Jurnal STT Warga (Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta)
Not a member yet
256 research outputs found
Sort by
WIRELESS POWER TRANSFER SYSTEM MENGGUNAKAN MAGNETIC RESONANT COUPLING
Saat ini listrik adalah kebutuhan utama manusia, tetapi kemudian muncul masalah untuk memenuhi energi listrik dengan sejumlah kabel yang digunakan untuk mentransfer energi listrik dari sumber ke beban. Kelemahan lainnya adalah pemasangan kabel yang tidak rapi dan kehilangan daya listrik pada transmisinya. Transfer energi listrik secara nirkabel memiliki beberapa kelebihan yang dapat meminimalkan beberapa masalah dalam penggunaan kabel.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mengirimkan energi listrik tanpa kabel dengan cara medan elektromagnetik resonansi induktif.
Ada dua buah gulungan tembaga yang digunakan untuk menghasilkan resonansi induktif bersama. Transfer daya nirkabel terdiri dari dua sirkuit utama. Satu sebagai sirkuit pemancar dan yang lainnya sebagai sirkuit penerima. Sirkuit pemancar terdiri dari transformator stepdown, penyearah, amplifier dan koil pemancar. Sirkuit penerima terdiri dari dari koil penerima dan penyearah serta beban dc. Realisasi penelitian menyatakan bahwa tegangan dalam bentuk Vdc dan arus yang dikirm berada dalam kisaran mA dengan frekuensi yang beragam dengan menghasilkan jarak daya yang terkirim berbeda beda antara 0 cm – 30 cm
DESAIN BENDING DETECTOR PADA MATERIAL KOMPOSIT DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR SERAT OPTIK
Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan pengembangan material baru untuk memperkuat struktur material yang sudah rusak telah meningkat dengan cepat. Banyak negara berkembang mengajukan permintaan untuk meningkatkan struktur material komposit yang ada. Pengembangan material smart concrete dalam hal infrastruktur sangat penting agar pembangunan negara tetap berjalan. Pada penelitian ini akan digunakan material komposit sebagai spesimen uji tegangan maksimum dan minimum. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sistem detektor lentur pada material komposit dengan menggunakan sensor serat optik. Dalam hal ini didapatkan karakteristik cahaya serat optik pada material komposit. Material komposit terdiri dari Aluminium (Al) dan Baja Karbon - SS 400. Ukuran benda uji adalah 290 mm x 72 mm x 12 mm. Perlakuan pada penelitian ini menggunakan pembengkokan makro dan pembebanan pembengkokan maksimal 5 x 105 N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat nilai pembebanan mencapai 40 x 105 N nilai atenuasi sensor serat optik mendekati 2,5 dB. Namun bila beban tekukan melebihi nilai tersebut maka atenuasi serat optik semakin meningkat. Dapat dirincikan bahwa beban tekuk 39,91 x 105 N dan 40,14 x 105 N dengan atenuasi 2,95 dB dan 3,08 dB merupakan nilai sensitivitas. Dari hasil perhitungan nilai sensitivitas sensor adalah 0,54 dB / N.
ABSTRACT
In recent years, the demand for developing new materials to reinforce the structure of damaged materials has increased rapidly. Many developing countries have made requests to improve the existing composite material structures. The development of smart concrete materials in terms of infrastructure is very important so that the country's development continues. In this study, composite materials will be used as the maximum and minimum stress test specimens. The purpose of this research is to build a flexible detector system on a composite material using a fiber optic sensor. In this case, the fiber optic light characteristics are obtained in the composite material. Composite materials consist of Aluminum (Al) and Carbon Steel - SS 400. The size of the specimen is 290 mm x 72 mm x 12 mm. The treatment in this study used macro bending and a maximum bending loading of 5 x 105 N. The results showed that when the loading value reached 40 x 105 N the attenuation value of the optical fiber sensor was close to 2.5 dB. However, if the bending load exceeds this value, the optical fiber attenuation increases. It can be specified that the bending loads of 39.91 x 105 N and 40.14 x 105 N with an attenuation of 2.95 dB and 3.08 dB are the sensitivity values. From the calculation of the sensor sensitivity value is 0.54 dB / N
