Open Journal Systems of University of Muhammadiyah Gresik
Not a member yet
4732 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TUMBLER UNTUK MENINGKATKAN KONSUMSI AIR DAN STATUS HIDRASI PADA REMAJA DI MA MA’ARIF NU SIDOMUKTI
Remaja merupakan kelompok usia yang mengalami pertumbuhan pesat dan memerlukan asupan cairan yang cukup untuk mendukung fungsi fisiologis dan kognitif. Namun, prevalensi dehidrasi pada remaja masih tinggi akibat rendahnya konsumsi air putih dan kebiasaan memilih minuman berpemanis. Penelitian ini bertujuan efektivitas efektivitas penggunaan tumbler dalam meningkatkan konsumsi udara dan status hidrasi pada remaja di MA Ma'arif NU Sidomukti. Menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest one group design , sebanyak 25 siswa kelas XA dipilih secara purposive . Intervensi berlangsung selama satu bulan, dengan penggunaan tumbler khusus. Data dikumpulkan melalui catatan makanan harian, observasi, dan pemantauan warna urin. Analisis menggunakan Repeated Measures ANOVA dan Friedman. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan konsumsi udara (dari 1681 ml menjadi 2275 ml) dan perbaikan status hidrasi ( dari 28% menjadi 88% ). Terdapat hubungan positif antara kehadiran penggunaan tumbler dengan konsumsi udara. Penggunaan tumbler terbukti efektif mendorong kebiasaan minum air dan mencegah dehidras
ANALISIS FAKTOR PENENTU KETAHANAN PANGAN PADA BALITA STUNTING DI KOTA PALU
Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, termasuk di Kota Palu yang memiliki dua wilayah dengan prevalensi tertinggi. Ketahanan pangan rumah tangga diduga menjadi faktor penting dalam memengaruhi kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penghasilan keluarga, pangan dari pekarangan, dan subsidi/bantuan sosial terhadap ketahanan pangan rumah tangga balita stunting. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 100 rumah tangga dengan balita stunting di wilayah dengan prevalensi tertinggi. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup variabel sosiodemografi, penghasilan, pangan pekarangan, subsidi, dan status ketahanan pangan yang diukur menggunakan Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecukupan penghasilan (χ²=20,650; p=0,000), pangan dari pekarangan (χ²=7,018; p=0,030), dan subsidi/bansos (χ²=14,731; p=0,002) berhubungan signifikan dengan ketahanan pangan rumah tangga. Faktor harga pangan, kenaikan harga, dan kepemilikan ternak tidak berhubungan signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah penghasilan, kemandirian pangan, dan intervensi subsidi merupakan faktor penting dalam ketahanan pangan rumah tangga balita stunting. Intervensi percepatan penurunan stunting sebaiknya menitikberatkan pada peningkatan pendapatan keluarga, optimalisasi pemanfaatan pekarangan, serta penguatan sistem distribusi subsidi agar lebih tepat sasaran
PEMANFAATAN KUE PUDAK SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN UNTUK BROWNIES CHIPS
Pemanfaatan kue pudak sebagai bahan tambahan dalam pembuatan brownies chips bertujuan untuk meningkatkan nilai gizi dan rasa dari produk olahan makanan tersebut. Kue pudak, yang terbuat dari bahan-bahan lokal dan umumnya tidak dimanfaatkan secara optimal, memiliki potensi untuk memperkaya tekstur dan cita rasa brownies chips. Penelitian ini mengkaji pengaruh penambahan kue pudak dalam berbagai proporsi terhadap kualitas organoleptik (rasa, tekstur, aroma, dan warna) serta kandungan gizi brownies chips. Metode penelitian menggunakan uji eksperimen dengan variasi perbandingan kue pudak dan bahan utama brownies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kue pudak memberikan dampak positif pada rasa dan tekstur, dengan tingkat penerimaan yang tinggi dari panelis uji hedonik. Selain itu, brownies chips yang diproduksi juga memiliki kandungan serat yang lebih tinggi, yang bermanfaat untuk kesehatan. Kesimpulannya, kue pudak dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai bahan tambahan dalam pembuatan brownies chips, menghasilkan produk yang lebih inovatif dan bergizi
PENGARUH PENCAMPURAN TEPUNG SPIRULINA PADA IKAN MAS KOKI (Carassius auratus) TERHADAP KECERAHAN WARNA
Ikan mas koki memiliki ciri khas yaitu tubuh bulat dan warna cerah yang menarik perhatian para pecinta ikan hias. Warna cerah pada ikan mas koki dihasilkan oleh kromatofor pada kulit yang membutuhkan asupan nutrisi tertentu untuk mempertahankan intensitasnya. Tanpa pakan yang mengandung pigmen, warna ikan akan memudar, sehingga diperlukan suplemen tambahan untuk menjaga kecerahan warna. Salah satu suplemen yang terbukti efektif adalah tepung Spirulina platensis. Kandungan karotenoidnya, seperti xantophyll dan zeaxanthin, berperan dalam meningkatkan warna merah jingga pada ikan mas koki. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian tepung Spirulina platensis dalam pakan buatan terhadap kecerahan warna ikan mas koki serta menentukan dosis optimalnya. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan: dosis 0%/kg pakan (A), 1%/kg pakan (B), 3%/kg pakan (C), dan 5%/kg pakan (D), masing-masing dengan tiga kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa tepung Spirulina platensis secara signifikan meningkatkan kecerahan warna ikan mas koki (P<0,05). Perlakuan D dengan dosis 5%/kg pakan menghasilkan peningkatan kecerahan warna tertinggi, yakni 59,47%, dibanding perlakuan lainnya. Penambahan tepung Spirulina platensis tidak memengaruhi panjang mutlak, berat mutlak, maupun tingkat kelangsungan hidup ikan, sehingga aman digunakan. Suplemen ini efektif untuk meningkatkan estetika warna ikan mas koki tanpa efek samping negatif pada pertumbuhan atau kesehatan ikan
