Jurnal STT Warga (Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta)
Not a member yet
    256 research outputs found

    PELATIHAN ROBOT PENGIKUT GARIS (LINE FOLLOWER) UNTUK SISWA SMK BATIK 2 SURAKARTA DI PRODI TEKNIK ELEKTRONIKA STT “WARGA” SURAKARTA

    Get PDF
    Pembelajaran robotik mendukung siswa untuk mendapatkan materi yang saling terintegrasi antara subyek pelajaran Science (sains), Technology (teknologi), Engineering (teknik), dan Mathematics (matematika). Robotika adalah perpaduan berbagai disiplin ilmu, khususnya mekanik, elektronik dan komputer. Jenis robot yang dipilih untuk pelatihan adalah robot Line Follower karena pembuatan robot ini tidak terlalu rumit sehingga diharapkan siswa dapat menguasai dengan cepat teknik pembuatannya. Sasaran dari program Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah siswa-siswi SMK Batik 2 Surakarta dan telah terlaksana dengan baik dan lancar pada hari Kamis, 11 Februari 2021, bertempat di Laboratorium Komputer dan Laboratorium Digital, Prodi Teknik Elektronika, Kampus Sekolah Tinggi Teknologi “Warga” Surakarta. Peserta pelatihan berjumlah 10 orang siswa-siswi SMK Batik 2 Surakarta dengan didampingi dua orang guru pendamping. Hasil dari pelatihan ini, semua peserta dapat merakit dan memprogram sendiri robot line follower

    Efek Variasi Beban Torsi Terhadap Distribusi Tegangan Komponen Axle Shaft Kendaraan Niaga

    Get PDF
    Axle shaft  adalah komponen penerus daya putaran dari diferensial menuju roda. Axle shaft merupakan salah satu komponen yang sering mengalami patah, khususnya pada aplikasi di kendaraan niaga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan besar beban torsi  terhadap tegangan dan regangan yang timbul pada axle shaft.  Penelitian dilakukan dengan metode reverse enginering komponen asli menjadi sebuah desain 3 dimensi. Selanjutnya, silakukan simulasi metode elemen hingga untuk mengetahui distribusi tegangan dan regangan. Perangkat lunak Solid Work digunakan untuk membuat desain 3 dimensi dan melakukan simulasi beban statik. Simulasi dilakukan dengan mengaplikasikan variasi besar beban torsi. Hasil penelitian  diketahui terjadi perubahan tegangan dan regangan yang timbul pada axle shaft di setiap variasi beban torsi. Tegangan maksimum variasi besar moment 1200 Nm, 1400 Nm, 1600 Nm, 1800 Nm dan 2000 Nm dihasilkan tegangan sebesar 3.68x108  N/m2,  4.30x108  N/m2, 4.91x108 N/m2,  5.52x108 N/m2 dan 6.14x108 N/m2

    SETTING VARIASI DISTANCE CLIP DENGAN ROLLER GAUGE DRAFTING ROLL UNTUK PENINGKATAN KUALITAS ROVING NE11.08 PADA MESIN FLYER TOYODA FL 6

    Get PDF
                    Salah satu mesin produksi benang adalah mesin Flyer   dan menghasilkan produk disebut  dengan  roving dan roving ini selanjutnya akan diolah menjadi benang di mesin Ring Spinning.  Dalam  proses produksi roving carded ada beberapa faktor yang harus dievaluasi terkait dengan kwalitas roving , diantaranya ketidakrataan (u%). Nilai ketidakrataan (U%) yang rendah menunjukkan mutu  roving yang baik dan sebaliknya. Salah satu upaya untuk menghasilkan mutu roving carded yang baik adalah setting variasi ketebalan distanclip dengan jarak titik jepit peregangan (Roller Gauge) pada mesin Flyer. Hasil eksperimen dengan memvariasikan ketebalan distanclip dan roller gauge merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap ketidakrataan (U%) roving carded Ne11.08 pada mesin Flyer .  Ketebalan distance Clip  akan mengatur jarak antar apron yang terdapat pada Cradel dan bottom roll.   Jarak yang semakin sempit ini membuat serat berjalan dengan stabil diantar apron sebelum dilakukan proses drafting selanjutnya. Kestabilan dari jumlah serat yang diproses drafting dapat menjadikan variasi dari hasil roving menurun artinya nilai ketidakrataanya (U%) roving carded nilainya rendah Demikian juga setting jarak titik jepit peregangan 35 mm x 47.5 mm x 47.5 mm mengakibatkan terjadinya cracking fiber dan setting jarak titik jepit peregangan 39 mm x 47.5mm x 47.5 mm akan mengakibatkan floating fiber serta drafting wave yang lebih tinggi artinya nilai ketidakrataanya tinggi. Variasi setting antara distanclip dan roller gauge yang sesuai untuk proses roving carded Ne11.08 di mesin flyer adalah ketebalan distance clip 3.5 mm dan titik jepit peregangan 37.5 mm x 47.5 mm x 47.5 mm

