Jurnal STT Warga (Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta)
Not a member yet
256 research outputs found
Sort by
PENERAPAN APLIKASI PENGOLAHAN DATA ARSIP SURAT ADUAN BERBASIS WEB: Di Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM)
Dinas tenaga kerja, perindustrian, koperasi dan usaha kecil menengah merupakan salah satu kantor yang menangani usaha kecil menengah (UKM) di Kabupaten Kudus. Arsip surat aduan selama ini pencatatan dilakukan secara manual. Hal ini mengakibatkan data hilang, lama pencarian jika dibutuhkan, dan tidak terdokumentasi dengan baik. Arsip ini penting, terkait dengan aduan-aduan dari koperasi, UKM, dan lain sebagainya. Pengabdian ini bertujuan membuat aplikasi pengolahan data arsip surat aduan yang dapat membantu Dinas dalam pengelolaan surat. Aplikasi dibuat berbasis web, dan dapat diakses oleh pegawai Dinas yang ditunjuk sebagai admin. Hasil pengabdian berupa prototype aplikasi yang digunakan untuk membantu menyelesaikan pengolahan data arsip surat aduan
PELATIHAN PENAMAAN ILMIAH BERBASIS DIGITAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA
Lingkungan sekolah di Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang terkenal dengan pemandangan alam yang indah dan beragam sumber daya hayatinya. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan pendidik dengan menjadikan lingkungan tersebut sebagai sumber belajar siswa di luar kelas. Seiring berkembangnya zaman, pengintegrasian teknologi dapat dilakukan sebagai akses informasi yang tidak terbatas untuk mengidentidfikasi keanekaragaman hayati di Windusari. Selain itu, tidak lupa sebagai pelestarian budaya lokal di lingkungan sekolah, maka perlu adanya pembiasaan penggunaan di lingkungan sekolah. Pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar bagi siswa, dengan penekanan pada identifikasi tumbuhan berbasis QR code di lingkungan sekolah dan pembiasaan membaca aksara Jawa. Subjek kegiatan pengabdian yaitu semua guru dari kedua sekolah yang berjumlah 42 orang. Secara umum, pengabdian ini terdiri dari empat tahapan yaitu observasi, pelatihan, pendampingan dan pemanfaatan papan nama ilmiah yang terintegrasi QR code dan aksara jawa. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan guru sangat antusias dan termotivasi dalam mengikuti pelatihan penamaan ilmiah berbasis QR code dan aksara Jawa sebagai sumber belajar siswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna, serta mendorong pemahaman tentang lingkungan dan keberlanjutan
SISTEM KENDALI HOT SAW PADA PEMOTONGAN SAMPEL BAJA PROFIL
Selama proses produksi, mesin pemotong memproduksi beragam tipe produk baja, seperti Equel Angel, I beam, H beam, WF beam, dan U channel sesuai dengan standar pabrik dan sesuai dengan permintaan pelanggan. Operator QC (Quality Control) memotong sampel baja profil dengan hot saw di pabrik Krakatau Baja Konstruksi. Penelitian ini memastikan bahwa bar baja yang dibuat sesuai dengan kriteria perusahaan melalui penggunaan hot saw. Penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara. Saat sebuah mesin menggunakan sensor dan tidak ada operator yang membantunya, mesin tersebut dianggap otomatis. Sistem kontrol mesin hot saw PT. Krakatau Baja Konstruksi sebagian besar adalah semi otomatis. Siemens WinCC digunakan untuk membuat HMI (Human Machine Interface) pada sistem kontrol mesin pemotong besi panas di PT. Krakatau Baja Konstruksi. Hal ini berfungsi sebagai gambar grafis mesin pemotong besi di area cooling bed pabrik produksi baja profil. Kondisi ini memudahkan operator untuk mengoperasikan mesin pemotong besi. Standar kontrol kualitas juga memiliki toleransi untuk batas deviasi toleransi atau patokan baja profil yang ditetapkan oleh PT. Krakatau Baja Konstruksi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa semakin besar nilai volume dimensi produk yang dipotong oleh mesin hot saw, maka durasi pemotongannya semakin lama. Hal ini ditunjukkan dengan data volume dimensi