Open Journal Systems of University of Muhammadiyah Gresik
Not a member yet
    4732 research outputs found

    The Influece of Self Help Group on Self Esteem of New Students

    Get PDF
    New students need to adapt to a new environment because of the differences between high school and university education. One therapeutic therapy to maintain mental or emotional health is the Self Help Group (SHG). The purpose of this research is to determine the effect of self help groups (SHG) on the self-esteem of new students of the Nursing Science Study Program, Muhammadiyah University of Gresik. This research uses a One Group PreTest – PostTest design. The population of this study were 43 new students of the Nursing Science Study Program at Muhammadiyah University of Gresik using the Total Sampling sampling technique. Researchers used Self Help Group therapy as the independent variable and self-esteem as the dependent variable. The instruments in this research used the RSES questionnaire and observation sheets. Statistical tests using Mc Nemar, research results before being given self-help group (SHG) therapy showed that almost all students had high self-esteem, 37 (86%) and after being given self-help group therapy, all students had high self-esteem, 43 (100%) . The Mc Nemar statistical test results obtained p = 0.031 so p < a 0.05. So it is known that there is an influence of the Self Help Group on the self-esteem of new students of the Nursing Science Study Program, Muhammadiyah University of Gresik, so it is hoped that this therapy can be applied at the University

    The Impact of Cariogenic Food Consumption on Dental Caries Rates Among Children

    Get PDF
    Background: The most well-known dental and oral infection is dental caries. The hard tissues of the teeth, such as enamel, dentin, and cementum, become infected with dental caries over time. Dental caries can cause torment that frustrates everyday exercises, prevents fixation, and might in fact make loss of hunger due trouble biting. This study means to dissect the connection between utilization of cariogenic food varieties and the occurrence of dental caries in youngsters at RA Al-Fattah Gresik. Method: The sort of exploration utilized is logical and observational utilizing a cross sectional plan. The populace was 112 kids and the example utilized was 88 youngsters utilizing basic irregular testing procedures. In this review, the FFQ (Food Recurrence Quotionnaire) survey was utilized. Factual tests use Chi-square. Results: The aftereffects of this study showed that of the 88 respondents who experienced dental caries, there were 37 kids (42.0%) and 49 youngsters (55.7%) ate cariogenic food varieties with elevated degrees of utilization. The Chi-Square test analysis yielded p-values of 0.000 and 0.005 respectively, Conclusion: There is a connection between utilization of cariogenic food varieties and the occurrence of dental caries in youngsters at RA Al-Fattah Gresik. Keywords: Dental Caries, Cariogenic Foo

    Analisis Analisis Kemampuan Menyelesaikan Masalah Numerasi Berdasarkan Taksonomi SOLO (Structure of The Observed Learning Outcome)

    No full text
    Aktivitas berpikir adalah tindakan mental yang esensial dalam mengolah informasi dan membentuk pemahaman, serta berperan dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah. kemampuan berpikir memungkinkan individu untuk mengamati, mengevaluasi dan membuat keputusan yang lebih baik. Untuk itu, penting bagi pendidik untuk mengidentifikasi dan memahami level berpikir siswa guna meningkatkan kemampuan berpikir mereka. Taksonomi SOLO menawarkan kerangka kerja untuk mengukur dan menganalisis tingkat berpikir siswa, mengidentifikasi kesalahan, dan merancang instrumen evaluasi yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji, melalui lensa taksonomi SOLO yang mencakup lima tingkat penalaran yang berbeda sejauh mana siswa menggambar pada setiap tingkat ketika mereka memecahkan masalah numerik. Pendekatan deskriptif merupakan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Terdiri dari dua puluh tujuh siswa Kelas VIII-A, penelitian dilakukan. Subjek disurvei menggunakan kuesioner dan wawancara untuk mengumpulkan data. Analisis data diselesaikan dengan mereduksi data, menyajikan temuan, dan menarik kesimpulan. Seorang murid berada pada tataran unistruktural jika mereka memahami mata pelajaran tersebut tetapi belum menyelesaikannya dengan benar dan tidak dapat memberikan solusi. 2) Siswa dianggap bekerja pada tingkat multistruktural ketika mereka dapat mengintegrasikan data multi-sumber dan menerapkan perencanaan penyelesaian. Pada tingkat relasional, siswa dapat secara tepat memanfaatkan dua atau lebih bit informasi dari pertanyaan yang diberikan dan menarik kesimpulan, memungkinkan mereka untuk memberikan tanggapan yang akurat