KUALITAS LAJU PANAS KONVEKSI PADA MESIN OVEN KOMPOR ROTARY
Berdasarkan prinsip kerja pemanasan merupakan suatu metode untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan air tersebut menggunakan energi panas. Permasalahan utama adalah akurasi pemanasan awal dan proses pemanasan yang tidak sesuai dengan efisiensi waktu, sehingga biaya beban listrik menjadi naik dan merugikan para pengusaha roti. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan alternatif solusi yang bertitik berat kepada kajian kualitas laju panas konveksi pada mesin oven kompor rotary. Metode yang diterapkan adalah membandingkan pengaruh kualitas beban dan akurasi waktunya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pemanasan awal 10 menit oven kompor rotary yang efektif adalah 51oC dan 72oC. Nilai pemanasan konveksi yang paling optimal dari mesin oven kompor rotary ini mencapai 121,4 kW
Pelatihan Pengendalian, Proteksi dan Pemeliharaan Motor Listrik bagi Guru, Toolman serta Siswa SMK Jurusan Teknik Pemesinan
Pelatihan ketrampilan mengenai pengendalian, proteksi dan pemeliharaan motor listrik dimaksudkan untuk memberi ketrampilan bagi siswa SMK, guru, dan toolman (tenaga kependidikan bagian bengkel) dalam melakukan pemasangan maupun perbaikan instalasi listrik secara mandiri selain itu juga memiliki pengetahuan dan ketrampilan mengenai pengendalian, proteksi dan pemeliharaan motor listrik. Dengan demikian siswa SMK, guru, dan toolman mempunyai pengetahuan untuk instalasi listrik yang aman sehingga peluang terjadi kesalahan bisa dihindarkan. Pelatihan ini diberikan dalam dua tahap, yaitu tahap pembekalan materi dan tahap pengujian materi, baik secara teori maupun praktek. Dengan pelatihan ini diharapkan peserta memahami dengan baik tentang bahaya listrik dan cara mengamankannya, membaca gambar instalasi, mengukur tegangan, mendeteksi sambungan yang putus, dan dapat membuat instalasi memiliki pengetahuan dan ketrampilan mengenai pengendalian, proteksi dan pemeliharaan motor listrik. Tingkat keberhasilan peserta diukur dari nilai ujian secara teori maupun praktek, dengan standar nilai minimum 70. Pelatihan ini diikuti oleh 20 siswa SMK, guru, dan toolman yang sebagian besar tidak memiliki pengalaman tentang instalasi listrik. Secara umum pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan siswa SMK, guru, dan toolman. Selain bermanfaat bagi peserta, peralatan pasca pelatihan yang diserahkan oleh tim laboratorium instalasi listrik STT”Warga” Surakarta dapat digunakan untuk membekali dan memberikan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat di wilayahnya dan tim laboratorium instalasi listrik STT ”Warga” Surakarta dapat mengelola pelatihan instalasi listrik tegangan rendah secara mandiri dan berkelanjutan.  
KONTROL DAN MONITOR SISTEM OTOMASI AUTOMATIC WATER TREATMENT SYSTEM BERBASIS PLC MENGGUNAKAN HMI WEINTEK MT8071iP
Human Machine Interface (HMI) adalah suatu sistem yang menghubungkan manusia dengan mesin melalui sebuah perangkat. Sistem ini berupa pengendalian dan visualisasi status mesin yang bersifat realtime. Umumnya HMI berbentuk monitor touchscreen dimana visualisasinya dapat diprogram. Sistem otomasi berbasis PLC dapat dikontrol dan dimonitor melalui HMI. Penelitian ini mengunakan trainer automatic water treatment systems berbasis PLC Omron CP1E-NA20DR-A sebagai alat peraga untuk pembuatan program HMI. Pemrograman HMI menggunakan software EasyBuilder Pro versi 6.04.01. Komunikasi antara PLC dan HMI menggunakan kabel dengan konektor DB9P yang mempunyai aturan wiring tertentu. Kebutuhan transfer data baik upload maupun download program HMI dari dan ke Personal Computer melalui kabel ethernet dan USB flashdisk. Percobaan yang dilakukan, HMI mampu memberikan variasi kontrol dan monitor yang lebih banyak. System HMI mampu ditambahkan mode manual untuk proses secara manual. Pemilihan volume dan suhu air dapat dilakukan melalui HMI. Monitoring proses serta data volume dan suhu dapat ditampilkan pada HMI baik berupa grafik batang maupun tampilan angka. Data volume yang diterima PLC dapat ditampilkan pada HMI dengan kondisi yang sudah diskala (scaling data). Scaling data diperlukan karena data yang diterima PLC dan yang akan ditampilkan mempunyai nilai yang berbeda. Event log display memudahkan pengguna untuk melihat proses maupun history proses