produk 200 mm x 200 mm x 20 mm memiliki durasi pemotongan 6,19 detik.In the section mill production process that produces various types of steel products including Equel Angel, I Beam, H Beam, WF Beam, U Channel with various sizes according to factory standards and consumer custom. Hot saw is a profile steel sample cutting machine at PT Krakatau Baja Konstruksi which is carried out by operators in QC (Quality Control). The control system on the hot saw machine at the PT Krakatau Baja Konstruksi factory is semi-automatic. In this study the authors used observation, interview, and literature study methods. The hot saw control system itself at PT Krakatau Baja Konstruksi is using HMI (Human Machine Interface) to make it easier for operators to operate hot saw machines using WinCC as a graphical visualization for hot saw machines in the colling bed area at the profile steel production plant. In addition to using WinCC as a visual screen, a control desk is also used as an up button and a bottom button on a sample cutting machine or what is commonly called a hot saw
SISTEM KENDALI JUMLAH CYCLE PADA MESIN COOLING BED DALAM PROSES PENDINGINAN PRODUK BAJA PROFIL (SECTION MILL)
Cooling bed dalam produksi baja lembaran merupakan salah satu komponen terpenting dalam proses pembuatan baja lembaran (section rolling mill). Fungsinya untuk mendinginkan dan mengatur suhu baja lembaran yang baru saja mengalami proses penggulungan atau pembentukan di rolling mill. Pada proses pengerolan ini, baja panas digulung atau dipadatkan dalam serangkaian gulungan untuk mendapatkan profil atau bentuk yang diinginkan. Penelitian ini dijelaskan tentang sistem kendali pada mesin cooling bed dengan menggunakan Human Machine Interface (HMI) dan control desk. Cooling bed memanfaatkan sistem kendali loop tertutup dengan pengendalian berdasarkan jumlah cycle, dimana cycle yang digunakan sebanyak 4 cycle. Pada pengujian mesin cooling bed ini yang berdasarkan produk baja profil memiliki perbedaan jarak dan juga jumlah maksimal cycle. Proses cycle pada mesin cooling bed ini bertujuan untuk memindahkan baja profil dalam proses pendinginan secara bertahap agar bisa diteruskan menuju mesin pelurus baja (straightening machine). Untuk merubah jumlah cycle pada mesin cooling bed ini dapat diatur melalui counter pada control desk dan juga bisa melalui layar monitor HMI. Penelitian yang dilaksanakan kali ini dapat mengetahui dan menganalisis perbedaan antara jarak cycle mesin cooling bed yang disebabkan oleh perbedaan produk dan ukuran baja profil yang dibuat, jadi setiap masing-masing produk memiliki standar ukurannya sendiri yang dimana standar ukuran tersebut dapat mempengaruhi jumlah cycle pada mesin cooling bed. Pada saat jumlah counter 4 cycle maka produk baja L 150 mm x150 mm x 10 mm bergerak sejauh 50 cm, produk baja H 150 mm x150 mm x 7mm bergerak sejauh 50 cm, produk baja WF 250 mm x125 mm x 6 mm bergerak sejauh 60 cm, produk baja U 250 mm x 125 mm x 6mm bergerak sejauh 55 cm, dan produk baja WF 300 mm x 150 x 6,5 mm bergerak sejauh 65 cm
KETAHANAN IMPACT KOMPOSIT HYBRID KAIN LIMBAH GARMEN DAN SERAT GELAS SEBAGAI MATERIAL PENDUKUNG ENERGI TERBARUKAN
Program Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 menjadi target negara-negara di dunia dalam mengembangkan Rebewable and Green Energy termasuk di Indonesia. Perkembangan tersebut akan lebih efektif bila didukung dengan perkembangan meterial yang ramah lingkungan. Material baru yang unggul dapat dihasilkan dari penggabungan dua atau lebih material yang berbeda sifat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik bahan komposit berpenguat serat gelas dan kain limbah industri garmen sebagai alternatif material pendukung energi terbarukan. Proses pencetakan dilakukan secara hand lay-up menggunakan matrik poliester BQTN 157 Ex Yukalac dengan persentase kandungan pengat 100% serat kain, 100% serat gelas, 25% serat kain / 75% serat gelas, 50% serat kain / 50% serat gelas, 75% serat kain / 25% serat gelas, penguat fraksi volume sebesar 40% digunakan pada masing-masing variasi. Standart ASTM D 5941 digunakan sebagai acuan dalam prosedur pengujian impact. Hasil pengujian menunjukkan bahwa impact strength yang terbaik pada komposit berpenguat 75% gelas / 25% kain, nilainya yaitu 16,05 kJ/m², sedangkan komposit berpenguat 100% gelas dan 50% gelas / 50% kain memiliki impact strength yang hampir sama, nilainya 11,5 kJ/m²