    Hubungan Kemandirian Dengan Nilai Glukosa Darah Penderita DM Tipe 2 Di Puskesmas Kamoning

    Get PDF
    Diabetes mellitus is a disease characterized by increased blood glucose levels, which can cause various complications, including damage to blood vessels, heart, kidneys, and increase the risk of stroke and death. Type 2 diabetes mellitus is caused by insulin retention in muscle and liver cells, which ultimately interferes with the ability of pancreatic beta cells to produce insulin, so that glucose cannot enter the body's cells. The purpose of this study was to analyze the relationship between independence and blood glucose values ​​in patients with type 2 diabetes mellitus in the Kamoning Health Center work area. The design of this study was a quantitative cross-sectional approach with a population of all type 2 diabetes mellitus patients at the Kamoning Health Center of 55 people. Samples were taken using a purposive sampling technique, with a total of 48 patients. The instruments used were the Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) questionnaire and the Easy Touch GCU blood glucose measuring device. The results showed that out of 48 respondents, 20 patients (41.7%) had controlled glucose values ​​with good self-care, while 1 patient (2.1%) had controlled glucose values ​​with poor self-care. On the other hand, 15 patients (31.2%) had uncontrolled glucose levels despite good self-care, and 12 patients (25%) had uncontrolled glucose levels with poor self-care. The Chi Square test showed a p value = 0.006, indicating a relationship between independence and blood glucose values. The conclusion of this study is that there is a relationship between independence and blood glucose values ​​in patients with type 2 diabetes mellitus. Good self-care behavior and routine monitoring of blood glucose values ​​are very important to control glucose values ​​and prevent further complications

    MODEL ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY DENGAN PRODUK CACAT DAN PERBAIKAN ULANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Economic Production Quantity (EPQ) yang dimodifikasi dengan mempertimbangkan produk cacat dan proses perbaikan ulang, guna mengoptimalkan manajemen produksi dan persediaan. Model EPQ tradisional, yang biasanya hanya memperhitungkan biaya setup dan biaya penyimpanan, sering kali tidak cukup realistis karena tidak memasukkan biaya tambahan yang terkait dengan produk cacat dan perbaikannya. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan model EPQ yang lebih detail, yang mencakup biaya perbaikan per unit, serta tingkat produksi dan perbaikan produk cacat. Melalui pengumpulan data empiris dan penggunaan teknik analisis sensitivitas, penelitian ini menganalisis dampak variasi dalam parameter kunci seperti permintaan tahunan, tingkat produksi, dan biaya perbaikan terhadap biaya total. Hasil dari contoh numerikal menunjukkan bahwa model yang dimodifikasi ini lebih akurat dalam mencerminkan kondisi produksi sebenarnya dan dapat secara signifikan mengurangi biaya total dibandingkan dengan model EPQ tradisional. Analisis sensitivitas lebih lanjut mengungkapkan bahwa perubahan dalam variabel-variabel ini dapat memiliki dampak besar pada hasil, menunjukkan pentingnya pemantauan dan penyesuaian berkelanjutan. Hasil yang diperoleh dari percobaan contoh numerikal diatas menunjukkan bahwa jumlah produksi optimal dalam satu siklus sebanyak 5385 unit dengan TIC sebesar Rp. 56.148.621.Yang membutuhkan waktu 6 hari untuk menyelesaikan produksi, repair hingga menghabiskan produk tersebu

    Analisa Produktivitas Mesin Kerupuk Kentang Dengan Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX)

