Jurnal STT Warga (Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta)
Not a member yet
256 research outputs found
Sort by
INTENSIFIKASI LELE MELALUI KUALITAS PAKAN MANDIRI DI GATAK, DELANGGU, KLATEN
Permasalahan yang sering dihadapi oleh peternak lele adalah harga pakan (pellet) pabrikan yang mahal, sifat kanibal dari lele yang tinggi sehingga mengurangi jumlah populasi, beberapa penyakit seperti cacar, infeksi karena parasit dan jamur, sehingga menyebabkan biaya produksinya tinggi dan dapat berdampak peternak mengalami kerugian. Tujuan pengabdian masyarakat dapat memecahkan permasalahan mitra tersebut, terutama ketergantungan pada pakan pelet pabrik dan menata manajemen usaha terukur. Metode yang dilaksanakan pada pengabdian masyarakat ini survey, kajian ulang, preparasi desain mesin berdasar perhitungan, perancangan mesin penghancur, pencampur bahan pakan sekaligus mesin pencetak pelet, pelaksanaan uji coba mesin, pelatihan manajemen usaha, publikasi artikel dan pendampingan mitra berkelanjutan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini mitra memahami teknologi pembuatan pelet dari bahan limbah berkualitas hingga pengeringan serta penyimpanan. Harga pellet dari mitra dapat ditekan menjadi Rp 7.000/kg-8.500/kg jauh lebih murah (tergantung jauh/dekat pengadaan bahan baku) sehingga dibawah harga pakan toko/pabrik yang mencapai Rp. 10.000/kg untuk kualitas nomer 1
ANALISIS PEMBEBANAN TERHADAP PANJANG GELOMBANG CAHAYA BERBASIS SENSOR FIBER BRAGG GRATING (FBG)
Sensor fiber optik menawarkan alternatif kinerja yang tinggi karena memberikan solusi biaya rendah, tahan terhadap gangguan elektromagnetik, kemampuan multiplexing dan integrasinya tinggi. Kinerja sensor fiber optik berlaku untuk mengukur parameter fisik seperti tekanan dan suhu [1]. Saat ini banyak dikembangkan sensor fiber optik FBG yang memanfaatkan perubahan panjang gelombang karena adanya pembebanan. Pembebanan tersebut mengakibatkan adanya fenomena defleksi pada material uji. Prinsip kerja sensor FBG yaitu pengukuran pemantulan Panjang gelombang Bragg [2].
Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pembebanan terhadap pergeseran panjang gelombang cahaya pada fiber optik FBG. Metode yang digunakan ialah pemberian beban material uji rubber. Nilai pembebanan yang digunakan penelitian ini yaitu 10 kg. Pembebanan dilakukan dari arah atas permukaan material uji rubber, dengan dimensi 246 mm x 19 mm x 7 mm. Fiber optik FBG ditanam di tengah-tengah material rubber secara horizontal. Adanya pembebanan tersebut berpengaruh pada defleksi material, sehingga mengakibatkan pergeseran pemantulan panjang gelombang cahaya pada fiber optik FBG. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser dengan rentang panjang gelombang 1510 nm – 1590 nm. Pergeseran Panjang gelombang saat pemberian beban dideteksi oleh serangkaian sensor serat optik FBG yang terhubung dengan komputer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pergeseran panjang gelombang pada pembebanan 10 kg. Nilai panjang gelombang Bragg () sebelum diberi pembebanan ialah 1550,6 nm, sedangkan nilai setelah pembebanan yaitu 1554,02 nm. Nilai pergeseran panjang gelombang (??) tersebut sebesar 3,42 nm. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh pembebanan terhadap defleksi material uji rubber. Fenomena defleksi mengakibatkan adanya pergeseran panjang gelombang pada fiber optik FBG yang tertanam dalam material uji. Oleh karena itu, metode pembebanan pada material uji rubber dapat digunakan sebagai aplikasi desain sensor FBG.