PELATIHAN PLC INTERFACE STT ”WARGA” PADA SISWA SMA SE-KOTA SURAKARTA
Permesinan industri dewasa ini menuntut perkembangan sistem kontrol dan kendali otomasi PLC Programable Logic Controller. Sehingga sumber daya manusia harus segera mempersiapkan diri menuju berkualitas unggul di bidang teknologi elektronika industri pada era 4.0 ini. Tim pelaksana P2M Sekolah Tinggi Teknologi STT “Warga” Surakarta program studi teknik elektronika mengadakan Pelatihan/Workshop PLC Interface bagi siswa SMA/sederajat kelas XII di wilayah kota surakarta. Metode pelatihan yang dilaksanakan berfokus pada ketrampilan logika dan kemahiran membuat program PLC pada software OMRON cx-one Trial. Pelaksanaan selama 2 hari berturutan dari jam 08.00 sampai 15.00wib di Laboratorium Workshop STT Warga Surakarta.Hasil yang dicapai adalah bahwa 10 peserta dari siswa kelas 12 konsentrasi IPA dan IPS SMA 1 Islam Surakarta telah ahli dan terampil dalam bidang PLC menggunakan software komputer dan interface pada permesinan. Sehingga mereka siap untuk memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidika
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI GERAKAN PRAMUKA KWARTIR CABANG KOTA DUMAI
Gerakan Pramuka Kwartir Cabang kota Dumai merupakan tingkatan pramuka yang ada ditingkat kota/kabupaten Dumai, provinsi Riau. Setiap Kwartir cabang Gerakan pramuka di ketuai oleh ketua kwartir cabang dan dibantu oleh wakil wakil yang membidangi serta sekertaris yang akan memberikan informasi kepada anggota Gerakan pramuka yang ada di kwartir ranting masing masing. Anggota pramuka biasanya mendapatkan informasi terkait kegiatan Pramuka melalui mulut ke mulut sehingga informasi yang di berikan tidak akurat dan jelas yang membuat anggota Gerakan pramuka khususnya kota Dumai tidak mendapatkan informasi dengan rata di setiap Kwartir Ranting. Kwartir Ranting mendapatkan informasi dari Kwartir Cabang oleh Sekretaris melalui Group WA yang kadang informasi yang digabungkan dengan informasi lainnya, bukan hanya kegiatan kepramukaan. Sebuah sistem dibutuhkan untuk dapat membantu kwartir cabang kota Dumai dalam menyampaikan informasi kegiatan pramuka. Sistem yang dibangun menggunakan bahasa pemograman PHP yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan cara mensosialisasikan penggunaan sistem informasi yang telah dibuat dan dihadiri oleh ketua kwartir cabang kota Dumai dan jajarannya. Sistem ini mempermudah dan mempercepat pekerjaan admin dalam mengolah Informasi pada Gerakan Pramuka kota Dumai
STUDI REKAYASA PENINGKATAN SIFAT MEKANIK KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERAT AMPAS TEBU DENGAN MENGGUNAKAN SILANE COUPLING AGENT
Penelitian material komposit tentang studi rekayasa peningkatan sifat mekanik komposit poliester berpenguat serat ampas tebu dengan menggunakan coupling Agent, ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Vinil Silane Coupling Agent pada komposit terhadap sifat mekanik kekuatan lentur dan kekuatan tarik. Komposit mengunakan matrik polyester resin BQTN 157, penguat komposit mengunakan serat ampas tebu panjang 15 mm, dan coupling agent menggunakan vinyl silane variasi volume 0%, 1%, 2%. Hardener mengunakan jenis MEXPO 2wt%. Pembuatan material komposit dengan sistem compression moulding dengan hydraulic press dengan tekanan 7 ton dalam waktu 24 jam. Komposit disiapkan dari sampel untuk menguji sifat lentur ASTMD 790 dan sifat tarik ASTMD 3039. Foto SEM diambil untuk menentukan morfologi permukaan retak sampel.
