Jurnal STT Warga (Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta)
Not a member yet
    256 research outputs found

    OPTIMALISASI LITERASI MEDIA SOSIAL UMKM DESA NGRINGO, KECAMATAN JATEN, KABUPATEN KARANGANYAR

    Full text link
    DIDU has become a new phenomenon among entrepreneurs, both small and large. One of them is the MSME world, which has evolved into a long-term program aimed at enhancing human resources and socio-economic conditions. Through the dynamics and development of technology, mass media have become an essential tool that meets primary needs, allowing the community to utilise them according to their needs and benefits. Therefore, literacy and optimisation are necessary for its effective operationalisation. This is important to convey through semi-formal activities from the academy to the community, as practitioners, by collaborating in the Ngringo Village MSME Expo event. With the aim of providing enrichment and updated and upgraded insights to optimise the use of social media as a business tool. Using a qualitative approach with surveys, observations, and face-to-face interviews, and ending with group discussions with business actors. Getting a discussion of the needs of academics and practitioners in improving business needs and producing interactive and innovative responses and discussions, one of which is providing a level of protection to prevent cases of fraud online. The advantages and disadvantages of organising Expo events are continually being improved to ensure consistency in building businesses on an MSME scale.DIDU menjadi fenomena baru oleh lingkaran pengusaha dalam skala kecil maupun besar. Salah satunya dunia UMKM menjadi program jangka Panjang dalam peningkatan sumber daya manusia dan sosial ekonomi. Melalui dinamika dan perkembangan teknologi, media massa menjadi barang penting sampai menyentuh kebutuhan primer, sehingga dapat dimanfaatkan oleh Masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan manfaat, sehingga perlunya literasi dan optimalisasi dalam mengoperasionalisasikannya. Hal ini menjadi penting untuk disampaikan dalam bentuk kegiatan semiformal dari akademi ke Masyarakat sebagai praktisi dengan berkolaborasi dalam event Expo UMKM Desa Ngringo. Dengan tujuan memberikan pengayaan dan wawasan yang update dan upgrade untuk mengoptimalisasi penggunaan media sosial sebagai perangkat bisnis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan survei, observasi sampai dengan wawancara secara tatap muka, dan diakhiri diskusi kelompok Bersama pelaku usaha. Mendapatkan bahasan kebutuhan akademisi dan praktisi dalam meningkatkan kebutuhan usaha serta menghasilkan respon dan diskusi yang interaktif dan inovatif, dimana salah satunya memberikan Tingkat proteksi untuk mencegah kasus penipuan melalui online. Sehingga dapat disimpulkan kelebihan dan kekurangan dari penyelenggaran event Expo yang selalu ditingkatkan agar konsisten dalam membangun usaha dalam skala UMKM

    PENGARUH STRATEGI PJBL TERHADAP MATA PELAJARAN IPA KELAS 4 UNTUK MENINGKATKAN MOTOVASI BELAJAR SISIWA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh strategi Project-Based Learning (PJBL) terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya motivasi belajar siswa dalam memahami konsep-konsep IPA yang cenderung abstrak jika disampaikan secara konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih secara purposive, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan strategi PJBL dan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah. Data diperoleh melalui angket motivasi belajar yang disusun berdasarkan teori McClelland dan dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, di mana skor motivasi belajar siswa di kelas PJBL mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa strategi PJBL mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna bagi siswa. Oleh karena itu, penerapan PJBL direkomendasikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran IPA di tingkat Madrasah Ibtidaiyah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa secara efektif.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh strategi Project-Based Learning (PJBL) terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya motivasi belajar siswa dalam memahami konsep-konsep IPA yang cenderung abstrak jika disampaikan secara konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih secara purposive, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan strategi PJBL dan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah. Data diperoleh melalui angket motivasi belajar yang disusun berdasarkan teori McClelland dan dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, di mana skor motivasi belajar siswa di kelas PJBL mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa strategi PJBL mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna bagi siswa. Oleh karena itu, penerapan PJBL direkomendasikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran IPA di tingkat Madrasah Ibtidaiyah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa secara efektif

