Open Journal Systems of University of Muhammadiyah Gresik
Not a member yet
4732 research outputs found
Sort by
Berpikir Metakognitif: Kunci untuk Belajar Lebih Efektif dan Mandiri
Metacognitive thinking skills are a crucial foundation in education for shaping reflective and independent learners who can manage their own learning process. These skills not only support students in understanding subject matter, but also train them to plan, monitor, and evaluate learning actively. Such abilities are particularly relevant in Natural Science (IPA) learning, which demands comprehension of scientific processes rather than mere memorization of concepts. However, elementary students’ metacognitive abilities are still unevenly developed and influenced by various factors. This study aims to analyze elementary school students’ metacognitive abilities in science learning using a mixed-method approach that combines qualitative and quantitative techniques for more comprehensive results. Findings indicate that most students show metacognitive tendencies in planning and monitoring, yet still face weaknesses in evaluation skills that need further improvement. Differences were also found between students’ and teachers’ perceptions of students’ metacognitive levels, highlighting the importance of teacher training and parental involvement. Hence, structured instructional strategies and strong collaboration between schools and families are essential to optimize the development of metacognitive skills as a core foundation in science learning.Dalam dunia pendidikan, keterampilan berpikir metakognitif menjadi fondasi penting untuk membentuk siswa yang reflektif, mandiri, dan mampu mengatur proses belajarnya sendiri. Berpikir metakognitif tidak hanya membantu siswa memahami materi pelajaran, tetapi juga mendorong mereka untuk merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses belajar secara aktif. Hal ini sangat relevan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), yang menuntut pemahaman mendalam terhadap proses ilmiah, bukan sekadar hafalan konsep. Namun, kemampuan metakognitif siswa sekolah dasar belum sepenuhnya berkembang secara merata, dan masih dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir metakognitif siswa sekolah dasar dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method), yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memperoleh data yang komprehensif dan objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan kecenderungan berpikir metakognitif, khususnya dalam aspek perencanaan dan pemantauan. Namun, pada aspek evaluasi, masih ditemukan kelemahan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Selain itu, terdapat perbedaan persepsi antara siswa dan guru terhadap tingkat kemampuan metakognitif siswa. Hal ini menandakan perlunya pelatihan bagi guru dan dukungan aktif dari orang tua. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang terstruktur dan pendekatan kolaboratif antara sekolah dan rumah sangat diperlukan agar keterampilan metakognitif dapat berkembang secara optimal sebagai fondasi penting dalam pembelajaran IPA.
 
Analisis Kebutuhan Siswa terhadap Media Pembelajaran Berbasis Digital pada Materi Bangun Datar Kelas IV Sekolah Dasar
This study aims to analyze students' needs for digital-based learning media on flat geometry material in grade IV of elementary school. The background of this study is based on the importance of learning media innovation to support students' understanding of geometric concepts, especially in mathematics learning which is often considered abstract and difficult. The method used in this study is descriptive qualitative with data collection techniques through interviews with grade IV teachers at SDN Pahlawan. The results of the study show that teachers have implemented a student-centric and differentiation approach in learning, with methods and media that are adjusted based on the level of concreteness of the material. Teachers also utilize concrete media such as teaching aids and flat geometry models, as well as digital media such as videos, LKPD, Quizizz, and smartbooks. Although there are still obstacles in terms of access and readiness of technology, teachers show a positive response to the use of digital learning media, including the potential of chatbot media as an interactive learning innovation. This study concludes that the need for digital media in Mathematics learning is very important to increase student motivation, involvement, and understanding, so that the development of varied, contextual, and interactive media is needed.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa terhadap media pembelajaran berbasis digital pada materi bangun datar di kelas IV sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya inovasi media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep geometri, terutama dalam pembelajaran matematika yang sering dianggap abstrak dan sulit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap guru kelas IV di SDN Pahlawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan pendekatan student-centric dan diferensiasi dalam pembelajaran, dengan metode dan media yang disesuaikan berdasarkan tingkat kekonkretan materi. Guru juga memanfaatkan media konkret seperti alat peraga dan model bangun datar, serta media digital seperti video, LKPD, Quizizz, dan smartbook. Meskipun masih ada kendala dalam hal akses dan kesiapan teknologi, guru menunjukkan respon positif terhadap penggunaan media pembelajaran digital, termasuk potensi media chatbot sebagai inovasi pembelajaran interaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebutuhan akan media digital dalam pembelajaran matematika sangat penting untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa, sehingga diperlukan pengembangan media yang variatif, kontekstual, dan interaktif
