Jurnal STT Warga (Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta)
Not a member yet
256 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTATION OF FLAME HARDENING TECHNIQUE WITHOUT FORGING IN THE PRODUCTION OF KNIVES USING SK5 STEEL PLATES
Pandai besi biasanya membuat pisau besar dari baja pegas bekas yang ditempa panas. Namun, proses penempaan membutuhkan lebih banyak energi dan peralatan. Selain itu, baja pegas bekas memiliki retakan mikro, deformasi, kelelahan, dan korosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi struktur mikro dan kekerasan pisau yang tidak ditempa. Pisau dibuat dari pelat baja karbon kondisi baru (bukan baja bekas) dengan ketebalan 3 mm. Pelat baja dibentuk menggunakan gerinda tangan. Flame hardening pada pisau dilakukan dengan memanaskan baja menggunakan nyala api langsung pada suhu 800-900°C. Tiga jenis media pendingin yang digunakan adalah oli SAE 20W50, oli iso-rapid khusus untuk quenching, dan air dicampur 2,5% NaCl powder. Karakterisasi struktur mikro menggunakan mikroskop optik, dan uji kekerasan menggunakan metode Vickers. Hasil karakterisasi struktur mikro menunjukkan perubahan dari bainit menjadi martensit. Kekerasan tertinggi diperoleh dengan media quenching air dicampur 2,5% NaCl powder, tetapi menyebabkan retakan mikro pada baja. Kekerasannya adalah 810,09 HV pada sisi tebal dan 813,88 HV pada sisi tajam. Hasil terbaik diperoleh dengan oli iso-rapid karena menghasilkan kekerasan tinggi dan tidak menimbulkan retakan. Kekerasannya adalah 723,86 HV pada sisi tebal dan 728,53 HV pada sisi tajam.Blacksmiths usually make big knives from hot-forged scrap spring steel. However, the forging process requires more energy and equipment. In addition, scrap spring steel has microcracks, deformation, fatigue, and corrosion. The purpose of this study is to evaluate the microstructure and hardness of an unforged knife made from a medium carbon steel plate. The steel plate was in new condition (not steel scrap), and the knife was made from a thin plate with a thickness of 3 mm and was formed using a hand grinder. Knife flame hardening was carried out by heating the steel with a direct flame at a temperature of 800-900°C. Three different types of cooling media were used: water mixed with potassium, water mixed with sodium chloride, and oil. Microstructure characterization used an optical microscope, and the hardness test used the Vickers method. Microstructure characterization results show changes from bainite to spheroids of cementite and martensite. The highest hardness was obtained in water and 2.5% NaCl as cooling media, but they caused microcracks in the steel. The hardness was 810.09 HV on the thick side and 813.88 HV on the sharp side. The best results were obtained with iso-rapid oil 169 because it produces high hardness and does not cause cracks. Its hardness was 723,86 HV on the thick side and 728,53 HV on the sharp side
Perbaikan Mekanisme Otomasi Toolpost Mesin Bubut di SMK Karya Teknika
The community service activity conducted by the Aircraft Maintenance Engineering (TPP) team of UTP took place at SMK Karya Teknika, located in Colomadu, Karanganyar Regency. The school encountered an issue with the malfunctioning automation system of the tool post on its lathe machine. This malfunction disrupted students' practical activities during machine operation. The repair process involved fabricating a new half-nut, as the original component had worn out based on inspection and problem identification. The replacement half-nut was made using bronze material due to its durability against friction and resistance to corrosion. This choice ensures a longer service life for the component, making it suitable for continuous student practice sessions. After replacing the worn-out part with the newly manufactured half-nut, the lathe machine resumed regular operation, thereby restoring the smooth running of teaching and learning activities. SMK Karya Teknika expressed its appreciation for the community service efforts in addressing the lathe machine issue.