Open Journal Systems of University of Muhammadiyah Gresik
Not a member yet
4732 research outputs found
Sort by
Modifikasi Perencanaan Struktur Jembatan Putat Lor Menggunakan Struktur Busur Rangka Dengan Analisa Waktu & Biaya
Jembatan Putat Lor merupakan jembatan yang terletak di kali Lamong Desa Putat Lor Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik yang memiliki lebar 6,5 meter & panjang yang dibagi beberapa segmen sepanjang 120 meter dengan menggunakan sistem struktur beton. Jembatan Putat Lor berada di Kali Lamong yang merupakan sungai besar di wilayah Kabupaten Gresik yang bermuara di antara wilayah Kota Surabaya dan Wilayah Kabupaten Gresik. Manajemen konstruksi jembatan mencakup banyak proses yang kompleks, termasuk perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan pengendalian. Biaya sangat memengaruhi keberhasilan proyek pembangunan jembatan. Manajemen proyek memainkan peran penting dalam mengelola sumber daya yang tersedia, termasuk waktu dan biaya, dengan efisien untuk mencapai pembangunan infrastruktur yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan. Perencanaan jembatan pada tugas akhir ini mengacu pada beberapa pedoman, seperti RSNI T-12-2004, RSNI T-02-2005, RSNI T-03-2005, SNI 8460:2017, SNI 1725:2016, SNI 1726:2019, SNI 1727:2019, SNI 2847:2019, SNI 1729:2020, PMBOK, HSPK Bidang Bina Marga Kab. Gresik 2023. Proses perhitungan analisa struktur, analisa biaya dan waktu yang meliputi analisa pembebanan, permodelan struktur, perhitungan RAB dan penjadwalan menggunakan software SAP2000, SPColumn, Microsoft Project. Hasil perencanaan dan modifikasi jembatan Putat Lor menggunakan busur rangka baja ini dikenakan biaya senilai Rp. 33.548.000.000,00. Dengan durasi waktu pekerjaan selama 1125 hari
EVALUASI SCHEDULE LINTEL SET UNTUK TEROWONGAN BAWAH TANAH
Penjadwalan (scheduling) merupakan salah satu aspek paling krusial dalam manajemen
proyek kontruksi. Penerapan metode kurva-s dalam monitoring dan pengendalian jadwal proyek
merupakan salah satu cara untuk mengevaluasi efektivitas dalam memantau kemajuan proyek.
Kurva-s digunakan sebagai alat visual untuk memetakan progres aktual di bandingkan dengan
rencana yang telah ditetapkan. Data yang di peroleh melalui laporan harian dievaluasi dan diplot
pada kurva-s untuk memberikan gambaran visual mengenai proyek. Dari kurva S perencanaan
dan aktual mulai terjadi deviasi pada hari ke 2. Hal ini dikarenakan karena keterlambatan
pengiriman material dan kondisi cuaca tidak yang tidak mendukung. Selisih deviasi antara
rencana dan aktual terdapat terbesar terdapat pada hari ke 9 dengan selesih 2,59. Dari selisih
tersebut, dilakukan penambahan operator pada proses fit up drilling dan welding di hari ke 10
untuk menyelesaikan proyek sesuai rencana awal. Melalui penerapan kurva-s, tim management
proyek dapat dengan cepat mengidentifikasi dan mengatasi penyebab keterlambatan, termasuk
penyesuaian alokasi sumber daya dan percepatan aktivitas kritis. Laporan ini menunjukan bahwa
penggunaan kurva s sebagai alat kontrol dan monitoring dapat membantu dalam pengambilan
keputusan yag lebih cepat dan efektif terutama dakam menjaga agar proyek tetap berada pada
jalur yang di rencanakan
An Analysis of Code-Mixing Used by Gaby Hartanto in The Indah G Show YouTube Content
This research focuses on Gaby Hartanto's utterances in a podcast entitled 'Stigmas Against Models & The Unspoken Dark Side of Being Physically Attractive' on Indah G Show's YouTube channel. The study intends to analyze the types of code-mixing used by Hartanto and the factors that influence its use. The researchers used a descriptive qualitative method to collect data from a video transcript. The researchers applied Hoffman's theory, which categorizes code-mixing into different types, to analyze the data. The findings highlight how bilinguals apply code-mixing as both a linguistic function and a means of expressing identity, as well as the factors behind it. After analyzing Gaby Hartanto and Indah's podcast videos, the most common type of code-mixing used by Hartanto is insertion code-mixing, followed by alliteration and congruent lexicalization. The main factor influencing the use of code-mixing is talking about a particular topic; that is, the utterance is more accurate or relevant when explained in a foreign language
Fostering Self-Efficacy in English Speaking among Canossian Sisters: Challenges and Strategies
This study explores the self-efficacy of Canossian Sisters in speaking English, focusing on their perceived challenges and the support they receive within their religious community. Grounded in Bandura’s Self-Efficacy Theory and using a phenomenological approach, the study involved in-depth interviews and observations with five Canossian sisters from diverse linguistic backgrounds. Findings revealed three key themes: 1) the importance of English in global and mission-related contexts, 2) communication challenges, particularly pronunciation, vocabulary, and confidence, and 3) strategies to improve English, such as listening to songs and engaging with English-speaking communities, and positive feedback from environment. The results underscore that supportive learning environments and consistent practice play pivotal roles in enhancing self-efficacy. The study highlights the need for tailored formative strategies in religious communities to build confidence in EFL communication, especially in multicultural and multilingual settings. These insights contribute to the development of educational interventions that empower religious learners to effectively communicate in English, aligning with their vocational missions
Studi Fenomenologi: Perbedaan Perspektif Job Hopping Pada Karyawan Wanita Dan Pria
Background – The phenomenon of job hopping, defined as frequently changing jobs within a short period, is becoming increasingly common in Indonesia. Various factors drive this behavior, ranging from skill enhancement to better career opportunities. This study aims to understand the underlying reasons behind the decision to change jobs, as well as whether there are differences in perspectives between men and women regarding the reasons for job hopping.