    DEVELOPMENT OF A SPACE-EFFICIENT AND LIGHTWEIGHT STUDY TABLE FOR ISLAMIC BOARDING SCHOOL STUDENTS

    Full text link
    This study presents the design, fabrication, and evaluation of a space-efficient, lightweight, and foldable study table intended to enhance learning conditions in Islamic boarding school (pesantren) environments. The table was designed using Computer-Aided Design (CAD) software with a focus on ergonomic principles, particularly a recommended working height of 70 cm to support proper posture. The final product features a durable steel tube frame, a plywood tabletop, and a collapsible leg mechanism, enabling compact storage in limited dormitory spaces. The fabrication process included precision cutting, Shielded Metal Arc Welding (SMAW), and the application of rust-resistant enamel paint, resulting in a total weight of approximately 6.5 kg with a load capacity of 40 kg.To evaluate its effectiveness, five students participated in comparative study sessions using both the old and the new table under controlled conditions. Concentration duration, used as the primary performance indicator, increased from an average of 264 seconds with the old table to 359 seconds with the new one—an improvement of 95 seconds or 36.43%. This enhancement is attributed to improved ergonomic posture, structural stability, and positive psychological effects stemming from user involvement and aesthetic design. The foldable design also allows better space utilization in multifunctional boarding school rooms. Overall, the table demonstrates significant functional and educational benefits and offers a scalable, low-cost solution for learning environments in resource-constrained settings. Future improvements may include using lighter materials and integrating storage or seating features to further improve user experience and usability

    PELATIHAN DAN PENGUATAN KAPASITAS MAHASISWA DALAM INOVASI MEDIA DAN METODE PEMBELAJARAN SD DI ERA KURIKULUM MERDEKA

    Full text link
    This activity was conducted to evaluate the effectiveness of training in enhancing student skills, particularly in media innovation and learning methods, during the Merdeka Curriculum era. The primary issue arising from the implementation of the Merdeka Curriculum is the need for educators to be more creative in developing teaching modules, learning flows, and learning objectives, ensuring that lesson plans are prepared thoughtfully and effectively. This community service program is designed for 350 students in the Elementary School Teacher Education Undergraduate Program at Muhammadiyah University of Bangka Belitung, aiming to enhance their knowledge and capacity in designing innovative learning experiences at the elementary school level. The training method is conducted through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results of the community service have shown that the training has a significant impact on improving the skills of participants in each observation semester. In Semester 2, skills increased from 50 to 80 (60%); in Semester 4, from 40 to 85 (112.5%); in Semester 6, from 30 to 90 (200%); and in Semester 8, from 45 to 88 (95.6%). The most significant improvement occurred among participants with low initial abilities, demonstrating the significant benefits this group gained from the training. Overall, the training proved effective in improving students' cognitive abilities, as evidenced by the pretest and posttest results. These findings demonstrate that the community service program consistently has a positive impact on preparing students to meet the demands of learning innovation under the Independent Curriculum.Kegiatan ini dilaksanakan untuk menganalisis efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa, khususnya dalam inovasi media dan metode pembelajaran pada era Kurikulum Merdeka. Problematika utama yang muncul dari penerapan Kurikulum Merdeka adalah tuntutan bagi pendidik untuk lebih kreatif dalam menyusun modul ajar, alur pembelajaran, dan tujuan pembelajaran sehingga penyusunan RPP tidak dilakukan secara sembarangan. Program pengabdian ini ditujukan kepada 350 mahasiswa Program Studi S1 PGSD Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas mereka dalam merancang pembelajaran inovatif tingkat sekolah dasar. Metode pelatihan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pengabdian telah menunjukkan bahwa pelatihan memberikan pengaruh signifikan pada peningkatan kemampuan peserta disetiap semester pengamatan. Pada Semester 2, kemampuan meningkat dari 50 menjadi 80 (60%); pada Semester 4 dari 40 menjadi 85 (112,5%); pada Semester 6 dari 30 menjadi 90 (200%); dan pada Semester 8 dari 45 menjadi 88 (95,6%). Peningkatan terbesar terjadi pada peserta dengan kemampuan awal rendah, menunjukkan besarnya manfaat yang diperoleh kelompok tersebut dari pelatihan. Secara keseluruhan, pelatihan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif mahasiswa sebagaimana terlihat dari hasil pretest dan posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa program pengabdian mampu memberikan dampak positif yang konsisten dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan inovasi pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