PENGERASAN PERMUKAAN BAJA KARBON RENDAH DENGAN METODE THERMAL SPRAY COATING
Powder flame spray coating merupakan salah satu jenis pelapisan dari metode thermal spraying, dimana pengunaan serbuk sebagai pelapis berfungsi untuk menyelubungi permukaan substrat dalam meningkatkan ketahanan yang baik terhadapat keausan atau erosi, oksidasi dan korosi temperatur tinggi, serta dengan biaya rendah. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variasi suhu pemanasan awal (preheating) terhadap sifat fisis dan sifat mekanik baja karbon rendah. Variasi suhu pemansan awal (preheating) yang digunakan yaitu suhu 500oC, 600oC dan 700oC. Hasil penelitian menunjukaan bahwa substrat yang mendapatkan perlakuan powder flame spray coating dapat meningkatkan ketebalan. Terbukti pada spesimen pengujian variasi 528oC mendapatkan rata-rata ketebalan sebesar 912,3 ?m. Selanjutnya pengaruh yang diberikan dari variasi suhu pemanasan awal terhadap substat dapat meningkatkan nilai kekerasan yang signifikan. Terbukti bahwa dari spesimen suhu 624oC mendapatkan nilai kekerasan sebesar 926,3 VHN. Selain itu permukaan baja karbon rendah mengalami kenaikan nilai kekerasan dibuktikan hasil pengujian didapatkan rata-rata nilai kekerasan sebesar 600 VHN. Pada sisi lain pada pengujian metalografi struktur mikro yang terlihat dari baja karbon rendah adalah fasa ferit dan fasa perlit, sedangkan pada coating NiBSiCr terdapat struktur lamellar dengan fasa light lamellar, fasa half melted dan porositas
STUDI PARAMETER PEMESINAN OPTIMUM PROSES BUBUT PADA BAHAN KUNINGAN
Dalam penelitian ini, penelitian tentang penggunaan metode Taguchi telah diterapkan untuk mengoptimalkan parameter pemesinan terhadap nilai kekasaran permukaan (Ra) kuningan kuning UNS C26800. Proses pemesinan yang digunakan pada penelitian ini adalah mesin bubut semi otomatis dan alat potong yang digunakan adalah HSS. Parameter pemesinan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kecepatan spindel, laju pengumpanan, kedalaman potong dan jenis pendingin. Kombinasi keempat parameter tersebut dilakukan dengan menggunakan susunan ortogonal L9, kemudian dilanjutkan dengan analisis varians (ANOVA) dan rasio signal-to-noise (S/N) untuk mendapatkan parameter yang optimal. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa kedalaman potong merupakan parameter pemesinan yang paling berpengaruh terhadap nilai kekasaran permukaan pada kuningan. Parameter proses mesin milling yang optimal untuk menghasilkan kekasaran permukaan yang baik diperoleh pada kecepatan spindel 415 rpm, feed rate 0,62 mm/rev, kedalaman potong 0,5 mm dan pendingin bromus
KEMAMPUAN KERJA RELAI ARUS LEBIH TERHADAP BEBAN LEBIH PADA SISTEM KETENAGALISTRIKAN PADA GARDU INDUK KABUPTEN KARANGANYAR
Kualitas listrik yang jelek menjadi masalah yang sangat penting sekali di berbagai bidang antara lain :industri, perhoelaan, perkantoran dn lain-lain. Oleh karena listrik bisa dikatakan sebagai salah satu kebutuhan utama bagi penunjang dan pemenuhan kebutuhan hidup para pelangan listrik. Penyediaan energi yang handal dan berkualitas bagus tidak lepas dari adanya kualitas suatu sistem tenaga listrik. Adanya gangguan yang terjadi pada transformator dapat menghambat proses penyaluran energi listrik ke konsumen.Oleh karena itu, sistem proteksi yang handal sangat dibutuhkan untuk melindungi transformator dari gangguan. Relai arus lebih SPAJ 140C merupakan salah satu relai proteksi cadangan yang digunakan oleh pihak PLN untuk menjaga transformator 150/20 kV (30 MVA) yangada di gardu induk Palur Kabupaten Karanganyar dari gangguan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kerja relai arus lebih SPAJ 140C sebagai relai cadangan dalam melindungi transformator.Penelitian ini memberikan hasil bahwa dengan besar gangguan beban lebih 41 MW dan arus lebih yang mengalir pada transformator sebesar 175.593 A, rely SPAJ 140C dapat bekerja dalam waktu 21,11 detik. Nilai arus gangguan yang mengalir pada transformator tersebut merupakan nilai yang sangat kecil, maka relay SPAJ 140C pun bekerja dalam waktu yang lama.