    PENEMPATAN TRANSFORMATOR GUNA PERBAIKAN PENYALURAN DAYA LISTRIK PADA JARINGAN DISTRIBUSI KAB. KARANGANYAR

    Get PDF
    Sistem distribusi adalah sistem tenaga listrik yang menyalurkan energi  listrik dari pembangkit sampai ke konsumen dalam skala tegangan menengah sampai  dengan  tegangan  rendah.  Penyaluran  energi  listrik  biasanya diperlukan  jarak  yang  cukup  jauh  dari  GI  (Gardu  Induk)  untuk  sampai  pada konsumen atau pelanggan, ditambah dengan dalam penyalurannya diperlukan arus yang  cukup  besar. Hal ini mengakibatkan adanya regulasi  tegangan  yang  cukup  besar sepanjang  saluran  sampai  menuju  konsumen.  Pada  kenyataannya  terdapat transformator distribusi yang jaraknya cukup jauh dari GI sehingga terjadi  penurunan  tegangan  (drop  voltage)  yang  sampai  pada  sisi  primer transformator  distribusi  lebih  dari  yang  diijinkan.  Oleh  karena itu,  maka  diperlukan penataan  ulang dengan mengatur penempatan transformator dari  segi  panjang  saluran  sistem  distribusi  primer  agar kinerja transformator menjadi lebih baik. Penelitian ini akan membahas pengaruh panjang  saluran  distribusi  primer terhadap jatuh tegangan dan rugi-rugi daya yang dimulai dari GI Palur sampai pada transformator distribusi pada kawasan PT. PLN UPJ Palur, Karanganyar. Apabila jatuh tegangan pada saluran distribusi primer lebih dari batas toleransi, maka akan dilakukan analisa kembali penempatannya, sehingga kinerja transformator distribusi tersebut menjadi lebih baik. Hasil analisa data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pada transformator distribusi yang besar tegangan jatuh pada sisi saluran distribusi primernya lebih dari 5%, maka panjang saluran yang dirubah adalah pada sisi yang terjauh dari pelanggan. Pengaruh penambahan transformator meningkatkan daya listrik rata-rata sebesar 23,155 %. Dengan demikian, efisiensi daya listrik meningkat rata-rata sebesar 3,5 %

    Pelatihan Dasar Instalasi Listrik 1Ø Bagi Warga RW 20, Jaten , Kabupaten Karanganyar:

    Get PDF
    Warga RW  XX,  perumahan JOSROYO, desa JATEN, kecamatan  JATEN , KABUPATEN KARANGANYAR sangat awam sekali terhadap instalasi listrik 1phasa. Kendala yang terjadi bagi masyarakat belum mengetahui tentang instalasi listrik 1 phasa sehingga perlu pendampingan saat dilaksanakan pelatihan dasar instalasi listrik 1 phasa. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan pelatihan dasar instalasi listrik 1Ø  warga dari  RW 20, perumahan JOSROYO, desa  JATEN, kecamatan  JATEN   dimaksudkan untuk memberi pemahaman tentang bahaya listrik dan keterampilan instalasi listrik 1Ø yang dapat digunakan untuk penerangan seperti penerangan rumah,toko,kantor . Dengan adanya pelatihan ini diharapkan bagi masyarakat warga RW.XX,  perumahan Josroyo, desa Jaten, Kecamatan Jaten dapat melakukan pemasangan dan perbaikan sendiri pada rumah tinggal yang masyarakat tempati secara mandiri, dan dapat juga  untuk digunakan melamar pekerjaan.Metode pelatihan kepada masyarakat tentang dasar instalasi listrik 1Ø diberikan secara beberapa tahap yaitu, penyampaian teori tentang instalasi listrik, tanya jawab, merangkaia instalasi listrik 1 Ø pada papan rangkaian dan pengujian.Hasil dari pelatihan kepada masyarakat yang mengikuti pelatihan yaitu diharapkan para peserta pelatihan memahami tentang membaca gambar, penyambungan instalasi 1 PHB dan 2 PHB dengan menggunakan saklar  baik saklar tunggal  maupun sakelar ganda, , tusuk kontak , pengukuran tegangan dan juga  diharapkan hasil dari pelatihan peserta harus dapat mengatasi masalah yang terjadi apabila terjadi arus hubung singkat ataupun tidak menyalanya lampu saat sakelar dinyalakan. Akhir dari mengikuti pelatihan, para peserta dapat membuat instalasi listrik 1 phasa pada papan rangkaian dengan baik dan aman. Para peserta menginginkan adanya pelatihan instalasi listrik lagi yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta kepada warga RW  XX perumahan  Josroyo, kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar

    Pembuatan Alat Cuci Tangan Portabel Dalam Upaya Mencegah Penulran Covid-19 Di Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon, Kota Surakarta: PEMBUATAN ALAT CUCI TANGAN PORTABEL

    No full text
    Perhatian dunia saat ini sedang fokus pada penanganan wabah virus COVID-19 yang sudah dinyatakan sebagai pandemi pada awal Januari 2020. Sebagian besar negara sudah menerapkan karantina wilayah untuk mencegah terjadinya penyebaran virus yang cepat. Indonesia sendiri tengah berupaya untuk mengatasi masalah penularan wabah COVID-19 dengan menerapkan social distancing bagi warganya. Kelurahan Sangkrah adalah salah satu wilayah di kota Surakarta yang sudah dinyatakan sebagai daerah zona merah penyebaran COVID-19 oleh Bapak Walikota. Terdapat 2 kasus positif COVID-19 pada bulan April 2020 di wilayah ini. Dengan pertimbangan tersebut, perlu dilakukan penanganan serius guna memutus penyebaran virus COVID-19. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan sarana tempat cuci tangan kepada masyarakat Kelurahan Sangkrah. Cuci tangan dengan sabun pada air mengalir terbukti lebih ampuh membunuh virus jika dibandingkan dengan hanya menggunakan cairan hand sanitiser. Tempat cuci tangan portabel yang didedikasikan untuk warga kelurahan Sangkrah berguna untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Alat cuci tangan ini telah digunakan dengan baik oleh warga masyarakat Kelurahan Sangkrah. Setelah mendapat penyuluhan tentang pentingnya cuci tangan, berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat untuk cuci tangan

    ANALISA UJI TARIK LAS SMAW TERHADAP SAMBUNGAN SQUARE BUTT JOINT DENGAN VARIASI KETEBALAN PLAT ST 37

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa sambungan las square butt joint terhadap beberapa variasi ketebalan plat dengan uji tarik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dan dilaksanakan di laboratorium pengujian bahan Akademi Teknologi Warga Surakarta, menggunakan material St 37 dengan las SMAW dan elektroda yang digunakan AWS E6013 diameter elektroda 2,6 mm dan tegangan arus sebesar 85 Ampare. Hasil pengujian uji tarik yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa spesimen 3 mm yang di las menggunakan sambungan las square butt joint, patahan terjadi di daerah gage length karena hasil pengelasan tertutup penuh dan tegangan minimum yang diperoleh 396,82 N/mm2. Pada spesimen 5 mm yang di las menggunakan sambungan las square butt joint, tegangan maksimum yang diperoleh sebesar 594,40 N/mm2, sedangkan pada spesimen 7 mm tegangan mengalami penurunan sebesar 6,48 % dan dari hasil uji tarik oleh spesimen 5 mm dan 7 mm, patahan terjadi pada sambungan las. Pada sambungan las spesimen 7 mm terlihat dari hasil pengelasan ada rongga atau celah. Hal ini menunjukkan bahwa lasan tidak penuh.   ABSTRACT   This study was conducted to analyze the square butt joint of several variations in plate thickness with a tensile test. The method used in this research is an experimental method and is carried out in the laboratory for testing the materials of the Surakarta Citizens' Academy of Technology, using the St 37 material with SMAW welding and the electrode used is AWS E6013 electrode diameter of 2.6 mm and a current voltage of 85 Ampare. The results of the tensile test that have been carried out can be seen that the 3 mm specimen that was welded using a square butt joint, the fracture occurred in the gage length area because the welding results were fully closed and the minimum stress obtained was 396.82 N / mm2. In 5 mm specimens that were welded using a square butt joint, the maximum stress obtained was 594.40 N / mm2, while in 7 mm specimens the stress decreased by 6.48% and from the tensile test results by 5 mm and 7 specimens. mm, the fracture occurs at the weld joint. At the 7 mm specimen weld joint, it can be seen from the welding results that there is a cavity or gap. This indicates that the weld is not full