Semiotic Analysis of Gender Identity Transformation in the Film ‘The Danish Girl’
The transgender phenomenon is not exclusively a post-2000s issue; historical evidence traces its presence as far back as themid-1920s. The Danish Girl (2015), directed by Tom Hooper, presents a compelling cinematic portrayal of identitytransformation, following the journey of Einar Wegener as he transitions into Lili Elbe. This study aims to analyze therepresentation of gender transition through a semiotic lens andthe pedagogical potential for English language teaching andlearning. By employing a qualitative descriptive methodology, selected scenes from the film are examined to uncover the layersof meaning that construct and communicate transgender identityby using John Fiske’s three-tiered framework of reality, representation, and ideology. By linking the analysis to Butler'sview that gender is fluid, this study demonstrates that The Danish Girl presents an exemplary understanding of thecomplex dynamics of gender identity within individuals (Inayah & Fauzi, 2024). The findings revealed: (1) The Danish Girldepicts Einar Wegener’s transition into Lili Elbe throughemotionally charged scenes and visual elements, such as costume and gesture, which signify internal conflict and identityshifts. The film constructs gender transformation usingcinematographic techniques like lighting, framing, andsymbolism while promoting individual freedom, and gender identity. (2) This film is valuable used as resource for analyzingpsychological changes and for linguistic teaching to fostercritical thinking, media literacy, and cultural awareness. By using film as authentic material, educators can createtransformative learning experiences that encourage learners toengage deeply with social issues through the English language
Upaya Pengembangan Jiwa Agama Anak Usia Pendidikan Dasar Di madrasah
Anak kecil tidak perlu agama formal seperti orang dewasa, anak kecil tidak dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas agama nya. Anak kecil bila bersalah tidak akan dihitung dosa, apalagi sampai dimasukan kedalam neraka, di dunia pun tidak di kenai hukum tertentu mengenai suatu pelanggaran benarkah demikian, hal ini menjadi suatu pertanyaan menarik untuk dibahas lebih mendalam. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Upaya pengembangan jiwa agama anak usia pendidikan dasar di madrasah, juga model sinergi guru dan orang tua dalam mengembangkan jiwa Agama Anak, serta tahapan pengembangan jiwa agama anak usia Pendidikan dasar di madrasah. .Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti sebagai instrument kunci dalam melaksanakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilaksanakan sejak dilapangan, dan setelah data terkumpul, serta diverifikasi untuk ditarik Kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah upaya pengembangan jiwa agama anak pada tingkat dasar ditanamkan melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan dan kontekstual. Dalam kurikulum, gunakan pendekatan pembelajaran interaktif dan berbasis pengalaman agama. menggabungkan dukungan keluarga dan sistem pembelajaran sekolah untuk menyamakan persepsi dan tanggung jawab pendampingan di madrasah dan keluarga. Metode pengembangan jiwa agama anak ini menggunakan praktik dan contoh. interaksi edukatif antara guru dan orang tua siswa. model kerja sama yang efektif antara guru, orang tua, dan anak untuk menumbuhkan iman anak. Ada tiga tahap dalam pengembangan jiwa agama anak. Kisah dan cerita yang menyentuh perasaan diberikan pada tahap pertama. Tahap kedua mencakup latihan, keteladanan, dan pembiasaan untuk melaksanakan ritual agama. Tahap terakhir mencakup pengalaman agama yang lebih kompleks melalui aktivitas sosial keagamaan
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI MIKORIZA DAN PENGATURAN JUMLAH BUAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L.)
Tanaman melon merupakan komoditas yang menghasilkan buah dengan rasa manis dan memiliki kandungan vitamin C di dalamnya. Penurunan hasil panen melon dipicu oleh tingkat kualitas lahan pertanian yang sedang menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemberian pupuk kandang puyuh dan pengaturan jumlah buah yang efektif dalam meningkatkan hasil panen. Penelitian dilakukan di Desa Baron Kec. Dukun Kab. Gresik pada bulan November 2024 - Januari 2025. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan perlakuan sebagai berikut M0: Kontrol, M1: 5g Mikoriza, M2: 10g Mikoriza, M3: 15g Mikoriza, M4 20g Mikorizadan B1: 1 buah pertanaman, B2: 2 buah pertanaman. Adapun kombinasi perlakuan di ulang 3 kali, sehingga terdapat 30 petak percobaan dengan pengamatan meliputi bariabel pertumbuhan (jumlah daun, panjang tanaman, diameter batang dan brangkasan basah) sedangkan variabel hasil (bobot buah, diameter buah dan brix). Analisis data menggunakan analisis sidik ragam 5% dan uji korelasi, jika terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi perlakuan terhadap semua variabel. Perlakuan tunggal pupuk mikoriza menunjukkan berbeda sangat nyata pada variabel jumlah daun, brangkasan basah, bobot buah, dan diameter buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik ditunjukkan pada M4 (20g mikoriza).