ABSTRACT
The poor quality of electricity is a very important problem in various fields, including: industry, hospitality, offices and others. Therefore, electricity can be said to be one of the main needs for supporting and fulfilling the needs of electricity customers. The supply of reliable and good quality energy cannot be separated from the quality of an electric power system. Any disturbance that occurs in the transformer can hinder the process of distributing electrical energy to consumers. Therefore, a reliable protection system is needed to protect the transformer from interference. The SPAJ 140C overcurrent relay is one of the backup protection relays used by PLN to protect the 150/20 kV (30 MVA) transformer at the Palur substation in Karanganyar Regency from interference. The purpose of this study was to determine the working ability of the SPAJ overcurrent relay. 140C as a backup relay in protecting the transformer. This research gives the result that with a large disturbance of 41 MW overload and 175,593 A overcurrent flowing in the transformer, Rely SPAJ 140C can work in 21.11 seconds. The value of the fault current flowing in the transformer is a very small value, so the SPAJ 140C relay also works for a long time.
 
APLIKASI SENSOR HC-SR04 UNTUK MENGUKUR JARAK KETINGGIAN AIR DENGAN MIKROKONTROL WEMOS D1 R2 BERBASIS IoT
Air adalah benda yang penting bagi semua makhluk yang hidup di bumi. Air dibutuhkan oleh semua makhluk hidup, baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Tanpa air, semua makhluk hidup di Bumi akan mati. Air digunakan manusia untuk bertahan hidup. Karena sebagian besar tubuh manusia terdiri atas air. Air dapat berada dimana saja, mulai dari laut, danau, sungai dan sebagainya. Air mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. Air di tempat tinggi didapatkan berkat air hujan yang didapatkan dari proses siklus air. Air yang berada di tempat tinggi akan mengalir ke tempat rendah melalui sungai atau irigasi. Air yang mengalir melalui sungai dapat memiliki volume yang kecil atau yang besar. Volume air yang besar dapat membuat ketinggian air disungai menjadi tinggi dan jika terus meninggi sampai meluap maka dapat menimbulkan banjir. Penelitian ini berupa sistem alat pengukuran ketinggian air menggunakan mikrokontroler arduino Wemos D1 dengan sensor HC-SR04 (ultarsonik) untuk mendeteksi atau mengukur ketinggian jarak air berbasis IoT (Internet of Things) dan ditampilkan secara display OLED. Berdasarkan rancangan tersebut maka peneliti ingin mengetahui tingkat efektifitas pengukuran ketinggian air berbasis IoT. Dengan sistem pengukuran jarak air berbasis IoT maka untuk mendapatkan informasi ketinggian air akan lebih mudah dan dapat diakses melalui internet secara realtime ketinggian air. Sistem alat pengukur ketinggian air berbasis IoT ini sangat cocok sekali digunakan untuk mendeteksi/memantau banjir dimana sensornya diletakkan di daerah yang rawan banjir seperti di sungai, sehingga setiap saat bisa dipantau kondisi ketinggian air sungai secara realtime melalui internet
PERBANDINGAN CHIPS MORFOLOGI DAN TINGKAT KEAUSAN PADA PROSES DRILLING DENGAN TWIST DRILL STANDAR DAN TWIST DRILL BER SPLITTING NICKS
Splitting nicks merupakan sebuah profil yang dibuat pada twist drill. Splitting nicks bertujuan untuk memecah chips dan mempermudah chips keluar yang dihasilkan dari proses drilling. Selain itu pembuatan profil splitting nicks mampu mengurangi tingkat keausan twist drill. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara twist drill standar dengan twist drill berprofil splitting nicks. Parameter utama yang digunakan adalah kecepatan putaran spindel sebesar 530 rpm, kecepatan pemakanan 199,2 mm/min. Variasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi depth of cut pada proses drilling yaitu 1 mm, 2 mm, dan 3 mm.
Chips yang dihasilkan dari twist drill ber splitting nicks berbentuk kecil, panjang dan cenderung lurus. Sedangkan twist drill standar mempunyai bentuk chips spiral dan cenderung kesulitan untuk keluar melalui flutes. Selain itu pemberian profil splitting nicks juga berpengaruh pada menurunnya tingkat keausan twist drill sebesar 49,6% dan menurunkan jumlah puntiran chips sebesar 68,3%