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tim Teknologi Pemeliharaan Pesawat (TPP) UTP dilakukan di SMK Karya Teknika, Colomadu, Kabupaten Karanganyar. SMK Karya Teknika mengalami permasalahan terkait kerusakan sistem otomasi toolpost pada mesin bubut. Kerusakan tersebut menganggu kegiatan praktikum siswa pada saat pengoperasian mesin bubut. Perbaikan pada mesin bubut dilakukan dengan membuatkan half-nut yang mengalami keausan setelah dilakukan pengecekan dan identifikasi masalah. Half-nut yang dibuat menggunakan bahan material bronze, dikarenakan kuat menahan gesekan dan tahan terhadap korosi. Half-nut akan mampu memiliki masa umur yang panjang selama digunakan untuk praktikum siswa di SMK Karya Teknika. Mesin bubut berjalan dengan normal kembali setelah diganti dengan half-nut yang baru sehingga proses KBM praktikum tidak terganggu. Pihak SMK Karya Teknika merasa terbantu dengan adanya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat terkait perbaikan pada mesin bubut yang mengalami kerusakan
LITERACY CORNER FOR THE MOSQUE YOUTH COMMUNITY IN BATU BELAH VILLAGE, KAMPAR RIAU
Mitra Pengabdian ini adalah komunitas remaja masjid di desa Batu Belah, Kampar Riau. Karakteristik penduduk di desa ini relatif homogen. Meskipun penduduk desa cukup homogen, namun tingkat permasalahan yang dihadapi tergolong heterogen, terutama permasalahan remaja. Tingkat kriminalitas cukup tinggi. Jenis kriminalitas yang sering terjadi diantaranya: kenakalan remaja, penyalahgunaan obat-obat terlarang, pencurian, dan menurunnya motivasi sekolah bagi remaja. Selain itu fenomena yang cukup meresahkan masyarakat saat ini adalah kecanduan gadget di kalangan remaja. Permasalahan prioritas dalam kegiatan pengabdian ini adalah menyelesaikan permasalahan masyarakat non produktif di bidang peningkatan ketentraman masyarakat dan membantu fasilitas layanan sosial. Solusi permasalahan adalah menciptakan Literacy Corner. Literacy Corner adalah pojok baca yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan literasi remaja masjid. Tujuan program ini adalah agar dapat menciptakan kondisi Desa Batu Belah sebagai Desa yang memiliki Literasi yang baik Berbasis pada Kebutuhan dan Pemberdayaan remaja masjid, sehingga tercipta remaja yang memiliki literasi yang baik. Tiga program Literacy Corner yaitu: (1) mendirikan pojok baca di desa, (2) pemilihan duta baca di desa, dan (3) Seminar Literasi Media Digital. Ketiga program tersebut sebagai salah satu solusi dalam meminimalisir permasalahan yang dihadapi oleh penduduk desa Batu Belah, Kampar RiauThe partner of this Service was a mosque youth community in Batu Belah Village, Kampar, Riau. While the characteristics of the population in this village are relatively homogeneous, their problems are instead heterogeneous, especially those faced by its teenagers. The crime rate has been moderately high, with types of juvenile delinquency, drug abuse, theft, and decreased school motivation. Like elsewhere, the teenagers of this village are also suffering from gadget addiction. To this end, this Service aimed to help solve those problems by aligning the community's peace and upgrading social facilities. Establishing the Literacy Corner was one of the solutions by which the teenagers will gain literacy skills and improve their knowledge. The three Literacy Corner programs are: (1) establishing a reading corner, (2) selecting Reading Ambassadors from the teenagers, and (3) conducting a seminar on Digital Media Literacy. The ultimate goal of this Service was to build the habit of good literacy among Batu Belah Village teenagers, enhance the youth community's empowerment and generally minimise the problems weighed by the residents of Batu Belah Village, Kampar Riau. 