Purpose – This study aims to investigate whether there are differences in the factors motivating employees to engage in job hopping rapid job changes from one company to another between women and men.
Design / Methodology / Approach – A phenomenological approach was used to explore the subjective experiences of participants. Data were collected through in-depth interviews with 10 employees experienced in job hopping, providing valuable perspectives.
Findings – Both male and female employees share similar work motivations based on McClelland’s three needs theory: achievement, affiliation, and power. They are motivated to meet targets, build positive relationships, and attain better positions. The main reasons for job hopping include desires for higher salary, career development, alignment of personal values with the organization, and work-life balance. Despite differences in context and experiences, work motivation and the desire to change jobs are not significantly influenced by gender. The study also reveals the role of Indonesian culture in shaping work decisions, such as men’s role as breadwinners and women’s family priorities.
Conclusion – There is no significant difference in motivation and intention to job hop between men and women. Gender is not a dominant factor; rather, job hopping decisions are influenced more by work situations, personal values, and sociocultural factors. These findings contrast with some previous studies that reported gender differences and highlight the importance of considering local context in understanding employee career dynamics.
Research Implications – The findings can assist HR management in developing more personalized and equitable retention strategies, such as open communication, a supportive work environment, and career paths tailored to gender characteristics.
Limitations – This study involved only ten informants and is qualitative in nature, thus it does not represent a broader population and the results are subjective
Strategi Pengembangan Usaha Mie Riau Dengan Menggunakan Metode SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM)
Kegiatan Usaha kecil tetap memerlukan strategi yang tepat dalam mengembangkan usahanya. Untuk dapat bersaing dan berkembang, perusahaan perlu mempertahankan atau menjaga strategi yang tepat dengan memperhatikan faktor lingkungan usaha baik internal maupun eksternal untuk meningkatkan pendapatan. Usaha Mie Riau merupakan salah satu usaha yang bergerak dibidang memproduksi serta menjual mie yang berbahan baku tepung terigu . Pada penelitian ini ditemukan beberapa masalah seperti tingkat penjualan yang menurun serta adanya kompotitor yang menjual produk sejenis yang akan mempengaruhi tingkat pendapatan pada Usaha Mie Riau. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Usaha Mie Riau, serta merancang alternatif strategi dapat dilakukan dengan menggunakan metode SWOT dan menganalisis berbagai alternatif strategi menggunakan matriks QSPM. Hasil analisa menunjukkan bahwa Usaha Mie Riau berada dalam posisi tumbuh dan berkembang dengan skor matriks IFE 3,7 dan matriks EFE 2,99. Berdasarkan analisis QSPM diperoleh alternatif strategi utama yakni menciptakan berbagai varian produk mie dengan nilai TAS 8,35
IDENTIFIKASI KESESUAIAN PENANGANAN HASIL TANGKAPAN BERDASARKAN PERATURAN MENTERI PADA JARING TARIK BERKANTONG DI PPP TASIK AGUNG (STUDI KASUS KM. MINA PANGESTU I)
Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung di Kabupaten Rembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi perikanan tangkap, salah satunya menggunakan alat tangkap jaring tarik berkantong. Penanganan pasca tangkap berperan penting dalam menentukan nilai jual dan kualitas ikan, namun belum dilakukan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji penanganan dan penyimpanan ikan di atas KM. Mina Pangestu I serta kesesuaiannya dengan PERMEN KP No. 7 Tahun 2019. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan partisipatif selama 29 Februari–23 Maret 2024. Hasil menunjukkan sebagian besar indikator penanganan dan penyimpanan telah sesuai prosedur, namun masih ditemukan kekurangan seperti tidak tersedianya air bersih, pengelolaan limbah yang buruk, dan keberadaan hama yang tidak dikendalikan. dan penanganan limbah yang tidak dilakukan dengan baik bisa mengundang binatang pengerat, serangga dan hama lainnya yang dapat menimbulkan potensi terkontaminasinya hasil tangkapan
DAFTAR PUSTAKA
Handoko Y.P. Yuniarti T. (2023). Penanganan Ikan Hasil Tangkapan di Atas Kapal dan Pendaratan: Penerapan, Dampak, dan Upaya Perbaikan. Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan, Edisi Khusus 2023, 123-128.