Kata kunci: Pembebanan, Sensor, Fiber Bragg Grating (FBG), Panjang gelombang, dan Defleksi
Pemanfaatan Mesin Perontok Padi Mini Berpenggerak Motor Bakar Sebagai Alat Bantu Panen Padi Di Dukuh Kalimati, Wonokerto, Wonogiri
Wilayah Wonogiri memiliki lahan pertanian yang luas. Komoditi utama pertaniannya adalah singkong dan padi. Kabupaten Wonogiri memiliki keadaan geografis perbukitan dengan ketinggian permukaan tanah cenderung lebih tinggi dari kabupaten di sekitarnya. Keadaan greografis seperti itu kurang menguntungkan dalam kegiatan pertanian penduduk. Pemerintah Kabupaten Wonogiri senantiasa berupaya untuk meningkatkan swasembada pangan di daerahnya. Beras merupakan makanan pokok yang penting dan harus dijaga ketersediaannya. Oleh karena itu, banyak lahan pertanian di Wonogiri yang ditanami tanaman padi. Dusun Kalimati merupakan salah satu perkampungan di wilayah kecamatan Wonogiri yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Wilayah tersebut memiliki lahan pertanian yang bertingkat-tingkat, yang merupakan ciri khas wilayah perbukitan. Kondisi tanah berbukit dan akses menuju persawahan yang sempit berakibat lambatnya proses panen yang dilakukan, karena mesin perontok padi (treser) tidak bisa masuk ke area persawahan. Kegiatan pengabdian ini berupaya untuk menerapkan konsep teknologi dengan membuat alat perontok padi berukuran mini berpenggerak motor bakar. harapannya, ukuran alat yang kecil akan lebih memungkinkan untuk digunakan di lokasi panen yang tidak bisa diakses oleh mesin perontok padi biasa
Pembelajaran Cara Cepat Belajar Matematika Di SDN 01 Dan 05 Jepon Kecamatan Jepon Kabupaten Blora
Pengabdian ini bertujuan untuk melatih guru SD dalam pembelajaran matematika kepada siswa dengan menggunakan cara cepat belajar Matematika. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yakni pelatihan selama 8 jam dengan materi matematika kelas dasar dengan teknik cepat. Dari hasil pengabdian didapati bahwa dalam mengerjakan soal pretest dan posttest terdapat perbedaan yang signifikan dalam waktu. Pretest rata-rata membutuhkan 1 jam proses pengerjaan 50 soal berhitung sedangkan posttest rata-rata hanya membutuhkan waktu 30 menit pengerjaan. Menjadi fokus bahasan.dapat bersifat generalisasi temuan sesuai permasalahan pengabdian, dapat pula berupa rekomendatif untuk langkah selanjutnya.
PELATIHAN CNC MILLING RICHON GSK 218 MC DI SMK N4 SUKOHARJO
Penguasaan kompetensi pengoperasian dan pemograman CNC Milling bagi Guru-guru Teknik Pemesinan di SMK N4 Sukoharjo adalah syarat untuk bisa menjelaskan penguasaan CNC kepada peserta didik. Keterbatasan akses penguasaan kompetensi dan pemograman CNC Milling Guru-guru Pemesinan di SMK N4 Sukoharjo dikarenakan kurangnya sumber informasi yang kompeten menyebabkan Guru-guru Pemesinan di SMK N4 Sukoharjo banyak yang memiliki kompetensi tentang CNC yang masih sangat terbatas. Maka dari itu untuk meningkatkan kompetensi pengoperasian dan pemograman CNC Milling bagi Guru-guru Teknik Pemesinan di SMK N4 Sukoharjo diperlukan hadirnya sumber informasi yang benar-benar menguasai pengoperasian dan pemograman CNC untuk bisa digunakan sebagai sumber belajar. Dalam hal ini bentuk kegiatan yang bisa direalisasikan adalah Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pengoperasian dan Pemograman CNC untuk Guru Pemesian di SMK N4 Sukoharjo yang dikemas dalam bentuk Pelatihan.. Kegiatan Pelatihan ini telah terlaksana selama dua hari di Laboratorium CNC SMK N4 Sukoharjo yang diikuti oleh Guru dan Toolmant SMK N4 Sukoharjo. Hasil dari pelatihan ini diperoleh 20% peserta pelatihan menjadi sangat menguasai dan sebanyak 50% dari peserta memiliki kompetensi menguasai pengoperasian dan pemograman CNC Milling