Kelimpahan KELIMPAHAN DAN JENIS MIKROPLASTIK PADA TAMBAK BUDIDAYA SISTEM POLIKULTUR DI KECAMATAN DUDUKSAMPEYAN KABUPATEN GRESIK
Wilayah Gresik, Jawa Timur, merupakan pusat budidaya ikan air tawar dan air payau, yang menghadapi permasalahan pencemaran mikroplastik akibat tingginya aktivitas industri dan domestik. Tingginya penggunaan plastik secara global menyebabkan tumpukan sampah plastik dalam berbagai ukuran mulai dari sampah utuh, potongan plastik, hingga mikroplastik. Beberapa penelitian menunjukkan pada beberapa ikan budidaya telah ditemukan cemaran mikroplastik seperti Ikan Mas (Cyprinus carpio), ikan Mola (Hypophthalmichthys molitrix), ikan Nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan kelimpahan mikroplastik di tambak polikultur di Kecamatan Duduk sampeyan, Kabupaten Gresik, pada bulan Oktober 2024. Sampel diambil dari tiga desa yaitu desa Tambakrejo, Duduksameyan dan Samirplapandengan metode purposive sampling dan dianalisis menggunakan mikroskop stereo. Hasilnya menunjukkan bahwa jenis mikroplastik yang dominan adalah fiber (92,20%), disusul oleh filamen dan fragmen. Kelimpahan mikroplastik dengan jenis fiber tertinggi ditemukan di Desa Tambakrejo dan Desa Samirplapan, dengan total 41 partikel/ 250 mL air tambak budidaya. Temuan ini mengindikasikan tingginya kontaminasi mikroplastik di wilayah perairan budidaya, sehingga diperlukan sistem penyaringan di instalasi pengolahan air limbah dan regulasi ketat untuk mengendalikan pencemaran lebih lanjut.
 
Optimizing Village Potential through SMEs Mapping for SDGs Achievement
Yosowilangun Village, located in Gresik Regency, is currently classified as an independent village, indicating the prosperity of its residents. However, there are still challenges in identifying and optimizing the village’s potential, particularly in recognizing its strengths and addressing weaknesses. Without a systematic approach to these issues, there is a risk of a decline in the village development index, potentially resulting in a downgrade of its status. The Sustainable Development Goals (SDGs) framework offers a strategic pathway for achieving balanced and sustainable growth, with its core pillars emphasizing humanity, the environment, prosperity, peace, and partnerships. In collaboration with the officials of Yosowilangun Village, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya implemented a pilot project aimed at mapping and analyzing the village's potential. This project identified underutilized land, which has typically been used for cultural and artistic activities, as a valuable resource for local economic empowerment. By transforming this land into a venue for Small, and Medium Enterprise (SME) events, such as craft and culinary exhibitions, the village can create sustainable economic opportunities. The project also revealed that village officials allocate a significant portion of their financial resources to community empowerment programs. Their openness and willingness to collaborate facilitated constructive discussions, although their understanding of the SDGs framework remains limited. To bridge this gap, further data collection and analysis are required, focusing on key factors affecting land utilization based on SDGs principles. Moving forward, mentoring sessions aimed at formulating relevant policy recommendations and fostering stronger collaboration between the project team and village officials will be prioritized. These steps are essential to ensuring the success of the initiative and maintaining Yosowilangun's alignment with SDGs, while enhancing its development index
MENINGKATKAN MODEL KLASIFIKASI MENGGUNAKAN ALGORITMA NAÏVE BAYES PADA DATA PENJUALAN DI TOKO PELANGI JAYA MOTOR
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi barang-barang "Laris" berdasarkan hasil klasifikasi guna memahami pola permintaan pelanggan dan mengurangi risiko kelebihan atau kekurangan stok di Toko Pelangi Jaya Motor. Dengan menggunakan algoritma Naïve Bayes, penelitian ini mengevaluasi data penjualan untuk memetakan barang-barang dengan permintaan tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa atribut jumlah penjualan (Qty) memiliki pengaruh paling signifikan dalam menentukan kategori "Laris" dengan tingkat akurasi model mencapai 97.17%. Penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan stok dan kepuasan pelanggan
Formulasi Dan Aktivitas Antibakteri Paper Soap Minyak Biji Kurma (Phoenix dactylifera L.)