    OPERATING SYSTEM OF THE MURATEC QPRO EX WINDING MACHINE IN YARN PRODUCTION

    No full text
    This study aims to analyze the working system of the Winding Muratec QPRO EX machine used at PT Budi Texindo Prakarsa. The primary focus of this research is to understand the operational mechanism of the Winding Muratec QPRO EX machine, including the processes of yarn sorting and arrangement, the working principles of the system, and the identification of its main components. In addition, this study also discusses the aspects of maintenance and specific control measures required to ensure optimal machine performance. The research method is an observational approach, conducted by directly observing the yarn winding process using the Winding Muratec QPRO EX machine. Supporting data were obtained through literature studies from relevant journals, articles, and books and documentation methods involving photographs of the observed machine components. The results of this study are expected to provide a deeper understanding of the working system of the Winding Muratec QPRO EX machine and to serve as a reference for operational and maintenance activities within the textile industryPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem kerja pada mesin Winding Muratec QPRO EX yang digunakan di PT Budi Texindo Prakarsa. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami mekanisme kerja mesin Winding Muratec QPRO EX, meliputi proses pemilahan dan penataan benang, prinsip kerja sistem, serta identifikasi bagian-bagian utama mesin. Selain itu, penelitian ini juga membahas aspek pemeliharaan dan pengendalian khusus yang diperlukan agar mesin dapat beroperasi secara optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dengan melakukan pengamatan langsung terhadap proses penggulungan benang menggunakan mesin Winding Muratec QPRO EX. Data pendukung diperoleh melalui studi pustaka yang bersumber dari jurnal, artikel, dan buku yang relevan, serta metode dokumentasi dengan mengambil gambar bagian-bagian mesin yang diamati. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sistem kerja mesin Winding Muratec QPRO EX serta menjadi referensi dalam kegiatan operasional dan perawatan mesin di industri tekstil

    PENGARUH KOMPOSISI CANGKANG KEMIRI - BARIUM KARBONAT PADA BAJA KARBON RENDAH MENGGUNAKAN METODE PACK CARBURIZING

    No full text
    The pack carburizing process is a heat treatment method applied to metals by heating the material until it reaches the austenite phase to enhance its physical and mechanical properties. This study aims to examine the effect of varying carbon mixture compositions on the hardness and microstructure of steel. The heating process was carried out using a furnace at 930°C for 4 hours. Characterization was conducted through Scanning Electron Microscopy – Energy Dispersive X-ray (SEM–EDX), Vickers hardness testing according to ASTM E92 standards, and wear testing using the Oghosi method. The results show that the pack carburizing treatment successfully increased the material’s hardness up to 129.72 HV, approximately 30.8% higher than the untreated specimen. The specific wear test directly correlated with hardness, where specimens with higher hardness demonstrated superior wear resistance. A carbon composition of 70% produced the lowest wear rate, measured at 0.58380 mm³/kg·m. Therefore, the pack carburizing process improved mild steel’s hardness and wear resistance, with a 70% carbon composition providing the most optimal results.Proses pack carburizing merupakan metode perlakuan panas pada logam dengan cara memanaskan material hingga mencapai fasa austenit, bertujuan untuk meningkatkan sifat fisik dan mekanisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi komposisi campuran karbon terhadap kekerasan dan struktur mikro baja. Pemanasan dilakukan menggunakan furnace pada suhu 930°C selama 4 jam. Karakterisasi dilakukan melalui Scanning Electron Microscopy – Energy Dispersive X-ray (SEM–EDX), uji kekerasan Vickers sesuai standar ASTM E92, serta uji keausan menggunakan metode Oghosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pack carburizing berhasil meningkatkan kekerasan material hingga 129,72 HV, atau sekitar 30,8% lebih tinggi dibandingkan spesimen tanpa perlakuan. Uji keausan spesifik menunjukkan tren yang berbanding lurus dengan kekerasan, di mana spesimen dengan kekerasan tertinggi memiliki ketahanan aus terbaik. Komposisi karbon sebesar 70% menghasilkan tingkat keausan paling rendah, yaitu 0,58380 mm³/kg·m. Dengan demikian, proses pack carburizing terbukti efektif dalam meningkatkan kekerasan dan ketahanan aus baja mild steel, dengan komposisi karbon 70% memberikan hasil paling optimal

    Thematic Community Service Lecture (KKNT): Revitalization of the Potential of “Kali Mati” as a Tourist Attraction in Parangjoro Village