PENGGUNAAN PENGENTAL ALAM MANUTEKS PADA PENCAPAN BAHAN POLIESTER DENGAN ZAT WARNA PIGMEN
Penelitian ini mengkaji tentang optimalisasi penggunaan pengental alam Manuteks pada pencapan kain polyester dengan zat warna pigmen menggunakan pasta cap sistem larutan (bebas dari pelarut minyak). Zat warna pigmen itu sendiri tidak memiliki afinitas terhadap serat, oleh karena itu fiksasinya ke dalam serat diperlukan bantuan zat pengikat yaitu binder. Tahapan yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah proses pencapan bahan tekstil dengan pasta cap system larutan, selajutnya dilakukan proses pemanas awetan kemudian dilakukan pengujian kualitas bahan hasil pencapan. Pada penelitian ini digunakan zat warna pigmen imperon, dengan variasi pemakaian pengental sebanyak 5g; 10 g; 15 g; 20 g; dan 25 g dan suhu pemanas awetan divariasikan 120 ºC; 130 ºC; 140 ºC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penmbahan jumlah pemakaian pengental dan kenaikan suhu pemanasawetan akan memperkecil terjadinya perembesan motif hasil pencapan dan menaikkan kekakuan kainn. Hasil optimum dari penelitian diperoleh pada pemakaian pengental sebanyak 20g dan suhu pemanas awetan 130º C, dengan nilai kekakuan sebesar 48,50 g.cm untuk arah lusi dan 43,97 g.cm untuk arah pakan. Sedang pada sistem emulsi dikerjakan pada suhu pemanas awetan 140º C. nilai kekakuan kainnya sebesar 45,18 g.cm arah lusi dan 29,28 g.cm arah pakan.
Pelatihan Eco-Print Kain Kapas/Cotton Pada Siswa SMK Tekstil Pedan
Ecoprint dapat didefinisikan sebagai Teknik pewarnaan kain yang cukup sederhana namun dapat menciptakan visual yang sangat menarik, unik dan eksklusif. Prinsip pembuatannya yakni melalui kontak langsung antara daun, bunga atau batang yang mengandung pigmen warna dengan bahan tekstil yang terbuat dari serat alam. Urutan proses pengerjaan meliputi persiapan bahan yang artinya kain siap diwarna. Pengerjaan ecoprint dilakukan dengan menggunakan metode pounding dengan langkah langkah sebagai berikut : 1. Membentangkan kain kapas putih di atas koran agar tidak kotor. 2. Meletakkan bunga atau daun sebagai bahan pewarna. 3. Pukul pukul bunga atau daun yang sudah ditata menggunakan palu. 3. Bunga atau daun yang sudah mengeluarkan pigmen dibiarkan sampai kering. 4. Bunga atau daun dilepas dan difiksasi menggunakan tawas
Pemberdayaan UKM Pengrajin Rumah Tangga Guna Meningkatkan Produktivitas Melalui Teknologi Tepat Guna Kabupaten Boyolali Jawa Tengah
Pemberdayaan industri kecil dan rumah tangga merupakan kebijakan pemerintah yang berbasis ekonomi kerakyatan. Hal ini merupakan suatu bentuk kepercayaan kepada kemandirian masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonominya. Pada kenyataanya industri kecil dan rumah tangga merupakan industri yang tahan banting terhadap keadaan ekonomi yang tidak menentu seperti saat ini. Dukuh Dawar Desa Manggis Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Di desa tersebut masyarakatnya sebagian besar berwira usaha kerajinan rumah tangga. Usaha berjenis home industry ini telah lama ditekuni oleh masyarakat di desa itu. Pekerjaan kreatif ini sudah menjadi salah satu simbol desa tersebut dan ikut membesarkan nama Boyolali sebagai salah satu kabupaten penghasil kerajinan rumah tangga di Jawa Tengah. Produk dari usaha rumah tangga tersebut banyak macamnya dan bervariasi. Kerajinan rumah tangga termasuk usaha yang sudah berkembang sejak lama dan kini semakin ramai dan menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Permasalahan yang dihadapi oleh UKM saat ini adalah mesin yang digunakan untuk membuat kerajinan rumah tangga sangat sederhana, sehingga jumlah produksinya terbatas, padahal pemesanan kerajinan rumah tangga tersebut tiap bulannya meningkat pesanan datang dari luar daerah dan luar pulau.