ANALYSIS OF OPTICAL FIBER ATTENUATION AT PT. TELKOM STO SERANG OVER THE SERANG–CIRUAS TRANSMISSION DISTANCE USING AN OPTICAL TIME DOMAIN REFLECTOMETER (OTDR)
Jaringan fiber optik adalah tulang punggung komunikasi data modern dengan kecepatan tinggi dan transmisi jarak jauh. Penelitian ini menganalisis nilai dan distribusi rugi-rugi atenuasi pada OTB ruas Serang-Ciruas sampai dengan 11 km redaman pada fiber optic ini dapat menurunkan kualitas sinyal optic, redaman dapat di sebabkan berdasarkan faktor internal dan eksternal. Jaringan transmisi kabel fiber optik dikendalikan menggunakan OTDR. Hasil pengukuran pada link STO Serang-STO Ciruas sebagai stemple yang berjarak 11 km, redaman kabel fiber optic ini bernilai 8.990 dB yang di sebabkan oleh factor eksternal yaitu terjadinya macrobending. Macrobending adalah pelengkungan pada fiber optik yang dapat menimbulkan Cahaya pada fiber optik mengelami loss, redaman terjadi karena adanya sambungan kabel fiber optik yang kurang bagus, terlalu banyak sambungan, kabel yang sudah terlalu lama, ataupun kabel yang mengalami pembengkokan atau terpilin, hal inilah yang dapat menyebabkan nilai redaman yang terlalu besar jika nilai redaman terlalu besar maka dapat menyebabkan terganggu proses transmisi.Fiber optic networks are the flagship of modern power communications with high-speed and long-distance transmission. This research analyzes the value and distribution of attenuation loss on the OTB of the Serang-Ciruas section for 11 km. Attenuation in fiber optics can reduce the quality of the optical signal. Internal or external factors can cause attenuation. The fiber optic cable transmission network is controlled using OTDR (Optical Time Domain Reflectometer). The results of measurements on the Serang-STO Ciruas link, as a sample, which is 11 km away, show that the attenuation of this fiber optic cable is 8,990 dB, which is caused by external factors, namely macrobending. Macrobending is a bend in the optical fiber that can cause light loss in the optical fiber; attenuation occurs due to poor fiber optic cable connections, too many connections, cables that are too old, or cables that are bent or twisted; this is what can happen. causes an attenuation value that is too large. If the attenuation value is too large, it can disrupt the transmission process
WORKING SYSTEM OF THE HOT METAL DETECTOR ON THE ROLL TABLE INTERFACE IN PROFILE STEEL MANUFACTURING AT PT KRAKATAU BAJA KONSTRUKSI
PT. Krakatau Baja Konstruksi menerapkan teknologi Hot Metal Detector (HMD) yang terintegrasi dengan sistem roll table sebagai bagian dari upaya modernisasi proses produksi baja yang lebih efisien dan otomatis. Sistem HMD berfungsi untuk mendeteksi keberadaan logam panas yang keluar dari tungku pemanas (furnace), kemudian secara otomatis mengirimkan sinyal kendali untuk menggerakkan roll table agar material dapat berpindah ke tahap proses selanjutnya tanpa intervensi manual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi langsung terhadap sistem kerja HMD dan mekanisme roll table di area produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi ini secara signifikan meningkatkan akurasi deteksi logam panas, mempercepat waktu respons sistem, dan mengoptimalkan efisiensi energi melalui penggunaan inverter yang berfungsi mengatur kecepatan motor penggerak. Selain itu, sistem HMD juga berperan penting dalam mengurangi kesalahan manusia (human error), meningkatkan keselamatan kerja operator, serta memperpanjang umur komponen mekanis pada jalur produksi. Secara keseluruhan, integrasi HMD dan roll table terbukti efektif dalam menjaga kestabilan proses produksi, meningkatkan produktivitas, serta mendukung transformasi menuju industri baja berbasis teknologi otomasi dan sistem kendali cerdas yang berdaya saing tinggi.Krakatau Baja Konstruksi implements Hot Metal Detector (HMD) technology integrated with a roll table system as part of its modernization efforts to achieve a more efficient and automated steel production process. The HMD system functions to detect the presence of hot metal exiting the furnace. It automatically transmits control signals to activate the roll table, allowing the material to move to the next production stage without manual intervention. This research employs a qualitative descriptive method through direct observation of the HMD operation and the roll table mechanism in the production area. The findings indicate that implementing this technology significantly enhances the accuracy of hot metal detection, improves system response time, and optimizes energy efficiency by using an inverter that regulates the speed of the drive motor. Furthermore, the HMD system plays a crucial role in reducing human error, increasing operator safety, and extending the lifespan of mechanical components within the production line. Overall, the integration of HMD and roll table technology has proven effective in maintaining production stability, increasing productivity, and supporting the transformation toward an innovative, automation-based steel industry with high competitiveness