    No full text
    Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) merupakan suatu kegiatan mahasiswa sebagai bentuk implementasi nyata ilmu pengetahuan yang didapatkan dibangku perkuliahan yang diterapkan pada kehidupan di masyarakat. Mahasiswa sebagai agent of change diharapkan mampu memberikan alternatif solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Desa Parangjoro merupakan salah satu desa di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Desa ini memiliki potensi wisata yang bagus untuk dikembangkan, yaitu aliran sungai “Kali Mati”. Dimana saat ini “Kali Mati” belum secara optimal dikelola oleh pemerintah desa, justru disekitar lokasi dijadikan tempat pembuangan sampah liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Melihat permasalahan yang terjadi seperti ini maka diperlukan solusi agar potensi yang ada dapat dikelola dan dikembangkan dengan lebih baik kedepannya. Kegiatan KKNT yang dilakukan oleh mahasiswa berupaya untuk menata lokasi “Kali Mati” agar dapat dikelola sebagai potensi wisata di desa Parangjoro. Kegiatan diawali dengan tahap survei lokasi, berkoordinasi dengan warga di wilayah Singkil, RT 03/08, Desa Parangjoro, penentuan konsep penataan lokasi, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi hasil kegiatan. Berdasarkan hasil survei dilokasi dan wawancara dengan warga sekitar diperlukan kegiatan pengurukan/penimbunan sampah agar lokasi pinggiran “Kali Mati” terlihat bersih. Selanjutnya diperlukan pencahayaan lampu agar lokasi lebih terang ketika malam hari. Berikutnya dilakukan penebaran benih ikan sebagai wujud melestarikan perairan “Kali Mati”. Hasil dari kegiatan yang dilakukan saat ini lokasi yang awalnya kumuh dan tidak tertata menjadi lebih bersih dan nyaman. Ketika malam hari lokasi juga lebih terang dan banyak juga masyarakat yang menghabiskan waktu malam mereka disekitar lokasi tersebut. Berdasarkan hasil ini maka kegiatan KKNT yang dilakukan mahasiswa mampu memberikan sumbangsih yang positif bagi masyakarat di desa Parangjoro, khususnya warga Singkil RT 03/08, serta memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam kehidupan di masyarakat.Thematic Community Service Lecture (KKNT) is a student activity that implements knowledge gained in lectures that is applied to life in society. Students, as agents of change, are expected to be able to provide alternative solutions to problems that exist in society. Parangjoro Village is one of the villages in Grogol District, Sukoharjo Regency, Central Java. This village has good tourism potential to be developed, namely the "Kali Mati" river flow. Currently, "Kali Mati" has not been optimally managed by the village government; the area around the location is used for illegal garbage dumping by irresponsible individuals. Seeing the problems like this, a solution is needed so that the existing potential can be managed and developed better. The KKNT activity carried out by students seeks to organize the "Kali Mati" location to manage its potential as a tourist attraction in Parangjoro Village. The activity begins with the location survey stage, coordinating with residents in the Singkil area, RT 03/08, Parangjoro Village, determining the concept of location arrangement, implementing activities and evaluating the results of activities. Based on the results of the survey at the location and interviews with residents, it is necessary to carry out waste dumping/piling activities so that the location on the edge of "Kali Mati" looks clean. Furthermore, lighting is needed so that the location is brighter at night. Next, fish seeds are spread as a way of preserving the waters of "Kali Mati" and also as an effort to attract residents and tourists to Keli Mati in the future. The results of the activities carried out at this time are that the location, which was initially dirty and unorganized, has become cleaner and more comfortable for the community. At night, the area is also brighter, and many people spend their nights hanging out around the location. Based on these results, the KKNT activities carried out by students can positively contribute to the community in Parangjoro village, especially residents of Singkil RT 03/08, and provide real experience for students in life in society

    BAKERY TRAINING IMPROVEMENT FOR DIVERSIFICATION PRODUCT AT MAMBA'UL HIKMAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL CAFÉ, KENDAL