Program Penerapan Teknologi Tepat Guna bagi masyarakat dari Kementrian Riset dan Teknologi /Badan Riset dan Inovasi Nasional ini membantu mengatasi permasalahan yang ada di UKM tersebut dengan mendanai pembuatan mesin serta pelatihan-pelatihannya. Diharapkan dengan program TTG ini para pengrajin rumah tangga dapat menularkan maupun membina masyarakat sekitarnya, sehingga masyarakat disekitarnya mempunyai motivasi untuk berwirausaha baru dan dapat menambah wawasan sehingga dapat mengurangi urbanisasi bagi generasi mudanya.Terlaksananya program TTG kepada Masyarakat ini secara khusus meningkatkan ketrampilan yang mendukung produktifitas serta dapat meningkatkan pendapatan para pengrajin rumah tangga dan kelompoknya di Kampung Dawar Desa manggis Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Dan diharapkan dengan program ini dalam skala Nasional akan meningkatkan pendapatan perkapita daerah
RANCANG BANGUN ALAT UJI LAJU DAN WAKTU PEMBAKARAN PLASTIK PADA ARAH HORIZONTAL
Penggunaan material plastik dan komposit polimer semakin massif di berbagai aplikasi khususnya industri otomotif. Berbagai rekayasa dan penelitian telah mampu menghasilkan karakteristik mekanis dan fisis material plastik yang mampu menggantikan material logam. Namun demikian, penggunan plastik pada aplikasi dengan resiko kebakaran perlu melalui pengujian hambat bakar. Pengujian tersebut menghasilkan tingkat kemampuan material menghambat laju pembakaran serta penundaan waktu penyalaan api. Metode pengujian tersebut salah satunya diatur di dalam standar UL 94 AVH. Untuk mendapatkan hasil yang akurat serta memberikan kemudahan dalam mengoperasikan, maka perlu dibuat sebuah alat uji laju dan waktu pembakaran plastik pada arah horizontal. Artikel ini membahas proses hingga unjuk kerja alat dengan tetap berdasar pada standar yang diacu. Proses manufaktur alat uji dimulai dengan observasi, pembuatan desain alat dan skematik pemantik otomatis, machining komponen, wiring kelistrikan, perpipaan dukungan gas, assembly, dan finishing. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat uji laju pembakaran ini dapat digunakan secara akurat dan menunjukkan perbedaan laju pembakaran setiap specimen uji dengan material dasar yang berbeda
STUDI EKSPERIMEN UJI KEKERASAN DAN FOTO MIKRO MATERIAL KOMPOSIT ALUMUNIUM - SILIKON METODE METALURGI SERBUK
Limbah kaca dan kaleng aluminium merupakan limbah yang tidak bisa terurai secara alami. Oleh karena itu perlu ada usaha untuk memanfaatkan limbah tersebut agar tidak mencemar ilingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan material baru berupa komposit dengan memanfaatkan limbah kaca dan kaleng aluminium. Limbah kaleng aluminium sebagai material aluminium (Al) dan kaca sebagai material Silikon (Si). Limbah kaca dan aluminium diolah menjad iserbuk dengan ukuran lolos mesh 150. Material dibuat dengan metode metalurgi serbuk sehingga terbentuk material komposit aluminium dan silikon. Komposisi aluminium dan silikon dibuat dengan tiga variasi perbandingan Al 100%:0 % Si; Al 80%:20% Si; dan Al 70%:30% Si. Campuran serbuk aluminium dan silikon di campurdenganmesin pencampur sehinggakemudian dimasukkan kedalam cetakan. Proses kompaksi dilakukan dengan tekanan 3500 psi. proses sintering dilakukan dengan suhu 500oC yang ditahan selama 40 menit. Pengujian material dilakukan dengan uji kekerasan dengan metode Vickers dan foto mikro. Hasil pengujian kekerasan menunjukan material dengan komposisi Al 100%:0 % Si memiliki kekerasan 28,78 HVN, komposisi Al 80%:20% Si memiliki kekerasan 36,04 HVN, dan komposisi Al 70%:30% Si memiliki kekerasan 46,74 HVN. Dari foto terlihat adanya porositas yang ditunjukkandengan bagianberwarnagelap. Struktur mikro aluminium terlihat gumpalan berwarna putih, sedangkan struktur mikro silikon terlihat gumpalan memanjang berwarna abu-abu