Hasil pengujian lentur menunjukkan bahwa kekuatan lentur tertinggi diperoleh dengan perubahan volume vinyl silane coupling agent 2% sebesar 113,04 N/mm2, sedangkan kekuatan lentur terendah diperoleh dengan perubahan volume vinyl silane coupling agent 0% sebesar 34,76 N/mm2. Hasil uji tarik menunjukkan nilai tarik maksimum sebesar 11,80 N/mm2 yang dihasilkan oleh perubahan volume vinyl silane coupling agent 2%, sedangkan nilai kekuatan tarik minimum sebesar 10,93 N/mm2 dihasilkan oleh perubahan volume vinyl silane coupling agent 0%
PELATIHAN CAREGIVER PADA KADER POS LANSIA PUSKESMAS KRATONAN SURAKARTA
Lanjut usia (lansia) tidak dapat dihindari oleh setiap individu. Semakin meningkat perekonomian, maka jumlah harapan hidup semakin besar sehingga berpengaruh terhadap peningkatan jumlah lansia. Lansia adalah seseorang yang berusia diatas 60 tahun. Penurunan daya tahan tubuh pada lansia sehingga rentan terhadap berbagai macam penyakit. Maka diperlukan penaganan khusus bagi para lansia. Pemerintah melalui Puskesmas mempunyai peran dalam melatih caregiver kader pos lansia. Artikel ini megulas kegiatan pelatihan Caregiver Kader Pos Lansia Puskesmas Kratonan Surakarta. Hasil kegiatan yang diikuti 41 kader lansia binaan Pukesmas Kratonan berjalan dengan baik dan lancer. Hal ini ditandai dengan antusiasme peserta megikuti kegiatan pelatihan hingga selesai. Selanjutnya direncanakan untuk melaksanakan kegiatan tingkat lanjut dengan meningkatkan peran pemerintah, karena kegiatan ini sebaiknya dilaksanakan secara berkala
PENERAPAN SISTEM ADMINISTRASI ONLINE PADA MASYARAKAT DESA PACALAN BERBASIS APLIKASI GOOGLE
Pemerintah desa Pacalan masih menggunakan sistem manual, masyarakat perlu datang ke kantor desa untuk mengurus pengajuan dokumen. Penggunaan teknologi dalam mendukung distribusi persuratan yang baik akan meningkatkan pelayanan publik yang baik. Masyarakat tidak perlu ke kantor kelurahan untuk mengisi biodata diri dan keperluan pengajuan. Sosialisasi tersebut bermanfaat bagi masyarakat desa Pacalan dalam menjelaskan alur mengisi formulir Google Form yang telah disediakan oleh perangkat desa. Penggunaan administrasi secara online membantu masyarakat dalam pengajuan dokumen yang dibutuhkan dimanapun dan kapanpun. Masyarakat memberikan tanggapan yang bagus dengan pengaplikasian teknologi secara online untuk pengajuan persuratan yang dibutuhkan. Pembaharuan perumusan Google Sheet akan menjadikan nomor dokumen menyesuaikan dengan yang baru. Antusias masyarakat dalam menggunakan sistem administrasi online diharapkan semakin meningkat setelah mendapatkan sosialisasi penggunaan. Manfaat yang terjadi pada penggunaan sistem online dalam pelayanan publik lebih memudahkan dan fleksibel dengan masyrakat dalam pengajuan dokumen yang dibutuhkan dan menambah wawasan mengenai teknologi yang diterapkan pada administrasi desa