    No full text
    Produk pada sebuah kafe, menjadi sesuatu yang menjadi andalan dan selalu dicari oleh konsumen, agar produk suatu tempat usaha selalu dicari, maka harus selalu ada yang baru dan bermacam-macam. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang bertemakan “Pelatihan Pembuatan product Bakery untuk diversifikasi  di Kafe Pondok Pesantren Mamba’ul Hikmah”, merupakan salah satu cara untuk memvariasi dan menganekaragamkan produk, agar lebih diminati oleh masyarakat dan diharapkan dapat meningkatkan penjualan khususnya di kafe pondok pesantren Mamba’ul Hikmah, Sabetan, Mororejo, Kaliwunggu, Kendal,Jawa Tengah. Kafe merupakan salah satu jenis usaha dibidang makanan dan minuman dan bersifat kekinian. Kafe didalam lingkungan pondok pesantren merupakan salah satu daya tarik pondok itu sendiri. Dalam hal ini kafe yang berada dalam lingkungan pondok pesantren memberikan nilai plus dan sebaiknya dikelola secra professional. Salah satu upaya mewujudkan profesionalisme adalah produk yang bermutu, bervariasi dan selalu baru. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan kompetensi pembuatan produk bakery kepada para santri dan santriwan di lingkungan pondok pesantren Mamba’ul Hikmah, Sabetan, Mororejo, Kaliwunggu, Kendal, Jawa Tengah. Sebelum kegiatan pengabdian dilaksanakan diadakan survey dan wawancara kepada pihak pondok pesantren. Diawali dengan pembukaan dan pengelompokkan santri, dilanjutkan dengan pelatihan dimasing-masing kelompok kegiatan. Pada kelompok pembuatan bakery, dimulai dengan penjelasan tentang produk bakery yang akan dibuat delegasi standard recipe, penimbangan bahan, pencampuran, pengadukan, fermentasi, penimbangan, fermentasi 2, pembentukan, pengisian, fermentasi 3, pemanggangan, dan pendinginan, setiap peserta di kelompok ini ikut menanggani setiap pekerjaan dan mencoba semua proses dari awal sampai akhir. Produk bakery yang latihkan berupa roti gembong dan roti boy isi butter sejumlah 47 porsi. Jumlah peserta pada kelompok pelatihan pembuatan bakery adalah 10 orang, terdiri dari 3 laki-laki dan 7 perempuan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini antara lain: Santri dapat membuat produk roti berupa roti boy dan roti gembong sebagai diversifikasi produk, di kafe Pondok Pesantren Mamba'ul Hikmah, Mororejo, Kaliwunggu, Kendal. kepuasan peserta Pengabdian Masyarakat di Pondok Pesantren Mamba’ul Hikmah Kendal. Berdasarkan jumlah isian pada formulir survei, terdapat 6 isian. 9 orang menjawab sangat setuju dan 1 orang menjawab setuju dalam hal kepuasan terhadap kegiatan yang disponsori oleh pelaksana. Pernyataan kedua mengacu pada kepuasan terhadap cara atau tata cara pelaksana memberikan materi kepada 10 peserta. Sepuluh peserta menyatakan sangat setuju dan tidak ada peserta menyatakan setuju. Pertanyaan ketiga berkaitan dengan kelayakan pelaksanaan kegiatan. 7 orang sangat setuju, 2 orang setuju, dan 1 orang tidak setuju. Kemudian untuk pernyataan keempat terdapat 10 peserta  sangat setuju dan 0  peserta tidak setuju. Pernyataan ke lima berkaitan dengan kemampuan narasumber dalam menindaklanjuti keluhan, pernyataan, atau permasalahan peserta, dengan 10 peserta sangat setuju, 0 peserta setuju, dan 0 peserta  menyatakan  tidak setuju. Pernyataan ke enam menyatakan kesediaan peserta untuk berpartisipasi jika kegiatan serupa diadakan kembali. Dari 10 peserta, 5 orang sangat setuju dan 2 orang setuju. Sejumlah 3 peserta menyatakan tidak puas akan hasil kegiatan, sehingga perlu ditindak lanjuti untuk kegiatan selanjutnya. Seluruh peserta dapat membuat produk bakery berupa roti gembong dan roti boy dengan benar.       Kata Kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat,;Pelatihan;KewirausahaanProducts in a cafe, become something that is a mainstay and always sought after by consumers, so that the products of a business place are always sought after, there must always be something new and varied, especially in the cafe of the Mamba'ul Hikmah Islamic boarding school, Sabetan, Mororejo, Kaliwunggu, Kendal, Central Java. This community service aims to provide competence in making bakery products to students and male students in the Mamba'ul Hikmah Islamic boarding school environment. Community service is carried out through the survey and interview stages, opening and grouping students, followed by training in each activity group. Training in making standard bakery, weighing ingredients, mixing, stirring, fermentation 1, weighing, fermentation 2, forming, filling, fermentation 3, baking, and cooling. The bakery products trained were Gembong bread and Boy bread filled with butter totaling 47 portions. The number of participants in the bakery making training group was 10 people, consisting of 3 men and 7 women. The results obtained from this Community Service activity include: Students can make bakery products in the form of roti Boy and roti Gembong as product diversification. In general, training participants expressed satisfaction with this activity, which is 90%. This is proven by all participants being able to make bakery products in the form of roti Gembong and roti Boy correctly

