27468 research outputs found
Sort by
Penerapan Business Judgement Rule oleh Direksi Anak Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang Menimbulkan Kerugian (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor: 3614 K/Pid.Sus/2024)
Penerapan Business Judgement Rule (BJR) memberikan perlindungan hukum bagi Direksi Perseroan dalam pengambilan keputusan bisnis dari tanggung jawab secara pribadi meskipun keputusan mengakibatkan kerugian, sepanjang tindakan didasarkan pada itikad baik dan hati-hati (fiduciary duty). Kerugian dari pengambilan keputusan bisnis atas resiko bisnis banyak menjerat Direksi dituding
menciptakan kerugian negara, termasuk kasus Ir. Kusmahadi Setya Jaya Direksi PT. Nusantara Terminal Services (Anak Perusahaan BUMN).
Penelitian bertujuan untuk menganalisis penerapan BJR oleh Direksi PT. NTS dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 3614 K/Pid.Sus/2024 dan kaitannya status hukum Anak Perusahaan BUMN apabila terjadi kerugian tidak selalu
dianggap kerugian keuangan negara karena tergantung dengan teori yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual,
spesifikasi penelitian preskriptif, analisis dengan data sekunder, dan metode analisis normatif kualitatif.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa penerapan BJR tidak dapat diterapkan karena bertentangan dengan kewajiban hukumnya dan tidak memenuhi unsur BJR Pasal 97 ayat (5) UU PT. Konsekuensinya, Majelis Hakim
tidak menganalisis dan mempertimbangkan BJR dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 3614 K/Pid.Sus/2024 dan kerugian PT. NTS selaku Anak Perusahaan BUMN dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 3614 K/Pid.Sus/2024 dapat dikategorikan kerugian keuangan negara karena dalam pertimbangan hukum hakim kerugian ditinjau dengan teori sumber
Hubungan antara Pengetahuan Gizi Seimbang dan Tingkat Kecukupan Protein dengan Status Gizi Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Utara II
Latar Belakang : Status gizi akan mempengaruhi kualitas hidup lansia. Perubahan status gizi pada lansia dapat disebabkan oleh determinan langsung seperti asupan gizi serta determinan tidak langsung seperti pengetahuan. Asupan protein yang baik dapat meningkatkan massa otot pada lansia sehingga dapat mempengaruhi status gizi lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dan tingkat kecukupan protein dengan status gizi lansia di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Utara II.
Metode : Populasi pada penelitian ini adalah lansia yang bertempat tinggal di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Utara II. Sampel penelitian berjumlah 108 responden. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Variabel bebas adalah pengetahuan gizi dan tingkat kecukupan protein serta variabel terikat adalah status gizi dengan metode pengukuran menggunakan LILA. Analisis univariat menggambarkan umur, berat badan, jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, akses terhadap pelayanan kesehatan, pengetahuan gizi, tingkat kecukupan protein, dan status gizi. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling pada lansia yang berdomisili di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Utara II. Pengambilan data pengetahuan gizi seimbang menggunakan kuesioner dan tingkat kecukupan protein menggunakan wawancara food recall 2x24 jam. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square.
Hasil Penelitian : Sebagian besar status gizi baik yaitu sebesar 90,7%, tingkat pengetahuan gizi seimbang baik sebesar 56,5%, dan tingkat kecukupan protein baik sebesar 52,8%. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dengan status gizi lansia (p= 0,811) dan tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan protein dengan status gizi lansia (p= 0,328).
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dan tingkat kecukupan protein dengan status gizi Lansia.
Kata Kunci : Status Gizi, Pengetahuan Gizi Seimbang, Tingkat Kecukupan Protei
Perbedaan Pola Asuh, Pola Pemberian Makan, dan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Mikro Balita Stunted dan Non-Stunted di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Sumbang
Kejadian stunted pada balita disebabkan oleh beberapa faktor risiko. Faktor langsung yang memengaruhi stunted pada anak usia 24-59 bulan adalah riwayat penyakit, asupan makro gizi dan mikro gizi. Kemudian faktor tidak langsungnya berupa pola pengasuhan orang tua yang berpengaruh pada cara pemberian makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pola asuh, pola pemberian makan, dan tingkat kecukupan zat gizi mikro pada balita stunted dan non-stunted di wilayah kerja puskesmas 1 sumbang.