DESIGN AND IMPLEMENTATION OF AN INFANT INCUBATOR MONITORING SYSTEM FOR OXYGEN CONCENTRATION AND BABY WEIGHT BASED ON BLYNK IOT AND NODEMCU
Inkubator bayi merupakan alat vital dalam perawatan bayi prematur untuk menjaga suhu tubuh, kelembapan, kadar oksigen, dan memantau berat badan secara stabil. Namun, sistem pemantauan konvensional sering kali belum mampu memberikan data secara real-time maupun terintegrasi dengan sistem peringatan dini. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem pemantauan kadar oksigen dan berat badan bayi pada inkubator menggunakan teknologi Internet of Things (IoT). Sistem ini dibangun dengan sensor MQ-135 untuk mengukur kadar oksigen, load cell untuk berat badan, NodeMCU sebagai mikrokontroler, serta aplikasi Blynk IoT dan LCD sebagai tampilan data. Data dari sensor dikirim secara nirkabel ke aplikasi Blynk dan ditampilkan secara langsung di LCD. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi sistem tinggi dengan error rata-rata pengukuran berat hanya 0,40%. Sistem juga mampu memberikan notifikasi suara dan alarm jika kadar oksigen berada di luar rentang aman (19–23%). Alat dan bahan yang digunakan meliputi sensor MQ-135, sensor load cell, modul HX711, NodeMCU, LCD I2C, serta aplikasi Blynk sebagai antarmuka pengguna. Implikasi dari sistem ini adalah tersedianya alat bantu pemantauan yang efektif, akurat, dan real-time bagi tenaga medis, sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan bayi prematur di ruang perawatan intensif rumah sakit.Infant incubators are essential for premature care, ensuring stable temperature, humidity, oxygen levels, and body weight monitoring. However, conventional monitoring systems often lack real-time data access and integration with early warning alerts. This study aims to design and develop an oxygen and body weight monitoring system for infants using Internet of Things (IoT) technology. The system incorporates the MQ-135 sensor for oxygen levels, a load cell for weight measurement, NodeMCU as the microcontroller, and an LCD and the Blynk IoT application for real-time data display. Sensor data is transmitted wirelessly to Blynk and simultaneously shown on the LCD. Testing results demonstrate high system accuracy, with an average weight reading error of only 0.40%. The system also triggers an alarm and sound notification when oxygen levels fall outside the safe range (19–23%). The tools and components used include the MQ-135 sensor, the load cell sensor, the HX711 module, the NodeMCU, the LCD I2C, and the Blynk application for remote access. The implication of this system is the availability of an effective, accurate, and real-time monitoring tool that assists medical staff in enhancing care quality and safety for premature infants in hospital intensive care units
PERFORMANCE ANALYSIS OF FOOTWEAR SENSORS FOR VOLTAGE MONITORING
Advances in wearable technology are driving innovation in efficient, self-powered biomechanical monitoring systems. One promising approach uses piezoelectric sensors to generate energy while detecting foot (plantar pressure) during physical activity. This study aims to design and test a piezoelectric-based insole system capable of performing dual functions: harvesting mechanical energy from footsteps and analyzing fatigue patterns and gait asymmetry. The research used an experimental approach involving 10 male respondents aged 15–31. Each insole was equipped with four DLAY piezoelectric sensors placed on the heel and forefoot of the right and left feet, and connected to a Raspberry Pi Pico RP2040 microcontroller for voltage data acquisition. The data was analyzed using voltage changes to indicate foot pressure distribution and muscle fatigue. The results showed that the system could generate voltages between 0.025 V and 0.082 V, with an average harvested power of 4.8mW. 70% of respondents experienced decreased voltage in one leg, indicating unilateral fatigue and gait imbalance. Respondent 10 showed the most significant voltage decrease in the left heel sensor (<0.03 V after 1000 seconds), while the right foot remained stable (0.045–0.055 V). In contrast, Respondent 5 showed stable and symmetrical voltage distribution throughout the test session.Advances in wearable technology are driving innovation in efficient, self-powered biomechanical monitoring systems. One promising approach uses piezoelectric sensors to generate energy while detecting foot (plantar pressure) during