    OPTIMIZATION OF COMMUNICATION OF LINMAS ORGANIZATION IN PUBLIC SERVICE IN GANDEKAN SURAKARTA VILLAGE

    No full text
    Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan atas dasar kebutuhan Penyelenggara Perlindungan Masyarakat (LINMAS) pada Kelurahan Gandekan, Surakarta, tentang peningkatan Teknik berkomunikasi kepada Masyarakat sekitar dalam melakukan pelayanan publik, dengan mengimplementasikan Literasi, Komunikasi, serta Public Speaking sebagai materi yang hadirkan guna menggali kebutuhan pemecahan permasalahan yang biasa dihadapi tenaga LINMAS, antara lain seperti Permasalahan Sampah, Pengaduan Masyarakat dengan masalah sosial, dan sebagainya. Hal ini dilakukan dengan tujuan mengoptimalisasi pelayanan yang sudah diamanahkan sehingga lebih aktif, produktif, dan maksimal. Pengabdian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, dengan komunikasi kelompok (Workshop) selama lebih dari 240 menit berlangsung. Hasil dari Pengabdian Kepada Masyarakat dengan metode Workshop menghadirkan kebutuhan dari segi pengembangan komunikasi dan aplikasi yang dijadikan wadah pelaporan dan informasi pada kehidupan sosial di lingkungan Kelurahan Gandekan.This community service is carried out based on the needs of the Community Protection Organizer (LINMAS) in Gandekan Village, Surakarta, regarding improving communication techniques to the surrounding community in providing public services, by implementing Literacy, Communication, and Public Speaking as materials presented to explore the needs of solving problems commonly faced by LINMAS personnel, including Waste Problems, Public Complaints with social problems, and so on. This is done with the aim of optimizing the services that have been mandated so that they are more active, productive, and optimal. Community service is carried out using a qualitative descriptive method, with group communication (Workshop) for more than 240 minutes. The results of Community Service with the Workshop method present the needs in terms of developing communication and applications that are used as a means of reporting and information on social life in the Gandekan Village environment

    PUBLIC SPEAKING AND PUBLIC RELATIONS SKILLS TRAINING IN THE PC IMM ORGANIZATION (MUHAMMADIYAH STUDENTS ASSOCIATION) BLORA REGENCY

    No full text
    Kemampuan public speaking sangat diperlukan untuk tercapainya tujuan organisasi. Indikator kinerja utama pada program pengabdian ini adalah pembinaan public speaking skill pada anggota PC IMM Kabupaten Blora yang berjumlah 19 orang hal ini bertujuan untuk memunculkan skill linguistik para anggota PC IMM Kabupaten Blora sehingga dapat menarik minat lawan bicara saat sedang berorganisasi. Kemampuan kehumasan atau public relations skills sangat berpengaruh dalam organisasi, terutama pada PC IMM Kabupaten Blora. Hal ini dikarenakan agenda kegiatan PC IMM Kabupaten Blora yang padat salah satunya adalah musyarawah maupun audiensi sehingga hal ini menjadi fokus yang harus ditangani dalam program pengabdian ini. Kegiatan ini spesifik dilakukan dengan jadwal 8 bulan dan pelatihan selama 2 bulan. Hasil dari kegiatan ini, sebanyak 90% mahasiswa yang sebelumnya hanya 25% dari 19 mahasiswa telah berhasil meningkatkan kemampuan public speaking dan public relations.  Public speaking skills are very necessary to achieve organizational goals. The main performance indicator in this service program is coaching public speaking skills for the 19 members of PC IMM Blora Regency; this aims to bring up the linguistic skills of the PC IMM members of Blora Regency so that they can attract the interest of the interlocutors when they are organizing. Public relations skills or public relations skills very influential in the organization, especially in PC IMM Blora Regency. This is because the PC IMM Blora Regency activity agenda is busy, one of which is deliberations and hearings, so this is the focus that must be handled in this service program. This specific activity is carried out with a schedule of 8 months and training for 2 months. As a result of this activity, as many as 90% of students, previously only 25% of 19 students, have succeeded in improving their abilities in public speaking and public relations

    218

    full texts

    256

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STT Warga (Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