Penelitian menggunakan desain studi case control dengan sampel 27 balita stunted dan 27 balita non-stunted di Desa Sumbang dan Desa Banteran, responden dipilih berdasarkan purposive sampling dengan perbandingan kelompok kasus dan kontrol 1:1 berdasarkan matching usia. Pengambilan menggunakan kuesioner Parenting Style and Dimension Questionnaire (PSDQ), Child Feeding Questionnaire (CFQ), dan SQ-FFQ. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square, fisher exact, Independent T, dan mann whiteney.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pola pemberian makan (p=0,024) pada balita stunted dan non-stunted usia 24-59 bulan. Akan tetapi, tidak ada perbedaan pola asuh (p=0,454), tingkat kecukupan kalsium (p=0,098), zink (p=0,333), dan zat besi (p=0,325) pada balita stunted dan non-stunted usia 24-59 bulan
Terdapat perbedaan pola pemberian makan dan tidak terdapat perbedaan pola asuh, serta tingkat kecukupan zat gizi mikro pada balita stunted dan non-stunted usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Sumban
Studi Pengaruh DTM 25EC Sebagai Bahan Pengawet terhadap Kuat Tekan dan Kuat Geser Bambu Petung (Dendrocalamus asper)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh DTM 25EC sebagai bahan pengawet terhadap kuat tekan dan kuat geser bambu petung (Dendrocalamus asper), serta menganalisis hubungan antara sifat fisis dan sifat mekanik bambu. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan menguji kadar air, kerapatan, kuat tekan, dan kuat geser pada bambu petung yang diawetkan menggunakan DTM 25EC. Pengawetan bambu menggunakan larutan DTM 25EC dengan perbandingan 1:250. Pengawetan dilakukan dengan metode perendaman selama 14 hari. Penelitian ini mengacu pada ISO 22157:2004 untuk pengujian sifat fisis dan mekanik bambu.
Hasil pengujian menunjukkan kadar air rata-rata sebesar 86,86% dan kerapatan rata-rata 0,710 g/cm³. Kadar air menurun dari bagian pangkal ke ujung, sedangkan kerapatan meningkat. Pengawetan menggunakan DTM 25EC memberikan peningkatan kuat tekan rata-rata sebesar 5,78% pada bagian tanpa nodia dan 2,77% pada bagian dengan nodia. Sementara itu, peningkatan kuat geser rata-rata mencapai 89,47% pada bagian tanpa nodia dan 59,96% pada bagian dengan nodia. Hasil ini menunjukkan bahwa sifat fisis bambu berpengaruh terhadap sifat mekaniknya, di mana kadar air yang rendah dan kerapatan yang tinggi berkorelasi dengan peningkatan kekuatan mekanik. Dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, DTM 25EC dapat dikatakan lebih efektif dan konsisten dalam meningkatkan kualitas bambu, sehingga berpotensi menjadi alternatif bahan pengawet bambu yang layak digunakan
Analisis Konjoin untuk Mengidentifikasi Preferensi Konsumen dalam Keputusan Pembelian Bouqet di Purwokerto
Bouquet menjadi simbol perayaan di kalangan mahasiswa, khususnya saat wisuda atau sidang skripsi. Fenomena ini mendorong tumbuhnya bisnis bouquet, termasuk di kalangan mahasiswa sebagai produsen. Penelitian ini bertujuan menganalisis preferensi konsumen dalam keputusan pembelian bouquet di Purwokerto menggunakan analisis konjoin. Survei dilakukan terhadap 100 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang pernah membeli bouquet, Atribut yang digunakan berjumlah 7 yaitu atribut produk, harga, tempat, promosi, pelayanan, proses pemesanan, dan sarana fisik. Hasil menunjukkan bahwa konsumen paling menyukai custom bouquet, toko yang dekat, harga Rp15.000 – Rp50.000, promosi potongan harga, pelayanan ramah, pemesanan offline, dan etalase menarik. Atribut harga menjadi faktor paling berpengaruh. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna bagi pelaku usaha di industri bouqet dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif
Aktivitas Nanopartikel Ekstrak Bunga Kecombrang Berbasis Karboksimetil Kitosan terhadap Degradasi Biofilm Prevotella Intermedia Penyebab Periodontitis
Prevotella intermedia merupakan bakteri oportunistik yang berperan dalam penyakit periodontitis. Bunga kecombrang dilaporkan berpotensi menjadi bahan antibakteri dan antibiofilm yang aktivitasnya dapat ditingkatkan dengan membentuknya menjadi nanopartikel menggunakan polimer karboksimetil kitosan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan terhadap degradasi biofilm Prevotella intermedia. Penelitian yang dilakukan berupa eksperimental laboratorium in vitro dengan posttest only control group design. Sampel penelitian berupa biofilm Prevotella intermedia yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok perlakuan nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan konsentrasi 15 mg/mL, 25 mg/mL, 35 mg/mL, kontrol positif chlorhexidine gluconate 0,2%, dan kontrol sediaan nanopartikel tanpa ekstrak. Nanopartikel dikarakterisasi menggunakan particle size analyzer. Uji degradasi dilakukan menggunakan microtiter plate assay dengan pewarnaan kristal violet 1%. Analisis data