    Rekayasa Pembuatan Pakan Ternak Tambahan Berbahan Baku Limbah Pertanian Dan Perkebunan Untuk Mengurangi Konsentrat: Pemanfaatan dan Pengolahan Limbah Pertanian dan Perkebunan sebagai Pakan Ternak Mentok di KTTSR Boyolali

    No full text
    Permasalahan yang terjadi pada Kelompok Tani Ternak Sumber Rejeki (KTTSR) di Gondangrawe, Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali adalah tingginya harga pakan ternak, sehingga banyak peternak yang merugi. Mitra ini telah melakukan pembesaran dan penggemukan ternak mentok. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat berupa rekayasa pembuatan pakan ternak tambahan yang ekonomis dan bergizi berbahan baku limbah pertanian dan perkebunan untuk mengurangi penggunaan konsentrat/pakan pabrik. Metode kegiatan dilakukan melalui pemanfaatan dan pengolahan limbah pertanian dan perkebunan yang dimiliki mitra, selanjutnya digiling menjadi serbuk dan difermentasi sebagai pakan tambahan ternak. Limbah yang digunakan antara lain: kulit kacang tanah, jerami, tongkol jagung dan gedebog pisang. Dalam upaya menambahkan kadar gizi pakan ternak, maka ditambahkan limbah teri sebagai protein hewani. Tahapan pembuatan pakan ternak mentok sebagai berikut: 1) penggilingan limbah menjadi serbuk, 2) melarutkan Suplemen Organik Cair (SOC) dan gula pasir dan diamkan selama 24 jam; 3) serbuk limbah dicampurkan dengan bekatul (5%) dan konsentrat(5%); 4) aduk adonan tersebut hingga homogen; 5) semprotkan larutan SOC-HCS dan gula pasir (no 1) dengan perbandingan: 16 liter air : 20 ml SOC : 125 ml tetes tebu; 6) aduk kembali hingga homogeny; 7)masukkan adonan ke dalam drum penampungan yang kedap udara dan tutup rapat; 8) tunggu selama 1 hari dan pakan fermentasi sudah siap dikonsumsi ternak mentok. SOC-HCS merupakan suplemen khusus ternak yang berfungsi menambah nafsu makan ternak, menambah bobot, meningkatkan antibodi, menyuburkan sel telur pada unggas dan meningkatkan kualitas daging. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian adalah pakan ternak mentok yang ekonomis dan bergizi. Berdasarkan hasil analisis ekonomi, biaya pakan lebih efisien sebesar Rp. 24.759.000/300 ekor mentok/5 minggu. Dengan kata lain terdapat penurunan biaya pakan ternak mentok sebesar 73,5%.  Dengan demikian ketersediaan pakan ternak tambahan dapat meningkatkan.kesejahteraan mitra KTTSR

    PENGARUH VARIASI KONSENTRASI MORDAN DAN WAKTU FIKSASI PADA PENCAPAN KAIN KAPAS DENGAN ZAT WARNA ALAM KAYU TEGER (Cudrania javanensis)