physical activity. This study aims to design and test a piezoelectric-based insole system capable of performing dual functions: harvesting mechanical energy from footsteps and analyzing fatigue patterns and gait asymmetry. The research used an experimental approach involving 10 male respondents aged 15–31. Each insole was equipped with four DLAY piezoelectric sensors placed on the heel and forefoot of the right and left feet, and connected to a Raspberry Pi Pico RP2040 microcontroller for voltage data acquisition. The data was analyzed using voltage changes to indicate foot pressure distribution and muscle fatigue. The results showed that the system could generate voltages between 0.025 V and 0.082 V, with an average harvested power of 4.8mW. 70% of respondents experienced decreased voltage in one leg, indicating unilateral fatigue and gait imbalance. Respondent 10 showed the most significant voltage decrease in the left heel sensor (<0.03 V after 1000 seconds), while the right foot remained stable (0.045–0.055 V). In contrast, Respondent 5 showed stable and symmetrical voltage distribution throughout the test session
A FEASIBILITY STUDY OF CURRENT TRANSFORMER (CT) THROUGH INSULATION RESISTANCE TESTING AT PT. PLN (PERSERO) UPT CILEGON SUBSTATION
PT PLN (Persero) UPT Cilegon yang terletak di KM 4.5, Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Banten, merupakan perusahaan distribusi tenaga listrik yang berfungsi mengubah tegangan tinggi menjadi tegangan menengah dan menyalurkannya ke tiga cabang ULTG. Keandalan sistem distribusi listrik sangat bergantung pada kondisi peralatan di gardu induk, khususnya Current Transformer (CT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemeliharaan dan pengujian rutin guna mencegah terjadinya gangguan dalam proses penyaluran tenaga listrik. Metode pengujian yang digunakan meliputi pengujian Tahanan Isolasi menggunakan Megger dengan standar minimal 1 M?/1 kV, Tahanan Pentanahan, dan pengujian Tan Delta. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa nilai tahanan isolasi memenuhi standar operasional yang berlaku, sehingga CT dinyatakan dalam kondisi layak operasi. Pengujian ini penting untuk memastikan tidak adanya gangguan listrik akibat degradasi isolasi atau sistem pentanahan yang buruk. Dengan demikian, kegiatan pemeliharaan preventif ini terbukti efektif dalam menjaga kontinuitas dan keselamatan sistem distribusi tenaga listrik di wilayah kerja PT PLN (Persero) UPT Cilegon.PT PLN (Persero) UPT Cilegon, located at KM 4.5, Kotabumi, Purwakarta District, Cilegon City, Banten, is an electric power distribution company that functions to convert high voltage into medium voltage and distribute it to three ULTG branches. The reliability of the power distribution system heavily depends on the condition of the equipment at the substation, particularly the Current Transformer (CT). This study aims to analyze the effectiveness of routine maintenance and testing to prevent disturbances in the electricity transmission process. The testing methods used include Insulation Resistance testing using a Megger with a standard of at least 1 M?/1 kV, Grounding Resistance, and Tan Delta testing. The results show that the insulation resistance values meet applicable operational standards, indicating that the CT operates properly. These tests are crucial to ensure no electrical failures are caused by insulation degradation or poor grounding systems. Thus, this preventive maintenance activity proves effective in maintaining the continuity and safety of the power distribution system within the operational area of PT PLN (Persero) UPT Cilegon
Training on Social Media Importance in the MSME Marketing of Lang Ling Lung Kudus
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mepunyai peran sangat penting bagi kerangka ekonomi Indonesia dalam memberikan kontribusi yang signifikan terhadap lapangan kerja dan stabilitas ekonomi. Banyak UMKM yang masih kurang siap untuk memanfaatkan media sosial secara efektif untuk pemasaran. UMKM Lang Ling Lung di Kudus berusaha memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan kehadirannya di pasar dan mendorong pengingkatan penjualan. Pelatihan yang dipelopori oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muria Kudus ini ber tujuan membekali UMKM dengan keterampilan pemasaran digital yang dibutuhkan untuk berkembang di pasar yang semakin kompetitif. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah model lokakarya interaktif yang berisi materi dasar pemasaran media sosial, pengembangan strategi konten, dan teknik interaksi pelanggan. Hasil yang diharapkan melalui kegiatan pelatihan ini yang dirasakan oleh kemanfaatannya oleh UMKM, adalah meliputi pengembangan strategi pemasaran media sosial dasar, pembuatan konten atau postingan menarik di media sosial, pemanfaatan alat analitik untuk melacak kinerja pemasaran, dan pemberdayaan peserta untuk bisa berinteraksi lebih efektif dengan pelanggan.Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a very important role in the Indonesian economic framework in making a significant contribution to employment and economic stability. Many MSMEs are still not ready to use social media effectively for marketing. MSME Lang Ling Lung in Kudus is trying to use social media to increase its presence in the market and encourage increased sales. The training pioneered by the Community Service Team of Muria Kudus University aims to equip MSMEs with the digital marketing skills needed to thrive in an increasingly competitive market. The method used in the training is an interactive workshop model containing basic social media marketing materials, content strategy development, and customer interaction techniques. The expected results through this training activity that are felt by the benefits of MSMEs include the development of basic social media marketing strategies, creating interesting content or posts on social media, utilizing analytical tools to track marketing performance, and empowering participants to be able to interact more effectively with customers
PEMBERDAYAAN ANGGOTA PKK MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET TEMPE DI DESA KEPEK 1 KECAMATAN WONOSARI
Gizi kurang pada balita merupakan permasalahan yang pelik di Indonesia dan berdampak terhadap balita stunting. Salah satu daerah yang memiliki angka gizi kurang yang tinggi adalah Kabupaten Gunung terutama di Desa Kepek I kecamatan Wonosari. Salah satu penyebab dari gizi kurang yang tinggi di daerah tersebut adalah pola makan yang belum diperhatikan secara optimal.pelatihan pe,buatan nugget tempe dilaksankan kepada ibu-ibu anggota PKK. Namun daerah ini memiliki keunggulan disbanding wilayah yang lain yaitu terdaapat 15 pabrik tempe. Tempe merupakan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi. Pemanfaatan tempe menjadi panganan yang lebih variatif sangatlah kurang. Pemanfaatan tempe menjadi nugget dapat meningkatkan ketertarikan tempe menjadi pangan yang menarik terutama untuk anak-anak. Nugget tempe memiliki kandungan gizi yang tinggi karena terdapat komposisi lainnya sehingga menunjang gizi pangan. Sebagai upaya mencegah kasus gizi kurang di daerah ini diadakan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pengolahan nugget tempe yang inovatif guna meningkatkan konsumsi mkanan yang bergizi pada balita. Metode yang digunakan berupa demonstrasi. Kegiata pegabdian berjala dengan lancar dan peserta sagat antusias mengikuti pengolahan nugget tempe. Tujua dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah hidangan yang bergizi melalui pemanfaatan tempe.
Kata Kunci: Pelatihan;Ibu-ibu PKK;Nugget,;Tempe.
Permasalahan gizi kurang pada balita merupakan polemik yang cukup pelik di Indonesia dan berdampak terhadap perkembangan balita yang pada akhirnya bisa mengakibatkan efek stunting. Salah satu daerah yang memiliki angka gizi kurang pada balita adalah Kabupaten Gunung Kidul terutama di Desa Kepek I kecamatan Wonosari. Salah satu penyebab dari gizi kurang yang tinggi di daerah tersebut adalah pola makan yang belum diperhatikan secara optimal. Pelatihan pembuatan nugget tempe dilaksanakan kepada ibu-ibu anggota PKK di wilatah desa Kepek. Desa Kepek, Gunung Kidul memiliki keunggulan dibanding wilayah yang lain yaitu terdapat sejumlah 15 pabrik tempe yang tersebar dibeberapa lingkungan rukun warga yang berlainan. Tempe merupakan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi. Pemanfaatan tempe menjadi panganan yang disukai oleh seluruh anggota keluarga, variatif masih relative sulit ditemukan. Pemanfaatan tempe menjadi nugget dapat meningkatkan tingkat kesukaan, tempe menjadi pangan inovatif terutama untuk anak-anak. Nugget tempe memiliki kandungan gizi yang tinggi karena terdapat komposisi gizi dengan protein nabati tinggi sehingga menunjang gizi pangan. Sebagai upaya mencegah kasus gizi kurang di daerah ini diadakan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pengolahan nugget tempe yang inovatif guna meningkatkan konsumsi makanan yang bergizi pada balita. Metode yang digunakan berupa demonstrasi. Kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar dan peserta sangat antusias mengikuti pengolahan nugget tempe. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah hidangan yang bergizi melalui pemanfaatan tempe. Hasil dari Pengabdian pada desa Desa Kepek adalah meningkatnya pengetahuan dan kompetensi pada ibu-ibu PKK pada Desa Kepek tentang olahan variatif tempe, sehingga diharapkan akan meningkatkan angka kecukupan gizi pada keluarga