Ismanto D.T. Nugroho T.F. dan Baheransyah. (2013). Desain Sistem Pendingin Ruang Muat Kapal Ikan Tradisional Menggunakan Es Kering dengan Penambahan Campuran Silika Gel. Jurnal Teknik Pomits, 2(2): 177-180.
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7 Tahun 2019 tentang Persyaratan dan Tata cara Penerbitan Sertifikat Cara Penanganan Ikan Yang Baik.
Soepardi, S., Siahaan, I. C. M., Rasdam, Istrianto, K., & Saputra, A. (2022). Studi Tentang Penanganan Hasil Tangkapan Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) Dengan Alat Tangkap Purse Seine KM. Anugerah Barokah di Perairan Nusa Tenggara Timur. Jurnal Bahari Papadak, 3(2): 100–111.
Suharyanto., Goenaryo., Choerudin, H., Dewi, P., Hidayat, T., dan Efyanto, T.K. (2022). Perbandingan Cantrang dengan Jaring Tarik Berkantong di Tegal. The 23rd national conference on fisheries and aquaculture, Politeknik AUP Jakarta.
Vebronius, T., Rasdam., dan Siahaan, I.C.M. (2020). Teknik Penanganan Ikan Hasil Tangkapan di Atas Kapal Purse Seine pada KM. Asia Jaya Ar 03 Juwana Pati Jawa Tengah. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
INTEGRASI APLIKASI BLYNK KE RASPBERRY PI PICO UNTUK REALTIME MONITORING BPM DAN SPO2
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pemantauan detak jantung dan saturasi oksigen dalam darah (SpO₂) berbasis mikrokontroler Raspberry Pi Pico. Sistem ini menggunakan sensor MAX30102 untuk memperoleh data denyut jantung dan kadar oksigen secara realtime. Data hasil pembacaan sensor diproses oleh Raspberry Pi Pico dan ditampilkan pada layar monitor, serta dikirimkan secara otomatis ke server melalui platform Blynk untuk memungkinkan pemantauan jarak jauh.Implementasi sistem monitoring ini diharapkan menjadi solusi alternatif yang lebih efisien, fleksibel, dan mudah diakses dibandingkan perangkat medis konvensional. Dengan adanya alat ini, masyarakat dapat melakukan deteksi dini kondisi kesehatan kardiovaskular secara mandiri sebelum memutuskan untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut di fasilitas kesehatan. Sistem ini juga berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai perangkat pendukung pemantauan kesehatan preventif yang dapat digunakan secara luas
PENGEMBANGAN APLIKASI PERENCANAAN BELANJA TERHADAP EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI KINERJA DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH LAMONGAN
Penyelenggaraan makanan rumah sakit merupakan bagian dari pelayanan gizi rumah sakit untuk memenuhi asupan zat gizi pada pasien. Salah satu unsur manajemen dalam penyelenggaraan makanan institusi adalah perencanaan. Perencanaan dapat diartikan sebagai serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan penggunakan aplikasi Rencana Belanja terhadap efektivitas dan efisiensi kinerja di Instalasi Gizi RS Muhammadiyah Lamongan. Penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling, dengan random sampling sebanyak 3 responden ahli gizi RS Muhammadiyah Lamongan. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji statistika Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan (P = 0,000 < 0,05) yang menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dalam penggunaan aplikasi perencaan belanja bahan makanan terhadap efektivitas dan efisiensi kinerja di Instalasi Gizi Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan
Dampak Metode Pembelajaran PAI terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMPN 12 Kota Bengkulu
This research aims to analyze the impact of Islamic Religious Education (PAI) learning methods on student learning motivation at SMPN 12 Bengkulu City. The research method used is quantitative research with a descriptive approach. Data was collected through observation, questionnaires and interviews with PAI students and teachers. The research results show that varied learning methods, such as group discussions, interactive lectures, and technology-based approaches, have a positive impact on students' learning motivation. Factors that contribute to increasing learning motivation include active student interaction, teacher involvement in facilitating learning, and the use of innovative learning media. This research concludes that choosing the right learning method in PAI plays a significant role in increasing students' learning motivation