menggunakan One-way ANOVA dan post hoc LSD. Hasil menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan konsentrasi 15 mg/mL, 25 mg/mL, dan 35 mg/mL memiliki aktivitas terhadap degradasi biofilm (p 0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat aktivitas nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan terhadap degradasi biofilm Prevotella intermedia, sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan alternatif pencegahan penyakit periodontal. Prevotella intermedia is an opportunistic bacterium that plays a role in periodontitis. Torch ginger flowers have been reported to have potential as an antibacterial and antibiofilm agent, and their activity can be enhanced by forming them into nanoparticles using carboxymethyl chitosan polymer. This study aimed to determine the effectiveness of carboxymethyl chitosan-based nanoparticles containing torch ginger flower extract in degrading Prevotella intermedia biofilms. The research was conducted as in vitro laboratory experiments with a posttest-only control group design. The Prevotella intermedia biofilm research sample was divided into five groups: a treatment group with 15, 25, or 35 mg/mL of carboxymethyl chitosan-based torch ginger flower extract nanoparticles; a positive control group with 0.2% chlorhexidine gluconate; and a control group with nanoparticle preparations without extract. The nanoparticles were characterized using a particle size analyzer. A degradation test was performed using a microtiter plate assay with 1% crystal violet staining. One-way ANOVA and post hoc LSD were used for data analysis. The results showed that all concentrations of the treatment group (15, 25, and 35 mg/mL) had activity against biofilm degradation (p 0.05). In conclusion, carboxymethyl chitosan-based torch ginger flower extract nanoparticles exhibit activity against Prevotella intermedia biofilm degradation and have the potential to be developed as an alternative material for preventing periodontal disease
Penerapan Model Proportional Odds Pada Regresi Logistik Ordinal (Studi Kasus : Tingkat Keparahan Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Banyumas Tahun 2023)
Kabupaten Banyumas termasuk kabupaten dengan jumlah kecelakaan lalu lintas tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Metode regresi merupakan analisis data yang mendeskripsikan hubungan antara variabel respon dengan satu atau lebih variabel prediktor. Model yang umum digunakan dalam regresi logistik ordinal adalah model proportional odds. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Unit Laka Lantas Polres Banyumas yang terdiri dari tingkat keparahan korban kecelakaan lalu lintas sebagai variabel respon dan lima variabel prediktor. Dalam hal ini variabel responnya dibedakan ke dalam 3 kategori, yaitu korban luka ringan, korban luka berat, dan korban meninggal dunia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga variabel yang berpengaruh terhadap tingkat keparahan korban kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Banyumas, yaitu variabel jenis kecelakaan, jenis kendaraan korban, dan waktu kecelakaan
Tingkat Partisipasi Anggota Koperasi Mina Satya Panembangan di Desa Panembangan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas
Koperasi Mina Satya Panembangan di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, didirikan pada tahun 2022 untuk mengembangkan sektor perikanan dan pertanian berbasis konsep minapadi (Smart Fisheries Village). Meski memiliki potensi besar dengan dukungan sumber daya alam dan program pemerintah, koperasi ini menghadapi masalah partisipasi anggota yang rendah. Dari 72 anggota, hanya 17 yang aktif menggunakan layanan pinjaman dari koperasi. Penurunan partisipasi ini mengancam keberlanjutan koperasi, padahal perannya vital bagi ekonomi desa yang berbasis pertanian dan perikanan. Untuk itu diperlukan adanya penelitian tentang tingkat partisipasi dari anggota Koperasi Mina Satya Panembangan. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui 1) Karakteristik anggota Koperasi Mina Satya Panembangan, 2) Tingkat partisipasi dari anggota Koperasi Mina Satya Panembangan, 3) Korelasi antar tingkat partisipasi dengan mutu manajemen, pelayanan koperasi, kinerja pengurus, motivasi anggota, sikap anggota dan loyalitas anggota.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survei. Rancangan penentuan responden menggunakan teknik sensus sebanyak 72 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan kuesioner atau angket. Data yang diperoleh, diuji menggunakan analisis tangga partisipasi Arnstein (1969) dan uji korelasi rank spearman.