan sistem kendali yang andal untuk menjamin efisiensi dan keselamatan, terutama pada unit seperti Production Separator yang mengatur tekanan, level, dan aliran. Namun, seringkali ditemukan tantangan dalam memastikan integrasi yang optimal antara perangkat keras, logika kontrol, dan antarmuka pengguna. Permasalahan ini mencakup bagaimana merancang sistem kendali yang mampu merespons perubahan variabel proses secara real-time, bagaimana mendesain antarmuka HMI yang intuitif bagi operator, serta bagaimana memastikan sistem keselamatan berjalan sesuai spesifikasi dalam berbagai kondisi operasional. Penelitian ini merancang sistem kendali berbasis PLC dan HMI menggunakan EcoStruxure Machine Expert dan Vijeo Designer, dengan pengembangan logika kontrol, desain antarmuka HMI real-time, serta integrasi sensor dan aktuator. Sistem HMI berhasil menampilkan parameter tekanan dan level secara akurat, serta mengimplementasikan sistem keselamatan yang mengacu pada safe chart, termasuk alarm HH, H, L, LL dan shutdown otomatis melalui ESD, PSD, USD-1. Shutdown hierarchy berhasil diterapkan, di mana PSD memiliki prioritas lebih tinggi. Mode auto pada valve LCV-104 menghasilkan bukaan yang sesuai perhitungan manual, sementara mode manual memungkinkan pengaturan langsung oleh operator. Grafik tren bukaan valve juga tampil akurat dalam kedua mode. Selain itu, fitur Maintenance Override Switch (MOS) berhasil diimplementasikan untuk sensor tekanan dan level guna memungkinkan pemeliharaan tanpa memicu shutdown. Validasi dilakukan melalui simulasi berbagai skenario, dengan tingkat keberhasilan sistem mencapai 100%, menunjukan sistem berjalan sesuai desain dan mampu meningkatkan keselamatan operasional secara signifikan
Pelaksanaan Restorative Justice sebagai Penyelesaian dalam Perkara Penipuan atau Penggelapan pada Tingkat Penuntutan (Studi Kasus di Kejaksaan Negeri Purbalingga)
Tindak pidana penipuan dan penggelapan merupakan dua bentuk kejahatan yang paling sering terjadi di masyarakat Indonesia. Dalam praktik penyelesaian perkara kedua tindak pidana tersebut, selama ini lebih menekankan pada keadilan retributive. Restorative justice hadir sebagai alternatif penyelesaian perkara pidana yang menitikberatkan pada pemulihan bagi korban dan pelaku melalui proses perdamaian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan restorative justice serta hambatan yang dilalui Kejaksaan Negeri Purbalingga dalam menangani kasus tindak pidana penipuan atau penggelapan motor. Penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis yang sumber data primernya diperoleh dari wawancara dengan jaksa, pelaku dan korban sedangkan untuk data sekunder dari studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi restorative justice dalam kasus penipuan atau penggelapan motor di Kejaksaan Negeri Purbalingga telah berjalan dengan baik sesuai regulasi yang berlaku. Namun, dalam penerapannya, terdapat hambatan yang dihadapi berdasarkan teori Lawrence M. Friedman. Pertama, hambatan dari faktor struktural hukum yaitu adanya tumpang tindih kewenangan kepolisian dan kejaksaan dalam penyelesaian perkara dengan restorative justice. Kedua, dari faktor sosial masyarakat yang masih memiliki budaya hukum formalistik dan retributive. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan koordinasi antar lembaga, serta sosialisasi kepada masyarakat guna mendukung efektivitas restorative justice
Pemanfaatan Objek Wisata Kolam Renang Karang Tirta Sebagai Prasarana Aktivitas Luar Kelas Di Kecamatan Cilongok
Latar Belakang: Objek wisata Kolam Renang Karang Tirta merupakan destinasi berbasis pengalaman aktivitas air yang memiliki potensi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran di luar kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat serta penggunaan objek wisata Kolam Renang Karang Tirta sebagai lokasi Prasarana aktivitas luar kelas.
Metoelogi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari Guru PJOK, Pengelola objek wisata Kolam Renang Karang Tirta, dan Siswa SMP
Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukan bahwa objek wisata Kolam Renang Karang Tirta memiliki potensi besar sebagai lokasi pembelajaran luar kelas melalui praktik langsung seperti pembelajaran renang didukung oleh daya tarik, aksesibilitas, keamanannya. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaan aktivitas luar kelas, seperti keterbatasan fasilitas, kapasitas tempat. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan sarana dalam mendukung kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman.
Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa objek wisata Kolam Renang Karang Tirta dapat dimanfaatkan sebagai lokasi aktivitas luar kelas oleh berbagai sekolah di kecamatan cilongok, menawarkan pengalaman belajar berbasis praktik. Faktor pendukungnya mencakup daya tarik alami, fasilitas pendukung dan dukungan pengelola, sedangkan kendalanya meliputi keterbatasan promosi dan aksesibilitas transportasi. Implementasi kegiatan ini melibatkan kerja sama sekolah, pengelola, dan murid untuk mendukungnya kelancaran pembelajaran diluar kelas
Diskriminasi Hak Beribadah Kelompok Minoritas Studi Kasus Penyegelan Gereja GKPS Purwakarta
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji penyebab pelanggaran hak kebebasan beragama serta menganalisis pengaruh politik identitas dalam kasus penyegelan Gereja GKPS Purwakarta. Peneliti menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus dengan jenis penelitian studi lapangan. Dalam menentukan sasaran penelitian digunakan teknik purposive sampling, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen. Untuk menjamin keakuratan data, menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa penyegelan Gereja GKPS Purwakarta mencerminkan ketegangan sosial yang dipicu oleh dua faktor: Pertama, belum terpenuhinya syarat administratif perizinan 90 KTP jemaat dan 60 KTP warga sesuai PMA No. 9, No. 8 Tahun 2006. Kedua, adanya penolakan dari masyarakat terhadap keberadaan Gereja GKPS Purwakarta yang berada di wilayah mayoritas Islam. Kedua faktor tersebut memunculkan tekanan sosial yang dilakukan kelompok mayoritas terhadap pemerintah untuk memberikan keputusan menyegel bangunan Gereja GKPS Purwakarta. Disisi lain, keberadaan rumah ibadah merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Seharusnya, pemerintah mampu mengayomi dan melindungi masyarakat dalam menjalankan fungsinya membina kerukunan antar umat beragama salah satunya memfasilitasi pendirian rumah ibadah
Penjatuhan Pidana Pokok dan Tambahan Terhadap Anggota Perwira TNI Yang Melakukan Tindak Pidana Desersi (Studi Putusan Nomor 23-K/PMT-II/AL/V/2023)
Desersi termasuk tindakan yang masuk dalam pelanggaran berat di TNI berdasarkan ketentuan
Surat Telegram Pangdam I/BB Nomor STR/25/2007. Tindakan ini diklasifikasikan sebagai
pelanggaran displin yang serius dan merupakan tindak pidana yang paling sering dilakukan oleh
prajurit TNI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum
hakim dalam menentukan pidana pokok dan pidana tambahan bagi oknum TNI yang melakukan
desersi, serta penerapan asas kepentingan militer pada pemidanaan terhadap oknum TNI yang
melakukan desersi dalam Putusan Nomor 23-K/PMT-II/AL/V/2023. Penelitian ini menggunakan
metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data yang
digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan. Data yang
didapat disajikan dalam bentuk teks naratif dan akan dianalisis secara normatif-kualitatif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim dalam mempertimbangkan pelaksanaan hukuman
tambahan pemecatan pada Putusan Nomor 23-K/PMT-II/AL/V/2023 mengambil keputusan yang
subjektif, dengan mengabaikan aturan dalam Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 03 Tahun
2015 dan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 03 Tahun 2018. Prinsip kepentingan militer
dalam Putusan Nomor 23-K/PMT-II/AL/V/2023 diterapkan secara kurang bijak, sehingga
memberikan kesan bahwa prinsip ini dapat digunakan untuk melindungi terdakwa yang sudah
tidak layak untuk berdinas asalkan kepentingan militer tetap ditegakkan
Studi Petrografi dan Geokimia Batuan Vulkanik Gunungapi Muria, Jawa Tengah