    Get PDF
    Pengukuran produktivitas memegang peranan yang sangat penting dalam mengevaluasi dan menentukan strategi lebih lanjut untuk meningkatkan tingkat produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas penggunaan mesin pemotong kerupuk kentang produksi UKM Agung Jaya dari bahan pemotongan kerupuk kentang dan mengetahui tingkat produktivitas mesin kerupuk kentang untuk meningkatkan kapasitas produksi potongan kerupuk kentang. Hal ini masih dilakukan secara manual dan menggunakan peralatan sederhana. Untuk mengetahui tingkat produktivitas mesin kerupuk kentang, penelitian ini perlu mengukur produktivitasnya. Sebab hasil pengukuran produktivitas ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk melaksanakan langkah-langkah peningkatan produktivitas pemotongan bahan kerupuk kentang di UKM AGUNG JAYA. Untuk mengetahui produktivitas Hal ini dilakukan dengan menggunakan metode objective matrix (OMAX). Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah bahan kerupuk yang akan dipotong, jumlah pegawai, kualitas hasil pemotongan kerupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasio produktivitas bahan baku, hasil rasio tersebut pemotong kerupuk menggunakan alat manual yaitu 0,93, sedangkan yang menggunakan mesin sebesar 0,97, terjadi peningkatan sebanyak 4% pada produktivitas bahan baku pada alat pemotong manual dan dengan menggunakan mesin. Kemudian Rasio produktivitas tenaga kerja, hasil rasio produktivitas pemotong kerupuk menggunakan alat manual yaitu 423,7 kg/ orang dan menggunakan mesin pemotong sebesar 873,7 kg/ orang. terjadi peningkatan sebanyak 106% pada produktivitas tenaga kerja pada alat pemotong manual dan dengan menggunakan mesin. Dan Rasio produktivitas jam mesin, hasil rasio produktivitas pemotong kerupuk menggunakan alat manual yaitu 71,7 kg/jam, sedangkan jika menggunakan mesin pemotong sebesar 145,62 kg/jam, terjadi peningkatan sebanyak 104% pada produktivitas tenaga kerja pada alat pemotong manual dan dengan menggunakan mesin  &nbsp

    USULAN PERBAIKAN SISTEM PELAYANAN PADA ANTRIAN KASIR ALFAMIDI GKB MENGGUNAKAN SIMULASI SOFTWARE ARENA

    Get PDF
    ABSTRAK Antrian merupakan suatu fenomena yang dihadapi konsumen pada industri jasa dan dunia usaha. Mengantri merupakan kondisi dimana sekumpulan orang, komponen atau mesin yang membutuhkan layanan harus menunggu dalam suatu urutan tertentu sebelum akhirnya memperoleh layanan. Penelitian ini dilakukan pada Alfamidi GKB. Permasalahan yang terjadi pada alfamidi GKB adalah adanya antrian yang menumpuk setiap dilakukan pelayanan di kasir, khususnya pada jam-jam tertentu seperti jam pulang kerja dan lain-lain. Maka dari itu perlu dilakukan simulasi sistem antrian untuk mengetahui perbaikan sistem. Penelitian ini menggunakan pendekatan simulasi dengan software ARENA untuk menentukan rancangan perbaikan sistem terbaik untuk mengatasi antrian pada kasir di alfamidi GKB. Parameter output model yang digunakan untuk perbaikan sistem adalah waktu tunggu pelanggan untuk dilayani. Dalam sistem real, waktu tunggu pelanggan adalah 0.572646 menit sedangkan untuk model usulan perbaikan yang dipilih adalah 0.103557. Dari hasil tersebut, bisa disimpulkan bahwa sistem rancangan perbaikan yang dilakukan membawa keberhasilan, yaitu bisa menurunkan waktu tunggu pelanggan yang ada di kasir alfamidi GKB. Kata kunci : Antrian, Software Arena, Sistem   ABSTRACT Queues are a phenomenon faced by consumers in the service industry and business world. Queuing is a condition where a group of people, components or machines that need a service must wait in a certain order before finally getting service. This research was conducted at Alfamidi GKB. The problem that occurs at Alfamidi GKB was that there were queues that pile up every time service was carried out at the cashier, especially at certain times such as after work time and so on. Therefore, it is necessary to simulate the queuing system to determine system improvements. This research used a simulation approach with ARENA software to determine the best system improvement scenario to overcome the queue at the cashier at Alfamidi GKB. The model output parameter used for system improvement was the customer waiting time to be served. In the real system, the customer waiting time was 0.572646 minutes, while for the improvement proposal model chosen it was 0.103557. From these results, it can be concluded that the improvement design system carried out had been successful, namely being able to reduce customer waiting times at the Alfamidi GKB cashier. Keywords : Queue, Arena Software, Syste

    ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS KOROSI PERBANDINGAN ASTM A36 DAN ALUMINIUM 5083 UNTUK PELAT KAPAL

    Get PDF
    Pembangunan lambung kapal sangat bergantung pada strukturnya. Material untuk lambung kapal harus memiliki karakteristik yang tepat. Material baja memiliki kelemahan yang menyebabkan banyak kerugian, salah satunya adalah ketahanan korosi yang buruk. Keunggulan material aluminium adalah massa jenisnya yang lebih ringan dan daya tahan korosi tinggi. Namun, nilai jualnya yang tinggi dan biaya yang tinggi selama pembangunan, pemeliharaan adalah kekurangan aluminium. Akibatnya, penelitian ini melakukan pengujian untuk menilai perbandingan korosi antara material baja ASTM A36 dan alluminium 5083,untuk menghitung umur material lambung kapal dan biaya perbaikan Pada spesimen pelat dengan tebal 8 mm, umur pelat baja adalah 3,4 tahun, sedangkan umur aluminium dengan tebal 12 mm adalah 26 tahun, dan nilai laju korosi baja tidak memenuhi kategori excellent (0,02 hingga 0,1 mmpy) untuk air laut gresik pada standar laju korosi yang diizinkan untuk material pelat kapal. dengan Akumulasi total biaya reparasi kapal per plat pada kapal baja adalah sebesar Rp10.150.000,00 sedangkan pada kapal aluminium adalah sebesar Rp 30.490.500,00 Perbedaan pada biaya total akumulasi memiliki selisih biaya sebesar Rp20.340.500,00. Perbedaan biaya total disebabkan oleh mahalnya harga aluminium serta biaya produksi dan perbaikannya

    ANALISIS LINE BALANCING PADA PRODUKSI PRODUK F2AD06 – 002AS DI PT XYZ

    Get PDF
    PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur pembuatan spare part. Tingginya permintaan harian menuntut PT XYZ untuk menjalankan proses produksi yang efektif dan efisien guna meningkatkan produktivitas perusahaan. Selain itu, masyarakat yang semakin kritis dalam hal penilaian dari produk yang digunakan, membawa perusahaan untuk semaksimal mungkin melakukan produksi yang diharapkan masyarakat dengan resource yang dimiliki, seperti adopsi teknologi baru, perbaikan proses, dan peningkatan kualitas produk. Salah satu proses yang dapat perusahaan lakukan adalah dengan menerapkan proses line balancing atau keseimbangan lini pada lini produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis line balancing pada produksi produk F2AD06-002AS di PT XYZ. Line balancing adalah serangkaian stasiun kerja (mesin dan peralatan) yang dipergunakan untuk pembuatan produk. Line balancing dilakukan untuk meminimalkan waktu menganggur dan menghindari bottleneck yang terjadi akibat ketidakseimbangan kecepatan produksi antar stasiun kerja. Bottleneck sendiri ditandai dengan adanya penumpukan material pada stasiun kerja yang diakibatkan dari kecepatan produksi yang tidak berimbang antar stasiun kerja yang ada. Metode heuristic yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode Region Approach (RA), Ranked Position Weight (RPW), dan Largest Candidate Rule (LCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode terbaik untuk mencapai keseimbangan lini produksi di PT XYZ adalah metode Ranked Position Weight (RPW) dengan nilai line efficiency sebesar 83.10% yang mampu menghasilkan keseimbangan optimal pada lini produksi

    Pengaruh Penyuluhan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Terhadap Kemampuan Kader Dalam Melakukan Skrining DDTK Di Desa Sumokali Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo

    Get PDF
    Penyuluhan adalah proses belajar untuk mengembangkan sikap positif terhadap kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan deteksi dini tumbuh kembang (DDTK) terhadap kemampuan kader dalam melakukan skirining DDTK. Metode penelitian analitik dengan desain Quasi Eksperimen. Sampel sebanyak 25 orang yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik total sampling. Instrument penelitian menggunakan checklist. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kemampuan kader sebelum diberikan penyuluhan yang kompeten melakukan DDTK 20% dan tidak kompeten 80%, sedangkan kemampuan kader setelah diberikan penyuluhan yang kompeten 92% dan tidak kompeten sebanyak 8%. Analisis data menggunakan Chi Square dengan α 0,05 diperoleh hasil  p value <0,05. Maka Ho ditolak yang artinya ada pengaruh penyuluhan deteksi dini tumbuh kembang terhadap kemampuan kader dalam melakukan skrining DDTK. Penyuluhan dapat membawa perubahan pada kemampuan kader dalam melakukan skrining DDTK

    4,394

    full texts

    4,732

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal Systems of University of Muhammadiyah Gresik
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