Pengolahan limbah biji kurma sangat penting untuk meningkatkan nilai jual biji kurma sebelum dibuang sebagai limbah. Biji kurma mengandung senyawa asam oleat dan steroid yang diketahui mempunyai aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi, mutu fisik dan kimia, serta aktivitas antibakteri sabun kertas (paper soap) minyak biji kurma. Metode penelitian ini meliputi pembuatan serbuk simplisia, ekstraksi minyak biji kurma dengan metode soxhletasi, skrining fitokimia, dan formulasi paper soap dengan kandungan minyak biji kurma yang berbeda, yaitu F1 (3,75%); F2 (7,5%); dan F3 (15%). Selanjutnya, dilakukan evaluasi mutu fisik dan kimia serta uji aktivitas antibakteri dengan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu fisik paper soap minyak biji kurma adalah berwarna kuning muda, berukuran 4x4 cm, berbau lemon, homogen, dan keseragaman bobot F1, F2, dan F3 secara berurutan adalah 0,321 g; 0,338 g; 0,362 g. Nilai pH F1, F2, dan F3 adalah 9,83–10,03. Ketiga formula mempunyai asam lemak bebas <1%, kadar air <10%, dan rata-rata zona hambat formula 1, 2, dan 3 secara berurutan adalah 8,66±1,90 mm; 9,33±1,01 mm; 8,75±2,25 mm. Kesimpulan penelitian ini adalah mutu kimia ketiga formula sesuai SNI 2588-2017 dan SNI 3532-2016, serta aktivitas antibakterinya termasuk dalam kategori sedang
INNOVATION OF DEODORANT STICKS AND LOTIONS BASED ON BETEL NUT EXTRACT AS AN ANTIBACTERIAL PROBLEM OF BODY ODOR AGAINST STAPHYLOCOCCUS AUREUS BACTERIA
Body odor is a common problem caused by the interaction between sweat and Staphylococcus aureus bacteria. Areca nut has potential as a pharmaceutical preparation because it contains secondary metabolite compounds such as alkaloids, flavonoids, tannins, saponins and polyphenols which have antibacterial properties. This research aims to extract areca nut seeds using the maceration method with 96% ethanol and formulate them into stick deodorant and lotion with a concentration of 5%. Physical properties tests were carried out to evaluate pH, homogeneity, spreadability, melting point and antibacterial activity. The research results showed that stick deodorant had a pH of 4.5, while lotion deodorant had a pH of 5.5. Both preparations showed good homogeneity without the presence of coarse particles. The spreadability of the lotion was recorded at 5.3 cm, increasing to 5.5 cm with the addition of a 50 gram load. The melting point of bar deodoran is around 80°C, and bar deodorant melts completely within 60 minutes at 100°C. Both types of deodorant showed a significant inhibition zone diameter against bacteria, namely 18.16 mm for lotion and 16.77 mm for stiks. Areca nut extract showed very strong antibacterial activity with an inhibition zone diameter of 20.14 mm
PENINGKATAN KREATIVITAS DAN INOVASI DIGITAL PEGAWAI MELALUI PELATIHAN DESAIN GRAFIS PADA INSTANSI BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN SIGI
Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan inovasi digital pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sigi melalui pelatihan desain grafis menggunakan aplikasi Pixellab berbasis Android. Pelatihan ini dirancang untuk membantu pegawai menguasai keterampilan mendesain grafis yang lebih informatif dan menarik guna mempublikasikan data statistik. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi secara teori dan praktik langsung yang dibantu oleh tim pendamping. Setelah pelatihan, dilakukan evaluasi untuk mengukur pemahaman dan kemampuan peserta dalam memanfaatkan aplikasi Pixellab untuk membuat desain visual yang relevan dengan pekerjaan mereka. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep desain grafis dan keterampilan teknis pegawai dalam membuat infografis yang dapat dipublikasikan. Pegawai BPS kini lebih mampu menyampaikan informasi statistik dengan lebih efektif dan menarik bagi masyarakat luas. Pelatihan ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan publikasi data BPS Kabupaten Sigi dan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pelatihan lanjutan yang mencakup aspek desain tingkat lanjut