Gunungapi Muria merupakan gunungapi api kuarter yang terletak di Semenanjung Muria, di sebelah utara Pulau Jawa bagian tengah, dan merupakan bagian dari Busur Vulkanik Sunda. Semenanjung Muria merupakan suatu kompleks vulkanik yang terdiri dari Gunungapi Muria, Gunungapi Genuk, dan Gunungapi Patiayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik mineral dan geokimia dari batuan vulkanik di daerah penelitian yang mencakup Gunungapi Muria, Gunungapi Genuk, dan Gunungapi Patiayam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis petrografi dan X-Ray Fluoroscence (XRF). Berdasarkan hasil analisis petrografi didapatkan jenis batuan vulkanik daerah penelitian adalah tephritic phonolite, phonolite, basalt, basalt andesite, dan andesite. Terdapat tekstur mikro plagioklas diantaranya sieve, fine-scale oscillatory zoning, synneusis, glomerocryst, microlites, dan broken crystal. Hasil analisis geokimia diperoleh merupakan batuan beku intermediet hingga basa berdasarkan kandungan dari SiO2 yang mana memiliki persentase 51,6%–62,2 wt%. Berdasarkan diagram TAS yang membandingkan SiO2 dan Na2O+K2O (total alkali) dengan persentase 6,63-12,72 wt%, jenis batuan merupakan trachyte trachydacite, tephriphonolite, trachyandesite, dan basaltic trachyandesite; memiliki afinitas magma shoshonite series karena memiliki kandungan K2O yang tinggi yaitu 2,88-5,2 wt% yang disebabkan oleh keterdapatan mineral feldspatoid. Lingkungan tektonik pada daerah penelitian kemungkinan merupakan bagian dari continental arc atau busur benua yang terbentuk akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah dan lempeng Eurasia yang panjang dan sangat dalam (supra-subduksi)
Pengaruh Latihan Uphill Running & Rubber Band Running terhadap Akselerasi Sprint 30 Meter Pada Siswa Ekstrakulikuler Atletik SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang
Latar Belakang: Akselerasi merupakan faktor penting dalam sprint 30 meter, di mana kecepatan awal sangat menentukan performa seorang sprinter. Latihan yang tepat diperlukan untuk meningkatkan akselerasi, salah satunya melalui Uphill running dan Rubber band running. Namun, belum banyak penelitian yang membandingkan efektivitas kedua metode ini dalam meningkatkan akselerasi sprint. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan Uphill running dan Rubber band running terhadap akselerasi sprint 30 meter pada siswa ekstrakurikuler atletik SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang.
Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain two group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri dari 20 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Uphill running dan Rubber band running, masing-masing terdiri dari 10 siswa. Pengukuran akselerasi sprint 30 meter dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan 30m Acceleration Test. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, homogenitas, dan uji paired sample t-test serta independent sample t-test.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan peningkatan akselerasi sprint 30 meter secara signifikan (p < 0,05). Namun, kelompok Uphill running mengalami peningkatan akselerasi yang lebih tinggi yaitu meningkat sebesar 0.45 dibandingkan kelompok Rubber band running yang memperoleh peningkatan sebesar 0.34.
Kesimpulan: Latihan Uphill running dan Rubber band running dapat meningkatkan akselerasi sprint 30 meter. Namun, latihan Uphill running lebih efektif dibandingkan Rubber band running. Oleh karena itu, latihan Uphill running direkomendasikan sebagai metode latihan untuk meningkatkan akselerasi dalam sprint jarak pendek.