Kata Kunci : Mikoriza, Cucumis melo, Penuruna
ANALISIS KEBERHASILAN PEMIJAHAN IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) MELALUI APLIKASI HORMON OVAPRIM DI UPR CENRANA MAS INDAH
This study aimed to analyze the success rate of spawning in tawes fish (Barbonymus gonionotus) through the application of the Ovaprim hormone at a single dose of 0.5 ml/kg of female broodstock. The research was conducted at a Community-Based Hatchery Unit (UPR) using spawning media in the form of plastic basins as simple containers. Male and female broodstock with mature gonads were selected and injected with Ovaprim hormone, then allowed to spawn under controlled conditions. The results showed that the total number of eggs produced reached 656,000, with a hatching rate of 83.52%. The hatched larvae were subsequently reared, and on the third day, a survival rate of 91.25% was recorded. These results indicate that the use of Ovaprim is effective in inducing spawning in tawes fish, and simple spawning media such as basins can be used efficiently, provided that water quality and sanitation management are properly maintained. This study recommends further testing with different hormone doses and regular monitoring of water quality to improve sustainable aquaculture efficiency.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, N., Fabanjo, M. A., Wibowo, E. S., & Munaeni, W. (2022). Pengaruh pemberian hormon Ovaprim terhadap waktu latensi dan kematangan telur ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Jurnal Marikultur, 4(1), 45–52.
Affandi, R., & Tang, U. (2002). Pembenihan ikan. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Departemen Kelautan dan Perikanan.
Chairun Nisa, A., & Khairunissa, A. F. (2023). The breeding technique of tawes fish (Barbonymus gonionotus) in Regional Technical Implementing Unit (UPTD) for freshwater aquaculture in Jember. Chanos: Jurnal Teknologi Perikanan Terapan, 21(2), 83–89
Dewantoro, E., Yudhiswara, R., & Farida. (2017). Pengaruh penyuntikan hormon Ovaprim terhadap kinerja pemijahan ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Jurnal Ruaya: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan, 5(2), 1–9.
Effendi, H. (2003). Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan. Kanisius.
Effendi, M. I. (2003). Biologi perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama.
Effendi, E.M., Pratama, I., & Subagja, J. (2020). Teknik Inkubasi Telur Menggunakan Sistem Tray Bertingkat untuk Meningkatkan Daya Tetas Telur Ikan Semah (Tor douronensis).
Muchlisin, Z. A., Afrido, F., Fadli, N., Muhammadar, A. A., & Yulvizar, C. (2014). Pengaruh perbedaan dosis Ovaprim terhadap keberhasilan pemijahan ikan betok (Anabas testudineus). Jurnal Medika Veterinaria, 8(2), 103–107.
Ningrum, D. R. K., Budi, D. S., & Sulmartiwi, L. (2018). Induksi pemijahan ikan wader pari (Rasbora argyrotaenia) menggunakan Ovaprim™, dosis berbeda. Depik: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan, 8(2), 150–157
Puspita, R., & Sumantadinata, K. (2011). Pengaruh pemberian Ovaprim terhadap tingkat keberhasilan pemijahan ikan nilem (Osteochilus hasselti). Jurnal Akuakultur Indonesia, 10(1), 27–34.
Rukmono, S., & Supriyadi, H. (2018). Pengaruh dosis hormon Ovaprim terhadap keberhasilan pemijahan ikan gurami (Osphronemus gouramy). Jurnal Budidaya Perairan, 6(2), 55–61.
Ristyanadi, B., Prihatini, E, S., Mas'ud, F., & Atok, M. (2023). Teknik pembenihan ikan tawes (Barbonymus gonionotus) di UPT Laboratorium Kesehatan Ikan. YUME: Journal of Management, 6(2), 45–52
Sari, D. K., & Nur, F. (2020). Pengaruh dosis Ovaprim terhadap kualitas telur dan larva ikan mas (Cyprinus carpio). Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 12(1), 1–9.
Suyanto, E. A., & Gusrina. (2012). Pembenihan ikan air tawar. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Sitinjak, L., Santikawati, S., & Simanullang, A. M. (2022). Efektivitas penggunaan dosis Ovaprim pada pemijahan ikan tawes (Barbonymus gonionotus) secara semi-intensif. Tapian Nauli: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan, 4(1), 21–30.