    Get PDF
    Ekstrak kayu teger terdapat senyawa pigmen tanin yang dapat memberikan warna kuning hingga coklat cerah. Pencapan dengan menggunakan zat warna alam belum banyak dilakukan di kalangan industri tekstil. Pemanfaatan zat warna alam untuk pewarnaan bahan tekstil memiliki keunggulan diantaranya warna yang dihasilkan natural dan memiliki nilai jual tinggi. Kelemahan zat warna alam adalah ketuaan warna rendah, ketahanan luntur warna terhadap pencucian maupun gosokan rendah, dengan demikian perlu adanya proses mordan yang berfungsi sebagai jembatan antara zat warna alam dan serat supaya dapat berikatan dengan baik, sehingga meningkatkan ketuaan warna dan sifat tahan luntur warnanya. Proses fiksasi merupakan proses ikatan antara zat warna dengan serat, waktu fiksasi sangat mempengaruhi kekuatan ikatan zat warna dengan serat, dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi tawas dalam proses mordan dan waktu fiksasi pada nilai ketuaan warna, ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan. Pada proses mordan digunakan variasi konsentrasi 10, 20 dan30 gr/l dengan waktu fiksasi 10, 20 dan 30 menit. Hasil dari pengujian ketuaan warna didapatkan nilai ketuaan warna yang paling baik pada penggunaan mordan 20 gr/l dan waktu fiksasi 30 menit dengan arah warna kuning dan merah, dapat dikatakan bahwa warna yang dihasilkan kuning kecoklatan. Nilai uji perubahan warna terhadap pencucian paling baik pada penggunaan konsentrasi mordan 20 gr/l dan waktu fiksasi 30 menit dengan nilai 4-5 (Baik), penodaan warna terhadap pencucian rata-rata didapatkan nilai 5 (Sangat baik), uji penodaan warna pada gosok kering didapatkan nilai rata-rata 5 (Sangat baik) dan gosok basah 4-5 (Baik). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan variasi konsentrasi mordan berpengaruh terhadap nilai ketuaan warna dan perubahan bahan terhadap pencucian dan tidak berpengaruh pada nilai uji penodaan warna terhadap pencucian dan uji gosok kering maupun basah.   ABSTRACT   Tense wood extract contains tannin pigment compounds that can give a yellow to bright brown color. Labeling using natural dyes has not been done much in the textile industry. Utilization of natural dyes for coloring textile materials has advantages including natural color produced and has a high selling value. Weaknesses of natural dyes are low color aging, color fastness to washing and low rubbing, thus the need for a mordan process that functions as a bridge between natural dyes and fibers in order to bind well, thereby increasing color aging and color fastness. The fixation process is a bonding process between dyes and fibers, fixation time greatly affects the strength of the dye bond with fibers, thus this study aims to determine the effect of variations in alum concentration in the mordan process and fixation time on the value of color aging, color fastness to washing and rubbing. In the mordan process variations of 10, 20 and 30 gr / l are used with fixation times of 10, 20 and 30 minutes. The results of the color aging test showed that the best color aging value was the use of mordan 20 gr / l and the fixation time of 30 minutes in the direction of the yellow and red colors, it can be said that the resulting color was brownish yellow. The color change test for washing is best for the use of mordan concentration of 20 gr / l and a fixation time of 30 minutes with a value of 4-5 (Good), the color staining of washing on average is obtained a value of 5 (Very good), color staining test on rubbing dry values ??obtained an average of 5 (Very good) and wet rub 4-5 (Good).This study can be concluded that the use of variations of mordan concentration affects the value of color aging and changes in the material on washing and does not affect the value of color staining test for washing and dry or wet scrub test

    Pembekalan Teknik Penjualan Produk Secara Digital Untuk Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Sukoharjo

    Get PDF
    Salah satu sektor bidang usaha yang menggerakkan ekonomi di pedesaan adalah Usaha Mikro kecil dan menengah (UMKM). Karena berdirinya UMKM baik berfungsi untuk mengentaskan pengangguran dalam hal ini menyedot kebutuhan akan tenaga kerja juga membantu perekonomiaan secara nasional. Dalam proses keberlangsungan hidup UMKM untuk menjalankan bisnisnya dengan baik dari proses penyediaan material (bahan) pembuatan, lokasi produksi,  tenaga produksi, dapat berjalan dengan baik. Namun dalam salah satu faktor marketing atau pemasaran produk masih dilakukan secara manual (konvensional ) dalam hal ini dilakukan secara tatap muka langsung dengan konsumen atau pembeli, sehingga segmen  pasar masih terlalu sempit. Sehingga untuk  memberikan salah satu solusi dari kendala di atas,  Penulis bersama rekan staf pengajar / dosen jurusan teknik elektro, serta himpunan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro (HMJTE) Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta memberikan salah satu solusi dengan mengadakan  pelatihan pembekalan untuk pelaku UMKM  Kabupaten Sukoharjo. Materi pelatihan untuk memberikan solusi kendala di atas penulis memberikan materi pembekalan pola teknik sistem penjualan produk secara digital untuk pelaku usaha mikro kecil menengah kabupaten sukoharjo. Proses pemasaran dan penjualan produk UMKM secara digital atau online dengan menggunakan kedua metode teknik di atas dapat menembus pasar moderen maupun pasar luar negeri. Hasil akhir dari pelatihan ini para pelaku usaha UKM/UMKM mampu menambah pengetahuan membuat nama produk (keyword) dengan baik dan familiar, serta peserta mengalami peningkatan yaitu dapat merencanakan dan membuat keyword untuk nama website yang tepat sasaran dalam arti nama website banyak dicari oleh pelanggan media digital. Para peserta sekarang dapat membuat website dengan baik untuk iklan produknya dan juga peserta mampu memasarkan produk yang dihasilkan dengan media online dengan nama website yang menarik. Peserta juga berhasil menempatkan nama website produk hasil UKM/UMKM dalam halaman utama Google dengan pencari dalam ukuran waktu 0.61 detik sebanyak 2.880.000

    218

    full texts

    256

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STT Warga (Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