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa karakteristik dari responden mayoritas berjenis kelamin laki-laki, tergolong dalam kategori pra lanjut usia, pendidikan pada tingkat sekolah dasar, pengalaman berkoperasi yang relatif rendah, banyak yang tidak memiliki lahan karena bekerja sebagai buruh tani. Hasil perhitungan tingkat partisipasi dari anggota koperasi berada pada tangga terapi yang termasuk dalam tingkat “tanpa partisipasi”, pada tingkat tersebut tidak termasuk dalam arti partisipasi yang sesungguhnya. Dalam uji korelasi rank spearman semua pengujian memiliki hubungan positif kecuali hubungan kinerja pengurus terhadap tingkat partisipasi dan hubungan loyalitas anggota terhadap tingkat partisipasi. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini agar pengurus dapat membangun divisi khusus untuk unit simpan pinjam koperasi primer, menambah pengurus koperasi, dan mengadakan program pendampingan bagi anggota koperasi. Temuan penelitian diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan partisipasi dan mendukung keberlanjutan koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal
Aktivitas Fraksi dari Ekstrak Etanol Daun Saga (Abrus precatorius) terhadap Degradasi Biofilm Bakteri Streptococcus sanguinis ATCC 10556
Karies gigi merupakan kerusakan jaringan keras gigi akibat demineralisasi dari hasil metabolisme bakteri dalam biofilm. Streptococcus sanguinis merupakan flora normal yang dapat berubah menjadi patogen oportunistik pembentuk biofilm penyebab karies gigi. Tanaman saga (Abrus precatorius) dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri dan antibiofilm sehingga berpotensi dikembangkan sebagai penghambat pembentukan biofilm S. sanguinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fraksi n-heksan, etil asetat, dan residu dari ekstrak etanol daun saga terhadap degradasi biofilm bakteri S. sanguinis ATCC 10556. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental laboratoris secara in vitro dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Pada penelitian ini diujikan fraksi n-heksan, etil setat, dan residu dari ekstrak etanol daun saga dengan tiga konsentrasi 0,625%, 1,25%, dan 2,5% (b/v). Kontrol positif menggunakan Chlorhexidine gluconate 0,2% dan kontrol negatif menggunakan DMSO 1%. Degradasi biofilm diuji menggunakan metode microtiter plate assay dengan pewarnaan kristal violet 1% dan pembacaan densitas optik dilakukan dengan microplate reader (λ = 450 nm). Data dianalisis menggunakan uji One-way ANOVA dan Two-way ANOVA yang masing-masing dilanjutkan dengan uji Post-hoc LSD. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh fraksi dari ekstrak etanol daun saga pada seluruh konsentrasi memiliki aktivitas dalam mendegradasi biofilm secara signifikan (p≤0,05) dibandingkan kontrol negatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dengan konsentrasi 2,5% merupakan fraksi yang memiliki aktivitas degradasi biofilm tertinggi dibandingkan dengan fraksi lainnya dan tidak memiliki perbedaan yang signifikan (p≥0,05) dengan kontrol positif. Simpulan penelitian ini adalah terdapat aktivitas fraksi n-heksan, etil asetat, dan residu dari ekstrak etanol daun saga terhadap degradasi biofilm S. sanguinis ATCC 10556
Pengaruh Nanopartikel Ekstrak Bunga Kecombrang Berbasis Karboksimetil Kitosan terhadap Degradasi Biofilm Fusobacterium nucleatum
Fusobacterium nucleatum merupakan bakteri anaerob fakultatif yang membantu perlekatan antara koloni bakteri awal dan akhir dalam pembentukan plak gigi melalui protein adhesi dan reseptor membran luarnya. Ekstrak bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri dan antibiofilm, yang efektivitasnya diharapkan meningkat dengan sediaan nanopartikel. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan terhadap degradasi biofilm F. nucleatum. Penelitian berupa eksperimental laboratoris secara in vitro dengan posttest only control group design. Sampel pada penelitian ini adalah bakteri F. nucleatum yang membentuk biofilm. Penelitian dilakukan dengan mengujikan nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan konsentrasi 15 mg/mL, 25 mg/mL, dan 35 mg/mL, chlorhexidine gluconate 0,2% sebagai kontrol positif, dan nanopartikel karboksimetil kitosan 2 mg/mL sebagai kontrol sediaan terhadap degradasi biofilm F. nucleatum. Degradasi biofilm F. nucleatum diuji dengan microtiter plate assay menggunakan pewarnaan kristal violet 1%, kemudian dibaca pada panjang gelombang 450 nm. Hasil persentase degradasi biofilm F. nucleatum dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan Post Hoc LSD. Hasil menunjukkan nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan mampu mendegradasi biofilm F. nucleatum dengan persentase sebesar 72,32%, 86,89%, 92,54% serta memiliki aktivitas degradasi yang lebih baik secara signifikan (p0,05) dengan chlorhexidine gluconate 0,2%. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan terhadap degradasi biofilm F. nucleatum sehingga nanopartikel ekstrak bunga kecombrang berbasis karboksimetil kitosan berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengganti alternatif chlorhexidine gluconate 0,2%