Eksplorasi Kecerdasan Emosi Dan Adaptabilitas Karier Mahasiswa
Background: The development of industry and technology will continue to advance rapidly, students as the next generation are required to have self-preparation in facing career challenges including the world of work in this case career adaptability is very necessary for students. Career transition in students occurs from the world of students (education) to the world of work (work), students who have mature emotional intelligence can display career adaptability as future planning. Emotional intelligence is the ability to manage and recognize the feelings of others, so emotional intelligence is needed to face future career challenges. Objective: This research was conducted with the aim of seeing the relationship between emotional intelligence and career adaptability in students. Method: Quantitative is the method used in this study which was carried out by distributing questionnaires, the sample was taken using purposive sampling techniques with certain criteria, 118 respondents were obtained at Faculty X, University Y who were doing an internship using a correlation test. Result: The r result of 0.708 means that there is a relationship between emotional intelligence and students career adaptability. Conclusion: High emotional intelligence in students increases career adaptability
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN BERDASARKAN POSISI UMKM KOPI DI KAWASAN WISATA EDUKASI GOMBENGSARI KABUPATEN BANYUWANGI
The right marketing strategy has a positive impact on product sales, which in turn affects the income of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) producing coffee products in the Gombengsari Educational Tourism Area. The research aim to develop a marketing strategy for processed coffee products using the SWOT method and quadrant mapping of coffee product MSMEs in the Gombengsari Educational Tourism Area. The identification of internal factors, including strengths and weaknesses, as well as external factors, including opportunities and threats, was carried out on eight coffee product MSMEs. The marketing strategy was developed based on the quadrant position of MSMEs according to the results of the SWOT analysis. The development of marketing strategies also considered the results of quadrant mapping using a geographic information system. The SWOT analysis results showed that seven MSMEs is positioned in quadrant I and one MSMEs in quadrant IV. The recommended marketing strategies is participating in MSMEs exhibitions or events, strengthening networks with tourists, and digital marketing. The position mapping of MSMEs coffee products in five areas in Gombengsari Village show that almost all of them are located in quadrant I, which indicates that their positions in an aggressive status or have internal strengths in the form of resources or types of businesses that can of creating opportunities for business growth. The study can be used as a consideration in developing MSMEs marketing strategies combined with the provision of educational tourism services that have the potential to increase the income of the coffee farmer community
PENGAMANAN TEKS MENGGUNAKAN KOMBINASI BLOCK CHIPER ELECTRONIC CODE (ECB) DAN CAESAR CHIPER BERDASARKAN SEVEN SEGMENT DISPLAY
Keamanan komunikasi dalam lingkungan internal, khususnya dalam peliputan kasus sensitif menjadi aspek krusial untuk mencegah kebocoran informasi yang dapat berdampak negatif terhadap individu maupun institusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengamanan pada aplikasi chat internal dengan menerapkan algoritma kriptografi berbasis block cipher mode Electronic Code Book (ECB) yang dikombinasikan dengan metode representasi kunci menggunakan Seven Segment Display. Representasi kunci melalui pola biner seven segment digunakan untuk menambah kompleksitas proses enkripsi sehingga lebih tahan terhadap serangan kriptanalisis sederhana. Proses enkripsi dilakukan dengan mengubah karakter menjadi biner 7 – bit ASCII, kemudian dilakukan operasi XOR dengan kunci biner seven segment dan diikuti pergeseran bit serta konversi ke karakter ASCII menggunakan algoritma Caesar Cipher untuk menghasilkan chiperteks akhir. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi metode Electronic Code Book (ECB) dan Seven Segment Display mampu menyamarkan pola plainteks dengan baik, serta memberikan tingkat keamanan yang layak untuk kebutuhan komunikasi terbatas dalam lingkungan internal. Dengan pendekatan ini, sistem pengamanan pesan internal menjadi lebih kuat, sederhana, dan tetap efisien untuk diterapkan dalam skala institusi
Analysis of Antipsychotic Drug Utilization Patterns in Schizophrenia Patients at Regional Mental Hospital Kolonel Haji Muhammad Syukur Jambi 2024
Schizophrenia is a serious mental disorder that affects thoughts, emotions, and behavior. In Indonesia, its prevalence reaches 3 per mille, and 2.8 per mille in Jambi Province. RSJD Kolonel H. M. Syukur Jambi, the only psychiatric hospital in the province, records schizophrenia as the most frequent outpatient diagnosis. Antipsychotics are the mainstay of therapy and must be used rationally to ensure treatment effectiveness. This study aimed to analyze the pattern of antipsychotic use among schizophrenia outpatients at RSJD Jambi in 2024 using the ATC/DDD and DU90% methods. This was a retrospective descriptive study based on secondary data from medical records, using total sampling. Data were analyzed using the WHO’s ATC/DDD and DU90% methods with Microsoft Excel 2016. A total of 2,088 patients met the inclusion criteria. The total antipsychotic consumption was 5.87 DDD per patient per day. Atypical antipsychotics were more frequently used (3.34 DDD/patient/day or 56.94%) than typical ones (2.53 DDD/patient/day or 43.06%). Seven antipsychotics accounted for 90.52% of total usage, including olanzapine, fluphenazine decanoate, risperidone, haloperidol, aripiprazole, quetiapine, and chlorpromazine. These findings indicate a rational prescribing pattern that aligns with current treatment guidelines and reflects a tendency to prefer atypical antipsychotics in outpatient management of schizophrenia