Kata Kunci: Uphill running, Rubber band running, akselerasi, sprint 30 mete
Popularitas Anime Kimetsu No Yaiba: Mugen Train (Kajian Resepsi)
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki respon mahasiswa Sastra Jepang angkatan 2021 Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) terhadap anime Kimetsu no Yaiba: Mugen Train dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi mereka terhadap popularitasnya. Menggunakan teori resepsi Stuart Hall, penelitian ini mengeksplorasi posisi pembacaan dominan, negosiasi, dan oposisi dalam pemaknaan pesan film tersebut. Menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan menerapkan wawancara mendalam dengan enam orang mahasiswa yang dipilih secara purpose sampling dari total 27 mahasiswa yang mengisi kuisioner. Hasilnya menunjukkan 4 narasumber berada pada posisi dominan, menerima pesan film terkait kualitas visusal dan penyampaian emosional secara positif. Sebaliknya, ada dua narasumber yang menempati posisi negosiasi dengan mengakui kualitas film namun mengkritisi aspek naratif tertentu. Temuan ini mengungkap bahwa latar belakang dan pengalaman pribadi mahasiswa berpengaruh signifikan terhadap cara mereka memahami dan menanggapi anime ini
Pengaruh Pupuk Kasgot Dan Zeolit Terhadap Sifat Kimia Tanah Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Pada Tanah Inceptisol
Bawang merah merupakan tanaman hortikultura yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Termasuk kedalam tanaman yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga kebutuhan bawang merah terus meningkat. Produksi bawang merah di tahun 2020 mencapai 1.815.445 ton. Pemupukan diharapkan dapat memperbaiki kondisi tanah sehingga dapat mencukupi kebutuhan tanah. Tanah Inceptisol sebagai lahan yang paling besar potensinya untuk dikembangkan, unsur hara makro dan mikro yang masih minim sehingga kurang subur. Pupuk Kasgot memiliki nilai N, P dan K yang tinggi dan pupuk zeolit memiliki nilai KTK yang tinggi. Penggabungan kasgot dan zeolit ini diharapkan mampu mengoptimalkan penyerapan nitrogen oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk kasgot dan dosis zeolit terhadap sifat kimia tanah dan produksi tanaman bawang merah pada tanah Inceptisol. Percobaan ini dilaksanakan di Laboratorium Tanah dan Sumber Daya Lahan dan screen house A23 Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan berlangsung selama 6 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian dosis pupuk kasgot (K) dan faktor kedua adalah pemberian dosis zeolit (Z). Masing-masing faktor terdiri dari KO= 0 kg/ha, K1=500 kg/ha, K2=1000 kg/ha, K3=1500 kg/ha, K4=2000 kg/ha, Z0= 0 kg/ha, dan Z1=500 kg/ha. Variabel yang diamati antara lain: pH H20, pH KCL, Daya Hantar Listrik, N-Total, C-Organik, N-Tersedia, P-Tersedia, K-Tersedia, Bobot Umbi Segar dan Diameter Umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pemberian dosis pupuk kasgot mampu meningkatkan secara nyata pada pH H2O, N-Total, K-Tersedia dan Bobot umbi segar dengan dosis terbaik yaitu 1500 kg/ha. Pemberian dosis zeolit memberikan hasil terbaik pada variabel Daya Hantar Listrik dengan dosis terbaik pada 500 kg/ha. Terdapat interaksi antara dosis pupuk kasgot dan zeolit dengan kombinasi terbaik terhadap Daya hantar listrik pada dosis pupuk kasgot 1500 kg/ha dan dosis zeolit 500 kg/ha
Studi Tentang Ketahanan Putative Mutant Tebu cv. NXI 1-3 Terhadap Stres Osmotik Dengan PEG Secara In Vitro
Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman bernilai ekonomi tinggi dan merupakan sumber gula terbesar. Pertanaman tebu saat ini bergeser ke area yang rentan mengalami defisit air. Oleh karena itu diperlukan kultivar tebu yang toleran terhadap kekeringan. Induksi variasi somaklonal dan teknik kultur in vitro dapat ditawarkan untuk menghasilkan kultivar tebu yang toleran terhadap kekeringan. Beberapa putative mutant hasil induksi variasi somaklonal dengan radiasi sinar gamma Co60 pada kultivar tebu NXI 1-3 telah dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh pemberian beberapa konsentrasi PEG pada pertumbuhan beberapa klon tebu NXI 1-3; 2) Menentukan klon tebu yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap cekaman PEG dalam kultur in vitro. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Petak Terpisah. Sebagai petak utama adalah klon putative mutant tebu NXI 1-3 (11.201 dan 11.401) dan wild type (11.00). Sebagai anak petak adalah konsentrasi PEG dengan 6 taraf, yaitu 0%; 5%; 10%; 15%; 20%; 25%. Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali, sehingga diperoleh 54 unit percobaan. Variabel bebas yang dicobakan adalah klon tebu dan konsentrasi PEG. Variabel terikat yang diamati adalah pertumbuhan klon tebu dengan parameter yang diukur yaitu persentase eksplan hidup, jumlah tunas, jumlah daun, dan jumlah akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian beberapa konsentrasi PEG berpengaruh terhadap pertumbuhan tunas, daun, dan akar tebu NXI 1-3 dalam kultur in vitro. Putative mutant tebu NXI 1-3 memiliki toleransi yang lebih baik terhadap stres osmotik dengan penambahan PEG dalam kultur in vitro